Lovely Nightmares


Eighth: Drama Play? Oh it's not areal problem..is it? and with someone from her past came by to get her to take the sorrow into her hands once more will she take it?


Chapter 8: The Story of A Legendary Tale


Suasana kelas 2-A sore itu nampak hening, beberapa murid baru terlihat akan meninggalkan kelas sedang yang lainnya masih berbenah.

Terdengarlah derap langkah seseorang di koridor yang semula sepi itu, semua murid yang yang sebelumnya duduk dengan tenang di kursi mereka masing-masing langsung berdiri dan menuju kearah orang yang tengah berlari itu,

"Ada apa?", tanya salah satu murid perempuan, temannya yang baru saja berhenti lari itu bernepas tersengal-sengal dan kemudian berujar,

"Culture Fest sudah ditetapkan dalam tiga bulan!", ia berseru, pengurus kelas pun langsung maju kedepan kelas dan menyuruh teman mereka yang baru saja kembali, untuk duduk.

"Teman-teman, seperti yang sudah kita ketahui, dalam Culture Fest akan ada tiga kompetisi, yakni kompetisi hias kelas, dansa, dan tentu saja...drama musikal", ujar ketua kelas,

"Dan tahun ini, kita akan mementaskan kisah yang baru saja terbit dari sejarah, 'Pohon Willow Diantara Dua Raja", sambung sang sekretaris kelas,

"Dan kita..akan mengundi tiga pemeran utama dari seluruh kelas A pada hari Jumat", kata sang humas mengakhiri pembicaraan kelas hari itu.


"Kurapika, kau pulanglah lebih dulu, aku ada urusan", ujar Kuroro ketika mereka sedang berjalan menuju gerbang sekolah,

"Laba-laba ya?", tanya Kurapika penasaran,

"Bukan, klien", sahut Kuroro tenang, gadis itu tersenyum dan berjinjit sedikit untuk menghadiahkan sebuah kecupan dipipi kekasihnya itu,

"Hati-hati ya!", katanya sambil berlari meninggalkan Kuroro yang terdiam sambil mengelus bekas kecupan itu, pria itu tersenyum simpul sambil memperhatikan bayangan gadis itu yang semakin tidak terlihat, ia baru berbalik setelah memastikan bayangan itu tidak lagi bisa dilihatnya.

Kurapika berjalan menuju kawasan apartemen mereka dengan perasaan ganjil, seolah-olah ada yang mengikutinya, iapun segera meningkatkan kewaspadaannya dan memanggil rantainya, matanya dipendarkan ke segala penjuru untuk memastikan tidak ada yang mengikutinya.

Sekelebat bayangan melaju disampingnya dan tiba-tiba saja berada dihadapannya dengan kecepatan tinggi, seorang pria bertubuh tegap dengan tinggi yang tidak berbeda jauh dari Kuroro menghadang gadis itu, tapi ia tetap bergeming, dan justru memandangi pria itu dengan mata yang berangsur-angsur menegas,

"Haruki, kau masih hidup?", ujarnya, ia kenal siapa pria ini, dia adalah putra ketua suku kuruta yang dulu sedang tidak berada di desa ketika terjadi pembantaian, Kurapika menelan ludahnya,

"Kenapa kau bersama pria itu?", tanya Haruki, matanya menatap Kurapika penuh amarah, merah dan menyala, membuat Kurapika sedikit bergidik takut,

"Bukan urusanmu", sahut gadis itu tegas, berusaha keras mencari arah pembicaraan ini,

"Oh, kau sedang merayunya demi klan kita? Atau kau justru terjebak dalam rayuannya?", tanya Haruki lagi, kali ini ia bahkan memojokkan Kurapika, gadis itu tersudut dan semakin ketakutan, tapi disudut hatinya ia tidak berharap Kuroro akan datang, ia tidak ingin masalah ini semakin merunyam, tapi sudut hatinya yang lain justru mengharapkan pria itu datang dan menolongnya, ia bingung.

"Kalau kau tidak menjawab, kurasa kau justru telah menjadi pengkhianat ya?", Haruki bertanya dengan nada selidik,

"Eh..itu..", Kurapika kehabisan kata-kata, ia sedikitnya merasa terancam dengan keberadaan pria itu,

kenapa dia bisa survive sih? Kenapa ngga mati aja?, pinta Kurapika dalam hati.

"Kalau kau memang masih setia dengan klan Kuruta...aku ingin kau membunuhnya", ia mendesak gadis itu, Kurapika agak merasa panik,

"Apa yang kau lakukan pada saudaraku?", tiba-tiba terdengar sebuah suara, Kurapika lega bercampur bingung mendengarnya, suara itu tak lain adalah suara saudara tiri merangkap kekasihnya, yang bernama Kuroro,

"Oh, rupanya pangeranmu sudah datang ya, Kurapika?", pria itu terdengar mengejek, ia menyeringai kearah Kuroro, yang hanya melontarkan senyum bangganya pada pria itu,

"Haruki, aku tidak akan melakukan apapun, tidak pada keluargaku", tegas gadis itu, ia tidak ingin pertumpahan darah terjadi disini, tapi tidak demikian halnya dengan Kuroro, sepertinya ia tertarik dengan pertarungan ini,

"Oh, kau kuruta ya? Dan kau datang untuk balas dendam? Ckck, apa kau tidak merasa kalau kau usahamu sia-sia?", ejek Kuroro, Kurapika hanya terheran-heran dengan tingkah kekasihnya itu, seolah ia sedang mengalami danchou mode: on, dan sebenarnya gadis ini tidak suka jika kekasihnya sedang dalam danchou mode, ia jadi menjengkelkan.


Dan tanpa terasa Jumat pun telah tiba,

Sungguh tak disangka kalau undian pemeran utama jatuh pada:

Kuroro sebagai Raja Stefan,

Leorio sebagai Raja Dante,

Kurapika sebagai Lady Kiara,

Neon sebagai Putri Lucy,

Gon sebagai Pangeran Tommy,

Killua sebagai Ksatria Justin.


Dahulu kala, hidup dua kerajaan, yakni kerajaan Scarlet, dengan Raja yang sangat angkuh bernama Dante.

Kerajaan itu sangat membenci kerajaan Blax yang tinggal diseberang wilayah, dengan hanya dibatasi oleh sebatang Willow tua, hal ini dikarenakan kedua raja tersebut selalu berseteru dan merupakan rival sejak mereka masih sama-sama pangeran dulu.

Raja Dante sangat angkuh, bahkan sejak menjadi pangeran, karena ia tidak mau menikah dengan Lady, dia hanya mau menikah dengan seorang Putri, dan hal ini membuat kecewa para pengagumnya, tidak terkecuali Lady Kiara, lady yang paling cantik dikerajaan itu, dan meski ia juga merupakan teman dekat Sang Raja, tetap saja ia adalah lady yang tidak sepadan dengan seorang putra mahkota, begitu menurut Pangeran Dante kala itu.

Lady Kiara suatu hari tengah menangis di dekat pohon Willow ketika ia mendengar seorang anak meminta tolong,

"Tolong..tolong.. Pangeran..!", iapun mendekat dan melihat seorang anak berambut putih dengan tangan sedang menggenggam tangan yang satu lagi yang mencuat dari dalam lubang, tanpa pikir panjang, sang gadis lalu bergegas menuju tempat tersebut dan ikut mengulurkan tangannya pada anak itu, dan keduanya pun berhasil menarik keluar anak yang terperosok tersebut,

"Kau..siapa namamu?", tanya bocah berambut hitam itu,

"Aku..Lady Kiara dari kerajaan Scarlet", katanya pelan,

"Hehe, terima kasih Lady Kiara, aku Pangeran Tommy dan ini temanku, Ksatria Justin", ujar anak berambut hitam itu lagi,

"Oh begitu, baiklah, tapi kurasa aku sudah harus pulang", Lady cantik itu pamit dan ia segera berlari menuju kerajaannya.

"Kakak! Kakak!", panggil Tommy pada sang kakak, pria itu menoleh pada adiknya yang menghampirinya dengan pakaian yang kotor oleh tanah,

"Kau darimana saja, aku tidak melihatmu seharian ini", kata Stefan dengan nada khawatir,

"Aku sedang bermain di hutan Willow, dan tadi sempat terperosok kalau tidak ditolong oleh kakak cantik tadi", papar Tommy polos, mata Stefan membulat penasaran,

"Kalau aku boleh tahu siapa dan darimana kakak cantik ini, mungkin aku bisa berterima kasih", ujar Stefan pada adiknya,

"Hmm..dia..Lady Kiara dari Kerajaan seberang kakak!", ujar Tommy berapi-api..

TBC


Next: the second part of their drama play was disturbed by an ambush from the person of her past, how would this turns out!


Author's Note: Thank God, my last exams will be held this Friday, okay, then I'm facing Holiday! yeeeaaaay!

would you all mind to review this chappie, I want to hear what you guys think about the drama play and the conflict..

hehe..

Bye bye for now!

Cheers,

Kaoru