How Can I Get A Lover
by
Achan Jeevas
.
Cast :
[Main Cast]
Kim Jonghyun (JR) – Hwang Minhyun
Min Yoongi (Suga) / Lu Han (Xi Luhan) / Choi Minki (Ren) / Kang Daniel
[Support Cast]
Oh Sehun – Kim Kai
Jung Yunho – Kwon BoA – Clara (OC)
.
Rate : T
Genre : Romance, Drama, Friendship
Language : Bahasa Indonesia
.
.
.
.
.
Chapter 5
.
.
Minhyun tengah membaca buku tentang bisnis ketika ia melihat bayangan seorang laki-laki yang membalikan badannya. "Chogiyo."
Sosok laki-laki itu menghentikan gerakannya dan memutar tubuhnya hingga Minhyun bisa melihat siapa sosok tersebut.
"Ah, Kau yang tempo hari membangunkanku itu yah? Apa kau mau duduk disini?" tanya Minhyun sambil meletakan buku tebal yang ia baca diatas meja.
Jonghyun mengangguk kaku, kedua tangannya memeluk beberapa buku tebal. "N-nde, Aku yang membangunkanmu. Tidak usah, aku akan mencari tempat lain."
Jonghyun sudah membalikan badannya namun Minhyun bergerak lebih cepat. Ia menarik lengan tan Jonghyun.
"Ini perintah."
Jonghyun hanya bisa pasrah ketika ia ditarik oleh sang primadona kampus.
"Nah, Itu lebih baik." Minhyun tersenyum manis pada sosok yang tidak ia kenal itu dan kembali focus pada buku bisnis yang ia tekuni.
Kini dua orang yang memiliki style kontras duduk saling berhadap-hadapan namun focus mereka pada buku tebal milik masing-masing. Selama hampir sepuluh menit keheningan menyelimuti dua orang yang tidak saling mengenal itu sampai akhirnya sang bungsu Hwang menurunkan bukunya dan menatap sosok didepannya yang masih focus membaca buku.
"Namamu Kim Jonghyun?"
Jonghyun menghentikan aktivitasnya membaca buku dan menatap sosok cantik pemiliki suara yang indah itu. "Nde, Kim Jonghyun imnida."
Minhyun mengangguk lalu kembali focus pada buku didepannya.
"Ma-maaf tapi bagaimana kau bisa mengetahui namaku, Minhyun-sshi?"
"Aku membaca nametag mu tempo hari." Jawab Minhyun dengan enteng, ia bahkan tidak menatap wajah orang yang ia ajak bicara. "Kau salah satu pengurus perpustakaan? Soalnya kemarin kau memakai seragam. Tunggu, bagaimana kau tahu namaku?"
"Nde, Aku sering berada di perpustakaan dan Raina Saem memintaku untuk menjadi anggota pengurus perpustakaan." Jelas sosok berkaca mata tebal itu. "Semua orang Korea pasti mengetahui namamu, Minhyun-sshi."
Dalam hati Minhyun menghela nafas, semua orang korea memang mengetahui namanya. Hwang Minhyun, putra bungsu pemilik Hwang Nation.
Si bungsu Hwang itu memandangi wajah Jonghyun dengan intens, sedangkan sosok yang dipandanginya sudah focus kembali ke bukunya. "Onibugi."
Jonghyun membenarkan letak kacamata tebalnya dan menatap bingung Minhyun. "Nde?"
"Kau mirip Onibugi."
"O-onibugi?"
"Salah satu karakter pokemon." Jelas Minhyun, lalu dengan tiba-tiba ia terkekeh. "Bugi, Onibugi."
Apa yang bisa Jonghyun lakukan selain terpana dengan tawa merdu sosok manis didepannya.
"Ngomong-ngomong, apa kau tahu ada rumor menyeramkan tentang rak paling ujung ini?"
Jonghyun menundukan kepalanya ketika ditatap oleh mata indah itu. "N-nde, aku pernah mendengarnya."
"Kau tidak takut?"
"Tidak ada yang bisa menghalangiku untuk mencari ilmu. Kau sendiri Minhyun-sshi? Apa kau tidak takut dengan rumor itu?"
Untuk apa aku takut pada rumor yang aku sebarkan sendiri. "Tidak, Tidak ada yang menghalangiku untuk membaca."
.
.
.
Daniel dan Ren hampir terkena serangan jantung ketika mereka memasuki kamar nomor 101 itu dan sudah ada si bungsu Hwang yang duduk dilantai dan memejamkan matanya.
"Astaga, Hwang Minyeo! Kami kira tidak ada siapa-siapa dikamar." Ucap Ren.
"Hyung, apa yang sedang kau lakukan?!"
Minhyun membuka matanya menampilkan iris jernih berwarna hitam yang berhasil menjerat ribuan orang terpana akan keindahannya. "Aku sedang bermeditasi."
Ren dan Daniel hanya menggelengkan kepala lalu berjalan menuju kasur masing-masing. Saat keduanya sudah duduk dikasur, pintu kembali terbuka dan masuklah Suga serta Luhan.
Merasa meditasinya gagal karena keempat roommatenya datang membuat Minhyun langsung berdiri dan duduk dikasurnya.
Luhan langsung duduk disamping Minhyun dan menyerahkan tabletnya.
"Namanya Kim Jonghyun. Lahir di Gangneung tanggal 08 Juni. Bergolongan darah O. Ia adalah mahasiswa pertukaran menggantikan JR. Datang ke Seoul University satu bulan yang lalu. Hari pertama ia datang ke kampus tercinta kita ia sudah menjadi sasaran empuk para pembully, tidak ada hari tanpa membully nya namun ia selalu diam dan tidak melawan ketika yang lain membullynya, merasa dia membosankan para pembully akhirnya berhenti membullynya."
Minhyun mengangguk mengerti, ia masih focus pada layar tablet milik Luhan yang tengah menampilkan data diri Kim Jonghyun.
"Saat pertamakali ia datang, setiap hari aku selalu melihat bajunya kotor. Entah itu bau telur busuk, air kotor dan yang lainnya. Tapi ia selalu diam."
"Ia selalu datang paling pagi dan keluar paling akhir dalam setiap kelas dan aku juga selalu melihatnya membawa buku tebal dalam dekapannya, benar-benar seorang Nerd sejati." Ucap Daniel sambil mengganti bajunya.
"Ia akan selalu duduk paling depan atau paling belakang, tidak pernah duduk ditengah. Dan selama satu bulan ini tangan kalian akan terangkat secara bersamaan saat dosen memberikan pertanyaan."
"Dan kau hanya acuh ketika dosen menunjuknya dan bukan menunjukmu tapi tadi pagi adalah pertamakalinya selama satu bulan ini kau menengok padanya. Ingat aku selalu duduk paling belakang, aku tahu semuanya." Ujar Ren. "Dan untuk apa kau mencari tahu tentangnya Minhyun?"
"Bukan apa-apa." Jawab Minhyun super pendek.
.
.
.
"Onibugi."
Jonghyun hampir melemparkan buku tebal yang ia baca ketika Minhyun berbisik ditelinganya.
"Mi-minhyun-sshi! Kau mengejutkanku."
"Ahahah." Minhyun tertawa lebar dan dengan santai duduk didepan Jonghyun. "Maaf, maaf. Lagipula salahmu sendiri, kau terlalu serius membaca."
"Minhyun-sshi, apa kau tidak pergi bersama dengan teman-temanmu?"
"Mereka meninggalkanku." Ucap Minhyun lalu mulai membaca buku didepannya.
Jonghyun kembali focus pada buku didepannya, ia mencoba untuk focus tapi hampir gagal karena sosok didepannya yang semakin hari semakin mempesona dimatanya. Entah sejak kapan kini meja yang ada di rak paling belakang menjadi tempat mereka berdua membaca buku dan larut dalam keheningan yang menenangkan keduanya.
.
.
.
.
Ren hampir membanting Iphone nya ketika ia membaca pesan singkat dari si cantik namun mematikan alias Hwang Minhyun.
"Minhyun tidak ikut yah?" ucap Daniel setelah melirik layar ponsel Ren. "Kalau begitu aku juga tidak ikut."
Sebelum Daniel membalikan badannya Ren sudah lebih dulu mencubit si magnae bergigi kelinci itu. "Siapa yang menyuruhmu untuk pergi, heh? Kau tetap harus ikut dengan kami."
Dan dengan paksa Ren menarik lengan Daniel sedangkan Luhan dan Suga hanya saling berpandangan dan menghela nafas lelah.
Tamat sudah riwayat mereka tanpa Minhyun, Ren akan menjadi tak terkontrol. Hanya Hwang Minhyunlah yang bisa menghentikan aksi gila Ren.
To : Ren
From : Minyeo
Aku tidak bisa ikut, pergilah tanpa aku.
.
.
Sudah lima menit Jonghyun terdiam sambil menatapi sosok Minhyun yang terlelap didepannya. Tangan Jonghyun terulur untuk menyisir rambut Minhyun yang menutupi wajahnya.
Jonghyun tidak langsung melepaskan tangannya dari kepala Minhyun, ia menyentuh pipi chuby didepannya dengan lembut. "Kau memang selalu cantik."
.
.
.
Suga memandang tajam Minhyun. "Berikan aku alasan yang jelas mengapa kau tidak bisa ikut keluar dengan kita kemarin sore? Kau tahu apa yang dilakukan Ren kemarin?"
"Shopping selama berjam-jam?"
"Yup. Dan dia mengajak kami untuk kencan buta." Tambah Luhan sambil bermain games di ponselnya. "Daniel hampir menangis karena ia takut Seongwoo mengetahuinya dan membatalkan pertunangan mereka, tidak ada manusia di bumi yang mau dengan si kelinci tembem kita."
"Mengapa kau tidak menghentikannya sendiri?" Minhyun memandang Suga.
"Ia lebih takut padamu ketimbang padaku."
.
.
.
TBC
16 October 2017
.
.
.
.
Thank You
Bye Bye Bye
L.O.V.E Ya
