Disclaimer : ATLUS, coz Kanji is not mine, and never will be mine and, and he don't want me! BUT I WANT KANJI SO BAD! KENAPA KANJI DI PV ANIME-NYA GA BANYAK MUNCUL SIH ATLOES! #tolongkuburauthor

Warning:

1. Duduklah dengan tenang di kursi anda seraya menikmati fanfic ini

2. Maaf bila ada salah kata, OOC, AU, crackfic dan gaje.

3. Jangan kaget dengan apa yang akan terjadi di season 2 kali ini. Kalo belum baca atau tertarik baca season 1, tekan pilihan kembali dan cari "Madame Kanji Diary"

4. CHAPTER AKHIR INI JAYUS BANGET, TINGGALIN AJA AUTHORNYA!


OKE, GUYS. INI LAST CHAPPIE.

Eliz:EEEEH? KENAPE AUTHIE?

Hah? Kenapa? Gue pengen mengakhiri kegaringan ini, Eliz-chan. Lagipula, ini pas udah mau lebaran. Berarti Madame Kanji Story udah menginjak usia tiga tahun. Tiga kali puasa, tiga kali lebaran.

Eliz: Abang ga pulang-pulang~ EH AUTHIE, KENAPE GUE BAGIAN NYANYI GAJE TERUS SIH?

Eh? Ya...terserah gue kan? Intinya, chapter ini bakalan lebih garing dari biasanya. Siap-siap aja krik krik sampe akhir chapter. Oke, Eliz? Kenapa? Mau ada pengaduan? Keburu chapter terakhir nih. Mau aja dong di apa-apain sama gua (author)

Eliz: *summon Pixie* *Megidolaon*

Eyaak...udah dulu author room-nya, capcus! Btw, minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir batin ya! Terus happy third anniversary buat Madame Kanji Monroe!

x x x

[Last Battle, Kanji vs Mitsuru]

Singkat cerita setelah Souji dikalahkan dengan manly oleh Kanji, pasukan Velvet Tailor yang masih dibawah naungan Kanji kembali ke pos awal mereka demi mengalahkan Mitsuru. Beberapa orang yang tadi ikut Kanji melawan Souji kini tengah mendistribusikan BH curian kembali ke kota Inaba dengan berbagai cara. Seperti Minato yang memutuskan untuk mengembalikan BH ke rumah-rumah dijuluki para ibu sebagai Tukang Antar BH yang BH, BH yang terakhir singkatan dari bishonen hot.

Catatan kaki: Oke, garing.

Kanji hanya ditemani Elizabeth. Setelah perjalanan yang cukup singkat, sampailah Kanji ke Velvet Tailor yang sudah tidak berbentuk lagi.

Jahitan dimana-mana, sofa entah kemana, bahkan buku porno pribadi dan pakaian dalam Kanji ikut berkelakar kemana-mana.

"Master...sepertinya tempat ini sudah 60% diduduki Gouma-Den!" Eliz setengah gentar. Tetapi hidung Kanji tetap megar-megar—maksudnya, masih semangat.

"Akan kukalahkan Mitsuru-san apapun caranya!" Kanji siap dengan Velvet Keyblade-nya. "Kau diluar saja, Eliz! Ini pertarungan antar lelaki!"

"Mitsuru Kirijo-san perempuan lho, master?"

Tanpa ba bi bu lagi, Kanji masuk ke pintu utama, menemukan anggota Velvet Tailor yang tengah menjadi mayat di ruang tengah.

"Margaret-neesan!" Eliz mendekati Margaret duluan, Yukari, Fuuka, Yukiko, Aigis dan Chidori dikacangin.

"Dek, sebelum kakak ke surga...ugh...kakak...kakak mau ngerasain naik mainan koin..."

"Kak, jangan pergi kak! Cicilan utang Igor-sama masih belom kita bayar semua!"

Oke, biarin aja kakak-adik yang nangis bombay itu, Kanji menghampiri mayat-mayat lain—belum jadi mayat sih, tapi keadaannya sudah mengenaskan alias gosong. Tampak ada surat wasiat dari Fuuka yang bertuliskan aku mau jadi gadis sampul majalah Playboy sebelum mati atau tulisan Aigis ya tuhan, berikan aku hidup satu kali lagi untuk merebut Minato dari Nyx. Sementara, Yukiko udah kabur mau nonton drama yaoi berjudul Dream in Taman Lawang.

Kok gosong ya? Aneh, apa BH-nya Margaret meledak? Tenang, itu hanya spekulasi.

"Apa yang terjadi?" Kanji (sok) menginterogasi rekan-rekannya.

"Mi-Mi-Mitsuru-senpai...di-dia...pakai senjata...rahasia!" Yukari untung masih bisa ngomong, gagap dikit sih. "I-I-Itu katanya sen-senjata favoritnya I-Igor bu-bu-buat ngegodain cewek—"

"Kok kalian malah gosong?"

"Ja, ja, jadi ka-kalo alatnya bu-bukan Igor yang pake katanya meledak..."

"Terus Mitsuru-san kemana? Gosong juga?"

"N-Ng-Nggak, dia dirasukin roh Igor—"

Kanji pun tidak bisa mengatakan apapun kecuali bermimik OMG. Sementara kakak-adik yang tadi drama sabun mulai ngelantur ngomongin film Pocong Mandi Goyang Pinggul.

"Kok bisa dirasukin roh Igor sih?"

"Nanya mulu lo! GUA CAPEK TAU!" Yukari teriak. "Kanji, gue titip Junpei ya kalo gue isdet, kasian, dia ga ada yang masakin ketupat..."

"...Baiklah." ucap Kanji, mirip adegan film action. Sang pemimpin pun membalikkan badan, melihat ada tembok bolong yang entah kapan dibolongin, dia pun masuk ke sana.

Benar saja, final boss sudah ada disana. Kirijo Mitsuru—tidak, lebih tepatnya Igor. Mitsuru berpakaian spiked bra, pasti kerjaan si kakek yang udah tua gak tobat terus mesum itu! Siapa lagi? Mau nyalahin authornya? Boleh aja sih!

"Akhirnya kita ketemu lagi, Igor!" seru Kanji. "Eike gak nyangka ente ternyata dalang dibalik semua BH ini!"

"Hmph, bisa apa ente, homo pasar! Lo ga bakal bisa ngalahin gue, master dari segala master bulu ketek—ehem, maksud eike, master Velvet Room yang asli, si bapak dari semua Persona, Igor!"

"Apa dendam lu di dunia, hah? Gue pikir lo yang kakek-kakek udah tenang di dunia sana!" Kanji menunjuk Igor dengan Keyblade-nya. "Lagi juga, siapa homo pasar? Eike normal! Eike cuma jadi maskot Taman Lawang aja!"

Pengakuan Kanji dibalas cekikikan Igor. Kini Igor turun dari kursi (oke, sejak kapan dia duduk?) dan menantang Kanji dengan Elegant Fleuret-nya Mitsuru yang entah kenapa aura-nya berbeda. Kayaknya itu senjata rahasia Igor, pikir Kanji. Oh tumben Kanji mikir juga.

"Keyblade, semua senjata itu yang ciptain gue! Makanya lo gausah sok-sok bisa menang deh!"

"NGAJAK RIBUT LO YA!" Kanji mengacungkan keyblade. "AKAN GUA KIRIM LO BALIK KE ALAM HOMONIAH—EH SALAH, KUBURAN!"

[BGM Battle: Hati Yang Luka – Betaria Sonata—EH SALAH.—Sky's The Limit – Persona 4 Anime opening.]

Igor mulai duluan, dengan elegannya (maklum, Mitsuru outside, Igor inside), Igor men-summon Persona, Narcissus!

"SERANGAN MAWAR TAPAK BUMI!"

DUARRR

Di sekitar Kanji tertinggal ceplakan berbentuk mawar dengan diameter satu meter.

"Dahsyat sekali! Serangan apa itu!" Kanji melihat Igor yang kini melayang di udara, atap Velvet Tailor udah dijebolin dengan serangan barusan. Sang Velvet Tailor master itu pun matanya berkaca-kaca, terpesona—

"MASTERR JANGAN KAMBUH HOMO-NYA DULU DEH!" Eliz tereak.

Igor ternyata menyerang tanpa ampun, ia melayangkan satu serangan pamungkas lain.

"RASAKAN INI, CIUMAN MAUT: IGOR BUTTERFLY KISS!"

"EBUSET SERANGAN MAUT!" Yukari mulai tambah OOC, orang gosong aja masih bisa teriak.

"TIDAAAAK, KANJI-SAMAAAAA!" Margaret mulai histeris.

DUARR! Ledakan serangan tersebut berwarna pink, mengalahkan mercon, nuklir, bom atom maupun kentut Junpei sekalipun.

Apa Kanji mati? Oh tidak! Jangan sampai! Jangan sampai Kanji mati! Walaupun Cinta Fitri udah tamat, tapi Anugrah belom! Jangan mati dulu Kanji-ku sayang!

—Maaf, kesalahan teknis. Barusan itu isi hati author.

"Neesan, bagaimana kalo Kanji-sama kalah..." Eliz mulai nangis bombay lagi. "Kita ga ada harapan lagi dong buat bayar utang?"

"Iya...aku gak mau ibu tiri lagi kalo Igor balik..." Margaret matanya berkaca-kaca.

Yukari disana hanya bisa bermuka iba, dia jaim nggak mau ikutan nangis bombay kayak Elizabeth juga, bisa-bisa reputasi turun.

Ternyata—Kanji masih berdiri dengan gagah perkasa nan kasepnya setelah ledakan pink itu menghilang!

Catatan kaki: author tinggal di region sunda. Kasep artinya cari aja di internet, oke?

"Apa—Kenapa bisa!" Igor bermimik seperti karakter antagonis.

"Jangan remehin gue, gue masih punya satu senjata terakhir—senjata yang lo buat!"

"APAAAAH! MASIH ADA SENJATA LAGI?" semua di studio terbelalak.

"LIHAT BAIK-BAIK SEMUANYA!" Kanji mulai berpose dengan peace di tangan kanan dan keyblade ditancepin ke tanah ala Sora di Kingdom Hearts. "TRANSFORM, MADAME KANJI VERSION EX!"

Sinar menyelubungi Kanji, dan—

Kanji kini siap dengan Keyblade raksasa, sayap raksasa juga pakaian Marliyn Monroe. Tau nggak, di Amerika (apa Eropa gitu) kan ada patung Marilyn Monroe gede yang roknya kibar-kibar? Ya, kurang lebih kayak gitu deh.

Catatan kaki: Jangan tanya warna CD/sempak/kancut/celana dalam/apalah bahasa yang reader pakai Kanji apa ya.

"KUKIRIM KAU KE NERAKA, IGOR-CHAN!" Kanji melayangkan keybladenya ke udara... "MADAME KANJI FINAL STRIKE: MONROE GODDESS SHOOT!"

"TIDAAAAK—"

DUAR

Catatan kaki: Oke, ingat, ini cuma fiksi. Jadi maklum aja kalau satu serangan bisa bikin orang ko'id.

"Bilang aja authornya udah miskin ide..." Yukiko yang menikmati drama yaoi berucap.


Sementara itu, semuanya menjadi putih. Di sebuah dimensi penuh putih itu berdirilah Igor dan Kanji. Keduanya seperti bicara sesuatu.

"Nak, ternyata sudah saatnya papa pulang ke alam sana..."

"..." Kanji, nggak nangis, cuma mau muntah dengar kata papa.

"Nak, papa punya pesan sama kamu." Igor mengusap-usap hidungnya, ingusan. "Jangan pernah selingkuh, nanti kamu kesel di akhirnya kayak papa..."

"...Iya pih."

"Lalu nak, papa masih ada final wish nih..."

"Apaan pih?"

"Papa mau kamu ketemu sama selingkuhan papa, bilangin papa udah nggak ada."

"Siapa pih?"

"Morooka Kinshiro, alamatnya di Jalan Mawar Busuk nomor 666—"

"Iya pih, gue ngerti."

"Terus, maaf ya. Arwah papa ga tenang, kemaren papa tiba-tiba ngidam pengen BH perawan."

"...Oh, gapapa pih."

"Papah bakal pergi nih, jadi malaikat di surga. Kamu jangan kangen ya."

"Iya pih." Suara hati Kanji berkata ngapain gua kangen sama lo dasar maling BH udah tua masih mesum aja, udah gitu nyolong badan cewek buat berantem pula.

"Until then, farewell..."

.

Igor menghilang bagaikan embun, perlahan cahayanya menghilang dan kembali ke langit. Elizabeth, Margaret, Yukari dan Kanji melihat ke langit yang mulai mendung dengan tatapan netral. Mitsuru yang daritadi udah perlu CPR dikacangin.

"Igor sudah pergi dengan tenang, ya."

"Iya."

"Ayo kita beres-beres Velvet Tailor."

Dengan itu, satu lagi bahaya dunia telah terselesaikan oleh Velvet Tailor. Butuh sedikit waktu sampai Velvet Tailor selesai di perbaiki dan TBB (Tunjangan BH Baru) para warga Inaba selesai dibagikan...

And thus, the tale ended.

x x x

Iya, udah kelar segini aja. Terima kasih pada para review-er, para pembaca dari awal sampai akhir, para penggemar Kanji dan juga para penyuka Madame Kanji! Saya tidak tahu harus menyuguhkan apa untuk para pembaca, saya tutup sampai disini ya!

Sampai jumpa di petualangan Kanji berikutnya, kalau saya punya ide!


OMAKE.

Sementara itu, kita melihat Dojima Ryotaro tengah menonton TV di kantor polisi dengan santainya sambil minum kopi.

"SAUDARA-SAUDARA, BERIKUT KITA KABARKAN PERKEMBANGAN HUJAN BH YANG TENGAH MELANDA INABA YANG SUDAH BERANGSUR SATU JAM. BH MASIH BERANGSUR PADAT MERAYAP, DAN SEMUA WARGA DENGAN GEGAP GEMPITA BEREBUTAN BH. UPS, SAYA JUGA MUSTI IKUTAN! SEKIAN LAPORANG SAYA, NAMATAME TARO DARI LAPANGAN. SALAM, INABATV!"

Mendengar itu, Dojima langsung mencari wadah.

Catatan kaki: oke, jayus orz. Akhir kata, reviews?