DESTINY Chapter 3

"Kyu.." gumamku saat melihat sesosok namja dengan tuxedo putih keperakan di depanku, dia tersenyum, tak jauh beda dengan Kyu yang kemarin, namun disini dia begitu tampan dan- Aish Lee Sungmin! Apa yang kau pikirkan,eoh ?

.

"Jaga adikku baik-baik." Dia tersenyum dan mengangguk, Donghae oppa memberikan tanganku pada Kyuhyun aku merasakan telapak tangannya yang memancarkan kehangatan, aku memejamkan mataku gugup, hari ini datang juga setelah 45 hari aku lewati dari perencanaan pernikahan itu.

.

Pastor mulai mengucapkan janji suci yang harus aku setujui dan mempertaruhkan atas nama diriku dan Kyuhyun di depan Tuhan. Aku merasa menjadi seorang pembual hari ini, pasalnya, aku tidak berjanji sepenuhnya di depan Tuhan tentang kejujuran hatiku dan status yang akan aku sandang ini, sampai kapanpun, dan demi apapun aku tidak akan pernah memasukan namja ini dalam hatiku.

.

"silahkan mencium pasangan kalian." Dia menyentuh pundakku, rasa merinding menyeruak dari dalam tubuhku, ini bagian yang paling ku benci dari sebuah pengucapan janji suci, sebenarnya untuk apa berciuman, mengumbar kemesraan di depan tamu undangan ? Atau mengecap satu sama lain bahwa manusia yang ada di depannya adalah mutlak milik manusia yang lainnya ? Ayolah, aku tidak mau melakukan hal bodoh dan menjijikan ini, apalagi aku belum pernah berciuman sebelum ini.

.

Dia menyingkapkan tudung yang menutupi wajahku, aku bisa melihat dengan jelas seringaian yang dia tunjukkan padaku, dia mendekatkan wajahnya kearahku, Oh Tuhan! Jangan biarkan ini terjadi! Aku memejamkan mataku saat hidungnya menubruk hidungku, tak lama dari itu bibirnya telah menyentuh bibirku 1..2.. hanya 2 detik dia menciumku, itu sebenarnya bukan ciuman namun hanya menempelkan bibir saja, apa namja ini tidak tahu bagaimana cara berciuman ?

.

===DESTINY===

.

Aku sudah merasakan pegal di kakiku, selama enam jam, aku dan Kyuhyun berdiri hanya untuk menyalami tamu undangan, dan selama itu pula aku dan dia tidak mengobrol, lagipula, siapa yang mau mengobrol dengan iblis seperti dia ?

.

"Kyuhyun-ah. Tidak apa-apakan jika malam pertamamu aku sita untuk membahas perusahaan ?" Aku menoleh saat appa mendatangi aku dan Kyuhyun.

.

"gwenchana abonim, lagi pula aku belum siap menghadapinya, dan sepertinya dia kelelahan." Cih! Apa yang dikatakannya namja iblis itu ?

.

"SUngmin-ah, tidak apa-apakan jika nanti appa menculik suami barumu ini ?" Aku memandang kearah appa dengan kesal.

"gwenchana appa, ambil saja." aku membuat senyuman ringan seakan menyetujuinya, dan hatiku berkata 'Lenyapkan saja dia dari dunia ini kalau bisa' sayangnya aku hanya bisa mengumpatnya dalam hati saja.

.

Sekiranya sudah tidak ada tamu lagi, aku duduk dan memijit tumitku ringan, sedangkan namja iblis itu menghilang entah kemana.

"nona, sepertinya anda sesak dengan gaun itu, sekiranya anda harus mengganti baju anda." Aku mendongak saat mendengar sebuah suara dari penata rias, aku mengangguk dan mengekor kemana dia akan pergi.

.

Aku telah mengganti bajuku dengan dress simple berwarna hijau muda yang aku gunakan sebelum datang kemari, "Tuan muda Kyuhyun telah menunggu di mobilnya nona, Tuan dan Nyonya Lee telah kembali dengan mobil mereka, Tuan Cho juga begitu, Tuan Muda Donghae dan kekasihnya telah meninggalkan tempat ini beberapa saat yang lalu." yeoja yang umurnya lebih tua dariku ini membungkuk memberi salam padaku, aku tersenyum dan berbalik membungkuk.

.

Aku mengedarkan pandanganku ke arah parkiran, aku tidak tahu mobilnya apa dan bagaimana pakaiannya sekarang, namun aku tersentak saat mendapatinya tengah duduk diatas kap mobil ferrari merah sporty dengan menggunakan baju warna putih bermotif garis horizontal berwarna merah dan celana jeans biru tua selutut, jangan lupa dengan kacamata hitam yang bertengger manis di hidung mancungnya.

.

"Akhirnya kau datang juga, masuk." tanpa aba-aba dia masuk kedalam mobil dan duduk dibalik kemudi, aku duduk di sebelahnya tanpa mengeluarkan sepatah katapun, lebih tepatnya aku tidak berbicara karna penampilannya yang santai, berbeda dengan Cho Kyuhyun yang selalu memakai tuxedo untuk meeting atau sekedar kunjungan kerja.

.

Dia begitu fokus dengan jalanan dan aku fokus dengan phone cell yang ada di genggamanku.

.

Fr : Spatulaaa

Chagiya! Akhirnya kau menemukan seme-mu (?) Longlast ne ?

.

Aku tersenyum samar, dia teman dekatku sewaktu aku SMA, dia sangat suka memasak, maka aku memberinya nama Spatula. Meski dalam hatiku aku tidak pernah mendoakan diriku longlast dengan si iblis itu namun nampaknya doa dari teman dekatku sangat tulus.

.

Fr : Myfishbanana

Minnie! Chukkaeyo! Mengapa kau melangkahi oppamu,eoh ?

.

Dasar Hyukki babo! Bukankah dia tahu seluk beluk dari permasalahan aku-menikah-dengan-Kyuhyun? Mengapa oppaku betah berpacaran dengan yeoja yang sedikit innocent namun banyak babonya ini?

.

Aku merasakan mobil ini berhenti, Kyuhyun mencabut kunci dari mobilnya, sudah sampai ? Cepat sekali rasanya.

"Kau mau tetap di dalam mobilku ?" Suara Kyuhyun membuyarkanku, aku membuka pintu dengan cepat dan menutupnya keras lalu berjalan menuju rumahku yang dibilang besar tidak juga, dibilang kecil ini sangat besar untuk dihuni 4 orang, ah rumahku nanggung sekali sih ukurannya ? Kyuhyun kini berada di sebelahku dengan menggendong tas ransel sedang berwarna hitam dan melepas kacamatanya, aku memijit bel, tak lama kemudian Han Ahjumma membukakan pintu dan mempersilahkan kami masuk.

.

Aku dan umma sibuk berkutat dengan bahan makanan yang ada di depan kami, meski aku masuk jurusan desain, namun prestasiku dalam bidang tata boga sangat memuaskan.

"Sungmin-ah masukan cairan aren itu kedalam wajan, tambahkan vetsin dan garam, lalu masukan tofunya." Aku hanya menuruti apa perkataan umma tentang resep ini, aku baru mempelajarinya.

"Jaga, jangan sampai tofunya rusak, dan remuk." Aku membalikannya dengan hati-hati, dan hasilnya lumayan memuaskan, "masukan kedalam piring saji dan bawa ke meja makan." Aku hanya menurut lagi, beberapa menu telah aku dan umma masak, lalu sekarang saatnya makan.

Aku membuka apron bertepatan dengan teriakan umma yang menyuruh aku memanggil appa dan si Iblis itu, baiklah, aku akan menjadi anak yang berbakti untuknya.

"Appa, Kyuhyun-ssi. Mari kita makan." Aku hanya menyembulkan kepalaku dan keluar lagi, nampaknya namja Iblis itu lebih tampan jika memakai kacamata minus seperti barusan.

Aku tercengang melihat cara Kyuhyun makan, sangat lucu dan menggemaskan.

"Kyu.. Kau suka ?" tanya umma padanya, aku hanya memakan makananku dengan pelan, "Aku sangat menyukai makanan rumahan, saat umma pergi, tujuh tahun lalu, pola makanku berubah dan menurutku makanan yang aku makan sangat tidak sehat, berhubung dengan kegiatanku yang tidak bisa menyempatkanku untuk memakan hasil masakan Ahjumma keluargaku maka aku memakan fastfood setiap kali. Dan sekarang kali pertamannya aku memakan masakan rumah setelah hampir setengah tahun aku memakan makanan cepat saji." Ya Tuhan, dia... sangat menyukai masakan rumahan ? Aku merasa tersentuh, aku tahu ibunya telah meninggal, namun aku tak tau bahwa kehidupannya sangat menyedihkan, dia meninggalkan pola makan sehat hanya karna membahagiakan ayahnya ? Sedangkan aku ? Kapan aku rela berkorban seperti itu untuk appa ? Aku sungguh menyedihkan, mengingat aku belum satupun membalas jasa appa dan umma.

"Kyuhyun, jika kau sudah beres aku menunggumu di ruang tengah, aku jenuh berada di ruang pribadiku." Kyuhyun tersenyum, mengangguk dan melanjutkan makannya dengan lahap.

"Aku telah selesai, aku izin tidur." Aku meninggalkan meja makan yang hanya ada umma, Kyuhyun dan Han ahjumma.

Aku berbaring di sebuah kasur king size yang dipenuhi kelopak bunga mawar merah, sebenarnya ini kamar siapa ? Mengapa kamarku yang imut dan unyu itu menghilang ? Aku tak salah masuk kamar kan ? Mana poster Freddie Highmore yang terpampang jelas di kamarku ?

Aku menggerutu sampai mataku benar-benar lelah dan aku tak tahu ada dimana aku sekarnag.

TBC-

Hoalah.. Akhirnya Ch3 apdet, engga kilat tapi cukup dong ya memenuhi hasrat fan-fanku? XD

untuk yang mau ngasih saran, kirim aja ke , atau mention saja saya di syahlaanahdah (saya ganti uname) . Gomawo, RnR pls...