Angin berhembus pelan... menggoyangkan helaian rambut hitamnya, ia menutup matanya sambil menikmati belaian angin yang menerpa wajah manisnya. Kemudian matanya terbuka, tangannya terangkat untuk menyingkirkan poni yang bergoyang di depan matanya, menatap pemuda di depannya dengan senyuman manis menghiasi wajahnya.
"Bagaimana...
.
.
.
Naruto?"
The Unexpected
Discleaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto
Highschool DxD © Ichie Ishibumi
Pairing: Naruto x ...?
Warning: OOC, OC, Typo, Strong!Naruto, SuperGodlike!OC, EYD hancur.
Summary: Kegagalan membuat suatu titik kegelapan dalam dirinya bangkit. Namun, walaupun hanya setitik tetapi apa jadinya jika kegelapan tersebut malah berhasil membangkitkan sang Akhir?
Chapter 7
Naruto menghembuskan nafas pelan, ia berjalan menyusuri gang kecil yang sekarang ia lalui. Ia tampak sedang memikirkan sesuatu...
"Jangan menjalin hubungan terlalu dekat dengan makhluk di dunia ini, karena kita tak akan selamanya disini"
Pikirannya melayang jauh mengingat kata-kata yang Settyna ucapkan, dia nampak bingung dengan apa yang harus ia lakukan.
'Dilain sisi, aku cukup menyenangi dunia ini' Ia membatin, wajahnya masih menyiratkan bingung.
'Tetapi... Mungkin saja masih ada dunia yang lebih menarik dari ini?' Ia menyunggingkan sebuah senyuman kecil.
"KYAAA...!"
Naruto terkejut, ia kemudian lekas menuju rumahnya dan setelah sampainya di depan pintu ia kemudian memegang kenop dan...
BRAKKK!
"Itte!" Naruto meringgis memegang hidungnya yang memerah, matanya mendelik tajam menatap Gadis bermata ungu di depannya.
"Uh? Naruto?" Gadis yang tak lain adalah Settyna itu hanya memasang wajah innocent.
'Kalau begini, hidungku benar-benar akan pesek dan apa-apaan tampang watados itu?' Naruto kemudian mendengus, tidak ada gunanya kalau dia mengomeli gadis itu, toh itu memang kebiasaannya.
"Huh, suara siapa itu tadi?" Memang kalau dari suaranya, itu bukanlah suara Settyna. Lagipula, Naruto tidak pernah melihat Settyna berteriak sebelumnya, yang Naruto tahu Settyna itu adalah gadis yang tenang dan sedikit polos (yah, luarnya), tapi Settyna juga bisa termakan godaan Naruto dan agak cengeng kalau Naruto memarahinya (ingat! Hanya Naruto!).
"Hm... Tanyakan saja pada ayahmu" Settyna mengendikkan bahunya tak peduli.
"Huh? Apa yang dilakukan Tou-san padanya? Sampai berteriak seperti itu." Naruto kemudian masuk ke dalam rumah, tak lupa juga menarik Settyna yang masih berdiri di pintu.
"a-a-a-aa..." Settyna tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya bisa mengikuti Naruto yang menariknya masuk ke dalam rumah.
.
.
.
.
.
.
.
"Tou-san apakan gadis ini?" Naruto menatap Minato dengan pandangan penuh selidik. Sedangkan yang di tatap hanya menyengir.
"Jangan-jangan Tou-san melakukan sesuatu padanya!" Naruto kemudian menunjuk Minato dengan wajah curiga.
"Enak saja! Aku tidak melakukan apa-apa padanya!" Sanggah Minato, What the hell? Kushina bisa menghajarnya kalau dia sampai selingkuh.
"Jangan berbohong! Aku sungguh sangat kecewa padamu, Tou-san!" Naruto masih menuduh Minato sambil memasang wajah kecewa.
"Hei! Aku tidak akan melakukan hal itu, Ibumu bisa menghajarku! Atau sebenarnya kau cemburu padaku?" Minato kemudian berbalik menuduh Naruto.
"Cemburu? Mana mungkin! Aku masih punya Settyna, Tou-san!" ujar Naruto sambil merangkul Settyna yang sedari tadi hanya diam memperhatikan.
blusshhh...
Wajah Settyna memerah padam.
"Uh? A-a-apa yang kamu katakan Naruto?" Settyna memasuki pembicaraan setelah namanya di bawa-bawa oleh Naruto.
"Diam saja, Settyna-chan" Sukses! Wajah Settyna semakin memerah mendengar panggilan Naruto padanya.
Sedangkan Minato berdiri mematung melihat pemandangan yang tersaji di depannya.
'Ini mimpi' pikirnya.
Gadis yang sedari tadi di bicarakan hanya diam, ia melongo. Ia tidak berpikir bahwa debat antara ayah dan anak itu malah berujung seperti ini.
'Apa ini semacam drama?' batinnya bingung.
"Ughh... aku merasa tersakiti, nasib duda" Minato meringgis melihat secara langsung adegan mesra di hadapannya.
Naruto tersenyum puas, ia melepas rangkulannya. Settyna menghembuskan nafas lega, tetapi hanya sesaat sebelum tiba-tiba saja Naruto mencium pipinya.
bluusshhh...
Lagi-lagi wajahnya memerah...
"Ha-ah?" Settyna mengeluarkan suaranya.
"Hahaha, wajahmu lucu sekali!" Naruto tertawa terbahak-bahak.
"UHH!" Settyna membalik tubuhnya membelakangi Naruto, ngambek...
"Oke! Tou-san, bisa kamu ceritakan apa yang terjadi dengan gadis ini?" Naruto mengalihkan suasana menjadi serius, Settyna kembali berbalik ketika mendengarnya.
"Baiklah, akan kuceritakan...
Flashback
Minato P.O.V
Aku berjalan santai menuju rumah tempat tinggal baruku, walaupun sebenarnya itu adalah rumah putraku. Tetapi, untungnya dia membiarkanku(memaksaku) tinggal bersama mereka.
Huah... Putra yang baik, dan ada juga calon menantu yang baik serta perhatian yang menurutku sangat cocok untuk Naruto, walaupun dia bukan manusia tulen.
Dengan pikiran yang kesana-kemari memikirkan perjodohan mereka, aku bahkan baru sadar bahwa aku telah tersesat.
"Huh... Sekarang, kemana aku harus pergi?" aku bertanya pada diriku sendiri.
"KYAA!"
Deg...
Aku hampir saja jantungan ketika diriku yang sudah tua ini (walaupun masih tampan #buak!) mendengar suara teriakan melengking dari dalam gang di dekatku.
"Apalagi ini?!" Tak buang-buang waktu, aku langsung saja berlari ke gang tersebut lalu kemudian bersembunyi di balik tong sampah yang cukup besar.
Dapat kulihat dari sini, seorang perempuan berambut coklat yang tengah di himpit oleh makhluk besar yang memiliki bentuk tidak jelas.
"Hahaha... Lihatlah gadis cantik ini, tubuhnya sangatlah seksi" makhluk tak jelas itu berbicara dengan suara menggema.
Apa aku harus menyelamatkan gadis itu? kurasa iya. Secara perlahan, ditanganku tercipta benang-benang cakra yang berputar tak beraturan, Kemudian aku mulai berlari dengan kecepatan seorang kage.
RASENGAN!
"Arrrggghhh!" aku menghantamkan jutsu ciptaanku ketubuh makhluk aneh itu. Jelas tampak raut kesakitan dari makhluk itu saat Rasengan menggilas tubuhnya, tak lama kemudian aku menghentikan teknikku saat tubuh makhluk itu telah berlubang, sementara itu gadis yang tadinya di himpit oleh makhluk aneh itu terdiam dengan wajah shok.
Gadis itu terlihat linglung dan kemudian jatuh, untungnya aku sempat menangkap tubuh gadis itu sebelum berbenturan dengan tanah.
"Grr... Tak kusangka! Dia dapat di kalahkan!" Aku kaget mendengarnya.
Dengan cepat aku berbalik dan menatap gedung gelap yang tepat berada di depanku.
Langkah kaki terdengar dari dalam kegelapan gedung itu. Dapat kuketahui bahwa bukan hanya satu makhluk dari sana, tetapi lebih.
"Cih... Bertarung melawan mereka sambil melindungi gadis ini bukanlah hal yang tepat" Aku berusaha memikirkan cara untuk melawan mereka, sedangkan gadis yang sedang pingsan ini berada di pangkuanku.
"Tidak mungkin aku menurunkan gadis ini disini. Dengan jumlah mereka yang sebanyak itu, mereka bisa saja mengelabuiku..." Yah lagipula aku belum tahu pasti tentang berapa jumlah mereka saat ini.
"Jika mereka tidak di musnahkan, maka akan ada banyak korban lagi setelah ini." Aku tidak mungkin lari dari sini dan membiarkan orang-orang tak bersalah lainnya menjadi korban dari perbuatan makhluk-makhluk itu.
"Grr... Anak buahku tadi hanya lengah hingga membuatnya terbunuh" makhluk itu berucap dengan nada arogan. Cih! Aku harus berpikir dengan cepat.
"Are? Sepertinya kamu sedang kesulitan?" Aku terdiam memdengar suara itu, kemudian aku mengalihkan direksi pandanganku ke sampingku, dapat kulihat seorang gadis muda yang sepertinya baru saja selesai berbelanja dilihat dari kantong plastik yang dibawanya.
Aku mengenalinya! Dia adalah calon menantuku, Settyna.
"Hahaha! Datang lagi satu makanan!" para makhluk aneh di sana tertawa. Mereka tidak tahu, siapa sebenarnya Settyna itu...
"Uh? Kalian tahu? Beberapa hari yang lalu, aku bertemu dengan makhluk sejenis kalian. Mau tahu apa yang terjadi pada mereka?" Settyna memasang sebuah senyuman manis di wajahnya. Yah, manis... Bahkan saking manisnya senyuman itu dapat membunuh makhluk-makhluk itu.
Tilekinisi
"Inilah yang terjadi pada mereka..."
Tidak ada jeritan kesakitan, semua makhluk itu musnah menjadi layaknya debu yang mencemari udara. Sungguh kekuatan yang sangat mengerikan, aku tidak bisa membayangkan jika saja Settyna adalah musuhku. Dengan kekuatan seperti itu, dia bahkan dapat menghancurkan dunia dengan mudah.
"Hm... Ini hari pertamamu di kuoh, tapi kamu sudah terlibat dengan hal supernatural" Settyna berucap pelan, tapi masih dapat kudengar.
"Ayo pulang!" aku mengangguk, sepertinya aku sedikit beruntung. Karena aku tadinya tersesat, sepertinya aku harus menghafal jalan-jalan kota ini. Kemudian aku mulai mengikuti langkah Settyna.
"Oh ya! Biar aku yang membawa gadis itu, kamu bawa belanjaanku. Aku tak bisa membiarkanmu membawa seorang gadis yang berpakaian 'kurang lengkap', nanti kau malah mengambil keperawanan" Entah mengapa, aku merasa tersinggung mendengar ucapan Settyna, tapi kemudian aku mengangguk.
Dan kami bertukar, Settyna menggendong gadis itu di punggungnya, walaupun ia terlihat kesulitan karena tubuhnya yang lebih kecil. Aku merasa jadi banci sekarang...
"Ayo kita pergi!" Settyna kemudian berjalan mendahuluiku, dengan tubuh agak sempoyongan karena menanggung beban yang cukup berat.
Minato P.O.V End
Flashback End
...Kira-kira begitulah ceritanya" Minato menutup ceritanya, orang-orang disekitarnya memasang ekspresi wajah yang berbeda-beda.
Settyna memejamkan mata dan memasang wajah polos sambil menutup telinga dengan tangan mungilnya...
Naruto memasang wajah berpikir...
Sedangkan gadis berambut coklat itu hanya memasang wajah bingung...
"Settyna, kamu tak mendengar ceritaku?" Minato bertanya pada gadis yang sedari tadi menutup telinganya.
"Uh? Kau tahu? Telingaku ini sangat sensitif, kau bercerita seperti dalang wayang, teriak-teriak gak jelas lagi." Settyna memasang wajah kesal dan tak lupa dengan 'Uh'-nya itu.
Hm..? Apakah Minato pernah bilang bahwa Settyna itu baik dan perhatian? Sepertinya itu tidak berlaku sekarang...
"Hm...? Baiklah, Tou-san urus perempuan itu sekarang. Aku sedang ada urusan..." ucap Naruto.
"Kamu ikut aku, Settyna." Naruto kemudian pergi sambil menarik Settyna yang masih memasang wajah kesalnya itu.
"U-uh?" Gadis itu gelagapan.
Sementara Minato terdiam dengan wajah tercengang, yang ia pikirkan saat ini adalah 'Apa Naruto memang begitu?', karena dari cerita Settyna yang pernah ia dengar, saat tinggal di kotanya dulu Naruto itu punya sifat yang dingin pada Settyna.
'Ya sudahlah...'
Tak ingin memikirkan itu begitu lama, karena pada dasarnya ia juga tidak tahu secara lengkap tentang kehidupan mereka berdua (NaruSetty). Minato kemudian mengalihkan pandangannya pada gadis berambut coklat yang telah ia selamatkan.
"Jadi, siapa namamu?"
.
.
.
.
.
.
Naruto & Settyna Side
"Kenapa kau membawaku kesini Naruto?" Settyna memasang wajah bingung pada Naruto. Ia memperhatikan daerah sekitar mereka, hingga pandangannya berhenti pada suatu objek di sana.
Sebuah pedang?
"Aku tidak tahu mengapa pedang itu ada di sana, tapi yang jelas aku bisa merasakan bahwa itu berasal dari dunia shinobi" Naruto berucap dengan pelan, karena ia tahu bahwa Settyna masih bisa mendengar ucapannya.
"Kusanagi no Tsuguri, salah satu pedang tertajam dan terkuat di dunia shinobi..." gadis bermata ungu itu menyampaikan opininya.
"Hu-uh? Aku penasaran bagaimana kamu bisa menemukan itu di sini?" lanjutnya.
Kemudian ia menghampiri pedang tersebut dan mencoba menggapainya, namun sebelum itu terjadi tiba-tiba aura gelap nan jahat meluap dari salah satu pedang tertajam didunia shinobi tersebut.
"Hm? Responkah?" Settyna nampak berpikir sejenak lalu kemudian ia berbalik dan berjalan menjauh dari pedang itu.
"Aku ingin kamu mencobanya Naruto..." Settyna berucap sambil menghampiri Naruto kemudian ia memegang kedua tangan Naruto, di posisi seperti ini mungkin orang lain akan berpikir bahwa Naruto sedang melamar Settyna.
"Aku pinjamkan sedikit kekuatanku..." sebagian kecil kekuatan Settyna mengalir di tubuh Naruto.
Naruto memejamkan matanya, berusaha mengendalikan kekuatan pinjaman yang ada di dalam tubuhnya. Kekuatan yang cukup besar dan gelap, kekuatan yang sudah pernah ia gunakan sebanyak tiga kali.
Tak cukup lama, ia kemudian berjalan menghampiri pedang Kusanagi itu lalu memegang dan mencabut pedang itu dari posisi awalnya yang menancap di tanah. Aura gelap menguar dari pedang tersebut, berbenturan dengan aura dari Naruto yang juga gelap.
Sedangkan Settyna yang berada di jarak yang cukup jauh dari Naruto hanya memperhatikan saat pemuda itu berusaha mengendalikan pedang tersebut.
"Sampai kapanpun, kegelapanku adalah mutlak" Ia bergumam pelan.
Di sisi lain, Naruto terlihat berjuang untuk menjinakkan pedang Kusanagi itu. Sebelum pada akhirnya, aura gelap yang di keluarkan oleh pedang itu mulai menghilang tanda bahwa Naruto sudah bisa mengontrol kekuatan pedang tersebut.
"Selamat! Kamu dapat senjata baru!" Settyna menghampirinya seraya mengucapkan kalimat itu sambil tersenyum, senyuman yang terlihat manis dimata Naruto.
"Yah, sepertinya begitu dan aku juga akan mencobanya disini" Naruto berucap sambil tersenyum menyeringai lalu mereka berdua langsung melompat menjauh saat tiba-tiba serangan berbasis sihir mendekati mereka.
Boom!
Kawah tercipta di tempat awal Naruto dan Settyna berdiri. Mereka berdua menoleh ke arah langit dan terlihat seorang pemuda berambut perak dengan sayap mekanik berwarna putih-biru di punggungnya.
"Jadi kau orang yang pernah mengalahkan Azazel?" pemuda berambut perak itu berucap dengan nada yang terdengar cukup arogan.
"Huh? bukankah kau murid dari gubernur mesum itu?" Naruto membentuk kuda-kuda, dengan pedang Kusanagi di tangannya.
Dulunya Naruto bukanlah shinobi yang ahli dalam kenjutsu, tapi berkat Settyna yang pintar dalam segal bidang termasuk seni bela diri pedang, ia pun mulai mempelajari seni itu dalam bimbingan Settyna dan tak lupa ia juga berlatih dalam Ninjutsu serta Taijutsu.
"Perkenalkan, aku Vali, hakuryuuko terkuat sepanjang masa" tidak dengan berbagai gaya seperti pertapa dari gunung entah apalah itu, pemuda yang mengaku bernama Vali tersebut hanya memperkenalkan diri sambil melayang di langit dengan nada arogannya yang membuat Naruto muak mendengarnya.
"Huh? Apa tujuanmu menyerang kami?" Naruto menanyakan itu dengan nada yang terdengar bosan, dia sebenarnya ingin cepat bertarung daripada bertanya-tanya seperti ini.
"Tentu saja..." Lingkaran sihir berlambang khas mitologi Norse muncul di hadapan Vali dan memuntahkan laser besar berwarna putih.
"Doton: Doryuuheki" Naruto tak tinggal diam, ia membentuk segel tangan lalu menghentakkan tangannya ketanah hingga membuat tanah tersebut terangkat dan menjadi dinding pelindung bagi Naruto.
Tak di sangka, ternyata Naruto dapat menggunakan kelima elemen dasar di dunia shinobi. Oleh karena itu, di sela pekerjaannya dalam waktu lima tahun ia berusaha menyempurnakan kelima elemen tersebut. Walaupun disamping itu, elemn utamanya tetaplah elemen angin, keempat elemen lainnya hanyalah elemen sampingan.
Boom!
Asap yang cukup tebal muncul saat laser putih itu menghantam dinding buatan Naruto, tidak di ketahui apakah Naruto berhasil selamat dari serangan tersebut. Tapi, Vali yakin bahwa Naruto tidak akan mudah untuk di kalahkan.
"Fuuton: Daitoppa!" Angin berhembus kencang menyisir semua asap tebal di daerah itu.
Setelah asap mulai menghilang, terlihat Naruto yang masih berdiri tegak dengan Kusanagi di tangannya, tak lupa aura gelap juga tampak mengelilinginya.
"Aku akan mencoba pedang ini" Sedetik setelah mengucapkan kalimat itu, Naruto tiba-tiba menghilang.
" Dimana dia?!" Vali berwaspada pada sekitarnya.
Naruto muncul di belakang Vali dan menyabetkan pedangnya ke arah punggung Vali.
TANG!
'Cih, sayapnya cukup keras' Naruto kembali menghilang dan muncul kembali di depan Vali dengan pedang mencoba menusuk ke arah Vali.
Vali sedikit kaget tapi kemudian ia mendorong dirinya ke belakang untuk menghindari serangan Naruto.
'Dia adalah petarung jarak dekat dengan pedang, sepertinya aku akan menggunakan sihir yang telah kupelajari' Vali kemudian terbang menjauh dari Naruto.
'Aku sebenarnya bisa membagi kekuatannya' pikir Vali.
'tapi aku harus menyentuhnya terlebih dahulu untuk bisa membagi kekuatannya' Vali mulai memikirkan cara untuk mendekati Naruto.
"Hm...Bagaimana kalau begini" Vali bergerak dengan cepat lalu meliuk-liuk di udara. Sementara Naruto menyipitkan matanya melihat itu.
'Dia sepertinya berusaha mengalihkan perhatianku agar bisa menyerangku dari jarak dekat' Naruto memejamkan matanya dan corak berwarna jingga muncul di sekitar matanya.
'Dari yang pernah Azazel katakan, Divine Dividing adalah sacred gear yang bisa membagi kekuatan lawannya'
'Alam yang tak terbatas cocok untuk melawannya saat ini'
'Tapi jika tidak bisa, akan aku pakai kekuatan yang di pinjamkan Settyna'
Naruto membuka matanya dan menangkap kepalan tangan yang mengarah kewajahnya, walaupun tubuhnya tetap terseret kebelakang.
'pukulan kuat, bahkan ketika aku menggunakan senjutsu untuk menangkisnya, aku malah tetap terseret'
Naruto kemudian menarik kepalan Vali, menampar wajah Vali lalu menendangnya dengan kaki berlapis senjutsu hingga Vali terlempar cukup jauh.
"Senjutsu heh? Tak kusangka kau memilikinya" Vali berusaha berdiri sambil mengelap bibirnya yang berdarah karena terkena tamparan Naruto.
"Kau adalah lawan yang kuat, oleh karena itu aku harus bersungguh-sungguh" Vali menyeringai.
[Divide]
"Ugh!" Naruto tertunduk saat merasakan bahwa setengah kekuatannya menghilang. Senjutsunya mulai menghilang.
'Cih! Tidak seperti dulu, sekarang aku hanya bisa mempertahankan senjutsuku sebentar saja' Naruto mendecih dalam pikirannya.
'Terpaksa...'
Duar!
Kekuatan gelap dan besar membuat tanah di sekitar pijakan Naruto retak, atmosfir menjadi berat. Bahkan Vali tertunduk saat merasakan kekuatan itu.
'K-kekuatan macam apa ini?!' pikir Vali.
"Vanishing Dragon..." Vali menjeda ucapannya.
"Balance break..." Aura besar meledak dari Vali, beberapa detik kemudian ia telah terselimuti oleh Armor putih.
"Sekarang aku akan melawanmu dengan serius!" Vali melesat dengan cepat mendekati Naruto.
Naruto yang melihat itu juga melesat cepat bersama pedangnya kearah Vali. Mereka saling beradu pukul dan sabetan pedang.
[Divide]
"Argh!" bukan Naruto, tapi Valilah yang mengerang kesakitan.
'E-energi apa ini?!' Vali berpikir.
[Kekuatan ini seolah-olah menjadi racun bagi tumbuhmu, selain itu kekuatan ini sangatlah gelap. Untungnya aku sempat mengeluarkan kembali kekuatan itu dari tumbuhmu] Sayap di belakang Vali berkedip.
"Kekuatan macam apa itu?" disela pertarungannya dengan Naruto, ia berkomunikasi dengan jiwa yang mendiami Sacred Gearnya.
[Entahlah, yang pasti kau tidak boleh membagi kekuatan itu lagi] Vali mendecih mendengarnya.
"Kalau begitu aku harus melawannya dengan fisik" Vali kembali melesat.
Mereka berdua terus beradu kekuatan, hingga di saat terakhir...
Naruto memusatkan energi pada pada pedangnya lalu menghantamkannya pada armor Vali hingga membuat armor pemuda bersurai perak itu hancur, lalu Naruto kembali memusatkan energi pada kakinya dan menendang Vali hingga membuat Vali melesat cepat kebawah dan menghantam tanah dengan keras.
"Sekarang kau sudah kalah..." Naruto berdiri disamping Vali yang masih terbaring di tanah.
"Belum..." suara seorang perempuan terdengar dari belakang Naruto. Naruto kaget, tapi sebelum berbalik tiba-tiba dia sudah terlempar kedepan dengan cepat.
Bruk!
"Uh!" Naruto terdiam mendengar lenguhan itu, Naruto membuka matanya dan ia di kagetkan dengan Settyna yang berada di bawahnya.
"Apa yang kamu lakukan Settyna!" Naruto langsung berdiri dari posisi tersebut.
"Aku hanya jadi bantalan jatuhmu..." Settyna berkata dengan wajah polos.
"Huh..." Naruto mendengus, lalu kemudian ia berbalik dan menatap seorang gadis loli yang berada di dekat Vali yang sedang duduk membungkuk.
"Dia Ouroboros Dragon, Ophis" ucap Settyna.
Ophis yang mulai berjalan mendekati mereka berdua.
"Kau kuat..." ucap Ophis saat ia sampai beberapa meter didepan mereka berdua.
"Bergabunglah denganku" ucapan terakhir Ophis membuat Settyna dan Naruto menaikkan alisnya.
"Uh? bergabung? aneh sekali! kamu tiba-tiba datang lalu menyerang Naruto-kun! dan sekarang kau malah mengajaknya bergabung denganmu! yang benar saja..." Settyna berkata dengan nada kasar, bahkan sampai tak sadar bahwa ia telah menambahkan '-kun' di belakang nama Naruto. Sementara Naruto hanya diam melongo mendengarnya.
'Apa-apaan dengan embel-embel itu!' pikir Naruto.
"Aku tidak berbicara denganmu!" Ophis membalas ucapan Settyna tak kalah kasar.
"Aku mewakili ucapan Naruto-kun, cebol!" Settyna berucap sengit.
"C-cebol?" Ophis tetap memasang ekspresi kosong, tetapi berbeda dengan aura hitam yang menguar dengan intensitas besar dari tubuhnya, hingga membuat Vali dan Naruto sesak nafas di buatnya.
"Heh? kenapa? mencoba menginstimidasiku? aku juga bisa!" setelah ucapannya itu, Aura gelap besar menguar dari tubuh Settyna bahkan sampai membuat tanah di sekitarnya terangkat keatas langit, Angin ribut berhembus dengan kencang karena aura Settyna.
Ophis cukup terkejut dengan itu, tapi kemudian ia meningkatan auranya untuk menyeimbangkan aura yang dikeluarkan Settyna.
"Tunduklah pada akhir..." Settyna bergumam pelan.
Dari pandangan Ophis, tiba-tiba langit menjadi merah. Tanah sekitarnya berubah menjadi kering. Naruto, Settyna dan Vali menghilang entah kemana.
Tiba-tiba terjadi retakan pada langit, hingga retakan itu semakin besar dan menjadi lubang dimensi berdiameter sangat besar. Makhluk kolosal berwujud mengerikan keluar dari lubang dimensi itu, sosok makhluk akhir itu merendah dan menghadap Ophis tepat di depan moncongnya.
Entah mengapa, Ophis sekarang malah merasa takut. Mulut dari makhluk kolosal itu terbuka dan kemudian ia mengaum dengan kencang di depan Ophis, membuat gadis loli itu terduduk dan pingsan karenanya.
Sementara itu...
Bruk!
"Apa yang terjadi padanya?" tanya Naruto saat tiba-tiba Ophis jatuh pingsan, padahal sebelumnya ia sedang beradu aura dengan Settyna.
"Ia terkena ilusi mutlakku" ungkap Settyna. Sementara itu, Vali yang mendengarnya kaget, Ia tak menyangka bahwa gadis yang sedang bersama Naruto itu mempunyai kekuatan sebesar itu, bahkan dapat mengalahkan Ophis hanya dengan sebuah ilusi.
'Siapa sebenarnya dia?' Vali bertanya-tanya di dalam pikirannya.
"Bawa dia, aku ingin pulang" ucap Settyna lalu ia memegang tangan Naruto dan menghilang ditelan cahaya terang.
Vali membuka matanya yang tertutup karena terangnya cahaya tadi, kemudian ia menghampiri Ophis yang sedang pingsan dan mengangkatnya.
"Perempuan itu...
.
.
.
.
.
.
.
.
sangat terlampau kuat..."
TBC
Hello, my friend! bertemu lagi dengan Author baka satu ini, mungkin ada banyak keluhan contohnya karena keterlambatan update. Tapi yah, setidaknya saya tetap melanjutkan fic ini walaupun lama.
Ada beberapa faktor penghambat bagi saya hingga membuat saya tidak bisa update cepat. yah salah satunya spesifikasi handphone yang tidak mendukung.
Jujur saja dengan hp android yang punya spesifikasi rendah, sangat sulit untuk menulis di aplikasi word. Apalagi bila hp itu punya internal penyimpanan aplikasi yang dikit seperti hp saya ini.
Selain itu juga karena kurangnya waktu luang.
Sebenarnya saya ini masih anak Sekolahan, jadi wajar aja kalau waktu luang saya kurang. Yah itu dikarenakan PR dan Tugas yang menumpuk.
Tapi, jika saya sudah punya hp baru ataupun laptop, saya janji bahwa saya akan update cepat!
Itu adalah janji yang harus saya tepati.
Loh? kok malah curhat? oke-oke! sebelumnya saya akan mencoba beberapa review dari chapter yang menurutku perlu untuk di jawab!
Review:
Fahzi Luchifer chapter 4
jadi, sudah ada yang suka ke Settyna.?
lanjut next chap...
pair naruto settyna aja. kan settyna dan naruto akan jadi teman sampai akhir dunia..
Jawab:
Memang benar sih... jadi Settyna memang yang paling cocok yah untuk jadi pairingnya Naruto? baiklah...
The Dark King Rises chapter 5
Kalau bisa updatenya dipercepat yah...
Dan menurut saya pairnya naruto mendingan sama settyna saja yah entah bagaimana emm... Cocok gitu...
Dan penampilan settyna mendingan seperti naori uchiha di anime naruto tapi rambut ungu nya naori diganti dengan hitam gitu...
Sekian saran dari saya...
Jaa...
Jawab:
Naori Uchiha? sebenarnya yang ada dibayangan saya tidak seperti itu, tapi jika memang anda ingin membayangkannya seperti itu juga gak apa-apa, soalnya sangat sulit untuk kalian membayangkan seperti yang ada pada pikiran saya. Dan tak lupa matanya ungu yah!
adyp492 chapter 5
kesan pertama saya untuk fanfic ini...Bagus! (niruuu naruto nihhhh!?)
fanfic bagusssss..
ekhemm..lupakan
eeeerrr...menurut saya ucapan settyna?..(bener gk nulis) di chap 2 itu gk secara langsung mengajak naru yahh...ekhem menjadi pasangan?..ekhem..
itu saja sihh..inti nya saya setuju jika settyna dan naru jadi pair...minato?..jadi ayah mertua yg merhatiin anak ama mantu?..khekhe
izin fav fol
Jawab:
Yah, secara tidak langsung memang begitu... Secara Narutokan sudah membangunkannya pada waktu yang tidak tepat, jadi daripada sendirian Settyna memilih Naruto untuk menemani (secara tidak langsung Naruto juga gak bisa mati)
ramexo chapter 6
Apakah nanti naruto pairnya settyna saja,atau miniharem atau mungkin multiharem?
Jawab:
Sepertinya pairnya hanya Settyna aja. Karena seperti yang dicantumkan dalam chapter ini, Mereka tidak akan selamanya berada dimensi ini (DxD), jika pun ada selain Settyna itu berarti hanya sebagai selingan atau karakter pembantu saja.
Hanya itu yang bisa saya jawab.
Kritik,saran, entah yang pedas ataupun manis masih dibutuhkan demi kelanjutan fic ini.
Bye!
Chorochoronou...
WUSSHH!
