Perpustakaan semesta.

Perpustakaan yang berisi tentang seluruh hal yang ada di alam semesta, tidak ada yang luput dari pengetahuan yang ada di dalam perpustakaan ini bahkan jika itu adalah rahasia yang sangat tersembunyi, tidak ada yang menulis buku dalam perpustakaan ini, semuanya telah tersusun rapi sejak awal penciptaan dan telah ada sejak bermilyar-milyar tahun yang lalu. Perpustakaan ini disebut sebagai gambaran takdir masa depan, namun walaupun begitu tidak ada yang mengetahui keberadaan perpustakaan ini, hanya di anggap mitos dan bagian dari dongeng yang sering di jadikan pengantar tidur anak-anak.

Tetapi, disinilah sekarang ia berdiri, didepan ribuan rak yang di dalamnya tersusun rapi buku yang menyangkut tentang dimensi-dimensi yang ada di alam semesta. Kakinya melangkah pelan menelusuri rak-rak yang ada disana sampai ia berhenti pada suatu rak yang memiliki ukiran dengan motif aneh berbentuk pusaran-pusaran yang tergabung membentuk daun, matanya menatap aksara yang nampaknya menuliskan sesuatu di atas rak itu.

'Ini dia' pikirnya.

Kemudian tangan mungilnya terangkat menuju rak itu, jemarinya memilah buku itu dengan teratur. Mata ungunya dengan jeli menatap buku-buku yang ada dirak itu sampai tangan berhenti memilah dan mengambil buku yang ia cari-cari.

Ia membukanya dan membaca isinya, tulisan kuno dalam buku itu berubah dan menjadi bahasa yang ia ketahui. Salah satu kespesialan perpustakaan ini, bahasa dalam setiap buku di sini dapat berubah menjadi bahasa yang di mengerti oleh si pembaca.

Mimik wajahnya tampak serius membaca setiap kalimat dalam buku itu hingga ia tiba-tiba menutup buku itu dan mengukir sebuah senyuman di bibir manisnya.

"Sudah kutemukan" ucapnya.

"Aku akan memberikanmu hadiah yang spesial..." Ia mengucapkan setiap kata-kata itu dengan senyuman manis yang senantiasa menghiasi wajahnya.

"...Naruto..."

The Unexpected

Discleaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Pairing: Naruto x ...?

Warning: OOC, OC, Typo, Strong!Naruto, Smart!Naru, Godlike!OC, Dll.

Summary: Kegagalan membuat suatu titik kegelapan dalam dirinya bangkit. Namun, walaupun hanya setitik tetapi apa jadinya jika kegelapan tersebut malah berhasil membangkitkan sang Akhir?

Chapter 4

Settyna mendengus, ia menatap makhluk dihadapannya dengan kesal. Ayolah! Ia rela kembali ke dimensi yang telah hancur ini hanya untuk memohon pada makhluk itu, tetapi makhluk itu malah menertawakan keinginannya.

"Shinigami-san! Aku tidak mau membuang waktuku hanya untuk melihatmu tertawa!" Settyna berucap dengan wajah kesal. Matanya menatap tajam sosok dewa di hadapannya.

"Hahaha... baiklah! Tapi apa yang membuat The Highest Entity sepertimu memohon kepadaku hanya untuk meminta jiwa? Setahuku kau adalah makhluk yang tidak peduli keadaan. Mm... apa mungkin karena pemuda itu?" Sosok dewa kematian itu kemudian merubah mimik wajahnya menjadi penasaran.

"Grrr... akan kukirim kau menuju kehampaan!" Aura hitam berkobar ganar di sekitar gadis itu. Mata ungunya bersinar terang menatap sang Shinigami.

Shinigami merinding, wajahnya memasang ekspresi ketakutan. Dia salah mengucapkan hal itu, dia memang sudah tahu kejadian 5 tahun yang lalu, dari alam ini matanya dapat melihat dunia shinobi hancur karena perbuatan dari gadis di depannya, gadis itu merasuki tubuh pemuda bernama Naruto yang sedang frustasi karena gagal menyelamatkan dunia shinobi, setitik kegelapan yang muncul di hati Naruto memicu kebangkitannya setelah lama tertidur.

'Kegelapan yang tak dimungkinkan'

Setitik kegelapan yang seharusnya tidak ada itu tercium olehnya hingga ia membuka mata dan menyaksikan apa yang terjadi dengan sumber dari setitik kegelapan itu. Melihat kejadian, ia langsung menyeringai dan memberikan Naruto sebuah kekuatan yang setara dengan 1% kekuatan sejatinya.

Saat kekuatan itu sampai kepada Naruto yang sudah terkapar, ia mempengaruhi Naruto hingga membuat Naruto mengamuk sampai memusnahkan musuhnya yang tak lain adalah sosok pertama yang memiliki chakra, yaitu Kaguya Ootsutsuki. Serangan terakhir Naruto memiliki intensitas yang setara dengan 1% kekuatan Settyna namun dengan serangan itu Naruto mampu menghancurkan Kaguya dan seluruh dunia shinobi tanpa bersisa.

Katasrofi.

Teknik pemusnah masal yang dapat menghancurkan seluruh Alam Semesta jika saja Settyna mengeluarkan kekuatan penuhnya untuk menggunakan itu. Saat pertarungan dengan Kaguya, Settyna hanya menyumbangkan sepersen kekuatannya kepada Naruto dan dengan kekuatan itu sudah mampu menghancurkan Kaguya beserta seluruh dunia Shinobi, bagaimana dengan seratus persen kekuatannya?

Shinigami merinding membayangkan apa yang terjadi jika itu terjadi, Ia ingat kejadian 5 tahun lalu, saat dirinya harus sibuk dengan banyaknya jiwa yang datang karena kehancuran dunia shinobi. Banyak orang tak bersalah yang sebenarnya tak di takdirkan mati secepat itu. Semua itu di karenakan oleh takdir dunia shinobi yang sudah hancur.

"Apa yang kau lamunkan, Shinigami-san?" Suara itu menghentikan lamunan Shinigami. Ia dapat melihat Settyna berdiri dengan angkuh, tangan dilipat ke dada dan matanya terpejam. Aura hitam yang tadi mengitari tubuhnya sudah menghilang, namun wajahnya masih memasang ekspresi kesal seperti tadi.

"Cepat berikan apa yang aku mau! Atau aku akan benar-benar mengirimmu ke kehampaan!" Ancam si gadis dengan aura hitam yang kembali menyeruak di tubuhnya.

"Baiklah." Shinigami menghela nafas lalu kemudian ia berbalik dan berjalan menjauh menuju gerbang tempat tinggal para roh.

Ia hanya menuruti apa yang diperintahkan Settyna, dia tidak ingin mengambil resiko bertarung dengan gadis itu. Walaupun dia adalah seorang dewa, tetapi ia tidak akan bisa mengalahkan makhluk yang berada di luar pemahamannya itu, dengan Kaguya saja ia tidak yakin bahwa ia akan menang. Apalagi dengan Settyna yang hanya dengan sepersen kekuatannya dapat mengalahkan Kaguya dan menghancurkan dunia shinobi? Oh, tidak ada harapan. Walaupun sebenarnya ia tahu bahwa kekuatan Settyna dalam wujud manusia hanya 10% dari kekuatan sejatinya (saat dalam wujud naga kolosal) namun itu sudah lebih dari cukup untuk menghancurnya serta dengan tempat tinggalnya ini.

'Hah... aku harus melakukannya...' Shinigami membatin, ia juga tahu bahwa bila Settyna ingin sesuatu maka ia harus mendapatkan hal yang ia inginkan itu.

"Cepat, Shinigami-san!" Dia dapat mendengar suara Settyna dari kejauhan.

"Aduh! Waktuku sebentar lagi habis nih!" Gadis berteriak kesal.

"Cepatlah! Atau aku yang akan kesana" Shinigami mendengar nada dari suara Settyna yang terdengar gelisah.

"B-baiklah" Shinigami langsung melesat dengan cepat menuju gerbang roh.

Skip...

Saat Shinigami kembali, ia jadi bingung saat melihat wajah Settyna yang berantakan.

"A-apa yang terjadi?" Tanya shinigami bingung.

"Lama sekali kauuuu!" Settyna berteriak keras hingga terdengar di seluruh penjuru alam kematian itu.

"Maaf, tadi aku kesulitan mencarinya" ucap Shinigami dengan wajah bersalah.

"Uwahhh! Naruto pasti sudah dirumah! Apa yang kukatakan padanya nanti!" Gadis itu dengan kesal mengacak-acak rambutnya sendiri sampai berantakan.

"Cepat berikan itu padaku! Aku harus pulang" mendengarnya, Shinigami langsung melempar sesuatu yang ada ditangannya, sesuatu itu berupa botol kecil yang berisi salah satu jiwa yang ada disana.

"Terima kasih!" Settyna kemudian menghilang di telan oleh kegelapan setelah selesai mengucapkan dua kata terakhir itu.

"Setidaknya dia tahu cara berterima kasih" gumam sang dewa kematian.

Naruto Side

Naruto pulang kerumahnya setelah mendapatkan pekerjaan di salah satu sekolah yang ada di kota Kuoh. Ia melihat kondisi rumahnya yang sedang dalam keadaan sepi, lampunya pun juga tidak menyala.

Naruto kamudian melangkahkan kakinya memasuki rumah itu, keadaan di dalam sangatlah gelap tanpa ada penerangan sedikitpun.

'Dimana Settyna?' Batinnya.

Ia kemudian berjalan menuju saklar lampu rumahnya sambil meraba-raba, karena mungkin saja dia menabrak sesuatu. Sesampainya di saklar lampu ia pun langsung menekannya dan membuat lampu yang ada disana menyala terang.

Ia menghela nafas panjang, wajahnya tampak kelelahan. Ia sudah lelah karena berkeliling kota mencari pekerjaan dan sekarang, ia jadi semakin lelah karena Settyna malah tidak ada dirumah, padahal ia sudah melarangnya untuk meninggalkan rumah.

'Dasar gadis itu...' pikirnya, ia menyerah. Lagipula tidak ada gunanya memarahi gadis itu.

"Naruto!" Naruto kaget dan berbalik, ia dapat melihat gadis itu entah sejak kapan ada di belakangnya sambil menyengir lebar.

"Darimana kau?" Naruto bertanya dengan wajah datarnya.

"Hmp! Jangan pasang wajah begitu padaku!" Balas Settyna dengan wajah tidak suka.

"Aku bertanya, darimana kau?" Naruto tetap menanyakan hal yang ingin ia ketahui.

"Baiklah! Aku mencari sesuatu" jawab Settyna dengan wajah innocent.

'Sok imut nih gadis, walaupun memang imut sih' pikir Naruto sambil mendengus.

"Bukankah aku bilang padamu, jangan meninggalkan rumah selama aku tidak ada. Lagipula apa yang kau cari?" Naruto bertanya kembali, karena ia masih penasaran dengan apa yang dicari Settyna.

"R-A-H-A-S-I-A" jawab si gadis dengan senggiran di wajah manisnya.

"Huhh..." Naruto hanya dapat menghela nafasnya dan kemudian berbalik menuju dapur.

Settyna hanya berdiri diam disitu, tapi kemudian ia juga berbalik dan berjalan keluar rumah masih dengan senyuman di bibirnya.

'Hadiah ini, akan menjadi hadiah yang sangat spesial!' Batin Settyna.

To Be Continued.

Omake.

Disebuah tempat gelap yang hanya berisi sedikit penerangan, nampak sosok-sosok yang wajahnya tidak dapat di ketahui karena minimnya penerangan disana.

"Aku bisa merasakan energi makhluk yang dulu muncul saat Great War" ucap salah satu sosok disana.

"Sepertinya dia sedang mengincar bocah itu" balas sosok lainnya.

"Apa yang dia inginkan dari bocah itu?" sosok pertama kembali berkata.

"Yang pasti itu bisa mengganggu rencana kita" sosok ketiga yang sedari tadi diam berucap.

"Sialan! Kita harus menyingkir makhluk sialan itu!" sosok pertama menggebrak meja dengan keras. Sementara itu sosok kedua dan ketiga hanya diam.

Bruk...

Boomm...

Makhluk mengerikan dengan mata berbeda warna yang bersinar muncul di belakang sosok pertama.

"Kalian harus tahu bahwa aku tidak menyukai makhluk manapun yang menghina orang yang kusukai!"

Tekanan kegelapan yang besar membuat ketiga sosok itu sesak nafas. Tubuh mereka merinding.

"Maka, aku akan menjadikan tumbal untuk hadiahku!"

Crasss...

"""Arrrggghhh!"""

Jeritan ketiga sosok itu menjadi sebagai penutup dari chapter ini.

True To Be Continued.

Hallo, kembali lagi dengan saya! Chapter ini pendek? Memang! Bisa di bilang cerita ini memang wordnya dikit dari dulu. Karena apa? Saya sudah jelaskan dichapter sebelumnya. Ohh yaa... sebelumnya ada yang ingin tahu siapa 'DIA' yang dimaksud di cerita ini. Mungkin chapter depan atau beberapa chapter lagi kalian akan tahu. Dan di review saya lihat bahwa banyak yang ingin Settyna menjadi pair Naruto, beneran? Okelah! Tapi di chapter 4 ini, kalian masih bisa voting loh. Siapa yang cocok jadi pair naruto nantinya.

Dan juga maaf karena chapter ini belum ada scene DxDnya. Sebenarnya saya cuma ingin menjelaskan tentang perpustakaan semesta dan tentang bagaimana NM bisa ada di daftar karakter. Tahukan siapa maksudnya? Nah! Itu juga yang membuat saya lebih cepat update. Mungkin chapter depan saya akan menambah wordnya 3x lipat dari ini. Oke, sampai sini saya ucapkan sekian. Terimakasih.

'Kritik dan Saran masih dibutuhkan'

ByeBye...

POFT!