Lovely Nightmares


Seventh: A war set! It's On! but will things go smoothly as Kurapika also found her so-called friends all around Stargates Academy, and will Kuroro stop teasing her with the "Princess" nickname?, she could only wonder...


Chapter 7: Mountains and Bonfire


"Pak, istirahat dulu ya", keluh salah seorang murid perempuan berambut tembaga itu,

"Iyaa Paak..", sahut yang lainnya bersamaan, pak guru yang dari tadi diajak bicara pun melirik kearah murid-murid yang lainnya,

"Hmmm..baiklah", ia berujar pasrah lantaran murid-murid yang berjalan dibelakangnya sudah nyaris memegangi lutut mereka karena lelah, iapun melirik kearah nona-nya, dan keadaan gadis itu agak lebih buruk daripada yang lainnya, pandangannya lalu ditujukan pada beberapa muridnya yang sedang melakukan perenggangan,

"Kau tidak lelah, Putri?", tanya seorang pemuda berambut hitam yang memecah keheningan saat itu, seorang gadis pirang nampak tengah mengatur napasnya,

"Ya..tidak masalah, lagian...berhenti memanggilku Putri!", gadis itu berujar ketus pada pria yang tadi, alisnya berkerut seakan menandakan ketidaksukaannya dipanggil demikian,

"Mau kubawakan barang-barangmu?", ledeknya pada gadis pirang itu, ia hanya melirik tajam dan mengerucutkan bibirnya,

"Menurutmu?", tanyanya dengan nada yang agak ditinggikan,

"Hn, baiklah", sahut pria itu sambil berdiri tegap lagi, tak sedikitpun ada tanda-tanda kelelahan diwajahnya, seakan pendakian semacam ini sudah seperti rutinitas yang mudah baginya, anak-anak yang sejak tadi menonton 'drama' keduanya langsung pura-pura melihat kearah lain ketika mereka sudah selesai bicara, sebagian anak perempuan dikelas itu memandang gadis tadi dengan tatapan iri dan sinis, tapi gadis itu sama sekali tidak menggubrisnya.

Memang, sejak mereka jadian dua minggu sebelumnya, Kuroro semakin sering memperlakukannya bak putri raja, memang manis sih, tapi tetap saja, bagi seorang gadis tangguh yang biasa mandiri seperti dirinya, hal ini justru terasa bagaikan sebuah ejekan, ditambah Kuroro yang sering memanggilnya dengan sebutan Putri, membuatnya harus mengerutkan alisnya supaya semua orang tidak memperhatikan pipinya yang bersemu merah karena malu.

Kurapika menghela napas dan sedikit merenggangkan tubuhnya yang terasa sangat pegal, bayangkan, mereka sudah berjalan nyaris satu jam dan tujuan mereka masih sangat jauh karena terhambat oleh mereka-mereka yang selalu mengeluh lelah dan minta istirahat, padahal semakin sering istirahat kan semakin terasa lelah, apalagi dalam pendakian semacam ini.

Sementara Kurapika sedang asyik dengan gerutuannya sendiri, Kuroro hanya melirik gadis itu sambil menahan tawa, ia sama sekali tidak menyesali keputusannya menjadikan gadis itu sebagai kekasihnya, sebab, gadis itu selalu saja membuatnya terhibur dan jauh dari rasa bosan, ia tidak pernah bertingkah layaknya gadis biasa yang langsung melting ditempat dan mengiyakan saja, reaksi yang nyaris typical untuk gadis-gadis umumnya, tapi malah marah dan seakan merasa terhina, membuat orang semacam Kuroro semakin ingin menggodanya.

Dari jauh Pak Basho hanya memandangi murid-muridnya dengan tatapan tidak tentu, ia sendiri tidak bisa berkomentar melihat seluruh kejadian yang terjadi ditempat mereka saat ini.

"Pak Basho!", teriak salah satu siswa yang sepertinya berada dibarisan belakang, tepatnya barisan tingkat satu,

"Ya, aku dengar ada yang memanggilku, ada apa?", sahut Pak Basho agak keras agar anak itu mendengarnya,

"Kapan kita akan jalan lagi?", suara itu menyahut lagi, kali ini Kurapika mempertajam pendengarannya karena suara itu terdengar sangat familiar ditelinganya,

"He-eh Gon, aku tahu kau bersemangat, tapi kan tidak semuanya sepertimu", sahut suara lainnya yang juga terdengar familiar, Kurapika langsung saja memasang parka-nya agar menutupi wajahnya, ia tahu sekarang siapa yang sedang bicara pada Pak Basho itu, ya, mereka adalah Gon dan Killua, kedua temannya dari ujian hunter,

bukannya mereka sedang menyelesaikan game Greed Island ya?, batin Kurapika bingung, tapi ditepisnya pikiran itu dan ia segera berkonsentrasi untuk menutupi identitasnya lebih baik lagi, karena terhitung detik ini, setidaknya ada beberapa orang yang tidak ia inginkan untuk mengetahui kebenaran soal gendernya, setidaknya tidak sekarang, mereka adalah: Basho, Neon, Gon, dan Killua, sebenarnya Leorio juga termasuk, tapi ia masih belum dapat konfirmasi keberadaan sahabatnya yang satu lagi itu, dan dalam hati ia sangat berharap agar Leorio tidak disini, tapi beberapa menit kemudian harapannya itu pupus sudah.

Ia melihat pria itu, Leorio, dibarisan tingkat empat dan (untungnya) ia sedang mengobrol dengan teman-teman seangkatannya, Kurapika bernapas lega sekaligus was-was, pembongkaran identitas paling buruk bisa terjadi selama perkemahan atau pendakian itu, dan itu adalah hal terakhir yang ia bayangkan untuk terjadi disaat seperti ini.


Senja temaram mengiringi sekelompok murid Akademi Stargate yang tengah merayakan pencapaian mereka, mereka sudah berhasil mencapai tempat berkemah dengan selamat sebelum malam tiba dan hal ini membuat para guru pendamping merasa amat lega.

Saat ini, para anak perempuan sedang memasak dialam terbuka dan para anak laki-laki sedang mempersiapkan api unggun, nantinya mereka akan makan malam sambil duduk mengelilingi api unggun tersebut, sementara para guru tengah mempersiapkan tenda untuk menginap malam itu.

Api unggun pun menyala ketika para remaja putri itu telah selesai dengan masakan mereka, semua segera duduk melingkar disekitar api unggun yang menghangatkan dingin malam itu.

"Nah, apa yang ingin kalian lakukan anak-anak?", ujar Pak Basho memulai aktivitas malam seusai makan malam,

"Pak, kita akustikan saja!", ujar salah satu siswa angkatan Leorio, ia membawa gitarnya dan ia letakkan diatas pangkuannya,

"Baik, tapi siapa yang akan bernyanyi?", tanya Pak Basho singkat, seketika murid-murid itu terdiam, hingga salah satu dari putri tingkat tiga mengacungkan tangannya,

"Diundi saja!", usulnya, ia lalu mengeluarkan sebuah gelas berisi benyak batangan stik es krim,

"Yang dapat tinta hitam dibawahnya, harus menyanyi", tantangnya pada semua murid yang ikut kemah, "Ayo, uji keberuntungan!", kata siswa yang lainnya, mereka yang merasa pede dengan suaranya tampak sangat antusias mengambil stik es krim tersebut, tapi...ternyata yang beruntug adalaaaah...Neon!,

"Mau nyanyi lagu apa?", tanya pria yang memegang gitar tadi, semua mata pun langsung tertuju pada Neon yang memutar otaknya lebih keras dari biasanya, mencari lagu yang kira-kira tengah menggambarkan mood-nya saat ini, sampai akhirnya ia terpikirkan beberapa lagu,

"Hmm..tahu lagu Teardrops On My Guitar ngga?", tanya Neon ragu,

"Tahu", sahutnya datar, dan Neon pun menyanyikan lagu yang ditujukannya pada Kuroro dan April (Kurapika) itu, dengan penuh penghayatan.


I'll bet she's beautiful

That girl he talks about

And she's got everything

That I have to live without

Neon melirik kearah kedua orang yang sedang duduk berdampingan itu, ia tersenyum miris

He's the reason for the teardrops on my guitar

The only thing that's keeps me wishing on a wishing star

He's the song in the car I keep singing

Don't know why I do

(Teardrops On My Guitar ~ Taylor Swift)


Undian kembali diacak, kali ini ketidak beruntungan jatuh pada Kurapika lantaran Kuroro memberikan stik yang setelah ia lihat ternyata bertanda hitam itu, pipi gadis itu bersemu merah tapi matanya juga melirik sinis pada Kuroro dan mulai memerah, ia lalu menghela nafas, sambil kepalanya memikirkan lagu apa yang harus ia nyanyikan agar tidak begitu malu,

"Kalian duet saja!", tiba-tiba seorang murid mengusulkan, Kuroro kemudian tersenyum mengiyakan dan membisikkan sesuatu kepada sang pemegang gitar, membuat gitar itu berpindah ketangannya.

Ia pun lalu kembali kesamping Kurapika dan tersenyum pada gadis itu,

"Ikut ya", pintanya halus, membuat sang gadis tersenyum malu.


I'm in a session writing tracks

You got another class to teach

I'm in rehearsal with the band

You're always one step out of reach

I'm looking for some harmony

With you it comes so naturally

You're help me find the right key

Kuroro memberi isyarat pada Kurapika untuk mengikutinya, gadis itu hanya menghela nafas.

And when I hear you on a radio

I never wanna change a single note

It's what I'm trying to say all along

You're my favorite song

(You're My Favorite Song ~ Joe Jonas ft. Demi Lovato)


Acara api unggun tersebut kemudian berakhir seiring dengan berlalunya sinar bulan, malam yang semakin larut dan semua anak yang kembali ke tenda masing-masing, perkemahan ini akan berakhir esok hari seusai fajar, dan setelah itu mereka akan kembali kerumah masing-masing, tapi kenangan akan hari itu nampaknya akan menghiasi mimpi indah semua murid kelas A Akademi Stargate.


Next On: SchoolFest? what on earth? and with the A-class go with the Legendary story of two kingdoms, Kurapika found herself on a two dilemmatic situation as someone tries to step between these two newbie lovebirds...


Author's Note: Hey I'm back! wish me luck minna, cause on this afternoon I will do my final exams, huuu I'm so worried..

but don't be afraid I'll do my updates soon cause my dear Ipod has finally connect back and allow me to wrote this fic since chappie 2, thank you Ipod-chan!

Have a good weekend, Ciao!

Kaoru

ps: sorry if this chappie sounds short, I've type this for an hour though, and there's no longer time left for me to make it longer, but I promise that the next chappie will be longer cause, there'll be drama play, kyaaa .;;

Review please!