-KYUMIN FANFICTION- YAOI
-The Art of Love-
By © Choi Hyo Joon
.
PAIR : KyuMin
Cast :
Cho Junhyun (OC) : Cho Kyuhyun Grandpa
Lee Soo Man
Mr. Cho (OC) : Cho Kyuhyun father
.
.
WARNING : BOYS LOVE, untuk penulisan masih jauh diatas rata-rata, bahasa NYELENEH…, typo(s) dan sejenisnya selalu mengiringi setiap kata di FF ini. #dimutilasi.
DISCLAIMER : Semua ini hasil buah pikiran yang cetek milik sang author tak berbakat, semua nama cast hanya ketidak sengajaan author yang g tahu lagi mau di kasih nama siapa itu cast-nya #plakkk.
GENRE : YAOI, Fantasy, Fluffy(?), Romance, Innocent Min.
Rate : M
.
.
Summary : Jika kau mencintainya, hargailah cintamu selayaknya sebuah benda seni tak ternilai harganya.
.
.
.
.
.
Previous…
"HYA! Kenapa kau membukanya?" Kyuhyun terlihat kesal mendengar jawaban Sungmin.
"Aku pikir dia membawa Kyunnie~, dia tidak melakukan papun padaku, hanya menatapku saja."
Bangganya kelinci polos itu, tanpa ia sadar kalau Kyuhyun itu sedang memerah karena menahan marah.
.
.
.
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
THE ART OF LOVE
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
.
.
.
Tuk…
Tuk…
"Hah~ selesai!"
Segera Ia merenggangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku, ia layangkan kedua tangannya ke udara. Wajah keriputnya terlihat lelah setelah berkutat dengan 'sesuatu' yang ada didepannya. Ia pandangi hasil karya-nya. Setelahnya ia tersenyum bangga dan tercetak lengkungan senyum kepuasan di wajah bengis itu.
"Sigh…, sudah tiba saatnya Lee Sungmin."
Bilamana senyuman itu daoat digambarkan sekarang juga, mungkin bulu kuduk yang ada di seluruh tubuh kalian akan berdiri melihat senyum yang bahkan lebih mengerikan dibandingkan senyum 'setan'. Entah gambaran apa yang pas menggambarkan senyuman yang terlihat dari wajah pria tua itu.
Ia menyingkirkan debu-debu kecil yang melekat pada hasil karya-nya. Pekerjaan ini sudah ia lakukan mulai dari sebulan yang lalu, setelah penolakan seseorang untuk menyerahkan sesuatu yang menurutnya sangat berharga.
Menelisik hasil karya yang sudah ia buat. Hei! Bukankah itu Lee Sungmin? Jadi…
Pria tua itu tersenyum bangga. Ia melipat kedua tangannya secara bersilah, memperhatikan patung ciptaannya. "Ternyata tidak kalah bagus dengan yang asli. Tsk! Kau memang berbakat Lee Soo Man." Pujinya pada dirinya sendiri.
Lee Soo Man, pria yang sedang berusaha memutar keadaan. Pria yang sekarang sedang berusaha menukar dan mengubah patung yang ia miliki dengan maha karya keluarga Cho itu. sebulan penuh ia habiskan hidupnya untuk merancang dan membentuk patung itu denga tangannya sendiri.
Tapi sayang, amat disayangkan. Patung yang ia buat bukanlah patung dengan nilai jual yang mahal, melihat dari kondisi bahan-bahan yang ia gunakan. Dan patung yang ia ciptakan tidak sebanding harganya dengan apa yang akan ia dapatkan seandainya ia mampu menjual 'Sungmin' kepada Collector.
Dan itulah rencana busuk seorang Lee Soo Man.
"Hah! Selamat datang kemewahan! Hahahaha…" tawanya terdengar sangat puas. Ia sudah bisa membayangkan semua hal yang akan ia dapatkan setelah susunan 'kerja' yang sudah ia siapkan berjalan lancar.
"Aku kaya! AKU KAYA! AKU KAYA!"
Teruslah kau bermimpi Lee Soo Man!
.
.
.
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
THE ART OF LOVE
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
.
.
.
Namja aegyo, Lee Sungmin namanya. Yeah, terhitung sudah sebulan lebih 'manusia baru' ini mengenal kehidupan dunia secara nyata. Banyak hal yang sudah dipelajarinya selama ia menjadi manusia, dan semua hal itu tentunya diajarkan langsung oleh sang pemilik, Cho Kyuhyun.
"Sungmin pakai bajumu!"
"Min-ah, jangan menjilati selai seperti itu. makanlah selai dengan roti ne."
"Tsk! Shampoo digunakan untuk rambut Min, bukan untuk dilumuri ke tubuhmu seperti itu."
"Aissh! Buang bekas kumuranmu. Jangan ditelan!"
"Heuuh~ Min kancing celanamu. Dan gunakan boxer sebelumnya. Jangan dibiarkan seperti itu!"
"Min. Kenapa pasta gigiku cepat habis oeh? Kan sudah kuperingatkan chagiya~ pasta gigi itu untuk gigimu, bukan untuk dimakan."
Ya…ya…ya.
Itulah sekilas kejadian-kejadian yang terjadi, hanya sebagian kecil yang diperlihatkan, kalau semuanya bisa-bisa cerita ini akan menghabiskan beribu halaman.
Begitulah cara seorang tuan muda Cho dalam 'mengasuh' kekasihnya. Ia teramat sabar menuntun Sungmin untuk bisa melakukan segala hal. Namun, dibalik kasih sayangnya yang melimpah untuk Sungmin, sikap overprotective Cho Kyuhyun sama sekali tidak berubah.
Kalian tahu, setelah kejadian Sungmin full naked itu. Kyuhyun sudah habis-habisan memarahi, memaki, bahkan 'hampir' memecat pengantar baju yang sudah melihat tubuh indah Sungmin. Kalau tidak memikirkan semua ini bukan murni kesalahan si 'pengantar baju' itu, mungkin Kyuhyun sudah dengan sangat mudah memecatnya. Tapi alasan itu tidak cukup kuat, bukankah namja aegyo itu yang sudah berserah diri memperlihatkan tubuhnya?
Jadi dengan keputusan akhir, Kyuhyun masih mengizinkan pengantar baju itu bekerja. Asalkan pemuda 'naas' itu tidak diizinkan untuk mengantar baju ke apartement-nya lagi.
Apapun kesalahan yang selalu diperbuat oleh makhluk polos itu Kyuhyun tidak pernah sanggup untuk membentak bahkan memarahinya. Setiap kali hal itu ingin dilakukannya, melihat air muka Sungmin lagi-lagi Kyuhyun urung melakukannya. Bagaimana tidak?
Bila Kyuhyun sudah merengut kesal, kedua mata foxy itu seakan mengerti dan mulai mengerjap-ngerjap lucu, dengan bibir pouty yang siap 'saji'. Apapun keadaannya tidak akan pernah kuat mental seorang tuan muda Cho untuk memarahinya. Tidak akan pernah!
.
.
.
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
THE ART OF LOVE
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
.
.
.
Sungmin cepat belajar dengan situasi, semuanya mudah ia pahami ditambah Kyuhyun adalah gurunya. Sungmin menyukai itu.
Beberapa hari yang lalu tepatnya sudah 10 haru yang lalu. Kyuhyun memberikan Sungmin sebuah kucing untuk sekedar menjadi teman bermainnya selama Kyuhyun pergi bekerja, tapi ternyata Kyuhyun salah. Perhatian Sungmin jauh lebih melimpah pada kucing yang ia beri nama Hyaku itu. Cho Hyaku. Kenapa Sungmin memberi marga untuk kucing itu?
Jawabannya jelas. Karena Sungmin menganggap Hyaku itu sama seperti Kyuhyun. Hanya saja Hyaku jauh lebih praktis, bisa dipeluk, digendong bahkan diciumi kapanpun ia suka, sedangkan Kyuhyun tidak bisa sesering yang ia mau.
Rasanya Kyuhyun benar-benar menyesal sudah memberikan kucing itu untuk Sungmin. Sungmin selalu menomor satukan Hyaku disbanding dirinya. Dalam segala urusan, bahkan…
Flashback...
Wajah Kyuhyun terlihat lusuh setelah pulang bekerja. Ia langsung menghempaskan tubuh kurusnya ke sofa empuk yang berada di ruang keluarga. Ia longgarkan dasi yang mencekat lehernya.
"Heuuh~" Kyuhyun menghela nafasnya, menandakan teramat letihnya ia dengan tugasnya hari ini.
Namja berwajah aegyo itu segera menyambar, dan duduk dipangkuan Kyuhyun menyisipkan kedua tangannya di tengkuk Kyuhyun. Sungminpun bersandar dibahu Kyuhyun, ingin bermanja-manja dengan namja berstatus kekasihnya itu.
"Kyunnie~ lelah ya~?" tanya Sungmin, tersirat nada kecemsan dalam ucapannya. Kyuhyun segera mengangguk lemah. Merasakan anggukan tak semangat dari Kyuhyun, Sungmin langsung menegakkan posisinya menatap lekat kedua orbs Kyuhyun yang begitu lemah.
Chu~
Sebuah kecupan manis nan hangat Sungmin layangkan di bibir tebal milik Kyuhyun. Berharap Kyuhyun mengerti betapa sayangnya ia pada Kyuhyun, Sungmin khawatir melihat air muka Kyuhyun yang lelah. Padahal sebelumnya ia sedang bersenang-senang dengan Hyaku, tapi melihat Kyuhyun yang pulang tanpa menyambutnya membuat ia penasaran. Biasanya Kyuhyun akan selalu tersenyum bahkan mengecup bibirnya saat pulang.
"Min~" Kyuhyun ikut menegakkan duduknya. Ia menatap manik mata foxy Sungmin dalam-dalam, sembari menyelipkan kedua tangannya di pinggang ramping Sungmin, agar tubuh itu merasakan desiran hangat dari tubuhnya.
"Ehm." Sungmin menyahuti seadanya. Ia kembali menciumi bibir Kyuhyun bertubi-tubi, namun hanya sebuah kecupan saja tidak lebih.
"Aku akan pergi bertugas keluar kota selama 3hari Min." ada nada penyesalan dibalik kabar yang Kyuhyun sampaikan, namun ditanggapi lain oleh Sungmin. Seketika semburat merah penuh kebahagiaan terpancar diwajah Sungmin. Akhirnya setelah berhari-hari mengintip dari balik jendela apartment Kyuhyun mengizinkannya untuk melihat wujud asli dari dunia luar. Yeah, Kyuhyun tidak pernah mengizinkan Sungmin melangkah keluar dari pintu apartment tidak penah sekalipun.
"Cheongmal?" Sungmin bertanya penuh antusias.
Melihat wajah semangat Sungmin, Kyuhyun benar-benar tak tega untuk menyampaikan kabar buruk dibalik kabar baiknya itu. ia tahu Sungmin pasti tidak akan suka. Entah kenapa Kyuhyun melirik melalui ekor matanya seekor kucing yang tengah menikmati susu putih yang berada di mangkuk pink yang bertuliskan HYAKU.
"Kau tidak bisa ikut Min."
Senyum Sungmin seketika memudar mendengar penolakan yang diucapkan Kyuhyun. Kyuhyun bukan bermaksud mengucapkan hal itu, tapi ia harus mengucapkannya. Harus! Kelopak ata Sungmin sudah berat menahan airmata yang menampung penuh disana. Ia bertahan agar tidak menangis, tapi Sungmin sudah terisak sebelum mengeluarkan airmatanya. Ia egera menyingkir dari pangkuan Kyuhyun, dan duduk disebelah pria itu, dengan posisi menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
"Min~" Kyuhyun memanggil nama kekasihnya itu dengan sangat lembut.
"Hiks—" Sungmin mulai terisak, Ia tidak mau Kyuhyun pergi meninggalkannya. 'Aku kan juga ingin ikut..' begitu kira - kira penolakan dari hati nuraninya yang paling dalam.
"Baiklah, heuuh~" Kyuhyun mendengus lelah. Ia sudah menebak sebelumnya, pasti akan ada kejadian seperti ini —Sungmin menangis.
Mendengar persetujuan dari Kyuhyun, dengan gerakan cepat Sungmin segera berdiri di atas sofa dan melakukan atraksi lompat - lompat kegirangan. Senyumnya merekah sempurna, memperlihatkan gigi - gigi putihnya bak kelinci.
"Tapi ada syaratnya—" Kyuhyun menginteruksi kebahagiaan Sungmin, dan seketika membuat Sungmin menghentikan aksi kegirangannya itu.
"—Kau tidak boleh membawa Hyaku!" tegas Kyuhyun memperingatkan.
Dan...
"HWAAAAAA... Kyunnie~ jahat! Aku benci Kyunnie~" Sungmin semakin menangis histeris saat mendengar larangan yang tidak ia sukai itu. Yang benar saja Ia harus meninggalkan Hyaku, 'Tidak! Aku tidak mau!"
"Min.." Kyuhyun harus benar - benar sabar menghadapi Sungmin. Ini sudah aturan yang ditetapkan sebelumnya. Bukan keinginannya untuk melarang Sungmin, tapi apa Sungmin bisa mengerti itu?
"Aku benci Kyunnie~ Hwaaa..." Sungmin menangis sejadi - jadinya. Pada awalnya ia lompat - lompat kegirangan, sekarang malah menangis sesunggukan, sembari menghentak - hentakkan kaki mungilnya di sofa.
"Min, dengarkan aku dulu.." Kyuhyun sama sekali tidak sanggup untuk memarahi Sungmin. Baiklah Ia dari awal sudah bisa menebak penolakan Sungmin ini, karena ia tahu Sungmin sedang jatuh cinta sepenuh hati dengan Hyaku, sampai - sampai ia tidak dipedulikan.
"Tidak! Aku tidak mau tidur dengan Kyunnie~ lagi. Biar aku tidur dikandang Hyaku... HWAA..." Sungmin mengusap - usap kedua matanya. Ia turun dari sofa dan berjalan mendekati Hyaku yang sedang menonton 'majikan'-nya itu.
"HYA! Min!" Yang benar saja Sungmin tidur di kandang Hyaku, dan meninggalkannya sendiri, bisa - bisa Sungmin akan menolak jika diajak 'perang' malam ini.
Flashback off...
Sekarang Sungmin sedang berderita tentang kisah hiduonya yang tengah ditinggalkan Kyuhyun beberapa jam yang lalu kepada Hyaku. Sungmin benar-benar kesal, ternyata Kyuhyun pergi tanpa mengajaknya. Tidak! Tidak! Maksudnya tanpa mengajak Hyaku!
"Lihatlah Hyaku! Kyuhyun tega meninggalkanku sendiri." Sungmin mengaduh dengan kucing yang malah kelihatannya sedang kenikmatan karena Sungmin terus mengelus bulu-bulu halusnya.
"Padahal akukan ingin ikut. Hikss—Aku benci Kyunnie~" Ia terus menggerutu kesal, tak peduli Kyuhyun yang sudah bersin berulang kali didalam perjalanannya.
Ting nong...
Suara bel pintu apartment berbunyi nyaring, merusak acara curhatan Sungmin dengan Hyaku. Sungmin segera menoleh ke arah pintu putih yang masih tertutup rapat itu. Dibatinnya saat ini, ia berharap Kyuhyun yang ada dibalik pintu itu dan akan mengajaknya keluar.
Sungmin segera berdiri, berjalan menghampiri pintu itu dan membukanya. Raut wajah Sungmin berubah seketika saat melihat kotak besar yang tingginya bahkan menyamai dirinya itu sedang berada didepannya. Dari balik kotak itu tiba-tiba menyembul sebuah wajah tua, sepertinya pengantar paket, atau lebih tepatnya 'penyamar'.
Sungmin yang sama sekali tidak mengerti dengan benda sebesar ini, hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya. Ia masih bingung dengan benda aneh yang ada didepannya saat ini. Segera pria pengantar paket itu menghampiri Sungmin.
"Maaf tuan Cho ad—" pria itu terkejut manakala ia menyadari Sungmin yang sedang tertegun memandangi kotak itu. rasanya mata pria tua itu akan segera keluar kalau saja ia tidak segera mengedipkan matanya itu.
Sungmin segera menoleh saat menyadari ada pria asing yang berada disampingnya, "Apa isinya?" tanya Sungmin seadanya kepada pria itu, sembari menunjuk pada kotak itu.
Pria tua yang memakai seragam pengantar barang itu, masih tidak sanggup berbicara apapun. Ia seperti tengah bermimpi melihat wujud Sungmin yang sedang berdiri didepannya, "Sss—ssiapa namamu?" tanya pria itu ragu.
Sungmin menyipitkan matanya kala pria itu bukan menjawab pertanyaannya, malah bertanya balik padanya. "Naega?" Sungmin menunjuk hidung bangirnya dengan telunjuknya.
"Nnn—ne! Ss—siapa namamu?" kaki pria tua itu seakan melemah melihat sosok Sungmin yang berbicara padanya. Oh Tuhan! Bisa-bisa ia terkena serangan jantung sekarang, sebelum impiannya menjadi orang kaya tercapai.
"Sungmin. Lee Sungmin. Lalu kau siapa? Apa yang kau bawa ini?" Sungmin menanyakan hal-hal yang membuatnya penasaran. Yeah, ia sangat penasaran dengan isi kotak yang dibawa pria itu.
Pria tua itu masih terpaku, ia menatap Sungmin dari ujung rambut hingga kakinya, 'Memijak tanah. Berarti bukan hantu.' Entah apa-apa saja imajinasinya yang sedang ia pikirkan.
Melihat pria itu yang terus menatapnya tanpa berkedip, Sungmin menggumam dalam hati, 'Padahal akukan pakai baju. Tapi kenapa pria aneh itu menatapku seperti itu?'
Sungmin melambaikan tangannya didepan wajah pria tua itu. "Hei Tuan!" Sungmin sudah mulai jengkel dengan pria itu. belum usai rasa jengkelnya dengan Kyuhyun, malah kali ini ditambah dengan pria asing ini.
Adalah Soo Man pria yang 'menyamar' menjadi pengantar barang itu, ia masih belum bisa percaya dengan apa yang ia lihat. Setahunya Sungmin yang ada dihadapannya ini adalah benda mati. Tapi...
"Kk—kau manusia?" pria itu masih takut-takut melihat Sungmin. Yeah, wajar saja. Terakhir ia bertemu Sungmin memang 26 tahun yang lalu. Tapi ingatannya masih jelas. Benda yang pernah diperlihatkan oleh temannya —Tuan Cho— saat itu adalah sebuah patung bukan manusia. Dan yang sedang berdiri didepannya saat ini...
"Tentu! Kenapa kau bertanya seperti itu?" Sungmin mulai tak suka dengan kehadiran pria itu. ia merasa terganggu dengan pertanyaan pria itu. Pesan Kyuhyun tak pernah ia lupakan sedikitpun.
"Min..., jangan pernah beritahu siapapun kau adalah patung. Kau itu manusia. Jangan pernah sekalipun kau menyebutkan dirimu patung arrachie!"
'Aku pikir yang ada didalam apartement pemuda itu pembantu. Tidak tahunya...?' pria tua itupun masih tetap berangan-angan dengan pikirannya.
Sungmin sudah kesal melihat pria tua itu, "Kau ada perlu apa ahjussi?" tanya Sungmin ketus sama sekali tidak terdengar sopan.
Soo Man masih terlihat bingung, apa jadinya bila ia menyerahkan manusia pada Collector. Mana ada collector barang-barang antik yang menginginkan manusia. Tapi sedetik saja pikiran itu lenyap, Soo Man dengan seribu akal 'busuk'-nya sudah menyusun rencana lain dibalik ini. 'Bukankah semakin bagus jika dia menjadi manusia. Berarti ini adalah hal yang sangat langkah dan akan membuatku menjadi seorang miliarder.' Seketika sunggingan senyum menakutkan terpatri diwajah keriputnya.
Soo Man segera mendekatkan wajahnya kepada Sungmin, membuat sipemilik wajah yang tengah dilihati seperti itu memundurkan wajahnya. "HYA!"
Soo Man terkejut dan langsung memundurkan wajahnya saat Sungmin membentaknya. Tsk! Hanya dengan Kyuhyun Sungmin bisa lembut, tidak dengan yang lainnya.
"Kau mau apa oeh?" Sungmin sudah benar-benar kesal.
Soo Man menahan dirinya, Ia harus kuat demi uang, semua demi uang, "Apa tuan muda Cho ada?"
Sungmin mengernyitkan dahinya, "Tuan Muda Cho? Siapa itu?"
"Eh? Cho Kyuhyun maksudku tuan?"
Maklum sajalah Sungmin tidak pernah mendengar panggilan aneh itu.
"Dia sedang pergi!" Sungmin menjawab dengan ketus, sembari melipat tangannya di depan dada. Ia sudah tidak sabar mendepak pria itu dari apartment-nya tapi kotak besar itu membuat ia penasaran akan isinya.
"Oh Baiklah. Bisakah saya mengantarkan barang ini masuk ke dalam?" tanya Soo man 'berpura-pura' sopan.
Sungmin segera menggeser tubuhnya sebagai tanda bahwa ia sudah mengizinkannya. Segera Soo Man membawa kotak besar itu ke dalam apartement, meletakkan kotak itu disamping sofa.
"Apa itu yang kau bawa ahjussi?" tanya Sungmin penasaran. Segera mendekati kotak yang dibawa Soo Man dan langsung naik ke atas sofa untuk membuka perekat yang berada di bagian atap kotak.
Sungmin dengan sejuta rasa penasarannya segera membuka kotak itu, tanpa menghiraukan Soo Man yang sedang mengeluarkan sapu tangan dan menuangkan 'cairan' dalam sapu tangan itu.
Mata Sungmin masih belum jelas menangkap benda yang ia lihat, saat ia akan mengoyakkan kotak itu. Tiba-tiba sebuah tangan dengan sapu tangan sebagai alasnya menutup mulutnya kuat-kuat, walaupun Sungmin sempat berontak, tapi semua itu hanya sesaat. Pandangan Sungmin sudah tak jelas, ia tidak tahu apa yang sedang terjadi padanya, seketika semuanya gelap.
"Miyao~ Grrr~" Hyaku mungkin memiliki kontak batin yang kuat dengan Sungmin. Kucing itu segera mencakar kaki Soo Man dengan kuku-kuku tajamnya, namun bukan Soo Man namanya bila tidak dapat menaklukkan semua itu. Soo man langsung menendang Hyaku sekuat mungkin membuat tubuh mungil kucing itu terhempas hingga menubruk dinding, membuatnya terkulai.
"Heuh~ tidak terlalu sulit mendapatkan uang!Hahahaha~" a tertawa bahagia saat melihat wujud Sungmin dalam dekapannya yang sama sekali tidak berontak.
"Hmmm..., kau bisa kujual dengan harga yang sangat tinggi manusia patung."
.
.
.
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
THE ART OF LOVE
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
.
.
.
Kyuhyun terlihat gelisah sedari tadi. Pikirannya kacau, ada hal yang terasa tak tenang dihatinya. Ia sudah berusaha menghubungi Sungmin berulang kali tapi tak ada sahutan diseberang sana. Padahal ia harus segera take off 20menit yang lalu. Namun, rasa khawatirnya mengalahkan keberangkatannya. Ia lebih menghawatirkan Sungmin.
"Ahjussi, Kumohon cepatlah!" berulang kali kalimat perintah itu ia lontarkan kepada supir taksi yang sudah berusaha cepat sedari tadi. Kyuhyun benar-benar sudah tidak sabaran. Tidak pernah-pernahnya Sungmin mengabaikan teleponnya. Ia sudah mengajarkan Sungmin untuk mengangkat benda putih yang berada di meja nakas itu jika berbunyi, dan Sungmin mengerti itu. tapi kenapa kali ini tidak ada sahutan darisana.
.
.
.
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
THE ART OF LOVE
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
.
.
.
Blaamm...
Kyuhyun segera keluar dari taksi itu, setelah ia menyerahkan beberapa lembaran uang yang sangat banyak, tanpa meminta kembalian. Kyuhyun segera berlari sekencang-kencangnya menuju lift. Ia tidak bisa berpikir lagi, batinnya berkata ada 'sesuatu' yang terjadi pada Sungmin. Dan entahlah seandainya itu semua salah, yang terpenting ia bisa lega karena Sungmin baik-baik saja, itu kemungkinan pozzitifnya. Tapi jika kemungkinan negative yang terjadi.
"Sial!" Kyuhyun menggerutu dan membanting pintu lift saat pintu itu tetap tegas tertutup.
Ting...
Sesaat kemudian pintu lift itu terbuka. Memperlihatkan satu orang pria dengan pakaian seragam seperti seorang pengantar paket, bersama dengan seseorang yang menutup wajahnya dengan tudung berenda berwarna hitam, rupa wajah itu sama sekali tidak terlihat, entahlah Kyuhyun tidak peduli itu semua. Pria berpakaian seragam itu tersenyum dan membungkuk ke arah Kyuhyun, kemudian mendorong orang yang yang berada dikursi roda tersebut bersamanya. Pintu lift segera tertutup membawa Kyuhyun yang terlihat gelisah menuju apartement -nya.
Sesampainya Kyuhyun ditempatnya. Ia menekan-nekan bel dan berharap Sungmin membukanya, namun naasnya saat Kyuhyun mengetuk pintu itu, ternyata pintu itu tidak tertutup rapat sepenuhnya.
Tidak pernah sekalipun Sungmin tidak menutup pintu, dan hal ini semakin membuat Kyuhyun ketakutan, "Min!" Kyuhyun segera masuk kedalam. Ia meneriaki nama Sungmin saat berada diambang pintu. Semua terasa asing baginya, Sungmin tidak menyahuti panggilannya.
Alangkah terkejutnya Kyuhyun saat melihat ada sebuah kotak besar berada di ruang tamunya. "Apa ini?" segera ia buka kotak itu dan...
"Mm—min!" Nafas Kyuhyun tercekat manakala menyaksikan sendiri sebuah patung berbentuk Sungmin.
"Mm—min!" tangan Kyuhyun terulur untuk menyentuh bagian wajah patung itu, tapi...
Dalam sekali sentuh ia sudah bisa merasakan ini bukan Sungmin. Kyuhyun tahu betul Sungmin dibuat dengan kualitas terbaik saat menjadi patung, sedangkan hasil 'pahatan' ini terlihat kasar. "Bukan!" tegas Kyuhyun meyakinkan.
"Min!" Kyuhyun kembali berteriak memanggil nama Sungmin, dan lagi, Kyuhyun melihat Hyaku yang tampak lemas di sudut ruangan. Kucing itu tergolek tak berdaya disana. Segera Kyuhyun menghampirinya, mengangkat kucing itu, menekan lembut leher kucing tersebut. "Masih hidup." Gumam Kyuhyun pelan.
Melihat kondisi seperti ini, artinya sempat terjadi kegaduhan didalam apartment-nya, karena Sungmin tidak mungkin menyakiti Hyaku, dan tidak mungkin meninggalkan Hyaku.
"Kemana kau Min?"
.
.
.
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
TBC
.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.:!:.
.
.
.
Annyeong chingudeul (^o^)/
Mianhae FF-nya kok makin membingungkan/
Ne..ne.., saya sadar itu, tenanglah teman2 sekalian FF ini 1 part lagi akan END kok *tapi chap terakhir bakal dibagi 2 soalnya kalo 1 malah kepanjangan -_-")a.
Mian jika part ini makin mengecewakan. ^_^)d
.
Jangan geplak saya, yeah kali ini emang g ada KyuMin moment-nya.
.
.
Mohon reviewnya chingu… ^o^)/
Mianhae lagi-lagi g bisa balas review kalian.
.
.
~Special Thanks to~
The, nam seulmi, Day KyuMin's Fujoshi, puthri mala99, Leeyasmin, imsmL, EvilBungsu KyuminBaby137, Princess kyumin, MegaKyu, Miyu1905, MINeral-C.07, nadia kyuminshipper elf'orever, Saeko Hichoru, nahanakyu, MinnieGalz, kyuminlinz92, Decita Gaemgyu, Cho Kyuri Mappanyukki, EllaWiffe, MissKyu0604, beibhy kyuminalways89, Evilkyu Vee, leenahanwoo, JiYoo861015, Grth, teachuu, Bunny Ming, Cho Hyun Jin, Meong, kyurin Minnie, lee jeun yeon, Park Soohee, Chikyumin, cho seo hyo, Mailani GD-lovers, Rima KyuMin Elf, MelianyMBLAQ, Hyekung, min190196, Rosa Damascena, desysaranghaesuju, diitactorlove, RamuCa, Kazuma Arakida, Dila choi, rhie sparkyu'min, evilHyun93, cha, cholee kyumin, Cho Yooae, dha kyumin, Secret, Pinkyu, Cha2LoveKorean.
.
.
Review please?
|(^O^)/
