Minna-samaa! Maaf ya... Rei-chan update nya lamaaaa banget... sekali lagi Rei-chan minta maaf... jadwal jam pelajaran di sekolah Rei-chan nambah! Jam pulang sekolah nya jadi jam tiga sore-an... waktu luang Rei-chan juga dikiit banget... mana Rei-chan disuruh jadi bendahara lagi... maka dari itu... Rei-chan update sekarang, memanfaatkan waktu luang... yaa... moga aja Readers suka! Udah pulangnya jam tiga sore... peernya juga numpuk! Yasud, kita mulai ficnya!
Oiya. Lupa. DON'T LIKE? DON'T READ! artinya, kalo ngerasa nggak suka sama fic ini, tinggalin aja. Tapi kalo yang penasaran, Happy Reading, ya!
.
.
Naruto Masashi Kishimoto
Fairly Odd Parents punyanya Nickelodeon
Rated: K+
Genre: Fantasy/Family
Warning: Kayaknya OOC, nggak pake plot, mungkin ada typo(s), aneh, abal, ide pasaran, bahasa tidak baku, authornya newbie, alur yang kayaknya berantakan, EYD banyak yang salah, dan yang lainnya.
Summary: "Aku—17 tahun. Udah tamat sekolah. Salam kenal Naruto-kun! Panggil aku—, aku Ibu perimu!" kata— memperkenalkan diri dengan senyum lebar di wajah cantiknya. WHAT? Jadi Naruto punya Ibu peri?
.
.
Chapter Sebelumnya...
"AKU HARAP AKU PERGI JAUH DARI SINI!" teriak Naruto yang merasa hidupnya tinggalah sebentar lagi.
CRIIIING!
Beruntung sekali, Sasuke mengabulkan harapan Naruto.
"Eh? Kemana lagi anak itu..." gumam Sakura yang bingung karena tiba-tiba, Naruto menghilang begitu saja. Yang tersisa kini hanyalah asap ungu yang super tipis dan super samar.
Tibalah Naruto di sebuah tempat nan jauh dari rumahnya. Entah tempat apa ini. Sangat asing bagi Naruto. Naruto melihat ke sekelilingnya, raut wajahnya menunjukkan ketakutan dan keterkejutan yang amat luar biasa. Apa yang dilihat Naruto?
.
.
My Parents is Fairy
Created by: Devilish Angel
-Chapter 4(Ibu Peri?)-
.
.
Di tempat Naruto sekarang... sepanjang mata memandang... terlihat banyak sekali gedung bertingkat yang berwarna pink, orang-orang yang berlalu-lalang tanpa memijak tanah, tanah berlapis kabut ungu yang sangat tipis, dan langit yang berwarna hijau muda beserta awan berwarna pink muda. Hmm... pemandangan yang aneh sekali. Bahkan Naruto tidak pernah ke tempat ini sebelumnya, sama sekali tidak pernah...
Naruto amat sangat terkejut sekaligus ketakutan. Dimana ini?
"Hn... kau kenapa, Naruto?" terdengar suara Sasuke. Dan hal itu dapat menyadarkan dirinya dari lamunannya sekaligus membuatnya lega karena ada Sasuke di dekatnya.
"Sasuke! Di-dimana ini...?" tanya Naruto sambil menatap Sasuke.
"Ini? Tempatku berasal... dunia peri..." jelas Sasuke balik menatap Naruto.
"Dunia... peri...?" ulang Naruto.
"Hn, iya..." kata Sasuke lalu berjalan menjauhi Naruto.
"Eh! Sasuke! Kau mau kemana?" Naruto berlari mendekati Sasuke.
"Ke rumah... kau mau ikut?" ajak Sasuke tanpa berbalik.
"Mau! Rumahmu dimana?" tanya Naruto dengan wajah ceria.
"Disekitar sini..." jawab Sasuke.
Mereka pun berjalan–kecuali Sasuke karena dia terbang– menuju rumah Sasuke.
.
.
"Sasuke..." kata Naruto.
"Hn? Apa?" tanya Sasuke.
"Masih jauh ya?" tanya Narito balik.
"Bentar lagi..." jawab Sasuke singkat.
"Aah! Kau bilang bentar lagi! Udah tiga jam jalan daritadi bilangnya bentar lagi, yang bener yang mana sih?" Naruto tampaknya mulai frustasi.
"Bentar lagi..." kata Sasuke.
Setelah sekitar tiga jam mereka berjalan lurus, akhirnya Sasuke berbelok ke arah kanan, berjalan menuju sebuah rumah yang cukup megah dan besar, rumah yang agak berbeda dari rumah-rumah yang lainnya. Rumah itu bercat oranye dengan pagar besar nan tinggi yang berwarna biru, memiliki dua tingkatan rumah, dan atap yang berwarna putih. Di rumah itu terdapat taman bunga yang indah dengan bunga beragam, bisa dibilang bunga yang ada disitu memang beragam tapi cukup aneh bagi Naruto. Ada mawar biru, melati oranye,bunga matahari putih, lili hijau, bunga sakura kuning, daun-daun berwarna pink, dan yang lainnya. Ada pula sebuah kolam kecil di tengah taman, lengkap dengan air mancurnya, di kolam itu sepertinya ada banyak sekali ikan kecil yang berwarna biru dan oranye, juga beberapa bunga teratai hitam. Taman aneh yang indah.
Saat Sasuke datang, gerbang besar itu tiba-tiba terbuka. Masuklah Sasuke yang diikuti Naruto ke dalam rumah itu. Setelah melewati gerbang, mereka disambut oleh banyak sekali maid! 'Loh? Ternyata Sasuke tajir, yah?' pikir Naruto saat melihat banyak sekali maid cantik yang berjajar dengan rapi dari pintu gerbang sampai pintu masuk.
"Selamat datang... Tuan Sasuke..." kata para maid serempak. Kompak banget! Mereka berkata seperti itu sambil tersenyum manis kearah Naruto dan Sasuke.
"Hn..." jawab Sasuke singkat. Naruto masih tidak percaya dengan pendengarannya kali ini, 'Tuan Sasuke?' Sasuke pun menarik tangan Naruto paksa.
Mereka berjalan menuju pintu masuk rumah, pintu itu berwarna coklat muda dengan hiasan berupa beberapa garis tipis berwarna emas di pinggirnya. Itulah pintu masuk rumah aneh ini. Pintu itu dibukakan oleh dua orang maid kembar. Sebenernya sih yang sama, bukan cuma mereka. Tapi yang lain juga sama! Mereka semua sama-sama mempunyai rambut hijau panjang, kulit putih, iris coklat, baju ala maid penuh renda, malah tingginya sejajar semua! Sama rata. Gak ada yang ketinggian maupun kependekan. Keren, yah!
"Aku pulang..." kata Sasuke, Naruto terlihat bengong dengan apa yang dilihatnya. Ruangan besar yang banyak pintunya, tangga besar berwarna biru muda, lampu kristal besar berwarna oranye, lantai berlapis karpet putih bersih, lukisan-lukisan cantik di setiap dinding, bunga mawar oranye-biru di setiap sudut, maid-maid cantik berperawakan sama yang berlalu-lalang untuk melakukan tugasnya, dan lain-lain.
"Selamat datang..." terdengar suara seseorang, sepertinya suara seorang laki-laki dan suara itu, mirip sekali dengan suara Naruto. Bedanya suara ini lebih... girly.
Naruto melihat ke berbagai arah, namun, pandangannya terhenti di tangga, atau lebih tepatnya, puncak tangga. Saat Naruto melihat sosok itu, Naruto kaget bukan main! Seorang yang sepertinya perempuan, amat sangat mirip dengan dirinya! Bedanya sih, paling cuma di panjang rambut, kulit, dan jenis. Ciri-ciri orang di puncak tangga itu... rambutnya sama kayak Naruto, cuman dia rambutnya panjang, dikucir dua. Kulitnya putih. Irisnya blue sapphire. Pake high-heels putih. Gaun putih selutut dengan pita-pita warna soft pink. Lucu, ya!
"Aku bawa anak asuh... aku harap kau mau bantu, Naruko..." kata Sasuke sambil menatap seseorang yang di puncak tangga itu.
Naruko melihat ke Naruto—calon anak asuhnya—. Dia pun terkejut bukan main! 'Ya ampun! Cakep baaangeeeeettt!' pikir Naruto saat melihat Naruto(?).
"KYAAAAAAA! CAKEP BANGEEEEETTT!" teriak Naruko sambil berlari—kayaknya kurang cocok berlari, ya? Dia kan terbang?— kearah Naruto dan langsung memeluknya. Ngacangin Sasuke yang berdiri—terbang— di dekat Naruto. Ohh Naruko... apa kau tidak sadar kalau sekarang ini Sasuke sedang mengeluarkan aura gelap tanda dia sedang jealous?
"Hey! Hey! Namamu siapa? Umurnya? Sekolah dimana?" Naruko bertanya dalam satu nafas setelah melepaskan pelukannya.
"Eh? Aku? Uzumaki Naruto. 12 tahun. SMP Negeri 1 Konoha..." jawab Naruto agak gimana-gimanaa gitu.
"Aku Naruko. Namikaze Naruko. 17 tahun. Udah tamat sekolah. Salam kenal Naruto-kun! Panggi aku Naruko, aku Ibu perimu!" kata Naruko memperkenalkan diri dengan senyum lebar di wajah cantiknya.
"O-oke... salam kenal, Naruko... eto, ini rumahmu, Naruko?" tanya Naruto kepada Naruko.
"Ahaha! Tidak juga... rumah ini, hasil kerja keras aku dan Sasuke setelah sekian lama!" jawab Naruko sambil tersenyum penuh arti.
"Memangnya... Naruko siapanya Sasuke?" tanya Naruto lagi, makin penasaran.
"Tunangan." jawab Sasuke singkat.
"Eh? Tunangan? Apa benar itu? Naruko?" Naruto tampak terkejut. Ternyata Naruko adalah tunangannya Sasuke! 'Gak pantes banget, deh... Sasuke tunangan sama cewek secantik dan sebaik Naruko... ckckck...' kata Naruto dalam hati. Kalo ketauan sama Sasuke, bisa lo-gue-end(?).
"Ahaha... yaa... begitulah... dan sepertinya aku akan jadi ibu perimu ya, Naruto..." kata Naruko sambil tersenyum kaku.
"Umm... nggak enak kalo ngobrol disini. Gimana kalo kita ke lantai dua, kita ngobrol disana, Naruto..." ajak Naruko.
"Boleh!" kata Naruto. Naruko lalu menarik tangan Naruto dan menginggalkan Sasuke di tempatnya.
"Naruko... kau meninggalkanku lagi..." gumam Sasuke, dia pun masuk ke sebuah pintu berwarna hitam di sebelah kanan.
.
.
"Silakan duduk, Naruto-kun" kata Naruko sambil menunjuk satu set kursi berwarna kuning, kursi itu cukup besar dan sepertinya empuk.
Naruto pun duduk di salah satu kursi yang ditunjuk Naru-kun, dia duduk berhadapan dengannya.
"Nah... Naruto-kun..." Naruko membuka pembicaraan.
"Ya?" balas Naruto sambil menatap Naruko.
"Umm... kau anak asuhnya Sasuke, kan?" tanya Naruko antusias.
"Mungkin..." jawab Naruto singkat.
"Kalau begitu... mau nggak, Naruto cerita gimana asalnya Naruto ketemu Sasuke?" tanya Naruko lagi.
"Oke... aku ceritain... tapi Naruko dengerin ya..." kata Naruto memberi syarat dan dijawab oleh anggukan Naruko pertanda dia setuju.
"Jadi begini... kemarin... hari Minggu... ayah dan ibuku, pergi untuk bekerja. Dan dirumah, pastinya aku dijaga oleh Sakura, si 'Dangerous Babysitter'. Nah... setelah ibu dan ayah pergi, Sakura menjalankan tugasnya. Tapi bukan untuk menjagaku, melainkan menyiksaku. Dia bawa-bawa gergaji! Tajem banget! Aku kan takut, jadinya aku kabur ke kamarku yang ada di lantai dua. Ternyata Sakura ngejar! Pintu kamarku digergaji sama dia. Setelah dia masuk, dia mendekatiku, lebih dekat, lebih dekat, sampai sangat dekat. Aku udah ngerasa kalo kayaknya ini akhir dari hidupku. Terus... tiba-tiba ada kabut ungu! Padahal nggak ada yang bakar-bakaran! Dari kabut itu, aku ngeliat ada seseorang yang terbang. Orang itu bilang, kalo namanya Sasuke, abis itu dia bilang lagi, kalo dia adalah orangtua periku selama Sakura menyiksaku. Abis itu... yaa... Naruko bisa minta Sasuke buat ngejelasin..." jelas Naruto panjang lebar. Sukses bikin Naruko cengok mampus!
"Ooh... begitu ya... umm... kamu... mau punya Ibu peri nggak?" tanya Naruko.
"Mau dong! Aku nggak mau dibilang anak peri haram karena nggak punya ibu peri!" kata Naruto sambil tersenyum lebar. Membuat Naruko tersenyum lembut diluar tapi sweatdrop di dalam. Anak peri haram? Konyol banget...
"Ahaha... kau bisa saja, Naruto..." ujar Naruko sambil menyembunyikan tawanya.
"Iya juga ya... kalo gitu... aku panggil Naruko, 'Mama' ya!" kata Naruto dengan penuh semangat.
"Eh? Ma-mama? Err... bo-boleh deh..." Naruko sepertinya sedikit salting mendengar anak asuhnya mengusulkan untuk memanggilnya 'Mama'. Secara, dia kan belom nikah, gituloh!
"Asiiik! Makasih, Mama!" Naruto pun memeluk Naruko erat. Hal itu membuat Naruko terdiam entah kenapa.
.
.
Dan seharian itu digunakan mereka berdua dengan mengobrol, bercanda, berkeliling rumah, pokoknya pedekate, lah!
Naruko bercerita tentang Sasuke. Kelemahannya, kenapa dia bisa menyukai Sasuke, tentang Ibunya yang super bossy, Ayahnya Sasuke yang benci banget sama Naruko tapi entah bagaimana caranya Naruko sama Sasuke bisa tunangan padahal si calon mertua benci banget sama si calon menantu, dan segalanya. Dan Naruto, dia bercerita tentang orangtuanya yang selalu menomorsatukan kepentingan pribadi tanpa memakai toleransi berasmara(?), Sakura yang selalu dipercaya orangtuanya untuk menjaganya padahal Sakura sangat... begitulah, gurunya yang abnormal, teman-temannya yang sama-sama abnormal, dan lain-lain sebagainya. Bahkan sampai hal paling pribadi sekalipun mereka obrolkan. Bagaikan sepasang anak kembar yang suka curhat bareng.
"Hah... capek juga, yah... padahal cuma ngobrol, ketawa-ketawa sambil ngelilingin rumah aja... tapi kok capeknya segini banget, sih..." Naruto mengeluh kelelahan. Ya iyalah! Walopun rumah ini cuman 2 tingkat, tapi ruangan dalam ruangannya ituloh... buanyak banget! Bejibun! Bikin capek, sudah nyaris ratusan ruangan yang mereka kelilingi. Bahkan Naruto sampai bertanya dalam hati, 'siapa sih arsitek rumah ini? Yakin deh, arsiteknya itu lagi pabeulit waktu ngedesain rumah ini...'
"Ahaha! Itu belom seberapa, Naruto... kita masih punya ruangan di lantai satu yang belom dijelajahin, juga bagian deket-deket balkon juga belom, halaman rumah juga belom... Naruto gimana, sih?" komentar Naruko sambil tertawa kecil. Ya memang benar adanya. Ini belum seberapa. Masih banyak ruangan yang belum dijelajahi. GLEK! Dan hal itu membuat Naruto galau gak keruan.
.
.
"Naruto... bagaimana kalau kita ke duniamu?" ajak Naruko.
"Boleh... tapi aku takut Sakura tau keberadaanmu..." kata Naruto kurang yakin.
"Hmm... Sakura nggak akan tau keberadaanku... tenang saja..." Naruko meyakinkan Naruto sambil tersenyum.
"Tapi—"
"Tenang saja..."
"Baiklah..."
"Oke... kita ke dunia... nyata!" Naruko mengangkat tongkatnya, dan...
SRIIING!
Tibalah Naruto dan Naruko di kamar Naruto.
"Ah! Aku bilangnya pake aku-kamu aja ya, soalnya... aku masih agak gak biasa gitu... rasanya... gimana ya..." kata Naruto bingung.
"Nggak apa-apa, kok! Lagian kalo dipanggil mama juga... aku jadi berasa tua..." kata Naruko dengan sweatdrop.
"Oke... biar gak ketauan mama, papa, ataupun Sakura, gimana kalau kamu jadi... apaa gitu... yang nggak mencolok..." Naruto tampak berfikir keras.
"Gampang!" Naruko mengangkat tongkatnya lagi, dan...
SRIING!
Naruko berubah menjadi seeokor rubah merah berekor sembilan! Seperti boneka hidup! Dia sangat lucu! Unyu-unyu gimanaa gitu... kayak si cowok syal oranye(?)...
.
.
"Haa... pergi kemana sih, bocah itu... bikin bosen aja... gara-gara dia nggak ada... gue jadi nggak ada kerjaan kan? Haah! Jadi bosen kan? Tadinya mau senang-senang juga..." gumam Sakura pada dirinya sendiri sambil bolak-balik di ruang tamu rumah Naruto. Ruang itu sudah penuh oleh noda hitam! Noda asap bercampur darah! Hah? Darah? Darah siapa?
"AAH! NYEBELIIIINNN! KENAPA SIH SI NARUTO NGGAK BURU-BURU PULAAAANG?" teriak Sakura frustasi. Dia sangat kesal sekarang. Tidak bisa 'memanjakan' anak asuhnya. Naruto.
Teng! Tong!
Terdengar, bel pintu depan berbunyi. Hal itu membuat Sakura mendekati pintu depan, untuk membukakan pintu tentunya.
"Eh? E-elo..." Sakura membelalakan matanya pertanda kaget yang amat luar biasa. Siapa yang dilihat Sakura?
"Hai... Sakura..." sapa orang itu sambil tersenyum kepada Sakura. Siapa yang bicara begitu padanya? Jawabannya, ada di chapter depan...
.
.
To Be Continue
.
.
Yosh! Chapter 4, sudah update... gimana? Memuaskan? Gajekah? Apa masih pendek? Alur aneh? Ato apa kekurangannya? Kasih tau pendapat readers tentang fic Rei-chan lewat review ya... PM juga boleh... ngewall di FB juga boleh... message di FB juga boleh... sms ke hape Rei-chan juga boleh, kok...
Tapi, buat yang mau tau nomer hape Rei-chan... tanya aja lewat PM, ato chat di FB...
Mau tau kemana Sasuke pergi? Kayaknya... dari Sasuke bilang 'Naruto... kau meninggalkanku lagi..' Sasuke pergi entah kemana, ya kan? Ini dia cuplikannya!
.
.
"Naruto... kau meninggalkanku lagi..." gumam Sasuke, dia pun masuk ke sebuah pintu berwarna hitam di sebelah kanan tangga besar.
"Selamat datang, Tuan Sasuke..." kata seorang pelayan pria di ruangan itu. Ruangan itu merupakan sebuah ruangan dengan dinding yang dilapis karpet hitam, keramik abu-abu, beberapa lilin yang memancarkan cahaya remang-remang, dan sebuah mic di depan Sasuke.
Tiga! Dua! Satu!
"Oh Baby say goodbye... Oh jamsiman Goodbye... annyeongiran maleun jamsi jeobeodulge!
Jeo muneul yeolgoseo han geoleum naemilmyeon... ko ggeuteuro jeonhaejineun neoui sumgyeol~" begitulah Sasuke bernyanyi dengan suara emasnya. Eh? Ternyata Sasuke bisa nyanyi, ya? Lagu apa itu ya?
.
.
Waktunya balas Review nggak login! XD
Ruubi Ryuubi lg males login karena mendokusei: Iya, nih, papa(?)! Aku udah jarang ke FFn! Nggak apa-apa, kok. Masih kurangkah? Semoga yang sekarang nggak kurang lagi. Yup! Makasih reviewnya, papa. Review lagi, ya...
Hinata-Naruto-Lover mls login: Hehe, iyaa ini udah update! Udah tau kan, apa yang Naruto liat? Makasih reviewnya! Review lagi, yaa...
Selesai... :3
Naah! Review lagi, yaa! Yang login, Rei-chan bales lewat PM aja, ya!
Terima kasih untuk yang udah review.
Kasih lagi, ya! Biar Rei-chan makin semangat updatenya!
REVIEW Please?
With Cute Smirks, I'm Devilish Angel. December 3rd, 2011
