What Should I Do?

Genre : Romance/Drama

Pairing : Naruto x Gaara / Shika x Kiba / And Many More

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Warnings : OOC, Shonen – ai, Yaoi, Tulisan Gaje, Hasil Amatiran, A lot of typo(s), Bad Words, Don't Like Don't Read!

Hanya membutuhkan flame yang membangun.

Summary : Gaara telah menyatakan perasaan nya kepada Naruto. Tetapi Naruto bingung ingin menjawab apa. Di satu sisi dia senang karena orang yang disayangi nya memiliki perasaan yang sama dengannya. Tapi di sisi yang lain jika ia menolak Gaara ia hanya membohongi dirinya sendiri. Lalu apa yang akan dilakukan Naruto?

Note : Thanks a lot buat yang udah nge review chap sebelumnya. Tapi Kirio mau nanya fic ini masih pantas untuk di teruskan atau tidak? Jika tidak fic ini akan dipercepat. I need your vote readers :)

Chapter 2

KRIIIINNNGGGG! KRIIIIIINNNGGG!

Bel pertanda istirahat usai telah berbunyi. Seluruh murid yang tadinya berhamburan di halaman sekolah bergegas masuk ke kelas masing-masing.

"Anou Gaara senpai…" Panggil Naruto.

"Ada apa Naruto?" Jawab Gaara sambil menatap Naruto.

"Begini, seminggu lagi kan kita akan menghadapi UTS. Bagaimana kalau kita belajar bersama? Aku tau walaupun kau sudah kelas 11 tapi mungkin kau dapat mengajari ku yang masih kelas 10 ini." Jelas Naruto panjang lebar.

'ini kesempatan ku untuk mendekatkan diri dengan Naruto.' Tapi bukannya menjawab Gaara diam seperti patung pancoran (Author di sirem pasir).

"senpai? Tidak bisa ya? Yasudah tak apa lah." Ucap Naruto putus asa.

"Tunggu Naruto…" Tanpa sadar Gaara menahan Naruto dengan memegang tangannya.

"Baiklah mungkin itu ide yang bagus." Seru Gaara sambil tersenyum pada Naruto. Biasanya Gaara tuh susah banget buat senyum, tapi demi Naruto apa sih yang ngga.

"Terima kasih ya senpai aku jadi tidak enak nih hehe" Jawab Naruto sambil memamerkan cengiran khas Namikaze.

"Kalau begitu bagaimana kalau kita belajarnya di rumah ku saja? Kebetulan Kankurou Nii dan Temari Nee sedang ada rapat di Suna jadinya aku sendiri deh dirumah. Bagaimana?" Tanya Gaara pada Naruto.

"Hmm… Oke deh tapi nanti aku izin sama Kaasan dulu ya" Jawab Naruto bersemangat.

"I'll pick you up at 5 PM. How?" Tanya Gaara.

"Sip deh senpai. See you at 5 PM." Seru Naruto

Setelah Gaara menuju kelasnya dan Naruto memasuki kelas, tiba - tiba saja muncul Kiba dengan muka horror nya yang sangaaaattttt mencekam (Author digigit Kiba).

"Kiba kau kenapa?" Tanya Naruto sambil mengerutkan dahinya.

"Ejiiiiieeeeeeee orang mau UTS dia malah kencan dengan Gaara senpai." Ledek Kiba.

"Apaan sih Kiba? Aku hanya belajar bersama itu saja kok tidak lebih." Seru Naruto sambil mengembungkan pipinya.

"Belajar apa belajar? Wakakakakak" Tawa anak-anak mulai pecah ketika mendengar perkataan Kiba.

"Terserah ah capek ngomong sama kamu." Ketus Naruto sambil menyembunyikan pipinya yang memerah dengan buku.

Lalu tiba-tiba saja muncul seseorang dengan rambut ala raven style mendekati siapa lagi kalau bukan Uchiha Sasuke dan berkata…

"Dasar dobe mau saja belajar bersama orang aneh seperti Gaara itu" Ketus Sasuke dengan angkuh nya.

"Kau tidak sepantasnya menilai Gaara senpai seperti itu! Memangnya kau siapa? Berbicara dengannya saja tidak pernah. Lagian itu urusanku dong mau belajar dengan siapa!" Seru Naruto kepada Sasuke.

"What ever dobe I just tell you about the fact." Ucap Sasuke dingin. Kemudian Sasuke meninggalkan Naruto dan menuju tempat duduknya.

'kau tidak akan mengerti Naruto apa yang aku rasakan. Ya cemburu mungkin itu yang ku rasakan.' Gumam Sasuke dalam hati.

Bebeapa saat kemudian sang guru kimia Orochimaru sensei memasuki kelas. Seluruh murid dikelas langsung duduk di tempatnya masing-masing. Dan pelajaran pun dimulai. Dari pada kita nungguin mereka yang pada belajar mendingan di skip pas Naruto sudah sampai rumah. ( Readers : Sweatdrop )

"Tadaima…." Ucap pemuda blonde itu sambil memasuki rumah.

"Okaerinasai…" Jawab seorang wanita dari arah dapur. Siapa lagi kalau bukan Kushina. Setelah ia mendengar suara Kaasan nya dari arah dapur ia segera bergegas ke dapur untuk meminta izin menginap di rumah Gaara.

"Anou... Kaasan boleh tidak aku menginap di rumah Gaara senpai?" Tanya Naruto dengan suara seperti anak kecil yang minta dibelikan permen.

"Untuk apa Naruto? Kau kan sebentar lagi akan menghadapi UTS, lebih baik kau belajar saja dirumah. Nanti jika UTS telah usai kau boleh pergi kesana." Jawab Kushina panjang lebar.

"Ayolah Kaasan aku menginap disana tidak untuk main kok, aku dan Gaara akan belajar bersama." Ucap Naruto.

Kushina terdiam sejenak. 'Yasudahlah aku izinkan saja, lagipula dia sudah cukup besar kan?' Gumam Kushina dalam hati.

"Baiklah Naruto kau ku izinkan. Tetapi dengan satu syarat. Tidak ada angka 6 di rapot mu, dan besok kau harus pulang sebelum jam makan malam. Deal ?" Tanya Kushina dengan sedikit tersenyum.

"Hosh! Itu sih kecil Kaasan. Sudah dulu ya Kaasan aku mau menyiapkan perlengkapan ku dulu." Ucap Naruto sambil berjalan menuju kamarnya.

Akhirnya tiba juga. Ya sekarang jam menunjukkan pukul 5 tepat, tetapi Gaara belum dating. Dan itu membuat sang Namikaze muda sedikit khawatir. Sudah hampir 10 menit Naruto menunggu tetapi Gaara tak kunjung datang. Sekarang Naruto bak puteri raja yang sedang menunggu sang pangeran. Tiba-tiba terdengar suara mesin motor dimatikan dari arah pagar kediaman Namikaze. Ternyata itu adalah Gaara, sang pangeran yang dari tadi Naruto nantikan.

"Gomen Naruto aku terlambat habis tadi di jalan macet sekali." Kata Gaara.

"Ah tak apa senpai, yang penting kan sekarang kau ada di depan ku hehe." Cengir Naruto.

Setelah pembicaraan singkat tadi Naruto dan Gaara langsung meninggalkan kediaman Namikaze dan sekarang mereka menuju kediaman Sabaku. Sebenarnya rumah Naruto dan Gaara tidak terlalu jauh. Tapi entah mengapa Gaara mengambil jalan memutar. Mungkin Gaara ingin lebih lama bersama Naruto, apalagi posisi tangan Naruto tepat melingkar di pinggang Gaara. Dan itu membuat Gaara blushing, untung saja ia memakai helm jadi tidak terlihat oleh sang calon kekasih. Terkadang Gaara juga iseng dengan cara memacu motornya lebih cepat agar Naruto memeluk pinggangnya lebih erat lagi. Dan itu berhasil.

Naruto POV

Duuuhhh Gaara kenapa pakai ngebut sih? Aku kan paling takut kalau ngebut, apalagi pada malam hari seperti ini. Tapi tak apalah aku juga menikmatinya karena aku dengan leluasa dapat memeluk Gaara dari belakang secara tidak langsung. Andai dia tahu perasaan ku terhadapnya. Tapi tidak! Tidak … setahu kan Gaara itu straight, tidak seperti ku yang sedikit err…. Menyimpang.

End Naruto POV

Gaara POV

Naruto…. Naruto kau membuat ku deg deg an saja. Apa lagi ketika kau memeluk ku dari belakang itu rasanya seperti di setrum 1 juta volt ( Readers : Lebay ish lebay ). Sekarang bukan hanya rambut ku yang berwarna merah, tetapi wajah ku kini kau buat jadi merah juga. Aku beharap kau dapat menjadi milikku Naruto.

End Gaara POV

45 menit sudah mereka habiskan waktu di jalan. Dan sekarang tibalah mereka di rumah yang terbilang mewah. Ada taman yang cukup luas mengeilingi rumah itu. Banyak pepohonan yang rindang dan ada gazebo nya juga. Kalau melihat nya sekejap kita merasa sudah tidak di tengah perkotaan. Yaa memang begitulah keluarga Sabaku mempunyai selera yang di atas rata-rata. Meraka pun turun dari motor Gaara dan mulai memasuki rumah nan megah itu.

"Anou… senpai" Ucap Naruto.

"Sudahlah tidak usah pakai senpai panggil saja Gaara." Kata Gaara datar.

"Iya iya swnpai, ehh salah maksudnya Gaara." Seru Naruto asal. Tiba-tiba saja tatapan hangat Gaara berubah menjadi sadis dan dingin. Gaara terus menatap Naruto sambil melangkah maju dan Naruto hanya bias mundur sampai pundaknya bertemu dengan dinding. Gaara semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto. Lalu Gaara berbisik pada naruto yang wajahnya sudah sedikit pucat.

"Jangan sekali lagi kau memanggilku dengan senpai. Mengerti?" Kata Gaara dingin. Naruto tidak menjawab ia hanya mengganguk pelan. Lalu Gaara menjauhkan wajahnya dari wajah Naruto. Tetapi tidak berhanti memandanginya. Tapi pandangan kali ini setidak nya berbeda. Setidaknya bibir Gaara sedikit tersenyum.

"Gomen Naruto aku tidak bermaksud membuat mu takut, tapi sebenarnya aku risih jika dipanggil senpai oleh mu." Jelas Gaara dengan senyuman lembut.

"Huuuuhhhh dasar Gaara aku jadi kaget tau tadi. Aku piker kau akan…"

"Akan apa Naruto?" Tanya Gaara dengan cepat.

"Sudahlah lupakan saja. Ayo Gaara kita ke kamar mu, ada banyak soal yang aku tidak ngerti nih." Rengek Naruto kepada Gaara.

Setelah mereka sampai di kamar Gaara, Naruto pun langsung merebahkan tubuhnya ke kasur yang sangat nyaman itu demikian juga Gaara. Sealah mereka beristirahat sejenak yang ditemani dengan camilan dan minuman ringan belajar nya pun dimulai. Dari pada kita ngeliatin orang belajar sambil bengong kayak patung pancoran mending di skip. Let's cekidot!

Skip Time

"Ohhhh begitu caranya. Kalau itu sih gampang hehe." Seru Naruto sambil menyengir khas Namikaze.

"Kalau begitu Naruto kita sudahi dulu ya." Kata Gaara kepada Naruto.

"Hosh! Arigatou gozaimasu Gaara!" Ucap Naruto tersenyum lebar, yang sangking lebarnya matanya pun tidak terlihat.

"Anou… Gaara aku boleh pinjam kamar mandi tidak? Lengket nih dari tadi." Keluh Naruto.

"Bagaimana kalau kita mandi bersama?aku juga ingin mandi nih." Jawab Gaara polos.

"APA? Mandi bersama? Entahlah Gaara aku tidak biasa." Ucap Naruto menunduk.

"Ayolah Naruto kita kan sama-sama cowo kenapa harus malu?" rayu Gaara. Dan rayuan itu sukses membuat Naruto mengangguk pertanda ia setuju.

Setelah mereka memasuki kamar mandi, mereka melepas pakaian mereka masing-masing. Naruto sangat kaget melihat tubuh Gaara yang seputih susu tidak ada cacat dimanapun. Tanpa Naruto sadari mukanya telah merah seperti tomat yang siap dipanen. Sebenarnya Gaara menyadarinya namun ia hanya berpura-pura saja tidak melihatnya.

Baru saja Gaara ingin berendam air panas Naruto sudah beranjak pergi meninggalkan Gaara. 'hm… anak yang menarik' batin Gaara. Setelah kurang lebih 15 menit kemudian Gaara keluar dari kamar mandi. Kepilan asap keluar dari dalam sana. Gaara hanya melilitkan handuk di pinggang sampai setengah paha. Itu adalah kali pertama Naruto melihat Gaara TOPLES! Gaara terlihat lebih tampan dengan butiran air yang berjatuhan dari rambut dan tubuhnya. Tanpa Naruto sadari ternyata keluar setetes darah dari hidung Naruto.

"Naruto hidung mu berdarah." Kata Gaara panik sambil mengambil tissue lalu membersihkan darah yang keluar dari hidung Naruto.

"Aduuuhh jadi merepotkan nih Gaara hehe. Sini biar aku saja." Ucap Naruto.

"Tidak apa-apa kok Naruto. Oh iya Naruto kau bisa berbalik sebentar?" Pinta Gaara. Naruto tidak menjawab tapi ia langsung berbalik. Gaara melakukan itu supaya Naruto tidak mimisan seperti itu lagi. Setelah beberapa saat Gaara udah memakai piyama nya.

"Nah Naruto kau boleh berbalik." Ucap Gaara.

"Anou… Gaara aku haus, boleh aku meminta air minum?" Tanya Naruto.

"Boleh kok tenang saja. Aku akan kebawah sebentar."

"Aku ikut ya Gaara. Mungkin aku bisa membantu hehe kan tidak enak dari tadi merepotkan mu terus."

"Baiklah jika itu mau mu. Ayo!" Ajak Gaara kepada Naruto. Mereka pun meninggalkan kamar Gaara dan berjalan menuju dapur. Sepanjang lorong menuju dapur mereka diam seribu bahasa seperti orang yang tidak kenal satu sama lain. Gaara mengambil sekotak susu bubuk dan menyeduhnya dengan air panas. Setelah mereka menghabiskan susu nya mereka kembali ke kamar.

"Naruto…." Panggil Gaara. Dan Naruto pun langsung menghadapkan wajahnya ke Gaara.

"Apa?"

"Aku ingin membicarakan sesuatu kepada mu." Kata Gaara dengan serius.

"Ceritakan saja lah Gaara gak usah sok serius gitu." Ucap Naruto santai.

"Sebenarnya aku…. Aku menyukai mu Naruto." Kata Gaara dengan gugup. Mata Naruto terbelalak mendengar pernyataan Gaara tadi. Sekarang Gaara merasa lega karena dapat membobol rasa takut nya, tapi di satu sisi ia merasa gugup mendengar jawaban dari Naruto.

"So Naruto… would you like to be my boy?" Tanya Gaara mantap. Tangan Gaara memegang tangan Naruto, dan mata Gaara memandang Naruto lurus. Naruto diam sesaat. Sebenarnya dia sangat senang karena orang yang di sukai nya memiliki perasaan yang sama dengan nya, tetapi jika dia menolak Gaara dengan alasan 'aku ini normal' dia akan membohongi dirinya sendiri.

"So Naruto how?" Tanya Gaara sekali lagi.

Naruto tidak menjawab tapi mengangguk pelan dengan senyuman khas Namikaze. Gaara yang mengerti jawaban Naruto itu pun langsung memeluk sang pujaan hati dan mengecup bibir Naruto lembut.

"Jadi Gaara?" Tanya Naruto.

"Kita sudah resmi jadian?" Tanya nya lagi.

Gaara tidak menjawab tapi tersenyum dan Gaara mengecup kening Naruto. Karena sang waktu telah menunjukkan tengah malam mereka pun memutuskan untuk tidur. Tapi entah mengapa sepasang kekasih itu tidak bisa tidur. Dan akhirnya Gaara berbicara.

"Naruto… kau sudah tidur?" Tanya nya pada sang kekasih.

"Aku tidak bisa tidur Gaara. Kau bagaimana?"

"Sama keadaannya dengan mu" Jawab Gaara.

"Naruto mendekatlah" pinta Gaara.

"Kau mau apa Gaara?" Tanya Naruto dengan pipinya yang mulai memerah. Gaara merentangkan tangannya agar NAruto dapat menjadikan lengannya sebagai bantal.

"Sudah lah mendekat saja." Ucap Gaara datar. Akhirnya Naruto mendekat juga dan merebahkan tubuhnya sangat… sangat dekat dengan Gaara. Posisi Naruto yang tadinya memunggungi Gaara berganti menjadi menghadap Gaara. Dan reflek Gaara pun memeluk Naruto hangat.

"Begini lebih baik kan Naruto?" Tanya Gaara dengan lembut sambil mengecup kembali kening Naruto.

"Good night Naruto." Ucap Gaara. Tanpa disadari mereka berdua tidur sampai pagi dengan keadaan berpelukan. Fic ini pun berakhir dengan kata

TBC

Akhirnya kelar juga dan diluar dugaan Kirio kalau fic ini akan selesai sehari sebelum hari yang dijanjikan. Rencana nya chap selanjutnya akan di update paling lama seminggu lagi tergantung dari inspirasi yang masuk jadi doa'in aja ya readers dos'in aja ya readers :D

Tapi Kirio masih mau nanya fic ini masih pantas untuk di publish atau tidak? Kalau jawaban dari para reders 'tidak' Kirio akan mempercepat fic ini. I need your vote readers.

Review please….