-KYUMIN FANFICTION- YAOI
-The Art of Love-
By © Choi Hyo Joon
.
PAIR : KyuMin
.
.
WARNING : BOYS LOVE, untuk penulisan masih jauh diatas rata-rata, bahasa NYELENEH…, typo(s) dan sejenisnya selalu mengiringi setiap kata di FF ini. #dimutilasi.
DISCLAIMER : Semua ini hasil buah pikiran yang cetek milik sang author tak berbakat, semua nama cast hanya ketidak sengajaan author yang g tahu lagi mau di kasih nama siapa itu cast-nya #plakkk.
GENRE : YAOI, Fantasy, Fluffy(?), Romance, little NC, Innocent Min.
Rate : M
.
.
Summary : Jika kau mencintainya, hargailah cintamu selayaknya sebuah benda seni tak ternilai harganya.
.
.
.
.
Previous...
"HWAAA..!" Kyuhyun berteriak, tubuhnya menegang seketika saat jemari Sungmin dengan nistanya menyentuh, bukan…bukan maksudnya menekan 'little Kyunnie' begitu saja dari balik baju handuk Kyuhyun, yang alih – alih membuat wajah Kyuhyun kontan memerah.
.
.
.
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
THE ART OF LOVE
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
.
.
.
Tubuh Kyuhyun terhempas ke belakang, hingga bertubrukan dengan pintu kamar mandi. Untungnya, pintu itu sudah tertutup sebelumnya.
Kyuhyun mengatur nafasnya yang terasa begitu berat, dengan 'tekanan' yang dilakukan tiba – tiba dari Sungmin kepadanya. Tubuh namja kurus itu terlihat kaku, mata membulat sempurna, menatap shock ke arah mata kelinci yang terlihat begitu polos dan kebingungan dengan sikap Kyuhyun.
Mata kelinci Sungmin mengerjap berulang kali, dengan kepala yang sedikit miring –bingung, yeah…, si 'manusia baru ' ini dengan tatapan tanpa bersalahnya, malah tanpa sengaja membentuk wajah yang begitu polos dan imut sampai – sampai saat ini penulis juga rela berganti posisi dengan Kyuhyun untuk bisa segera 'menyambar' makhluk itu.
"Kyunnie~ kenapa?" pertanyaan lugu itu begitu saja meluncur dari bibir mungilnya. Sungmin berjalan mendekati Kyuhyun yang masih setia menempelkan tubuhnya itu di daun pintu.
Semakin Sungmin mendekat, jantung Kyuhyun semakin berdetak tak karuan, dan 'little kyunnie' semakin kegirangan ingin segera dipertemukan dengan 'sarang' yang pas untuknya. Kyuhyun bukan ketakutan melihat Sungmin, wajar saja ia kaget dengan sikap Sungmin yang tidak tahu apa – apa itu, sampai – sampai 'little kyunnie' ditekan begitu saja.
"Kyunnie kenapa? Apa sakit ya?," Sungmin merasa sangat bersalah, wajahnya terlihat sendu memandang wajah Kyuhyun yang masih saja shock.
"Mianhae Kyunnie~" Sungmin mendekat dan akhirnya memeluk tubuh Kyuhyun, menyandarkan wajahnya di dada Kyuhyun sebagai sebuah rasa penyesalan sudah berbuat 'jahat' pada Kyuhyun –menurutnya.
Sedangkan yang dipeluk masih menstabilkan detak jantungnya, dan denyutan – denyutan yang ditimbulkan oleh 'little kyunnie'. Mungkin kalau 'little kyunnie' bisa berbicara 'barang' itu akan berkata, 'Sentuh aku! Tekan aku sesukamu! Aku pasrah!' tapi sayangnya yang mengendalikan 'little kyunnie' saat ini masih begitu shock dengan tindakan Sungmin.
Menyadari tak ada respon dari Kyuhyun, sekedar untuk membalas pelukannya. Akhirnya Sungmin mengangkat wajahnya dan menatap 'memohon maaf' kepada sang pemilik tercinta, "Mianhae…," mata Sungmin sudah berbinar – binar.
Melihat tatapan mata itu, lama kelamaan degupan jantung Kyuhyun kembali normal. Jujur saja, ia tak tega melihat mata indah itu, seperti ingin menangis karena sebuah kesalahan yang sebenarnya sangat menguntungkan untungnya.
"Mianhae Kyunnie~" Sungmin semakin memeluk tubuh Kyuhyun erat – erat. Ia benar – benar tidak sengaja dan tidak tahu bahwa sikapnya itu akan membuat Kyuhyun marah –menurutnya.
"Nn—ne…," Kyuhyun menganggukkan kepalanya. Ia sudah tidak bisa melawan tatapan mata memelas dari Sungmin untuknya, tatapan mata yang begitu bersalah. Terang saja, mendengar Kyuhyun yang memaafkannya membuat Sungmin semakin mengeratkan pelukannya dan tersenyum bahagia.
"Mm—min sss—sess—ak!" pelukan Sungmin begitu erat, membuat Kyuhyun terjepit di dalam kungkungan tubuh mungil itu. Dengan wajah sumringahnya, Sungmin melepaskan pelukannya pada Kyuhyun dan kembali menatap wajah stoic itu dengan sebuah senyuman yang jelas menampakkan deretan gigi putihnya.
Chuu~
Lagi dan lagi, Sungmin mengecup bibir Kyuhyun singkat, seakan menyalurkan rasa kegembiraannya karena Kyuhyun yang sudah memaafkannya. Dan dengan tingkat kepolosan yang tinggi Sungmin menunduk dan kembali melihat gundukan yang masih setia berlindung di belakang baju handuk itu. Melihat 'gundukan tak berdosa' itu, Sungmin berjongkok dan mengulurkan jemarinya untuk kembali menyentuh 'little kyunnie', tapi karena kali ini gerakan tangan Sungmin tidak secepat sebelumnya, Kyuhyun masih sempat menahan tangan Sungmin.
"Aa—apa yang mau kau lakukan?" tanya Kyuhyun, dan kembali lagi jantungnya berdegup kencang, karena Sungmin yang segera ingin menyentuh miliknya yang berharga, masa depannya –'little kyunnie'.
"Aku ingin meminta maaf padanya Kyunnie~,"
Kalau diizinkan penulis menggunakan majas hiperbola, kata yang tepat yuntuk menggambarkan seorang Kyuhyun adalah matanya melotot sampai ingin keluar. Ucapan Sungmin sangat teramat lugu. Dan sebelum mendapatkan persetujuan dari Kyuhyun, Sungmin menarik tangannya yang tadinya dipegang oleh Kyuhyun.
Sungmin berjongkok sehingga tingginya menyamai 'little kyunnie'. Tangan Sungmin terulur dan mengelus penuh kelembutan dan kasih sayang saat menyentuh 'barang berharga' itu.
"Maafkan aku ya, aku tidak sengaja menyakitimu~, maaf ya…,"Sungmin terus menerus mengusap sembari meminta maaf pada 'little kyunnie'. Walau sentuhan itu dilakukan dari luar, tapi kelembutannya serasa memanjakan 'little kyunnie' yang ada di dalam sana. Kyuhyun sudah benar – benar tidak bisa bicara apa – apa lagi, Sungmin benar – benar sudah membangunkan libido-nya.
Wajah Sungmin mulai mendekat pada 'little kyunnie' dan…
Chuu~
Sungmin mengecup 'little kyunnie' singkat sebagai penutup dari permintaan maafnya.
Gluk…
Habis sudah pertahanan Kyuhyun untuk mengatasi nafsunya yang sudah menggebu – gebu sedari tadi. Bersiaplah kau Sungmin!
Sungmin segera berdiri, dan kembali tersenyum menatap Kyuhyun, tangannya terulur untk memeluk leher Kyuhyun, namun kedua tangannya ditahan oleh Kyuhyun, sebelum tangan itu mencapai lehernya.
Sorot mata Kyuhyun sudah benar – benar bernafsu, ia sudah tidak bisa menahannya lagi, apalagi melihat ke dalam sorot mata Sungmin yang sekarang tengah mengerjap kebingungan.
Tidak perlu menunggu waktu lama, Kyuhyun segera mempertemukan bibir miliknya dengan bibir 'M' milik Sungmin, menikmati, menggigit, mengemut hingga menjilati bibir ranum mempesona itu, tanpa perlawanan apapun dari Sungmin.
Suara hati Sungmin berkata, 'Enak…,' begitulah kira – kira Sungmin menggambarkan apa yang ia rasakan saat ini.
Kyuhyun menambah intensitas lumatannya, hingga saat lumatan Kyuhyun untuk bibir bawah Sungmin, membuat Sungmin tanpa sengaja mempersilahkan ruang untuk lidah nakal Kyuhyun masuk ke dalamnya.
"Emmh~" tanpa sadar Sungmin mengeluarkan suara desahan, yang berbunyi bersamaan dengan kecipak saliva antaranya dan Kyuhyun. Suara itu malah semakin membuat Kyuhyun menaikkan lebih lagi ciumannya.
Dan kali ini Kyuhyun mempersilahkan tangan Sungmin memeluk lehernya, agar semakin dekat dengannya. Kyuhyun pun memindahkan tangannya, memeluk pinggang Sungmin, membuat tubuh Sungmin tidak berjarak lagi dengan tubuhnya.
'little kyunnie' bergesekan secara tidak langsung dengan milik Sungmin yang juga bersembunyi di balik celananya itu. Dan ternyata saudara – saudara sekalian, milik Sungmin juga sudah mulai membesar, itu semua terjawab karena celana Sungmin yang menggembung di bagian depannya.
Kyuhyun nmenghentikan ciumannya segera, dan memandang ke bawah, lebih tepatnya ke arah celana Sungmin. Jujur saja, Kyuhyun penasaran dengan benda itu, bagaimana isi dan bentuknya, 'Apa haraboeji tidak salah ukir saat itu?' takut – takut sang kakek salah membentuk benda itu—mungkin—menjadi persegi panjang, atau mungkin jajar genjang.
"Kyunnie~ lihat apa?"
Suara manja itupun kembali menyadarkan Kyuhyun, yang ternyata bisa terlihat jelas di wajah polos itu tengah memonyong – monyongkan bibirnya untuk segera dicium seperti tadi. "Kyunnie~ cium lagi~"
Mendengar kalimat 'pasrah' itu, tentu saja tidak disia – siakan oleh Kyuhyun. "kau mau aku menciummu lagi Min?" pertanyaan seperti apa ini.
Dan si polos ini dengan lugu-nya mengangguk mantap.
"Kalau begitu, saat aku menciummu kau harus membalas ciumanku, lakukan sama seperti apa yang aku lakukan, arraseo?" oh…, ternyata Kyuhyun meminta perlawanan dari Sungmin.
Sungmin sedikit memiringkan kepalanya, "Maksud Kyunnie~?"
Kyuhyun mendengus pelan, yeah-yeah ia ingat, ia harus ekstra sabaruntuk mengajari Sungmin.
Kyuhyun menarik Sungmin lebih erat lagi dalam pelukannya, "Jadi begini. Jika aku melakukan ini!" Kyuhyun mempraktekkan, menyapu bibir Sungmin dengan lidahnya.
"Kau juga harus melakukan seperti itu." terangnya.
"Dan jika aku melakukan ini…," Kyuhyun menarik dan mengulum bibir bawah Sungmin. Tentunya membuat namja mungil itu –kembali– merasakan kenikmatan, tapi Kyuhyun segera melepaskannya.
"Kau juga melakukan hal yang sama, Apa kau sudah mengerti?"
Sungmin kembali mengerjapkan matanya, dan sedikit memiringkan kepalanya –pertanda ia bingung. Tidak sadarkah Sungmin, sikap 'imut'-nya itu sudah membuat iblis di depannya tidak sabar untuk segera ke kegiatan puncak.
"Baiklah. Bagaimana kalau seperti ini?"
Tanpa adanya aba – aba, Kyuhyun langsung menggigit, menarik dan mengulum bibir Sungmin. Nafsu-nya sudah tidak dapat dibendung lagi. Biarlah setelah ini ia dianggap tidak waras atau apapun, Kyuhyun tidak peduli. Yang penting saat ini adalah kebahagiaan 'little kyunnie'.
.
.
.
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
THE ART OF LOVE
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
.
.
.
Lee Soo Man mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian di ruangan Mr. Cho.
"Mau apa kau kesini?" tanya Tuan Cho, membenahi berkas – berkas yang ada diruangannya, dan beranjak dari singgasananya untuk duduk di sofa yang berada di ruangannya.
"Kau tidak mempersilahkanku duduk ?" tanya Soo Man sekedar ingin membuat lelucon, namun sayangnya nada bicaranya malah terdengar menjengkelkan bagi Tuan Cho.
Mendengarnya Tuan Cho hanya geleng – geleng kepala, "Kau tidak perlu berbasa – basi, katakan saja langsung apa maumu?" tegas Tuan Cho, ia terkesan sangat wibawa.
Soo Man tersenyum menyeringai dan segera duduk di sofa yang berhadapan dengan Tuan Cho, "Aku ingin mengambil apa yang pernah kau janjikan padaku."
Tuan Cho bersikap tenang, "Sigh…, sayangnya patung itu sudah tidak bersamaku lagi. Benda itu sudah ada bersama anakku, lagipula perjanjian itu sudah lama berakhir, dan tidak berlaku untuk sekarang." Terang Tuan Cho.
Senyum yang sedari tadi tercetak jelas di wajah Soo Man, tiba – tiba memudar. Wajahnya terlihat raut kecewa dan kesal, "Kau tidak bisa mengingkari janjimu begitu saja!" ucap Soo Man tak senang.
"Aku tidak mengingkarijanjiku, kau yang mengingkari apa yang menjadi milikmu. Dan sekarang barang itu bukan lagi milikku, jadi, perjanjian itu tidak berlaku lagi." Tatapan mata Tuan Cho, menjelaskan seberapa seriusnya ia dengan ucapannya.
Bukan jawaban ini yang diharapkan Soo Man, wajah tua itu semakin terlihat kesal dengan penolakan –janji– itu.
"Aku tidak peduli Cho. Aku akan mengambil patung itu dengan cara apapun, karena itu milikku!" Soo Man beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan itu, dan suara bantingan pintu yang cukup kuat menjadi 'salam' atas kepergiannya.
.
.
.
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
THE ART OF LOVE
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
.
.
.
Semakin panas saja kegiatan dua insan ini, saking nikmatnya aktivitas itu, sampai – sampai Kyuhyun tidak sadar baju handuk bagian yang menutupi 'little kyunnie' saat ini sudah basah.
Kyuhyun membawa tubuh mungil itu naik ke atas ranjangnya tanpa sedikitpun berniat melepaskan ciuman HOT itu. Akhirnya dengan semua bentuk pengajaran dan kelihaian Kyuhyun, Sungmin sudah bisa memahami dan membalas kenikmatan yang diajarkan Kyuhyun.
Tidak sia – sia Kyuhyun diputuskan oleh pacar – pacarnya, paling tidak ada pelajaran yang ia 'petik' saat berkencan dengan kekasih – kekasihnya.
"ehmm~…ssh…" Sungmin menjenjangkan lehernya saat Kyuhyun tengah beraksi menikmati leher jenjang Sungmin. Makhluk indah itu terlihat sangat menggoda, bibirnya sudah bengkak, kemerahan. Belum lagi di pipinya sudah ada tanda kemerahan, dan bekas – bekas saliva. Ya ampun Kyuhyun, bahkan pipi Sungminpun ikut kau tandai! Luar biasa!
Sungmin semakin belingsatan, tubuhnya bergerak – gerak kecil di bawah tubuh Kyuhyun, ia sangat menikmati setiap sentuhan yang diberikan Kyuhyun untuknya. Tanpa Sungmin sadari, ia tengah mempertemukan 'medan magnet' yang tepat antara kutub utara dan kutub selatan membuat kedua benda yang masih terbungkus itu serasa ingin tarik – menarik satu dengan yang lainnya.
"Arggh!" Sungmin sedikit tersentak, saat Kyuhyun menggigit nipple-nya dengan kasar. Bagaimana tidak, nipple Sungmin walaupun kecil tapi bentuknya itu terkesan jauh lebih 'elegan' dibandingkan yang lain. Yeah, nipple Sungminkan belum pernah terjamah oleh apapun. Walaupun kecil tapi manfaatnya cukup besar dan berkhasiat, seperti apa yang ditawarkan iklan produk susu lainnya.
Bukan menghentikan kegilaannya, Kyuhyun malah semakin memainkan bibirnya di atas nipple iytu, mencurahkan segenap kemampuannya untuk menyesapi nipple yang sebenarnya rasanya hambar, namun nikmatnya yang tiada tara. Semakin Sungmin mengeluarkan raungan nikmatnya, Kyuhyun pun akan semakin liar dan ganas. Semakin Sungmin menjambak rambut Kyuhyun, semakin diperdalam ciuman dan lumatannya dibagian tubuh yang sedang ia sentuh.
Tanpa sadar Sungmin menjambak rambut Kyuhyun kuat – kuat saat pria itu tengah menggigit dan menggesek – gesekan giginya di nipple itu.
"Aww! Pelan – pelan Min!" Kyuhyun mengusap bagian rambutnya yang terjambak oleh Sungmin, Kyuhyunpun menurunkan tangan Sungmin dan meletakkannya tepat di sisi kanan dan kiri kepala Sungmin, "Kalau kau ingin menarik, tarik saja bedcover ini ya?" jelas Kyuhyun penuh kelembutan, dan mendapatkan anggukan lemah dari Sungmin.
Kyuhyun menjalankan bibirnya untuk menyusuri lekuk tubuh Sungmin, menciumi dan menjilati setiap bagian tubuh yang ia cium. Ciuman Kyuhyun mulai mejalar hingga ke bagian lubang pusar Sungmin. Makhluk polo situ tanpa sadar sudah melingkarkan kakinya begitu saja di pinggang Kyuhyun. Akses itu semakin membuat Kyuhyun kesenangan.
Kyuhyun memainkan lidahnya ke dalam lubang pusar itu, dan kedua tangannya sedang mencoba membuka zipper celana Sungmin, dan…
Kyuhyun menghentikan kegiatannya dan memandangi bagian bawah Sungmin. 'Macet!', ternyata zipper celama Sungmin sulit untuk dibuka.
Sungmin membuka matanya saat menyadari tubuhnya sedang tidak dijamah oleh Kyuhyun, "Kyunnie~ sedang apa?" tanya Sungmin, dengan polosnya.
Kyuhyun sudah mencoba menarik dan menurunkan zipper itu tapi sangat susah, 'Aish!" kesal Kyuhyun dalam hati.
–Kreek–
akhirnya Kyuhyun menarik dan mengoyakkan celana Sungmin. Salahkan nafsunya yang sudah tidak sabaran untuk segera melihat milik Sungmin, tapi dilihat dari bentuk 'tonjolan'-nya nampaknya milik Sungmin tidak lebih besar dibandingkan milik Kyuhyun. Entahlah itu hanya tebak – tebakan penulis saja, tapi terkadang betuk luar bisa menipu, kita saksikan saja lagi.
Ternyata benar, milik Sungmin tidak lebih besar dari milik Kyuhyun. Dan yang paling menguntungkan, Kyuhyun tidak perlu repot – repot untuk membuka celana dalam Sungmin, karena milik Sungmin tidak dibungkusi dengan pakaian merepotkan itu. Kyuhyun segera melepaskan celana Sungmin cepat – cepat, dan membuangnya begitu saja. Sedangkan Sungmin, hanya memperhatikan tingkah Kyuhyun, ia tidak begitu mengetahui apa yang sedang dikerjakan Kyuhyun, yang penting apapun itu ia suka rasanya.
Sungmin menggigit jari telunjuknya dan mengemutnya, saat menunggu Kyuhyun yang sibuk dengan aktivitasnya. Namun pemandangan itu tertangkap oleh mata obsidian Kyuhyun, melihat pemandangan itu Kyuhyun benar – benar sudah tidak kuat.
Tubuh polos Sungmin begitu menggoda, dengan 'milik' Sungmin yang mengacung ke atas, ditambah dengan gaya yang menggoda dari si 'manusia baru' itu. Saliva Kyuhyun sempat menetes melihat pemandangan itu, akhirnya Kyuhyunpun membuka tali baju handuknya, dan melepsakan dari tubuhnya.
Sungmin melotot sempurna saat melihat tubuh Kyuhyun yang sama sepertinya, "Kyunnie~ punya ini juga?" Sungmin menyentuh nipple Kyuhyun, karena merasa sama dengan miliknya. Baiklah, sentuhan kecil itu sudah membuat 'little kyunnie' tidak kuat.
Tanpa pemanasan, tanpa tahapan, dan tanpa persiapan.
Kyuhyun mengangkangkan kedua kaki Sungmin, dan ia dapat melihat milik Sungmin yang sudah mengeluarkan sedikit cairan diujungnya, dan sebuah 'sangkar' berwarna merah muda disana. Kyuhyun segera mengacungkan 'little kyunnie' di depan 'sangkar'-nya, dan mencoba memasukkan 'little kyunnie' di dalam sana.
"Aghh—Sss—sakk—kkit hiks~"
Sungmin melampiaskan kesakitannya dengan bedcover itu. Ada tetesan bening yang jatuh dari sudut matanya karena menahan rasa sakkit ini.
Tapi sayangnya, Kyuhyun sama sekali tidak tertarik untuk menghentikan 'kegiatan' ini, terlebih lagi 'little Kyunnie' sudah menemukan sarang yang tepat untuknya bernaung, walau tidak sesuai dengan ukurannya —sempit.
"Sss-sab—sshh—sabbar Min!" berbanding terbalik dengan Sungmin, Kyuhyun malah mendesah kenikmatan, ia semakin berusaha dengan segenap jiwa dan raganya untuk menyelesaikan tanggung jawabnya pada barang masa depannya itu —little kyunnie.
Sungmin menggigiti bibir bawahnya, wajahnya memerah menahan nafas. Namun tiba - tiba Sungmin merasa bisa bernafas lega saat Kyuhyun berusaha mengeluarkan 'little kyunnie' dan menyisakan 'tanduk'-nya disana.
Berbahagialah Sungmin sejenak dengan rasa sakit yang sedikit berkurang dibadannya. Namun tiba - tiba...
"ARRGGH!"
Buuggh...
"Aaawww..."
Suara apa itu?
.
.
.:!:.:!:. TBC .:!:.:!:.
.
.
Ampunkan saya (^/\^) Diriku tidak handal dalam bidang NC (_ _")
Jdi yach begitulah jadinya #tunjuk2 diatas…
T_T
Maafkan saya chingudeul…, kalau semakin membosankan :~_~:
Maaf untuk reviewnya, saya belum bisa membalasnya.
.
.
Mohon reviewnya ya chingu, untuk chap depan masih NC kayaknya -_-"o)
Tergantung dari requestannya dech ^_^d
RnR please!
