Toki: (masih sibuk maen P*kemon F******)

Yukiko: (langsung nutup laptopnya Toki) To-chan! Berhenti sebentar kek!

Toki: (teriak gaje) GYAAA! JARI GUE, JARI GUE! AGH! BELOM DI SAVE! LAGI LAWAN M***Y JUGA!

Yukiko: (mengabaikan Toki) Sa~ Untuk minna-san yang udah melakukan ritual read and review, arigatou gozaimasu~! Silahkan nikmati chapter kedua~!

Petunjuk:

"Hai" – percakapan

"Hai" – bicara dalam hati

Hai – bahasa Jepang

It's Author's PoV!

Disclaimer: Uhm... Ini FANfiction... Jadi, saya hanya seorang fans RinLen... (nangis di pojokan sambil meluk laptop)

Warning: abal, ide pasaran, mungkin OOC, dan typo(s)?


Vocaloid © Yamaha

Wishes © Toki no Miko

Genre: Romance, Drama

Genre: T


Awalnya, tidak ada yang mengira kami berdua akan bertemu

Yah, mungkin saja Tuhan ingin aku tidak merasakan kesepian

Ataukah...

Tuhan hanya menyiksaku?


~19 Febuari 20xx, 11:55 – Koridor Rumah Sakit~

"Hihi... J-Jadi, kau mematahkan salah satu tulang telapak kakimu hanya karena –pfft, salah nendang bola? Gyahahaha!"

Muka Len memerah seketika melihat Meiko tertawa lepas mendengar penjelasannya tentang 'kenapa dia bisa di rumah sakit ini'. "Me-Meiko-nee! Berhentilah tertawa!" bisik Len, terlihat bahwa dia malu dilihat beberapa orang, atau lebih akrab disebut pasien, yang sedang duduk di ruang tunggu.

"Go-Gomen! Hahaha, habisnya, hihi, ceritanya lucu banget! Ya kan Rin-chan?" tanya Meiko, sambil menurunkan kepalanya sendiri untuk melihat ekspresi Rin.

Rin tersenyum. "Iya, Len-kun sabar ya~!" ejek Rin sambil menatap Len, tentunya dengan muka mengejek.

Len mendengus kesal. "Lalu, kau sendiri kenapa bisa ada disini?" tanya Len.

Seketika, Meiko berhenti mendorong kursi dorong Rin. Raut muka Rin juga menunjukkan wajah kaget. "E-Eh? Rin-chan itu-"

"Aku terkena penyakit mematikan"

Kedua mata Meiko melebar, tentu kedua mata Len juga. Mereka benar-benar kaget mendengar kata-kata itu meluncur dengan lancarnya dari mulut gadis malang ini. Rin melihat sejenak ke bawah, terasa tertarik dengan sandal rumah sakit yang terbuat dari kain yang empuk. Lalu, dia menengok ke arah Meiko dan Len sambil tersenyum. "Meiko-nee kenapa berhenti? Bukannya kita ingin pergi ke taman?"

Meiko menatap nanar Rin lalu membalas senyuman Rin. "Y-Ya! Ayo kita ke taman! Len juga, ayo ikut!" ajak Meiko dengan semangat.

Len masih menunjukan raut muka terkejut, tetapi dengan perlahan tetap menganggukan kepalanya.

~Wishes~

~11:56 – Taman Rumah Sakit~

"Huwa! Aku tidak tau ada taman bunga sebagus ini!" ujar Len dengan takjub.

Ya, siapa yang tidak takjub melihat taman bunga sebesar satu hektar dengan berbagai macam bunga didalamnya?

Meiko terkekeh melihat tampang Len. "Reaksimu benar-benar mirip Rin-chan, Lenny-kun~!"

"Habis- eh? Tadi Meiko-nee manggil aku apa?" tanya Len sembari melihat teman barunya itu.

"Lenny-kun~! Kenapa? Bukannya namanya lucu?" tanya Meiko dengan tampang aku-ini-malaikat-tak-berdosa.

Muka Len langsung memerah. "P-Pokoknya jangan panggil aku Lenny!" katanya geram, sementara Meiko dan Rin hanya tertawa kecil.

Kedua mata Rin menatap nanar sekitarnya. "Semoga ini bukan terakhir kalinya aku melihat taman ini."

"Rin-chan? Daijobu?"

Rin langsung tersadar dari lamunannya, lalu melihat kedua mata Meiko yang menatapnya dengan khawatir. Rin tersenyum dan berkata, "Daijobu!"

Meiko terus melihat Rin dengan seksama, lalu menatap langit biru yang berhiaskan banyak awan putih yang terlihat halus dan empuk. "Kami-sama... Kuatkanlah Rin-chan dalam melewati cobaan mematikan ini..."

~Wishes~

~12:00 – Somewhere in the hospital~

Seorang gadis berambut hitam arang berjalan menyelusuri koridor yang berhiaskan dinding putih. Dilihat dari pakaian seragam SMP-nya, bisa dibilang dia seorang penjenguk. Sesaat, dia berhenti dan melihat sebuah nama yang tertulis di sebuah pintu. Bibir mungilnya tersenyum, dan perlahan dia membuka pintu tersebut. Dia melihat kedalam ruangan tersebut, lalu terkejut melihat ruangan itu kosong. Dia memanggil suster yang lewat. "Ano... Apa anda tau dimana Kagami Rin sekarang?"

Suster yang ditanya berpikir sebentar, lalu menggeleng. Gadis berambut hitam itu meringis, berterima kasih kepada sang suster, lalu berlari kecil menuju ke tempat dimana biasanya Rin berada. "Semoga dia baik-baik saja!"

~Wishes~

~12:05 – Taman Rumah Sakit~

"Ha-HACIH!"

Meiko menoleh kearah Rin, lalu memberinya sebuah selimut dari bawah kursi roda Rin, lalu menyelimuti Rin dengan selimut itu. "Rin-chan kedinginan? Mau masuk kedalam?" tanya Meiko dengan nada khawatir. Len juga melihatnya dengan raut muka khawatir.

Rin menggeleng kepalanya, lalu melihat kesekelilingnya. "Aku tidak kedinginan, tapi rasa ada yang-"

"Rin-nee!"

Rin, Meiko dan Len menengok kearah suara , lalu memasang pandangan horror kearah suara itu. Yah, siapa yang tidak takut ketika melihat seorang gadis berambut hitam yang sedang berlari kencang kearah mereka? Rin menyipitkan mata, lalu membelalakan keduanya ketika sosok itu memeluknya, dan hal itu sukses membuat kursi rodanya terdorong ke belakang sejauh lima meter.

"Rin-nee no baka! Aku khawatir tau ketika melihat kamar nee-chan kosong! Kukira, kukira...! Huwe!" teriak sosok tersebut lalu menangis dipangkuan Rin.

Rin hanya sweatdrop dan mengelus kepala gadis tersebut. "Gomen, gomen..." ucapnya, lalu terus menenangkan gadis tersebut.

Meiko hanya geleng-geleng, sedangkan Len masih memasang muka terkejut. "A-Ano... Mungkin agak kasar tapi... siapa gadis itu?" tanya Len sambil menunjuk gadis yang masih menangis dipangkuan Rin tersebut.

Rin tersenyum kecil, lalu menyuruh gadis tersebut mengangkat kepalanya dan memperkenalkan diri pada Len. Gadis itu menurut, menghapus air matanya, lalu tersenyum kearah Len. "Namaku Kagami Yuki dan aku adalah adik perempuan Kagami Rin! Yoroshiku~!"


Yah, aku belum bisa memprediksikan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang nanti

Tapi, percayalah bahwa aku tidak pernah menyesali pertemuan diriku dengannya ini


Toki: Ya~ Itu aja untuk sekarang~!

Yukiko: Huwa~~! Akhirnya To-chan berhenti maen Po****n~!

Toki: (dalam hati) Yah, gak papa deh, daripada nanti jari gue kejepit lagi...

Yukiko: Oke! Saatnya menjawab review~!


Miki Abaddonia Lucifen

Seru gak ya? Sad ending atau happy ending ya?

Liat aja nanti Miki-chan~! Toki usahain gak ngecewain ceritanya! *yah, walaupun mungkin nih cerita akan menjadi tambah abal -_-

Makasih udah mau review~! Now update! Maap gak panjang, lagi kosong ide -_-

Chisami Fuka

Iyaaaa, ceritanya pendek~ dan sekarang juga masih pendek TT^TT

Tapi tenang! Toki usahain chap depan lebih panjang!

Arigatou udah mau review, now update~! :3

Hikarin Shii-Chii

Iyaa, Toki akhirnya maen Po****n lagi setelah sekian lama~! Wah, kita sama-sama suka Po****n ya~! *high five

Kelanjutannya... ini dia~! *maap kalau pendek TT^TT

Makasih udah review~ sekarang udah update nih :3


Yukiko: Oiya, sekedar info! Kagami Yuki itu Kaai Yuki, cuma bedanya dia SMP dan marganya diganti~!

Toki: Oke, chapter ini dinyatakan tuntas!

Toki+Yukiko: Read and-

Rin: (teriak pake toa) LEN! ITU DIA SI AUTHOR GAJE!

Len: (ngendarain roda rora) GILES DIA!

Toki: (lari sebelum digiles RinLen) GYAAAAAAA!

Yukiko: (sweatdrop) ...read and review ya minna-san!