HALLLOH, HALLOH READERS *Author dadah, dadah, ala miss. Universal*
Saiia hadir lagi, dengan meneteng chap. 3...
Jangan lupa Reviews loh!
Disclaimer : Semua cast di ff ni, adalah milik-Nya, dan milik diri mereka masing-masing...
Pairing : KyuMin, YeWook, HaeHyuk, SiBum
Rating : K+ (maybe...)
Genre : Romance/humor/fantasy
Warning : YAOI, abal, gaje banget, typho(s), alur memakai mesin turbo (?) (alur kecepetan)
NB : hehehe, ini fict pertama saya, berhubung saya dapat ide ini dri rmh skt *Readers : gak nanya!* jadi otak saya loadingnya masih 62% jadi harap maklum~ *App hbungannya?*
Author saranin bacanya sambil dengerin lagu 'The Girl Is Mind'nya SuJu, Biar nuansanya terasa (?)
Okkhayyy, chekiddotth... Don't Forget, Don't Like, Don't Read, hehehehe...
Summary : "kenapa belakangan ini semua namja manis yang kulihat, kekuatannya membuatku dapat terdecak kagum?" (ktahuan gak bisa bikin summary *Author Pabbo*)
Back Sound : The Girl Is Mind – SUPER JUNIOR
"He Is...THE WONDER SWEETY BOYS"
"e-eh, a-ani, aniyo, aku ha-..."
"HAH? KAU!" jerit keduanya bersamaan.
"HEH! NAMJA PABBO! NGAPAIN KAU JERIT-JERIT JUGA? KAU MENGENALKU?" bentak Hyukkie mentah-mentah.
"Ani, aku tidak mengenalmu..." kata namja itu polos yang ternyata adalah, DONGHAE!.
"LANTAS, MENGAPA KAU MENJERIT JUGA?" hyukkie bener-bener gak nyante.
"Aku latah...hehe..." kata namja itu dengan nada tanpa beban dosa, Hyukkie sweatdrop di tempat *begitu juga Author*. *Hae : WOYYH! LOE TUH AUTIS! BUKAN AUTHOR! SEJAK KAPAN GUE LATAH? HAH?. Author : ackting aja. Hae : Huweee! HYUKKIE! Masa aku di jadiin latah sama Author!. Hyuk : HAH? APA? AKU TIDAK TERIMA! MANA AUTHORNYA? *author kabur ke ujung dunia**
"KAU LEE DONGHAE KAN? SISWA KELAS XII-1 KAN?" hyukkie udah ngepel-ngepelin tangan, matanya melotot ke Hae. *jangan dibyangin!*
"Ne, Waeyo?" jawab donghae santai, dia tidak tahu kalau dengan jawaban itu, dia sudah membangunkan 'SINGA' dari tidurnya.
"ohh, kau benar-benar Lee Donghae...BERARTI KAULAH YANG MENGEMPESKAN (?) SEMUA BOLA BASKET KELAS XII-2 KAN? DASARR NAMJA KURANG KERJAAAAAAANNNN!" Hyukkie ngamuk, dan sepertinya sudah siap untuk menerkam (?) donghae...
"KABUUUUUUUUUUUURRRRRR!" dengan sigap donghae menghindar dan lari dari hyukkie.
"ARRGGGHHHH! LEE DONGHAEEEEEEEEEEEEEEEE!"
'WUSSSHHHHH...' hyukkie langsung lari dengan kecepatan penuh, sehingga membuat dedaunan di sekitarnya berterbangan.
"WAAAAA! DIA MENGEJARKU! CEPAT SEKALI!" jerit Hae histeris.
"KAU TIDAK AKAN LEPAS DARIKU! KAU HARUS GANTI RUGI!" Hyukkie semakin menggila, dengan cepat dia mengejar Hae yang sepertinya sudah terengah-engah. 'ah, sial...aku lupa dengan tasku, ah, sms wookie sajalah untuk mengambilnya' pkirnya yang kini tengah berlari sambil smsan dengan Wookie o.O
Hae yang sudah kalang kabut itupun sudah bingung dan gila sendiri, namun dia langsung berbinar-binar begitu melihat seseorang tengah membawa Skate board di tangannya, tanpa ragu Hae langsung me-raep (?) skate board tersebut dan langsung melemparkan beberapa uang dengan jumlah besar ke arah itu *oppa! Lempar ke Author juga geh!* dia sudah tak perduli lagi dengan sekelilingnya yang menatapnya dengan tatapan Namja-yang-sangat-aneh. Langsung saja dia menaiki skate board tersebut dan meluncur di trotoar di pinggir emperan-emperan toko. *wuich, aku gak ngebayang, gimana kerennya Hae oppa ya?*.
Yapz, biarkan HaeHyuk kita terlarut dalam dunia 'Perlarian' (?) mereka...
~~Mari kita lihat nasib temannya Hae, yang menertawakannya tadi, yang ternyata adalah Yesung_
Yesung Cuma bisa melongo di tempat itu juga tanpa berpindah tempat sama sekali, dia bingung mau nagapin lagi, mau pulang duluan, nanti Hae ngamuk, mau nyusul, tapi gak tahu kemana. Ya sudah menunggulah dia di tempat itu. *waw! Yesung oppa, setia ya!*
~Di kediaman Sungmin n D.K.K_
"Minnie hyung, aku pergi dulu ya, mau mengambil tas Hyukkie hyung di pertengahan jalan 2 arah, ktanya tasnya tertinggal, saat dia mengejar penjahat" *ya ampun Hae, sabar ya!* kata Wookie sambil mengenakan kaos putih polos dan jacket hitam Adidas, serta tidak lupa dengan rambutnya yang memang di tata untuk berantakan *Author tepar*.
"Ne, hati-hati ya!" jawab minnie dari dalam kamar, karena dia sedang tidur siang tadi.
"ah, Wookie! Boleh aku ikut? aku mau ke perputakaan kota untuk meminjam buku lagi." Kata kibum sambil mengambil topi hitamnya, dan memakainya dengan posisi miring dan Earphone coklatnya telah terpasang manis di telinganya. *Author pingsan*
"Ne, Chakkaman..."
~Skip time_
Saat sudah sampai di tempat, Wookie agak ragu untuk mengambil tas tersebut, karena tas itu sekarang berada tepat di belakang kaki seorang namja. Tapi mau bagaimana lagi? Dia sudah berjanji dengan Hyukkie hyung, 'ya sudah, ambil, terus pulang. Apa susahnya?' itulah yang ada dalam pikirannya sekarang ini.
"emh, mianhae, bolehkah aku mengambil tas yang ada di belakang kakimu? Itu milik hyungku." Tanyanya datar, tanpa ekspresi.
"O-oh, ne, silahkan!" dengan gelagapan namja yang ternyata adalah yesung menjawab, tanpa melihat Wookie sama sekali.
'fiuh, pulang...' dalam pikiran Wookie sekarang hanya 1, yaitu pulang!
Namun, tak lama dari Wookie berbalik untuk pulang, hpnya kedatangan (?) sms dari Hyukkie hyung.
From : Lee Hyuk Jae Hyung
'Wookie, emh bisakah kau menunggu di situ sebentar?
Jebal, nanti kubelikan sake XXX kesukaan mu deh!
sebentar lagi aku akan sampai di situ!
Jebal Wookie! Jebal! Kalau kau pulang,
aku akan marah padamu...'
'yakk! Hyukkie hyung! Aku lagi ada tugas! Mana ada namja ini lagi, aku tak betah! Aissh, sial sekali nasibku!' Wookie merutuki dirinya sendiri dalam hati, dan berbalik menuju ke arah namja tadi tapi tak terlalu dekat.
"ya! Kenapa kau kembali lagi" tanya Yesung.
"Waeyo? Gak boleh?" jawab Wookie dingin. Yesung langsung bergidik.
"te-tentu saja bolehlah! Aku hanya bertanya alasannya." Yesung mulai gelagapan.
"Bukan urusanmu!" Jawab Wookie dengan sedikit penekana. Yesung jadi ingin mati berdiri mendengarnya.
~~Sementara Kibum yang kini telah berada di perpustakaan kota_
"hemmh, buku ini...tidak, yang ini...juga tidak...huh, manas sih buku yang bagus?" gerutunya sambil mengelilingi rak-rak buku yang tingginya menjulang.
"Wahhh! Aku ingin meminjam buku itu!...uh...uh...uh...haaah! tidak sampai" keluhnya.
"mencari buku ini Kim Kibum?" tiba-tiba sebuah (?) tangan telah mengulurkan buku yang sedari tadi berusaha ia raih.
"He...? bagaimana kau bisa tahu namaku?" tanya kibum polos.
"ahahaha, siapa sih yang tidak tahu Pengurus Kelas Bela Diri Unggulan seperti kau?, aku Choi Siwon! 3 tingkatan di bawahmu!" ternyata sebuah (?) tangan yang menjulurkan buku tadi, adalah tangan Siwon.
"Ah, mianhae aku tak mengenalmu, mungkin karena aku tak memperhatikan anggota dengan benar." Kibum seperti berfikir sejenak.
"ada apa?" tanya Siwon yang melihat perubahan di wajah Kibum.
"Kau salah mengambil buku, yang mau ku baca itu, yang bercover hitam, bukan biru" Kibum pun otomatis menjinjit dan mendongakkan (?) kepalanya ke atas.
Siwon yang melihat hal itu, langsung tertegun menatap wajah mungil Kibum.
di tatapnya dalam-dalam mata namja manis yang kini di dekatnya itu.
"Siwon-sshi? Kenapa kau menatapku seperti itu?" kibum yang heran dengan tingkah siwon pun, akhirnya bertanya.
"Kau...Manis" jawabnya sambil terus mencari-cari buku yang ingin dia baca tanpa melihat ke arah kibum.
Kibum sedikit malu saat Siwon berkata begitu, namun dia juga kesal karena Siwon tak mengambilkan bukunya. Tapi, tiba-tiba Kibum menyerinagi kecil, dan melirik sedikit ke arah Siwon. *sejak kapan Kibum oppa bisa menyeringai?*
"AH, SIWON-SSHI! AKU INGIN BICARA PADAMU! KEMARILAH!" Kibum sedikit berteriak untuk memanggil Siwon, yang padahal ada di dekatnya.
"Sssttt... Kibum-ah, kalau di perpuustakaan jangan berisik! Kalau bisa kita malah harus berbisik." Kata Siwon sambil menaruh telunjuk kanannya di bibirnya.
"kalau begitu, dekatkan telingamu ke bibirku, kita berbisik-bisik saja" kata Kibum sambil setengah berbisik.
Siwon terkejut dan gugup atas permintaan Kibum, namun dengan segera dia mendekatkan telinganya ke bibirnya.
"sebenarnya, aku hanya ingin bilang..."
BUAGHHH!
Ternyata Kibum hanya memanfaatkan hal itu untuk memukul wajah Siwon. Saat Siwon mendekatkan kupingnya, Kibum memukul wajahnya dengan keras menggunakan punggung tangan kanannya, hingga Siwon mimisan dengan sekali pukul.
Siwon hendak berteriak, namun dengan cepat kibum menginjak kaki Siwon dengan sangat kuat, dan berkata "Siwon-sshi, kan kalau di perpustakaan jangan berisik, kira-kira menjerit itu berisik tidak ya?" Kibum tersenyum penuh kemenangan danberlalu dari hadapan Siwon begitu saja.
Sedangkan Siwon sendiri, dia kini tengah sibuk menutupi hidungnya dengan tangan kanannya, untuk menahan darah segar yang terus mengalir dari hidungnya, sambil terus menggigit bibir bawahnya, menahan rasa sakit.
'hahaha, Kim Kibum, kau sangat kuat, wajar saja jika kau menjadi pengurus kelas bela diri Tingkat Superior, ahahaha, aku sungguh beruntung hari ini, dapat berada di dekatmu dalam jarak sedekat tadi' paling tidak, itulah yang sedang di pikirkan Siwon di tengah-tengah rasa sakitnya. Poor Siwon... T_T
'haish, andaikan saja batu android ini tidak mengeluarkan cahaya yang mencolok, aku sudah pasti akan menggunakannya dari tadi!' keluh Kibum yang kini tengah berjalan kembali untuk pulang.
~~Mari kita lihat Wookie_
'Hyukkie hyung! Sampai kapan kau akan membiarkan aku berdiri di sini terus? Aku capek!' Wookie terus saja merutuki dirinya sendiri, sampai pada akhirnya penglihatannya mulai kabur dan hampir ambruk. Yesung yang melihat hal itu spontan menagngkap tubuh Wookie.
"ahh! Kau bai-baik saja?" tanya yesung pada Wookie, yang kini tengah dalam Dekapannya.
"HWAAAA? APA YANG KAU LAKUKAN!"
BUAGHHH!
Wookie yang ternyata masih sadar itupun spontan, melakukan tendangan memutar pada yesung, yang membuat yesung terjatuh dengan posisi sangat tidak sedap untuk di pandang.
"YA! APA YANG KAU LAKUKAN? AKU HANYA MENANGKAPMU, KARENA KAU TADI HAMPIR TERJATUH! MALAH SEKARANG KAU MEMBUATKU TERJATUH!" teriak Yesung saat berhasil bangun dari keterpurukannya tadi.
"aich, mianhae, aku reflek, Aigoo keningmu berdarah!" panik Wookie.
"ya, ini semua karena kau! Mana keras sekali lagi Tendanganmu, untung aku mendarat di tanah, di tanah saja masih berdarah, apa lagi kalau yang lebih keras dari tanah!" gerutu Yesung panjang-panjang.
"Sini, aku sembuhkan..." setelah yakin, bahwa tak ada seorangpun di jalan itu, dia mengeluarkan kalung batu android biru itu dari bajunya, dan menempelkannya di kening Yesung yang terluka. Dan mulai memejamkan matanya, mencoba berkonsentrasi pada luka di kening Yesung.
'AKU INGIN, LUKA INI SEMBUH, DAN TIDAK TERTINGGAL BEKAS SAMA SEKALI!' pinta Wookie dalam hati.
"ya! Pabbo! Apa yang kau laku-..."
Tiba-tiba sekelebat cahaya biru, yang birunya seperti warna air laut yang dalam, mulai menyelimuti daerah luka Di kening Yesung.
Wookiepunmembuka matanya saat batu itu mulai bereaksi, namun alangkah terkejutnya Wookie saat melihat wajahnya benar-benar berada di depan wajah Yesung dengan jarak yang agak dekat, terlebih lagi saat mata mereka berdua bertemu, dan tidak teralih ke hal apapun, yah wajar sajalah karena Wookie tak dapat melepaskan kalungnya, jadi untuk menempelkan batunya di kening Yesung, dia harus memajukannya tubuhnya ke arah yesung.
'Manisnya' batin Yesung.
'Tampannya' batin Wookie.
~~Mari kita intip HaeHyuk_
"LEE DONGHAE! CEPAT BERHENTI! KAU MENGGANGGU ORANG-ORANG LALU LALANG DI EMPERAN-EMPERAN TOKO INI! Jerit hyukkie, untuk memberhentikannya.
"MAKANYA! KAU BERHENTI MENGEJARKU!" hae tak mau kalah, makin lama, makin gesit saja gerakannya.
"AKU AKAN BERHENTI MENGEJARMU, ASAL KAU MEMBAYAR GANTI RUGI KELAS KAMI!" hyukkie sepertinya sudah mulai lelah.
"KALAU AKU TIDAK MAU BAGAIMANA? AHAHAHA..." tawa hae menggelegar kemana-mana sampai akhirnya...
"HAE! AWAS!" teriak hyukkie, namun...
JEDUGGHH...
Bunyi tidak elit terdengar sangat kuat membentur kepala Hae, kalian tahu kenapa, saat hae tertawa lepas dan menghadap ke hyukkie, seorang pemilik toko membuka pintu tokonya yang memang agak besar itu, hyukkie memberi tahu, kalau di belakangnya ada pintu, namun karena pemberitahuan hyukkie lah, Hae jadi Menengok ke pintu itu dan WAW... tak lama setelah insident tabrakan itu terjadi, Dahi Hae langsung berhias benjolan merah besar.
"Hae, kau tidak apa-apa?" tanya Hyukkie khawatir.
"Umma...Umma...Umma...aku mau...Kimchi ra...sa ikan lohan umma...(?)...dan ikan...nemo...yang...ada di Tv i...tu...kita am...bil ya umma? Aku...Sate i...kan ne...mo..." brugh, akhirnya Hae pingsan dengan sangat tidak elit.
"ihihihihi, apa dia tadi mengigau? Lucu sekali" kata hyukkie sambil mengusap-ngusap Dahi Hae yang kini terdapat benjolan.
'tunggu...kenapa aku...perduli padanya...?'
~~Di SM high school_
"Ah, Zhoumy-sshi, aku harap kau dapat bekerja dengan baik disini, dan betah untuk mengajar di sini"
"Ne, So Man-sshi, aku harap juga begitu..."
'mungkinkah, aku akan bertemu seseorang yang paling aku cintai di mimpiku, dan bertemu secara nyata, tidak hanya di alam mimpi...?, aku kesini, hanya untuk dirimu, aku mengikuti alur cerita dalam mimpiku, dan berharap benar-benar bertemu denganmu, disini...Henry lau..."
~Kyuhyun P.O.V._
"Umma, Appa, aku berangkat dulu ya! Ayo, Cho Taemin! " seraya merangkul pundaknya.
"Ah, Kyunnie hyung ini! Eh, nanti kita akan berlatih merebut bola dari lawan kan?" tanya dongseang ku ini, dengan sangat antusias.
"ne, chagi" aku pun mengacak-ngacak rambutnya lembut.
Ya, memang setiap sore kami berlatih sepak bola. Di lapangan kawasan perumahan elit, yang megah-megah, walau masih megah rumahku, tapi aku tetap kagum dengan perumahan ini.
Begitu sampai di tempat latihan, aku, Taemin, dan anak-anak lain menjalankan pemanasan.
Selama pemanasan, aku terus saja melamun memikirkan namja manis itu.
pikiran ku melayang entah kemana, yang jelas, aku sangat menikmati pikiranku itu, sampai akhirnya...
"CHO KYUHYUN!" aku tersentak kaget mengetahui namaku di panggil dengan kasar begitu.
Semua anak-anak se-tim ku langsung melihat ke arahku semua, dan mulai berbisik-bisik, yah, wajar sajalah, aku baru kali ini di bentak oleh pelatih, dan hari ini, bagaikan sejarah yang akan mereka simpan di otak mereka, Seorang CHO KYUHYUN, dimarahi seorang pelatih.
"CHO KYUHYUN! KENAPA KAU MALAH MELAMUN SAAT PEMANASAN? ITU TAK BAIK, SEBAGAI HUKUMAN AGAR KAU TIDAK TERBIASA BEGITU, AKU MAU KAU MENGAMBIL BOLA-BOLA YANG DI TENDANG TEMAN-TEMANMU DAN MEMASUKANNYA KEMBALI KE KERANJANG! TERUS KAU LAKUKAN ITU, SAMPAI PULANG... INI ADALAH LATIHAN KHUSUS UNTUKMU! TAK PERDULI SEBERAPA JAUH BOLANYA, YANG PENTING, KAU HARUS TETAP MENGAMBILNYA! ARRASEO?" pelatih membentak-bentaku, tapi aku hanya bisa diam, diam, dan, diam.
Syukurlah, tendangan mereka bagus-bagus. Jadi, jarang sekali bolanya meleset, namun, saat giliran Choi Minho mulai menendang, tendangannya sangat kuat sehingga, keluar dari lapangan, dan mungkin saja masuk ke pekarangan orang, ah, sialnya kau Cho Kyuhyun...
Dengan sigap aku langsung berlari menuju daerah luar lapangan, tapi, tiba-tiba Minho menggaet tanganku, hyung, Mianhae, aku terlalu semangat dengan ini semua." Kulihat matanya, tak ada sorot mata acting sama sekali, hanya ada ketulusan.
"Ne, aku tahu..., berlatih melatih emosimu agar emosimu itu menjadi emosi seseorang yang terlatih, jangan seperti aku ya!" aku pun segera pergi keluar daerah lapangan.
Hemh, sulit juga menemukannya, apa aku tanya security saja ya?
"ah, Annyeong Ahjussi, Mianhae sebelumnya, apakah anda melihat bola sepak terjatuh dan masuk ke dalam pekarangan rumah seseorang? Tanyaku pada salah seorang dari 2 security itu.
"oh iya dek, kami melihat bola itu masuk ke dalam pekarangan rumah yang bertaman indah itu, yang cat rumahnya warna orange cerah, tuh, terlihat dari sini, kalau bolanya berada di teras, di depan pintu rumah itu!" kata salah satu Ahjussi tersebut.
"kalau begitu, Gomawo!" akupun langsung berlari kearah rumah tersebut.
Memang benar sih, rumahnya sangat asri, indah, sejuk, bersih, dan nuansa alam sekali, pasti pemilik rumahnya rajin, gerbang rumahnya memang tak di kunci, jadi aku masuk sajalah, kan aku hanya ingin mengambil bola,tidak lebih.
Saat aku sudah sampai di teras rumah orang tersebut, aku lelah sekali, aku pun segera mengambil bola tersebut.
CKLEKK,,
Pintu rumah ini terbuka, dan menunjukan sesosok orang yang sangat aku kenal!
Aku ragu untuk menyapanya namun, malah dia duluan yang menyapaku...
"sepertinya...aku mengenalmu!"
~~T.B.C.~~
Huachh, capek banget ngetiknya! Tangan Author langsung bengkak semua, maaf ya, untuk kali ini, aku gak bales reviews nya, karena aku gak sempet buat liat...
Gmna? Udah panjang belum critanya? Tetep di reviews ya! Berhubung fict ini, gak Author edit-edit, jadi harap maklum ya! Di tunggu Reviewsnya! GOMAWO! ^^'...
