My Feeling

By Divinne Oxalyth

Bleach© Tite Kubo

Mata emerald Hitsugaya bergerak dengan lincah mengikuti gerakan badan Karin yang sedang bermain bola di lapangan.

Karin yang baru sadar Hitsugaya tidak ikut berlatih, berhenti bermain dan berjalan ke arah Hitsugaya. "Kenapa tidak ikut latihan, Toushiro?" Karin duduk di sebelah Hitsugaya dan meminum air dingin di dalam botolnya.

"Malas," jawab Hitsugaya pendek. Badannya kecilnya ia senderkan ke batang pohon di belakangnya.

"Mentang mentang kemampuanmu bagus, bukan berarti kamu bisa santai!" Karin memukul Hitsugaya menggunakan botol minumnya.

"Cih." Hitsugaya menyilangkan kedua tangannya di belakang kepala dan menutup kedua matanya lalu membukanya lagi. "Kamu saja, aku ngga mood," ucap Hitsugaya sambil melihat langit yang berubah warna menjadi gelap.

"Ya sudah." Karin menyimpan botol minumnya dan ikut bersender di pohon. "Nee, Toushirou, siapa orang yang kamu sukai?" tanya Karin. Sebenarnya Karin ingin menanyakan tentang pembicaraan Hitsugaya dan Ichigo karena Karin hanya mendengar saat Hitsugaya berkata bahwa dia memiliki perasaan kepada seseorang. Tidak lebih. Tapi Karin takut untuk menanyakannya.

Wajah Hitsugaya sontak memerah. dan dalam sekejap, wajahnya kembali normal ."Apa urusannya denganmu?" tanya Hitsugaya dengan ketus.

"Aku hanya ingin tau." Karin kembali berdiri untuk berlatih. Tapi, dia mengurungkan niatnya saat Hitsugaya menjawab pertanyaannya.

"Aku tidak akan memberi tau namanya, hanya ciri-cirinya saja, dia perempuan yang berbeda dengan perempuan lain, tidak tertarik dengan urusan percintaan atau urusan penampilannya" Hitsugaya berhenti berbicara dan tersenyum kecil. "Meskipun begitu, dia memiliki sisi manis," sambung Hitsugaya.

Karin yang mendengarkan Hitsugaya hanya tertegun dan menatap mata emerald Hitsugaya. "Itu" Karin mendekat kepada Hitsugaya. "Itu, siapa? Aku tidak pernah melihat orang seperti itu"

Hitsugaya tersenyum kecil. "Lebih bagus kamu ngga tau." Karin mengerucutkan bibirnya dan duduk di depan Hitsugaya. "Kamu sendiri, siapa yang kamu suka?" tanya Hitsugaya dengan penuh harap. Hitsugaya berharap Karin tidak menyukai seseorang agar dia tidak memiliki saingan.

"Entahlah, aku ngga pernah jatuh cinta," jawab Karin dengan santai.

"Bagus."

"Eh? Tadi kamu ngomong apa?" Karin menatap Hitsugaya dengan bingung.

"Tidak, mungkin salah dengar." Hitsugaya berdiri dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan pergi meninggalkan Karin yang berdiri dan mengejarnya.

"Toushiro, tunggu!" Karin berlari ke arah Hitsugaya yang tidak menghentikan kakinya.

"Kenapa kamu mengikutiku, Kurosaki?"

"Apa maksudmu dengan pertanyaan itu?" balas Karin. Mereka berdua saling melempar tatapan sebal hinnga mata mereka memerah.

Pip pip pip

Hitsugaya mengambil Handphonenya, menatap layarnya sejenak lalu mengangkat panggilan yang masuk. "Apa maumu, Kurosaki Ichigo?" tanya Hitsugaya.

"Gimana? Ada pendekatan?" tanya Ichigo balik dengan tidak sabar di Handphone Hitsugaya.

"Pendekatan apa?" tanya Hitsugaya dengan suara pelan agar Karin tidak bisa mendengar.

"Tentu saja pendekatanmu terhadap Karin, chibi," jawab Ichigo.

"Aku ngga chibi, Bodoh!" bentak Hitsugaya. "Lagi pula, untuk apa kamu tanya itu?"

"Hanya tertarik dengan hubungan kalian." Jawab Ichigo sambil mengunyah sesuatu "Meskipun aku tidak suka Karin berpacaran, Aku mendukung hubungan kalian."

"Lalu, pertanyaanmu kemarin untuk apa?" tanya Hitsugaya lagi.

"Itu karena Rangiku-san bilang akhir-akhir ini kamu sering pergi ke dunia manusia. Dan juga Karin bilang akhir-akhir ini dia lebih dekat dengan kamu. Itu firasatku," jawab Ichigo panjang lebar ."Ya sudah, ja!" Ichigo mematikan panggilannya sebelum Hitsugaya mengomel lebih panjang.

Hitsugaya menaruh Handphonenya di saku celananya dan membisikkan sesuatu seperti... Kutukan?

"Ichi-nii bilang apa?" tanya Karin.

"Dia hanya menanyakan tentang hubunganku denganmu," jawab Hitsugaya.

"Untuk apa Ichi-nii menanyakan itu?" tanya Karin lagi.

"Itu karena aku su—" Hitsugaya menghentikan ucapannya setelah sadar apa yang dia bicarakan. 'Bodoh kau Hitsugaya Toushiro!' Hitsugaya mengutuk dirinya dan memukulkan kepalanya ke tiang jalanan.

"Aku su?" Karin mengulang ucapan Hitsugaya untuk mendengarkan lanjutan kalimat Hitsugaya yang terputus.

"Yo, Karin!"

Karin menoleh ke belakang dan tersenyum "Konnichi wa, Tatsuki-nee," ucap Karin.

"Konnichi wa. Sudah lama tidak bertemu ternyata kamu banyak berubah juga." Tatsuki menepuk kepala Karin dan mengacak-ngacak rambut Karin "Kamu sudah tinggi. Berapa umurmu?" tanya Tatsuki dan menghentikan gerakan tangannya.

"Empat belas," jawab Karin singkat sambil tersenyum.

"Padahal terakhir kali kita bertemu kamu masih kecil. Dulu rambutmu juga tidak sepanjang ini," Tatsuki melepas tangannya dari kepala Karin. "Dia temanmu?" tanya Tatsuki sambil menunjuk Hitsugaya.

"Ya. Bukankah kalian pernah satu sekolah?" tanya Karin. "Ichi-nii pernah cerita kalau Toushirou sekelas dengan Ichi-nii."

"Ah, aku ingat. Kalau tidak salah namanya Hitsugaya Tou, Tou."

" Hitsugaya Toushiro," ucap Hitsugaya dengan kesal karena Tatsuki tidak ingat namanya. Karin saja langsung ingat saat mereka perama kali bertemu.

"Itu dia! Toushiro Ya, kan?" Tatsuki menatap Karin dan Hitsugaya dengan bangga. "Hei, kenapa muka kalian terlihat meremehkan? Apa tebakanku salah?"

"Tadi Toushiro menjawabnya lebih dulu," ucap Karin sambil menunjuk Hitsugaya. Masih dengan pandangan meremehkan.

Muka Tatsuki seluruhnya memerah karena malu "Oh ya? Aku tidak dengar. Hahaha," Tatsuki tertawa dengan keras yang di buat-buat untuk menutupi rasa malunya. "Aku pergi dulu ya! Sampai nanti Karin, Toushiro!" Tatsuki berlari meninggalkan kedua remaja yang masih terdiam di tempatnya.

"Dia aneh," ucap Hitsugaya sambil melihat Tatsuki yang mulai menjauh.

"Memang. Tapi, bila bersama Ichi-nii, Tatsuki-nee seperti kucing dan Ichi-nii tikusnya," ucap Karin dan kembali berjalan "Padahal sebenarnya Tatsuki-nee menyukai Ichi-nii," sambung Karin dan tertawa kecil.

"Dia menceritakannya padamu?" tanya Hitsugaya dan berjalan mengikuti Karin.

Karin menatap Hitsugaya sejenak. "Tidak. Aku mengetahuinya dari cara Tatsuki-nee memandang Ichi-nii," ucap Karin. "Itu menurut instingku."

"Kakak maupun adik instingnya sangat tajam. Menakutkan," ucap Hitsugaya dengan suara yang pelan.

"Toushiro." Karin menatap Hitsugaya dengan pandangan menyeramkan. "Aku tidak lupa tentang pertanyaanku."

Hitsugaya menelan ludahnya dengan perlahan. Ini pertama kalinya Hitsugaya takut kepada seorang manusia. Bukankah itu akan menghancurkan image yang selama ini dia tunjukan?

Karin berpikir sejenak dan kembali menatap Hitsugaya dengan tatapan horror. "Aku tau," ucap Karin. Hitsugaya kembali menelan ludahnya. "Pasti Ichi-nii menanyakan hubungan kita tentang sepak bola, kan? Ichi-nii menanyakan itu karena kamu tau cara mengalahkanku, kan?" tebak Karin sambil menaruh kedua tangannya di pinggangnya.

"Eh? Cara untuk mengalahkanmu?" Hitsugaya menaikkan sebelah alisnya dan menatap Karin dengan bingung karena tebakkan Karin sangatlah salah.

"Tebakanku salah?" tanya Karin. Karin menatap Hitsugaya yang di banjiri oleh keringat dan melepas tangannya dari pinggangnya.

"I—itu benar! Ha ha ha," jawab Hitsugaya berbohong sambil mengaruk-garuk belakang kepalanya.

"Tapi tidak semudah itu kamu mengalahkanku, Hitsugaya Toushiro!" Karin berjalan mendahului Hitsugaya dengan aura hitam di seluruh tubuhnya.

"Dia mengira 'aku su' menjadi 'aku sudah tau' untung saja dia tidak terlaru pintar," ucap Hitsugaya sambil mengelus-elus dadanya dan berjalan pulang.

"Dasar kontet! Berani-beraninya dia meremehkan kemampuanku!" teriak Karin dengan sebal "Lihat saja, akan aku tendang pantatnya!" sambung Karin dengan semangat.

Muka Karin yang sangat bersemangat untuk melawan Hitsugaya berubah menjadi kusut. "Aku masih penasaran dengan pembicaraan Toushiro dan Ichi-nii kemarin," ucap Karin "Siapa perempuan yang mereka bicarakan ya?" tanya Karin pada dirinya sendiri.

Karin berhenti berjalan dan berpikir ."Tunggu dulu, untuk apa aku ingin tau identitas perempuan itu? Cemburu? Tidak mungkin! Aku tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap Toushiro." Karin menatap ke dua kakinya yang mulai berjalan kembali."Ah, sudahlah! Pusing!" Karin berlari dengan cepat hingga angin memainkan setiap helai rambut hitamnya.

To Be Continued

Aku mau ngucapin terima kasih tentunya kepada Yumi-nee atau Spiral- nee yang selalu membantu. Dan juga terima kasih buat semua yang bersedia mereview fic ini. sekarang waktunya membalas review

arisucci: Terima kasih reviewnya. Chap pertama udah di edit ^^.

Yoshizo Kurochi: Tentu saa! Siapa lagi yang namanya Kurochi? Typo udah beres berkat bantuan Yumi-nee. Review lagi ya!

Koizumi nanaho: Agak OOC kalo Hitsugaya takut dibunuh Ichigo. Tapi biarlah. Ah, itu Typo. Review lagi ya!

fuyu-yuki-shiro: Terima kasih review-nya. Review lagi ya!

spiralcandy: Hei, Nee-chan! Bakal betah! Konflik? Menurutku konflikku ga bagus. Aku juga maniak hape! Di eps 316 lagi puasa hape mungkin? Pembukaannya manis? Masa? Sebenarnya aku juga kasian ke Hitsugaya kalo di pukulin terus. Tapi mau gimana lagi, Karin kan emang kasar. Ah, kalo Hollow-chan cuti untuk sementara dan juga karena aku ga bisa bikin adegan pertarungan. Bagian itu lucu? Menurutku juga begitu! hehe. Ya, pastihasil UABN memuaskan! Ichigo cium Hitsugaya? Tidak boleh! Ah, kalo itu aku lagi nangis. Hehe. Review lagi ya!

Eka Kuchiki: Ya, bakal betah deh! HitsuKarin di sini memang sepi. Rasanya pingin nangis keras keras. Tulisanku bagus? Senangnya. Haha akhirnya sudah bebas dari UASBN rasanya lega. Di tunggu review-nya lagi.

AimSoSutrezo: Makasih. Padahal menurutku fic ini biasa biasa aja. Ichigo memang aneh manggil Hitsugaya cuma buat itu. Review lagi ya ^^

Yachiru Kuroi: Sama sama. Semua pertanyaan udah ke jawab kan? Ditunggu review-nya lagi

yowarul: Terima kasih review-nya. Ditunggu review-nya lagi.

Setelah baca, jangan lupa review, ya!

15-05-2011