Disclaimer Naruto Masasi Kishimoto
Date A Live Tachibana Koshi.
Oku-Sama Ga Săiko Maido By The Spirid Of Wind.
Sumery: kehidupan Namikaze Naruto yang berubah drastis saat Ayahnya (Dengan mendadak) Mempekerjakan 3 Maid hanya karena alasan spele "Aku ingin seseorang menjagamu saat aku pergi."Kehidupan Narutopun menjadi penuh warna, Terlebih 3 maid barunya adalah seseorang yang sangat dekat denganya. "Aku akan bersikap netral." "Mari kita lakukan yang terbaik!"
.
.
.
Chapter 1
.
.
.
DRIIIINGGG...DRIIIIINGGG...!
.Oh sial, jangan lagi! Itu Alarm Smartphoneku!
Ini hari sabtu, akhir minggu. Setidaknya biarkan aku santai!
BRRRRT... DRRRRT..
"Tch. Skarang apa lagi?"
Tanganku bergerak meraih Smartphone yang kutaruh di atas meja. Meja itu tepat disebelahku, jadi aku bisa mengambilnya meski tanpa melihat. Apa? sebuah pesan? dari Tou-san?
Aku segera bangun dan membaca pesan dari tou-san untukku.
'Sangat aneh. tou-san tak pernah mengirimiku pesan. baik E-Mail. ataupun semacamnya di pagi hari.'
'Apa terjadi sesuatu?'
"HAAHH?!"
Perjalanan bisnis lain?
"Haaahh..Sepertinya aku harus mulai membiasakan diri dengan keadaan kami sekarang.."
Namaku Namikaze Naruto. Dua bulan lalu, aku hanya murit SMA biasa. Hingga saat tou-san mendapat penghargaan atas prestasi di kontor tempat ia bekerja Sarutobi Oil Healing. Sebuah perusahaan pemasok minyak mendapatkan jabatan Direktur disana.
IIulah bagaimana kami menjadi Milioner dalam sekejap dan tinggal di sebuah mension. Sekarang, semua orang di sekolah tahu aku adalah anak seorang Milioner
'Tou-san dan aku yakin. Ka-san pasti sedang memperhatikan kami dari Surga.
'Tapi Mengapa!?'
Gerutuku dalam hati kesal saat membalas pesan dari Tou-san yang mengatakan dia memperkerjakan Maid untukku hanya karena dia tak bisa pulang.
Balasan datang dari Tou-san setelah beberapa saat
'[tentu saja. aku butuh seseorang untuk menjagamu saat aku pergi.]'
'[Tapi, aku sudah terbiasa seperti ini. Aku tak butuh Maid.]'
'[kau butuh. Naruto. kau bahkan tak pernah membereskan kamarmu.]'
'[Aku mengerti maksutmu Tou l-san. tapi.. ]'
Kali ini, balasan yang kuterima adalah rentetan huruf kapital dalam Bahasa inggris yang menjengkelkan.
'[OH COME ON, NO IFS NO BUTS.]'
'[Tapi, tiga Maid? itu terlalu banyak.]'
'[Tidak di Mensionku. sekarang temui mereka! Maid juga harus mulai membiasakan diri untuk mulai bekerja.]'
Aku tak membalasnya.
"Huuff.."
Kadang, aku merasa kesal dengan sifat ayah. Namun, disaat bersamaan aku juga senang. Tou-san sebenarnya sangat menyayangiku. Aku masih ingat saat aku pura-pura tidur saat dia baru pulang dari pekerjaannya.
"Aku akan selalu menjagamu, Satu-satunya ."
Orang lain mungkin akan berfikir kalau Tou san adalah Son-Complex. Tapi Jauh didalam hatiku. Aku memahami apa yang dia katakan.
Karena dia Tou San-ku.
Aku terus mengingat hal itu sambil berjalan turun menuju dapur. Aaah! Satu Cup ramen untuk sarapan. Hari yang indah.
"Ohayou."
'Huh?'
Lamunanku terganggu saat mendengar suara lembut yangku kenal.
Disana. Berbalut kostum Maid dengan kombinasi warna hitam dan putih. Gadis berambut putih sebahu tengah melihatku dengan sebuah senyum dan muka datar.
"WOOAAHH! O-Origami! Apa yang kau lakukan disini!? D-dan. apa-apaan cosplay Maid itu!?"
Dia Tobiichi Origami. Sahabatku. Kami berteman sejak masih kecil. Bila disejajarkan, aku ini sipayah dan dia si jenius, lengkap dengan pesona imutnya. Sialan!
Masih dalam ekspresi awalnya, Origami batuk dan mulai angkat bicara.
"Ekhem! Apa ayahmu belum memberi informasi? Aku salah satu Maidmu."
Matanya menyipit.
"Tapi kurasa bukan. Kau kan lelet jika soal informasi. Iya kan?"
Itu menjengkelkan! Tapi tunggu? Kenapa nada bicaranya jadi dingin seperti tentara? Dan... kenapa Origami seperti segan menatap mataku?
Berikutnya, seseorang mengucapkan namaku dengan suara yang manis. Aku tetap butuh gula, oke.
"Ara-ara...Ohayou Naruto san."
Ku alihkan pandanganku dari 'Si Tentara.' dan terbelalak. Apa ini mimpi?
Sosok gadis berambut hitam panjang dengan poni depan menjuntai menutupi mata kirinya. Dia cantik. Ditambah dengan gaun maid putih beraksen biru yang melekat pas ditubuhnya yang proporsional. Tokisaki Kurumi, sedang menyapaku dengan sebuah senyum yang manis. Terkadang dia kikuk dan seorang pekerja keras. Namun dibalik itu semua, dia memiliki hati bagaikan emas.
Kami teman sekelas sejak sekolah dasar hingga sekarang. Dan... Aku teringat kembali saat Kurumi mengungkapkan perasaannya padaku di tahun terakhir sekolah dasar.
Sial! Andai itu terjadi sekarang!?
"O-ohayou. Naruto san Aku hanya maid barumu. T-tenang saja, aku akan menjagamu."
Dia kikuk? Apa dia masih...hihiu.. Kusoo! Apa yang kupikirkan!
Yang lebih penting, apa ini nyata? Dua gadis imut akan jadi maid-ku? Oooh ini surga!
"Apa kucing menangkap lidahmu? Kheh kau tak mengatakan apapun."
"Woy! Apa apaan nada dingin itu!?"
Satu pertanyaan muncul dalam benaku saat memikirkan sikap dingin Origami. Apa mungkin dia sedang datang bulan?
Yaah. Walau bagaimanapun, maid-ku terlihat luar biasa, tapi bagaimana sekolah mereka?.
Aku berdehem dan mengubah gaya bicaraku selayaknya bos yang berwibawa.
"Ekhem! Lalu, bagaimana sekolah kalian?
Kurumi segera bereaksi atas ucapanku.
"Jangan khawatir, Naruto san sama pentingnya dengan sekolah, da-dan kita bisa saling membantu karena kita sekelas."
Benar juga, tapi hei! kau tak harus mengatakan itu sambil menunduk dan menautkan jari di depan dadamu!? itu sangat imut!
Ugh. ingatlah Naruto! kau itu bos nya!
"Ppfffhh.. fufufufufufufufufuu! Lihatlah, betapa konyolnya ekspresimu itu hahaa. pfffhh.."
Suara lain terdengar disampingku, membuatku agak tegang dan gugup.
Suara itu..
Di balik kata-kata yang membuatku merasa malu, itu adalah suara merdu seorang wanita.
Suara yang membawa keceriaan dan kasih sayang disaat bersamaan.
Aku berbalik, dan ternganga. dengan rahang terjatuh.
Sosok wanita yang kukenal ada disana. Dengan rambut merah panjang yang indah dan juga kostum maid berwarna putih-coklat melekat ditubuhnya.
"Sā...ra."
Dia cinta pertama dan mantan tetanggaku. Akasuna Sāra. Apa dia maid ketiga-ku?.
Săra tersenyum hangat padaku dan tanpa kusadari, aku kembali mengenang hari-hari saat dia merawatku.
Saat Ka-san wafat Săra baru berumur 14 tahun. Tapi dia merawatku seperti adik kecilnya. Jujur saja, mengingat hal itu membuatku merasa senang. karena entah sejak kapan mulai saat itu...
Tak hanya seperti seorang kakak, aku juga telah menyukainya layaknya ibu dan juga... Wanita.
Kami jarang bicara sekarang, dan dia kuliah di Universitas yang berada di sebelah SMA Raizen. Sekolahku. Bukankah ini kesempatan sempurna!
Aku kembali tersadar oleh kata-kata Săra yang membuat kami semua terkejut.
"Kita harus bersiap-siap untuk sekolah, atau kita akan terlambat."
Origami dan Kurumi segera bergegas bersiap-siap.
'C-cepat sekali.'
"Dan yup. Naruto. aku juga maid barumu." Menjeda ucapannya. Săra nyengir dengan penuh semangat."ini akan jadi seperti dulu... Aku akan menjagamu hehehehe.. "
Kurasakan garis bibirku mengendur, membentuk senyuman. yaah! Sifatnya tak pernah berubah. memiliki sifat keibuan, perilaku seorang Kakak perempuan, dan juga keceriaan yang lebih mirip anak SMA disaat bersamaan.
"Naruto."
BUKK! Benda agak berat mengenai wajahku. Aku menangkapnya sebelum jatuh dan menyadari.. Itu tasku.
"Ayo berangkat. Otak lemot."
Origami melenggang pergi setelah mengatakan itu. Ugh. Kau menyebalkan!
"ini."
"Huh?"
"Aku melihat sebuah kotak bekal yang disodorkan Săra dengan ekspresi hampa.
Ini mimpi kan?
Katakan jika saat ini tubuhku masih mendengkur dikasur? Tunggu, aku tak mendengkur!
"Karena ini masih hari pertama kami, jadi kami hanya bisa membuat hal sederhana untuk bekalmu."
Mungkin karena aku tak menunjukan reaksi apapun, Săra memasukan kotak bekal itu ke tas yang aku bawa.
Suara resleting tasku membuatku sedikit kaget
"Nah. Cepat berangkat dan perhatikan jalanmu. Tuan bengong."
Badanku sedikit terhuyung karena dorongan halus dipunggungku. Sial! aku harus bergegas!
JEDUKK!
Aku lupa membuka pintu, tak menggubris tawa cekikikan Săra dibelakangku. Aku segera pergi kesekolah dengan teknik andalanku saat maraton.
[Ngacir No Jutsu]
.
.
.
.
Di Sekolah
.
.
.
Sekarang, aku sudah sampai disekolah. Oh Aku sekolah di SMA Raizen, Sekolah umum di kota Tengu, kota yang kutempati saat ini.
Kurumi dan aku berjalan beriringan saat kami menuju kelas. Origami masih memeriksa berkas di ruang OSIS.
Bagiku yang suka usil dan lelucon, ini adalah hal yang menyeramkan karena sejak tadi Kurumi hanya menundukan kepala saat berjalan. Matanya melirik kearahku sih sesekali, tapi dia kembali menunduk saat aku melihatnya.
'Arrgghh! Suasana canggung ini! Aku tak tahan lagi!'
Baiklah Kurumi, lihat bagaimana Namikaze-Sama mencairkan suasana. kukukukukukuu...
"jadi, kau masih kikuk saat banyak siswa lain memperhatikanmu? 'Putri malu."
"A-apaaa!? Aku tidak.."
Aku mati-matian menahan tawa.
"Pfffhhfufufufu.. Lihatlah dirimu sendiri. Dengan muka memerah itu, kau masih terus menyangkalnya. hahahahaa.."
"Ah. Mou!.. Naruto, kau tak berubah ya? Kau memang seseorang yang membuatku..."
Kurumi memang terlihat kesal, tapi senyuman yang dia tunjukan membuatku senang. Kelas kami sudah semakin dekat, kami berbelok di koridor, dan menyapa murit lain disana. Kelas [3-D] sudah memasuki jarak pandang kami.
"Apa aku seseorang yang membuatmu tertawa?
"U-uh. Iya. K-kau selalu bertingkah konyol "
"Kukira begitu. Aku memang suka bercanda."
Usai berkata begitu, aku segera memutar knop dan membuka pintu kelas kami.
"Ohayou! Minna."
"Mo, Ohayou! Naruto san. Kurumi chan!
Nah. hari ini terasa amat berbeda. kamipun memasuki kelas dan bersiap mengikuti jam pelajaran pertama.
"Lamban "
Origami telah duduk di bangkunya. Dia mengejeku bahkan tanpa beralih dari buku yang dia baca. Tch. Kenapa dengan nada dingin itu? Dan lagi..
"KENAPA KAU SUDAH ADA DISINI!?"
Bukanya dia masih di ruang OSIS!?
.
.
.
{Bersambung...}
.
.
.A/N: Halo. Ini Story pertamaku dan ini terispirasi dari banyak hal (termasuk game) jadi.. bagaimana pendapat anda Reader san?
Oh! mohon maaf klo wordnya masih dikit. jadi mohon kritik saranya ya! (klo mau ngasi kripik juga boleh. hehehehee)
oke. skian dulu dan see ya in next chapter..
