-KYUMIN FANFICTION- YAOI

-The Art of Love-

By © Choi Hyo Joon

.

PAIR : KyuMin

Cast :

Cho Junhyun (OC) : Cho Kyuhyun Grandpa

Lee Soo Man

Mr. Cho (OC) : Cho Kyuhyun father

.

.

WARNING : BOYS LOVE, untuk penulisan masih jauh diatas rata-rata, bahasa NYELENEH…, typo(s) dan sejenisnya selalu mengiringi setiap kata di FF ini. #dimutilasi.

DISCLAIMER : Semua ini hasil buah pikiran yang cetek milik sang author tak berbakat, semua nama cast hanya ketidak sengajaan author yang g tahu lagi mau di kasih nama siapa itu cast-nya #plakkk.

GENRE : YAOI, Fantasy, Fluffy(?), Romance, Innocent Min.

Rate : M

.

.

Summary : Jika kau mencintainya, hargailah cintamu selayaknya sebuah benda seni tak ternilai harganya.

.

.

.

.

.

Previous…

"Biar aku saja yang membangunkannya ya. Aku sudah menyayanginya sekarang~." Ucap Sungmin dan segera bangun dari tidurnya.

Habislah kau Kyuhyun! Sekarang kau yang dimangsa, sampai habis.

.

.

.

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

THE ART OF LOVE

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

.

.

.

Aroma seks begitu menguar, hampir memenuhi disetiap sudut seisi kamar Kyuhyun. Baiklah rak buku, bahkan lampu meja sudah berserakan tak menentu dimana – mana. Jangan tanya bentuk tempat tidur mereka. Oh ayolah! Barang – barang dikamar itu saja sudah berantakan, apalagi dengan tempat tidurnya, parah.

Terlihat seorang namja mungil tidur dengan sangat nyenyak. Ia Sungmin, namja yang sudah menghabiskan malam yang panjang dengan Kyuhyun. Terbukti dengan tubuhnya yang topless dan –err– lengket, untungnya bedcover melindungi tubuh telanjangnya.

Sayangnya Sungmin hanya sendiri ditempat tidur itu, lalu… mana pasangannya?

Ah ternyata namja bermarga Cho itu sudah bangun membenahi dirinya. Ia sudah terlihat rapi dengan stelan jas lengkap yang ia kenakan. Ia mematuk diri di depan cermin, "Aiishh! Masih kelihatan!" sepertinya ia sedang berusaha menutupi kissmark yang bertebaran hampir memenuhi leher jenjangnya.

Ternyata 'makhluk' polos yang sedang terlelap itu, jauh lebih beringasan dari apa yang terlihat dari luar. Jadi…, benar kata pepatah 'Don't judge a book by the cover'. Walau ia terlihat seperti makhluk polos, tapi ketahuilah para pembaca, setelah sentuhan yang diajarkan Kyuhyun. Makhluk itu mampu menyelesaikan 5 ronde lagi, yang ia mainkan sendiri, saat Kyuhyun sudah sangat lelah. Sungmin benar – benar luar biasa! Jadi setelah dihitung – hitung Kyuhyun sudah menghabiskan 10 ronde, dengan 5 ronde terkulai lemas yang hanya dimainkan tunggal oleh makhluk polos itu.

Kyuhyun masih terus berupaya menutupi kissmark yang terlihat di lehernya, sangat tidak lucu bukan ia menggunakan syal untuk jas yang ia kenakan sekarang. Memalukan! Kyuhyun mendengus sebal, kemudian ekor matanya melirik Sungmin yang masih setia tidur tengkurap, dan kalian tahu makhluk itu tertidur sangat teramat pulas, sampai tidak menyadari saliva-nya sudah membasahi bantal yang menyanggah kepalanya, salivanya sudah bergambar membentuk kepulauan – kepulauan kecil.

Kyuhyun terkikik melihatnya, segera ia berjalan menghampiri Sungmin. Duduk di tepi ranjang dan membelai lembut pucuk kepala Sungmin, "Kau benar – benar sangat lucu." Setelah mengucapkan kata – kata itu. Kyuhyun menyertai sebuah kecupan singkat di dahi Sungmin.

"Aku pergi dulu ya!" Kyuhyun berpamitan setelahnya. Baiklah ia sudah tidak peduli dengan kissmark yang tidak tertutupi sepenuhnya itu. yang terpenting ia harus segera menemui sang appa sekarang.

.

.

.

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

THE ART OF LOVE

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

.

.

.

terlihat santai, bersandar dipunggung kursi menyesap kopi yang terhidang untuknya sesekali. Untungnya pagi ini, jadwalnya tidak begitu padat, sehingga masih banyak waktu untuknya bersantai sejenak. Matanya menatap ke hamparan pemandangan yang tersaji dari ruang kerjanya yang terletak di gedung pencakar langit. Suasana pagi yang tersaji, masih terlihat sangat indah.

Suara ketukan pintu sahut – menyahut menembus kesadaran atas lamunannya. "Masuk!" Izin Tuan Cho mempersilahkan. Ia membenahi jasnya, dan mengembalikan posisi duduknya seperti semula. Agar menampakkan kesan wibawa.

Sosok pria tampan muncul dari balik pintu, "Appa.. Apa kau sibuk?" tanya namja tampan berambut coklat itu. Yeah, dia adalah Kyuhyun, putra dari Mr. Cho.

"Tidak terlalu sibuk nak. Ada apa? Tumben kau datang ke kantor Appa pagi – pagi begini? Apa ada hal penting yang ingin kau bicarakan?" Mr. Cho memberikan pertanyaan bertubi – tubi untuk putranya itu, Ia beranjak dari meja kerjanya dan berjalan mendekati Kyuhyun yang memilih duduk di sofa yang berada disudut ruangan kerja sang Appa.

"Aku kesini ingin menanyakan tentang Sungmin, appa? Apa haraboeji pernah memberikan 'wasiat' lain tentang Sungmin pada appa?"

Pertanyaan Kyuhyun, membuat Mr. Cho menautkan kedua alisnya, "Sungmin. Ada apa dengan Sungmin? Maksudmu Sungmin patung itu bukan?" bukan memberikan jawaban, Mr. Cho malah balik menanyakan hal yang menurutnya aneh. Kyuhyun sebelumnya tidak pernah bertanya apapun tentang Sungmin, tapi kenapa kali ini sepertinya Kyuhyun sangat ingin tahu tentang Sungmin.

"Ne.., tidak terjadi apa – apa dengan Sungmin, appa. Hanya saja aku ingin tahu 'sedikit banyaknya' tentang patung itu." Kyuhyunbersikap tenang, tidak ingin membuat suasana menjadi kacau. Dan pastinya Kyuhyun akan merahasiakan tentang Sungmin pada appa-nya. Sigh, bisa – bisa dia disebut GILA, kalau memberitahu 'Sungmin hidup appa!'.

Mr. Cho tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun, "Kau ini.., Apa sebegitu sukanya kau merawat patung itu oeh?" Ia segera beranjak mendekati meja kerjanya, dan mengambil sesuatu yang Ia simpan di dalam laci meja itu. kemudian kembali berjalan ke tempat Kyuhyun berada.

Kyuhyun tertawa pelan, mendengar guyonan sang appa. Segera ia mengambil sepucuk kertas yang ada digenggaman Mr. Cho itu.

"Haraboeji menyerahkan ini pada appa. Dia ingin appa merawat Sungmin dengan baik, setelahnya baru appa boleh membuka surat itu…,"

Mr. Cho kembali mengambil posisi duduk sebelumnya, dan kembali melanjutkan ucapannya yang sempat tertunda, "…tapi, kau tahu sendiri. Appa tidak menjaga Sungmin dengan baik. Appa tidak berani membuka surat itu Kyu! Kau saja yang buka. Karena appa tahu kau menjaga patung itu dengan sangat baik." Jelas Mr. Cho.

Kertas surat itu masih begitu rapi, ternyata benar keluarga Cho memang sangat teguh menjaga amanat dari para pendahulunya. Mereka tidak pernah lancang bahkan bertindak tidak – tidak pada 'wasiat' yang sudah disampaikan sebelumnya.

.

.

.

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

THE ART OF LOVE

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

.

.

.

Sungmin menggeliat tak nyaman, saat matahari memaksa masuk menerobos pupil mata foxy-nya. Perlahan, ia mengerjap – ngerjapkan matanya mencari kesadaran sepenuhnya atas dunia tdur yang baru saja usai ia temui.

Sebenarnya, Sungmin masih kurang begitu nyaman untuk bangun. Tubuhnya masih ingin menikmati nikmatnya tempat tidur empuk itu. Sungmin mengusap – usap kedua matanya seperti anak kecil yang tengah merengek. Argh! Rasanya tak tahan melihat tingkah yang tanpa sengaja sudah menimbulkan aegyo tingkat tingginya.

"Kyunnie~" Suara Sungmin terdengar parau. Yeah, maklumlah baru bangun tidur. Nama pertama yang ia sapa pagi ini adalah nama 'pemilik'-nya –Kyuhyun– mata foxy-nya memutar mencari Kyuhyun kesegela arah. Tapi Kyuhyun tak menyahuti panggilannya.

"Kyunnie~" Sungmin masih berusaha memanggil nama 'pemilik'-nya. Segera ia bangun dan menyibak bedcover yang menutupi tubuhnya. Memijakkan kaki mungilnya di lantai kamar Kyuhyun.

"Awww!" Sungmin meringis perih. Saat ia berusaha mendudukkan dirinya, ada rasa sakit yang ia rasakan diarea tubuh pinggul sampai ke bawah. Area sensitive-nya terasa sangat sakit –ngilu.

Sungmin berusaha bangkit dan jalan dengan langkah yang terseok – seok. Pasti sakit sekali ya Min. Tapi ini semua juga tak lain akibat ulahnya sendiri, yang begitu beringasan, seperti tak akan ada malam lain untuknya menikmati tubuh Kyuhyun.

"Kyunnie~" Sungmin berjalan mengitari seluruh bagian kamar, mencari keberadaan Kyuhyun dengan tubuh telanjangnya. Ia membuka pintu kamar mandi, berpikir Kyuhyun ada disana, mencari ke dalam rak buku, hasilnya tetap tak ada.

Akhirnya Sungmin keluar dari kamar Kyuhyun, untuk yang pertama kalinya. Ia memandang kagum pada seluruh isi rumah Kyuhyun. Walaupun ia tidak begitu mengerti dengan benda – benda itu, tapi semua letak dan susunan benda – benda milik Kyuhyun membuat pandangan matanya tidak sakit. Yeah, artinya Sungmin suka.

"Kyunnie~" Sungmin terus – menerus memanggil nama Kyuhyun, mencari keberadaan sosok yang entah pergi kemana. Iaberjalan menuruni anak tangga, mencari Kyuhyun yang ia pikir mungkin ada disana. Jujur saja, Sungmin sama sekali tidak risih dan terganggu dengan dirinya yang –err– lengket dan berjalan dengan santai –walau dengan langkah yang tertatih.

"Kyunniiiiiiiiieeeee~" Sungmin sudah sangat kesal, Kyuhyun tidak menyahuti panggilannya. Ia sudah berpikir yang tidak – tidak 'Apa Kyunnie~ meninggalkanku?' pikirnya dalam hati. Tentu saja, Sungmin takut akan hal itu, dia tidak ingin Kyuhyun meninggalkannya.

"Hiks— " tanpa ia inginkan air mata melesak keluar dari mata indahnya. Ia tidak ingin menangis, tapi ia takut bahkan sangat takut Kyuhyun akan benar – benar meninggalkannya setelah ini.

"Kyunniiiiieee~ hiks— " Sungmin terisak, ia menghapus buliran air mata yang jatuh di pipinya. Ia masih terus berusaha mencari Kyuhyun, mengitari seluruh ruangan mulai dari dapur, kamar mandi, hingga ruang tamu.

Ting Tong…

Bunyi suara bel begitu nyaring terdengar. Mendengar bunyi itu, Sungmin menghapus air matanya, "Bunyi apa itu?" Ia kebingungan mendengar bunyi yang begitu nyaring, dan tak berhenti berbunyi sedari tadi.

Ting Tong…

Sungmin tidak takut dengan bunyi itu, malah bunyi pintu itu membuat ia penasaran. Sungmin beringsut mendekatkan diri pada bunyi yang terdengar semakin lama semakin jelas dari balik pintu putih yang kokoh itu.

Sungmin mengira 'Apa Kyunnie~ ada disana?' ada Kyuhyun di balik pintu itu. Ia meletakkan daun telinganya di pintu putih itu. sedangkan pintu itu, tak henti – hentinya berbunyi sangat kuat. Sudah tak perlu dipikirkan lagi, Sungmin dengan segera membuka pintu itu selebar mungkin.

"Tuan Ch—" Orang yang tengah berdiri sembari membawa baju jas yang sudah dibungkus rapi itu terlihat sangat shock melihat makhluk polos di depannya saat ini. Matanya embulat penuh, manakala melihat makhluk polos sepolos tubuhnya tengah berdiri di depannya.

Ya TUHAN! Sungmin yang tidak tahu apa – apa malah melirik dengan mengerjap – ngerjapkan matanya berulang kali memandangi namja asing yang sedang berdiri di depannya saat ini.

"Mana Kyunnie~?" dengan sejuta bahkan bermiliyar kepolosan tngkat tinggi miliknya. Sungmin malah bertanya tentang Kyuhyun pada namja pengantar baju itu.

Gluk…

Namja itu menelan ludahnya dalam – dalam. Entah ini disebut anugerah ata kesialan, tapi biarlah walau tubuh Sungmin sudah penuh dengan kissmark dan kotor, kesan seksi dan mengkilau-nya tubuh itu sama sekali tidak hilang. Jadi…

"Mana Kyunnie~ku?" Sungmin menggeram kesal, bibirnya sudah ia pout-kan sempurna, semakin menggoda namja yang berada didepannya.

"Akk—kku tt—tid—dd—dak tahu tt—tu—aan…" ucap pria itu terbata – bata.

Mendengar jawaban dari namja itu, seketika…

Blaammm

Sungmin membanting pintu itu sekuat – kuatnya, membuat namja pengantar baju itu berjengit kaget melihatnya, dan tersadar dari lamunan – lamunan kotornya atas tubuh itu. 'Indahnya.." Ia menggerutu dalam hati. Sepertinya namja pengantar baju itu tidak rela kehilanga pemandangan seindah itu. Ia kembali menekan bel apartement Kyuhyun, niat awalnya untuk mengantar baju terbuang jauh – jauh, berganti untuk melihat tubuh polos indah itu.

Sungmin membuka kasar pintu putih itu, "Kalau kau tidak membawa Kyunnie~ kesini, kau tidak boleh masuk!"

Blaamm…

Lagi – lagi namja pengantar baju itu harus melongos kecewa, karena pemandangan polos itu hanya bisa terlihat beberapa detik saja.

Ternyata setelah dipikir – pikir Sungmin bisa marah dan galak dengan orang yang tidak ia kenal, tidak dengan 'Kyunnie'-nya.

Setelah membanting pintu itu dengan kasar. Sungmin mendudukkan dirinya di sofa empuk disana. Ia melipat tangannya secara bersilah, "Kyunnie~ kemana?" Ia takut Kyuhyun akan meninggalkannya.

.

.

.

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

THE ART OF LOVE

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

.

.

.

Setelah mendapatkan surat 'wasiat' yang diberikan sang Ayah kepadanya. Kyuhyun sesegera mungkin meninggalkan Mr. Cho. Sekarang ia sedang berada d dalam mobil miliknya. Membuka surat yang sudah sedari tadi ingin ia baca pesannya.

Ternyata ada beberapa kertas yang ada di dalam surat itu. Kyuhyun membuka pelan kertas pertama yang ada di dalam surat itu, kertas yang tertimbun paling di urutan paling dalam diantara kertas yang lainnya.

Aku tidak tahu siapa yang akan membaca suratku ini nantinya. Aku ingin menyampaikan pesan pada siapapun yang membaca surat ini. Surat ini ku buat agar kalian tahu.

Aku mencintai Sungmin.

Itu alasanku menciptakan Sungmin. Menjadikannya patung terindah yang pernah ku buat dalam sejarah hidupku.

Disetiap sentuhan yang kuberikan, aku melakukannya dengan segenap cinta dan perasaanku. Patung itu kupersembahkan sebagai raga pengganti Sungmin.

Yeah, Sungmin memang benar – benar ada, dia adalah kekasihku. Orang yang teramat aku cintai, tapi tidak dapat kumiliki. Terserah nantinya, kau akan memandang leluhurmu ini sebagai orang yang abnormal. Aku tidak peduli!

Karena anggapan orang pula, membuatku dan Sungmin tidak bisa bersama. Aku mencintainya, sungguh – sungguh mencintainya. Setiap kali aku memahat patung ini, aku selalu berusaha mengingat betul wajah dan tubuhnya. Aroma khas tubuhnya yang tidak pernah menghilang dari indera penciumanku.

Lembaran pertama telah selesai dibaca oleh Kyuhyun. Pikirannya terbuka sekarang, ia akhirnya tahu mengapa sang kakek bisa membentuk patung sesempurna itu. Surat yang harus dibaca Kyuhyun masih menumpuk untuk ia selesaikan.

Dihari dimana Sungmin selesai. Aku selalu berdoa pada Tuhan, agar patung itu bisa bernyawa, dan hadir dalam hidupku. Paling tidak, ia selalu mendengar keluh kesahku tentang seluruh kehidupanku.

Seberapa kuat aku menjalani hidup tanpanya, dengan rasa kehilangan yang tidak sanggup kubendung. Aku benar – benar merindukan sosok Sungmin, sosok namja yang berstatus sebagai kekasih sekaligus sahabat terbaikku.

Setiap kali aku menyimpannya, setiap itu pula aku menaruh harapan agar ia bisa membalas perasaanku. Sungmin bukanlah patung biasa. Kau tahu, ada kekuatan magis yang sulit terungkapkan dengan logika. Sungmin selalu mendengar keluhanmu, keluhan orang yang mencintainya, tapi sayangnya Sungmin tak sanggup membalas dan menyahuti apapun anggapan tentang isi curahan hatimu.

Aku mencintainya, sangat – sangat mencintainya. Aku tahu, Sungmin tahu itu.

Kyuhyun terhenyak, sebegitu besar rasa cinta sang kakek kepada Sungmin. Lalu apa haknya mengambil rasa cinta Sungmin yang seharusnya bersama kakeknya dan sekarang malah untuknya.

Kyuhyun masih terus berkutat dengan rangkaian tulisan ungkapan cinta Junhyun –sang kakek– kepada Sungmin.

Satu hal yang bisa Kyuhyun tidak bisa percayai, namun benar adanya. Sang kakek menulisnya dalam lembaran akhir surat itu.

Jika Tuhan mau. Ia akan menghembuskan nyawa kepada apapun yang ia kehendaki. Maka disaat itu tiba, aku ingin Sungminku kembali hidup, dan menerima permohonan maaf dariku.

Kyuhyun mendenguskan nafasnya. Merebahkan kepalanya pada jok mobilonya. Ia mengusap wajahnya yang terlihat kacau setelah membaca isi surat itu. Surat penuh cinta di dalamnya. Jadi.., yang menjadi pertanyaan besar untuk Kyuhyun adalah…

'Apa Sungmin mencintai haraboeji?'

Rasa kehilangan mulai kembali bergejolak dalam hati Kyuhyun. Ia tidak ingin ditinggal untuk ke-20 kalinya. Dan kali ini tidak dengan Sungmin. Walau terdengar gila, tapi Kyuhyun sudah menyayangi patung itu sejak ia kecil. Sejak ia berumur 15 tahun. Sejak appa-nya –Mr. Cho– memperkenalkan pada Kyuhyun untuk pertama kalinya, sosok patung indah itu.

Kyuhyun benar – benar tidak ingin kehilangan Sungmin. Biarlah ia ditinggal bahkan dicampakkan dengan mantan – mantan kekasihnya yang selalu datang dan pergi dengan waktu yang singkat, tapi..

Tapi Sungmin datang sejak ia kecil. Menjadi teman berbaginya sejak ia masih belum mengenal cinta. Ia memang gila. Sejak dulu ia sudah bisa dikatakan gila. Mengagumi, bahkan mencintai sebuah benda mati. Kyuhyun sudah terbiasa dengan kehadiran Sungmin, dan ia tidak akan terbiasa dengan perpisahannya dengan Sungmin –jika itu terjadi.

"Jangan tinggalkan aku Min!" Lirih Kyuhyun, ia benar – benar tidak mengharapkan perpisahan ataupun rasa kehilangan terhadap Sungmin.

.

.

.

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

THE ART OF LOVE

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

.

.

.

Tahukah anda para pembaca. Sekarang Sungmin sudah sibuk berkutat dengan rasa lapar. Ia yang belum mengerti betul dengan jenis – jenis makanan dengan sangat polosnya memakan daun seledri mentah yang ada di dalam coolcas Kyuhyun. Pasti Kalian bingung bagaimana cara ia mengetahuinya. Yeah, namanya juga Sungmin, manusia baru yang sedang ingin bereksperimen, semua hal ingin ia ketahui, tak peduli ia sudah menimbulkan kegaduhan dan kerusuhan dirumah Kyuhyun.

Sungmin yang masih dalam keadaan topless, sibuk menjilati selai strawberry yang ia dapatkan dari dalam coolcas. Ia suka rasa selai itu, hingga wajahnya berlumuran selai. Ck! Sungmin polos.

Sungmin menikmati selai itu sembari duduk di samping tempat cuci piring, kakinya ia ayunkan sesuka hatinya. "Enak!" Sungmin menjilati bibirnya secara seduktif. Ia begitu menyukai rasa strawberry ini.

Ting Tong…

Suara pintu itu kembali berbunyi. Membuat Sungmin kegirangan, ia yakin namja yang tadi pasti, dan sekarang ia membawa Kyuhyun-nya.

Sungmin segera berlari dengan antusias menuju pintu putih besar itu, membukanya dengan cepat.

"Kyunnie~ sudah pulang!" Sungmin sangat bersemangat. Ia kegirangan saat pria yang diharapkannya, muncul dari balik pintu.

... Kyuhyun terlihat lemas, ia bahkan tidak bersedia tersenyum untuk membalas sambutan Sungmin atas dirinya. Kyuhyun berjalan melewati Sungmin begitu saja, dan merebahkan tubuhnya ke sofa yang berada disana.

Makhluk polos yang tengah di'cueki' itu malah mengeluarkan jurus andalan kebingungannya. Lihatlah! Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, ditambah menggigiti telunjuknya, ciri khas seorang Lee Sungmin saat kebingungan. Sungmin segera mendekati Kyuhyun dan mendudukkan dirinya tepat dipangkuan namja berambut blonde coklat itu, dan sempat membuat Kyuhyun kaget.

Sungmin mengelus lembut kedua pipi Kyuhyun, "Kyunnie~ Kenapa?" tanya Sungmin, yang kelihatannya khawatir.

Melihat mata kelinci itu, Kyuhyun hanya bisa mendenguskan nafasnya, mencoba menghilangkan ketakutannya, "Heuhh~ Min!" panggil kyuhyun.

"Hmm~"

"Kau mencintaiku atau Junhyun?"

"Tentu saja aku mencintai Kyunnie~" Sungmin menjawab dengan sesekali menciumi bibir Kyuhyun. Ia benar – benar takut Kyuhyun pergi lagi meninggalkannya.

"Tapi.., Junhyun mencintaimu. Apa kau tidak mencintainya?" Kyuhyun masih belum yakin dengan jawaban Sungmin. Sebenarnya dadanya berdetak kegirangan saat Sungmin mengatakan bahwa dirinyalah yang dicintai namja aegyo itu, tapi ia harus meyakinkan lebih lagi bahwa Sungmin benar – benar mencintainya.

Sungmin menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangannya, membawa wajah itu agar menatap ke dalam manik matanya, "Kyunnie~ tidak percaya denganku oeh?"

Kyuhyun menggelengkan kepalanya lemah.

"Percayalah. Aku mencintai Kyunnie~ bukan Junhyun. Junhyun hanya penciptaku, tapi aku mencintai Kyunnie~. Arraseo?" binar manik mata Sungmin begitu meyakinkan Kyuhyun. Tak ada tipu daya disana, sebuah kejujuran sangat terlihat jelas di manik mata itu. Sungmin tulus dan jujur, ia mencintai Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum hangat mendengarnya, ia yakin sekarang, sangat yakin Sungmin mencintainya. Bukan Junhyun –sang kakek, sebab Junhyun hanyalah pencipta Sungmin bukan orang yang dicintai Sungmin. "Aku mencintai Kyunnie~" Sungmin kemudian memeluk leher Kyuhyun dan membenamkan wajahnya diceruk leher jenjang itu.

"Min-ah.." panggil Kyuhyun. Entah ia bodoh, atau terlalu dramatis, hingga ia baru menyadari bahwa ternyata Sungmin tidak menggunakan apapun saat ini.

"Hmm." Jawab Sungmin seadanya.

"Tidak ada yang datang bukan sebelum aku?" Kyuhyun baru menyadari, ia meninggalkan makhluk ini sendirian dalam keadaan telanjang.

Sungmin segera mengangkat wajahnya, dan tersenyum memperlihatkan gigi – giginya yang sudah penuh dengan selai strawberry. "tadi sebelum Kyunnie~ ada yang datang, tapi sudah aku usir, karena dia tidak datang bersama Kyunnie~" jawab Sungmin polos.

Jderr..

Seperti tersambar petir di siang hari, jawaban Sungmin membuat Kyuhyun melotot sempurna, "Kk–kkau– keluar dengan keadaan seperti ini?" tanya Kyuhyun terbata – bata.

Kelinci polos itu dengan lugunya menganggukkan kepalany penuh semangat, "Ia bahkan menatapku tanpa berkedip."

"HYA! Kenapa kau membukanya?" Kyuhyun terlihat kesal mendengar jawaban Sungmin.

"Aku pikir dia membawa Kyunnie~, dia tidak melakukan papun padaku, hanya menatapku saja."

Bangganya kelinci polos itu, tanpa ia sadar kalau Kyuhyun itu sedang memerah karena menahan marah.

.

.

.

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

TBC

.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.

.

.

.

Huwaaa..., Nich FF 2 part lagi bakal End ^_^d

Mianhae kalau semakin gaje, karena emang autrnya aja gaje XD

.

.

Makasih banyak untuk review sebelumnya, maaf sangat – sangat maaf aku katakan aku g bisa balas review kalian atu – atu. T_T

Aku bener2 terbatas akan waktu #jiailaaah bahasanya ngeri amat cyin…

Makasih banget buat reviewnya di FF ini, dan buat yang udah nge-Fave story maupun author abal – bala ini aku terharu… T_T

.

.

~Special thanks to~

MissKyu0604, JJ, Cho Kyuri Mappanyukki, Miyu 1905, Day Kyumin's Fujoshi, Nda Indiesetyaputry, hikakuroiivy, The, Princess kyuMin, Cho Leerin, Park HyunRa, kyurin Minnie, MegaKyu, EvilBungsu KyuminBaby137, iena JOYers 137, kyumin forever, nam seul mi, imsmL, dincubie, Meong, teachuu, Honey ann, nahanakyu, min190196, Mailani GD-lovers, cho seo hyo, Rosa Damascena, rhiesparkyu'min, Leeyasmin, Dianay, beibhy kyuminalways89, JoBel13ve, Shion tsuzuka, Saeko Hichoru, diitactorlove, Decita Gaemgyu, Kazuma Arakida, lebah madu, cottoncandyme, evilHyun93, Cho MiNa, dha kyumin, Bunny Ming, kyuminlinz92, Cho Hyun Jin, Chikyumin, CHO GYUMIN LEE, HoneyWatermelon, cho soo ah, desysaranghaesuju, melly, MelianyMBLAQ, Dila choi.

.

.

Review please?

|(^O^)/