Back to Me
by Khususia
Cast : Sungmin, Kyuhyun, Zhoumi, Seohyun (SNSD)
Disclaimer : Lagi dan lagi semuanya hanya milik tuhan. Tapi Siwon oppa tetap mnjadi suami author.
Rated : T
Warning : boyXboy,OOC, gaje, bkin mual, typo, dan masih banyak lagi.
Annyeong chingudeul...^^
maaf ya kalo updatenya lama...rencananya author mw update crita ini dari kmaren-kmaren, tapi di karenakan laptop author rusak jadi baru sekarang dech author punya waktu buat publish nea fic. Jadi author mau gak mau harus ketik ulang dech cerita ini di warnet..*gak ada yang nanya*
ya udh dech, author gak banyak omong lagi...
happy reading..^^
Part 2
Setelah hari itu semua tidak pernah sama lagi. Sungmin memutuskan keluar sekolah dan pergi entah kemana. Kyuhyun kini bersama dengan Seohyun dan juga teman-teman barunya. Meskipun terkadang ia merasa kehilangan Sungmin, namun ia puas ia dapat hidup bebas dan tidak akan ada lagi orang yang menganggu atau mengusik kehidupannya.
.
.
.
_3 Tahun kemudian_
" Sungmin ..." panggil Zhoumi dengan membawa ice cream ditangannya.
Zhoumi berlari menghampiri Sungmin dan mengatur nafasnya setelah sampai dihadapan Sungmin. Senyumnya mengembang ketika ia menunjukkan ice cream pada Sungmin. Sungmin menatap senang pada Zhoumi yang berjongkok cukup dekat padanya. Ada raut mata sedih tiba-tiba ketika melihat Zhoumi berjongkok menyeimbangi duduknya.
" Kenapa? Tidak suka ice cream yang kubeli ?" tanya Zhoumi ketika Sungmin belum mengambil ice cream yang diberikan Zhoumi.
" Ani .. aku suka, gomawo Zhoumi" kata Sungmnin kemudian mengammbil ice cream rasa coklat. Namun lagi-lagi ia menatap sedih pada Zhoumi yang masih terus tersenyum padanya.
" Kenapa ada orang begitu baik sepertimu ?" tanya Sungmin tiba-tiba. Zhoumi terkejut, senyumnya hilang.
" Aku benci setiap kali melihat orang-orang menyayangiku" kata Sungmin, menundukan kepalanya.
" Kenapa ?" tanya Zhoumi khawatir.
" Karena setelah mereka menyayangiku ... mereka akan meninggalkanku atau memintaku untuk pergi dari mereka." katanya sedih. Ice cream ditangannya melumer kemana-mana. Zhoumi mengambil ice cream di tangan Sungmin dan membuangnya.
" Tapi aku tidak seperti itu. Aku bukan orang yang seperti itu." Zhoumi sedikit berdiri memeluk Sungmin, lalu melepaskannya dan berjongkok lagi. Menatap namja dihadapannya dan tersenyum.
" Tidak semua orang sama. Dan semua orang bisa berubah bukan ... " kata Zhoumi mengacak-acak rambut Sungmin. Zhoumi berdiri untuk mengambil tissu dan membersihkan tangan Sungmin.
" Tidak ada manusia yang bisa hidup sendiri di dunia ini. Semua orang saling bergantung dengan satu dan lainnya..." Zhoumi bicara seperti seorang ayah menenangkan.
" Waeyo ...?"
" Apa ?" tanya Zhoumi bingung.
" Aku tidak mencintaimu, tapi kau mencintaiku ... tapi kau tidak marah dan meninggalkanku .. kenapa masih tetap disampingku, kenapa tidak marah ketika aku bergantung padamu dan menyusahkan hidupmu Zhoumi ? Kenapa ?" tanya Sungmin ingin tau.
" Kau membandingkanku dengan Kyuhyun ?" pertanyaan Zhoumi membuat Sungmin terkejut.
" Jika aku berteman dengan mu selama kau berteman dengan Kyuhyun, mungkin aku akan sedikit merasa bosan seperti Kyuhyun. Tapi jika aku jadi Kyuhyun ... aku tidak akan menyuruhmu untuk berhenti atau menjauh dariku. Itu wajar .. apa yang dilakukan Kyuhyun. Tapi Kyuhyun melakukannya dengan cara yang salah" kata Zhoumi tersenyum.
" Apa ini balasan untuk orang jahat sepertiku ?" tanya Sungmin terlebih pada dirinya sendiri. Ia meratapi dirinya sendiri dengan seksama dan merasa begitu, menyedihkan. Zhoumi hanya diam.
" Setelah umma meninggalkanku. Appa menyiksaku. Kyuhyun meninggalkanku, sekarang aku lumpuh dan tidak bisa berjalan !" kata Sungmin hampir seperti sebuah isakan. Zhoumi memeluk Sungmin yang duduk di kursi roda, menenangkannya. Menahan air mata yang ingin jatuh dipelupuk matanya.
Ya ... Sungmin lumpuh. Setelah meninggalkan Kyuhyun pergi dan keluar dari sekolah. Ia berusaha hidup sendiri dan mencari pekerjaan apapun yang bisa ia lalukan untuk menghidupi dirinya sendiri. Sampai suatu ketika ia bertemu dengan Zhoumi, dan Zhoumi mengajaknya untuk bekerja di cafe tempatnya bekerja. Awal itu semua berjalan dengan baik. Wajah aegyo dan sikap royal Sungmin membuatnya dapat naik jabatan dengan cepat, namun beberapa orang tidak terima sehingga salah satu dari mereka mencoba mencelekainya dan menabraknya. Dan ... seperti sekaranglah seorang Sunmgin. Ia tidak bisa berjalan, dan ia tidak bisa bermain basket.
.
.
.
Kyuhyun berlari dilorong rumah sakit dengan perasaan cemas. Hatinya benar-benar mengkhawatirkan sosok seorang yeoja cantik yang berada di rumah sakit. Seseorang mengabarkan padanya bahwa ia sakit dan sempat pingsan beberapa kali. Kyuhyun mencoba menemukan kamar rawat dimana yeoja tersebut terbaring. Mencoba bertanya pada seorang perawat dan menunjukan kamar tersebut.
Kyuhyun berdiri didepan pintu kamar rawat. Ada perasaan bersalah dan menyesal dengan keadaan yang ada. Ia sungguh ingin meminta maaf pada apa yang telah ia lakukan selama ini pada seorang yeoja baik disana. Namun langkahnya terasa sulit untuk diajak berjalan.
Dengan sekuat tenaga, Kyuhyun membuka pintu dan berjalan perlahan. Ada seorang yeoja terbaring lemah disana. Wajahnya pucat namun kecantikannya tidak hilang begitu saja sekalipun ia sakit.
" Oppa ..." panggil Seohyun ketika melihat Kyuhyun berdiri disana.
" Aku minta maaf ... aku tidak tahu kalau kau sakit. Sudah baikkan ?" tanya Kyuhyun khawatir. Yeoja itu hanya mengangguk.
" Aku sungguh sibuk dengan tugas kuliahku. Sehingga tidak waktu bebas untukku. Aku minta maaf Seohyun" Kyuhyun sekali lagi meminta maaf.
" Gwenchana oppa ... aku mengerti" kata Seohyun lembut.
Setelah menjenguk Seohyun, Kyuhyun meminta izin untuk kembali, karena begitu banyak tugas kuliah yang harus ia selesaikan. Namun ia berjanji ia akan datang lagi untuk menjenguk atau menemani Seohyun. Di lorong, ketika ia berjalan dengan tenang tanpa pikiran khawatir ia bertemu dengan seseorang.
ZHOUMI.
Zhoumi terkejut. Begitu juga dengan Kyuhyun. Keduanya saling diam tanpa bicara. Zhoumi mencoba menghampiri Kyuhyun yang tiba-tiba berhenti. Ketika ia mensejajarkan dirinya dengan Kyuhyun. Ia tersenyum.
" Sudah bertemu dengannya ?" tanya Zhoumi.
" Ya .." Kyuhyun mengangguk.
" Aku senang melihatmu baik padanya. Karena, aku fikir kau tidak perduli padanya" Zhoumi tersenyum.
" Tapi hyung, bagaimana kau bisa tau kalau dia sakit dan dia dirawat disini ?" tanya Kyuhyun heran.
" Tidak usah mengkhawatirkan hal itu. Yang terpenting ... kau dan dia baik-baik saja sekarang" Zhoumi menepuk pundak Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum.
" Jadi kau dan Sung ..." belum selesai Zhoumi bicara. Suara deringan ponsel milik Kyuhyun berbunyi. Zhoumi tidak melanjutkan ucapannya karena Kyuhyun sedang berbicara pada seseorang di ponsel.
" Mian hyung, aku buru-buru ...ada masalah di kampus" kata Kyuhyun meminta izin lalu pergi meninggalkan Zhoumi. Zhoumi hanya mengangguk mengerti.
.
.
Zhoumi duduk dipinggir tempat tidur Sungmin dengan senyum menggoda. Melihat itu Sungmin menjadi bingung dan tidak mengerti. Sekali-sekali Zhoumi bernyanyi-nyanyi atau berceloteh ...' dia datang ... dia datang ...' dengan senyum mengembang di sudut bibirnya.
" Zhoumi, apa yang terjadi padamu ? Tampaknya kau bahagia sekali" tanya Sungmin bertanya.
" Ya ... tidak usah berpura-pura. Aku tau kau juga bahagia bukan" Zhoumi tertawa.
" Zhoumi ... apa maksudmu dengan bahagia?" Sungmin bingung.
" Ayolah ... " Zhoumi masih terus menggoda.
" Zhoumi, aku bersumpah ... aku tidak mengerti apa maksudmu !" kata Sungmin. Melihat wajah bingung Sungmin, membuat senyum Zhoumi hilang. Zhoumi mengeryitkan kening.
" Apa tidak ada sesuatu yang special hari ini?" tanya Zhoumi.
" Tidak ..." jawab Sungmin.
" Tidak ada yang datang menjengukmu kah ?" tanya Zhoumi lagi.
" Ada !"
" Nah itu dia maksudku .."
" ..." Sunmgin bingung.
" Kenapa diam ...seseorang datang bukan" kata Zhoumi.
" Ya seseorang datang ... dan itu adalah KAU !" Sungmin tersenyum, merasa bahwa Zhoumi begitu lucu hari ini.
" AKU? Tidak ada orang lain?"
" Zhoumi, apa aku punya teman selain dirimu? Apa aku punya keluarga yang bisa datang untuk menjengukku? Aku hanya punya kau beberapa tahun ini" kata Sungmin jujur.
Mendengar kata-kata yang keluar dari Sungmin, Zhoumi langsung berfikir dengan apa yang baru terjadi. Beberapa saat ia bertemu Kyuhyun di lorong rumah sakit. Dan ia menjenguk seseorang disini, jika bukan Sungmin ... mungkinkah Seohyun berada di rumah sakit yang sama. Zhoumi langsung menepuk keningnya dan membuat Sungmin terkejut.
" Gwenchanayo Zhoumi ?" tanya Sungmin.
" Aku benar-benar bodoh" kata Zhoumi.
" Aku fikir dia datang menemuimu. Ternyata aku salah besar ..." lanjut Zhoumi.
" Siapa yang kau maksud ?" tanya Sungmin lagi.
" CHO KYU HYUN ... " jelas Zhoumi. Sungmin jelas terkejut.
" Dia datang kesini ?"
" Ya ... itulah aku fikir dia menemuimu. Ternyata tidak ... "
" Apa mungkin Seohyun berada di rumah sakit ini" ucap Sungmin lebih tepatnya pada dirinya sendiri. Zhoumi menatap lekat namja dihadapannya. Memandang ramah pada sosok yang sangat dicintainya itu.
" Kau ingin bertemu dengannya ?" tanya Zhoumi. Sunmgin menggeleng.
" Kenapa ? "
" Kami sudah bukan sahabat lagi." jujur Sungmin.
" Tapi ..." Zhoumi mencoba bicara.
"Ketika aku katakan selamat tinggal. Aku berjanji tidak akan mengusik atau menganggu kehidupannya lagi" kata Sungmin mengakhiri pembicaraan dan berbaring, menarik selimut menutupi tubuhnya. Sekalipun Sungmin mencoba menyembunyikan air matanya. Tapi Zhoumi bisa mendengar isakan tangis itu dengan jelas.
.
.
.
Tidak ada Zhoumi.
Sungmin begitu membutuhkan seseorang. Tubuhnya terasa sakit dan ia butuh Zhoumi disana. Meskipun ia tidak ingin merepotkan Zhoumi, tapi ia sungguh sangat membutuhkannya saat ini. Dengan kursi rodanya ia menelusuri lorong rumah sakit mencari-cari sebuah tempat dimana tersedia telepon umum didalam rumah sakit. Ponselnya tidak bekerja beberapa hari ini sehingga ia tidak bisa menghubungi Zhoumi dengan ponselnya.
Setelah menemukan seseuatu yang dicarinya. Ia mencoba menghubungi Zhoumi, namun tiba-tiba tangannya terhenti ketika ia menemukan sosok berjalan dengan langkah lambat sambil menatap lurus ke arahnya.
KYUHYUN.
Sungmin menatap Kyuhyun dengan perasaan gelisah. Ia bingung harus melakukan apa. Menyapanyakah ? atau membiarkan Kyuhyun yang melakukannya. Kyuhyun pun tampak terkejut melihat Sungmin disana. Namun tanpa bicara apapun ia melangkah ... semakin mendekati Sungmin. Dan kini mereka berada dijarak yang begitu dekat, namun ...
Sungmin hampir terkulai lemas ketika Kyuhyun bahkan tidak menegurnya. Kyuhyun hanya berjalan pergi begitu saja tidak memperdulikan Sungmin, seakan ia tidak mengenal satu sama lain. Sungmin langsung menoleh pada Kyuhyun yang terus berjalan. Hatinya sakit. Ini sudah 3 tahun mereka tidak bertemu, tapi Kyuhyun tampak tidak peduli padanya sama sekali. Begitu membenci dirinya kah.
" Kyu~ ada apa denganmu ?" Sungmin bertanya pada dirinya sendiri. Air matanya mengalir begitu saja tanpa ijin.
.
.
.
Kyuhyun menatap keluar jendela dari kamar rawat Seohyun. Pikirannya entah kemana. Kosong. Seohyun melirik kepada Kyuhyun dengan khawatir. Lalu turun dari tempat tidurnya dan menepuk pundak Kyuhyun.
" Oppa, kau baik-baik saja. Tingkahmu aneh hari ini" kata Seohyun.
" Aku hanya lelah" kata Kyuhyun berbohong.
" Hari ini aku akan pulang ... aku senang sekali akhirnya bisa kembali ke rumah, aku tidak suka rumah sakit. Dan kita bisa bersama-sama lagi oppa." Seohyun tersenyum. Kyuhyun hanya membalasnya dengan anggukan.
Kyuhyun tidak tau apa yang terjadi beberapa menit tadi di lorong. Ia bertemu dengan seseorang disana. Bukan seseorang yang baru ia kenal sebulan dua bulan. Bukan seseorang yang hanya sekedar menemani kekosongannya. Bukan seseorang yang hanya di sebut sebagai teman, tapi ... seseorang yang sudah bertahun-tahun dikenalnya. Seseorang yang bahkan lebih ia tau dibanding dirinya sendiri. Seseorang yang selalu dianggapnya sebagai sahabatnya. Tapi kenapa .. rasanya pertemuan tadi membuatnya seperti orang bodoh yang seakan tidak dikenali sama sekali. Kenapa ia tidak menyapanya ... Kyuhyun benar-benar bingung dengan dirinya sendiri
.
.
.
Zhoumi memeluk tubuh Sungmin dengan erat. Tubuh itu bergetar, dingin, wajahnya pucat. Air matanya tidak berhenti menangis. Zhoumi tidak tau apa yang harus dilakukannya agar dapat membuat namja dipelukannya tenang.
" Aku manusia Zhoumi. Sekalipun aku berusaha setegar apapun, tetap sulit untuk menahan rasa sakit didalam hatiku" Sungmin terus menangis dalam pelukan Zhoumi.
" Tenanglah aku mohon" pinta Zhoumi khawatir.
" Ketika aku berkata padanya 'Ketika aku mengatakan selamat tinggal, sekalipun kita bertemu dan berada ditempat yang sama dan bahkan kita saling mengenal ... tapi ketika aku sudah mengucapkan selamat tinggal, aku ... tidak akan pernah mengganggumu lagi. Aku tidak akan pernah mengusik kehidupanmu lagi' aku bersumpah Zhoumi, itu hanya bohong. Itu hanya untuk membuatku tegar" tutur Sungmin.
" Sungmin, disini kau tidak sendiri. Sekalipun hanya ada aku ... bukan berarti tidak ada orang lain dalam kehidupanmu. Disana, Kyuhyun berteman dengan banyak orang, tapi bukan berarti hidupnya sempurna. Seseorang yang kesepian atau seseorang yang melebihi kasih sayang adalah sama. Pernah kau berfikir bahwa seseorang yang hanya hidup sendiri bisa bahagia ..." Zhoumi bicara menenangkan.
" Tidak ada orang yang bahagia ketika ia kesepian." kata Sungmin.
" Ada ... " kata Zhoumi mencoba tersenyum.
" Terkadang seseorang yang berada ditengah keramaian ... seseorang yang mendapatkan kasih sayang berlebihan ... seseorang yang dikelilingi cinta, hidup mereka akan membosankan ... karena setiap kehidupan manusia akan melewati kesepian, kesendirian ... dan mereka yang sendiri, suatu saat akan menemukan tempat yang tidak pernah didatangi siapapun" Zhoumi menenangkan. Sungmin tidak menjawab, ia tidak mengerti.
" Mungkin kau tidak mengerti. Tapi Sungmin, meskipun kau hanya memiliki satu teman sepertiku, dan kau memiliki jutaan musuh didalam hidupmu. Ketika kau percaya padaku, kau tidak butuh siapapun didalam hidupmu." kata Zhoumi mengejutkan Sungmin. Sungmin membalas pelukan Zhoumi dengan erat.
" Zhoumi ..."
" Satu-satunya yang kuinginkan adalah melihatmu bahagia. Dan satu-satunya yang kau butuhkan adalah Kyuhyun. Jika Kyuhyun memang membuatmu bahagia ... maka aku, akan mencoba berdoa untuk segalanya yang terbaik !" Zhoumi tersenyum sambil mengacak-acak rambut Sungmin.
" Ini adalah takdir. Takdir memang tidak bisa dihindari, tapi takdir bisa dirubah" Zhoumi tersenyum ramah menatap lekat pada namja dihadapannya.
" Aku punya malaikat dalam hidupku. Malaikat dengan sejuta senyum manis, dia tidak memiliki sayap. Tapi aku selalu bisa merasa terbang dan menjadi lebih baik dengan sayap yang tidak terlihat itu. Gomawo Zhoumi." Sungmin memeluk Zhoumi semakin erat dan menangis.
.
.
.
" Minnie hyung ... " Kyuhyun tiba-tiba mengeluh sendiri dalam lamunannya.
Seohyun menatap Kyuhyun, ia mendengar Kyuhyun menyebut nama Sungmin. Seohyun tau Kyuhyun merindukan Sungmin. Tapi Kyuhyun enggan untuk bertemu dengannya. Dan dibalik semua itu, Seohyun juga tidak ingin Kyuhyun menemukan Sungmin. Seohyun begitu mencintai Kyuhyun. Sangat mencintainya. Semua orang tau tentang hal itu. Semua orang tentu mengira bahwa mereka adalah pasangan kekasih yang begitu baik. Tapi ,,,, itu tidak terjadi. Sekalipun Seohyung ingat Kyuhyun pernah mengatakan dengan jelas pada Sungmin beberapa tahun lalu di aula basket, bahwa Kyuhyun mencintainya. Tapi sampai detik ini ... Kyuhyun tidak pernah mengutarakan perasaannya pada dirinya. Memang, Kyuhyun begitu baik padanya ... tapi entah kenapa, Kyuhyun belum juga menyatakan cinta padanya.
" Kau merindukan Sungmin oppa ..?" tanya Seohyun ketika mereka berada di taman kampus.
Kyuhyun terkejut dan tersenyum, " Ani."
" Tapi kau menyebut namanya barusan."
" Apa itu masalah. Dia adalah sahabatku, dan dia menghilang entah kemana ... jadi ketika kadang-kadang aku menyebut namanya. Itu adalah wajar" ucap Kyuhyun tersenyum.
" Jika takdir mempertemukanmu lagi dengannya, apa yang akan oppa lakukan ?"
" Aku ... aku hanya menatapnya lalu berjalan meninggalkan dia begitu saja" kata Kyuhyun mengingat kejadian dirumah sakit.
" Tidak ingin memeluknya ?" tanya Seohyun seakan memancing.
" Kenapa kau begitu curiga?" kata Kyuhyun
" oppa ... sebenarnya, kau mencintaiku atau tidak ?" tanya Seohyun hati-hati. Ia sudah tidak tahan dengan segalanya.
" Menurutmu ?" tanya Kyuhyun balik memandang Seohyun datar.
" Kau katakan kau mencintaiku. Berarti kau cinta padaku" kata Seohyun. Kyuhyun hanya tersenyum dan mengangguk semangat menandakan bahwa ia memang mencintai gadis dihadapannya. Sekalipun ia tidak mengerti ... itu terasa janggal rasanya.
" Lalu kenapa tidak kita memiliki hubungan lebih dari ini ?" tanya Seohyun.
" Kau ingin aku jadi kekasihmu" kata Kyuhyun serius. Seohyun mengangguk
" Arraseo ,,,,"
" Lalu ..."
" Kemudian ... kau adalah kekasihku sekarang" ucap Kyuhyun tersenyum. Seohyun tersenyum. Senang rasanya mendengar itu dari Kyuhyun.
" Dan oppa ... maka berhenti"
" Untuk ?"
" Mencari ... memikirkan dan menyebut nama Sungmin hyung lagi !" pinta Seohyun. Kyuhyun menatap Seohyun datar dan mengangguk, kali ini tanpa senyum.
TBC
Baiklah...
bgaimana menurut kalian chapter ini..? kepanjangan ya? to kependekan? to sedang-sedang aja? *di timpuk readers karena bnyak yanya*
bnyak yg bilang klo Kyu jhat bgt ya.. mian...tapi di fic nea author emnk sengaja buat Kyu jadi jhat..tapi gak lama" kok..^^ dan emnk sedih ya? pie mnurut author fic ini sngat garing loch..*plaakk*
Oh iy..Author sngat berterimaksih buat para readers yg udh baca n ngeripiu fic ini...ripiu kalian lah yg membuat saya semngat melanjutkan fic ini...smpe" author rela-relain k warnet neah..*readers: gak ada yg nanya thor!*
Dan terimakasih banyak buat LittleLiappe,hyuniemin,ayuarlyne,flufyacha,lupe,Pipit-SungminniELFishy,diidactorlove,Kyuhyuniewife,Ika UzumakiTeukHyukkie,wonzhoukyu,Lanlopumin,ditahorse,rHeitawoo,Unykyuminmin,StellaSJ,Princess Sachie,cilixtabi,Cho Seo Ryun,Inha ELF SparKyuHyukBum,Dina LuvKyumin,Minnie chagiy4,Mochi-boo.
Maaf saya tidak bisa balas satu-satu di karenakan waktu yg terbatas ini..*lebay*
tapi saya benar-benar sangat berterimaksih kepada kalian semua..^^
tapi, jangan lupa ripiu lagi ya d chapter ini..
nti klo ripiunya bnyak, saya lanjutin lagi...walaupun laptop author belum baek...
hehehe...
R
E
V
I
E
W
.
P
L
E
A
S
E
