Arigato untuk reviewnya untuk: Yuka namikaze, uchiha yardi, Blue-senpai, Uzumaki-Namikaze Serizawa, TheUzumakiAkbar

DISCLAIMER: MASASHI KISHIMOTO

WARNING: TYPO(S), RADA GAJE, HORROR AGAK KURANG, CERITA S3(SUKA-SUKA SAYA), DAN TEMAN-TEMANNYA YANG LAIN XD

.

.

.

VILLA

Kabut kembali mengerubungi Sakura dan kemudian menghilang. Pemandangan yang dia lihat sekarang adalah Villa yang dia dan teman-temannya tempati.

'Syukurlah! Akhirnya aku bisa kembali.' pikir Sakura. Ia berjalan menuju pintu dan akan membukanya,tetapi suara yang berada dibelakangnya menghentikannya.

"Keluar kau pembunuh!" teriak orang itu. Sakura menatap kaget, sekarang orang-orang desa sedang mengepung villa ini dengan obor yang menyala dan banyak dari mereka yang membawa senjata tajam.

"Cepat keluar! Atau kami akan bakar rumah ini!" teriak laki-laki yang lain, membuat teman-temannya juga berseru mengancam.

Sakura yang takut, segera meraih gagang pintu dan akan masuk kedalam. Tetapi bukannya membuka pintu, malah tubuhnya menembus pintu dan akhirnya dia tersungkur masuk kedalam villa.

Tidak jauh darinya berdiri seorang laki-laki berusia sekitar empat puluhan dan seorang anak perempuan dengan dress panjang, dia adalah Shion.

"Ayah, kumohon tolong aku! Mereka mau membunuhku ayah!" ujarnya kepada laki-laki itu yang ternyata ayahnya.

Laki-laki itu seperti berpikir sejenak, keringat mengalir dipelipisnya. Kemudian dia menarik Shion menuju belakang villa.

"Ayah, kita mau kemana?" tanya Shion.

"Kedanau, disana ada sebuah perahu, kita bisa pergi dengan perahu itu, sementara kita bersembunyi dihutan seberang danau."ujar ayahnya. Mereka berjalan dengan cepat

Lagi..kabut kembali menghalangi penglihatan Sakura, sekarang dia berada ditengah hutan, dengan sungai yang mengalir deras didekatnya.

"Pasti Juugo yang sudah mengadu pada penduduk desa, awas dia, akan kubalas dia suatu hari nanti, akan kubuat dia menyesal."gerutu Shion, dia membalikkan badannya.

"Ayah,sekarang apa yang akan..." kata-katanya terputus saat sebuah pisau menusuk tepat dijantungnya. Matanya membelalak kaget. Ia mundur perlahan, memegang pisau dijantungnya, darah mengalir dari sudut bibirnya.

"Kenapa..? Ayah.."ujarnya, ditatapnya ayahnya dengan tatapan tidak percaya.

"Maafkan ayah Shion. Ayah sudah tidak bisa membantumu lagi, kau sudah keterlaluan..."kata-katanya terhenti sejenak.

"Kenapa? kenapa... Kenapa ayah melakukan ini padaku!"teriak Shion marah, ia berlutut di tanah dengan airmata diwajahnya.

"Karena kau adalah pembunuh, kau sudah tidak waras."ujar ayahnya dengan nada datar.

"Kau membunuh ibumu sendiri Shion, aku melihatnya. Saat kau mendorong ibumu yang sedang menyiram tanaman di teras lantai dua, kau tersenyum saat itu, tidak, lebih tepatnya tertawa. Tidak ada seorangpun yang akan tertawa saat melihat ibunya sekarat...kecuali kalau dia memang sudah tidak waras atau tidak memiliki hati." airmata mengalir membasahi wajahnya.

"Maafkan ayah Shion..hanya dengan ini ayah bisa menghentikanmu berbuat dosa."

Mendengar penuturan sang ayah tentang dirinya, Shion menundukkan kepala, rambut panjangnya menutupi ekspresinya saat ini. Hening menyelimuti mereka beberapa saat.

"Ha...haha...hahahaha!" Shion tertawa.

"Bahkan ayahpun manganggapku gila." ujarnya dengan nada kecewa, kemudian dia menatap tajam ayahnya.

"Baiklah, kalau kalian menganggapku tidak waras."gumamnya. Dengan menyeret tubuhnya yang sudah sekarat ia menuju ketepi sungai.

"Dengarlah ayah, suatu hari nanti aku akan kembali, aku akan membalas dendam. Aku tidak perduli siapa yang akan menjadi korban, tapi yang pasti, aku akan membawa dendam ini, sampai kedasar neraka sekalipun. Aku akan menghantui kalian semua, siapapun yang berani mendekati danau itu, dan juga yang menempati villa kita, bersiaplah..."ujarnya dan melompat kesungai yang mengalir deras...

Ayah Shion jatuh berlutut, dia mencengkeram kepalanya frustasi. Dan berteriak sejadi-jadinya ditengah hutan itu. Dia menatap kedua tangannya. Dia terdiam sejenak, kemudian mengambil pisau kedua yang dibawanya.

"Ayah akan menyusulmu, sebentar lagi kita akan bertemu." gumannya dan menusukkan pisau itu tepat kejantungnya sendiri...

Hinata yang tinggal sendirian di ruangan itu mulai merasakan atmosfer disekitarnya berubah. Dia melihat kesekeliling dan matanya tertuju pada Sakura yang bergerak gelisah dan bercucuran keringat.

"Apa dia mimpi buruk?"pikir Hinata. Kemudian dia mengambil handuk yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya berdiri kemudian menghampiri Sakura.

Hinata terkejut saat Sakura tiba-tiba membuka mata dan terbangun dengan nafas yang tersengal-sengal, keringat dingin membasahi tubuhnya.
"Ka..kau nggak apa-apa Sakura?" tanya Hinata gugup. Sakura melihat kearahnya.
"Hinata? Ukh.." jawab Sakura lemah, ia memegangi kepalanya yang terasa nyeri. "Ada apa ini?" tanya Sakura.
"Kau tidak ingat? Tadi kau itu pingsan dan Naruto menggendongmu pulang di tengah hujan lebat." kata Hinata, masih sedikit was-was.
Sakura terdiam sebentar dan mencoba mengingat.
"Apa yang terjadi? Kenapa kau bisa terluka seperti itu?" tanya Hinata penasaran. Ia mendekati Sakura dan duduk disampingnya.
"Entahlah.." jawab Sakura, "..aku tidak begitu ingat, tapi saat di hutan tadi sepertinya ada..."
"Ada..apa?" tanya Hinata, penasaran karena Sakura menghentikan kalimatnya. Sakura tampak berfikir sejenak, kemudian menjawab.
"Tidak, tidak ada apa-apa. Mana yang lain?" tanya Sakura kemudian, sepertinya dia belum menyadari keadaan disekelilingnya.
"Eh? it..itu..." jawab Hinata ragu-ragu dan melihat kesamping, membuat Sakura juga melihat kearah yang sama.
"Naruto...Sasuke...Shika..." gumam Sakura kaget."Ada apa ini Hinata? Kenapa mereka luka-luka begitu?" tanya Sakura.
"Tadi, saat kau masih pingsan. Ino menemukan mereka pingsan di dapur dengan luka-luka itu, kemudian kami membawa mereka untuk di obati." jelas Hinata.
Saat Sakura akan bicara, sebuah teriakan keras menginterupsinya...

Ino P.O.V.

Kenapa hari ini banyak kejadian aneh sih? Mulai dari Saki yang terluka, Shika, Naruto, Sasuke, dan Kabuto yang diserang entah oleh siapa. Dan sekarang soal anak kecil yang tiba-tiba muncul dan membuat ku gelisah. Benar-benar aneh, padahal halloween sudah lewat. Apa setelah ini akan muncul hantu?

"..."
Aargh sudahlah, jangan berpikir yang tidak-tidak lagi. Entah kenapa aku jadi merinding dan takut sendiri. Aku paling benci dengan yang namanya hantu, nonton film nya aja aku ogah, apalagi harus ketemu, amit-amit deh jangan sampai kejadian.

Saat ini aku sedang bercermin di depan wastafel, merapikan rambutku yang sedikit kusut. Entah kenapa aku merasakan tubuhku sedikit merinding, seperti ada hawa dingin yang menyerangku. Aku mengedarkan pandangan kesekeliling kamar mandi, rupanya jendela kecil yang terdapat di sudut kamar mandi terbuka.
Aku berjalan kearah jendela itu dan menutupnya. Kulihat cuaca diluar masih sangat buruk, anginnya sangat kencang disertai dengan hujan yang cukup lebat.

CKLEK

"Eh?"aku membalikkan badan, tidak ada orang disini.
"suara apa tadi?" gumamku.
"Hmm... mungkin cuma perasaanku." aku kembali bercermin dan menyisir rambutku, kemudian mencuci tanganku.
"KYAAA!" aku berteriak histeris saat sebuah tangan tiba-tiba keluar dari dalam cermin dan menarik rambutku kuat.

Aku mencoba melepaskan rabutku dari cengkeraman tangan itu, tapi hasilnya nihil. Tangan itu terus menarikku kedalam cermin. Aku menahan tarikannya dengan menapakkan satu kakiku ke dinding dan tanganku mendorong wastafel. Kurasakan tangan yang lain keluar dari cermin dan mencengkeram bahuku kali ini. Cengkeramannya sangat kuat membuatku kesakitan.

DUK DUK DUK

Aku mendengar suara gedoran pintu dan teriakan dari luar.
"INO BUKA PINTUNYA! ADA APA DIDALAM !?"

NORMAL

Sakura dan Hinata segera berlari ke toilet, asal suara teriakan itu dan mendapatkan pintu kamar mandi terkunci dengan Ino yang berteriak histeris dari dalam.
Hinata dan Sakura akhirnya berinisiatif mendobrak pintu kamar mandi berdua dan akhirnya berhasil menerobos masuk. Mata mereka melotot tidak percaya saat melihat sepasang tangan dari dalam cermin menarik Ino.
"LEPASKAN DIA!" teriak Sakura, mereka kemudian mencoba melepaskan tangan itu dari Ino dengan cara menariknya kearah berlawanan.
"Sial, kuat sekali tarikannya."gumam Sakura.
"CEPAT LEPASKAN AKU DARI TANGAN INI!" teriak Ino histeris, air mata keluar dari kedua matanya.
Adegan tarik-menarik itu berlangsung selama beberapa saat sampai akhirnya mereka berhasil melepaskan Ino dari tangan itu dan jatuh terjerembab dilantai kamar mandi.
Dari dalam cermin terlihat sesosok laki-laki dengan wajah yang sudah hancur dan seluruh tubuhnya penuh dengan lumpur. Saat sosok itu mulai berjalan seperti ingin keluar dari dalam cermin, Sakura mencari-cari benda keras apapun yang bisa menghancurkan cermin itu. Tidak mendapatkan benda yang dicari, Sakura akhirnya mengambil handuk yang tergantung didinding dan melilitkannya ditangan kanan, kemudian dia meninju cermin dihadapan mereka dengan sekuat tenaga sampai akhirnya cermin itu hancur berkeping-keping...

A/N:

Saya kembali~~ XD

Arigatou untuk yang sudah baca, review, ataupun yang cuma lewat m(-_-)m

Saya benar-benar senang, ternyata ada yang menyukai fic saya (^_^v

Untuk kelanjutan fic ini mungkin akan tertunda beberapa bulan, karena saya harus mengikuti ujian Semester, TRY OUT dan UAN untuk SMK. Tapi, saya akan usahakan publish kalau ada waktu senggang di tengah pelajaran :p.

Nee, cuma itu yang mau saya sampaikan. Arigatou sekali lagi untuk yang sudah baca fic saya. See you in the next chap ^_^

R & R?