-KYUMIN FANFICTION- YAOI

-The Art of Love-

By © Choi Hyo Joon

.

PAIR : KyuMin

Cast :

Cho Junhyun (OC) : Cho Kyuhyun Grandpa

Lee Soo Man

Mr. Cho (OC) : Cho Kyuhyun father

.

.

WARNING : BOYS LOVE, untuk penulisan masih jauh diatas rata-rata, bahasa NYELENEH…, typo(s) dan sejenisnya selalu mengiringi setiap kata di FF ini. #dimutilasi.

DISCLAIMER : Semua ini hasil buah pikiran yang cetek milik sang author tak berbakat, semua nama cast hanya ketidak sengajaan author yang g tahu lagi mau di kasih nama siapa itu cast-nya #plakkk.

GENRE : YAOI, Fantasy, Fluffy(?), Romance, Innocent Min, NC 17+.

Rate : M

.

.

Summary : Jika kau mencintainya, hargailah cintamu selayaknya sebuah benda seni tak ternilai harganya.

.

.

.

.

.

Previous…

Berbahagialah Sungmin sejenak dengan rasa sakit yang sedikit berkurang dibadannya. Namun tiba - tiba...

"ARRGGH!"

Buuggh...

"Aaawww..."

Suara apa itu?

.

.

.

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

THE ART OF LOVE

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

.

.

.

Flash back

Pemuda tampan sedang memeluk tubuh pemuda dengan ukuran tubuh yang lebih kecil darinya, pelukan itu terasa begitu hangat, namun menyedihkan, bahkan sangat menyedihkan. Terdengar dari suara isak tangis yang keluar dari pemuda yang sedang di dekap begitu erat itu, Ia menangis di dada pemuda tampan –Cho Junhyun.

"Mianhae Min. Cheongmal Mianhae…, kumohon jangan membenciku Min." walau pemuda tampan itu tidak menangis —sama— seperti pemuda mungil itu, namun hatinya jauh lebih sakit saat mendengar suara tangis itu mencuat dari bibir ranum itu, dan itu semua karena dirinya.

"—hiks—ughh—" pemuda mungil itu semakin terisak pilu, Ia memukul-mukul bagian dada Junhyun, sebagai pelampiasan rasa sakit yang ia rasakan.

Junhyun memberikan kecupan hangat nan manis di dahi pemuda itu, yeah, pemuda yang ia cintai sejak dulu. Cinta yang sangat tabu, cinta yang tidak akan pernah terselesaikan, terwujud, karena mereka adalah sesama jenis —namja.

Sedikit membantu menerangkan apa yang tengah ditangisi oleh pemuda mungil bernama Sungmin itu —hanya sedikit. Sungmin menangisi nasib dan takdir yang tidak berpihak atas rasa cinta yang ia rasakan selama ini kepada pria bernama Junhyun, pria berwajah stoic, yang sejak umur 5 tahun sudah menjadi teman bermainnya. Pria yang terlahir dari golongan bangsawan yang berbanding terbalik dengan kehidupannya, yang hidup dari keluarga pemahat kayu sederhana.

Sungmin sudah sejak lama —sejak remaja— menyadari perasaannya kepada Junhyun, dan malaikat cinta tengah singgah dan mengizinkan Junhyun membalas perasaan pemuda manis itu. Namun sayangnya takdir cinta tak berjalan lama untuk mereka. Junhyun, pemuda tampan itu sudah dijodohkan oleh seorang yeoja yang motabene berasal dari keluarga yang sama terpandangnya dengan keluarganya. Dan perjodohan itu tidak akan mungkin dihentikan, semua sudah disusun matang-matang oleh keluarga mereka, semuanya.

"Kumohon Maafkan aku Min." Junhyun tak peduli, dadanya remuk, patah, atau hancur sekalipun. Ia tak peduli, sama sekali tak peduli. Yang ia pedulikan biarkan, biarkan Sungmin menangis, menjerit dalam dekapannya, apapun itu asalkan Sungmin tak meninggalkannya.

Sungmin masih tetap menangis, meraung dan semakin berurai air mata saat dekapan Junhyun semakin erat memeluknya. Hatinya begitu sakit, apa ia salah menyukai pemuda itu? Apa cintanya memang salah, kalau begitu mengapa mereka dipertemukan?

Setelah raungannya mulai terhenti, Sungmin mengusap air matanya menggunakan baju Junhyun, tepat di dadanya. Dan selang berapa detik, Sungmin mencoba melepaskan kekangan pelukan Junhyun ditubuhnya, memaksa pemuda itu untuk melepaskannya.

Junhyun pun akhirnya mengerti dengan gerakan tidak nyaman Sungmin, dan iapun melepaskan pelukannya. Junhyun memegang erat bahu Sungmin, menyentuh lembut dagu Sungmin, mengangkatnya agar ia dapat melihat seberapa besar air mata yang keluar untuknya barusan tadi.

"Jangan tinggalkan aku Min-ah, aku janji padamu. Aku akan meninggalkannya setelah 3 bulan pernikahan itu, aku janji Min-ah." Kesungguhan Junhyun benar-benar terpancar dari sorot mata kelam miliknya, ia meyakinkan Sungmin dengan pandangan matanya yang begitu menusuk tajam.

Sungmin menggeleng lemah, masih dengan uraian air mata di pipinya. Ia menolak permintaan ;gila' Junhyun akan dirinya, "—hiks—ppp—pergilah—ugh—aku tidak akan menahanmu. Aku harap kau bahagia Junhyun-ah." Berat sebenarnya rasa hatinya mengucapkan kalimat yang jauh dari keinginan hatinya. Namun tetap disi seorang pria yang sudah menikah, juga bukan jalan keluar yang baik atas hubungan cintanya dengan Junhyun. Sungmin memilih menyerah.

Sorot mata kecewa, terlihat jelas di mata onyx milik Junhyun, seberapa kecewanya pria itu atas penolakan cintanya. Junhyun menekan kuat bahu Sungmin yang masih bergetar hebat.

Sungmin memberikan senyumman manis namun terkesan menyakitkan untuk siapapun yang melihatnya, perlahan tangannya terulur untuk melepaskan tangan junhyun di bahunya. Sungmin meraih kedua pipi Junhyun, saling menatap penuh rasa sakit. Namun setelahnya, Sungmin sedikit menjinjitkan kakinya, meraih dahi Junhyun, dan mengecupnya. Sebuah kecupan yang menandakan sebuah perpisahan.

Kecupan yang membuat Junhyun sadar akan artinya, Junhyun tidak rela, tidak sanggup berpisah dengan pria yang selalu bersama dengannya, kini akan pergi meninggalkannya, Ia takkan sanggup. Tangan Junhyun sekuatnya mencengkram kedua tangan Sungmin yang berada dipipinya, seperti sebuah larangan untuk Sungmin agar tidak pergi darinya, yang ia sendiri tak sanggup mengucapkanya.

"Biarkan aku pergi Junhyun-ah…, kau akan bahagia dengannya." Sebagai sebuah pengakhir, Sungmin menarik perlahan kedua tangannya dari genggaman tangan Junhyun, dan berlalu meninggalkan Junhyun dengan semua rasa sakit yang ia bawa pergi bersama dirinya.

Sampai kapanpun cinta itu tidak akan pernah hilang, walau raga orang yang kau cintai telah hilang dimakan waktu.

Flashback off

.

.

.

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

THE ART OF LOVE

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

.

.

.

"Awww!" kyuhyun meringis memegangi bokongnya yang terhantam sempurna dengan lantai dingin kamarnya, tendangan Sungmin sangat dahsyat hingga membuatnya tersungkur sampai ke bawah.

Sedangkan namja lugu itu bangun dari tidur telentang nan pasrahnya, kemudian meringkuk melihat Kyuhyun yang sudah terjatuh begitu pasrah di bawah sana. "Kyunnie~ kenapa?"

Toeeeng…

Rasanya penulis juga terjatuh dengan posisi yang sama seperti Kyuhyun, mendengar pertanyaan yang kelampau polos dari namja mungil itu. Aish! Apa ia tidak sadar? Ia sudah menendang bahu Kyuhyun yang tengah menyanggah tubuhnya, yang sedang berusaha memasukkan little kyunnie.

Kyuhyun meringis, mengusap-usap bokongnya dan berusaha bangkit dari 'keterjatuhan'-nya. Setelah berdiri sempurna, tanpa sengaja ia melihat pemandangan indah di depannya saat ini.

'Sexy boy' begitulah kira-kira isi dari pikiran Cho Kyuhyun.

Sungmin kau benar-benar terlalu lugu, bayangkan saja! Saat ini Sungmin sedang menungging, sedikit mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun, mata polos itu tengah mengerjap-ngerjap kebingungan, dan jangan lupakan jari telunjuk yang ia letakkan di bibir merahnya. Mengundang nafsu bukan?

Jangan salahkan naluri dan nafsunya yang sedang berada di atas kepala, tapi salahkan si 'manusia baru' yang tidak pernah tahu bahwa ia sedang menggoda iblis di depannya.

Kyuhyun kembali harus meneguk salivanya, tapi kali ini cara itu tidak cukup kuat untuk menahan nafsunya. Tidak peuli dengan rasa sakit yang ada di bokongnya, Kyuhyun sekarang hanya peduli ingin menikmati setiap inchi tubuh itu, itu yang terpenting!

Sungmin hanya terpelongo menatap Kyuhyun yang semakin dekat dengannya, dan matanya menangkap pemandangan 'little kyunnie' yang sudah mengacung sempurna menghadapnya saat ini. Sungmin menunduk sejenak memandangi bagian tubuhnya, 'Ada!', Sungmin memandangi miliknya dan 'milik' Kyuhyun secara bergantian.

Sungmin mengulurkan tangannya dan menyentuh 'little kyunnie' begitu saja, 'Punya Kyunnie~ besar…," ucapnya 'sedikit' tercengan dengan milik Kyuhyun.

"Agh!" Sentuhan Sungmin tanpa sengaja, membuat Kyuhyun mendesah, akhirnya 'little kyunnie' berjabat tangan dengan 'yang disukainya'. "Ssh–Ll–lagi–Min!" desah Kyuhyun semakin kenikmatan.

"Eh? Ini namanya apa Kyunnie~?" Sungmin bingung, dan tangannya ia biarkan di 'little kyunnie' tanpa adanya pergerakan, pergeseran, atau apapun sekedar sebuah 'sentuhan'.

Kyuhyun terlihat frustasi, 'Apa semuanya harus aku ajarkan?" gumamnya kesal dalam hati. 'Baiklah mungkin lebih baik kuajarkan pemanasan saja terlebih dahulu.'

Tidak ada lagi keragu-raguan dalam hati Kyuhyun, seluruh tubuhnya sudah 'setuju' untuk memproses si 'makhluk plos' itu secara lanjut, demi mas depan 'little kyunnie'.

Kyuhyun meraih bahu Sungmin, dan memposisikan dirinya agar duduk dihadapannya. "Ini namanya 'junior' Min. Kau lihat dia sudah mengacung kedepan seperti ini, jadi kau harus memijatnya seperti ini."

Kyuhyun meletakkan tangannya di atas tangan Sungmin, memberinya interuksi untuk menggerakkan tangan mungil itu, Yeah, kembali lagi Kyuhyun menggelinjang kenikmatan merasakan sentuhan Sungmin, seakan – akan memijat-mijat lembut 'little kyunnie'.

"Yeah–Ough–agh–Ssh–Sseperti itu Min!" Kyuhyun menghentikan sejenak 'hends job'nya untuk mendapatkan jawaban Sungmin 'mengerti atau tidak dengan pengajarannya'.

Ternyata makhluk polos ini mengangguk pelan, sepertinya mulai mengerti dengan instruksi Kyuhyun. "Lakukan!" Kyuhyun melepaskan tangannya, dan membiarkan Sungmin bereksperimen dengan 'style'-nya, dan apa yang akan dilakukan makhluk polos ini dengan 'barang' masa depan Kyuhyun?

Dengan lugunya, Sungmin mulai memberikan pergeseran pada sentuhan tangannya di 'little kyunnie', dan sentuhan itu jauh lebih nikmat karena adanya pergerakan. Jujur saja, akibat rasa nikmat ini, bahkan Kyuhyun membuang jauh-jauh rasa sakit yang tadi sempat 'ngilu' di bokongnya. Semua berkat Sungmin. Ck, ternyata Sungmin cepat belajar. Ia terlihat serius, dan sepertinya senang memanjakan 'little kyunnie'.

"Sssh—Mmin—Aghh—Sssh!" Sungmin begitu cepat belajar, hingga ia sudah memahami dengan penerangan Kyuhyun tentang 'hands job', nikmatnya sentuhan Sungmin membuat Kyuhyun belingsatan. Ia mendongakkan kepalanya menatap langit-langit kamarnya, merasakan kenikmatan dari sentuhan pemula —Sungmin.

"Aghh—Sssh—Lll—lebih—Sssh—Cc—cepp—at Min!"

Ada sensasi lain yang terdengar aneh di telinga Sungmin, saat Kyuhyun mendesah menyebutkan namanya. Dan ternyata Sungmin cepat belajar dengan situasi, padahal Kyuhyun belum mengajarkan yang lebih daripada 'hands job', tapi makhluk polos itu dengan lugunya ingin 'mencicipi' apa rasa 'little kyunnie' di dalam mulutnya?

"Ouh—Min—Aghh—Ssh—yeaahh—Agh" Kyuhyun menggerakan pinggulnya untuk lebih memperdalam 'little kyunnie' di dalam sebuah tempat yang bisa 'memijatnya'

Sebenanya Sungmin juga sudah tidak sanggup menampung keseluruhan 'little kyunnie' secara utuh di dalam mulutnya, namun Kyuhyun terus menerus berusaha mendorong 'little kyunnie' kuat-kuat dalam mulutnya. Sungmin sudah jengah dan tidak sabar, tiba-tiba saja ia menggigit 'little kyunnie' kuat-kuat.

"Awww! Min!" Kyuhyun kesakitan, ya ampuun kenapa Kyuhyun harus mengalami pengalaman sepahit ini dengan pemula. Segera Kyuhyun mengeluarkan 'little kyunnie' dan mengusapnya secara lembut. Kasian nasib 'little kyunnie'.

"Kenapa kau menggigitnya Min?" tanya Kyuhyun, dengan nada yang terdengar kesal.

"Karena aku gemas, melihatnya yang memaksa masuk ke mulutku Kyunnie~, dia jahat~ Aku benci dia~ Aku tidak mau melihatnya lagi, sini biar kupahat saja dia itu~"

Gluk...

"Jj—jangan Min!" Kyuhyun gelagapan, melihat raut wajah tidak suka Sungmin dengan 'little kyunnie'.

"Dia jahat Kyunnie~" rajuk Sungmin, mem-poutkan bibirnya, Ia benar-benar tidak suka dikasari seperti itu, dan seharusnya Kyuhyun harus bisa memberika pelajaran yang lembut kepadanya.

'Kenapa melampiaskan hasrat jadi sesulit ini?' Kyuhyun sibuk bermonolog sendiri di dalam hatinya, dan lagi-lagi ia harus ekstra sabar menghadapi Sungmin.

"Min…, dia tidak jahat. Coba kau sentuh dia." Kyuhyun berbicara selembut mungkin, ia harus benar-benar bersabar menghadapi Sungmin.

"Tidak mau!"

Kyuhyun meraih kedua pipi Sungmin, menatap wajah itu penuh kasih sayang, "Kau sayang bukan padaku?"

Sungmin mengangguk, dengan tampang yang masih merajuk kesal.

"Kalua egitu kau juga harus menyayangi 'dia', sama seperti kau menyayangiku. Aku janji dia tidak akan jahat padamu. Malah nantinya kau akan merindukannya, percayalah padaku Min." Kyuhyun menatap manik mata kelam itu dalam-dalam, bujukannya itu selalu dipatuhi oleh Sungmin, untungnya Sungmin tidak keras kepala atau lebih tepatnya –lugu.

Sungmin mengangguk lemah, matanya melirik ke arah 'little kyunnie', dan Sungmin embali menyentuh benda itu, "Jangan nakal ya~." Ucapnya dan itu ditujukan untuk 'little kyunnie'.

Kyuhyun tersenyum mendengarnya, sepertinya Sungmin sudah benar-benar bisa diajak 'kerjasama' sekarang. Segera Kyuhyun menarik Sungmin hingga membaringkannya kembali dalam posisi 'telentang'. Dan tak sabar, Kyuhyun melumat kasar bibir Sungmin, jemarinya mulai lincah memainkan nipple Sungmin, untuk menaikkan kembali nafsu Sungmin.

"Engh~" Sungmin menggelinjang geli, saat Kyuhyun meilin-milin nipple kecilnya, dan memainkan rongga goa mulutny. Dua sensasi nikmat tidak terkendali yang tengah dirasakan Sungmin. Sungmin tidak dapat memungkiri kenikmatan ini lagi, dan setiap sentuhan Kyuhyun yang ia rasakan selalu 'enak' dalam batinnya.

"Aghh—Kkyunnie~—Agh—enn—nak!" Sungmin mendesah kenikmatan, saat Kyuhyun tengah menggelitik leher jenjangnya, dan salah satu tangannya tengah memijat-mijat junior Sungmin pelan-pelan.

Kyuhyun menghentikan sejenak kegiatannya, dan memandangi wajah Sungmin yang tengah bernafsu, menikmati betul segalka bentuk kegiatan saat ini. Kyuhyun tersenyum menyeringai melihat wajah merona Sungmin, dan jangan lupakan bibirnya yang sedikit terbuka, dengan tetesan benang saliva yang mengalir di sudut bibirnya.

"Kau seksi~ Min." bisik Kyuhyun menggoda di cuping telinga Sungmin, memberikan gigitan kecil di telinga itu, dan sedikit memainkan lidahnya di dalam lubang telinga Sungmin.

"Agh Kyunnie~—Agh—Aaa—aku—ssh—ssuka—emmh" Sungmin mendesah tak karuan. Dan kuku-kukunya mulai mencakar kecil punggung Kyuhyun, sebagai tanda balas kenikmatan yang ia rasakan.

Kyuhyun menelusuri lekuk tubuh Sungmin dengan bibirnya, memberi tanda keunguan pada setiap bagian tubuh yang terjamah oleh bibirnya, tak peduli bagian apapun itu, leher, dada, perut, bahkan sekarang Kyuhyun tengah menaikkan kaki Sungmin menciumi betis hingga menjalar ke paha Sungmin.

Alangkah mulusnya kulit tubuh itu, tak ada bercak apapun yang ada disana, semua mulus bak porselen. Kyuhyun menciumi bahkan memberikan lumatan kecil pada paha Sungmin, hingga pangkal pahanya. Tak peduli walaupun Sungmin sudah meronta kenikmatan, ia harus mengajarkan Sungmin semuanya dari awal, jadi…, semua sentuhan ini harus dimulai dengan pemanasan.

Hingga pangkal paha Sungmin. Kyuhyun mendapatkan junior Sungmin yang sudah mengacung sempurna dengan cairan yang sudah menjadi bumbu di bagian atasnya. Dengan sekali lahap, 'junior' itu sudah seutuhnya masuk ke dalam mulut Kyuhyun. Yeah ada dua opsi disini, opsi pertama karena bibir Kyuhyun yang lebar atau karena junior Sungmin yang kecil. Entahlah, hanya Kyuhyun yang bisa menjawabnya.

"Agh! Kyunnie~" Sungmin sempat terkejut dengan perbuatan Kyuhyun, tapi layaknya seorang murid di bangku sekolahan. Ia hanya menuruti apa yang diperintahkan guru.

Melihat wajah terkejut Sungmin, membuat Kyuhyun menyeringai. Dan segera ia mengulum junior Sungmin dalam mulutnya, dalam tempo yang lambat. Sengaja ingin membuat Sungmin tidak sabaran, dan ternyata benar.

Sungmin yang sudah merasakan nikmatnya dikulum, segera menekan kepala Kyuhyun untuk memaksa Kyuhyun menggerakkan kulumannya lebih cepat. "Ssh Kyunnie~ dd—dorong…" mungkin inilah sebatas mana Sungmin mampu mengungkapkan apa yang ia rasakan.

Kyuhyun semakin cepat mengulum milik Sungmin, setelah adanya perintah dari 'bawahan'nya, sampai Kyuhyun merasakan sepertinya junior Sungmin berkedut ketat dalam mulutnya, dan…

Splurt

"Haaah~" Sungmin mendesah lega, saat sudah membuang 'benihnya' dalam mulut Kyuhyun, lebih tepatnya benih pertamanya dan itu cukup banyak. Mampu dihabiskan Kyuhyun dalam sekali teguk.

Sungmin ternyata sudah menjadi manusia seutuhnya, ia bukan lagi patung yang tidak bisa melakukan apapun, dan mengeluarkan apapun. Raga serta jiwanya sudah sama layaknya manusia. Jadi…, cairan itu pastinya cairan manusia, bukan getah. Mohon dipahami para pembaca, benih bukan getah.

Baiklah, Kyuhyun sangat handal dalam hal ini, ia sudah mampu membuat Sungmin prgasme, lebih cepat darinya. Dan sekarang saatnya Sungmin yang sepertinya harus melayani Kyuhyun.

Sekarang Kyuhyun yang merebahkan tubuhnya di atas ranjang, dan meminta Sungmin untuk duduk di atas tubuhnya, "Sekarang lakukan apa yang seperti aku lakukan, arraseo?"

Dan lagi-lagi makhluk polos ini mengangguk setuju. Berbekal pelajaran dari Songsae Kyuhyun, Sungmin mulai menjalankan tugasnya. Ia mulai menciumi bibir Kyuhyun, dan sang guru menjadi seorang Sungmin, tergolek pasrah tanpa adanya perlawanan.

Sungmin ternyata tidak sepasif yang Kyuhyun pikirkan. Ia sudah banyak menangkap, dan belajar dari pengalaman, murid yang pintar. Terbukti, Sungmin sudah pandai mencium bahkan melumat bibir Kyuhyun, dan kedua tangannya sibuk dengan aktifitasnya sendiri-sendiri, namun mencapai pada titik sensitive di satu tubuh yang sama.

"Nggh—" Kyuhyun mulai mendesah kenikmatan, menerima sentuhan Sungmin. Walaupun Sungmin mulai bisa, namun ia belum mahir, jadi…., harap maklum jika gerak tangan bahkan bibirnya sangat lambat seperti seekor penyu.

Kyuhyun tidak sabaran dengan semua itu, bisa gila dia kalau harus menunggu Sungmin menjalari tubuhnya sampai bagian selangkangannya. Bahkan sekarang saja Sungmin, masih sibuk menikmati bibirnya dan tidak turun-turun sampai sekarang. Kyuhyun memutar tubuh Sungmin dan mengembalikan posisi 'uke' dibawah.

Manusia polos itu mengerjapkan matanya kebingungan, bagaimana tidak lagi nikmat-nikmatnya kenapa dihentikan?

Baiklah mungkin Sungmin sudah 'Splurt' tadi, tapi 'little kyunnie' masih mengasung tinggi dan lebih tinggi. Kyuhyun sudah tidak sabar akan hal itu, segera ia mengangkangkan kedua kaki Sungmin, kembali menciumi kaki indah itu, mengecupnya dan terkadang menggigitnya. Sampai akhirnya kembali Kyuhyun menemukan junior Sungmin dan memberikan sebuah kecupan 'salam'. Kepada junior kecil itu.

Namun sebelumnya, Kyuhyun menegakkan posisinya dan mengulum ketiga jarinya, sengaja memperlihatkannya pada Sungmin, "Nah Min. kulum jariku seperti ini. Jangan gigit! Hisap jariku sampai aku menariknya." Kyuhyun sekedar memberikan pengajaran pada Sungmin, dan saat jarinya tengah dikulum oleh Sungmin. Kyuhyun ternyata ikut mengulum junior Sungmin, berniat membangunkan kembali junior itu dari tidurnya.

"Emmh~" Sungmin mendesah tertahan, sebagai murid yang pintar ia mengikuti kemauan Kyuhyun. Walaupun rasa nikmat sudah mulai kembali ia rasakan. Sungmin benar-benar suka perlakuan Kyuhyun padanya.

Sepertinya untuk memancing 'benih' Sungmin tidak perlu memakan waktu yang lama. Kyuhyun sudah merasakan kembali kedutan-keduatan di dalam mulutnya, dan ia segera menarik kuluman pada junior Sungmin. Kyuhyun segera menarik jarinya dari mulut Sungmin. Dan lihatlah Sungmin dengan wajah kecewanya saat Kyuhyun melepaskan kulumannya dari juniornya.

"Kali ini tahan! Jangan tending lagi! Arraseo? Kalau sakit, remas saja bedcovernya." Kyuhyun memberi panduan langkah-langkah bijak dalam menangani masalah 'kekakuan' pada seorang pemula. Dan Sungmin lagi-lagi mengangguk, dan mari kita saksikan apa yang akan dilakukan Kyuhyun dengannya.

Kyuhyun menaikkan kedua kaki Sungmin hingga bahunya. Ia segera menunduk dan ternyata sasarannya kali ini adalah 'kedutan merah muda'. Kyuhyun menciumi pangkal 'hole' Sungmin, masih kecil dan ketat. Yeah, bentuknya benar-benar menandakan tempat itu belum pernah terjamah oleh siapapun.

Kyuhyun memberikan jilatan berbentuk lingkaran di pangkal hole itu, memang sengaja membuatnya basah. Dan rasanya benar-benar nikmat untuk Sungmin. Segera Kyuhyun memasukkan satu jarinya yang masih basah oleh saliva Sungmin ke dalam hole itu.

"Akkh!" Sungmin memekik kesakitan, terlihat ia meremas kuat bedcover dibawahnya dan kakinya yang menegang di bahu Kyuhyun.

"Tahan Min!" Kyuhyun masih berusaha memberikan service yang terbaik untuk Sungmin. Ia tambah jari kedua untuk masuk ke dalam sana.

"AKKH! Ss—sakit Kyunnie~" Sungmin memekik, menjerit. Rasa sakitnya benar-benar tidak dapat ia tahan, dan sejejak air mata menetes dipipinya.

Ayolah, jangan berpikir ia perempuan karena menangis, itu hal yang wajar. Ini yang pertama untuknya.

Melihat airmata itu Kyuhyun jadi tidak tega untuk melakukannya, tapi lagi-lagi pengendalian nafsu sudah sampai ubun-ubunnya. Sebagai permintaan maafnya, Kyuhyun menjilati air mata Sungmin yang ada di pelupuk matanya, dan mulai berani menggerakkan jari-jarinya dalam hole itu. "Jangan menjerit Min. Percayalah nanti tidak akan sakit lagi." Kyuhyun berbsik ke telinga kanan Sungmin, dan menjilati telinga itu.

"ehmm~!" Sungmin mengatup rapat bibirnya, takut menjerit dan membuat Kyuhyun marah –pikirnya.

Kyuhyun semakin lihai memainkan kedua jarinya 'in-out' di dalam hole itu, dan sepertinya ia sudah mendapatkan titik yang pas untuk meredam rasa sakit Sungmin. Kyuhyun segera menambahkan lagi satu jarinya ke dalam hole itu, dan sebelumnya sebagai ancang-ancang Kyuhyun mencium bibir Sungmin.

"MMH!' Sungmin memekik kembali, baru sebentar ia merasakan nikmat dibawah sana, kenapa sekarang sakitnya bertambah? Tapi tunggu…, sakitnya benar-benar hanya sebentar, dan tergantikan dengan rasa nikmat yang tidak bisa dimengerti Sungmin.

Kyuhyun segera melepaskan tautan bibirnya dan sebagai penutup ia mengecup bibir Sungmin. Kyuhyun semakin lihai menggerakkan jarinya dalam hole itu, dan fokus terhadap gerakannya untuk menyentuh titik kenikmatan Sungmin.

'Aggh—Kyunnie~—ssh—eenn—nnak—ssh—" Sungmin menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan. Benar-benar nikmat perlakuan Sungmin padanya.

"Mau yang lebih enak lagi Min?" Kyuhyun menghentikan gerakan jarinya dalam hole Sungmin, sepertinya permainan inti akan segera dimulai. Dan benar! Sungmin setuju, mengangguk, tentu saja ia ingin yang lebih nikmat daripada ini. Lagipula sepertinya bagian bawahnya sudah cukup basah, jadi…, lebih dari 3 jari sepertinya sudah bisa.

It's show time

.

.

.

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

THE ART OF LOVE

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

.

.

.

Flash back

Akhirnya hari saklar itu tiba. Semaraknya acara diisi oleh orang-orang dari kalangan bangsawan sebagai tamu undangan yang hadir. Junhyun terlihat gelisah, matanya terus menatap ke arah luar, berharap seorang tamu yang ia sangat harapkan kehadirannya dapat hadir hari ini.

Tak peduli pasangannya yang sudah berbaur dengan yang lainnya. Junhyun memilih menunggu dan menunggu. Sudah sejak tadi ia menunggu, menanti dan mendambakan kehadiran sosok itu. ia takut bahkan sangat takut, sosok bernama Sungmin akan benar-benar meninggalkannya.

'Kumohon Min. Hanya sampai keadaan membaik.' Ia sibuk berikrar dalam hatinya. Berbanding terbalik dengan ikrarnya di gereja tadi. Ikrar yang ia ucapkan Sehidup Semati yang hanya sebatas rongga mulut, namun tidak hatinya, tapi kali ini tidak ia ucapkan dimulut tapi dihatinya.

"Tuan. Ada surat untuk anda." Seorang pelayan datang berbvisik padanya, menyerahkan secarik kertas dalam saku jasnya secara sembunyi-sembunyi.

Junhyun. Pria ini sepertinya mengerti surat ini. Bergegas ia pergi meninggalkan kerumunan orang-orang yang tengah menikmati pestanya. Dan menjejaki anak tangga.

"Junhyun! Kau mau kemana?" sang Ayah tanpa sengaja, melihat Junhyun berjalan menjauh, namun sayangnya Junhyun sudah tidak mendengar panggilan sang Ayah.

.

.

.

.

Junhyun sekarang tengah berada di balkon kamarnya, ia segera membuka surat yang berada dalam sakunya.

Chukae Junhyun-ah…

Aku tidak bisa berkata apapun, selain chukae. Aku berharap kau berbahagia kelak dengan wanita pilihan orang tuamu. Mianhae Junhyun-ah aku tidak bisa bersamamu, aku tidak bisa melihatmu, membagi tubuhmu dengan orang lain. Aku memilih pergi Junhyun-ah. Ini jalan terbaik untuk kita.

Aku pergi Junhyun-ah. Jangan cari aku! Aku tadi menyempatkan hadir melihat pernikahanmu. Kau tahu kau sangat tampan, aku suka jasmu. Aku sempat berkhayal, akulah yang berada disebelahmu dan membacakan janji suci itu. tapi sayangnya aku hanya berkhayal.

Hahaha…

Aku rasa julukan 'penghayal' memang pantas untukku. Aku suka memimpikan kita bisa membangun keluarga yang bahagia, mengadopsi sepasang anak, yang laki-laki mirip denganmu, dank arena kau bilang aku manis melebihi perempuan, biarlah yang perempuan sepertiku. Pasti keluarga kita akan sangat bahagia Junhyun-ah. Tapi…

Sudahlah, kau lupakan semua khayalanku. Aku sudah tidak ada di kota ini setelah surat ini sampai ke tanganmu. Berjanjilah padaku Junhyun-ah. Kau tidak akan pernah meninggalkan wanita itu. jangan pernah, kau sudah berjanji pada Tuhan. Jangan ingkari janjimu.

Aku pergi…

Lee Sungmin.

.

.

.

Kaki Junhyun melemah seketika, air matanya sudah tidak dapat tertahan di pelupuk matanya. Junhyun meremas surat itu kuat-kuat dan meletakannya di dadanya. Sakit!

Air mata, rasa sakit, serta kehilangan sangat pahit mengisi dirinya. Hilang sudah ketampanannya saat ini, tak peduli ia dipandang dan dipikir apa. Junhyun begitu lemah,tak sanggup mempertahankan cintanya. Ia memilih keputusan keluarganya, menikahi wanita yang tidak ia cintai.

Walau beribu airmata ia teteskan, sayangnya Sungmin tidak akan kembali.

Flashback end…

.

.

.

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

THE ART OF LOVE

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

.

.

.

"Aghh—agh—agh—ssh—emmh—Kyuuu~"

"Sssh—ssebbut—namaku—ssh—lagi—Min!"

"Kyuuu~—Ssh—Kyuuunniiie~"

Sekarang entah apa yang bisa dituliskan disini, selain desahan dan rintihan kenikmatan yang mereka rasakan satu sama lain. Mereka benar-benar menikmati setiap 'in-out' yang dilakukan. Sudah 3x Kyuhyun klimaks dan Sungmin 5x, maklumlah Sungmin masih sangat pemula, jadi prosesnya lebih lancar.

Kali ini Kyuhyun memberikan 'in-out' dari belakang dengan 'doggy style', tangan Kyuhyun sibuk memanjakan junior Sungmin, bunyi benturan bokong dan paha Kyuhyun seperti menjadi alunan musik untuk mereka. Betapa bahagianya 'little kyunnie' masa depannya terlihat cerah dengan Sungmin, si 'manusia pasrah'.

Sepertinya sebentar lagi Sungmin akan segera mengeluarkan benihnya, tapi jalurnya segera di tutup Kyuhyun, karena nampaknya Kyuhyun ingin mereka bersama.

"Sssh—Ber—agh—ssama—Min—"

Dan…

Splurt

Yeah, akhirnya mereka mengeluarkan bersama, walaupun Kyuhyun mengeluarkannya di dalam, tapi Sungmin sudah membanjiri bedcover Kyuhyun dengan benihnya.

Lelah, merea sama-sama kelelahan. Tanpa melepaskan miliknya. Kyuhyun ambruk diatas Sungmin, dan masih terdengar deru nafas kelelahan dari Sungmin.

"Hosh..,Kyunnie~Berat.." protes Sungmin, dan segera Kyuhyun menyingkirkan tubuhnya, namun sebelumnya ia mengeluarkan 'little kyunnie' dari sarangnya.

"Aww.." Sungmin meringis sebentar —hanya sebentar.

Sungmin mengganti posisi tidurnya menjadi 'telentang' menghadap langit-langit kamar Kyuhyun. Ia segera memiringkan tubuhnya dan menatap Kyuhyun yang ada disamping kirinya.

"Kyunnie~"

"Hmm.."

"Kyunnie~…"

Kyuhyun segera menoleh ke arah Sungmin, "Waeyo Min?"

Wajah Sungmin terlihat memerah, dan ia memandang 'little kyunnie' yang sudah tertidur, "Lagi…, aku mau lagi~…"

Mata Kyuhyun membulat penuh, bisa habis staminanya. Apa itu tidak cukup?

"Biar aku saja yang membangunkannya ya. Aku sudah menyayanginya sekarang~." Ucap Sungmin dan segera bangun dari tidurnya.

Habislah kau Kyuhyun! Sekarang kau yang dimangsa, sampai habis.

.

.

.

=TBC=

.

.

.

Huwaaa~ nista…NC buatanku mpuuun (_A_)

Maafkan saya yeorobun…, saya bener2 g ahli dalam buat NC. Ini perdana dan yang terakhir.

(-_-") jantung saya lemah #plakkk…

Inilah kelemahan saya, bisa baca tapi g bisa buat. XD

Maafkan saya yeorobun jika g puas dengan NC-nya, dan kepanjangan kayaknya nich. (^/\^)

Karena juju raja, cerita ini g fokus ke NC, lebih ke pengenalan Sungmin dengan dunia baru. Ketemu ama cow pervert #lirik Kyupil #diiris tipis2 sama sparkyu (_ _")

Maafkan saya juga ga bisa membalas review kalian satu per satu, tapi jujur saya terharu #elap ingus dibaju reader atu-atu…

. Saya belakangan ini bener2 lagi ditumpuki dengan tugas2, maklumlah semester akhir. Dan begitulah cara kampus mendepak mahasiswanya #plakkk…hahaha~

Mohon reviewnya lagi yach ^_^d

Review kalian sungguh berharga untukku #jiailaaah bahasanya cyiin..

Kalau mau mampir ke WP ku silahkan ini alamatnya : .

Atau add FB (*tapi sebelumnya PM ya ^_^) : .?id=100003380173412&ref=tn_tnmn

'Choi Hyo Joon'.

Namaku Dilla, bisa kalian panggil oenni, atau biasa dipanggil halmoeni *berasa tua =)3(=*, tapi yah begitulah penghuni FB memanggil diriku. #hadapi dengan senyuman :^_^:

.

Sekali lagi mohon reviewnya yach chingu… *^*)d

~Special thanks to~

Nahanakyu, EvilBungsu KyuminBaby137, Cho Hyun Jin, JoBel13ve, Rima KyuMin Elf, kyuminlinz92, Liena JOYers 137, lee demin, Princess kyumin, rhie sparkyu'min, imsmL, Park HyunRa, baby-ya, Cho kyumin, Honey ann, camellia rhapsody, cha, melly, 0330, Meong, Saeko Hichoru, Miyu 1905, Kyuminsimple, Cho leerin, hikakuroiivy, KyuLov, nam Seulmi, Rosa Damascena, Nda Indiesetyaputry, kyurin Minnie, Evilkyu Vee, SujuElfgirl, Megakyu, leeyasmin, kevin is the baka mendokusai, Kyuminyeeunhae 968 gagal Login, Chikyumin, Lee Jeun Yeon, cho sarie, beibhy kyuminalways89, Park Soohee, Kazuma Arakida, cho seo hyo, LabuManis, kyumin forever.

Gomawo reviewnya…

Review please?

\(^O^)/