SPESIAL

(April Mop)

Dari kejauhan, dapat kulihat tembok raksasa diantara pepohan hutan yang rindang. Tembok itu nampak seperti benteng dengan gerbang besi yang juga besar sebagai satu-satunya akses ke dalam, di balik tembok itulah kediaman Yixing berada. Saat mobil yang kami tumpangi hampir mendekati gerbang, nampak siluet seseorang berdiri di depan gerbang yang semakin lama menunjukkan sosok yeoja chubby.

Tok Tok

Yeoja itu langsung mengetuk kaca jendela di samping Yixing tepat setelah mobil berhenti. "Yixing-ah, mian karena mendadak datang kemari. Tapi aku juga tidak bisa berbicara via telepon."

"Tenanglah, Minseok-Eonnie. Sebaiknya Eonnie masuk dulu ke mobil dan kita bicarakan lebih detail," bujuk Yixing sembari menekan sebuah tombol yang membuat bagian dalam mobil berubah. Seat kursi yang kududuki mundur hingga mentok ke belakang. Kursi yang diduduki Yixing mundur dan menghadap ke samping dalam, seperti kursi angkot. Yeoja yang bernama Minseok itu masuk dan duduk di sampingku. "Pak William, pindahkan mobil ke tempat yang lebih sepi."

"Changkaman! Kenapa tidak dibicarakan langsung di rumah? Bukankah kita hanya tinggal masuk melewati gerbang itu?" cecarku yang sangat penasaran dengan apa yang ada di balik tembok raksasa itu, namun mobil tetap melaju sesuai kehendak Yixing.

"Profesionalisme. Urusan pribadi tidak boleh disangkut pautkan dengan pekerjaan. Begitu juga sebaliknya." Dapat kutafsirkan tatapan matanya kepadaku agar tetap diam dan mendengarkan. "Jadi, ada hal apa yang membuat Eonnie datang langsung kemari?"

Dengan ekspresi gugup dan takut, yeoja menjawab "Pasokan beras di gudang 04 lenyap."

"Mwo?! Maksud Eonnie lenyap? Gudang kita terbakar?"

"Aniyo... Ada yang sudah meretas sistem keamanan dan mencuri ratusan karung beras kita."

"Bagaimana bisa? Memangnya dimana para penjaga?"

"Molla." Yeoja chubby itu tertunduk, kedua tangannya saling meremas karena gugup. "Mereka juga menghilang."

Kedua alis Yixing bertaut dengan mata menyipit. "Pak William, kita cek langsung gudang 04. Ada yang terasa janggal. Tidak mungkin pasokan beras kita bisa lenyap tanpa ada yang menyadari."

"Apa kamu sudah mengecek CCTV-nya, Minseok?" tanya Pak William sembari melajukan mobil dengan tenang.

"S-sudah." Yeoja chubby itu mengeluarkan sebuah flashdisk dan menyerahkannya pada Yixing. "Itu rekaman CCTV gudang 04".

Yixing menerima flashdisk itu dan menekan sebuah tombol yang membuat sebuah komputer kecil muncul di tengah-tengah kami. 'Padahal dari luar mobil nampak biasa saja. Tak kuduga bagian dalamnya bisa secanggih ini,' batinku takjub.

Langsung saja atasan baruku itu mengotak atik isi flashdisk menggunakan komputer kecil itu. "Hm? Kenapa tidak ada catatan waktunya? Dan ini juga hanya ada satu rekaman CCTV. Mana rekaman dari CCTV yang lain?"

"I-itu... Semuanya sama saja. Tidak ada satupun manusia yang terekam sebelum akhirnya semua CCTV diretas dan mati."

"Kita sudah sampai," ujar Pak William.

'Kupikir perjalanannya cukup jauh, ternyata tidak,' batinku sembari turun dan mengamati keadaan. Secara garis besar, tak ada titik titik yang menunjukkan adanya pencurian maupun perampokan. Anehnya, tak ada satupun pekerja bahkan penjaga.

Yixing segera berjalan menuju pintu gudang dan membukanya. "Lho?!"

•••

Sutradra: "CUT! CUT! Apa-apaan ini?! Kenapa gudangnya penuh dengan karung beras?! Seharusnya gudang itu kosong! Siapa yang bertanggung jawab!"

Kru 1: "Maaf, Pak Sutradara. Sebenarnya tadi kami sudah mengosongkan gudang sesuai skenario. Tapi Minseok bilang ada perubahan skenario dan meminta untuk semua karung beras dikembalikan ke gudang." (Semua mata menatap tajam ke arah Minseok)

Penata Suara: "Kamu apa-apaan sih? Jangan mengubah skenario seenaknya, dong! Gara-gara kamu kita semua harus mengulang adegan!"

DUUUUTTTT

(Semua orang melotot ke arah Minseok yang baru saja buang gas)

Joonmyeon: "Tunggu dulu! Aku hafal bau ini, dia bukan Minseok."

Yixing: "Iya. Aku juga kenal bau kentut ini."

Sutradara: "JUUKKIII!!!!"

SREK (Juki merobek kostum yang mirip Minseok. Semua orang pun menatap tajam dan bersiap untuk menerkam tersangka)

Juki: "E-eh, tunggu dulu! Jangan marah ini kan tanggal 1 April. Hehehe... La-lagipula aku hanya diminta untuk mampir di sini."

Sutradara: "Siapa yang menyuruhmu?!"

Juki: "Si Author, tuh!"

GLEK

••

Ehehe... Kenapa kalian menatapku begitu? APRIL MOP!!

•••

"AUTHOOORRRR!!!!"

••

Sebaiknya aku kabur dulu sebelum jadi bahan amukan massa. Jangan lupa tunggu Bab 2, ne! Dan gomawo sudah baca edisi SPECIAL APRIL MOP. Mian kalo tidak memuaskan. Annyeong! Kabur!!!

•••

"KEJAAARRR!!!!"

PIP