What Should I Do?
Genre : Romance/Drama/Comfort
Pairing : Sasuke x Naruto / Gaara x Naruto
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : T nyerempet ke M
Warnings : OOC, Shonen – ai, Yaoi, Tulisan Gaje, Hasil Amatiran, A lot of typo(s), Bad Words, Don't Like Don't Read!
Hanya membutuhkan flame yang membangun.
Summary : Naruto mengalami kecelakaan yang menyebabkan ia mengalami amnesia! Sasuke lah yang merawat Naruto selama seminggu. Lalu apa yang dilakukan Gaara? Apa yang dikatakan Naruto ketika Sasuke menyatakan perasaannya?
Note : hai hai hai! Kirio balik lagi nih pada kangen ya? *digaplok readers.
Kirio nyelesein ini fic Cuma dalam waktu 2 hari loh. 2 HARI. Gomen kalo ini fic telat di update. Kan Kirio harus puasa jadi ini fic harus di stop dulu selama 1 bulan penuh hehe. Udah ga usah banyak cing cong lagi.
Happy Reading Minna san... ^^
Chapter 5
Pemuda berambut merah itu segera meninggalkan kediaman Namikaze tanpa memperdulikan seseorang yang terus memanggil namanya terus menerus.
"Gaara biarkan aku menjelaskannya dulu." Seru pemuda yang sedari tadi mengejar Gaara. Tetapi Gaara tidak mau lagi mendengarkan perkataan dari pemuda tersebut. Rasa cemburu telah membuat buta hatinya.
Gaara menerobos hujan dengan motornya, tanpa merisaukan Naruto yang terus mengejarnya dengan tertatih tatih. Tiba-tiba...
BRAK!
Naruto tertabrak sebuah mobil, dan tidak sadarkan diri. Semua orang yang disekitar tempat tersebut langsung mengerumuninya.
"Dia kan anak dari keluarga Namikaze."
"Cepat hubungi ambulance."
"Hubungi juga keluarganya."
Tak berapa lama ambulance datang dan membawa Naruto menuju rumah sakit terdekat. Sepanjang perjalanan Naruto terus mengigau dan memanggil nama Gaara. Naruto tidak ingin kehilangan Gaara, tapi hati Gaara telah tertutup oleh cemburu buta.
Kediaman Namikaze…
Tok! tok! tok!
Terdengar ketukan pintu dari arah depan, dengan segera Sasuke membuka pintu.
"Selamat malam. Apakah anda saudara Naruto?" Tanya seorang pria tengah baya itu kepada Sasuke.
"Bukan, tetapi aku temannya. Ada apa?" Jawab Sasuke dingin.
"Naruto mengalami kecelakaan dan dilarikan ke rumah sakit terdekat, mohon anda kesana untuk menemaninya." Terang pria itu, dan pria itu pun meninggalkan kediaman Namikaze. Mata Ssuke membulat. Sungguh ia sangat menyesal dengan apa yang ia perbuat pada Naruto.
'Kalau saja aku tidak menciumnya, kalau saja aku tidak menyatakan perasaan ku kepadanya. Pasti ini tidak akan terjadi." Gumamnya dalam hati.
Pemuda berambut raven itu meninggalkan kediaman Namikaze dan segera melesat menuju rumah sakit tempat Naruto berada.
Setelah sampai di RS, Sasuke segera menghampiri resepsionis dan menanyakan dimana Naruto berada. Sasuke terus berlari di lorong RS tanpa memperdulikan pakaiannya yang basah dan tatapan orang-orang disekitarnya. Yang ia pikirkan saat ini hanya Naruto... hanya Naruto seorang. Ketika ia sampai di kamar yang dimaksud ia duduk di sebelah Naruto yang masih tak sadarkan diri. Tiba-tiba ada seorang dokter yang memasuki ruangan itu.
"Bagaimana dok keadaan Naruto?" Tanya Sasuke dengan cemas.
"Ia mengalami pendarahan di kepalanya, beruntung ia masih hidup. Kami akan melanjutkan pemeriksaan lebih lanjut ketika ia udah siuman." Jelas dokter tersebut. Tak lama setelah itu dokter meninggalkan Naruto dan Sasuke. Sasuke masih tidak percaya akan terjadi kejadian seperti ini. Apa yang harus dikatakan kepada orang tua Naruto? Terlalu banyak masalah yang menempel di kepala raven itu. Karena terlalu lelah akhirnya Sasuke terlelap sambil mengenggam tangan Naruto.
Sementara itu…
Pemuda bertato 'Ai' itu telah tiba dirumahnya. Tak ada satupun tanda kehidupan disana. Setelah ia sampai di kamarnya, Gaara hanya termenung sambil menatap langit-langit kamarnya.
'Kenapa aku tidak mendengarkan Naruto dulu tadi?'
'Apa yang tadi dilakukan oleh Sasuke di rumah Naruto?'
Dan masih banyak lagi pertanyaan yang terlontar di benak bungsu Sabaku itu. Tetapi karena ia terlalu lelah untuk memikirkan hal tersebut ia memutuskan untuk mengistirahatkan raganya dan menyelesaikan masalah itu esok hari.
Naruto POV
'Dimana aku? Apa yang dilakukan dia disini?' gumam pemuda blonde sambil menatap Uchiha bungsu itu dengan tatapan aneh. Aku mencoba menggerakan tubuh ku, tapi entah mengapa rasanya nyeri sekali. Akhirnya ia bangun juga mungkin dia bisa mengambilkan makanan untukku.
"Ohayou..." sapa Namikaze muda kepada Uchiha bungsu.
"Ohayou Naruto... kau sudah merasa lebih baik?" Tanya Sasuke.
"He? Naruto? Siapa dia? Aku... aku... siapa aku sebenarnya? Aku tidak ingat apapun." Ujarnya polos.
"Jangan bercanda kau Naru, lawakan mu itu tidak lucu dasar dobe." Ucap Sasuke sambil mengacak-acak rambut pirang Naruto.
"Siapa yang bercanda baka, aku ini serius tau." Ujar Naruto ngotot. Sontak pernyataan Namikaze muda itu sukses membuat pupil sang Uchiha bungsu membulat sempurna.
1 Minggu Kemudian...
"Sasuke?"
"Hn?"
"Bisa tidak sih kau hilangkan kebiasaan 'hn' mu itu?" Seru Naruto polos. Senyuman tipis tergambar di wajah Sasuke.
"Dasar aneh." Cibir Naruto sambil menekuk wajahnya.
Semenjak Naruto mengalami amnesia, Sasuke lah yang mengurusi Naruto. Mereka sudah tampak seperti adik kakak, bahkan er... sepasang kekasih. Tentu saja Sasuke masih memendam rasa kepada Naruto, tapi ia rasa sekarang belum saatnya ia menyatakan perasaannya lagi kepada pemuda yang sekarang duduk disampingnya sekarang ini.
Ting tong (anggep aja bel rumah ya?)
"Siapa ya yang bertamu malam-malam gini?" Ucap Naruto yang mulai beranjak dari sofa empuknya. Tangan seputih porselen itu tiba-tiba menarik tangan tan Naruto.
"Biar aku saja Naruto." Kata Sasuke. Naruto hanya menjawab dengan anggukan kecil. Sebenarnya Sasuke memiliki perasaan yang tidak enak ketika ingin membuka pintu itu. Tapi ia menghiraukan perasaan itu.
"Malam..." Ujar pemuda berambut merah bata kepada Sasuke.
"Kau... apa yang kau lakukan disini? Bajingan!" Geram Sasuke.
"A... ku... aku hanya ingin meminta maaf kepada Nauto tentang kejadian seminggu yang lalu." Ujarnya tertunduk, pertanda ia menyesali perbuatannya.
"Terlambat... percuma kau meminta maaf sekarang! Semuanya tak kan kembali seperti dulu." Ujar Sasuke sedikit berteriak.
"Apa maksud mu? Aku tidak mengerti. Lagi pula kau siapa nya Naruto?" Tanya Gaara dengan nada sinis.
"Aku adalah... aku... kekasihnya Naruto." Ucap Sasuke mantap dan sukses membuat mata hijau emerald Gaara membulat sempurna.
"APA?"
"Teme... ada apa sih ribut-ribut diluar?" Ucap Naruto yang secara tiba-tiba muncul dihadapan Gaara dan Sasuke. Dengan sigap Sasuke segera merangkul Naruto layaknya sepasang kekasih.
"Kau lihat sendiri kan? Tuan Sabaku?"
"Na... ru... to..." Ujar Gaara terbata-bata. Ia sangat tidak percaya bahwa kekasihnya tega berselingkuh di depan matanya sendiri.
"Teme dia siapa?" Tanya Naruto.
"Bukan siapa-siapa kok. Lebih baik kau tidur, hari sudah malam." Jawab Sasuke enteng sambil memberikan senym tipis kepada Naruto.
"Hm... baiklah, kau juga ya menyusul ku. Oyasumi Suke." Kata Naruto sambil berlalu kedalam rumah.
"Apa yang terjadi? Uchiha?" Bentak Gaara kepada pemuda raven itu.
"It's not your business Mr. Sabaku. I think you should go now. It's already midnight." Ucap Sasuke.
"Ch tanpa kau suruh pun aku akan meninggalkan tempat yang sudah kau nistai ini." Balas Gaara.
Setelah itu Gaara pergi meninggalkan rumah Naruto, dan Sasuke segera menyusul Naruto ke kamarnya. Malam itu suhu udara memang sangat tidak bersahabat. Terlebih lagi sekarang memasuki musim gugur. Ketika Sasuke sampai di sebuah kamar, ia melihat kekasihnya ralat calon kekasinya itu sedang terlelap. Tanpa ingin membangunkan sang calon kekasih ia meringkuk perlahan dan berbaring di sebelah Naruto.
"Sasuke? Apa itu kau?"
"Ya, ini aku Naru. Kau belum tidur?"
"Terlalu dingin disini." Ucapnya polos. Tiba-tiba Naruto merasakan seseorang mendekapnya dengan hangat.
"Sudah tidak dingin lagi kan?" Tanya Sasuke menggoda. Yang ditanya langsung blushing ketika ditanya seperti itu.
"Naru..." Ujar Sasuke lirih.
"Apa teme? Sudahlah aku ingin tidur." Gerutu Naruto.
"Aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu."
"Tidak biakah kau menunggu hingga besok? Aku ngantuk sekali."
"Aishiteru Naruto." Ucap Sasuke tepat di telinga Naruto.
"Apa? Aku tidak dengar." Ejek Naruto. Sebenarnya Naruto juga memiliki perasaan lain kepada Sasuke, tapi ia pikir itu hanya perasaan sebagai sahabat. Dan ia sangat senang karena Sasuke juga memiliki perasaan yang sama dengannya.
"Aku mencintai mu dobe."
"Kau ini bercandanya bisa saja. Haha." Seru Naruto sambil tertawa garing. Merasa diacuhkan oleh Naruto, seringai mesum mulai nampak di bibir Sasuke. Dengan cepat ia sudah menindih Naurto dan melahap bibir ranum Naruto dengan buanya.
"Hm...….." Erangan lembut terdengar dari Naruto yang mencoba mengimbangi permainan Sasuke.
"...ahh... hmm... Su... k..e ah... akuuhh... tidaaakkh... bisa bernafaaashh..." Ujar Naruto sambil ngos-ngosan. Sasuke terus mengabsen deretan gigi putih Naruto dan menjelajahi rongga mulut Naruto tanpa memperdulikan makhluk dibawahnya yang sudah hampir kehabisan nafas. Naruto sudah tidak sanggup lagi menahan dirinya akan kebutuhan zat yang bernama H2O. Akhirnya ia menggigit lidah Sasuke dengan sisa tenaga yang ia punya.
"Aww... Sakit dobe." Rintih Sasuke sambil beranjak dari tubuh Naruto.
"Khaauu... mau membunuh ku haah?" Seru Naruto sambil terengah-engah.
"Jadi? Bagaimana Naru chan?" Ucap Sasuke menggoda.
"Urusaiiiii! Dasar pervert boy! Kau itu menyiksa ku tau. Teme no baka." Gerutu Naruto.
"Tapi, kau suka kan dengan cara ku?" Kali ini Sasuke menghembuskan nafasnya di daun telinga Naruto dan sukses membuat si blonde merinding seketika. Keheningan terjadi beberapa saat. Kecupan singkat mendarat di bibir pink Naruto. Tapi kali ini sangat lembut, tidak kasar seperti yang tadi.
"Oyasumi Naruto."
"Temeeee~ aku kedinginan. Lakukan seperti yang tadi." Pinta Naruto kepada Sasuke.
"As you wish Naru..."
Dan Naruto pun terlelap dalam dekapan hangat Sasuke.
TBC
Huaaa ahirnya bisa update. Sesuai janji ya readers Kirio update nya setelah bulan puasa hehe. Btw puasa nya lancer ga? Hm... liburan kedepan Kirio usahain buat update secepat yang Kirio bisa. Oke sekian dari Kirio.
R
E
V
I
E
W
