Kehidupan kembali...
Yang sama sekali tidak di harapkan olehnya, kehidupannya di alam kematian sudah membuatnya bahagia karena ia dapat berkumpul bersama istri dan teman-teman lainnya. Tapi, entah mengapa tiba-tiba saja Shinigami mendatanginya dengan wajah takut dan bilang bahwa ia harus pergi dari alam kematian.
Dia tidak tahu mengapa tetapi ia ingin menolak itu jika saja itu tidak berhubungan dengan putranya.
'Naruto Uzumaki'
Satu-satunya putranya dan putra yang paling di sayanginya. Dia tahu dunia shinobi telah hancur disertai seluruh orang di dunia shinobi yang juga telah mati, namun ia sama sekali tidak bertemu dengan putranya itu, menandakan putranya masih hidup sampai sekarang.
Saat ia bertanya pada Shinigami tentang putranya itu, Shinigami malah bilang ia akan segera mengetahuinya, setelah itu ia memutuskan untuk diam.
Setelah berbincang singkat, Shinigami mengajaknya pergi.
"Maaf, kushina... kita tidak bisa bersama, tetapi aku berjanji, aku akan melindungi Naruto dengan dengan segenap jiwaku" Setelah itu dia pergi...
The Unexpected
Discleaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Pairing: Naruto x ...?
Warning: OOC, OC, Typo, Strong!Naruto, Smart!Naru, Godlike!OC, Dll.
Summary: Kegagalan membuat suatu titik kegelapan dalam dirinya bangkit. Namun, walaupun hanya setitik tetapi apa jadinya jika kegelapan tersebut malah berhasil membangkitkan sang Akhir?
Chapter 5
Settyna nampak asik menonton benda kotak di depannya, tak lupa dengan mulutnya yang tampak sedang mengulum permen lolipop.
Tapi seketika, ia mengalihkan pandangannya ke arah jam di dinding.
'Uhm... sebentar lagi dia akan pulang...' pikirnya. Wajahnya bersemu merah sejenak ketika ia mengingat sesuatu.
'Dasar baka..."
Tak cukup lama ia menunggu, suara pintu terbuka membuatnya mengalihkan perhatiannya.
'Dia sudah datang...' Ia berdiri, lalu berjalan menuju ruang tamu.
Bruk!
"Itte!"
Entah mengapa, mungkin karena kebiasaan Settyna dalam membuka pintu membuahkan hasil yang cukup mengejutkan, yaitu membuat Naruto terkena sial.
"Ups... maaf"
Naruto memandang gadis itu dengan tajam, jika ini terus terjadi maka lama-lama hidungnya akan pesek.
"Ini yang kedua kalinya..." ucap Naruto tanpa menghilangkan pandangan tajamnya.
Settyna menyengir.
"Sebenarnya ada yang ingin ku tunjukkan padamu..." ucapnya masih dengan sengiran di wajah manisnya.
"Hm?" Naruto menatap bingung gadis itu.
"Apa kau mau melihatnya?" Settyna memandang Naruto dengan tampang berharap.
"Hn..." Naruto hanya mengangguk kecil.
Settyna tersenyum senang melihatnya, ia kemudian memegang tangan Naruto dan mengucapkan sesuatu.
Chorochóronou
Mereka menghilang dari tempat itu.
.
.
.
.
.
.
Settyna P.O.V
Kami tiba di tempat ini, padang rumput luas yang di isi oleh pohon apel di beberapa tempat.
Ahh! Aku suka apel...
Tapi, kami di sini bukan untuk memetik apel melainkan aku ingin menunjukkan sesuatu yang merupakan 'hadiah' untuk Naruto.
Hadiah terbaikkuu...
Atau mungkin, kami akan memetik beberapa apel untuk di makan? Bisa juga sihh, lagipula apel yang tumbuh di sana itu terlihat enak.
Huhu...
Aku menanamnya dari apel-apel terbaik yang ada dibumi, bukan membuatnya dengan kekuatanku.
Dan... sepertinya aku malah membicarakan apel? Wajarlah, akukan suka buah itu.
Kembali kecerita...
Aku kemudian menatap Naruto yang sepertinya sedang memperhatikan sekelilingnya dengan bingung.
Aku tak pernah mengajaknya kesini sebelumnya, jadi wajar saja jika dia bingung.
"Uhm... seperti yang kau lihat, tempat ini banyak pohon apel yang sudah berbuah! Kau tau bahwa aku suka apel. Jadi, aku menciptakan tempat ini untuk menanamnya" ucapku menerangkan.
"Huh..." Naruto mendengus.
Begitulah sifatku Naruto-kun, aku selalu ingin mempunyai sesuatu yang kusuka dan...
Tunggu!
Naruto-kun? Sejak kapan datangnya embel-embel -kun itu? Huwahh! Sepertinya aku sudah termakan godaannya!
Ok. Lupakan saja itu...
Tempat ini selalu sejuk, membuat apel-apel di sana terlihat begitu menyegarkan dan membuatku ingin memakannya. Uhm... apa aku bisa meminta Naruto-kun mengambilnya?
Oke. Kebiasaan memanggilnya seperti itu tiba-tiba muncul...
Biarkan saja itu, yang terpenting aku akan mencoba memintanya pada Naruto-ku-...?
Huft... kenapa sih aku ini!
"Naruto-k-...Ah! Maksudku, Naruto, apa kau bisa mengambilkan beberapa apel untukku? Kau juga bisa memintanya" pintaku dengan berharap.
"Huh? Jadi kau mengajakku kesini hanya untuk mengambilkan apel? Itu hanya membuang waktuku saja" Dia membalas dengan dengusan.
Uhh! Naruto-kun... (astaga!lagi-lagi) aku cuma minta ambilkan apel... gak ada sulitnya sama sekali! Dan juga itu bukan tujuan kita kesini!
"Bukan begitu, aku hanya ingin makan apel sambil menunggu hal penting" aku mencoba menjelaskan.
"Bukankah kau bisa ambil sendiri?" Huwaahh... kamu gak bisa pengertian dikit napa?
"Kumohon..." Sekarang aku udah memohon nih, udah ku pasang wajah memelas seperti ini, masih nolak? Keterlaluan sekali kamu padaku!
"Baiklah-baiklah..." Yey, akhirnya dia mau!
Dia kemudian berjalan ke arah salah satu pohon apel di sini dan mulai memanjatnya, sementara aku hanya berdiri diam sampai tiba-tiba angin berhembus membelai wajahku.
Aku memejamkan mata, menikmati belaian lembut angin di dimensi ini. Aku membuat dimensi memiliki cuacanya sendiri, namun tidak akan ada cuaca yang dapat merusak pohon apelku.
Settyna P.O.V End
.
.
.
.
Naruto P.O.V
Aku menghela nafas pelan dan mulai memanjat pohon apel untuk mengambil beberapa apel berdasarkan permintaan Settyna.
Gadis itu sangat cerewet, padahal ia bisa mengambilnya dengan mudah tanpa minta bantuanku.
Kurasakan angin berhembus pelan, kemudian aku mencoba mengalihkan perhatianku kearah Settyna sejenak dan aku langsung terdiam.
Gadis itu, Settyna.
Ia tampak sedang menikmati hembusan angin ini sambil memejamkan matanya dengan wajah polos dan damai yang membuatnya terlihat sangat manis, rambut panjangnya yang melambai pelan mengikuti hembusan angin di sekitarnya, di hiasi dengan background padang rumput yang menambah kecantikan gadis itu.
Dan hanya satu hal yang dapatku pikirkan untuk gadis itu:
Begitu mempesona.
Entah mengapa, saat ini aku merasa bahwa Settyna adalah gadis paling cantik dan paling manis yang pernahku temui. Dan menurutku, gadis itu bisa memikat siapa saja hanya dengan pesonanya.
Termasuk diriku.
Tapi, seolah-olah mengetahui tatapanku, dia membuka matanya dan mengucapkan sesuatu
"Apa yang kamu lihat?" Oh... dia bertanya dengan wajahnya yang super polos itu.
Walaupun sebenarnya dia tidak sepolos itu.
"A..tidak ada" aku menyangkal, kemudian mengambil beberapa apel dan melompat turun.
"Ini.." aku menyerahkan apel-apel yang kupetik.
Hmm... kurasa, jika ia memintaku untuk mengambil apel lagi maka akan dengan senang hati kuambilkan dan aku berharap ada angin lagi saat itu, supaya aku bisa memandangnya lebih lama.
Eh... apa yang kupikirkan?
"Ah! Enaknya hidup di masa muda"
Ehh.. suara itu?
"K-kau?"
Naruto P.O.V End
.
.
.
.
"Uhm.. hei Minato! Mau gabung?" Settyna memberikan tawaran pada makhluk lain yang baru datang itu.
"Oh! Bolehkah? Apa itu tidak mengganggu kencan kalian?" Orang yang ternyata adalah Minato itu berucap sambil menggoda dua makhluk di depannya.
Bluusshhh
Wajah Settyna memerah...
"A-apa-apaan itu!" Gadis itu menyangkal ucapan Minato.
Sementara itu...
"T-tou-san? B-benarkah itu kau?" Naruto sama sekali tidak memperdulikan godaan Minato.
"Putra kesayangan Tou-san sudah dewasa ternyata" ucap Minato sambil tersenyum kepada Naruto.
Brukk...
"Ughh..."
"Karena ucapanmu yang tadi"
Minato terlempar dan menabrak pohon apel di belakangnya saat tiba-tiba saja Naruto memukulnya. Ia mencoba berdiri, tapi kemudian naruto tiba-tiba saja memeluknya dengan erat seolah-olah mereka telah lama tidak bertemu.
Walaupun memang itu kenyataannya.
"Walaupun begitu, tetap saja..." Naruto menghentikan ucapannya.
"M-maaf Tou-san, a-aku tidak bisa menyelamatkan dunia Shinobi" Naruto berucap penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa, lagipula kau menangkan?" Minato berusaha menenangkan.
"Tapi, teman-teman..."
"Kau sudah berusaha keras untuk menyelamatkan dunia shinobi, mereka menghargai perjuanganmu" Minato berkata sambil tersenyum.
Sedangkan Settyna, ia hanya diam memperhatikan drama didepannya sambil menikmati apel yang di ambil Naruto tadi serta beberapa apel yang menjatuhi kepalanya.
'Aku kehilangan permenku'pikirnya.
"Ugh..." Buah apel lagi-lagi menjatuhi kepalanya.
Kembali ke Naruto dan Minato.
"Mereka..." Naruto terdiam.
"Mereka telah hidup bahagia di alam sana, bahkan aku juga, yahh sebelum Settyna datang, hahaha" Minato berkata sambil tertawa pelan.
Naruto melepaskan pelukkannya dan berbalik menghadap Settyna.
"Settyna..." Settyna yang ingin menggigit apelnya seketika langsung terhenti saat Naruto memanggilnya.
"Terima kasih..." ucap Naruto. Sedangkan itu, Settyna hanya tersenyum membalas ucapan Naruto.
"Sama-sama... dan... apa kalian ingin menemaniku memakan apel ini? Atau membantuku membawanya pulang? Aku tidak mungkin menghabiskan apel sebanyak ini." Settyna berucap dengan polosnya, sambil tersenyum manis yang membuatnya terlihat sangat imut.
Naruto jadi bingung.
"Kenapa bisa jadi sebanyak itu?" Tanyanya.
"Uh... Minato menabrak pohon apel dan membuat buahnya berjatuhan, sialnya kepalaku di jatuhi apel berkali-kali..." jelas Settyna.
"Uhm.. sambil menunggu kalian yang terus berpelukan layaknya homo, aku mengumpulkan buah-buah itu." Lanjutnya.
Naruto yang mendengarnya langsung menatap gadis itu dengan tajam, Dirinya yang sebenarnya hanta ingin melepas rindu malah di sebut homo oleh Settyna.
Sementara Minato hanya nyengar-nyengir aneh seolah-olah dia menyetujui bahwa dirinya homo.
"Aku tidak bilang bahwa kalian homo loh, tapi sepertinya Minato mengakui bahwa ia homo" Settyna mengucapkan itu dengan wajahnya yang menampilkan ekspresi jahil.
Twich
Perempatan muncul di dahi Minato, lantaran dirinya malah di ejek seperti itu oleh Settyna.
"Hihihi, aku bercanda!"
Bukk...
"Aww!" Buah apel dengan keras menjatuhi kepala Settyna, membuat gadis itu meringgis.
"Aduh... bisa benjol kepalaku ini" dia mengeluh.
"Hahaha... Makanya, jangan ngejek sembarangan" Minato lantas menertawakan kesialan gadis itu, membuat Settyna menatapnya dengan wajah kesal.
"Huft... baiklah! Jadi, apa kalian bisa membantuku membawa apel-apel ini?" Settyna mengucapkan itu sambil mengalihkan wajahnya ke arah lain untuk menyembunyikan rona merah yang muncul di wajahnya karena menahan malu.
"Baiklah" Naruto membalas ucapan Settyna dengan wajah datar.
"Tapi, bukankah kau bisa mengirimnya dari sini?" Tanya Naruto tiba-tiba.
Settyna menatap Naruto masih dengan sedikit rona di wajahnya.
"Barang, lain halnya dengan makanan. Aku bisa mengirim Makhluk hidup dan barang antar dimensi, tapi tidak menjamin keselamatan 100%..." Settyna diam sebentar, ia menggantung penjelasannya.
"Jika makhluk hidup persentasenya adalah 99%, kemungkinan untuk selamat cukup besar. tapi, jika itu adalah benda maka persentasenya adalah 60%, jadi bisa saja apel-apel ini akan membusuk atau bahkan hancur saat berada di celah dimensi sama seperti permenku yang kubawa kesini tadi" lanjutnya dengan panjang lebar. Naruto mangut-mangut mendengarnya, ia bisa dengan cepat mengerti dengan penjelasan Settyna, tapi ia masih bingung mengapa persentasenya hanya 60%.
Settyna dapat menangkap kebingungan yang di tunjukkan oleh Naruto, ia kemudian mencoba untuk menjelaskan.
"Aku mengirim suatu objek menggunakan salah satu teknikku yang bernama Chorochrónou, yaitu sebuah teknik teleportasi versi besar dari Tilemetaforá yang mana teknik ini di gunakan untuk melakukan perjalanan antar dimensi."
"Teknik ini dapat memberikan sebuah proteksi untuk melewati celah dimensi untuk makhluk hidup dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya"
"Tetapi, teknik ini tidak dapat memberikan proteksi kepada benda mati di karenakan tidak memiliki energi kehidupan yang di perlakukan untuk membuat proteksi."
"Teknik ini juga tak bisa di gunakan secara terus menerus karena juga bisa ber efek fatal bagi penggunanya sendiri, karena jika terus menerusa digunakan maka proteksi yang terbentuk dari energi kehidupan itu akan terkikis oleh celah dimensi dan bisa mengakibatkan penggunanya kehilangan energi tersebut"
"Aku melepaskan permenku saat berada di celah dimensi, membuatnya hancur seketika dan mengenai kenapa bisa 60% itu karena aku masih bisa memberi sedikit proteksi kepada benda tersebut, walaupun juga kemungkinan terkirim dengan utuh juga masih kecil"
Setelah penjelasan Settyna yang sangat panjang itu akhirnya Naruto mengerti begitupula dengan Minato.
'Jadi Proteksi itu juga bisa melindungi benda yang bersentuhan dengan pengguna teknik itu?' Pikir Naruto.
"Uhm! Jadi, kalian ingin membantuku?" Tanya Settyna dengan wajah memelas.
"Huhh... baiklah" Naruto membalasnya
Setelahnya, mereka membawa apel-apel itu dan Settyna mulai mengaktifkan tekniknya.
'Entah mengapa, aku merasa nyaman saat bersama Settyna..." pikir Naruto.
'Aku merasa bahwa aku ingin selalu bersamanya... kapanpun dan dimanapun...' Wajah Naruto berubah sendu.
'Tapi, bagaimana caranya...' batinnya.
"Kalian siap?" Perhatian Naruto teralihkan kepada Settyna. Kemudian Naruto mengangguk, begitu juga dengan Minato. Hanya saja sepertinya Minato tahu isi pikiran Naruto.
'Semoga kalian bisa bersama selamanya...' Minato berdoa dalam hati.
"Ayo!"
Chorochrónou
Singg...
Mereka menghilang dari tempat itu, menjadikan tempat tersebut kembali kosong dan sunyi seperti saat mereka tidak ada disini.
.
.
.
.
.
TBC
Kembali lagi, sama Author...
Update cepat terpenuhi...
Hmm... dan apakah ceritanya membosankan? Karena terus membahas kehidupan Naruto dan Settyna? Saya telah memikirkan bahwa saya akan menggunakan alur lambat dalam cerita ini, agar tidak terkesan buru-buru.
Lalu sedikit bocoran untuk keterlibatan Naruto dengan para makhluk supernatural, akan di mulai pada saat penyelamatan Asia.
Karena mereka (NaruSetty) baru tiga hari berada di kota kuoh. Kalau menurut saya, keberadaan Asia itu bisa antara hari ke-4 dalam alur cerita ini.
Alasannya, hari pertama Naruto datang kekuoh yaitu saat Issei di bunuh oleh Raynalle.
Lalu kedua Issei merasa keanehan pada dirinya namun saat ia berada di taman ia di serang oleh Dhonna-apalah itu, karena saya agak lupa (mungkin Reader bisa memberitahu lewat review).
Berikutnya, dihari ketiga dan keempat, Issei mengetahui jati dirinya sebagai iblis dan mulai menjalankan tugasnya.
Hari kelima, Issei bertemu dengan Asia dan Naruto mulai terlibat dengan urusan makhluk supernatural.
Keenam, Issei jalan-jalan dengan Asia dan penyelamatannya pun dimulai, saat itu Alur DxDnya akan kerasa.
Itu semua adalah menurut alur dari cerita ini, bukan sepenuhnya berasal dari Anime. Tapi tenang saja, saya akan sedikit mempercepat waktunya agar tidak begitu membosankan.
Atau mungkin membuat hal yang menarik? Atau menguak beberapa misteri dari Settyna? Review saja.
Dan untuk word...
Chapter 6 dibuat setelah saya selesai mengerjakan chapter 5, sebenarnya bisa saja gabungkan tetapi saya rasa akhir dari chapter 5 tidak cocok untuk di sambung.
Oke, Cukup sampai disini.
Kritik dan saran masih di perlukan.
ByeBye
POFT
