CINDERELLA AND FAIRYGODMOTHER

.

.

Cast : Lee Donghae as Kim Donghae

Lee Hyukjae as Lee Hyukjae

Kim Heechul as Kim Heechul

Choi Siwon as Choi Siwon

Park Jungsoo as Kim Leeteuk

Tan Hangeng as Hankyung

Pair : HaeHyuk –gender switch—

Rate : T

Disclaimer : SJ itu punya Tuhan YME, jalan cerita punya Meca Tanaka, kalo FF beserta ide-ide lainnya itu punya saya... :3

Summary : Kim Donghae adalah siswa jurusan Olahraga Parang High School. Sedangkan Lee Hyukjae adalah siswi jurusan Pendidikan di Parang High School. Kedua jurusan satu sekolah itu mempunyai hubungan yang kurang baik. Akan tetapi, secara tidak sengaja Lee Hyukjae meminta bantuan Kim Donghae agar dirinya bisa menjadi kekasih Choi Siwon! Ottohkke? HaeHyuk slight SiHyuk! Don't like don't read!


Donghae POV

.

"Nah! Sempurna sudah!"

Akhirnya selesai juga. Aku menepuk-nepuk tanganku dan membereskan sisir dan alat-alat lainnya. fuhh... mendandani seseorang itu memang repot juga, ya?

"...Do..Donghae... aku boleh membuka mataku?" Eunhyuk masih memejamkan matanya.

"Aish, Eunhyuk! Kan kubilang sudah selesai, buka saja! Nih, kaca nya! Ngaca sana..." jawabku sambil memberikannya kaca.

Eunhyuk langsung terdiam saat melihat dirinya di kaca.

Yap. Sekarang tidak ada Lee Hyukjae dengan penampilan rambut ikat dua, dengan kacamata, dan rok kelewat panjang.

Yang ada sekarang, ada Lee Hyukjae yang berpenampilan manis dengan rambut panjangnya yang diurai, dan lepas dari kacamata-nya.

Ya, Dia sangat manis.

Lebih manis dari siapapun.

"...Do...Donghae! Ini benar-benar aku?" serunya sambil menarik bajuku. Aish... aku kan sedang beres-beres...

"Neee... neorago!" jawabku. Dia masih cemberut.

"Kau bohong, Donghae! Jangan menempelkan foto yeojya lain di kaca! Bayanganku jadi gak keliatan! Itu bukan aku, kan?"

Ya ampun... yeojya ini... katanya rangking 3 se-jurusan pendidikan...

"Itu kamu, tahu!" seruku.

Eunhyuk melongo lagi.

Aigoooo...

"...Donghae...ini luar biasa! Aku tidak percaya! Kau sangat hebat, Donghae!"

"Enggak hebat, kok... aku sering menyisir noona-ku, sih...Yah... rambutmu kan panjang, jadi sayang kalau kau ikat dua... mending diurai dengan sedikit rambut yang diikat ke belakang... jadinya tampak manis..." komentarku sambil siap-siap mengerjakan soal-soal latihan. Yah... tes perbaikan alias remedial tinggal beberapa hari lagi, sih...

Dan tes perbaikan itu waktunya bersamaan dengan waktu kencan Eunhyuk dan Siwon.

Tugasku... tinggal sebentar lagi...

"Donghae... kau hebat~ jinjja, aku merasa kau seperti penyihir di cerita Cinderella, deh..." kata Eunhyuk sambil masih ngaca.

"Bukan penyihir, tapi Ibu Peri!" koreksiku.

"Memangnya Donghae mau dibilang Ibu Peri?" tanya Eunhyuk. Aku menggeleng. Aku namja tulen, enak aja disamain sama ibu peri...Ibu peri kan yeojya, udah tua pula... alias udah haramoni...

"Donghae... terimakasih, ya!"

"Ne...cheonma..." gumamku sambil mengerjakan soal-soal.

Aku tersenyum tipis sambil curi-curi pandang kearah Eunhyuk.

Ibu Peri... penyihir...

tidak buruk, sih...

OoooOoooO

"Noona..."

Aku menghampiri noona-ku yang sedang memasak. Hmm... masakannya wangi...

"Ne, Hae? Ada apa?" tanya noona-ku sambil menoleh.

"Teukie-noona, apa noona punya alat manikur dan nail care set yang tidak terpakai?" tanyaku sambil mengambil sendok, lalu mencicip sedikit masakan noona. Nyomot dikit... hehehe

"Kau ini, tunggu dulu sampai matang! Dasar..." omel noona. Aku nyengir. "Laper, sih... apalagi wangi... tumben noona mau susah-susah masak... biasanya cuma ngebuatin mie instan... hehehe..."

PLOK!

"Aish! Noona! Jangan ngegeplak kepalaku! Sakiit!" ringisku sambil memegangi kepalaku. Aish... kalau noona mulai sebel, dia suka seenaknya menggeplakku seperti ini!

"Jangan cerewet, ah... tuh, alat manikurnya ada di kamarku. Bawa saja. Memangnya buat apa? Kamu mau pakai kutex di kukumu?" tanya Teukie-noona sambil menertawaiku. Huhh...

"Ya bukan, lah noona... aku mau pakai buat temanku, dia mau latihan manikur..." sangkalku sambil menyimpan sendok yang tadi kupakai buat nyomot sup.

"Temanmu? Latihan manikur? Pasti dia yeojya, ya..."

"Bukan, dia ikan. Ya iyalah, noona! Dia pasti yeojya! Noona ini ada-ada aja...ya sudah, aku ke kamarmu dulu, ya!"

"Ne, ne...aku kasih, deh...oh ya, sekalian panggilkan Heechul untuk membantuku disini!" seru noona. Aku mengangguk dan naik ke lantai dua.

.

.

.

tok tok tok

"noona?"

tok tok tok

"noonaa?"

Huft. Ada apa ini? Kenapa heechul-noona tidak membuka pintu kamarnya? Padahal aku sudah dengan sopan mengetuk... biasanya aku langsung masuk sembarangan dan dia akan memarahiku.

Aish. Aku masuk saja deh.

BLAM

Kudapati noona tidak ada di kamar. Jendelanya terbuka. Huft... pasti dia sedang kabur ke kamar Hankyung-hyung lagi...

Oh iya, FYI, rumah kami dan rumah Hankyung-hyung bersebelahan. Kamar heechul noona dan hankyung hyung bersebelahan juga, hanya dipisahkan balkon. Jadi, kadang-kadang heechul noona kabur ke kamar hankyung-hyung dan 'nyalin' pe er punya hankyung hyung. Dasar.

Hankyung-hyung itu memang anak yang pintar, tapi sayang dia selalu dimanfaatin sama yeojya sediktator Heechul noona. Berasa kayak ratu sama pelayan aja.

Aku menghampiri jendela kamar noona, lalu loncat ke kamar hankyung-hyung. Benar saja, dia lagi ada disana dan lagi keenakan dipijetin Hankyung-hyung.

Tepat. Diktator. Ratu. Dan juga pelayan.

"Noonaaa! Kau dipanggil Teukie-noona di bawah!" seruku.

"GYAAAAA!" Noona langsung loncat karena kaget. Kekeke...

"Ah, annyeong, hyung! Maaf aku menerobos masuk seenaknya..." sapaku pada Hankyung hyung yang jidat lebar nya ketendang noona gara-gara noona langsung loncat karena kaget.

"Ah, gwaenchana... heechul juga sering loncat seenaknya..." gumam Hankyung hyung sambil megangin jidat.

Hiks...hyung... what a poor boy...

"Yaaa! Donghae, dasar! Ngapain kau?" noona ngomel sambil mencoba bangun. Aku mendengus. "Tuh, noona dipanggil sama teukie-noona di dapur! Malah keenakan dipijet! Ngerepotin orang, tahu! Sana turun!"

noona langsung melotot pas aku bilang begitu. aigoo...

"Kau berani gak sopan sama noona, hah? Ngomong sambil ngomel!"

"Noona juga ngomel, kok! Sana turun!" balasku.

Akhirnya aku kabur dari kamar Hankyung-hyung dan langsung masuk ke kamar Teukie-noona, sebelum heechul noona melempariku dengan barbel ukuran 3 kilogram yang ada di kamar Hankyung-hyung. Bahaya, kan?

.

.

.

Akhirnya aku sampai di kamar teukie-noona. Kamarnya gelap, jadi aku mencari saklar lampu. Setelah lampu menyala, aku mulai mencari alat manikur yang kuperlukan. Aku perlu itu untuk Eunhyuk. Besok, kami akan latihan manikur.

Aku mencari alat manikur itu di meja rias teukie-noona.

Tak sengaja, aku lihat ada foto namja di meja riasnya...

"Noona... ternyata dia menyimpan foto Kangin-sonsaengnim, nih... hahaha... bisa-bisa aku jadi adik iparnya Kangin-sonsaengnim kalau jadi begini terus..." gumamku.

Setelah mengacak-acak mencari-cari di kamar noona, akhirnya alat manikurnya ketemu. Nah... dengan begini, besok dia bisa latihan.

Aku pun keluar dari kamar teukie-noona. Dan tepat saat aku membuka pintu, Heechul-noona lewat di dekat pintu. Dia memperhatikan alat manikur yang kubawa.

"...Donghae, mau kau apakan alat manikur itu? Mau kau pakai?"

"Aniyo! Enak saja, ini untuk temanku!" sangkalku. Dia malah ketawa. Dasar...

"Teman? Pasti yeojya! Ayo jujur!"

"Ya iyalah, yeojya! Aduh...noonaaa...kalo cowok, mana mungkin pake beginian!" seruku lagi. Noona malah terus ketawa.

"...Temen apa temen?"

Hah?

"Maksud noona apa?" tanyaku padanya.

"yaa... kalau cuma teman, kenapa mau repot ngasih alat manikur? Apalagi dia yeojya? Jangan-jangan, dia pacarmu, ya?"

Aku terdiam sebentar mendengar apa yang noona katakan. Dia? Eunhyuk? Dia pacarku?

Impossible, kan?

"Noona, dia sudah punya pacar." kataku ngasal.

Noona menghela nafas. "Pasti kau patah hati kalau dia benar-benar pacaran... sudahlah, noona tahu, kok! Turunlah, makanan sudah siap..."

Noona pun turun ke ruang makan. Sedangkan aku? Aku masih terdiam.

Kenapa noona bisa tahu, ya?

OoooOoooO

"Donghae... teman-temanku bilang kalau aku jadi tambah manis akhir-akhir ini..." kata Eunhyuk sambil mengoleskan kutex ke kukunya. Kami sedang latihan di atap jurusan pendidikan. Eunhyuk sedang latihan manikur sambil membaca buku manual untuk manikur.

"Oh ya? Bagus kalau begitu." Balasku sambil membaca buku pelajaran.

"Donghae... aku jadi ingin cerita pada teman-temanku tentangmu... karena Donghae-lah aku bisa berubah seperti ini..." kata Eunhyuk lagi. Aku menggeleng. "Aniyo, jangan ceritakan tentangku, ya? Kau tahu kan, kalau hubungan jurusan pendidikan dan jurusan olahraga itu buruk? Kalau mereka tahu kau dekat dengan anak jurusan olahraga sepertiku, kau pasti digencet dan dibully. Apalagi kau murid yang pintar." terangku.

Eunhyuk memasang wajah sedih. Aish...

"Jangan pasang wajah seperti itu, dong... kau kan sudah manis... nanti manisnya hilang?" godaku sambil tertawa.

"...Habisnya, aku tidak mengerti... kenapa jurusan pendidikan dan jurusan olahraga punya hubungan yang buruk? Kalau semuanya sudah saling mengenal dan saling mengerti, banyak hal yang menyenangkan..." kata Eunhyuk. Aku mengangguk. Memang benar, sih... aku juga aneh, kenapa hubungan kedua jurusan ini bisa seperti ini...

WUUUUSHHH

Angin besar berhembus kearah kami. Yah... akhir-akhir ini memang cuacanya berangin, apalagi kami sedang ada di atap sekolah...

"Donghae! Buku manual manikurnya!" seru Eunhyuk. Aku langsung menengadah keatas.

Buku manualnya...tertiup angin?

Kok bisa? Itu buku kan tebelnya kayak buku telepon, kok bisa ketiup angin!

HUPP

Aku langsung melompat dan menangkap buku manual itu. Memang tinggi banget, sih... tapi untunglah, aku anak jurusan olahraga yang atletis. Jadi, aku bisa loncat setinggi itu.

"Ini, Tuan putri~ lain kali, pegang bukunya, ya..." ujarku sambil memberikan buku manual itu pada Eunhyuk. Eunhyuk hanya terdiam sambil memandangku. Kenapa ya?

"Eunhyuk? Kenapa?" tanyaku. Dia menggeleng.

"Aniyo... aku kaget, kau bisa meloncat setinggi itu!" serunya.

"Aku kan anak jurusan olahraga, kau lupa ya?" candaku. Dia tertawa. "Iya... kau memang anak jurusan olahraga yang hebat! Gomawoyo, Donghae~"

"Cheonmayo, Eunhyuk..." balasku.

.

.

.

.

.

.

"Oke, sekarang kita susun acara kencannya..." kataku sambil memberikan majalah pada Eunhyuk.

"Di majalah itu, ada tempat-tempat bagus untuk kencan. Gimana?" tanyaku lagi. Eunhyuk menggeleng. "Aniyo, Donghae... aku mau kencannya yang sederhana saja..." jawab Eunhyuk. Aku mengangguk. "Baiklah, jadi mau kemana saja?" tanyaku lagi.

"Kencannya sih, katanya sudah ditentukan oleh Siwon oppa... 'Kencan Cinderella', dari jam 11 pagi sampai jam 6 sore... sudah ditetapkan untuk makan siang, lalu nonton film di bioskop... " terang Eunhyuk.

"Tapi, meskipun durasi filmnya panjang, pasti masih ada sisa waktu kurang lebih dua jam, kan? Lalu mau kemana lagi?" tanyaku. Eunhyuk masih berpikir.

"...Sisa waktunya... hanya satu jam..." gumam Eunhyuk.

"Satu jam? Kalau namja, pasti langsung masuk game center buat main..." kataku. Eunhyuk terlihat masih berpikir.

"Kalau hanya makan dan nonton film, waktu ngobrolnya berkurang... tapi, aku pasti grogi kalau ngobrol sambil bertatapan mata dengan Siwon oppa..." terang Eunhyuk.

Hmmm... dia masih malu, ya...

Kira-kira, tempat apa ya, yang meskipun tidak bertatap muka tapi suasananya bagus untuk berdua?

Hmmmmm...

Ah! Iya! Itu dia!

"Eunhyuk! Kencannya dekat stasiun, bukan?" tanyaku. Eunhyuk mengangguk. "Ne, di dekat stasiun."

Aku tersenyum kearahnya. "Ikut aku! Aku tahu tempat yang bagus!"

.

.

.

.

.

.

Aku mengajak Eunhyuk ke sebuah komplek perumahan yang sudah hancur. Disana, ada tempat milik pribadi yang punya pemandangan indah.

"Ayo masuk, Eunhyuk~" kataku sambil membukakan pintu gerbangnya.

"Donghae, di gerbangnya ada tulisan dilarang masuk, lho... apa enggak apa-apa?" tanya Eunhyuk. Aku mengangguk. "Tenang, tempat ini tidak terpakai lagi, kok! Ayo masuk!" seruku sambil mendorongnya agar masuk. Dia ini selalu malu-malu... padahal mau juga.

Kami pun masuk ke tempat itu. Angin sore berhembus perlahan. Terlihatlah dengan jelas langit berwarna jingga, menandakan matahari akan segera terbenam.

Pemandangan kota Seoul bisa terlihat jelas dari sini. Bunga-bunga dan rerumputan yang terhampar di tempat itu pun memperindah suasana.

Dan jangan lupa bangku taman yang terletak persis di tengah-tengah hamparan bunga-bunga itu.

Yah... aku heran, apa pemilik tempat ini memang membangun tempat seperti ini untuk pacaran, ya? Soalnya, suasananya sangat mendukung...

"Donghae... tempat ini sangat indah!" seru Eunhyuk sambil terus memperhatikan pemandangan tempat ini.

"Tentu saja... namja kayak Choi Siwon sih, pasti lemah sama pemandangan begini! Nanti kamu ajak saja dia kesini, terus ngobrol bareng! Pas kan?" tanyaku. Eunhyuk mengangguk semangat sambil memetik beberapa bunga. Dasar yeojya...

Eunhyuk menoleh kearahku. Dia lalu memandangiku. Ada apa, sih?

"Waeyo, Eunhyuk?" tanyaku. Eunhyuk masih memandangiku.

.

.

.

"...Saranghaeyo..."

.

.

.

...hah?

Apa...apa yang dikatakannya?

Apa yang dikatakan Eunhyuk?

"...Eunhyuk?"

Dia tidak menjawab dan masih memandangiku. Haruskah aku membalasnya?

.

.

.

"...Na...nado... sa..."

.

.

.

"DONGHAE~ BAGAIMANA AKTINGKU TADI? BAGUS, TIDAK?"

.

.

...hah?

"Aku akan menyatakan perasaanku pada Siwon oppa disini! Aku akan mengatakannya seperti tadi! Bagaimana, Donghae?"

Uh...? jadi... itu semua... akting?

"...Donghae? Kau kenapa? Tadi kau mau bicara apa?" tanya Eunhyuk. Aku langsung menggeleng.

"Eh? Ti..tidak, aku tidak mengatakan apa-apa..." jawabku.

Barusan...

Aku keceplosan apa?

Aish... sadarlah, Donghae! Eunhyuk hanya mengatakan itu agar saat dia mengatakannya pada Siwon, dia tidak akan terlalu malu dan grogi! Itu saja!

Dan itu tandanya kalau tempat ini memang punya suasana yang bagus untuk kencan! Itu benar!

Lee Hyukjae tidak mungkin mengatakan hal seperti itu untuk Kim Donghae! Tidak mungkin!

Dan aku juga tidak mungkin punya perasaan seperti itu pada Eunhyuk, kan?

...Ya... Eunhyuk itu menyukai Choi Siwon, kan?

OoooOoooo

"Donghae, Bagaimana?"

Aku tidak bisa berkedip menatap Eunhyuk yang sekarang ada di depanku.

Eunhyuk...

Dia sangat... cantik... dan manis...

Rambutnya yang panjang dan bergelombang dibiarkan terurai dengan indah...

Bibirnya merah merekah dan terlihat sangat lembut...

Matanya yang cemerlang dan indah...

Kulit putihnya yang lembut dan putih itu dibalut mini dress yang sangat cantik...

Dan jangan lupa gummy smile-nya yang sangat manis...

Ya Tuhan... Ini karya Tuhan yang paling indah...

"Donghae? Kenapa melamun?"

Ah!

Ya ampun... aku sampai terdiam saking kagetnya...

"Mi...mianhae, Eunhyuk... aku kaget..."

GREP!

Tangan Eunhyuk menggenggam tanganku erat. Aish... berani taruhan, mukaku pasti sudah sangat memerah sekarang...

"Donghae... akhirnya, besok adalah hari kencanku dan hari tes perbaikanmu, ya... ayo salaman, untuk saling menyemangati!"

Eunhyuk pun menyalami tanganku dan mengibas-ngibaskannya dengan semangat. Hmph... dasar Eunhyuk...

Sekarang, sudah tidak ada lagi Lee Hyukjae yang merasa tidak manis...

Yang sekarang ada, adalah seorang Lee Hyukjae yang merupakan yeojya termanis yang pernah kulihat...

"...Eunhyuk..."

"Ya?"

"...kau telah berusaha... bagi namja, seorang yeojya yang telah berusaha untuk dirinya, pasti sangat manis."

Eunhyuk masih menatapku lekat-lekat.

"...Donghae..."
.

.

Ini... mantera terakhirku... sebagai seorang 'fairygodmother' untuk sang Cinderella...

"Eunhyuk... kau manis... Dibanding siapapun, kaulah yang paling manis..."

Ya...

Dengan ini...

"Donghae! jeongmal kamsahamnida!"

...Tugas sang 'fairygodmother' pun selesai...

OoooOoooO

"Baiklah! Kumpulkan kertas jawaban ujian kalian!"

Aku menghela nafas lega sambil memberikan kertas ujianku pada pengawas.

Senyum masih terpasang di wajahku.

Aku masih tidak percaya... aku bisa mengisi semua soal di tes perbaikan ini dengan sempurna! Semua ini karena Eunhyuk mengajariku... Eunhyuk... dia benar-benar malaikat!

"Hei, lihat ini! Di dalam laci ada foto 'Choi Siwon'!"

Hmm?

Dua namja yang duduk di belakang mejaku membicarakan Siwon?

Siwon yang berkencan dengan Eunhyuk hari ini, ya?

...Nguping dikit gak ada salahnya, kan?

"Yeojya di sekolah kita pada suka sama dia, ya..."

"Oh, iya! Dulu, aku pernah dengar tentang Choi Siwon! Orang ini berkencan bergiliran dengan anggota fansclub-nya, lho! Yeojya yang menyukainya, hanya dia 'pakai' tanpa ia jadikan sebagai yeojyachingunya, lho!"

...Apa?

Jadi... Choi Siwon...

"Apa? Jadi yeojya-yeojya itu hanya buat iseng-iseng? Hanya untuk main-main? Apa yeojya-yeojya itu gak marah?"

"Sebagian besar malah senang karena bisa kencan bareng Choi Siwon. Bodoh, ya... padahal kan Choi Siwon hanya main-main... aku kasihan pada yeojya-yeojya yang menyukainya..."

BRAKK!

Aku menggebrak meja dan langsung berlari untuk mengejar Eunhyuk.

Eunhyuk... apa jadinya kalau dia hanya dipermainkan oleh Siwon!

Padahal... Eunhyuk benar-benar menyukai Siwon...

Ini tidak bisa dibiarkan!

Donghae POV End

OoooOoooO

Eunhyuk POV

Ah... hari ini hari yang sangat menyenangkan...

Bagaimana dengan tes perbaikan Donghae, ya? Apa dia berhasil?

"Hyukjae-sshi! Maaf membuatmu menunggu! Tadi toiletnya penuh!"

Aku langsung menoleh kearah orang yang memanggilku itu. Ya. Dia Choi Siwon. Choi Siwon yang sangat kusukai.

Rasanya seperti mimpi, aku bisa berkencan dengan Siwon oppa...

"Ah, gwaenchanayo..." balasku pada Siwon oppa. Tuhan... aku sangat gugup!

"Bagaimana film-nya tadi? Bagus tidak?" tanya Siwon oppa. aku mengangguk cepat. "Ne. Sangat bagus! Aku suka!"

Siwon oppa tersenyum kearahku. Ya Tuhan... ini bukan mimpi, kan?

"Hyukjae-sshi, kau sangat manis. Aku suka yeojya sepertimu!"

A...Apa?

"Eh...kamsahamnida..." balasku pada Siwon oppa.

Omoooo... aku sangat bahagia!

"Hyukjae-sshi, waktu kencannya masih ada waktu sekitar satu jam lagi. Kau mau ajak aku kemana?" tanya Siwon oppa.

Hmmmm...

.

.

.

.

.

"Wah! Hyukjae-sshi! Kau sangat hebat! Tempat ini sangat indah!"

Aku dan Siwon oppa duduk di bangku taman, tepatnya di tempat yang Donghae tunjukkan padaku saat itu.

Tempat dengan pemandangan matahari terbenam yang sangat cantik...

"Kau banyak tahu tentang tempat-tempat yang bagus, ya Hyukjae-sshi..." puji Siwon oppa. Aku tersenyum senang. Bahagia sekali!

"Eh... sebenarnya, temanku yang memberitahuku..." ucapku.

"Ooh... begitu..."

"Dia juga banyak membantuku, dia namja dari jurusan olahraga..." tambahku.

"...Jurusan olahraga? Hyukjae-sshi? Kau berteman dengan kelompok bodoh yang bau keringat itu?"

...Eh?

Apa yang Siwon oppa katakan?

"Hyukjae-sshi, yeojya dari jurusan pendidikan tidak baik bergaul dengan mereka yang dari jurusan olahraga, nanti kau ketularan bodoh, lho... meskipun aku suka cewek bodoh yang manis..."

.

.

.

PLAK!

.

.

"...Donghae tidak bodoh! Dia bukan orang bodoh!"

Aku menampar Siwon oppa.

...Entah kenapa, aku merasa kesal padanya yang bicara macam-macam tentang Donghae...

"...Baru kali ini yeojya yang kencan denganku, membicarakan tentang namja lain dan menepis tanganku..."

"KYAAAA!"

BRAK!

Siwon menggenggam tanganku erat dan menahan badanku, sehingga posisiku berada dibawahnya, sambil terbaring di kursi taman.

...Ya Tuhan...

Apa yang mau dia lakukan?

"...'Donghae' ya? Dia pasti tahu... tempat yang dilarang masuk untuk pemandangan indah, dan juga tempat untuk bersenang-senang tanpa diganggu, selain dari tempat ini..."

...Eh?

"Seperti ini, kan?"

"GYAAAAA!"

Aku berteriak keras saat Siwon perlahan menaikkan mini dress yang kupakai. Ya Tuhan... apa maksudnya ini?

"MAU APA KAU? HENTIKAN!" seruku lagi sambil terus meronta-ronta. Kenapa bisa jadi begini?

"Kau ini fansku, kan? Kau juga menyukaiku, kan? Kalau begitu, nikmati saja..." ucap Siwon oppa sambil tersenyum.

Ya Tuhan!

"TIDAAAAK! AKU TIDAK MAU!"

"Ssh... tenanglah, Hyukjae-sshi..."

A...aku takut... Tuhan... apa yang harus kulakukan?

Aku memejamkan mataku saking takutnya... kenapa Siwon oppa jadi seperti ini?

Aku...aku harus minta tolong pada siapa?

..

...Donghae...

ya! Donghae!

"DONGHAEEEEEEE!"

.

.

.

BRAKKK!

.

.

.

...Eh?

Kenapa ini?

"Dasar playboy cap kuda! Seenaknya saja kau menyentuh Eunhyuk! Kurang ajar!"

BRAK

BRUGG

DUGG

...Omo...

Itu... Donghae...

Dia... datang menolongku?

Aku memperhatikan Donghae yang sedang...eh? Tunggu! Apa dia sedang memukuli Siwon oppa? Apa suara saat aku menyerukan namanya tadi itu adalah suara tendangan Donghae di wajah Siwon? Pantas saja di wajah Siwon oppa ada bercak merah!

..Ya Tuhaaaaaan!

"...Donghae...?"

Donghae menoleh kearahku. Keringat mengucur dari wajahnya. Pasti dia berlari untuk sampai sini...

Dan setelah sampai sini, dia langsung memukuli orang. Omona...

"..Eh...Eunhyuk... apa aku mengganggu kalian?"

PLAK!

"Eeeh! Eunhyuk! Kenapa kau menamparku?"

"KARENA KAU BODOH!"

Donghae membelalakkan matanya. Iya... dia memang bodoh!

"Setelah kau lihat kalau Siwon hampir melakukan 'something-something' padaku, kau masih sempat tanya 'Apa aku menganggu kalian'? Apa tidak salah? Hiks...Kau benar-benar bodoh!" teriakku sambil terisak. Air mataku terus mengalir saking takutnya. Ugh... aku menyesal setelah bilang pada Siwon oppa kalau Donghae itu tidak bodoh! Dia memang bodoh!

"DONGHAE, KAU BODOH!"

PLUK

Aku memeluk Donghae dengan erat. Sungguh. Aku masih takut. Sangat takut. Dadaku berdebar-debar dan air mataku masih saja mengalir.

"...Eunhyuk..."

"Hiks... Donghae... Hae..."

Donghae membalas pelukanku. Aku membenamkan wajahku di dadanya.

Debaran jantungnya terdengar di telingaku. Jantungnya berdebar dengan sangat kencang.

"...Eunhyuk... aku bau keringat... jangan memelukku seperti ini..."

Aku menggeleng cepat.

"Aniyo... Donghae... aku takut... sangat takut..." isakku.

Donghae mengeratkan pelukannya padaku.

"...Mianhae..."

"Ya! Ya! Kalian jangan berpelukan semesra itu! Apa kalian lupa ada korban kekerasan disini?"

Aku dan Donghae menoleh kearah Siwon oppa.

Di wajahnya terdapat bercak merah dan juga memar dimana-mana.

...Tak kusangka tenaga Donghae sekuat itu dan bisa membuat Siwon oppa babak belur... Siwon oppa kan berbadan besar...lebih besar dari Donghae malah...

"Cih! Sudah hampir melakukan hal yang tidak-tidak pada Eunhyuk, kau masih bisa bicara begitu?" Donghae sudah siap dengan kepalan tangannya dan mengarah ke Siwon.

"Donghae! Sudah!" leraiku. Donghae pun diam.

"Wah wah... berani sekali kau memukuliku seperti ini? Aku ini kakak kelasmu, kau tahu? Oh ya, aku tidak mungkin macam-macam pada yeojya itu... ya sudah, selamat atas hubungan kalian!" Siwon oppa pun berlalu dan langsung pergi.

...Tunggu...

Apa maksud perkataanya tadi?

Aku dan Donghae saling bertatapan heran satu sama lain.

..Apa jangan-jangan.. maksud Siwon oppa itu...

"Eunhyuk?"

"Eh, ah! I...iya? Ada apa?" Aku langsung menoleh kearah Donghae.

"Ayo pulang. Aku akan mengantarmu."

Aku terdiam sebentar dan mengangguk.

Donghae... dia selalu membantuku... dia juga selalu menolongku... Dia juga orang yang sangat baik...

...Tunggu...

Apa jangan-jangan... aku ... jadi menyukai Donghae?

Eunhyuk POV End

OoooOoooO

Author POV

"Donghae, bagaimana tes perbaikannya?" tanya Eunhyuk pada Donghae yang sedang makan siang di atap sekolah jurusan pendidikan bersama dengan Eunhyuk.

"E...eh... tes perbaikannya lancar, kok... gomawo, Eunhyuk. Karena kau membantuku belajar, aku jadi bisa mengerjakannya dengan sangat lancar dan sempurna!" jawab Donghae semangat.

"Aku juga berterimakasih padamu, Donghae... jeongmal gomawoyo... aku jadi bisa berubah menjadi orang yang lebih percaya diri karenamu!" ucap Eunhyuk. Wajah Donghae jadi agak memerah saat melihat Eunhyuk yang tersenyum dengan manisnya.

"...Eh, Eunhyuk..."

"Ne?"

"...Apa kau mau... pulang bersamaku nanti?" tanya Donghae malu-malu. Eunhyuk mengangguk dengan semangat.

"Tentu saja, Donghae."

Donghae tersenyum senang saat Eunhyuk menerima ajakannya. Tapi, raut muka Donghae jadi agak murung kembali.

"...Eunhyuk, mianhae... gara-gara aku, kencanmu dengan Siwon jadi gagal... dan kau juga tidak bisa jadian dengan Siwon..." kata Donghae sambil menunduk.

Eunhyuk menepuk pundak Donghae pelan. Donghae pun mengangkat wajahnya.

"Donghae...gwaenchana. Memangnya siapa yang mau jadian dengan namja seperti Choi Siwon? Wajahnya saja yang tampan, tapi kelakuannya benar-benar tidak bisa dibilang baik. Kau tahu kan apa yang hampir dia lakukan kemarin padaku?" omel Eunhyuk. Donghae mengangguk. "Kalau aku tidak datang, gawat jadinya." gumam Donghae.

Eunhyuk menoleh kearah Donghae sambil tersenyum. "Apalagi, aku lebih memilih 'penyihir' daripada Pangeran Tampan di cerita Cinderella, kalau Pangeran Tampannya berkelakuan kayak Siwon..."

Donghae menertawakan Eunhyuk."Haha... Ibu peri kali, bukan penyihir. Tidak ada penyihir di cerita Cinderella!" koreksinya. Eunhyuk membela dirinya."Ada, kok! Sama saja, kan?"

Donghae masih memikirkan omongan Eunhyuk tadi. Dia termenung sebentar.

'...Eunhyuk bilang, kalau dia lebih menyukai 'Ibu Peri' daripada Pangeran Tampan?'

'...Pangeran tampannya...Siwon, kan?'

'...jadi...Ibu Peri-nya...'

'!'

'Ja...jangan-jangan...'

Donghae langsung menoleh kearah Eunhyuk yang ternyata masih memandanginya. Eunhyuk masih tersenyum sambil terus memandang Donghae, membuat Donghae makin heran.

"...Eunhyuk... jadi...orang yang kau sukai itu..."

Kata-kata Donghae terpotong oleh anggukan cepat Eunhyuk.

"Ne, Donghae... aku menyukaimu."

Kata-kata Eunhyuk membuat Donghae kaget. Matanya langsung membulat. Sedangkan Eunhyuk, dia langsung menunduk untuk menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah sempurna.

Donghae langsung tertawa pada dirinya sendiri. Membuat Eunhyuk merasa heran juga.

"Ya! Kenapa kau malah tertawa? Bukannya... kalau ada orang yang bilang suka itu, harusnya kan dijawab! Kok malah tertawa?" tanya Eunhyuk gelagapan karena gugup dan heran. Donghae perlahan menghentikan tawanya.

"...Ahaha... aku... aku sangat bersyukur menjadi anak jurusan olahraga... benar-benar bersyukur!" seru Donghae.

"Mwo? Wae?" tanya Eunhyuk makin penasaran. Donghae menoleh kearah Eunhyuk sambil memasang senyumnya. "Kau mau tahu kenapa?" . Eunhyuk pun mengangguk.

Donghae menengadahkan kepalanya agar bisa menatap langit. Langit yang cerah tanpa awan. Sama seperti pada saat Donghae pertama kali bertemu dengan Eunhyuk.

"Aku sangat bersyukur karena menjadi murid jurusan olahraga, karena aku jadi lebih giat berolahraga dan jarang belajar... kalau aku tidak mendapatkan nilai merah, aku tidak akan nekat untuk datang ke atap jurusan pendidikan di hari itu..." terang Donghae.

"...Dan kalau aku tidak datang ke atap ini saat itu, aku tidak akan pernah bertemu denganmu, dengan yeojya yang paling manis di dunia ini~" lanjut Donghae. Wajah Eunhyuk makin memerah saat mendengar kata demi kata yang keluar dari mulut Donghae.

"...Lee Hyukjae... Eunhyuk... saranghae... jeongmal saranghaeyo!" seru Donghae, membuat teriakannya menggema karena dia berteriak di atap sekolah yang sangat tinggi.

"Donghae~ teriakanmu bergema! Kalau didengar satu sekolahan bagaimana?" canda Eunhyuk. Donghae menggeleng. "Gwaenchana. Aku ingin meneriakkannya. Kau juga, teriak saja! Supaya pikiranmu lega dan fresh~ hehe..."

Eunhyuk pun meletakkan tangannya di wajahnya, bersiap untuk berteriak seperti halnya Donghae.

"Kim Donghae... Donghae... Nado Saranghae! Jeongmal saranghaeyo!"

Mereka berdua pun tertawa bersama setelah pernyataan cinta dari masing-masing itu. Berusaha mengumpulkan kembali tenaga mereka yang terkuras karena berteriak sekencang-kencangnya tadi.

"...Keren... Di cerita Cinderella ini, Cinderella-nya malah jadian dengan Ibu perinya... bukan dengan pangerannya..." gumam Donghae sambil berbaring di atap. Diangguki oleh Eunhyuk yang berbaring di sebelahnya.

"...mungkin, daripada ibu peri, lebih baik aku menyebutmu 'penyihir', karena kalau kau 'ibu peri', berarti kau seorang yeojya... " balas Eunhyuk. Donghae menggeleng. "Aniyo... aku ini 'ayah peri'. Haha..."

"Mana ada! Dasar Donghae babo~" canda Eunhyuk. Mereka pun tertawa bersama, menghabiskan waktu berdua di atap luas itu, diselimuti oleh cerahnya langit biru yang ada di atas mereka.

.

.

.

.

.

THE END


yaaayy~ berhasil juga... *ngos-ngosan* *ngelap keringet* *minum Pocari Sweat* #promosi

Dan saya gak bosen-bosennya bilang, ini cerita terinspirasi dari komik 'Wizard in July', tapi saya cuma ngambil jalan ceritanya doang, itu juga gak semuanya, dan selebihnya itu adalah ide saya sendiri, padahal ceritanya gak panjang-panjang amat, tapi ceritanya setelah saya tambah-tambahin pake ide saya sendiri, jadinya dua kali lebih panjang... hohoho...

O, ya...mianhae kalo ada typo dan hal-hal yang tidak berkenan di hati para readers semua... soalnya, saya udah dua tahun hiatus... ehehehe... #curhat

MENERIMA REVIEW DAN FLAME MAUPUN KRITIKAN DAN SARAN... ^^

Tapi, sebenernya FF saya dibaca orang aja udah syukur Alhamdulillah... eehehehehe...

S.U.S my other FF... :D

Aleena Liu/Lee Soosun

.

.

REVIEW YA?

YANG REVIEW AUTHOR DOAIN DICIUM BIAS! -antusias-