Author : Syahlaa Nahdah Nur Alyaa/ mysya184

Cast : Lee Sungmin (Minnie,19th , P , Mahasiswa)

Cho Kyuhyun (Kyuhyun/PresDir Cho, 23th, L , Pesiden Direktur)

Lee Donghae (Donghae/ Mr. Hae, 24th L , Direktur Bag. Pemasaran)

Lee Hyukjae (Hyukkie, 19th, P, Mahasiswa)

Choi Siwon (, 23th, L, Aktor)

DLL.

Rating : K

Length : Unknow

Genre : Genderswitch, Dsb.

Warning : typo(s), incorrect spelling, dll.

Aku membuka mataku perlahan, tenggorokanku setengah kering mengingat seusai makan tadi aku tidak langsung minum, namun langsung tertidur.

Jam masih menunjukan pukul 1 malam, sebenarnya agak bergidik juga jika harus keluar dari kamarku di tengah malam seperti ini.

Aku berjalan zombie dengan keadaan mata yang setengah tertutup dikarenakan cahaya yang menyinari lorong menuju dapur yang aku lalui, aku berhenti sejenak saat melihat sosok manusia yang terlelap di sofa dengan posisi meringkuk dan kacamata minus yang masih setia bertengger di hidungnya, beginikah dia setiap hari ? Ini dia lakukan untuk membahagiakan appanya ?

Perlahan tapi pasti aku mendekatinya dan membuka kacamata minus yang dia pakai alisnya sedikit berkedut namun kembali tenang, aku melihat sosok Han ahjumma keluar dari dapur aku melambaikan tanganku padanya, dia melihatku dan mendekat kearahku.

"Ada apa nona ?" dia berbisik kearahku, mungkin dia juga tahu ada siapa dihadapanku sekarang. "Ambilkan selimut pororoku, di pintu ke dua dari kanan kabinetku." Dia mengangguk dan berlalu sedikit berlari dari hadapanku.

Aku kembali menatap wajahnya yang terlelap dengan tenang dan tanpa beban, aku sedikit melirik display iPhonenya yang menyala, dan menemukan sederet kalimat

Fr : Appa

Besok kau kesini, appa telah menyiapkan dua tiket untuk pergi ke Pattaya.

Apa maksudnya ini ? Dia mau pergi ke Pattaya setelah satu hari menikah, suami macam apa dia ? Han Ahjumma telah berada di depanku tepat saat aku menghentikan aksi memakinya.

"ini nona." Aku menerima selimut itu dan memakaikannya kepada Kyuhyun, sampai sebatas leher, lalu kembali lagi ke kamar.

===DESTINY===

Aku keluar masuk lagi ke kamar bertepatan dengan Kyuhyun keluar dari kamar mandi, dan hanya memakai handuk sebatas pinggang-lutut saja.

"eum.. Kami menunggu di ruang makan." Lalu aku kembali menutup pintu kamar, Ya Tuhan, otot perutnya begitu jelas, begitupula dada bidangnya dan pundaknya yang lurus, errr... Sungmin, apa yang kau pikirkan ?

Aku mempercepat jalanku menuju ruang makan, dan duduk di sebuah kursi disebrang kursi umma, "Sungmin-ah, apa kau tersiksa dengan semua ini ?" aku memandang appa yang tengah duduk dengan gagah di ujung meja.

"sejauh ini tidak." jawabku santai, aku mendengar helaan nafas umma "aku tahu dari awal kau menolak perjodohan ini, kaupun pernah meminta Kyuhyun untuk membatalkannya, aku minta padamu agar tetap mendampingi Kyuhyun sampai aku tidak ada di dunia ini, dan aku berharap kalau aku telah berbaring tenang nanti kau masih berada disampingnya, bahkan kau bisa mencintainya" Aku diam, tidak bisa berjanji dengan begitu saja.

"Selamat pagi Appa, Umma." dia duduk disebelahku dengan kaos V neck abu-abu misty dan pants putih "kalian janjian ?" Aku mengerutkan keningku bingun, apa maksud umma ?

"Baju kalian." Aku memandang bajuku, My Gosh! Aku tidak sadar bahwa aku memakai sweater abu-abu dan tu-tu berwarna putih.

Aku pura-pura melanjutkan makan lagi, padahal fikiranku masih berfikir mengapa bajuku bisa sama dengannya ?

===DESTINY===

Aku melangkahkan kakiku masuk kedalam hotel kelolaan appa dari Kyuhyun, aku menghela nafas menghilangkan gugup dan membuang sedikit stressku tentang baju yang sama ini.

"Ayo masuk." aku mengekornya masuk kedalam ruangan appanya, ruang yang terletak di lantai satu berdinding wallpaper dan berlantai marmer putih yang mengesankan luas. Aku melihat sesosok namja berumur di ujung ruangan tengah mengembangkan senyumnya.

"Ini." Aku terbelalak kaget saat melihat dua tiket menuju Pattaya, maksudnya dia akan benar-benar meninggalkanku begitu ?

"Bersenang-senanglah disana, jaga Sungmin-mu ne ?" eh ? Sungminnya ? Sejak kapan aku menjadi miliknya ? Aku milik diriku sendiri dan tiket itu untukku ? Aku masih terdiam bingung dalam sebuah kebisuan dunia (?)

AUTHOR POV

"Cepatlah membereskan barang kalian agar lebih cepat sampai ke sana." SUngmin masih terdiam, antara benci dan senang dia terdiam.

"Kau tidak suka, eoh ?" Sungmin mendongakan wajahnya kearah Kyuhyun yang telah memegang dua tiket itu, "aniya, aku menyukainya." Sungmin masih terdiam, tidak ada yang dapat dia bicarakan lagi dan tidak ada satupun yang bisa membaca fikirannya.

"Annyeong haseyo Tuan Muda Cho." beberapa manusia dengan baju pilot, co-pilot dan pramugari membungkukan badannya kearah Kyuhyun, "semua telah siap, mari saya antar." laki-laki berbaju co-pilot itu menuntun Kyuhyun dan Sungmin masuk kedalam pesawat yang sebenarnya tak jarang Kyuhyun menggunakannya, pesawat pribadi perusahaan dan keluarganya ini jarang dipakai oleh ayahnya, dan sangat sering dipakai olehnya.

"kau duduk disini." Kyuhyun menepuk sofa ukuran sedang yang berada di tengah badan pesawat "Wae ?" Kyuhyun mengisyaratkan duduk disana saja "bisa-bisa kau stress jika duduk di kursi santai dekat jendela, kau takut terbang kan ? Kau takut penerbangan kan ?" Kyuhyun mengambil duduk di sebuah kursi santai dekat jendela dan memandang keluar tanpa menghiraukan ekspresi Sungmin yang bertanya-tanya dan di komplikasikan dengan ketakutan.

"Selamat siang tuan muda, ada yang anda akan pesan dalam perjalanan ini?" sesosok gadis dengan rambut pirang sebahu membuyarkan pandangan Kyuhyun "Ah, aku hanya ingin sunkist cream saja Luna-ssi." Pramugari bernama Luna itu mengangguk dan menghampiri Sungmin "nona Cho, anda mau memesan apa ?" seakan tahu dengan suara itu Sungmin menoleh cepat dari display tabletnya.

"ya! Neorang, Luna aniya ?" Luna hanya menunduk "ne, nona cho." Luna terkikik pelan dan memandang Sungmin polos "berapa lama kita tidak bertemu, eoh ? Neo jinjja! Setelah jadi pramugari melupakanku." Sungmin mengguncang-guncang bahu Luna gemas, teman dekatnya yang mengambil sekolah penerbangan selepas Junior High School ini telah menghilang selama sekitar empat tahun dari jarak pandangnya.

"aniya, aku baru setahun ini jadi pramugari, sebelumnya aku tinggal di asrama penerbangan, mempelajari penerbangan dan bagaimana cara mengantisipasi ketakutan penerbangan." Luna terus mengoceh dan mengobrol dengan Sungmin tentang bagaimana kehidupan Junior High Schoolnya selama hampir 2 jam, dan setelah itu Sungmin tertidur.

"Semua beres tuan muda, nona tidak akan takut lagi penerbangan, take off saja dia tidak sadar tadi." Kyuhyun memberikan jempolnya kepada Luna, "gomawo Luna-ssi. Kau telah memberitahuku bahwa dia takut penerbangan dan telah membantuku agar dia tidak sadar tentang take off tadi." Luna hanya tersenyum, sebenarnya Luna adalah salah satu pramugari maskapai penerbangan lokal, dan Kyuhyun menyewanya untuk menemani Sungmin, dan tidak menyadarkan Sungmin tentang penerbangan.

"Sungmin-ssi." Gadis dengan baju gaya New Wave itu membuka matanya sedikit demi sedikit, blouse oranye dengan dalaman you can see kuning sebatas paha itu menambahkan kesan ceria pada diri Sungmin.

"sudah sampai, eoh ?" Kyuhyun mengangguk sambil menyeret koper 'mereka', Alasan Kyuhyun menyimpan barangnya di koper Sungmin adalah, dia tidak membawa barang banyak.

Mereka terus berjalan sampai pintu depan airport dan disambut oleh sebuah limousins hitam yang akan mengantar mereka ke hotel, sepanjang jalan menuju hotel Sungmin tertidur kembali, sedangkan Kyuhyun hanya mendengarkan lagu dari mp4nya, tanpa memperdulikan Sungmin yang terlelap dengan imutnya, menjelajah alam mimpi.

Sesampainya di hotel, Sungmin berjlan dibelakang Kyuhyun sambil mengucek matanya yang masih mengantuk "Sungmin-ssi ?" Sungmin berhenti mengucek matanya "ne ?" Kyuhyun bersyukur Sungmin masih connect, "sawadeekab~ Hello, I'm Cho Kyuhyun from Cho Resort and Hotel, my father told me, he has booking a room here, can I check in today ?" Sungmin membuka matanya lebar "a room ?" Kyuhyun mengangguk dengan polosnya "Andwae~ Miss, can I get one more room ?" Resepsionist itu mencari data dalam komputer tentang kamar yang kosong "Yes, you can get one, room 137 mr. Cho, and room 126 for Ms. Cho." Sungmin menarik ujung bibirnya kesal "I'm Ms. Lee not Ms. Cho" Sungmin berbalik dan mulai melangkahkan kaki, namun tak lama kemudian kembali lagi "I think I can sleep with this stupid man Miss, thank for service." Sungmin meletakkan kembali kunci kamarnya di meja resepsionis.

"Waeyo ?" tanya Kyuhyun yang bingung dengan sikap Sungmin, yang selalu tidak dapat ditebak dan mendadak, "aniya, tidak masalahkan kita tidur sekamar?" ucap Sungmin dengan nada datar.

"Sungmin-ah, sudah lama kita tidak bertemu." GLEK! Sungmin terdiam dan menghentikan langkahnya saat melihat sorang namja dengan tubuh jangkung dan berwibawa di depannya, sedangkan Kyuhyun melihat ke arah namja itu dengan pandangan bertanya.

"ne, sudah lama tidak bertemu Siwon-ssi. Maaf aku sedang sibuk, Kyu, Kajja." Kyuhyun tersadar dari lamunannya dan mengekor dibelakang Sungmin.

"hell." umpat Sungmin, dan Kyuhyun segera memandang yeoja yang lebih pendek di sebelahnya ini. "Siapa dia ?" tanya Kyuhyun, Sungmin mendelik kesal kearah Kyuhyun "apa perlu aku membaginya denganmu ? Aku rasa tidak." Kyuhyun menghela nafasnya , mengembalikan kepribadian gadis yang telah hilang ini sangat sulit menurutnya, padahal sebelum kejadian naas yang menimpa gadis ini, Sungmin adalah seseorang yang ceria,open dan sangat baik hati, bukan Sungmin yang judes,ketus dan menyebalkan.

"padahal kau dulu tidak begini Min." bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri, sedangkan Sungmin acuh memainkan phone cellnya tanpa mau mengalihkan pandangannya kearah Kyuhyun.

TING!

Pintu lift terbuka tepat di lantai 7, mereka berdua berjalan beriringan meski keduanya larut dalam fikiran masing-masing, saling acuh satu sama lain.

"jam berapa ini ?" Kyuhyun melirik Sungmin yang terduduk di tempat tidur dari sofa yang berada di samping pintu "5 sore." jawab Kyuhyun dan melanjutkan niatnya untuk menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin, sedangkan Sungmin merengut kesal melihat Kyuhyun yang masih fokus pada Laptopnya.

"bukannya mengajak jalan-jalan malah mengurusi pekerjaan" umpat Sungmin, hey Lee Sungmin! Kau sangat ingin dia perhatikan, eoh ?

"Aku mandi dulu." Sungmin berjalan dengan langkah yang dihentak-hentakkan menjauhi Kyuhyun dan menghilang dibalik kamar mandi, "yeoja itu kenapa ? Aku memperhatikannya marah, tidak diperhatikan marah juga." Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya dan fokus terhadap lapyop yang ada di hadapannya.

===DESTINY===

"Sungmin-ah~ cepatlah, sebentar lagi jam makan malam." Kyuhyun mengetuk pintu kamar mandi sedari tadi Sungmin belum keluar dari kamar mandi.

CKLEK

Pintu kamar mandi terbuka dan muncullah sosok Sungmin dengan balutan evening wear berwarna merah keunguan, Kyuhyun hanya memandangnya sekilas dan mengambil bajunya lalu masuk ke kamar mandi.

"kajja, kita ke resto." Kyuhyun berjalan didepan Sungmin yang sibuk dengan phone cellnya (lagi) tak sengaja mereka berpapasan dengan Siwon yang tengah sibuk dengan telpon yang masuk, dengan seger a Sungmin mensejajarkan langkahnya dengan Kyuhyun, dan setelah Siwon menghilang dibalik tikungan dia memperlambat jalannya lagi.

===DESTINY===

"Kau mau kemana ?" tanya Kyuhyun yang melihat Sungmin akan keluar lagi dengan baju tidurnya.

"mencari udara segar." ujar Sungmin tanpa menoleh sedikitpun, Kyuhyun hanya menggeleng melihat kelakuan istrinya itu.

"jika saja dia tidak fokus dengan pekerjaannya aku pasti masih didalam ruangan itu." Sungmin terus mengumpat sepanjang jalan menuju keluar, dia tidak menyadari apa yang baru saja dia umpatkan dan dia ucapkan tentang suami barunya itu.

"sendirian Sungmin-ssi ?" suara itu, Sungmin memutuskan terus berjalan tanpa menoleh sedikitpun, "Mau kemana nona ?" Sungmin menahan nafasnya saat laki-laki itu menggenggam pergelangan tangannya, dia berusaha kuat menahan amarah yang sebentar lagi mungkin akan meledak.

"bukan urusanmu." Ucap Sungmin, mempertahankan aksi diamnya dan tanpa berbalik secentipun, "Kau banyak berubah min." Sungmin mendecih pelan saat mendengar suara itu, ingin rasanya dia membunuh namja yang ada di belakangnya saat ini "aku atau kau yang berubah ?" Sungmin menggeram, laki-laki itu benar-benar membuat emosinya naik.

"Hey! Aku sudah lelah, bersandiwara di depanmu, aku akan kembali ke Korea besok." Sungmin memutar bola matanya sebal "peduli apa aku ?" Sungmin memasukan sebelah tangan bebasnya kedalam saku jaketnya "kau masih menjadi nomor satu Min, kau masih jadi yang pertama disini." Siwon menunjuk dada kirinya, sedangkan Sungmin yang telah memiliki dendam kesumat pada namja ini hanya hanya terdiam dan memasang muka datar.

Dengan sekali tarik Sungmin hampir terjatuh kedalam pelukan Siwon, namun Sungmin mendorong tubuh Siwon kuat dan dirinya hilang keseimbangan lalu terjatuh kedalam kolam renang yang ada di belakangnya.

"Sungmin-ah!" Sungmin berhasil ditarik keluar dari kolam renang, bukannya Sungmin tidak bisa berenang, namun kedalaman kolam renang dan shock a whilenya membuat dirinya kaku.

"Sungmin-ah gwenchana ?" Namja dengan sporty stylenya yang basah itu menyadarkan Sungmin dengan menepuk-nepuk pipinya, Sungmin terbatuk-batuk dan membuka matanya perlahan, saat retina matanya menangkanp sesosok bayangan yang ada di depannya, dia langsung menangis dan memeluk namja itu.

"uljima, naega itchana." Sungmin masih menangis dan menenggelamkan wajahnya di dada namja yang author yakini bernama Cho Kyuhyun. "Untuk apa kau datang kesini tuan cho ?" Siwon memandang Kyuhyun dengan pandangan meremehkan.

"hanya mengecek keberadaan istriku saja. Terima kasih telah mengajaknya bicara dan memaksanya memelukmu." Kyuhyun mengangkat badan Sungmin dengan bridal style, sedangkan Sungmin hanya mengangis sambil memluk leher Kyuhyun.

"segera ganti baju, kau bisa sakit jika terus memakai baju basah seperti ini." Kyuhyun mendudukan Sungmin di sofa dan menyuruhnya mengganti baju, sedangkan Kyuhyun mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

Setelah Sungmin keluar dari kamar mandi, Kyuhyun masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti bajunya, dan sesaat kemudian keluar dari kamar mandi, langsung menghampiri Sungmin yang masih memandang kosong di ujung tempat tidur.

"minum obat dan istirahatlah, aku bisa tidur di sofa." Sungmin meneteskan kembali air matanya tanpa isakan "gomawo." ucapnya lirih, Kyuhyun melirik gadis yang masih belum berpindah tempat ini.

"sudahlah, istirahat." Kyuhyun menarik tangan Sungmin dengan lembut dan menuruhnya berbaring di tempat tidur yang sekiranya cukup untuk tiga orang, lalu menyelimutinya.

"Gomawo kau telah datang dalam waktu yang tepat." Kyuhyun tersenyum samar, dengan gerakan cepatSungmin bangun dan memeluk Kyuhyun lagi, menenggelamkan wajahnya, seakan-akan meminta Kyuhyun untuk tetap disana menemaninya.

Saat isakan Sungmin menghilang, Kyuhyun membaringkan badan Sungmin yang agak panas itu di tempat tidur dan dia tidur di sebelah Sungmin.

END/TBC

Bwahahahahaha~, okey gue apdet kilat kali ini, dan Gomawo buat yang udah review dari part satu ampe tiga. Kalo mau nyapa author dan bingung harus nyapa apa, author perkenalkan nama Author Syahlaa Nahdah Nur Alyaa, 97line, Yesung biased, ELF , suka JJ Project juga -_-"

Kalo ada yang mau nanya dan males login di ffn bisa nanya di twitter saya di [at] syahlaanahdah. Makasih *deep bow*