What Should I Do?
Genre : Romance/Drama/Comfort/Little Comedy
Pairing : Sasuke x Naruto / Itachi x Kyuubi
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : M (caused lemon inside)
Warnings : OOC, LEMON, Shonen – ai, Yaoi, Tulisan Gaje, Hasil Amatiran, A lot of typo(s), Bad Words, Don't Like Don't Read!
Hanya membutuhkan flame yang membangun.
Summary : Naruto sangat frustasi ketika ia menyadari bahwa ia telah memiliki 2 kekasih. Naruto bertemu dengan Gaara di taman, apa yang mereka lakukan? Lalu apa yang akan dilakukan Sasuke pada Naruto ketika ia mendapati keksaihnya itu pulang dalam keadaan mabuk?
A/U : Hey hey hey Minna san... Kirio udah update lagi nih fic nya. Maaf ya kalo Kirio gakonsisten karena merubah rating dan pairing seenak jidat. Sekali lagi mohon maaf ya readers *bungkukalajepang. Balas ripiuw dibawah ya. Oke Happy read minna ^^
Chapter 7
Pemuda pirang itu masih tidak percaya bahwa sekarang ia telah memiliki dua kekasih. Ia masih sangat bingung dengan apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Apakah ia akan tetap bersama Gaara atau berpaling kepada Sasuke. Akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu dan tidak memperdulikan tatapan aneh yang diberikan padanya oleh semua penghuni rumah tersebut.
"Naruto kau mau kemana?" Tanya Sasuke sambil memegang pundak kekasihnya itu. Naruto tidak melanjutkan langkahnya lagi. Ia ingin menjawab perkataan Uchiha bungsu itu tapi entah mengapa ia sangat sulit untuk menggerakan rahangnya.
"Sudahlah Sasuke biarkan dia sendiri untuk sementara." Ujar pemuda yang memiliki paras yang hampir sama dengannya. Sasuke melepaskan tangannya dari pundak Naruto dan berbalik kepada lawan bicaranya.
"Tapi aniki aku..."
"Aku tahu Sasuke, maka dari itu biarkan ia sendiri dulu." Jawab Itachi dengan senyum tipis yang terukir di wajahnya. Setelah Naruto mendengarkan perkataan Itachi ia berbalik dan tersenyum kepada kedua Uchiha itu.
"Aku akan kembali sebelum makan malam. Mengerti?" Seru Naruto sambil menghilang dari balik pintu. Itachi dan Sasuke hanya mengangguk.
Naruto POV
Aku terus melangkahkan kakiku tanpa arah tujuan. Aku terus berfikir tempat apa yang cocok untuk aku datangi. Aku merasa sangat bersalah kepada Gaara, tapi aku begitu mencintai Sasuke saat ini, yah walaupun aku juga masih menyimpan perasaan terhadap Gaara. Akhirnya aku terhenti di sebuah taman. Aku memasuki taman itu dan memilih untuk duduk di bangku yang berada di dekat pohon besar. Udara siang itu tidak terlalu panas hanya semilir angin musim gugur yang terasa. Aku melihat beberapa pengunjung disana yang rata-rata berpasangan. 'hm enaknya seperti mereka, tidak di pusingkan oleh hal yang rumit seperti diriku.' Keluh Naruto dalam hati.
End Naruto POV
Naruto mulai memejamkan matanya dan merapatkan punggungnya ke bangku itu. Ia tidak sadar bahwa dari tadi ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari balik pohon. Sosok itu perlahan mulai mendekati Naruto. Perlahan... tapi pasti. Sosok itu sudah sampai persis di depan Naruto, merasa ada sesuatu yang menghalangi sinar matahari ke tubuhnya Naruto segera membuka matanya dan memperlihatkan mata safirnya yang sebiru langit cerah.
"Boleh aku duduk disini?" Tanya pemuda itu pada Naruto.
"Tentu saja." Jawabnya datar. Pemuda itu langusng duduk di sebelah Naruto sambil memandanginya. Naruto yang diperlakukan demikian merasa risih dan balik menatap pemuda itu.
"Apa?" Tanya Naruto tiba-tiba.
"Hm?"
"Kau terus memandangi ku terus. Aku risih tau." Gerutu Naruto. Pemuda itu hanya tersenyum tipis dan merepatkan punggungnya dengan sandaran bangku itu. Pemuda itu membiarkan rambut merah batanya tertiup semilir angin musim gugur yang cukup menusuk tulang itu.
"Kau tidak berubah ya Naruto." Ucapnya sambil tersenyum tulus.
"Aku kesini untuk meminta maaf pada mu Naruto." Lanjutnya lagi. Naruto tersenyum tipis.
"Aku sudah memaafkan mu Gaara." Jawab Naruto lirih.
"Benarkah?" Kali ini senyum Gaara mulai nampak di wajahnya yang stoic itu. Pertanyaan Gaara mendapat anggukan kecil dari Naruto.
"Hm... aku lega mendengarnya. Mungkin..." Gaara menggantungkan kalimatnya.
"Kita lebih baik berteman saja Naruto." Ucapnya sambil memaksakan senyumnya itu.
"..."
"Naruto?" kali ini butiran bening mulai nampak di sudut safir itu. Gaara jadi bingung apa yang harus ia lakukan. Tapi ia sudah bertekad untuk mengakhiri hubungannya dengan Naruto.
"Naruto, maafkan aku. Tapi aku harus melakukan ini. tidak mungkin kan kau mencintai dua orang sekaligus?" Terang Gaara. Naruto kemudian menyembunyikan tangis nya di lengan kekar Gaara. Gaara yang mendapat perlakuan demikian hanya mengelus puncak kepala Naruto dengan perlahan.
"Aku janji Naruto tidak akan meninggalkan mu, walaupun aku tidak dapat memiliki mu seutuhnya." Bisik Gaara pada Naruto. Naruto langsung menatap Gaara dengan butiran bening yang masih mengalir.
"Janji ya Gaara?"
"Aku berjanji Naruto."
Pukul 23.46 Kediaman Namikaze
Pemuda raven itu sudah berulang-ulang menekan tombol pada benda itu. Ia mencoba menghubungi Naruto sejak tadi, tapi handphone nya tidak aktif. Ia mulai cemas dengan Naruto. Entah sudah berapa lama ia menuggu. Dan entah sudah berapa kali desahan yang keluar dari kamar tamu yang diisi oleh Itachi dan Kyuu.
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu dari arah depan. Sasuke yang sedang melamun sontak segera membukakan pintu. 'Pasti ini dobe.' Gumamnya dalam hati.
"Konbanwa temeee~" Sapa Naruto dengan wajah yang memerah. Naruto langsung terjatuh untung saja Sasuke sigap dan segera menggendong Naruto ala bridal style.
'Ch bau alkohol, apa sih yang dia lakukan?' Batin Sasuke.
Sasuke menggendong Naruto ke arah kamarnya. Setelah tiba di kamar Naruto, Sasuke segera membaringkan kekasihnya itu di atas kasur king size nya itu. Naruto terus berkata-kata yang aneh karena efek alkohol.
"Sasuke kau tampan sekaliii~"
"Gaara jahat! Kenapa dia memutuskan kuuhh?"
Sasuke yang mendengar perkataan Naruto segera membisikkan sesuatu kepada Naruto.
"Kau tidak usah sedih Naru chan. Aku akan selalu ada di samping mu." Ucapnya lirih. Setelah itu Naruto langsung terlelap. Lalu Sasuke beranjak dari kasur dan melihat kekasihnya itu terlelap. Sasuke hampir tidak bisa menahan dirinya. Kali ini posisi Naruto terlentang dengan bebas dengan memamerkan wajah innocent nya dan sebagian kulit tan nya. Tiba-tiba Naruto bangun lagi dan berkata.
"Sasuke... aku tahu kau mau 'itu' kan? Kemarilah suke~" Goda Naruto sambil mendekat ke arah Sasuke. Sasuke diam mematung melihat kekasihnya yang mulai mendekat. Karena tidak mau terdahului oleh sang uke, Sasuke ssegera menyerang Naruto sehingga sekarang Sasuke menindih Naruto.
Sasuke melumat bibir ranum itu dengan kasar sehingga membuat Naruto mendesah terus menerus.
"Ashhh... te... rushkhaannn suke..." Racau Naruto.
"As you wish Naru chan." Seringai mesum mulai nampak di wajah Uchiha bungsu itu.
Sasuke terus melumat bibir merah itu. Tapi karena bibir itu tidak kunjung dibuka oleh sang pemilik, akhirnya Sasuke menggigitnya sampai berdarah "Ahhh…" desah Naruto.
Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Sasuke, lidahnya segera bersalaman dengan lidah Naruto. Sasuke terus mengabsen deretan gigi putih Naruto. Ia juga menyapu rongga mulut Naruto. Setelah puas dengan mulut Naruto, Sasuke berpindah ke leher jenjang Naruto. Sasuke menggigit leher Naruto bak drakula yang hendak memangsa buruannya.
"Aww sakit temee..." Protes Naruto. Tapi ia tidak menggubrisnya.
Sasuke terus meninggalkan kiss mark yang sudah tak terhitung jumlahnya. Ia ingin membuktikan bahwa hanya ia seorang lah yang boleh menjamah tubuh Naruto. Sasuke turun ke dada Naruto dan memainkan dua tonjolan berwarna kemerahan yang sudah menegang dari tadi. Sasuke memilin milin tonjolan tersebut dan menjilat kecil.
"Ashh... pelan pelan teme."
"Just shut up Naruto." Balas Sasuke
Sasuke terus turun menjilati perut rata Naruto dan akhirnya sampai di 'benda' kebanggaan Naruto. Sasuke meremasnya dengan kencang.
"Naruto tahan ya, mungkin ini akan sedikit sakit." Belum sempat Naruto mengeluarkan sepatah katapun, jari telunjuk Sasuke segera menembus rectum Naruto dengan sedikit kasar.
"Ahhh~Ahhhh~ Itta sa-khit Suke.. AHHH!" Erangan Naruto semakin keras ketika jari tengah dan jari manis Sasuke ikut masuk kedalam lubang Naruto. Tetapi Naruto mulai mendesah karena tangan Sasuke yang satunya lagi sedang memanja kesejatiannya dengan tempo sedang.
"Sa-suke akuuhh mau Ahh~"
"Keluarkan saja dobe." Jawab Sasuke kepada Naruto. Tak berapa lama setelah itu Naruto menyebut nama semenya itu.
"SASUKE!" Keluarlah cairan kental berwarna putih keluar dari lubang kesejatian Naruto dan membasahi tangan Sasuke. Sasuke menjilat sedikit cairan itu.
"Hm... kau manis dobe." Ucap nya. Tapi Naruto tidak menjawab ia terlalu lemas untuk bicara. Sasuke segera melumuri kesejatiannya yang sudah ereksi sejak tadi dengan cairan itu.
"Cukup ya Naru mainnya, sekaran giliran ku yang bermain." Ucap Sasuke dengan seringai mesum. Sekarang posisi Naruto tengkurap di atas kasur dan Sasuke berada di atasnya. Sasuke mengarahkan kesejatiannya kepada lubang Naruto. Dalam satu hentakan keras benda itu masuk semua.
"AHHHHHH! Sasuke ach sakit ahhh~"
"Sabar dobe kau akan menikmatinya sebentar lagi." Jawab Sasuke.
"Sudah Suke.. Ahh~ aku tid-akh mauu lagi ahh~" Bantah Naruto. Naruto mulai bisa melawan gerakan Sasuke, mungkin efek dari alkohol sudah hilang.
"Kau tidak bisa melawanku Na ru to." Ujarnya dingin. Ia mengunci semua sendi Naruto, sehingga uke nya itu tidak bisa bergerak bebas. Sasuke mulai memaju mundurkan pinggangnya untuk mencari titik naruto.
"Ahh..." Desah Naruto.
Disitu
Sasuke telah menemukan sweet pot Naruto dan mulai menusuk titik itu berulang ulang dan membuat Naruto terus mendesah. Tubuh Naruto terus mengejang dibawah tindihan Sasuke.
"Suke aku a-ku... ma-u AHHHH!" Naruto melepaskan cairan itu untuk yang kedua kalinya. Secara reflek rectum Naruto menyempit dan menjepit lebih intens kesejatian milik Sasuke.
"NARUTOO!" Sasuke mengluarkan cairan putih kedalam Naruto dengan jumlah yang sangat banyak. Nafas mereka berdua terengah engah seperti sehabis lari marathon 1000 M. Sasuke dengan sisa tenaga yang ia miliki mencabut milikya dari lubang Naruto. Dan keluarlah sungai putih kentar bercampur bercak cairan merah milik Naruto.
"Terimakasih ya Naruto." Ujar Sasuke sambil mengecup puncak kepala Naruto lembut.
"Ne, teme kau kasar sekali. Hosh hosh." Balas Naruto sambil terengah engah.
"Maaf Naru, habis kau begitu menggoda sih."
"Kau lelah, lebih baik kita tidur. Oyasumi Naru-koi" Ucap Sasuke.
"Oyasumi Suke."
TBC
Hallo minna gimana lemonnya? Kurang asem? Gomen ya abis ini kan fic lemon pertama Kirio hehe. Oke kita balas review dulu yah...
Rose : hm... gomen ya Kirio ganti jadi SasuNaru, coz lebih banyak yg minta SasuNaru dari pada GaaNaaru. But thanks for review
Hatakehanahungry : hehe ini udah Kirio ganti jadi SasuNaru dan ditambah LEMON! Review lagi ya? Thanks
Naru Nay-nie : sip ya udah Kirio ganti pair nya dan ditambah lemon. Thanks for all.
sasunaru4ever : iya ni udah Kirio ganti jadi SasuNaru, lemon? Pasti. Tapi gomen kalo kurang asem. Kirio ga kuat ngetiknya. IFA itu kayak semacam lomba untk menominasikan fic yang ada.
Namikaze Trisha : Naruto ga pacaran lagi sama Gaara. trus ya si Sasuke bakalan girang deh wakakak Thanks for review.
shia naru : Gomennasai ya shia. Kirio ga bisa bikin fic ini GaaNaru lagi, coz yang request SasuNaru lebih banyak. Mohon dimaklumi *bungkukalajepang.
Oke deh sekian balas reviewnya
And now would you like to...
R
E
V
I
E
W
