-KYUMIN FANFICTION- YAOI

-The Art of Love-

By © Choi Hyo Joon

.

PAIR : KyuMin

.

.

WARNING : BOYS LOVE, untuk penulisan masih jauh diatas rata-rata, bahasa NYELENEH…, typo(s) dan sejenisnya selalu mengiringi setiap kata di FF ini. #dimutilasi.

DISCLAIMER : Semua ini hasil buah pikiran yang cetek milik sang author tak berbakat, semua nama cast hanya ketidak sengajaan author yang g tahu lagi mau di kasih nama siapa itu cast-nya #plakkk.

GENRE : YAOI, Fantasy, Fluffy(?), Romance, Innocent Min.

Rate : T to M *next chap M*

.

.

Summary : Jika kau mencintainya, hargailah cintamu selayaknya sebuah benda seni tak ternilai harganya.

.

.

.

.

Sungmin membuka baju kemeja putih yang terlihat kusam, dengan tergesa – gesa, hingga pada akhirnya kancing terakhir sudah ia lepaskan, memperlihatkan bagian tubuh depannya yang mulus bak kulit bayi yang baru terlahir.

Glukk…

Kyuhyun menelan saliva-nya dalam – dalam sebagai bentuk 'takjub' atas pemandangan yang terpampang di depannya saat ini.

Tubuh itu…

Dada itu…

'Haraboeji! Mimpi apa kau sampai bisa menciptakan patung sesempurna ini!" Kyuhyun mengumpat dalam hati, ingin rasanya ia menerkam tubuh mulus itu sekarang juga.

Tapi eiitt… Tunggu sebentar! Nalarnya sebagai seorang manusia normal masih sehat –walau ada rasa tertekan di dalamnya. Masa iya, ada patung yang bisa hidup? Sigh, Ayolah dibawa ke ahli manapun, ujung – ujungnya psikiater-lah tempat rujukan terakhir untuk Kyuhyun nantinya. Tidak! Jangan sampai itu terjadi padanya, Mau ditaruh dimana harkat dan martabatnya sebagai keluarga Cho. 'Jangan sampai itu terjadi' sumpah Kyuhyun dalam hati.

Sungmin segera membalikkan tubuhnya, memunggungi Kyuhyun, dan sedikit menurunkan kemejanya hingga sebatas pinggang, "Lihat ini Kyunnie~…!"

Kyuhyun bukan melihat ke arah yang ditunjuk oleh Sungmin, ia malah semakin tergiur dengan pemandangan yang ada di depannya saat ini, setelah bagian depan, malah sekarang Sungmin memperlihatkan punggungnya, tapi…

Akhirnya Kyuhyun mengerti apa yang ingin diperlihatkan Sungmin padanya, ada sebuah tulisan hitam disana – tepat dibawah ceruk lehernya.

.

.

Lee Sungmin, 01 Januari 1932

.

.

Sungmin segera membalikkan tubuhnya seperti semula, "Lihat…, itu Cho Junhyun yang membuatnya untukku." Ucap Sungmin meyakinkan Kyuhyun lebih lagi., bahwasannya itu pemberian dari kakek Kyuhyun.

Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya, bukan menolak apa yang sedang diucapkan Sungmin, hanya saja Kyuhyun tengah mengumpulkan kesadarannya kembali atas pikiran – pikiran 'kotor'-nya tentang tubuhSungmin.

Karena tidak adanya jawaban dari tuan Cho yang satu ini, Sungmin mulai meringkuk mendekati Kyuhyun kembali. Dengan wajah polosnya Sungmin mendudukkan dirinya di atas pangkuan Kyuhyun, dan memeluk Kyuhyun seerat – eratnya, seperti kucing yang tengah menggelayut dengan majikannya. "Kyunnie~ lihatkan…, aku Sungmin. Lee Sungmin."

Kyuhyun lagi – lagi harus menelan saliva-nya dalam – dalam, dan sepertinya sesuatu di balik celananya tengah 'bangkit' melihat sikap agresif dari Sungmin yang terus menerus mencari perhatiannya. Tapi kali ini, Kyuhyun tidak dapat menolak, bahkan menghindar dari Sungmin. Yeah, bukti tadi cukup membuat Kyuhyun percaya bahwa Sungmin yang tengah memeluknya ini adalah Sungmin yang selama ini selalu ia simpan di dalam almari kaca. Karena Kyuhyun masih ingat jelas, tanda yang ada dibelakang leher itu, itu adalah tahun dimana Sungmin diciptakan.

Sungmin kembali tersenyum ceria, setelah melihat tidak adanya perlawanan dari Kyuhyun untuknya. Dan bibir plum Sungmin kembali mengecup singkat bibir Kyuhyun –hanya singkat.

"Bibir Kyunnie~…maniss~" ucap Sungmin manja.

Dengan tingkah polos nan imutnya, Sungmin semakin mengeratkan pelukannya dan membenamkan wajahnya di ceruk leher Kyuhyun, dan sesekali menciumi leher, dimana itu adalah bagian tersensitive dari tubuh Kyuhyun.

Oh Tuhan!

'Sabar…sabar'

Kyuhyun terus berdoa dalam hati untuk tidak bertindak lebih jauh dari akal sehatnya. Ia sudah berjanji dalam hati, setelah masalah ini selesai, ia akan segera ke gereja menemui pastur Choi Siwon, untuk membuat pengakuan dosa.

"Kyunnie~…" Sungmin kembali memanggil Kyuhyun, dan kalian tahu. Sungmin bernafas! Sungmin bisa bernafas sekarang! Dan setiap hembusan nafasnya, menyapu ceruk leher Kyuhyun.

"Aaa—ap—pa?" tanya Kyuhyun tergagap.

Mendengar jawaban dar Kyuhyun, Sungmin segera mengangkat wajahnya dan memandang wajah Kyuhyun dengan senyuman manis miliknya, "Aku mencintai Kyunnie~" sebagai pengungkapan penutup, bibir poutty itu kembali mengecup bibir Kyuhyun sejenak, dan kembali membenamkan wajahnya di ceruk leher itu.

Kyuhyun benar – benar harus kuat menahan hasratnya pagi ini, walau di bawah sana 'rudal'-nya tengah memohon – mohon kepada tuannya untuk diperlihatkan kepada makhluk indah itu.

"Bbb—bisakah kau menyingg—kir?"

Sayang sekali Kyuhyun, usahamu tidak cukup berhasil untuk menyingkirkan makhluk indah itu.

.

.

.

Setelah membuang waktu cukup lama, untuk menyingkirkan makhluk indah itu. Akhirnya Kyuhyun berkesempatan untuk menenangkan dirinya di bawah guyuran air yang keluar dari shower-nya. Sekedar menjernihkan pikiran – pikrannya tentang tubuh itu, mata itu, bibir itu, dan ah…, yang paling penting dada itu.

Kyuhyun menepuk – nepuk kedua pipinya secara bersamaan yang sudah terbasahi oleh air shower, "Buang jauh – jauh pikiran kotormu Kyuhyun! Buang jauh – jauh!"ujarnya berbicara sendiri.

Kyuhyun memandang kaca yang berada jauh di depannya. Memandangi tubuhnya yang topless dibasahi dengan tetesan air.

Kyuhyun menunduk memandangi 'little Kyunnie' yang masih mengacung sempurna saat ini. Ommo…, pesona Sungmin membuat 'little Kyunnie' ingin segera memperkenalkan diri pada tubuh molek itu.

'Ayolah Kyuhyun! Sadar! Apa kau kehabisan akal sampai – sampai menginginkan sebuah patung untuk disetubuhi?Aiisshhh dasar gila!" cibir Kyuhyun, akan dirinya dalam hati.

Sebenarnya Kyuhyun juga tidak memungkiri dari awal kehadiran Sungmin. Jujur saja, jantungnya bergemuruh, berdetak lebih cepat daripada biasanya. Mungkin lebih tepat dikatakan Kyuhyun senang! Senang karena Sungmin bernyawa. Senang karena Sungmin sekarang bersuara. Tapi…

Bagaimana bisa itu semua terjadi?

Ting…

Sebuah bohlam sepertinya tengah bersinar di atas kepala Kyuhyun, "Appa!" pekik Kyuhyun segera mematikan keran Shower dan memakai baju handuknya.

.

.

Seorang pria tua berkacamata, tengah hikmat duduk sembari mengerjakan tugas – tugasnya. Tiba – tiba suara ketukan pintu cukup membuatnya tersadar, "Masuk!"

Seorang pria dari balik pintu itu masuk dengan langkah yang sangat sopan, dan membungkuk sketika saat berada dihadapan pria tua berkacamata itu,"Tuan besar ada yang ingin bertemu dengan anda." Ucap Manager Kang, yeah itu yang tertulis di name tag-nya.

"Siapa dia?" tanya pria tua yang disapa dengan sebutan Tuan besar, atau mungkin agar lebih nyaman kita sebut saja Mr. Cho –Ayah kyuhyun.

"Dia—"belum sempat manager Kang menyelesaikan pembicaraannya, seseorang dengan lancangnya masuk tanpa izin keruangan Tuan Cho.

"Selamat siang Mr Cho! Senang berjumpa dengan anda lagi!" seringaian tercetak sempurna di wajah pria tua itu.

"Anda belum diizinkan masuk, kena—"

'Sudahlah biarkan saja. Kau bisa kembali mengerjakan tugasmu Manager Kang." Perintah Tuan Cho.

Manager Kang segera pamit undur diri, namun sbelumnya ia sempat tersenyum kecut melihat pria tua tak tahu diri itu. Manager kang akhirnya menutup pintu, pertanda sebagai kepergiannya.

"Mau apa kau kesini Lee Soo Man?" Tanya tuan Cho, masih tetap berada di meja kerjanya. Melihat sambutan dari Tuan Cho, nampaknya mereka sudah saling kenal sebelumnya.

"Mau mengambil milikku yang tertinggal."

.

.

.

-Ckleek-

Kyuhyun berjengit kaget saat melihat tubuh Sungmin ambruk saat ia membuka daun pintu kamar mandi.

Tapi, wajah Sungmin segera tersenyum sumringah, saat melihat Kyuhyun sudah kembali ada dihadapannya. Ia segera berdiri dan memeluk Kyuhyun seerat – eratnya, "Kyunnie~ kenapa lama sekali? Apa di dalam sana Kyunnie juga menyimpan patung sepertiku?"

Ucapan Sungmin benar – benar terlampau polos, Kyuhyun lagi dan lagi hanya bisa mendenguskan nafasnya. Ia benar – benar harus ekstra sabar menghadapi Sungmin, yang sepertinya tidak ingin lepas darinya barang sedetikpun.

"Min, Lepaskan! Aku mau berganti dulu." Kata Kyuhyun, nada bicaranya sudah ia buat selembut mungkin untuk membuat Sungmin nyaman bersamanya. Lagipula Kyuhyun terlihat lelah terus menghindari kenyataan, yeah…, Kyuhyun sudah pasrah. Pasrah apapun yang dilakukan Sungmin padanya.

Ia sadar, sesadar – sadarnya bahwasanya Sungmin juga hidup 'mungkin' karena permohonannya. Lebih baik menerima keadaan yang sudah ada.

Lagi – lagi Sungmin tidak mendengarkan perintah Kyuhyun, ia semakin erat memeluk tubuh Kyuhyun yang masih terbungkus oleh baju handuk itu. Belum lagi, wajah Sungmin menyentuh kulit bagian dada Kyuhyun yang terbuka akibat baju handuk itu. Dan Sungmin lagi – lagi mengecupi dada Kyuhyun, lebih tepatnya bagian tubuh Kyuhyun yang tertangkap mata olehnya.

"Heuuh~ Baiklah kalau kau tidak ingin melepasnya, tapi…, apa kau tidak ingin berganti juga. Lihat baju dan celanamu itu sudah kumal. Ku ganti dengan yang baru ya?" tawar Kyuhyun, alih – alih untuk melepaskan pelukan Sungmin yang sudah membuatnya sesak.

Sungmin mengangkat wajahnya dan menatap wajah Kyuhyun yang tengah emandanginya, "Kyunnie~ tidak suka dengan bajuku ya?" tanya Sungmin dengan nada terkesan manja.

Ingin sekali rasanya Kyuhyun, menerkam tubuh itu saat ini juga, tapi…

Kyuhyun terus – menerus membaca mantra 'penyelamat' untuknya, agar bisa bersikap yang tidak diluar akal.

"Bukan. Bukan aku tidak suka Min. tapi ada baiknya kau ganti bajumu, coba kau lihat sudah berapa tahun kau tidak mengganti bajumu itu?" tawar Kyuhyun.

Sungmin tampak berpikir, dan beberapa saat kemudian ia mengulum senyum 'imut'-nya, sebagai tanda mengiyakan ucapan Kyuhyun. Sungmin melepaskan pelukannya, dan kembali melepaskan satu per satu kancing kemejanya. Tentu saja, Kyuhyun harus kembali melotot kaget atas sikap Sungmin.

Kyuhyun hanya bisa memandang takjub –lagi dan lagi– pada makhluk di depannya ini. Sebegitu polosnya kah Lee Sungmin, sampai ia tidak menyadari bahwa Kyuhyun sudah tidak sanggup menahan hasratnya saat ini.

"Tunggu!" Kyuhyun menahan tangan Sungmin, saat ia tengah membuka kemejanya.

"Biar aku saja." Kata Kyuhyun, dan mendapat anggukan setuju dari Sungmin yang penuh dengan semangat.

Kyuhyun mendekat ke arah Sungmin, sangat dekat malahan, kemudian tangannya terulur untuk menurunkan kemeja Sungmin, memperlihatkan dengan jarak yang sangat dekat kepada Kyuhyun, siluet tubuh sempurna bagian depan Sungmin. Perlahan Kyuhyun menurunkan kemeja Sungmin dan melepaskan lengan baju kanan dan kirinya hingga kemeja itu, terlepas seutuhnya dari tubuh Sungmin.

Kyuhyun memandang hikmat tubuh di hadapannya saat ini, Oh Sungmin habislah kau! Libido Kyuhyun sudah berada di ujung tanduk. Kyuhyun mengulum senyuman manis kepada Sungmin, sembari mengelus lembut pipi chubby itu dengan penuh kasih sayang. Kyuhyun sudah bernafsu dengan kemolekan tubuh itu.

Melihat senyum Kyuhyun, Sungmin memberikan kecupan singkat di bibir tebal milik Kyuhyun, "Aku suka bibir Kyunnie~…"

Sudah, nampaknya Kyuhyun benar – benar sudah tak kuat menahan hasratnya. Lihatlah! Sungmin jauh lebih cantik, mulus dibandingkan dengan mantan – mantannya, bahkan tubuh Sungmin belum pernah terjamah apapun, jadi wajar melihat kehalusan, serta keindahan tubuh Sungmin, Kyuhyun tidak dapat menahannya.

Jemari Kyuhyun terulur menyentuh bibir Sungmin, "Aku juga suka bibirmu Min…", semakin lama, jarak antara bibir itu semakin tak terelakkan, dan yang terlihat malah…

Chuu~

Sungmin yang mengecup bibir Kyuhyun, Sungmin benar – benar tak mengerti apa yang dimaksud dengan ciuman yang ia tahu Kyuhyun sering melakukan itu padanya. Tapi dimana saat Sungmin ingin menarik diri atas ciuman itu, Kyuhyun menahannya dengan menatik tengkuk Sungmin.

Kyuhyun mulai berani melumat pelan bibir bawah Sungmin, menggigitnya dan menariknya. Sontak, perlakuan Kyuhyun membuat Sungmin merasa sensasi lain. Kyuhyun tidak pernah meciumnya dengan cara seperti ini sebelumnya. Disaat hasrat itu menggebu, Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun.

"Kyunnie~, tadi sedang apa? Kenapa menggigit bibirku seperti itu?" tanya Sungmin dengan nada yang terlampau polos.

Mata obsidian itu tengah memandang sayu ke dalam mata foxy milik Sungmin. "Kau mencintaiku kan Min?" tanya Kyuhyun dengan nada selembut mungkin. Baiklah nada menggoda mungkin lebih tepatnya.

Sungmin mengangguk mantap, matanya begitu jujur, membenarkan apa yang ia perlihatkan. Kyuhyun masih tetap menyentuh pipi lembut itu, "Aku ingin mengajarimu, bagaimana cara seseorang mengungkapkan rasa cintanya." Mungkin lebih tepatnya mempraktekkan.

Tatapan mata Kyuhyun yang begitu dalam, membuat Sungmin semakin bingung, namun dia hanya 'manusia baru' jadi apapun yang ia lihat semua masih terasa semu untuknya.

Kyuhyun masih belum melakukan apapun, ia sibuk memandangi tubuh, wajah serta bibir yang ada di depannya saat ini. 'Apa yang haraboeji bayangkan saat mengukir tubuh ini?' batin Kyuhyun masih sempat – sempatnya bertanya pada sang kakek yang sudah berada di alam berbeda.

"Min…"

"ne…"

Kyuhyun meneguk saliva-nya, "Bbb—boleh aku menyentuhmu?"

Sungmin semakin tidak mengerti dengan sikap Kyuhyun, tapi mendengar pertanyaan Kyuhyun ia sedikit mengerti, tolong di garis bawahi para pembaca sedikit. Sungmin menganggukkan kepalanya untuk kesekian kalinya, berdo'a sajalah agar kepalanya tidak terjatuh atau mengalami cedera.

Menerima persetujuan dari Sungmin si 'manusia baru', tangan Kyuhyun yang sebelumnya berada di tengkuk Sungmin mulai berpindah ingin menyentuh –errr– dada Sungmin. Melihat tangan Kyuhyun yang bergetar panik antara –sentuh tidak ya?– membuat Sungmin mengambil inisiatif dan langsung meletakkan tangan Kyuhyun tepat di depan dadanya, ah lebih tepatnya di atas nipple-nya.

Berdoalah Sungmin agar iblis di tubuh namja tampan itu sedang tidur, atau habislah kau Sungmin.

Deg…

Dag…

Dig…

Dug…

Seperti itulah kira – kira suara dentuman jantung Kyuhyun, jakunnya sudah hampir ingin tertelan bersama saliva yang sedari tadi ia teguk dalam – dalam. "Kyunnie~ ingin menyentuh dadaku? Sentuh saja." Ucapan polos itu kembali keluar dari mulut seorang Sungmin, menandakan seberapa pasrah makhluk indah itu.

"Kkk—kau yakin Min."

"Ehmm.." anggukan Sungmin benar – benar mantap.

Sepertinya 'little Kyunnie' sudah benar – benar diluar kendali, baju handuk Kyuhyun sudah menonjol dibagian bawahnya, apalagi 'little Kyunnie' saat ini sedang tidak terbungkus dalam balutan celana dalam, membuatnya bebas berekspresi.

"Kalau Kyunnie mau. Sentuh saja yang satu lagi."

Gubrak…

Bukan hanya Kyuhyun yang bisa – bisa pingsan melihat seberapa pasrahnya makhluk ini, yang menulis cerita inipun juga akan segera berakhir di klinik terdekat, melihatnya.

Baik kembali ke keadaan semula.

Sungmin kembali mengecup bibir Kyuhyun tiba – tiba, namun lagi – lagi hanya sebuah kecupan singkat. Tapi kali ini Kyuhyun tidak ingin hanya kecupan singkat, ia menginginkan lebih, lebih dari sebuah kecupan singkat. Kyuhyun menahan ciuman itu, menahan pipi chubby itu dengan kedua tangannya, tidak mengizinkan Sungmin mengakhiri ciuman ini.

"Ehmm~.." Sungmin bukan mendesah kenikmatan, hanya saja ia mendesah kebingungan, bingung mengartikan rasa nikmat yang baru pertama kali ia rasakan di dunia ini.

Kyuhyun menggigit bibir bawah Sungmin, mengemutnya layaknya sebuah permen, hingga akhirnya akses untuknya menikmati bagian dalam mulut itu terbuka. Kyuhyun menjalankan aksi nakalnya dengan memainkan lidahnya dengan lidah Sungmin yang hanya diam –kebingungan– menerima perlakuan liar Kyuhyun.

Dengan nakalnya, tangan Kyuhyun sudah berani untuk melanjutkan tugasnya lebih lanjut, tangannya yang berada di dada Sungmin, mulai meletakkan nipple itu di sela-sela jari telunjuk dan tengahnya, kemudian menggesek – gesekkan nipple itu pelan – pelan.

Tapi, tunggu disaat aktivitas ciuman itu berlangsung, Sungmin malah tengah berpikir dengan rasa yang ia rasakan saat ini, 'Apa namanya?' kira – kira seperti itulash pikirannya saat ini, kenapa rasanya begitu nikmat saat sentuhan dari tangan Kyuhyun mengenai dadanya.

Sungmin pasrah tanpa perlawanan saat Kyuhyun melakukan apapun pada tubuhnya, sebenarnya Sungmin tidak mengerti dengan semua ini, maklumilah ia yang memang tidak pakar dalam hal ini.

Karena kebutuhan pasokan udara, Kyuhyun menghentikan ciuman itu, menyandarkan dahinya pada dahi Sungmin. Nafasnya tersengal – sengal, padahal ini baru pemanasan, tapi kepasifan Sungmin membuat Kyuhyun harus ekstra aktif lagi daripada ini.

Sungmin menunduk, memejamkan matanya sekejap untuk merasakan rasa indah yang begitu nyaman ia rasakan. Namun saat Sungmin membuka matanya ada pemandangan yang tanpa sengaja tertangkap oleh bola matanya. Sungmin menatap lekat pemandangan yang terasa ganjil baginya, hingga kahirnya tangannya terulur untuk memastikan keganjilan itu.

"Apa itu Kyunnie~?" Sungmin menekan hal yang menurutnya ganjil.

"HWAAA…" Kyuhyun berteriak, tubuhnya menegang seketika saat jemari Sungmin dengan nistanya menyentuh, bukan…bukan maksudnya menekan 'little Kyunnie' begitu saja dari balik baju handuk Kyuhyun, yang alih – alih membuat wajah Kyuhyun kontan memerah.

.

.

.

=TBC=

.

.

.

Huwaaa~ Akhirnya part 2 dipost juga, mianhae jika mengecewakan. ^_^

Terima kasih banyak buat review chingudeul di chap 1, mianhae g bisa balas atu – atu. Aku terharu #elap air mata…

Hehehe XD

.

.

~Special Thank's to~

MegaKyu, LienaJoYers137, KimAeRin, Sena, rhie sparkyu'min, Member grup author, melly, JoBel13ve, Baby-ya, kyurin Minnie, risa-sparkyumin, Rosa Damascena, Park Min Rin, Mard707, lee meiran, nahanakyu, cho yui chan males login, HyunMing joo, Saeko Hichoru, kim chaeri, Rima KyuMin Elf, EvilBungsu KyuminBaby137 , Cutemin, imsmL, Cho Miku, The, beibhy kyuminalways89, Bunny Ming, ChwangMine95, Aya'kyu, kyumin shipper, icha, Miyu1905, dincubie, Mrs. Cassanova HyukJae, Dinda, honey ann.

Di Chap depan sepertinya ratingnya akan berubah menjadi M jadi sabar yach chingu, sabar…, seng sabar…

.

.

Berikan Reviewnya yach chingu ^_^d