Sederhana aja, maaf update-nya rada lama. Soalnya... ya kau tau lah, aku lagi semi-hiatus dikarenakan saya lagi nggak ada inspirasi apa-apa alias WB(Writter Block). Ya sudahlah... daripada kebanyakan, kita mulai saja fic-nya!

Oiya. Lupa. DON'T LIKE? DON'T READ! artinya, kalo ngerasa nggak suka sama fic ini, tinggalin aja. Tapi kalo yang penasaran, Happy Reading, ya!

.


.

Naruto Masashi Kishimoto
Fairly Odd Parents punyanya Nickelodeon

Rated: T

Genre: Fantasy/Family

Warning: OOC TO THE MAX, nggak pake plot, super lebay and sinetroness chapter, mungkin ada typo(s), AU?, aneh, abal, ide pasaran, bahasa tidak baku, authornya newbie, alur yang kayaknya berantakan, EYD banyak yang salah, dan yang lainnya.

Dan soal ini fic yaoi atau tidak. Itu tergantung readers saja. Karena fic ini genre-nya Fantasy/Family, jangan berharap terlalu banyak. Tapi kalo soal yaoi-nya... saya hanya memberikan sedikit hint, sisanya saya serahkan pada imajinasi readers.

Summary: Dimarahi orang tua Naruto lalu gajinya dipotong dua ratus persen? Sungguh, ini hari tersial bagi Sakura, pengasuh Naruto yang udah besar! Kok bisa? Kenapa? Mau tahu?

.


.

Chapter sebelumnya...

Masih dengan posisi orang galau sambil menatap ikan, tiba-tiba...

"HEY! SASUKE!"

"—HUWAAAAAAA!"

JEBUR!

Dan Sasuke pun masuk kolam ikan. Siapa yang sudah membuat Sasuke nyebur ke kolam ikan? Kenapa dengan teganya orang itu ngagetin Sasuke yang sedang galau? Mau tau? Mau tau?

.


.

My Parents is Fairy
Created by: Akita Rei(Rei Chan de Little Devil)

-Chapter 7(Hari Tersial Buat Sakura)-

.


.

"HOY! SIALAN ELO UDAH NGAGETIN GU—eh?" perkataan Sasuke berhenti seketika.

"Sasukeeeeee!" he? Siapa yang bilang gitu, ya?

GLEKH!

'M-mampus... dia dateng...' muka Sasuke mendadak horror. Siapakah yang dateeeng?

"Sasuke! Kamu nggak apa-apa? Duh! Otouto-ku yang manis nyebur kolam..." kata orang yang ngagetin Sasuke. Dengan nada santai yang wajahnya nahan ngakak sebenernya. Dari kata-katanya tadi, bisa ketebak, kan? Siapa yang ngagetin Sasuke? Ya ampun, masa belom tau, sih? Otouto, loh! OTOUTO! Adek! Yang bilang 'adek' so pasti kakak, kan? Kakaknya Sasuke pasti tau kan, siapa?

'Akh! Sial! Aniki pake dateng segala!' Sasuke misuh-misuh dalem hati. Nggak berani ngomong, soalnya! Takut di-amaterasu! Eh? Salah ya? Ah iya, ya... ini kan fic-nya AU. Back to fic!

"Bukannya nolongin malah ngetawain!" Sasuke menggerutu dari dalem kolam. Kok bisa? Ya bisa, dong! Ini kan fic ber-genre fantasy!

"Oke-oke, sorry!" sang pendorong Sasuke alias kakaknya alias Itachi mengangkat telunjuk kanannya dan cring! Sasuke pun tiba-tiba sudah ada di atas tanah dengan pakaian yang seakan tidak pernah kena air kolam. Sihirnya Itachi memang keren!

"Hn!" gumam Sasuke dengan penekanan. Masih sebel sama Itachi. Padahal udah ditolongin, tapi masih dendam. Gimana, sih.

"Ngomong-ngomong, dimana Naruko-chan, Sasuke?" Itachi bertanya sambil menatap sekeliling, dia tidak merasakan ada Naruko di sekitarnya.

"Nggak tau, ah! Gak ngurus!" jawab Sasuke ketus.

"SASUKE! Naruko itu tunanganmu, masa kamu gak tau dimana? Ah! Payah!" ejek Itachi menahan amarah. Kok marah, sih? Nih, asal tau aja, ya. Sebenernya Itachi itu gak rela Naruko tunangan sama Sasuke, soalnya Itachi itu sayaaaaaang banget sama Naruko! Adik idaman, kalo kata Itachi. Jadi, kalo Naruko ilang, ya pantas aja Itachi ngambek.

"Sasukeeeeee!" seseorang memanggil Sasuke. Suara perempuan. Dan sesosok wanita, berambut kuning panjang yang diikat dua, dan sesosok remaja laki-laki, berambut kuning pendek yang agak berantakan, datang mengampiri duo Uchiha yang lagi debat.

"Narukooooo!" siapa yang dipangil, siapa yang nyamperin. Yang dipanggil Naruko kan Sasuke, napa malah Itachi yang nyamperin?

Itachi menghampiri Naruko dan langsung memeluknya! Uh-oh! Bagaimana, ini? Bisa-bisa ini jadi ItaRuko! Tidaaaak! Oke, kembali ke fic.

"Papa, sabar, ya. Aku tau itu berat," Naruto berkomentar sambil menepuk pelan bahu Sasuke yang masih cengok ngeliat Itachi meluk Naruko. Dan... apa katanya tadi? Papa? P-pa-pa? PAPA? PAPA?

Sejak kapan Naruto manggil Sasuke dengan Papa?

"Papa akan selalu sabar, nak..." kali ini Sasuke ikutan komentar, wah-wah... apa banget, ini?

"Papa! Naru! Selamatkan Mama..." Naruko ikutan komentar dengan air mata yang jatuh deras bagaikan air terjun. Dasar lebay. Padahal cuman dipeluk doang!

"Naru harus ngapain buat nyelametin Mama?" Naruto komentar lagi, ikutan Naruko. Melebaykan suasana dengan air terjun.

"Tenang, Mama! Papa akan cari cara untuk selamatkan Mama!" watdepak? Sasuke ikutan lebay rupanya! Ckckck, benar-benar nggak kebayang gimana kalo NaruSasuNaru ini beneran keluarga. Pasti bakalan teramat sangat lebay sekali banget!

Dan bla bla bla. Mereka terus berkomentar dan suasana jadi semakin lebay. Oh! Jangan lupa dengan sinetroness yang menjadi-jadi.

Itachi yang daritadi mendengarkan kelebayan NaruSasuNaru sambil masih memeluk Naruko hanya bisa sweatdrop ditempat.

Ini sungguh whatthe sekali.

'Ini... kok gue... jadi berasa lagi nonton sinet, ya?' begitulah kira-kita yang ada dalam pikiran Itachi. Dan mungkin juga ada dalam pikiran kita semua yang tadi membaca dialog ekstra lebay diatas.

Itachi pun melepaskan pelukannya pada Naruko. Naruko langsung lari ke tempat Sasuke. Naruko memeluk Sasuke. Dan—

BYUUUURRR!

Naruko dan Sasuke nyebur kolam—lagi bagi Sasuke—. Itachi makin sweatdrop. Bagaimana bisa adik dan tunangan adiknya bisa seperti ini? Lebay nyaris alay dan sinetroness gakjelas gini. Dasar kamseupay.

Dan Itachi melihat seseorang yang ikutan sweatdrop seperti Itachi di pinggir kolam. Rasanya Itachi belum pernah melihat manusia ini sebelumnya. Dan... dia manusia? Kenapa dia bisa ada di sini? Di dunia peri? Bagaimana bisa? Apa dia anak dari Naruko dan Sasuke? Kalo emang benar, berarti... Naruko udah gak perawan lagi?

Dan seterusnya dan seterusnya...

Tapi tunggu dulu!

Kalo memang benar manusia ini memang anaknya SasuRuko, apa—kan tidak mungkin sepasang peri punya anak manusia? Jangan-jangan...

"Jangan-jangan kamu anak asuhnya Sasuke sama Naruko, ya?" tiba-tiba Itachi ngomong begitu. Naruto yang refleknya bagus langsung ngangguk.

"Aku emang anak asuh mereka. Mereka tiba-tiba dateng waktu Ibu dan Ayah pergi berdua dan aku dijaga oleh babysitter sialan," Naruto menjawab sambil menatap kolam tempat SasuRuko nyebur. Soalnya udah nyaris lima belas menit nyebur, belom ada tanda-tanda mereka bakalan balik. Ato jangan-jangan mereka tenggelem? Tapi kayaknya gak mungkin, deh. Kolam cuma selutut anak SD juga, masa tenggelem?

"Oh begitukah? Namamu siapa? Rasanya, kau mirip sama Naruko..." Itachi bertanya sambil ikutan Naruto ngeliat kolam.

"Naruto Uzumaki!" jawab Naruto penuh semangat.

"Hee? Naruto? Naruto-Naruko?" gumam Itachi. Dan kemudian, Itachi pun berpikir... 'Nama mereka kok mirip? Naruto? Naruko? Cuma beda satu huruf aja, masa? Ato jangan-jangan...' dan seterusnya dan seterusnya.

Mari kita akhiri scene yang mungkin tiada habisnya ini dan pindah ke scene berikutnya!

.


.

Di sini, Sakura sedang terdiam. Dimarahi orang tua Naruto yang asli.

Loh kok? Kenapa bisa dimarahi?

Mari kita lihat sendiri!

.


.

Flashback

BRAAAK!

"Naruto, kami pulaang!"

Pintu rumah keluarga Namikaze-Uzumaki ini didobrak tiba-tiba oleh sepasang suami-istri, Minato dan Kushina.

Sakura yang sedang galau mikirin Naruto yang dari kemaren belom balik juga langsung kaget! Kok kaget? Iya! Dia juga panik! Coba aja kamu jadi Sakura. Disuruh jaga anak, tapi anak asuhnya ilang dari kemaren, terus tiba-tiba orangtua anak asuhnya datang! Ya pasti panik, lah! Mau ngomong apa, coba? Pasti disuruh tanggung jawab dan gajinya bakal dipotong dua ratus persen!

'Mampus... mampus gue... mana ini Narutooo! Balik sini looo!' kata Sakura dalam hati saking paniknya! Mau bilang apa nanti kalo ditanyain yang iya-iya sama MinaKushi? Dan kemudian pemotongan gaji dua ratus persen pun tiba-tiba menghantui benak Sakura.

"Loh, Sakura? Naruto dimana?" Kushina bertanya sambil mencari-cari putra semata wayangnya. Begini-begini, walaupun agak kejam dengan meninggalkan Naruto kepada Sakura dan jalan-jalan bareng suaminya di luar negeri, Kushina ini sayang anak, loh! Sampe-sampe tiap ada pedagang yang nawarinnya 'sayang anak! Sayang anak!' Kushina pasti beli barang itu sampe abis! Abis barangnya, loh! Bukan uangnya! Keluarga Namikaze-Uzumaki kan sebenernya tajir walopun rada sederhana.

"Ah, iya. Naruto di mana, Sakura-chan?" kali ini Minato yang bertanya dengan nada ramah. 'Wah... Naruto sama Sakura lagi main petak umpet, ya? Kalo Naruto ketemu, mau ikutan ah!' ya... kira-kira begitulah yang ada dalam pikiran Minato sekarang. Ayah yang kekanakan...

"Naruto? O-oh-ohoho! Di-dia... dia... dia lagi... dia lagi main petak umpet sama aku, Om! Tante!" jawab Sakura cari-cari alasan sambil masang wajah cute. 'Semoga mereka gak akan pernah sadar kalo anaknya ilang dari kemaren!' Sakura berdoa dalam hati. Dikabul jangan, yaa...

"Gitukah? Kalo gitu, kita cari Naruto yuk, Saku-chan!" balas Minato dengan nada ceria sambil menarik tangan Sakura. "A-ahaha! I-iya, Om!" kata Sakura sambil ikutan masang wajah ceria. Padahal dalam hatinya... 'AAAAAAAAA! SIAAAAL! PAKE ACARA NYARI BARENG SEGALAAA! HUWAAAAA!' Sakura sudah nangis darah!

"Kalo gitu, Tante mau masak dulu, ya! Buat Naruto! Dia pasti kangen masakan Tante!" Kushina berkata sambil membayangkan Naruto. Berlari kearahnya sambil berteriak 'KAA-SAAAAN!'. Dengan perut keroncongan. Dan pasti makan masakannya dengan lahap. Kushina pun segera pergi ke dapur dan masak makanan kesukaan Naruto dengan penuh cinta.

Beberapa saat kemudian...

"Sakura-chan. Kau yakin kalian sedang main petak umpet?" akhirnya Minato bertanya juga.

GLEKH!

Dan akhirnya pula, rahasia Sakura nyaris terbongkar.

"I-iya lah, Om!"

"Kalo emang bener, kalian main petak umpet, kok kita udah dua jam lebih nyari dianya gak ada, sih?"

"Iya... kok Naruto gak muncul terus, ya... padahal ramennya udah dingin... udah gak enak lagi..." dan Kushina pun ikut bicara sambil menatap mie ramen spesial buatannya untuk Naruto sudah dingin. Sudah... tidak enak dimakan lagi.

'Mampus gue... m-ma-mampuss... gu-e...' dan Sakura mulai keringat dingin, dan Sakura mulai menggigil! Oh, bukan... Sakura nggak lagi demam, kok... tenang aja...

"Naruto gak mungkin ilang kan, Saku-chan?"

JLEB!

Pas ke sasaran, Om Mina! Dan Sakura pun... mulai... mulai... mulai apa, ya? Pokoknya, Sakura sekarang udah bukan mulai lagi, tapi beneran udah teramat sangat ketakutan sekali banget!

"Anoo... s-se-sebenernya... Om Mina... Tante Kushi..." Sakura memberanikan diri untuk berbicara. Yah... siapa tahu dengan jujur, uang gajinya bisa naik dua ratus persen, kan? Walau sebenernya itu mustahil terjadi karena... ya tau sendiri, lah! Anak ilang juga, masa yang ngilangin-nya dibayar lebih, sih?

"Ada apa, Sakura? Jangan-jangan Naruto ilang, ya?"

JLEB! JLEB! JLEB!

Tahu panah, gak? Sojleb tau gak!

Itulah yang ada di pikiran Sakura sekarang. Dia cuma bisa panik, panik, panik, dan panik teruus!

"I-itu... ano... s-sebenernya... i-iya, Naruto il—"

"HAH? NARUTO ILANG BENERAN, SAKURA?" dan Kushina dan Minato pun membentak Sakura dengan kaget dan apa yang terjadi selanjutnya?

Flashback Off

.


.

Sakura hanya bisa menunduk meratapi nasib super sialnya. 'Oh god! Please... apa salah gue sampe-sampe gue dibentak kayak gini, Tuhaan?' kata Sakura dalam hatinya. Sebenernya, Sakura. Salah kamu itu banyak banget! Mulai dari suka nyiksa Naruto, suka ngebuli-buli Naruto, dan yang lainnya, Sakura!

"KAMU ITU, YAH! JADI PENJAGA GAK BENER BANGET!" Kushina membentak duluan. Sambil melotot-melotot gitu ke Sakura! Wiih! Habanero-nya Kushina keluar!

"Iya! Kamu tuh, ya... sebenernya kami udah tau kalo kamu suka buli-buli dan nyiksa Naruto—"

Wah! Tepat sasaran tuh, Om Mina!

Sakura makin menunduk dalam. Air mata nyaris jatuh dari mata berhias iris hijaunya. Sudah berkaca-kaca menahan tangis. Sakura harus kuat! Dan dalam hatinya, dia bertekad dan berjanji kalau dia tidak akan membuli-buli Naruto lagi, tidak akan nyiksa-nyiksa Naruto lagi, ah! Pokoknya mulai sekarang Sakura udah gak bakalan jahat lagi sama Naruto yang sebenernya kakak kelasnya. Mulai sekarang, Sakura janji bakal baik-baikin Naruto! Sakura janji bakalan sayang-sayang Naruto! Dan Sakura janji buat menepatinya!

"Jangan kira kami gak tau kalo kamu suka bawa-bawa gergaji tajem kesini buat siksa-siksa Naruto. Naruto itu orang baik, Sakura. Nggak baik ngebuli dan nyiksa orang baik yang nggak tau apa-apa soal hal-hal sadis..." Minato berkata sambil menatap mata Sakura yang—OHMYGOD! Udah ada segaris air mata, tuh! Setidaknya, Minato masih lebih sabar daripada Kushina. Kalo Kushina kan, langsung semprot langsung bentak saking kagetnya. Tapi kalo Minato, dia ngasih nasihat buat Sakura dengan dewasanya.

"Hiks... i-iya... Om Mina..." kata Sakura masih berusaha menahan tangisnya. Dan apa yang dilakukan Kushina sekarang?

Dia mulai nangis, loh! Iya! Kushina mulai nangis. Dia sangat khawatir sama anak semata wayangnya yang hilang karena kelalaian Sakura selaku orang yang dipercaya Kushina buat menjaga Naruto.

Padahal gak sebetulnya ilang, sih... Naruto kan lagi main di Fairly World, rumahnya Sasuke-Naruko, iya nggak?

Dan mari kita tinggalkan scene yang kayaknya tragis ini! Mari kita senang-senang di Fairly World!

.


.

Ada yang tahu, sekarang Naruto lagi ngapain? Ada yang tahu? Ada yang tahu? Nggak tau ya? Oke! Kita liat aja langsung ke lokasi di mana kini Naruto berada. Mau ikut? Mau ikut?

Oke! Sekarang ini, Naruto lagi di Fairly World! Tepatnya di rumahnya Naruko Namikaze! Bukan rumah Sasuke-Naruko, tapi rumah kediaman Namikaze! Kira-kira Naruto lagi ngapain, yaa? Barengan siapa aja, yaa?

Ehem! Naruto lagi... yaa ngobrol-ngobrol, lah! Tapi barengan siapa? Biar lebih jelas, flashback dulu, yuk!

.


.

Flashback

Dimulai dari setelah Itachi pulang dari kediaman Naruko-Sasuke ke rumahnya sendiri. Kini Naruto teramat sangat bosaaaan sekali banget! Hah? Apa? Apa kalimat tadi termasuk pleonasme? Oh sudahlah. Gak penting.

Intinya, sih. Naruto lagi bosen aja sekarang. Gak tau mau ngapain. Mau pulang ke rumah, takut sama Sakura. Takutnya begitu pulang langsung disiksa Sakura, ogah banget! Padahal kan, Naruto masih banyak tugas dari gurunya!

Dan ingat-ingat tugas... Author belom ngerjain tugas juga, nih! Oke, abaikan yang barusan.

Ngomong-ngomong soal tugas, entah dapet ide darimana, Naruto pun mendadak cerah-cerah gitudeh.

"Naruko!" panggil Naruto singkat. Masih cengar-cengir seperti barusan.

"Ada apa, Naruto? Butuh sesuatu?" balas Naruko sambil ikutan cengar-cengir seperti Naruto.

"Iya. Bisa tolong selesaikan semua tugasku hari ini?"

Naruko makin cerah. Merasa senang, ternyata dirinya berguna juga! Oh, Naruko... apakah kau benar-benar tidak paham maksud asli permintaan Naruto barusan? Dan kalau Naruko cerah, Sasuke malah suram. Dia dilupakan kini. Nyebelin... nyebelin... mana kedinginan abis nyebur kolam, lagi! Sial... sial... dan makin suram nan asem lagi, begitu dia mendengar permintaan Naruto yang ditujukan pada sang tunangan, Naruko. Padahal sebelum Naruto ketemu Naruko, Naruto itu kalo minta apa-apa pasti ke Sasuke! Tongkat terbang aja dari Sasuke, iya nggak?

SRIIING!

Tugas Naruto. Selesai semua! Sempurna dengan bantuan sihir Naruko! Horeee!

"Naruko makasiih! Kamu baik banget!" kata Naruto sambil kemudian memeluk Naruko erat. Naruko sih, senang-senang aja bisa dipeluk sama anak asuhnya dengan penuh rasa sayang dan cinta. Tapi Sasuke? Dia... gondok seketika! Sebeeel banget! Kenapa sih, Naruto nggak mintanya ke Sasuke aja? Kan kalo mintanya ke Sasuke, gak akan cuma tugas yang selesai! Tapi ulangan-ulangan Naruto yang remed sebelum-sebelumnya juga bakalan Sasuke tuntasin!

Dan sekali lagi, Naruto telah membuat author dan mungkin readers juga jadi... bahasa gaulnya sih, jealous! Soalnya author juga banyak ulangan yang remed. Oke sekian curcolnya.

"Eh Naruto, kamu bosen gak disini terus?" Naruko bertanya dengan wajah super bete! Kok bisa? Iyalah, secara dia kan cewek, feelingnya lebih kuat, jadi dia bisa merasakan aura yang nggak jelas dari Sasuke. Siapa sih yang nggak bete kalo ngeliat seperi cowok yang harusnya ganteng jadi asem keriputan gini?

"Ya... bosen sih..." jawab Naruto yang sukses bikin Naruko cerah lagi.

"Kalo gitu ke rumah aku aja, yuk!" ajak Naruto dengan lebih cerah lagi. Bagaikan senyum bidadari yang baru aja dapet doujin. Eh, salah ya?

"Ha? Bukannya ini rumah Naruko, ya?" Naruto jadi bingung! Naruko ngajakin dia ke rumahnya. Bukannya ini rumah Naruko, ya? Emang Naruko punya berapa rumah?

"Ini rumah SasuRuko! Kita ke rumahku, ya! Ke Mansion Namikaze!" kata Naruko ceria banget! Sambil ngangkat tongkat sihirnya, mereka semua, NaruNaruSasuIta segera menghilang dan berpindah ke suatu tempat yang katanya, Mansion Namikaze!

.
.


.

Dan disinilah mereka, di Mansion Namikaze yang luaaaaas banget. Tepatnya sih di halaman depan. Di halaman depan Mansion super itu, ada berbagai macam tumbuhan! Mulai dari Anggrek, Melati, Seruni, Sakura, Rafflesia, Air Mata Goblin(?), Teratai, Mawar, Marwan, Kimmy(?), dan yang lainnya. Semuanya diatur sedemikian rupa sehingga menciptakan sebuah pemandangan yang sangat alami.

Semua terawat dengan baik. Taman idaman yang sangat indah dan nyaris tidak mungkin ada di didunia!

Tapi kenapa taman itu ada di Mansion ini? Tentu saja karena ini adalah Fairly World! Oh oke, abaikan yang tadi.

Ketika sedang asik melihat-lihat taman, berkeliling sendirian, siapa tau nemuin sepatu Cinderella(?) di balik semak-semak, Naruto tiba-tiba dikejutkan oleh sesosok cowok, cakep, rambutnya merah, iris matanya juga merah, kulitnya putih, orangnya tinggi, pandangannya tenang, ah pokoknya perpek, dah! Dia pake baju yang biasa, kemeja putih panjang yang lengannya dilipet sampe siku, sama celana panjang hitam yang kayak celananya Mikuo yang dari Vocaloid itu!

"Siapa, lo?" tanya cowok tadi ketus. Sebel nih, ye!

"Elo sendiri siapa?" Naruto balik nanya. Ikutan sebel.

"Narutoooo!" terdengar suara Naruto yang memanggil Naruto. Tak lama kemudian, terlihatlah sosok Naruko yang berlari mendekati Naruto dan cowok itu.

"Eh, Naruko. Btw, dia ini siapa, Naruko? Kok nyebelin banget?" tanya Naruto sambil nge-deathglare cowok tadi. Cowok itu bales nge-deathglare Naruto yang tentu saja lebih serem!

"Dia ini kakakku, Naruto!" jawab Naruko sambil menggandeng lengan si cowok merah. Naruto kaget banget! Iyalah! Adeknya baik, kok kakaknya gini?

"Namanya siapa?" Naruto bertanya. Mencoba mencairkan suasana yang sejak tadi sebenarnya tidak ada yang membeku.

"Kyuhyun!" kata Sasuke nyeletuk sendiri. Nggak tau kapan datangnya, tiba-tiba udah ada di samping Naruko.

"Wah? Kyuhyun?" kaget sekaget-kagetnya kaget! Naruto nggak nyangka! Masa iya boiben Korea yang lagi ngeksis ternyata Kakaknya Naruko? Tapi seneng juga, sih. Secara, ketemu artis gituloh!

"Bukaaaan! Namanya Kyuubi! Bukan Kyuhyun!" protes Naruko yang sebel lagi. Kayaknya Naruko emang lagi ngambek sama Sasuke, ya?

Dan seterusnya, dan seterusnya... perdebatan ini terus berlanjut. Naruko vs Sasuke yang entah meributkan apa. Naruto vs Kyuubi yang masih tetap lempar-lemparan deathglare. Terus... Itachi di mana, ya?

Selain itu, apa yang akan terjadi pada Sakura berikutnya? Terus... katanya besok bakalan ada sesuatu di sekolah pas Naruto masuk, ya? Wah! Makin penasaran aja, nih! Mau tau kelanjutannya? Tunggu chapter berikutnya, ya!

.
.

To Be Continue

.
.

Oke, fic dipotong sampe sini karena author udah gak tau mau ngetik apa lagi! Dan mari kita balas review dari Hyuna-toki, satu-satu reviewer anon di chap 6! Ini udah update, tenang, gak bakal dihapus, kok. Paling update-nya aja yang agak lama.

Sesuai request, rate naik karena aku pengen adegan yang nyerempet di chapter depan~

Semua review di chap 6 udah dibales lewat PM. Chapter 8-nya, tunggu sampai aku naik kelas, ya!

Review lagi, dong! Biar aku ada alesan nggak tidur buat bikin fic(?)~