Naruto © Masashi Kishimoto
'suzanesSTAR' presents:
.
TO BE YOUR STAR
.
Attention!
This is Gaa x Ino pairing
May contain chara's death
Romance / Drama genre.
Abalism, miss-typos (semoga berkurang deh), ending yang…euh..
Enjoy it!
.
********************** Chapter Finale : To Be Your Star, Forever ********************
.
Temari POV
Ah, sudah beberapa hari berlalu sejak Ino keluar dari rumah sakit. Belakangan ini aku melihat Ino sangat pucat. Karena penasaran, aku mendatangi Matsuri. Aku mengetuk ruang kerja Matsuri, dan Matsuri menyambutku. Terlihatlah sebuah ruangan kerja dokter bernuansa beidge terang itu dengan sebuah meja kayu besar dan beberapa foto di atas meja serta tumpukan dokumen di sisi meja itu. Tanpa basa-basi, aku pun memulai.
"Matsuri, sebenarnya apa yang terjadi dengan Ino pada hari itu?" tanyaku.
"Ada apa bagaimana?" tanya Matsuri, mengerutkan dahi.
"Aku bisa melihatmu sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Cepat katakan!"
"Apa maskudmu, Temari-san? Dia baik-baik saja..Kau lihat, kan?"
"ANSWER ME!" Kesabaranku mulai habis. Ia terperanjat agak lama, lalu Matsuri menghela nafas panjang, dan akhirnya ia menjawab.
"Yeah, tetapi kau harus berjanji, Temari-san. Jangan beritahukan ini pada Kazekage-sama!" Katanya, suaranya nyaris berbisik.
"Yeah…Aku berjanji," jawabku.
"Begini… Sebenarnya, racun dalam tubuh Kapten Yamanaka, akibat luka dari Samehada waktu itu, tidak bisa dihilangkan. Belum ada penawarnya. Sampai-sampai, spesialis medis dari Konoha pun tak bisa membuat penawarnya. Jikalau bisa, itu akan memerlukan waktu setidaknya sebulan untuk menyempurnakan penawar itu. Tidak cukup waktu," katanya, raut mukanya terlihat sedih.
"Tidak cukup waktu? Apa maksudmu?" tanyaku, sedikit memaksa.
"Yah, tidak cukup waktu. Efek racun itu akan membekukan sel-sel darah dan syaraf dalam waktu sepuluh hari sejak ia terkena racun itu," lanjut sang spesialis medis Suna tersebut.
"APA? SEPULUH HARI! Berarti…HARI INI?" Teriakku, tak percaya. Entah bagaimana jadinya jika Gaara mendengar hal ini.
"Ya, dan Kapten Yamanaka melarang kami untuk memberitahukan hal ini kepada orang lain, terutama Kazekage-sama," kata Matsuri, nadanya sangat menyesal.
Sudah cukup aku terkejut mendengar hal ini. Tidak mungkin jounin terbaik Suna seperti Yamanaka Ino akan tumbang semudah ini. Apalagi oleh racun? Sungguh malu muka para jounin dan spesialis Suna lainnya jika desa lain mengetahui kalau ada salah satu shinobi mereka yang gagal terselamatkan karena kemunduran pengetahuan medis mereka.
Tak lama aku terhanyut ke dalam lamunanku sendiri, seketika aku mendengar suara pintu berderit. Gaara berdiri di ambang pintu itu. Wajahnya mendadak pucat. Mulutnya menggumamkan 'no way' dengan nada lirih. Lalu, ia menghilang tanpa sempat kucegah.
"GAARA, TUNGGU!" Uuugh, sial! Kenapa jadi begini, sih?
End of Temari POV
.
Gaara POV
Sial! Kenapa harus begini? SIAAAAAALL…. Ino!
Aku berlari sekuat tenaga. Dimana-mana ia tak ada. Di rumah sakit, di akademi, lalu di apartemennya juga nihil. Hanya ada secarik kertas dan tertulis sesuatu di sana. Serta berdampingan dengan surat, ada kalung liontin yang biasa dipakainya. Aku mengambil suratnya dan membaca pesan singkat di sana. Kugenggam erat liontinnya.
Kesimpulanku, kemungkinan hanya ada satu tempat yang mungkin didatangi oleh Ino.
End of Gaara POV
.
Ino POV
Di tempat favoritku, bangunan tinggi yang memperlihatkan kantor Kazekage secara langsung. Hhh.. angin berembus membelai rambutku. Menikmati matahari terbenam yang mungkin, akan menjadi hal terakhirku. Aku merasakan kehadiran seseorang di belakangku.
Ah, itu Gaara-kun.
Aku tahu cepat atau lambat, dia akan mengetahui semua ini. Dan sialnya, dia malah tahu dari pembicaraan kakaknya dengan Matsuri, bukan olehku. Padahal aku merencanakan sesuatu yang tepat. Tapi, ya, sudahlah. Nasi telah menjadi bubur.
"Kenapa, Ino?" tanyanya, wajahnya sangat pucat dan kelelahan. Aku menatapnya lama. Dia melanjutkan lagi, "Kenapa kau melakukan ini padaku? Hanya begitu saja aku di matamu?" Gaara-kun itu agak membentak.
"Aku tak bermaksud menyakitimu, Gaara-kun," jawabku. Tak sempat aku meneruskan kata-kataku, pasir langsung menyerangku. Aku segera melompat, dan pasir itu tetap mengikutiku. Aku membentuk bunshin, dan berhasil memecah pasir itu. Aku menggunakan Shintenshin, namun gagal. Alhasil, aku berhasil terperangkap dalam pasir itu. Pasir itu mengeratkan ikatannya padaku sehingga aku sesak dan muntah darah, kental, dan tidak biasa. Aku terduduk di atas pasir, Gaara mendatangiku dari belakang. Ia menarikku ke pangkuannya, aku bersandar pada bahunya dan ia memelukku dari belakang. Kudengar nada lirih darinya.
"Katakan, kenapa, Ino?"
"Aku tak ingin membuatmu sedih. Kau adalah seorang kazekage, banyak yang harus kau lakukan. Tidak hanya tentangku saja, kan? Kau juga harus melindungi desa dan para penduduk," jawabku.
"Tak masuk akal, Aku tak bisa melakukannya tanpamu," sahut Gaara, kali ini suaranya bergetar.
"Percayalah padaku, Gaara-kun… Walaupun aku sudah tidak di sini lagi, aku masih di sini," aku mengusap dada kirinya, "In your heart. Kau pasti kuat, Gaara-koi," dan sekarang tanganku mengusap pipinya yang basah oleh….eh, air mata? Gaara-kun menangis.
"Jangan berkata apa-apa lagi," katanya. Air mataku ikut berlinang tak tertahankan. Matahari kini sudah akan tenggelam sepenuhnya.
"Gaara-kun, aku punya satu permintaan untukmu," kataku, ia tak menjawab. Ia hanya tertunduk di pundakku. "Aku ingin melihat matahari tenggelam, dari atas langit sana, denganmu," lanjutku lagi. Tak lama kemudian, sejumput pasir membentuk awan dan mengangkat kami ke udara.
"Ini…" katanya. Aku terdiam agak lama, lalu menyunggingkan senyumku dengan lemas.
"Matahari terbenam," kataku dengan lirih, "Akan selalu indah, ya, Gaara-kun?" Sementara ia hanya mengangguk pelan. Aku teringat sesuatu. "Ah, liontinku! Aku ingin melihatmu memakainya. Pakailah!" Seruku.
Tanpa berbicara, ia mengeluarkan liontinku dari sakunya kemudian memakainya. Bandulnya berkilau tertimpa cahaya matahari. Kemudian ada chakra berwarna violet menyelubungi dirinya, lalu menghilang.
"Sekarang, kau bisa menggunakan Shintenshin-ku. It will be your star, Gaara-kun," kataku, sambil menggenggam tangannya. Ia hanya menatapku.
"Kumohon, jangan lakukan ini padaku," katanya, lirih.
Oh, Gaara-kun…
Ia mengecup keningku, lalu menciumku dengan lembut dan penuh gairah, dari dalam hati. Air mataku tak bisa kubendung lagi. Lalu, aku bersandar di pundaknya. Memandangi matahari.
"Matahari…bisa tenggelam, namun bisa bersinar lagi. Tetapi kau, akan terus bersinar…di hatiku…sampai kapanpun. Kau masih memilikiku, selama itu yang kau mau," lalu perlahan bayangan matahari di mataku mulai kabur. Aku tak bisa merasakan tubuhku lagi. Aku…sangat lelah.
End of Ino POV
.
Gaara POV
Seiring matahari tenggelam, tubuh Ino yang sedang kusangga mendadak berat. Tak terliahat tanda kalau ia menopang berat tubuhnya. Ia terlelap di pelukanku. Tubuhnya makin lama makin dingin. Aku terus mendekapnya, berharap bisa menggantikan dingin di tubuhnya dengan panas tubuhku. Wajahnya masih basah karena air mata. Dan, ia tersenyum, sangat tenang. Hatiku sangat miris melihat apa yang sedang kupeluk sekarang. Mau menangis pun, ah….tak cukup hanya dengan menangis dengan keadaan Ino yang seperti ini. Tetapi aku yakin, kau akan bahagia di sana. Kau lihat saja dari sana, Ino-chan.
Aku menciumnya untuk terakhir kali, lalu berbisik di telinganya….
"Sleep tight, my Ino…"
End of Gaara POV
and also
.
.
.
End of this fic
Finish!
Hadeuh, gimana endingnya? Heu, berusaha membuat kejadian yang setragis mungkin tapi kayaknya masih kurang sana-sini. Oh, salahkan diriku yang masih muda waktu itu saat membuat fic ini! *yee….ga jelas nih Nes*
Dan setelah diperjatiin, chap kemaren buanyak banget typo-nya! Weleh2..Maafkan…makasih buat 'vaneela'-san yang rajin banget baca dan ngingetin Nes. Ehehehehe…makasih yah! Sekarang udah diperbaiki kok! Mudah2n ga ada lagi. Percayalah, ini demi kenyamanan dan kesehatan mata Anda, lho! Hahahaha..
Oiya, makasih juga buat para readers, reviewers, silent readers sekalian dimana pun kalian berada. Tanpa kalian, Nes ga akan sesemangat ini untuk namatin ni fic!
Okeh, see you around on my next fic!
Last but not least, mind to REVIEW?
*** suzanesSTAR **
