Disclaimer : One Piece isn't mine. I'm sure you've known it.

Warning : Setting waktu cerita beberapa minggu setelah keluar dari pulau manusia ikan.


Dare mo Shiranai

Chapter 01


Mustahil...

Hanya satu kata itu yang terus menggema dalam pikirannya. Rasa syok menjalari tubuhnya. Tenggorokannya tercekat, membisu seraya terpaku menatap apa yang dia lihat.

Apakah nasib mempermainkannya? Apa ini hanya kebetulan saja? Ataukah hal itu benar-benar nyata?

Tubuhnya bergetar, kelebat demi kelebat ingatan buruk mulai memenuhi pikirannya. Di tengah kabut kenangan itu, dia bisa dengan samar mendengar sentakan nafas tertahan teman-temannya yang sepertinya berhasil menyusulnya.

Ini sama sekali di luar dugaan, tapi sampainya mereka di pulau ini pun di luar dugaan, badai menghantam Sunny dan membuat mereka sampai kemari. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk mampir sejenak di pulau ini untuk rekreasi, hanya untuk beristirahat.

Mereka pikir ini hanyalah pulau kosong, jadi ketika dia tidak sengaja melihat sekelebat bayangan yang lewat, tanpa pikir panjang dia mengejar bayangan itu – yang membuat krunya bingung dan ikut mengejarnya.

Dan lalu, di sinilah dia... membeku karena melihat hal yang berdiri di hadapannya.

"Mustahil..." Dia mendengar Nami menggumam.

Ya... ini sangat mustahil.

Darah...

Kematian...

Api...

Kenangan-kenangan buruk yang telah berhasil dia kunci dalam kotak, kini telah terbuka segelnya, dan merambah pikiran serta hatinya tanpa henti.

Mengguncang kembali jiwanya yang telah sembuh...

Membuka kembali luka... bukan... lubang hatinya.

Semua itu karena melihat seseorang yang berdiri di hadapannya ini.

Seorang lelaki yang lebih tua dan lebih tinggi darinya. Rambut hitamnya yang sedikit bergelombang itu... Wajah yang sangat familiar baginya, sangat, terutama bintik-bintik yang menghiasi wajah itu.

Terlebih lagi... tato yang menghiasi lengan yang dia cengkeram saat ini.

Perasaan bahagia mulai muncul ke permukaan jiwanya, harapan mulai bangkit kembali dalam dirinya.

Hanya satu nama yang terlontar dari mulutnya... satu nama dari orang yang sangat berharga baginya.

"Ace..."

To Be Continue...