Tittle : Opera
Pairing : KyuSung , slight WonSung
Rate : ?
Angst , Romance , hurt/comfort , family

OPERA

Summary :
Aku lelah. Lelah bersembunyi dibalik topeng yang terus menutupi kebohongan pada diriku. Aku bersembunyi dan dapat menghindari mereka dengan cara bersandiwara. Terutama untuk mengindari namja itu tau tetang perasaanku terhadapnya. Bersandiwara. Keren sih kedengarannya. Tapi orang yang suka bersandiwara hanya untuk menutupi kebusukkan didalam dirinya hanyalah seorang yang pengecut dan tak pantas ada didunia ini. Karena mereka orang-orang MUNAFIK

.

.

.

.

Termasuk aku

Yesung POV

"Andwae ! Keluar !"

"Ne,ne... Hahaha... Kau jadi semakin manis kalau tersipu malu, Yesung-ah.."

"Hyung ! Panggil aku hyung ! Aku lebih tua darimu Siwon-ah !"

"Ne,ne... Hyung ~ Hahahaha"

Aku menutup pintu dengan kencang dan menguncinya. Sesekali aku jalan bolak-balik entah memikirkan apa.

Beberapa menit telah berlalu, dan aku masih saja memikirkan hal yang tak pasti.
'Kyu ?... Bisakah kita bersama ? Tapi... Kita... Waktu kita hanya tinggal seminggu lagi... Setelah itu... Aku... Sudah tidak boleh untuk mencintai siapapun lagi... Selain keluarga dan... Choi Siwon. Suamiku...'

"Saranghaeyo... Cho Kyuhyun..."

Perlahan aku menangis dan sedikit terisak sambil terduduk diatas kasur KingSizemilikku, ehem... maksudnya milik kami.

TOK TOK TOK !

"Yeobo ? apa kau sudah selesai membersihkan dirimu ? Apa kau sudah tidur ?"

Terdengar suara nge-bass khas miliknya. Dengan sigap kuhapus airmataku yang tak terbendung lagi.

"I-iya ! Sebentar lagi !"

"Baiklah... Kalau sudah selesai, bukakan pintu untukku, okay ? Masa' kau tega membiarkan calon suamimu tidur sendirian diruang tamu ? Tidak kan ? Kau kan calon istriku yang paling baik , manis, rajin, ramah, tidak sombong dan rajin menabung ~"

"Pabbo ya ! Aku bukan anak TK yang suka dihibur dengan cara dipuji-puji seperti itu..."

"Hahaha ! Mianahe , mianhae..."

Aku langsung menuju kamar mandi didalam kamar kami, dan membersihkan diri dan bersiap-siap untuk tidur.
Aku membukakan pintu agar dia bisa masuk. Sungguh merepotkan sih sebenarnya, dia terlalu memperlakukanku seperti anak-anak. Padahal , tak sadar kah dia ? Aku lebih tua darinya !

"Sudah selesai ?"

Aku hanya membalas dengan mengangguk.

"Hm... Ini Sudah malam... Ayo tidur..."

"Ne..."

Aku langsung membaringkan tubuhku dan menyelimuti tubuhku sampai se-dada.

"Hyung ?"

"Hm ?"

"Kamu ngga akan kedinginan ?"

"Engga kok..."

Lalu ia menaikkan posisi selimutku sampai leher.
Aku hanya bisa terkekeh kecil melihat tingkahnya yang terlalu care padaku.

"Gomawo..."

"Ne... Night, yeobo..."

"Night..."

Lalu kami bersama-sama memasukki gerbang alam mimpi kami dan menelusurinya sepanjang malam dan akan baru keluar dari sana saat kami terbangun pada pagi hari.

"yung... Hyung..."

"Hnnggghh... Aku masih ngantuk..."

"Bangun hyung..."

"Nanti..."

"Apa kau kenal Cho Kyuhyun ?"

"Hng ? Cho... Siapa ?"

"Cho Kyuhyun.."

"MWO ?"

Aku langsung terbangun.

"K...Kyuhyun ? Kenapa kau tau dia ? Apa kalian saling mengenal ?"

"Anni... Dia datang... Katanya ingin menemuimu..."

Aku terdiam. Perlahan mencerna kata-katanya barusan. 'Kyu... Datang kerumah ? Untuk apa ?'. Aish ! Aku tak tau... Yang pasti aku harus menemuinya sebelum Siwon mengatakan sesuatu kepadanya yang aneh-aneh.

Aku langsung keluar dari kamarku dan menuruni tangga untuk menuju ke ruang tamu dilantai 2. Benar. Dia duduk disofa tengah dekat perapian.

"K...Kyu ? Ada apa datang kemari ?"

"Oh, Yesung-ah ? Kau sudah bangun...?"

"Errr.. Yah begitulah... Hehe... Maafkan aku..."

"Tadi itu siapa ?"

"Eh ?"

"Yang membangunkanmu barusan..."

"I-itu... Dia itu... Saudara...Jauhku..."

"..."

"... Hello ? Kyu?"

"Heh..."

"Wae ?"

"Kau bohong. Kau bohong padaku Yesung-ah..."

A-apa ? Bohong ? Darimana dia tau kalau aku berbohong ? Tidak mungkin Siwon mengatakannya kalau dia adalah calon suamiku ,kan ? Dia pasti sudah gila !

"A..Apa maksudmu ?"

"Jangan pura-pura tidak tau !"

Kyuhyun membentakku.
Untuk yang pertama kalinya. Seumur hidupku.
Dia benar-benar marah. Kekecewaan tersirat dari raut wajahnya sekarang. Dia sangat kecewa dengan ku.

"Anni... Kyu... kau-"

"Aku apa ,hyung ?"

"Kau.. Salah paham,Kyu.."

"Bukankah semuanya sudah jelas ? Dia adalah calon suami mu, hyung..."

"Dan aku... Cuma orang baru yang masuk kedalam kehidupan hyung... Aku bukan siapa-siapa mu... Kata-kata mu saat pesta hanya semata-mata untuk menghiburku,kan hyung ?"

"K-Kyu... Bukan..."

"Semoga kau bahagia,hyung... Aku senang bisa kenal dan... bisa mencintai hyung..."

"...Kyu..."

Sekarang semuanya sudah berakhir. Kyu sudah tak mempercayaiku lagi. Dia pergi dari hidupku. Dia meninggalkanku.
Topengku sudah dibuka. Topengku hancur oleh kata-katanya barusan. Aku sudah tidak bisa menyembunyikan apa-apa dibalik benda mati yang sudah berubah menjadi serpihan-sepihan benda yang tak berguna.
Dan disisi lain pun... Aku merasa bersalah kepada Siwon. Dia mempercayaiku. Dia menerimaku apa adanya. Aku juga sudah menerima lamarannya. Tetapi aku masih saja mengharapkan Kyuhyun.

Apa yang harus aku lakukan sekarang ?

Semuanya telah pergi.
Kecuali Siwon yang belum mengetahui apa-apa tentang aku dan Kyu.
Tetapi... Cepat atau lambat... Kebohongan akan terbongkar dengan sendirinya, bukan ?
Itu sama saja... Cepat atau lambat... Aku akan dibenci dan dihancurkan olehnya...

Tbc