Yak, haloha minna-san! Maaf telat lagi update-nya, maklum, saya orang sibuk 8D /diganyang

Dan…mulai di chapter berikutnya saya bakal nge-reply reviews-reviews-nya reviewer sekalian~ /ribetamat

Atas rikuesnya Chyrvino-san, saya nge-update 8D /plak

Oh ya, sekalian ngebalas review~

Saya sendiri lupa : wueheheh makasih komennya :D OOH! NENEK ANDA SUKA CINTA FITRI JUGA? NOBAR YUK~ /plak

Maaf kalo chapter ini tergolong sedikit, humornya hambar dan…yah, saya masih terkena WB dan gatal sana-sini akibat nyamuk…oke, stop sebelum saya curcol banyak lagi. Eniwei, tu de stori~


Disclaimer : Kanji my lop dan semua chara punya ATLUS, kalo ane yang punya Kanji, ane udah buat game 'Kanji Lawang Adventure'

Warning:

1. Duduklah dengan tenang di kursi anda seraya menikmati fanfic ini

2. Maaf bila ada salah kata, OOC, AU, crackfic dan gaje.

3. Jangan kaget dengan apa yang akan terjadi di season 2 kali ini.

4. Bila anda belum terlalu mengerti, klik panah kembali dan cari Season 1 dari cerita ini


[Everyday's Great at Your Tailor]

Kembali lagi di Velvet Tailor juga di hari yang sepi ini. Bedanya, hari ini yang ada di sana dan sedang pengacara alias pengangguran banyak acara hanya sedikit. Tersebutlah Naoto Shirogane—guest kita kemarin sore, Chidori Yoshino—guest yang paling jarang muncul, dan Fuuka Yamagishi—si otak komputer yang masakannya seperti neraka—ada di lounge. Masing-masing mereka meminum Earl Grey Tea, yep, murni memetik sendiri dari perkebunan teh—err, Igor tidak pernah bilang dia punya perusahaan Teh Igorwangi kan?

Kanji, agak risih disana, mengingat semua cewek disana adalah cewek serius yang tidak bisa diajak bercanda, jadi dia hanya bisa membisu seraya makan quaker oats buatan Margaret sambil asyik memboroskan layanan Wi-Fi Velvet Tailor yang belom dibayar dua tahun untuk main Game FPS Point Blank. Marga dan Eliz tampak sedang membantu order jahitan yang jumlahnya makin tidak masuk akal.

"Hei, bagaimana menurutmu, Kanji-kun?" suara Naoto mengejutkannya.

"Apanya yang gimana?" Kanji menutup laptopnya yang bermerek 'Asli Cepat Rusak' itu.

"Soal maling BH," Fuuka agak malu-malu menyebutkannya. "Bukankah jumlahnya sudah sangat abnormal?"

"Hm? Emangnya udah berapa?"

Chidori angkat bicara. "Semenjak seminggu lalu, jumlah signifikan bertambah sampai 6000 buah perharinya…"

Kanji sampai jawsdrop, orang sesakti apa yang bisa nyolong BH segitu banyak? Dan berapa banyak BH yang diimpor ke Inaba sampai bahkan stoknya unlimited kayak paket internet.

"Kenapa ya…BH banyak gitu diperluin?" Naoto garuk-garuk kepala. "Masa iya dipake gitu? Sedih amat nggak punya BH sampe nyolong segitu banyak,"

"Mungkin yang nyolong mesum? Buat koleksi aja gitu?" kata Kanji. "Kan ada orang ngoleksi perangko…nah, dia ngoleksi BH…"

Entah kenapa kata-kata Kanji tadi mendapat tatapan sinis dari ketiga cewek lain—dari tatapan mereka terbaca : wow-kanji-kun-kata-katamu-bagus-apa-ternyata-kaulah-pelakunya. Cowok berambut putih (?) itupun tutup mulut.

"Pelakunya pasti cowok!" ucap Chidori, tiba-tiba penuh percaya diri. "Karena…yah, sesuai kata-kata Kanji-sama,"

"BUKAN AKU LHO YA! EIKEH KAN HOMO—EH, MAKSUDNYA, GUA STRAIGHT!" pekik Kanji yang merasa dirinya akan dilirik 3 pasang mata geram itu.

"Oh… oke," Fuuka percaya setengah hati. "Menurut bulletin board forum Velvet Tailor juga banyak yang kehilangan BH, dan maka dari itu pesanan jahitan akhir-akhir ini BH semua dan…Junpei-kun dan Yosuke-kun tampak harus menghabiskan berkotak-kotak tisu ketika mereka membuat motif renda yang err…seksi?"

"Kalau tidak salah yang memesan motif itu seseorang bernama Hisano Kuroda," sambar Naoto. "Ada juga seseorang bernama Chihiro Fushimi yang memesan motif panda mini,"

"…Bisa kita hentikan obrolan tengah malam ini? Lama-lama nanti aye mimisan," kata Kanji. "Kite masih bisa mikirin hal ini nanti lagi kan? Ayo represing dikit,"

Semua pun mendadak hening.

"Kalo gitu, sebagai pengalih topik, gua ada novel bagus nih." Kanji membuka buku guest. "Judulnya, Igor White dan 7 Kurcaci Mara…"

Tiga cewek yang ada disana hendak meninggalkan tempat mereka duduk.

"Oh, bukan, bukan! Ini dia… 'The Biography of Igor',"

Tiga cewek yang ada disana agak jawsdrop, tetapi mereka mencoba mendengarkan cerita Kanji.

Pada zaman dahulu kala, hiduplah Igor, seorang lajang pengusaha batagor terlaris di dunia. Ia mempunyai multi-personal skill, ia juga adalah seorang peramal yang bisa dihubungi dengan mengetik PRIMBON spasi NAMA kirim ke 741. Tapi siapa sangka, dia ternyata adalah seorang duda tua! Dia bukan perjaka tua ataupun tua-tua keladi seperti yang kita semua pikirkan!

Kenapa? Karena ia mempunyai 3 orang anak hasil selingkuhan ibu yang berbeda tetapi bapaknya dia doang, wah hint poligami ini nih.

Istri pertamanya adalah langganan batagor dia entah berapa dekade yang lalu, yang bekerja sebagai tukang jamu gendong. Sayangnya setelah ia melahirkan anak hasil 'ehem'-nya dan Igor, ia meninggal tragis akibat terseret mobil. Karena itu, nama anak mereka adalah Margaret.

Istri kedua, adalah seorang pela—oh, maksud saya 'host', yang tinggal di tempat mangkalnya, Taman Lawang Residence yang dikabarkan developernya satu grup dengan Agung Sedayu Group. Dan turut disayangkan lagi, setelah membrojolkan (?) anak, ia meninggal disabet hansip karena belom bayar utangnya Igor. Igor pun menamain anak keduanya itu Elizabeth.

Istri terakhirnya adalah…seorang pramugari di maskapai Burung Inabanesia (?). Sayangnya juga, ia meninggal konyol akibat tercekik tali…umm…celana dalam beserta popok salah seorang penumpang yang saat itu masih batita saat sedang mencuci di sebuah penerbangan sehari setelah ia melahirkan. Anak ketiga itu pun dinamai Theodore.

"Kok sedih amat ceritanya…" Chidori menitikkan air mata haru.

"…Iya,"

Tanpa kita sadari Fuuka sudah menghabiskan 2 box tisu, bahkan kita bisa mendengar sayup isak tangis Margaret dan Eliz dibalik layar.

"Harusnya popoknya tak perlu dicuci…daur ulang saja…" Naoto menyembunyikan mata sendu di balik topinya.

"Daur…ulang?" Muncul sebuah bohlam di sebelah kepala Kanji. "AAH! ITU DIA!"

"Hm? Ada apa?" tanya Fuuka seraya mengelap ingusnya.

"BH-BH itu…semuanya didaur ulang!"

"Ehh? Maksudmu…?" Chidori agak telat koneksi.

"Ohh, aku ngerti, Kanji-kun." Naoto tersenyum. "BH terbuat dari kain…dan setahu ane di internet ada yang menemukan menciptakan generator dengan berbahan bakar BH!"

"Yep! Gue pinter kan!" Kanji mesem-mesem gaje.

"Baiklah, generator, ya? Akan kucari infonya di internet," Fuuka kembali membuka laptopnya. "Aku akan beritahu bila aku menemukan sesuatu yang menarik,"

"Kalau begitu, aku akan mencari info sekitar Iwato-dai," Chidori langsung kabur.

Apakah mereka sudah selangkah menuju kebenaran? Atau…ada hal lain yang tersembunyi di balik tirai kasus unik kali ini? Silakan tunggu chapter berikutnya, ya! /plak

~TBC~