What Should I Do?
Genre : Romance/Drama
Pairing : Naruto x Gaara / Shika x Kiba / And Many More
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Warnings : OOC, Shonen – ai, Yaoi, Tulisan Gaje, Hasil Amatiran, A lot of typo(s), Bad Words, Don't Like Don't Read!
Hanya membutuhkan flame yang membangun.
Summary : Sekarang Naruto dan Gaara telah berpacaran. Awalnya hubungan mereka bejalan dengan lancar namun seseorang mulai mengancam Naruto untuk memutuskan hubungannya dengan Gaara. Siapa kah orang itu? Apa yang akan dilakukan Naruto untuk melindungi Gaara?
Note : hello there… ini Kirio update lagi tapi akhir-akhir ini Kirio kurang semangat nulis fic ini karena review makin dikit. Mohon review nya flame juga boleh asal masih ber perikemanusiaan. Dan 1 lagi pairing ShikaKiba ga dikeluarin di chap ini mungkin di chap berikutnya.
HAPPY READING!
RnR
Chapter 3
Terpaan matahari membuat sang Namikaze muda terjaga dari tidurnya. Dia agak sedikit asing dengan ruangan ini. 'oh iya aku kan semalam meninap di rumah Gaara. Tapi kemana ya dia?' batin Naruto. Kemudian pintu kamar mandi terbuka dan keluarlah pemuda berambut merah dengan handuk yang melilit di pinggangnya.
"Ohayou Naruto…" ucap Gaara pada sang kekasih
"Ohayou Gaara…." jawab Naruto sambil memberikan cengiran khasnya itu.
"Mandilah Naruto, setelah itu kau akan ku antar pulang." Kata Gaara pada Naruto.
Naruto melepas pakaian yang melekat di kulit tan nya, lalu dia berendam air hangat sejenak. Tiba-tiba ia teringat kejadian semalam dan tanpa disadari pipinya memerah. 'apa yang aku pikirkan?'. Setelah beberapa saat Naruto keluar dari tempat tersebut dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Setelah ia memakai pakaian Naruto segera menuruni tangga untuk bertemu Gaara, dan Naruto melihat Gaara sedang memasak sesuatu di dapur.
"Gaara…" ucap Naruto. Gaara yang tadi sedang memasak langsung menengok ke sumber suara.
"Oh hai Naru, kau suka ramen kan?" Tanya Gaara.
"Tentu saja Gaara" jawab Naruto bersemangat.
"Ini makan lah Naruto kau pasti lapar" ucap Gaara sambil memberikan semangkuk ramen.
"Waaahh kelihatannya enak. Terimakasih ya Gaara. Itidakimasu!" seru Naruto sambil melahap ramen nya.
Setelah Naruto melahap semua isi dari mangkuk itu, Gaara mengantarkan Naruto pulang. Sebenarnya Gaara mau mengajak Naruto ke taman ria, tapi Naruto menolak dengan alasan masih harus belajar lagi untuk UTS senin besok. Setelah beberapa saat tibalah mereka di kediaman Namikaze.
"Gaara terimakasih ya sudah mau mengajariku." Ucap Naruto.
"Sama-sama Naruto. Ganbatte ya Naruto. Aku yakin nilai mu bisa bagus asalkan kau belajar dengan giat."
"hm… Gaara mendekatlah." Ucap Naruto pelan. Gaara pun mendekat dan…. Kecupan lembut mendarat di pipi Gaara.
"Hati-hati ya Gaara." seru Naruto sambil melambaikan tangan.
'kau memang anak yang sulit ditebak Naruto' batin Gaara.
Skip Time
Senin itu Konoha Senior High School mengadakan UTS. Berbagai raut wajah mulai nampak. Sebagian siswa merasa tegang, ada juga yang cuek, bahkan ada saja yang masih tertawa haha... hihi… padahal kurang dari 15 menit lagi ujian akan dimulai. Tapi sangat sangat sangaaaaatttttt tumben sekali Naruto yang biasanya acuh tak acuh pada UTS dengan serius membaca buku pelajaran yang dipegangnya. Itu semua dilakukan karena Naruto tidak mau mengecewakan Gaara yang telah bersusah payah mengajarinya. Apa lagi Gaara menempati tempat special di hati Naruto saat ini.
KRIIIINNGGGG! KRIIIIIINGGGGG!
Bel masuk telah berbunyi semua murid yang tadinya berhamburan di area sekolah segera memasuki ruangan masing-masing. Ketika Naruto tiba di depan ruangannya sebuah tangan memegang pundaknya, reflek Naruto berbalik badan.
"Ganbatte ya Naruto." Ucap Gaara pada Naruto.
Naruto tidak menjawab melainkan mengangguk mantap yang seakan berkata 'serahkan saja padaku'. Gaara pun dibuat tersenyum oleh tingkah laku pacarnya itu. Tak berapa lama kemudian ujian dimulai.
UTS akan diadakan selama 5 hari kedepan dari pada nunggin mereka ujian mendiang di skip pas pembagian nilai. Gak percaya? Nih buktinya.
Skip Time
"Gak mungkiiiiinnnnn!" teriak seorang pemuda berambut blonde itu.
"Sudahlah Naruto itu sudah nasib mu mendapat nilai jelek." Ejek Kiba.
"Gak mungkin math: 90 Bio: 87,5 Eng: 95 Kim: 82,5. dan sisanya 80 semua." Ucap Naruto yang masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya.
"WHAT? IMPOSSIBLE!" teriak Sakura dan Ino secara bersamaan.
"Naruto kau pakai pelet apa sih? Kok nilai mu bisa bagus gitu?" Tanya Sakura.
"Envy banget banget banget sama nilai mu Naruto." Seru Ino.
"Ah aku biasa saja kok." Kata Naruto sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal itu.
'Gaara kemana ya? Aku harus berterimakasih kepadanya' batin Naruto.
Naruto mengambil benda mungil berwarna orange dari kantong celananya dan ia menekan beberapa tombol. Ternyata ia menghubungi Gaara.
"Hai Gaara kau dimana?
"Aku ada di taman belakang"
"Tunggu disitu, aku akan segera kesana"
Naruto memutuskan telfon nya dan bergegas menuju taman yang dimaksud Gaara. memang tempat yang sekarang dituju Naruto tempatnya agak tersembunyi dibalik semak-semak. Naruto pun tidak sengaja menemukan tempat ini ketika ia bermain petak umpet dengan Kiba beberapa minggu yang lalu. Alhasil yang mengetahui tempat ini hanya Naruto, Gaara, Kiba, dan beberapa menit ia melihat sesosok pemuda dengan tato kanji 'Ai' di dahinya yang sedang tertidur dibawah pohon sakura itu.
"Gaara?" ucap Naruto sambil membelai rambut halus berwarna merah itu. Sang pemilik rambut itu pun terbangun.
"Ada apa Naruto?" Tanya Gaara.
"Bisa kah kau pejamkan mata mu sebentar?" pinta Naruto kepada Gaara. tanpa menjawab Gaara langsung memejamkan matanya. Dan….. sebuah kecupan lembut mendarat di bibir Gaara. setelah beberapa saat Naruto melepaskan kecupan tersebut. Gaara menatap Naruto.
Emerald bertemu Sapphire.
"Untuk apa Naruto?" Tanya Gaara yang masih bingung.
"Kau kan telah mengajari ku Gaara dan nilai ku bagus semua." Ucap Naruto sambil tersenyum simpul.
"Hanya itu? Itu sih kurang Naruto. Sekarang kau mendekatlah." Kata Gaara kepada pemuda ber iris Sapphire itu. Naruto langsung mendekat, Gaara pun langsung mendekap Naruto dalam pelukan yang hangat. Sementara itu tidak jauh dari tempat mereka bercengkrama seorang pemuda berambut raven memotret kegiatan mereka berdua.
"Lihat saja Gaara kau akan mendapat balasannya, dan kau Naruto akan menjadi milikku." Ucap seseorang dari arah semak-semak.
Sang mentari telah tenggelam di ufuk barat. Dan kini dewi bulan mulai menyinarkan cahayanya. Malam itu Namikaze muda tidak memiliki acara, jadi ia memutuskan untuk membuka account twitter dan email. Ketika ia melihat mention di twitter ada yang mengirimnya DM (Direct Message) dari username tidak dikenal.
BlackRaven : NaruKaze bau busuk mu telah tercium dobe. Lihat email mu.
Naruto pun sudah tau siapa pemilik username tersebut. Siapa lagi orang yang memanggilnya 'dobe' selain Sasuke. Pemuda ber iris biru itu langsung membuka email nya. Mata Naruto terbelalak melihat foto yang ada dalam email tersebut. Ternyata foto itu berisi dirinya dan Gaara yang sedang brciuman tadi siang. Di email itu juga terdapat note yang bertuliskan
Note : Kalau kau tidak mau foto itu tersebar datanglah ke gudang sekolah besok usai sekolah. SENDIRIAN dan jangan beritahu siapapun.
'Apa yang harus aku lakukan?' batin Naruto.
"Apa aku harus mengacuhkan kata 'jangan beritahu siapa pun' ?".
Tiba-tiba benda mungil berwarna orange yang dari tadi bersembunyi di kantong saku Naruto bergetar. Ada nomer yang tidak dikenali nya menghubungi. Tanpa piker lagi Naruto langsung mengangkat panggilan itu.
"Halo ini siapa?" Tanya Naruto.
"Ini aku dobe." Jawab seseorang diseberang sana.
"Tau dari mana nomerku?" Ucap Naruto.
"Mana ya? Maunya?" Seru Sasuke.
"Dasar IBLIS! Apa mau mu?" Ujar Naruto emosi.
"Apa aja boleh." Kata Sasuke dingin.
"ARGGGHHHH!" Geram Naruto.
"Kau suka permainan kan?" Tanya Sasuke tiba-tiba.
"Maksud mu?"
"Datanglah ke gudang sekollah besok usai pulang sekolah dan kau akan mengerti." Jelas Sasuke.
"Tapi…." Belum sempat Naruto menyelesaikan kalimatnya Sasuke memutuskan telfonnya.
"Apa sih maunya si teme itu?" Ujar Naruto kesal sambil menjambak jambak rambut pirangnya itu.
"Haaaaa masa bodoh mending aku tidur saja." Ucap Naruto sembari menarik selimut dan mematikan lampu.
Dewi bulan sudah tidak menampakkan dirinya, dan sang mentari mulai menampakkan dirinya dari timur. Naruto yang biasanya bangun terlambat kini bangun lebih awal, bukan tanpa alasan tapi ia tidak dapat tidur karena memikirkan perkataan sang Uchiha bungsu. Setelah saapan dan berpamitan kepada kaasan dan otousan ia meninggalkan kediaman Namikaze untuk sekolah.
Baru saja ia melangkahkan kakinya perkataan Sasuke berdengung di kepalanya.
'Bagaimana kalau semua orang tahu hubungan kami yang menyimpang ini? Apa yang harus aku lakukan? Tidak. Aku tidak boleh membuat Gaara mengetahui masalah ku ini. Aku terlalu merepotkannya.' Batin Naruto. Tiba-tiba saja sebuah motor sport berwarna merah menghampiri Naruto. Motor itu tidak asing bagi Naruto, begitu pun pemiliknya.
"Naruto ayo naik." Ujar pemuda ber iris emerald itu. Naruto mengangguk pertanda menyetujui ajakan kekasih nya itu. Sepanjang perjalanan ke sekolah Naruto nampak gelisah. Gaara yang menyadari kelakuan pacar nya itu langsung angkat suara.
"Are you ok Naruto?" Tanya Gaara lembut.
"Ofcourse Gaara." jawab Naruto datar. Tidak biasanya Gaara melihat kabut di permata sapphire Naruto. Gaara tidak lagi beranya kepada Naruto. 'mungkin dia sedang ingin sendiri.' Gumam Gaara pelan. Sesampainya disekolah Naruto langsung menuju kelasnya. Baru saja ia duduk sepasang mata onix memandangi nya dengan tatapan yang sangat sangat membuat orang tidak nyaman, tapi Naruto tidak menggubrisnya. Selama pelajaran berlangsung Naruto tidak memperhatikan guru sama sekali. Raga Naruto memang berada di sana tapi jiwa nya melayang entah kemana. Kita skip aja yuk pas mereka pulang.
Skip Time
Setelah Naruto memberikan 1001 alasan untuk menolak ajakan Gaara, akhirnya ia sekarang berjalan menuju gudang yang dimaksud oleh Sasuke. Saat itu sekolah hanya di isi oleh beberapa siswa yang mengikuti ekskul atau siswa yang menambah jam pelajaran. Ketika ia sudah dekat dengan gudang ia melihat pemuda berambut raven yang menunggunya dari tadi.
"Apa yang kau inginkan Sasuke?" Tanya Naruto dingin.
"Kau suka permainan kan?" Ucap Sasuke.
"Che… aku tidak punya waktu untuk IBLIS SEPERTIMU!" Ujar Naruto sambil mengarahkan tinju nya pada Sasuke. Tapi jangan remehkan reflek dari keturunan Uciha. Dalam sekejap Sasuke dengan mudah mengunci tangan Naruto sehingga Naruto tidak berdaya dibuatnya.
"ckckck… rubah kecilku galak sekali." Ucap Sasuke menggoda.
"IBLIS! BAJINGAN! What do you want asshole!" Geram Naruto.
"Simple. I just want you play my game, just it. The game is 13 Games of the dead. How?" Tanya Sasuke dengan seringai khas Uciha.
"So… kau ingin aku mati?" Jawab Naruto.
"Ofcourse not dobe. This game is different. How?" Uchiha bungsu menulang pertanyaan nya.
"Bagaimana jika aku tidak mau?" Ucap Naruto dengan senyum licik.
"Kau sudah tau kan resikonya?" Jawab Sasuke sambil menunjukkan foto 'itu' kepada Naruto.
"Baiklah Sasuke kau menang. Apa game pertama?" Tanya Naruto dengan tidak sabaran. Sasuke melepaskan tangan Naruto dan sekarang mereka memandang tajam dan penuh dengan kebencian.
"Game pertama. Bertengkar dengan Gaara, mudah kan?" Kata Sasuke datar. Sentak mata Naruto terbelalak. Sangat ingin sekali pemuda blonde itu menghajar pemuda raven itu, tapi Naruto tidak dalam kondisi untuk memilih.
"Baiklah akan aku lakukan." Ucap Naruto datar.
"Bagus sekali Naruto."
Lalu fic ini berakhir dengan kata…
TBC
Gomen banget ya readers Kirio telat update ceritanya. Karena akhir-akhir ini banyak banget masalah yang harus diselesain. Apalagi masalah penerimaan siswa baru. Dan yang lebih bikin galau dari hari pertama posisi Kirio kegeser terus dari SMA pilihan Kirio. Jadi mohon maaf ya? Sekarang Kirio gak bisa janji kapan fic ini bisa di update. Jadi doa kan saja Kirio dapat inspirasi terus. That's all reader.
Review please….
