What Should I Do?

Genre : Romance/Drama/Comfort

Pairing : Naruto x Gaara / Sasuke x Naruto / Shika x Kiba / And Many More

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Warnings : OOC, Shonen – ai, Yaoi, Tulisan Gaje, Hasil Amatiran, A lot of typo(s), Bad Words, Don't Like Don't Read!

Hanya membutuhkan flame yang membangun.

Summary : Akhirnya dengan terpaksa Naruto mengikuti pemainan Sasuke. Lantas bagaimana reaksi Gaara ketika prilaku kekasihnya itu berubah? Bagaimana dengan perasaan Naruto? Pemainan apa lagi yang akan dibuat oleh Sasuke?

Note : Fiuuhhh… akhirnya bisa update juga. Gomen ya readers kalo update nya rada telat hehe.. Beneran sumpah dah liburan gak berasa sama sekali , Kirio sekaran gak bisa janji kapan fic ini di update lagi, tapi Kirio usahakan secepatnya. Oh iya kita bales review dari chap sebelumnya dulu yuk.

Sora : Memang disini Kirio buat si Sasuke jadi jahat. Tapi dia berbuat begitu karena…..baca lanjutannya aja yah.

Dame - an : Wahh hebat kok bisa tau? Kirio gak maksud buat jadi plagiat tapi Cuma mau masukin bumbu biar fic ini nambah seru.

Uchy - san : wah ga nyangka Kirio bisa bikin orang deg2 an hehe. Ini fic nya udah di update. Review lagi ya?

HAPPY READING

RnR

Chapter 4

Perkataan sang Uchiha bungsu masih terngiang di kepala Naruto. Ia sangat tidak menyangka yang akan jadi permainannya adalah Gaara, seseorang yang saat ini menempati tempat special di hati Naruto. Sore itu langit di Konoha tidak secerah biasanya. Sang mentari mulai tertutupi oleh gumpalan benda abu-abu dilangit. Tak lama kemudian langit menurunkan butiran beningnya.

Tampak seorang pemuda berambut pirang yang masih terbalut seragam sekolahnya. Dari badge di seragam itu terlihat jelas bahwa ia berasal dari sekolah yang terolong elit. Butiran bening itu terus jatuh seakan akan mengikuti pemuda tesebut kemanapun ia melangkahkan kakinya. Pemuda itu terus menulusuri pertokoan Konoha tanpa memperdulikan seragam dan rambut pirang indahnya menjadi basah. Nampak dari sebuah toko sesosok mata coklat memperhatikan pemuda tersebut. Dengan bermodalkan payung, sosok tersebut menerobos hujan untuk menghampiri pemuda itu.

"Hey Naruto apa yang kau lakukan?" Ujar Kiba sambil mendekati Naruto dan memayunginya.

"Anou…." Belum sempat menyelesaikan kalimatnya tangan tan milik Naruto sudah ditarik oleh Kiba menuju suatu toko yang tidak jauh dari tempat mereka bertemu tadi. Ternyata toko itu adalah toko hewan milik keluarga Inuzuka. Memang keluarga Inuzuka cukup kaya raya, tapi kecintaan mereka terhadap hewan terutama anjing tidak dapat dibendung lagi. Akhirnya dibangun lah toko yang cukup megah ini.

Setelah Kiba meminjamkan kaos, sepasang celana, dan handuk bersih kepada Naruto ia duduk di meja dan menunggu pemuda blonde itu keluar dari kamarnya. Tak berapa lama kemudian munculah Naruto dari dalam sana. Di atas meja Kiba telah menyiapkan secangkir teh untuk menghangatkan tubuh.

"Kiba… terimakasih ya." Ucap Naruto sambil tersenyum tipis.

"Sama-sama Naruto. Tapi apa yang kau lakukan saat hujan seperti ini? Kau kan bisa memanggil taxi dari sekolah." Ujar Kiba panjang lebar.

"…"

"Naruto?"

"…."

"Ada apa sih sebenarnya?" Tanya Kiba dengan nada perhatian.

"Tidak ada apa-apa kok hehe." Jawab Naruto sambil memberikan cengiran khas Namikaze nya.

"Bohong…" Ucap Kiba datar.

"Maaf Kiba bukan maksudku untuk berbohong, tapi…" Ucap Naruto sambil menundukan kepalanya.

"Sulit ya? Yasudah mungkin lain kali kau dapat menceritakannya kepadaku." Jawab Kiba tersenyum simpul.

"Kau tidak marah kan Kiba?" Tanya Naruto.

"Tentu saja tidak, itu kan privacy mu tidak mungkin kan aku memaksa." Jawabnya tegas.

"Terima kasih ya Kiba karena sudah mau mengerti dengan keadaan ku." Ujar Naruto.

"Sama-sama, eh sepertinya hujan sudah mulai reda. Bagaimana kalau kau kuantar saja?" Tanya Kiba. Dan Naruto mengangguk sebagai jawabannya. Dengan segera Kiba menyambar kunci mobil yang ada di atas meja dan sekarang mereka menuju kediaman Namikaze.

Selama di perjalanan mereka tidak mengobrol atau apalah namanya. Mereka nampak tidak mengenal satu sama lainnya. Kiba mengerti bahkan sangat mengerti Naruto dalam keadaan yang sekarang. Bagaimana tidak? Kiba dan Naruto telah berteman sejak mereka masih di play group. 'ya mungkin Naruto membutuhkan waktu untuk berfikir.' Gumam Kiba dalam hati. Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai di kediaman Namikaze.

"Thanks ya Kiba sudah menolongku."

"That's what friends for, right? Aku pulang dulu ya." Ucap kiba sambil melesat dengan mobil sedannya. Naruto memasuki rumahnya dan tidak ada sinyal kehidupan dirumah. Ketika ia melewati dapur, Naruto melihat secarik kertas. 'Sepertinya ini memo.' Gumamnya.

To : Naruto

Maaf ya Naruto kami ada urusan sebentar di Kirigakure, berbisnis dengan keluarga Uchiha. Mungkin paling cepat kami akan pulang dalam 3 hari. Jaga dirimu baik baik. Dan jika kau membutuhkan uang, sudah kami siapkan di laci biasa. Jumlah nya cukup banyak, walaupun begitu tetap ber hemat. Oh iya, kami juga sudah meminta seseorang untung menemani kamu selama kami tidak ada. Jadi bersenang senanglah.

Love

Kaasan & Otousan

"Hello…. Aku ini kan sudah 14 jalan 15 tahun! Masa harus pake penjaga anak segala sih?" Ujar Naruto sambil mengembungkan pipinya. Tiba-tiba….

Tok tok tok tok…..

"Siapa ya? Mungkin orang yang dimaksud Kaasan dan Otousan. Tunggu sebentar…" Ujar Naruto setengah berteriak. Naruto memegang daun pintu dan memutarnya. Perlahan ia melihat pemuda yang seumuran dengannya. Ia sangat sangat mengenali orang itu.

"Kau…." Ucap Naruto dengan mata terbelalak.

"Hai…." Ujar pemuda itu

Belum sempat pemuda itu berbicara lagi dengan segera Naruto menutup pintu itu rapat rapat. 'Gila kali ya? Kaasan dan Otousan membiarkan ku seatap dengan orang brengsek macam dia?' ucapnya dalam hati.

Sementara itu…

"Ini bukannya milik Naruto ya?" Ujar Kiba sambil meraih benda mungil berwarna orange yang tergeletak di atas ranjangnya.

"he he he. Bajak twitter nya ah~" Ucap Kiba sambil tertawa ala setan. Setelah menyalakan hand phone itu ada sms yang masuk, dilihat dari jam tersebut sms itu seharusnya sudah masuk sekitar 3 jam yang lalu.

"Siapa ya? Kubuka saja deh palingan dari Hinata." Ucap Kiba dengan entengnya. Mata Kiba terbelalak melihat sms Sasuke.

From: Uchiha TEME

Dobe bagaimana game pertama? Sudah kau lakukan? Ingat jangan coba-coba untuk melarikan diri atau memberitahukan hal ini kepada orang lain. Kau tahu akibatnya kan?

'game pertama? Apa ini maksudnya? Apa aku harus memberitahukan Gaara? Tapi bagaimana dengan Naruto nanti?'

Sementara itu…

"Pergi kau." Teriak Naruto dari balik pintu.

"Aku disini karena orangtua mu yang meminta ku untuk menemani mu." Ujar Sasuke tegas.

"Bohong! Orangtua ku tidak sebodoh itu." Seru Naruto setengah teriak.

"Terserah mau percaya atau tidak, yang pasti aku akan tetap disini." Balas Sasuke geram. Naruto menjauh dari pintu itu dan sekarang menuju ruang keluarga untuk menonton televisi.

"Diberitahukan kepada seluruh penduduk di daerah Konoha dan sekitarnya untuk menutup pinu dan jendela rapat-rapat. Karena dalam beberapa menit lagi Konoha akan dilanda badai siklus 5 tahunan."

'Apa? Badai? Yang benar saja, disaat seperti ini pula.'

'masa bodo ah lebih baik aku tidur saja.' Gumam Naruto dalam hati. Ketika ia hendak beranjak ke ranjangnya yang empuk dan hangat itu ia memikirkan Uciha bungsu.

"Apa dia masih menunggu ya?" Ucap Naruto agak panik, karena di luar telah turun hujan lebat yang disertai oleh angin kencang dan petir. Dengan segera ia mengintip melalui fentilasi udara. Dan benar saja Sasuke masih duduk menghadap ke halaman menunggu sang Namikaze muda membukakan pintu untuknya. Tanpa ba bi bu lagi ia segera membuka pintu.

"Sasuke ayo masuk, nanti kau bisa sakit." Ujar Naruto dengan nada panik. Sasuke hanya tersenyum tipis. Naruto meangkul tubuh Sasuke menuju sofa di ruang tamu.

"Gomen Sasuke aku tidak bermaksud untuk melakukan ini padamu. Aku mengambillkan baju ganti dan minuman hangat. Tunggu sebentar." Ucap Naruto dengan nada menyesal. Sasuke tersenyum tipis, tapi lebih tepatnya ia menyeringai melihat tingkah Naruto. Tak berapa lama kemudian Naruto kembali membawa handuk dan nampan yang berisi soup tomat dan teh hangat.

"Aku hanya bisa menyediakan ini Sasuke. Maaf karena telah menyusahkan mu." Ucap Naruto tertunduk.

"Tidak apa Naruto. Aku yang salah, karena telah memperlakukan mu seperti mainan. Wajar saja kalau kau berlaku demikian kepada ku." Jawab Sasuke sambil tersenyum. Ya senyum yang sangat jarang Naruto lihat.

Deg!

'Kenapa jantung ku bergetar ketika malihat senyum nya? Mungkinkah ini…. Ah tidak aku hanya mencintai Gaara seorang.' Batin Naruto.

"Naruto… aku putuskan untuk menghentikan permainan konyol ku itu."

"Apa maksud mu?"

"Aku lelah Naruto…" Sasuke menggantung kan kalimatnya.

"Aku lelah karena harus mencuri perhatian dari mu." Kata Sasuke lirih.

"Aduh kau ini bicara apa sih Sasuke? Aku tahu kita bermusuhan tapi jika kau ingin mengakhiri permusuhan kita, bukan begini caranya!" Seru Naruto pada Sasuke. Sasuke menatap Naruto lekat lekat. Berharap ia tahu apa yang diinginkan Sasuke sekarang. Sasuke semakin mengeliminasi jaraknya dengan Naruto, Naruto semakin gugup dan semakin menggeser tubuhnya sampai akhirnya menyatu dengan sandaran sofa.

"Aku mencintaimu Naruto…" Ucap Sasuke sambil menatap Naruto dengan tatapan penuh arti.

"Tapi…."

"Aku tahu di hati kecil mu kau juga munyukai ku, lupakan lah Gaara."

"…."

"So? I waiting your answer Namikaze Naruto."

"Aku tidak bisa" Ucapnya lirih.

"Kenapa? Kenapa? Apa kekurangan ku dibandingkan Gaara?"

Naruto ingin sekali membalas perkataan Sasuke namun jika ia menjawab ia akan semakin jatuh ke dalam permainannya. Sehingga Naruto hanya menggigit bibir bawahnya sambil menahan tangis yang sebentar lagi meledak. Sasuke yang mengetahui kebimbangan Naruto segera mengeliminasi jarak diantara mereka. Naruto tersentak ketika bibir Sasuke telah mendarat di bibir nya. Ingin sekali ia melawan tetapi percuma, tubuh nya yang mungil itu tidak akan berdaya melawan Sasuke. Akhirnya Naruto mengalah dan membiarkan Sasuke melakukan tugasnya.

Brak!

Pintu utama kediaman Namikaze terbuka lebar dan memperlihatkan adegan yang tidak lazim itu. Seorang pemuda berambut merah bata sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini.

"Naruto…" Ucapnya lirih.

TBC

Gimana fic nya? Gaje ya? Maaf ya readers telat update. Mungkin selama bulan ramadhan nanti Kirio gak nge lanjutin fic ini, takut ngeganggu puasa hehe. Tapi Kirio janji bakal ngelanjutin fic ini sampai tamat. Fic ini telat update juga bukan tanpa alasan. Salah satu yang meghambat adalah tugas sekolah yang menumpuk. Apalagi sekarang Kirio duduk di kelas 10 dengan tugas yang bejibun. Jadi mohon dimaklumi ya? Just it from me. RnR? RnC? RnF? Boleh kok asal masih berperikemanusiaan.