Langit gelap bergemuruh, petir serta kilat menyambar permukaan tanah. Tempat yang sangat mengerikan ini tidak memiliki penghuni sama sekali, keadaan mempengaruhi itu. Badai selalu muncul di daerah ini. Banyak runtuhan bangunan di tempat gelap ini, sungguh pemandangan yang sangat mengerikan. Namun, dari kegelapan itu muncul suatu sosok hitam tak di kenal, Mata berbeda warna bersinar terang dalam kegelapan tersebut, aura mengerikan mengitari sosok tersebut. Gelapnya tempat itu membuat sosok itu tidak dapat terlihat dengan jelas, namun dapat diketahui bahwa sosok itu adalah perempuan yang dapat di lihat dari rambut panjangnya.

"Jadi, disini tempatnya?"

Sosok itu terkekeh pelan.

"Kalau begitu sekarang adalah waktu yang tepat, khekhekhe!"

Petir menyambar dengan keras, mengakhiri intro pendek ini.

.

.

.

.

The Unexpected

Discleaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Highschool DxD © Ichie Ishibumi

Pairing: Naruto x ...?

Warning: OOC, OC, Typo, Strong!Naruto, Smart!Naru, Godlike!OC, Dll.

Summary: Kegagalan membuat suatu titik kegelapan dalam dirinya bangkit. Namun, walaupun hanya setitik tetapi apa jadinya jika kegelapan tersebut malah berhasil membangkitkan sang Akhir?

Chapter 5

Kesiangan...

Itulah yang dapat di gambarkan dari Naruto sekarang. Settyna yang sepertinya terlalu asik memasak di dapur ternyata sampai melupakan Naruto yang kebiasaannya sejak dulu tidak menghilang.

Malas...

Naruto sebenarnya sudah menjadi orang yang tenang dan bersikap dewasa tapi tetap saja, kemalasannya selalu muncul saat dirinya tertidur.

Dia akan sulit untuk dibangunkan, kecuali jika yang membangunkannya itu adalah Settyna, yang akan mendobrak pintu dan menyiram Naruto jika saja ia tidak bangun.

Tapi, sekarang sepertinya Settyna tidak memperdulikan itu, dia malah tampak asik memasak di dapur sambil di temani senandung kecil dari bibir mungilnya itu.

Dan tidak cukup lama sampai tiba-tiba suara keras terdengar dari kamar Naruto, membuat Settyna seolah-olah tersengat oleh kekagetannya.

'Uh? Sepertinya aku lupa dengan itu" pikirnya sambil menatap jam dinding yang memang khusus untuk di dapur.

'Harusnya ia bekerja sekarang...' ia kemudian melangkahkan kakinya kekamar pemuda itu, tetapi...

Brukk...

"Itte..." Settyna terdiam saat mendengar suara ringisan itu.

Ternyata Naruto sudah bangun dan berniat kedapur tetapi Settyna terlalu keras membuka pintu dapur dan membuat pintu itu menampar wajah Naruto yang kebetulan berada di depan pintu tersebut.

"Err... kau tak apa-apa?" Settyna bertanya dengan wajah polos tanpa menyiratkan rasa bersalah sekalipun.

"Grr... apa menurutmu aku sedang tak apa-apa" Naruto menatap kesal Settyna, padahal ini adalah hari pertamanya bekerja dan ia sudah hampir terlambat, lalu sekarang Settyna malah membuat hidungnya memar seperti itu.

Begitu sialnya dia hari ini...

"Uh? Begitu yah? Mau kuobati?" Settyna mengulurkan tangannya dan Naruto menerima uluran tangannya, itung-itung ngerasain lembutnya tangan gadis itu.

"Aku tidak perlu di obati... aku sudah hampir terlambat sekarang!" Naruto gelisah.

"Hmm... apa benar itu kau? Huft... tapi ya sudahlah... cepat mandi dan sarapan... aku sudah memasak tadi" Setelah mengucapkan itu Settyna kembali kedalam dapur untuk menyiapkan sarapan pagi, dia juga agak kesiangan karena tadi malam dia sedang mencari sesuatu yang berhubungan dengan benda yang ia ambil dari alam kematian dunia shinobi kemarin.

Setelah itu Naruto kemudian juga masuk ke dapur dan terdengarlah suara desahan-desahan aneh dar-*tiitt* (Puasa coy!)

Maaf, salah naskah.

Setelah itu Naruto kemudian juga pergi ke kamar mandi yang ada di dapur tersebut, Kamar mandi yang berada di ruang keluarga sedang mengalami kerusakan yang mengakibatkan airnya tidak bisa jalan. Naruto sudah memanggil servis untuk itu.

Sementara itu, Settyna sepertinya agak kesal pada Author karena sedikit kesalahan naskah tadi yang sebenarnya memang di sengajakan oleh Author (#dibakarSettyna).

Lupakan beberapa adegan kurang pantas di atas, mari kita percepat waktunya...

.

.

.

.

Skip Time...

.

.

.

.

Setelah beberapa kejadian pagi tadi yang akhirnya membuat Author menjadi layaknya Tuhan dengan mempercepat waktu (meleceng dari cerita nih!)

Oke! Saya akan lanjutkan...

Naruto Uzumaki, pemuda yang seharusnya menjadi pahlawan dunia shinobi yang dipuja-puja oleh seluruh makhluk di seluruh dataran Elemental Nations sebelum mpok Kaguya datang dengan alasan ingin mengambil kembali Chakra yang di curi oleh dua anak nakalnya hingga membuat dunia shinobi kacau sampai akhirnya hancur dengan teknik godaan maut bang Naruto yang diberikan oleh neng Sett- (#digamparSettyna. Settyna: "Author jangan ngawur dong! Buat dengan bener ceritanya!")

Oke! Baiklah! saya lanjutkan... Settyna-chan jangan marah yah...

Beberapa menit Naruto berjalan, akhirnya ia tiba di depan pintu gerbang Kuoh Academy. Walaupun terlambat, ia berusaha untuk tetap tenang.

Dan... jam pelajaran sepertinya sudah dimulai, ditandakan dengan suasana sekolah yang sudah sepi.

'Aku harus keruang kepala sekolah sekarang'

Naruto kemudian kembali melanjutkan perjalanannya untuk menuju ruang kepala sekolah tapi tiba-tiba saja...

"Apa yang kau lakukan disini?"

Sebuah suara menghentikan langkah Naruto dan membuat ia memutar tubuhnya untuk melihat siapa pemilik suara itu.

"Ah! Harusnya saya yang bertanya, apa yang dilakukan olehmu? Jalan-jalan saat jam pelajaran?" Naruto membalas dengan nada datar, sama halnya dengan pemilik suara tersebut.

"Perkenalkan, saya Sona Shitori. Ketua osis di sekolah ini." Ucap gadis bernama Sona tersebut memperkenalkan dirinya.

'Shitori? Samaran yang baik, namun aku tahu bahwa ia adalah iblis bangsawan dari klan Sitri. Salah satu dari 72 pilar iblis utama' pikir Naruto.

"Hm... Saya Naruto Uzumaki, guru baru di sekolah ini" Naruto juga turut memperkenalkan diri.

"Jadi anda guru baru? Maaf atas ketidak sopanan saya tadi..." Sona menunduk meminta maaf.

"Tidak apa-apa, lagipula saya juga datang terlambat..." ucap Naruto.

"Dan saya harus keruang kepala sekolah sekarang" lanjutnya.

"Silahkan... saya juga ingin kembali kekelas" balas Sona sambil pamit.

Setelahnya Naruto kemudian kembali melanjutkan perjalanannya menuju keruang kepala sekolah.

'Huhh... aku sudah bertemu salah satu iblis disini...'

.

.

.

.

Skip Time...

.

.

.

.

Naruto berdiri di depan kelas yang di dalamnya terdengar suara ribut.

'Huh...'

Setelah mendapat izin dari kepala sekolah, dia mendapat bagian untuk mengajarkan pelajaran Sejarah, untungnya... kepala sekolah tidak marah padanya karena ia beralasan bahwa ia ada masalah dengan istrinya tadi pagi.

Istri?

Naruto terlalu bingung bagaimana menjelaskannya pada kepala sekolah hingga ia malah menyebut Settyna sebagai istrinya dan bodohnya kepala sekolah itu malah percaya padanya.

Apa kata Settyna jika mengetahui itu?

Terbayang di kepalanya. Si Gadis yang kadang-kadang punya sifat kekanak-kanakan dan kadang-kadang dewasa serta galak tetapi akan luluh jika di goda, lalu apa yang terjadi jika ia mengetahui ini? Oh... dia tidak tahu itu...

Pastinya hanya ada tiga kemungkinan untuk itu...

Pertama, gadis itu akan cuek bebek dan tidak memperdulikan itu.

Kedua, gadis itu akan marah dan melakukan sesuatu padanya.

Ketiga, gadis itu akan malu sama seperti saat dia menggodanya.

Dan ada juga kemunginan yang tidak akan terjadi yaitu...

Gadis itu akan senang mendengarnya.

Kemungkinan terakhir pastinya tidak akan terjadi, jadi hanya ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi.

Naruto menghentikan lamunannya dan mulai membuka pintu kelas itu, membuat suasana kelas menjadi sepi. Naruto kemudian memasuki kelas itu lalu menatap seluruh murid di sana dengan datar.

"Kesan pertamaku pada kalian... buruk" ucapnya.

.

.

.

.

Settyna Side

Settyna, gadis yang selama ini tinggal bersama Naruto. Dia nampak baru saja selesai berbelanja dilihat dari kantong plastik yang ia bawa, penuh dengan barang.

"Umm... kurasa ini cukup untuk beberapa hari"

Ia kemudian berbelok ke gang sempit yang pinggirnya berhadapan dengan gudang kosong yang terlihat angker dan mengerikan.

"lihat... mangsa yang manis datang kepada kita" Settyna terdiam mendengarnya, ia memutar tubuhnya kesamping kanan yaitu tepat di depan gudang kosong itu. Ia mengerjit heran.

Tiga sosok monster mengerikan muncul dari balik kegelapan, monster-monster itu adalah iblis liar yang mendiami gedung ini.

"Ahh? Untuk apa paman-paman bercosplay di gedung sepi ini? Kalian ingin menakut-nakuti orang yang lewat disinikan?" Ucap Settyna dengan polosnya.

"Hahaha! Kau gadis yang menarik... bagaimana kalau kita memperkosanya dulu lalu setelah itu kita memangsanya" Kedua sosok iblis liar lainnya mengangguk mendengar ucapan sosok yang sepertinya ketua dari kedua iblis lainnya.

"Apa yang kalian bicarakan? Jangan-jangan kalian adalah laki-laki hidung belang yang selalu memperkosa orang yang lewat disini tanpa peduli itu laki-laki atau perempuan!" Settyna mundur beberapa langkah. Sedangkan para iblis liar itu terlihat kesal dengan ucapan Settyna.

"Awas kau gadis kecil! Akan kami mangsa kau!" Para iblis itu kemudian mendekati Settyna namun hal ganjil terjadi, mereka tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.

"Maaf saja, tapi aku tidak ingin disentuh oleh para laki-laki hidung belang! Maka dari itu..."

Tilekínisi

Bruusshh...

Tiga iblis liar itu langsung musnah layaknya debu yang tertiup angin.

"Huhh... saatnya pulang..."

.

.

.

.

Other Side

Sementara itu, disuatu tempat yang gelap dan di sertai kilat serta gemuruhnya.

Nampak benda seperti kepompong yang terlihat mulai retak.

Retak itu semakin parah dan mulai terkelupas, menampakkan cahaya dari dalam kepompong tersebut.

Tak berapa lama kemudian kepompong itu kemudian pecah dan cahaya terang memenuhi tempat itu. Sosok berambut kuning terlihat saat cahaya menghilang, dia menatap sekelilingnya.

"Dimana aku?" Ia bertanya entah kepada siapa.

Kegelapan tiba-tiba berkumpul dan membentuk sosok lain di tempat itu. Mata ungu sosok itu menatap orang berambut kuning di depannya.

"Siapa kau?" Orang berambut kuning itu bertanya pada sosok didepannya.

"Mungkin ini sedikit menggangguku tetapi ini adalah saat yang kutunggu-tunggu" sosok itu tidak menanggapi ucapan orang bersurai kuning itu dan mengucapkan hal lain.

"Selamat datang..." sosok itu seperti menggantung ucapannya

.

.

.

"Minato..."

TBC

Halo... saya kembali lagi... dan maaf karena saya lambat updatenya.. lalu jumlah wordnya juga tidak sesuai janji.. maafkan Author-san huwaaaa...

Hmm...

Lalu untuk kapan updatenya... mungkin akan saya usahakan dengan cepat.. tapi jangan ngarep loh..

Saya juga gak bakal discontinued fanfic ini tetapi jika saya sibuk mungkin fanfic ini akan terlantarkan cukup lama, dan selain itu dikarenakan keterbatasan waktu saya menulis membuat saya lambat update. Dan, doakan yah! Semoga Authot bisa mendapatlkan alat sendiri untuk menulis.

Untuk itu sampai disini...

Kritik dan Saran masih di butuhkan...

ByeBye

POFT!