What Should I Do?
Genre : Romance/Drama/Comfort/Little Comedy
Pairing : Sasuke x Naruto / Itachi x Kyuubi
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : M (caused lemon inside)
Warnings : OOC, LEMON, Shonen – ai, Yaoi, Tulisan Gaje, Hasil Amatiran, A lot of typo(s), Bad Words, Don't Like Don't Read!
Hanya membutuhkan flame yang membangun.
Summary : SasuNaru dan ItaKyuu pergi ke taman hiburan untuk menghabiskan sisa liburan. Mereka bertemu NejiGaa disana yang sedang kencan. Apa yang dirasakan Naruto ketika ia melihat orang yang 'dulu' pernah ia cintai bersama orang lain?
A/U : Hai hai hai Minna... Kirio balik lagi nih dengan fic pertama Kirio. Gomen kalo fic ini bener bener telat di update. Salahkan guru-guru Kirio yang ngasih tugas segunnung, ulangan beruntun, dan tugas presentasi yang memakan waktu lama. But, Kirio udah update nih so tolong di ripiuw ya. Karena review dari kalian membuat semangat Kirio naik hehe. Balesan ripiuw di bawah.
Happy Reading ^_^
Chapter 8
Pemuda blonde itu mulai terbangun dari tidurnya, karena ia merasakan seseorang mendekapnya semakin kuat seakan-akan tidak ingin berpisah walau hanya sedetik saja. Pemuda blonde itu dengan berhati-hati melepaskan dekapan kekasihnya itu, karena ia tidak mau membangunkannya. Ia menatap kekasihnya yang masih tertidur dengan lelapnya.
"Huu dasar teme, membuat ku bangun saja. Padahal kan aku masih mengantuk." Gerutu Naruto. Ia membelai perlahan rambut Sasuke dengan perlahan. Sasuke yang diperlakukan seperti itu segera terjaga dari tidurnya.
"Ohayou Naru..." Sapa Sasuke.
"Ohayou juga Suke." Jawab Naruto sambil tersenyum tulus. Sasuke mengubah posisinya menjadi terduduk menyamai posisi Naruto. Naruto melihat di pojok ruangan terdapat celana yang ia pakai semalam, lalu ia melihat ke dalam selimut. Dan ia mendapati dirinya tidak memakai celana. Naruto mulai beranjak dari kasur itu tetapi ketika ia mencoba untuk berdiri, pinggulnya terasa sakit sehingga ia terduduk lagi di kasur itu.
"Ittai.. aw sakit sekali. Apa yang kau lakukan semalam Teme?" Tanya Naruto sambil mengelus elus bokongnya yang terasa sakit. Sasuke mendekat keaarah Naruto.
"Hm... jadi kau lupa apa yang kita lakukan semalam Naruto? Apa kau mau mengulangnya lagi?" Lirih Sasuke tepat di telinga Naruto dan itu membuat pemuda blonde itu merinding seketika.
"DASAR MESUUUMMMM! Kau harus tanggung jawab teme. Aku kan tidak bisa berjalan kalau begini." Seru Naruto.
"Yasudah kalau begitu begini saja." Sasuke dengan sigap menggendong Naruto ala bridal style.
"Teme lepasakan! disini kan masih ada Kyuu dan Itachi." Ujar Naruto sambil menatap Sasuke tajam.
"Tenanglah Naruto, keadaan Kyuubi juga tidak berbeda jauh kok denganmu." Terang Sasuke.
"Sekarang lebih baik kau membuat kan ku sarapan." Sambung Sasuke.
Sekarang pasangan kekasih itu menuju dapur. Sesampainya disana Itachi dan Kyuu sudah berada disana lebih dulu sepertinya mereka sedang mengobrol.
"Ayolah Kyuu jangan marah ini kan bukan yang 'pertama'." Ucap Sasuke sambil memelas.
"Tapi caramu itu kasar sekali semalam." Gerutu Kyuu.
"Aku janji deh Kyuu nanti malam tidak akan 'bermain' kasar lagi." Ujar Itachi memelas.
"Ch..." hanya dua huruf itu yang terdengar dari bibir ranum Kyuu.
"Wah wah ada apa ini kok pagi-pagi sudah cemberut saja Kyuu-nii?" Tanya Naruto. Kyuu dan Itachi menatap kearah sumber suara, dan mereka tercengang melihat pemandangan itu.
"Apa?" Tanya Naruto dengan wajah innocentnya.
"Oh ada pasangan baru ya otouto?" Sindir Itachi kepada adiknya Sasuke. Naruto baru menyadari bahwa ia masih digendong oleh Sasuke. Sontak wajahnya memerah bagai tomat yang siap panen.
"Huaaaa... teme lepaskan." Teriak Naruto sambil meronta-ronta dan akhirnya terjatuh dengan bokong mencium lantai kayu itu terlebih dulu.
"..Ittai.." Seru Naruto. Sasuke langsung membantu Naruto untuk berdiri.
"Kau tidak apa-apa kan Naru-koi?" Ucap Sasuke.
"Tidak apa-apa bagaimana? Aku begini kan karena ulah mu semalam!" Keluh Naruto.
"Itu kan karena kau yang minta, aku jadi tidak bisa menahannya lebih lama. Dasar do-be." Cibir Sasuke kepada Naruto. Persimpangan siku mulai nampak di dahi Naruto.
"TEME NO BAKA! Tidak mungkin aku memintanya duluan, kan otakmu yang pervert bukan aku." Ucap Naruto ngotot.
"Kau itu mabuk semalam." Jawab Sasuke. Pasangan lain ItaKyuu hanya bisa ber-sweatdrop ria melihat pertengkaran pasangan baru itu.
"Lebih baik kita jalan-jalan saja yuk Kyuu." Ujar Itachi sambil menarik pergelangan tangan Kyuu.
"Tapi..." Kyuubi belum sempat untuk melanjutkan kata-katanya tangan Kyuu sudah ditarik oleh Itachi ke halaman belakang. Disana mereka duduk di bawah pohon yang rindang dan terdapat kolam ikan kecil di hadapan mereka. Hening sesaat menghampiri mereka berdua, karena Itachi tau Kyuu agak sedikit 'jaim' makanya ia membuka pembicaraan terlebih dahulu.
"Kyuu..." Ucap Itachi sambil memandang Kyuu.
"Apa?" Jawab Kyuu asal.
"Uhm... kau sudah tidak marah kan?" Tanya Itachi sambil menggaruk bagian kepalanya yang tiadak gatal itu.
"Menurutmu?" Kali ini Kyuu mengalihkan pandangan dingin itu ke kolam ikan yang berada di depan mereka.
"Kyuu..." Wajah Itachi mulai mendekat dengan wajah Kyuu.
"A-pa yang mau kaulaku-kan Tach-i?" Ucap Kyuu sedikit terbata-bata.
"Sudah lah diam dan nikmati. Oke?" Kyuubi memberi jawaban mengangguk kepada Itachi sebagai tanda ia mengerti dan pasrah dengan apa yang akan dilakukan seme nya itu kepadanya.
Itachi melumat bibir Kyuu dengan lembut sehingga membuat Kyuu mendesah tidak karuan.
"Hmn... Ta-chi..." Suara itu mulai terdengar dari bibir Kyuu sebagai tanda ia sudah mulai menikmati permainan yang diberikan Itachi. Desahan Kyuu bagai melodi indah bagi Itachi. Itachi menjulurkan lidahnya kedalam mulut Kyuu dan dengan senang hati Kyuu membuka mulutnya. Itachi mulai mengabsen deretan gigi Kyuu, menjelajahi langit-langit Kyuu. Kegiatan mereka terpaksa mereka hentikan sejenak untuk menghirup zat yang bernama oksigen.
"Masih mau lanjut Kyuu?" Tanya Itachi menggoda.
"Hoah... hosh... terse-rah kau saja Tachi.." Itachi tersenyum kepada Kyuu. Itachi mulai mendaratkan lidahnya yang sedikit kasar dan basah di leher jenjang Kyuu. Ia meinggalkan kissmark disana. Kyuu memiringkan kepalanya agar Itachi dapat leluasa menjajah leher jenjangnnya itu. Baru saja Itachi ingin melepaskan kaos yang dipakai Kyuu dan...
"Hoi Kyuu kau dimana?" Terdengar teriakan cempreng dari arah rumah. Itachi segera bangkit dan merapihkan pakaiannya.
"Kita lanjutkan nanti malam saja ya Kyuu?" Bisik Itachi di telinga Kyuu. Dan Kyuu mengangguk sebagai jawaban ya. Naruto dan Sasuke akhirnya menghampiri mereka yang sedang er... bercengkrama di bawah pohon rindang itu.
"Eh? Kyuu-nii? Kau..." Ucap Naruto terbata-bata ketika ia melihat Kyuu yang sedang menyandarkan kepalanya di bahu Itachi.
"Mereka itu sepasang kekasih dobe, sama seperti kita." Celetuk Sasuke.
"Waahh enak ya kalau punya pacar yang 'pengertian' seperti Itachi senpai." Ucap Naruto dengan menekankan kata 'pengertian'.
"Ahh Naruto bisa saja. Oh ya jangan panggil aku dengan 'senpai' ya panggil aku dengan 'Itachi-nii' saja.
"Hm... Bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain? Mumpung masih libur. Bagaimana Sasuke? Naruto?" Tanya Itachi kepada dua makhluk yang berbeda dua tahun dibawahnya itu.
"Aku mau, kau maukan teme?" Ujar Naruto memelas sambil mengeluarkan puppy eyes no jutsu kebanggannya itu.
"Iya ya dobe, aku ikut." Jawab Sasuke sambil sweatdrop.
Setelah obrolan di halaman belakang itu selesai, mereka berempat segera memasuki rumah dan mulai bersiap-siap untuk pergi ke taman bermain. Naruto keluar dari kamar dengan memakai t-shirt V hitam dan jeans selutut. Sasuke menggunakan t-shirt berwarna biru dongker dengan jeans model pensil. Itachi menggunakan t-shirt yang bertuliskan 'I love my uke' dengan dibalut jeans hitam. Kyuu menggunakan t-shirt 'I love my seme' dan menggunakan celana jeans abu-abu. (kalo mau liat model t-shirt yang dipake Itachi & Kyuu liat aja di .com)
Akhirnya mereka pergi ke taman bermain dengan menggunakan mobil Itachi. Ketika mereka sampai, Naruto nampak melihat seseorang yang ia kenal di dekat pintu masuk. Tapi ketika ia hendak mendekati orang itu. Sasuke sudah menarik tangan Naruto agar tidak pergi jauh-jauh dari dirinya. Ckck kumat deh sifat over protective sang seme.
Selama di taman hiburan itu mereka menaiki berbagai wahana seperti Jet coaster, tornado, bianglala, niagaragara, arum jeram, rumah miring dan lainnya. (Readers: kok kayak dufan dah?). Permainan tadi cukup membuat mereka lelah, karena untuk bermain satu wahana saja harus mengantri. Dan sekarang mereka beistirahat di dekat pohon besar. Itachi dan Sasuke pergi membeli makanan dan minuman untuk mereka berempat. Ketika Naruto memalingkan wajahnya kepada bangku taman yang tidak jauh dari tempatnya sekarang, ia melihat Gaara dengan seorang pemuda berambut panjang.
'Siapa ya pemuda yang bersama Gaara itu? Hm... aku kesana saja deh.' Gumam Naruto dalam hati. Naruto izin kepada Kyuu pergi ke belakang, padahal ia mau menguntit Gaara.
"Bagaimana Gaara-koi menyenangkan bukan bermain kesini?" Ucap Pemuda berambut panjang berwarna cokelat itu kepada Gaara.
"Jangan seenaknya memanggil ku 'koi'." Ketus Gaara.
"Tsundere mu kelihatan kan hahaha."
PLAK
"Aw Gaara chan kau kenapa sih? Lagi dapet ya?" Goda pemuda itu.
"Terserah kau Neji, aku lelah meladeni mu." Ketus Gaara.
"Hahahahaha aku kan hanya bercanda Gaara-koi." Ujar Neji.
'oh jadi Gaara sudah mendapatkan yang baru, hm... bagus lah.' Batin Naruto.
Naruto masih asik memperhatikan dua sejoli itu dari balik semak-semak, tanpa ia ketahui bahwa Sasuke, Itachi, dan Kyuubi sedang mendekat ke arahnya.
"Kau sedang apa dobe?" Ucap Sasuke sambil menepuk pundak Naruto pelan.
"Tidak baik loh menguping pembicaraan orang lain." Sambung Kyuu. Naruto yang sedikit terkejut melihat kedatangan mereka langsung salah tingkah.
"Anou... tadi... oh iya uang ku terjatuh di sekitar sini." Jawab Naruto asal sambil menggaruk bagian kepalanya yang tidak gatal. Mendengar ada suara yang familiar di telinganya, Gaara segera memalingkan pandangannnya kebelakang.
"Naruto? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Gaara.
"Kami sedang double date, kau mau membuatnya jadi triple date Gaara?" Ujar Sasuke sambil memeluk leher Naruto dari belakang. Naruto yang diperlakukan seperti itu wajahnya merah seperti tomat. Naruto segera melepaskan tangan Sasuke dari lehernya, mengingat karena ada Gaara yang bersatus sebagai err... 'mantan kekasihnya'.
"Apaan sih Sasuke, maunya meluk-meluk mulu. Pengen banget apa memeluk ku terus?" Seru Naruto sewot.
"Mau banget sekali." Jawab Sasuke, sambil mencoba memeluk Naruto lagi. ItaKyuu dan NejiGaa hanya bisa tertawa melihat dua sejoli itu.
"Jadi bagaimana Gaara? Mau bergabung?" Tanya Kyuubi.
"Kami akan ikut, benar kan Gaara?" Jawab Neji dengan semangat.
"iya iya." Jawab Gaara lesu.
Setelah mereka beristirahat, mereka melanjutkan bermain di taman hiburan itu hingga langit telah merubah warnanya menjadi orange. Mereka memtuskan untuk melihat pertunjukan kembang api sebelum pulang. Sepanjang jalan menuju tempat pertunjukan, Naruto selalu melirik Gaara dan membuat Sasuke bertanduk. Sasuke merasa cemburu, sehingga tangan Naruto yang dari tadi ia kaitkan dengan tangannya ia lepaskan. Walaupun begitu tetap saja wajah Naruto tetap memandangi Gaara.
Naruto POV
Kenapa hatiku sakit ketika melihat Gaara bersama Neji? Apa mungkin ini rasa cemburu? Tapi sepertinya ia lebih bahagia dengan Neji dari pada dengan ku. Walaupun Neji membuat jengkel Gaara, senyum samar selalu nampak di wajah pucat Gaara. Apa yang kau pikirkan Naruto? Kau kan telah memiliki Sasuke. Jangan kau sia-sia kan perasaan Sasuke terhadapmu. Perasaan? Apa benar Sasuke mencintai ku? Aku ragu dengannya. Bagaimana kalau malam itu ia hanya memanfaatkan tubuhku untuk pemuas nafsunya? Malang sekali nasibku ini. Lebih baik aku pulang duluan saja dari pada hati ku bertambah sakit melihat orang yang 'dulu' aku cintai, bercengkrama dengan orang lain. Dan melihat orang yang aku 'cintai' mengacuhkan diriku begitu saja tanpa memikirkan perasaan ku.
End Naruto POV
"Anou... bolehkan aku pulang duluan? Tiba-tiba saja aku merasa tidak enak badan." Ucap Naruto sambil erakting memijat pelan keningnya.
"Benarkah itu Naruto? Kalau begitu aku juga pulang." Ujar Itachi.
"Ehh? Tidak perlu Itachi-nii. Kau, Kyuu-nii, dan yang lain lanjutkan saja acaranya. Aku bisa naik taksi kok." Terang Naruto.
"Aku akan mengantar mu dobe." Seru Sasuke sambil menarik lengan tan Naruto.
"Kami duluan ya..." Ujar Naruto menjauh.
"Mereka kenapa ya Kyuu?" Bisik Itachi kepada Kyuu.
"Hm... entahlah, dari tadi sepertinya mereka terlihat kurang akur." Jawab Kyuu.
"Biarkan sajalah mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri." Lanjut Kyuu.
Sementara Itu...
"Sasuke lepaskan tangan ku! Sakit tau!" Keluh Naruto sambil menarik tangannya kasar.
"Kau kenapa Naru?" Tanya Sasuke lirih.
"Kau yang kenapa! Lebih baik aku pulang sendiri." Ketus Naruto. Naruto melangkahkan kakinya menjauh dari Uchiha bungsu yang masih mematung akibat ulahnya.
'ada apa dengan mu Naruto?' Gumam Sasuke.
TBC
Maaf ya yang request lemon, coz ini lagi ga mood bikin. Dari pada gaje? Iya kan? Bales riview anonymous. Let's cekidot!
Namikaze Trisha : Kalo masalah ending kayaknya udah bisa ditebak deh hehe. Ini Kirio udah usahain dibuat lebih banyak. Review lagi ya..
Just Me : Gomen ya kalo Kirio ga konsisten sebagai author *bungkuk2alaJepang. Oke kritik Kirio terima dengan baik. Review lagi oke?
use : Maaf maksudnya 'konyol' gimana ya? Kayaknya kamu salah fic deh, ini bukan fic 'kebanggaan' yaoi. Oke?
chy Karin : Sip Karin, ini udah Kirio Update. Walaupun mungkin agak ngaret alurnya. Review lagi ya, oke?
Segitu aja kali ya? Hm... gomen kalo yang belom Kirio bales reviewnya mungkin akan Kirio kirimi PM saja yang punya account. Oke just it. See you :-D
