The Unexpected
Discleaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Pairing: Naruto x ...?
Warning: OOC, OC, Typo, Strong!Naruto, Dll.
Summary: Kegagalan membuat suatu titik kegelapan dalam dirinya bangkit. Namun, walaupun hanya setitik tetapi apa jadinya jika kegelapan tersebut malah berhasil membangkitkan sang Akhir?
Chapter 2
Matanya mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke indra penglihatannya itu. Setelah berhasil ia kemudian menatap langit dan berpikir.
'Tempat apa ini?' Batinnya. Sebelumnya ia merasa bahwa dirinya berada di tempat gelap bersama makhluk bereksistensi tak terduga.
'Gerr... sebaiknya aku melupakan itu' Pikirnya. Kemudian ia mendudukkan dirinya dan menatap sekeliling, padang rumput luas yang bahkan dirinya tidak tahu dimana ujungnya.
'Mengapa aku bisa ada di tempat ini?' Jelas sekali tampak diwajahnya bahwa dia sedanng kebingungan, ia berdiri dengan agak susah payah dikarenakan badannya yang terasa kaku dan sulit untuk digerakkan.
"Ah!Sudah bangun ya?" Ia kaget dan langsung berbalik untuk melihat pemilik dari suara itu.
"K-kau?" Ia berucap sambil tergagap.
"Tidak usah kaget, Naruto!" Seorang gadis dengan rambut panjang hitam sepinggul itu berucap sambil tersenyum, mata ungunya menatap Naruto dengan pandangan ramah.
"K-kau bukan Naga hantu itu kan?" Ucap Naruto sambil menunjuk Gadis tersebut. Gadis itu tampak bingung dengan apa yang Naruto ucapkan, ia berpikir 'apa yang membuatnya menyebutku Naga hantu?'.
"Aku?" Si Gadis menunjuk dirinya sendiri. Naruto mengangguk.
"Aku bukan hantu, tetapi aku memanglah Naga yang berbicara padamu sebelumnya" Gadis itu melanjutkan ucapannya.
"T-tapi tadi itu..."
"Biar kujelaskan!" Gadis itu memotong ucapan Naruto.
"Tadi aku masih dalam wujud yang kurang sempurna, Aku sudah lebih dari 2,5 milyar tahun tidak menggunakan tubuh manusiaku jadi makanya aku berubah menjadi Roh terlebih dahulu lalu kemudian aku membentuk Atom-Atom disekitarku untuk menyesuaikan tubuh ini" Jelasnya panjang.
"Dulunya aku tidak mengerti guna dari tubuh manusia yang di berikan Tuhan kepadaku karena pada saat itu manusia belum diciptakan tetapi aku tahu bahwa Tuhan telah merencanakan semuanya" Sambungnya.
Naruto terdiam lalu kemudian ia menghela nafasnya, entah apa salahnya hingga Kami-sama memberikan kepadanya cobaan ini. Ia kemudian mengalihkan pandangannya dari Gadis itu, tetapi kemudian ia mengingat sesuatu.
"Bukankah kau sebelumnya bilang bahwa kau tidak mempunyai jiwa? Tapi kenapa sekarang kamu malah punya Roh?" Naruto mempertanyakan sesuatu yang membuatnya bingung.
"Ehm?" Gadis itu juga terlihat bingung.
"Err... sulit untuk dijelaskan tetapi aku selalu berubah menjadi Roh saat memakai tubuh manusia" Jelasnya sedikit bingung.
"Jadi mungkin saja kalau aku tidak memiliki jiwa saat dalam wujud sejatiku dan kekuatan melemah saat dalam wujud ini" ia melanjutkan.
"Hahh... sepertinya kamu memang lebih pantas dipanggil sebagai makhluk pertama" Ucap Naruto.
Naruto kemudian menatap langit tempat itu sambil merenung memikirkan sesuatu yang masih tidak dapat ia lupakan.
"Maafkan aku..." Gumam Naruto pelan tapi ternyata Gadis itu mempunyai pendengaran yang sangat tajam hingga membuatnya dapat mendengar apa yang Naruto gumamkan.
"Sepertinya kamu belum melupakan itu" Gadis itu berucap sambil menatap sendu Naruto.
Naruto hanya diam lalu beberapa saat kemudian ia menghela nafasnya dan kembali menatap Gadis jelmaan naga itu. Sedangkan, si gadis yang di tatap tetap diam dan membalas tatapan Naruto.
"Siapa namamu?" Naruto tiba-tiba bertanya dan itu berhasil membuat ekspresi wajah Gadis itu menjadi bingung.
"Namaku...?" Gadis itu membalas sambil menunduk. Naruto mendengus.
"Yahh" Naruto berucap singkat.
"Aku tidak punya nama..." Gadis itu mengucapkan itu dengan kepala yang masih menunduk.
"Hah? Kau tidak mempunyai nama?" Sekarang Naruto yang bingung.
"Memang terdengar aneh tapi Tuhan hanya memanggilku dengan sebutan Makhluk Akhir dan dia tidak memberiku sebuah nama" Gadis itu kemudian mendongakkan kepalanya dan ia kemudian menatap Naruto dengan penuh harap.
"Berikan aku nama!" Ucapnya tiba-tiba.
"Hah!?" Naruto kaget.
"Berikan aku sebuah nama!" Gadis itu kembali mengulangi ucapannya.
"T-tapi aku tidak bisa memilih nama yang baik" Ucap Naruto memberikan alasan.
"Aku tidak peduli! Berikan aku nama!" Gadis itu tetap bersikeras.
Naruto terdiam, ia berpikir untuk memilih nama yang cukup baik untuk gadis itu. Ia tidak mungkin memberikan gadis secantik itu nama secara sembarangan, ibunya pasti akan marah padanya.
"Cepat!" Gadis itu berucap tidak sabar.
"I-iya" Jawab Naruto sambil tergagap. Ia masih berpikir tentang nama untuk gadis itu.
Aura tidak mengenakkan Naruto rasakan dari gadis yang berdiri di depannya itu.
"CE-SETTYNA!" Naruto berucap cepat untuk memotong ucapan si gadis. Gadis itu kemudian diam dan menatap Naruto tajam.
'Aku rasa dia tidak menyukai nama itu' pikir Naruto.
"Kurasa tidak buruk! Settyna! Itu namaku sekarang!" Ucap gadis itu dengan senyuman serta wajah gembira.
'Hah? Padahal aku hanya sembarangan menyebutkannya, perubahannya memang cepat" batin Naruto.
Gadis yang sekarang bernama Settyna itu menatap Naruto dengan senyuman berkembang di wajahnya.
"Nah! Karena kamu telah memberikanku nama maka kita akan bertualang bersama-sama!" Ucap Settyna dengan gembira.
"M-maksudnya?" Naruto masih bingung.
"Sesuai ucapanku sebelumnya, kau akan menemaniku hingga akhir zaman" Settyna berkata. Naruto hanya diam.
"Tapi sebelumnya..." Tempat yang awalnya adalah padang rumput yang sangat luas sekarang telah berubah menjadi sebuah perpustakaan luas yang di penuhi berjuta-juta atau sampai bermilyar-milyar buku, membuat Naruto yang melihatnya tercengang.
"Selamat datang di perpustakaan semesta!" Sambut Settyna.
Perpustakaan itu merupakan bagian dari tempat sebelumnya Naruto dan Settyna berada. Di perpustakaan ini ada banyak buku yang berisi tentang segala hal yang berkaitan dengan alam semesta, entah itu pengetahuan umum seperti sejarah alam semesta, dimensi-dimensi yang ada di seluruh semesta dan rahasia-rahasia lainnya yang tidak banyak di ketahui makhluk hidup.
"Kau harus mempelajari tentang dimensi yang akan kita kunjungi!" Titah Settyna sambil menarik Naruto menuju ke suatu tempat.
Naruto hanya diam dan mengikuti apa yang Settyna perintahkan hingga mereka sampai pada suatu rak yang di dalamnya tertata rapi buku-buku yang sulit untuk di hitung berapa jumlahnya.
'Apa aku harus mempelajari ini?' Batin Naruto.
"Tidak-tidak! Kau tidak harus mempelajari semuanya tetapi kau hanya perlu membawa beberapa buku yang inginkan" Entah mengapa Settyna seolah-olah bisa membaca pikirannya atau dia memang bisa membaca pikiran?
"Aku tahu dari ekspresimu" sambung gadis naga itu.
Naruto terdiam, dia sekarang lebih memilih banyak diam dari pada menjadi pemuda na'if dengan segala keinginan tinggi yang sebenarnya mustahil untuk dapat dicapai.
"Carilah buku yang menurutmu menarik dan jangan lupa ambil juga buku tebal yang ada di meja itu" Settyna menunjuk sebuah meja kayu yang berada di samping rak buku itu. Sepertinya Settyna memang sengaja memisahkannya.
"Bagaimana denganmu?" Tanya Naruto.
"Aku tidak perlu itu, mataku telah melihat sendiri seluruh perkembangan yang ada di alam semesta" Settyna berucap sambil tersenyum kecil.
"Begitu yah?" Kemudian Naruto berjalan menuju rak itu dan memilih beberapa buku untuk ia bawa dan pelajari.
Naruto berjalan menuju rak itu dan mulai melihat buku-buku yang ada di situ, tangannya bergerak untuk memilah setiap buku dan berharap ada buku yang menarik perhatiannya.
Cukup lama ia berdiri di situ dan melihat berbagai judul buku yang ada di sana tetapi ia sama sekali tidak menemukan buku yang menarik perhatiannya sampai tangannya terhenti saat matanya menangkap buku yang yang cukup membuatnya tertarik.
Yang telah ditakdirkan
Naruto mengambil buku itu dan membacanya dengan seksama, beberapa saat kemudian dia menutup buku itu dan menyeringai kecil.
"Sepertinya aku mendapatkan sesuatu yang menarik di dimensi ini" gumam Naruto pelan.
'Semoga dimensi ini tidak mengecewakanku' pikirnya kemudian.
Settyna hanya diam tetapi bibirnya nampak mengulas sebuah senyuman kecil, ia mendengar gumaman Naruto dan ia tahu bahwa Naruto berharap besar pada dimensi yang akan mereka kunjungi.
'Sepertinya kami akan cukup lama di dimensi ini' pikir gadis itu.
Naruto kemudian kembali memilah buku yang ada di rak itu dan berharap ada buku yang dapat menarik perhatiannya lagi dan sepertinya ia cukup beruntung, ia menemukan buku yang memiliki judul tidak kalah menarik dari yang tadi.
Akhir dari segala akhir
Buku ini cukup membuatnya penasaran, ia ingin tahu akhir yang seperti apa yang ada di buku ini. Ia membukanya dan membaca kalimat di buku tipis itu.
Ia lah akhir dari segala akhir
Kegelapan yang memimpin segala kegelapan
Mimpi buruk segala makhluk
Yang lebih hitam dari gelap malam
Kan memayungi semesta dengan segala kegelapannya
Kan bangun saat datang kegelapan tak di mungkinkan
The True Ender Dragon God
Naruto membaca lantunan kalimat puisi itu dan berpikir arti dari itu.
"Itu buku tentangku, entah apa tujuan mereka menulisnya tetapi tidak banyak di alam semesta ini yang mengetahui tentang diriku. Jadi, yang ada di buku itu tidak sepenuhnya benar dan tidak juga salah, kupikir mereka sedikit melebih-lebihkanku" Gadis itu menjelaskan dengan panjang mengenai buku yang di pegang Naruto.
"Aku akan membawanya" Ucap Naruto.
Settyna terlihat bingung.
"Apa yang ingin kamu pelajari dari ku?" Settyna bertanya.
"Entahlah..." jawab Naruto singkat.
Naruto kemudian mengambil buku yang ada di meja beserta tas yang sudah ada di situ, ia kemudian memasukkan dua buku yang tadi ia ambil.
"Kurasa sudah cukup" Ucap Naruto, dia berjalan mendekati Settyna.
"Hanya dua?" Tanya Settyna.
"Ya. Lagipula inti cerita dari dimensi yang akan kita kunjungi sudah ada di buku yang pertama ku ambil" Balas Naruto.
Settyna kemudian tersenyum dan ruang di sekitar mereka berubah menjadi padang rumput seperti sebelumnya. Settyna merubah dirinya menjadi wujud sejatinya yaitu wujud Naga kolosal dengan ciri-ciri yang sudah dijelaskan di chapter 1.
"Kenapa kamu berubah?" Naruto menjadi bingung.
"Kita akan melintasi pagar dari tempat tinggalku sekaligus inti dari Semesta jadi aku harus berubah menjadi wujud sejatiku karena tidak ada yang mampu melintasi pagar ini selain diriku" Jelas Settyna dalam wujud Naga.
"Lalu bagaimana denganku?" Tanya Naruto masih dengan wajah bingung.
"Masuklah kemulutku" Jawab si Naga. Tapi, Naruto terlihat ragu.
"Tenanglah! Aku tidak akan memakanmu" Lanjut Naga itu.
Naruto kemudian mengangguk dan Naga itu membuka mulutnya. Naruto mulai memasuki mulut si Naga sambil menenangkan dirinya.
Settyna menutup mulutnya dan kemudian ia terbang menuju lubang dimensi yang tercipta di atas langit.
WUUUUSSHHH
Lubang itu tertutup dengan cepat saat Settyna memasukinya.
"Pertualangan...
.
.
.
.
.
.
Dimulai..."
To Be Continued
Hallo... saya Aldi si author baru yang mulai berkarir di dunia fanfiction beberapa hari yang lalu (seminggu lebih yah?hehehe...#plak)
Sebelumnya saya minta maaf atas keterlambatan updatenya, Yahh itu karena alat untuk menulis saya sempat rusak dan juga di tambah kesibukan saya di dunia nyata... (niat kagak yah jadi author)
Dan sekarang saya telah melanjutkan cerita ini dan akan saya usahakan cerita ini tidak akan nunggak atau berhenti di jalan, lalu mulai chapter depan pertualangan Naruto dan Si Gadis jelmaan Naga Akhir akan di mulai.
Oh iya, saya juga akan membalas review dari para pembaca sekalian.
Q&A:
Guest
Ah, kayaknya ada typo tuh mas. 2500 juta emangnya ada ya? Bukannya 1000 juta sama dengan 1 miliar ya? Jadi itu harusnya 2,5 miliar tahun. Bukannya 2500 juta tahun ...
Ok itu aja. Ceritanya lumayan seru ... Dan ane mau nebak, Naga itu cewek ... Dan dia telanjang, makanya Naruto pingsan. Kalo tebakan pertama saya salah, berarti naganya waria ... Sampe bikin naruto shock :3
Hahaha... maaf-maaf, saya kurang memperhatikan itu dan terima kasih telah mengingatkan.
Asuka Ryu
Penulisan mu sudah lumayan rapi, walau masih ada beberapa typo yg saya lihat, tapi ini fiksi pertama mu kan ? Wow..., pertamanya saya kira kamu author lama karena gaya penulisannya yg lumayan rapi. Karena chap ini masih pendek hanya itu yg bisa saya sampaikan, semoga next chap lebih panjang lagi. Salam kenal untuk author nya
Jaa ne.
Terima kasih. Dan lalu maaf sebelumnya kalau pendek lalu chapter ini juga pendek tapi chapter depan akan saya usahakan lebih panjang karena telah masuk Arc DxD.
Ae Hatake
Pasti yang di lihat Naruto wujud human sang naga dalam bentuk nenek-nenek telanjang
Err... gimana yahh? Tapi chapter ini sudah di tampakkan wujudnya
namekaze fauzan
Ceritanya seru thor lau bisa si naga itu di buat jadi perempuan :v next thor
semangat thor :v
Chapter ini terjawab... dan semangat juga!
leonardoparuntu9
Please lanjut,jgn pke lama.
Saya minta maaf karena tidak bisa update cepat.
fikriy920
Lajut next chap jadi penasaran ceritanya..
Oke!
Aldian Lucifer Namikaze
Lanjut njer.. bagus kok ficnya :"v
Usahakan pairnye sama naga itu.. jangan sama pair lain.. itu membosankan
Mungkin iya mungkin juga tidak.
arifkarate
lanjut ya thor.. pairnya naruto x naga perempuan itu..
Sama seperti di atas.
Fahzi Luchifer
naga tadi pasti jadi cewek... biasanya naruto pingsan dengan darah yang mengalir di hidungnya thor... :V
pair single ya thor.!
lanjut next chap...
Terjawab di chapter ini. Dan masalah pair akan saya pikirkan, kemungkinan besar single.
The Namikaze HalfKami
Yang pertama, Please complete this fic
Yang kedua, kurang sedikit lebih detail ..
Just it , i hope you really complete this fic till the end.
Yang pertama, akan saya usahakan
Yang kedua, saya juga agak sedikit bingung tapi saya sudah memikirkan jalan ceritanya
Loli Kitsune-chan
Fic yg keren..
Terima kasih.
Q&A end
Hanya sampai disini, Saya masih membutuhkan kritik dan saran dari para reader dan author sekalian. Sekian, Terima kasih.
