DIFFICULT TO BE A LEADER
Summary : Leader? Sebuah posisi penting yang bisa memimpin dan bijaksana dalam berbagai keputusan. di kagumi dan di hormati oleh bawahannya. Tapi Benarkan mengasyikan menjadi seorang Leader? Apa saja beban yang di tanggung oleh Leader tersebut?
Cast : All Member Super Junior
Rated : T (maybe)
Genre : Family, Brothership, Hurt
Warn : Gaje, Typo (s), Alur complicated, Boring
~DLDR~
Annyeong~!^^
Jeongmal Gomawo buat yang uda Ripiu yaa.., Gak nyangka ada yang mau jug abaca and ripiu fict ini.. Hye Senang sekalii… Hehehe =')
Jeongmal Mianhae di Ch 1, cerita sungguh hancur dan banyak sekali kesalahan. Mianhae.. T_T
Mianhae juga Updetnya lama. Karena ini adalah Fict paling pertama kali yang Hye buat dulu, dan belum tau apa-apa. Dan sekarang pas Hye baca ulang, cerita sedikit berputar dan membingungkan Hye sendiri.. Haha
Sebenernya ini fict mau aku discontinued tapi karen ada yang readerdeul yang berharap lanjut Jadilah ini fict Hye rombak ulang mulai chap 2 ini…^^~
Ottelah.., Silahkan saja di baca..
Enjoy Reading~!^^
ÐTŁ
Leeteuk POV
Setelah menemui Eomma. Hatiku sedikit bergejolak lagi. Eomma ku harus menjalankan operasi lever dan sepertinya keadaannya tambah buruk. Belum lagi aku melihat sebuah majalah yang bercover Skandal Super Junior saat melewati penjual majalah. Semua masalah bersatu dalam fikiranku. Aku ingin berteriak saat ini. Tapi aku urungkan niatku, tidak mungkin aku berteriak di tengah kerumunan orang dan esok pagi akan muncul berita Leader Super Junior berteriak sendiri di tengah jalan. Itu benar-benar tidak lucu dan akan menambah masalah yang sudah banyak ini.
Aku berniat untuk mengadakan konfrensi pers dan menyuruh manager kami untuk menarik semua berita fake itu dari publik. Itu pula yang di fikirkan oleh manager kami. Tapi satu masalah bagaimana cara membuktikan bahwa berita itu fake. Mereka menginginkan bukti yang real bukan hanya perkataan yang bisa di buat itu.
Tambah lagi 1 fikiran dalam otakku, bukti apa?
"haaahhh" aku mengambil nafas panjang dan membuangnya keras. Aku kembali ke mobil dan berniat pulang ke dorm. 'Ini tidak seperti hari libur untukku, ini liburan terburuk' batinku.
Belum ada satu masalah pun yang terselesaikan, aku teringat akan masalah lain yaitu Sungmin.
Aku ingat akan perkataan Kyuhyun tadi. Aku menelfon Kyuhyun dan menanyakan apa Sungmin sudah pulang dan ia bilang belum. Itu membuatku tambah cemas memikirkan apa yang terjadi pada anak itu.
Aku mengotak ngatik iphoneku dan menekan nomor Sungmin. 2 detik.. 5 detik.. 10 detik.. 20 detik.. tidak ada jawaban hingga munculah suara dari sebrang.
" Ne Hyung, Waeyo?" tanyanya dengan nada sedikit berhati-hati dan menahan sesuatu. Aku terdiam sejenak.
"Kau dimana minnie-ah?"tanyaku bersikap seperti biasa
"Aku.. aku di jalan Hyung. Sebentar lagi sampai di dorm. Waeyo?" jawabnya sedikit gugup 'kenapa dia gugup?' batinku
"oh oke. Ada yang ingin ku bicarakan nanti." Jelasku
"ne.. kita bertemu di dorm" katanya langsung memutus telfonku.
Akupun langsung mengarahkan mobilku ke dorm agar Sungmin tidak mendahului sampai di dorm.
Leeteuk POV End
Saat Leeteuk sampai di dorm ternyata dorm sudah terlihat hidup dan begitu ramai. Kyuhyun yang masih teriak-teriak sendiri menghadapi gamenya. Yesung dan Eunhyuk yang tengah mengadu kkoming dan choco. Ryeowook yang tengah sibuk di dapur menyiapkan makan malam. Donghae yang sedang senyum-senyum sendiri menatap ponselnya. 'di sini benar-benar banyak orang aneh' batin Leeteuk. (sabar bang)
"Hyung, kau sudah pulang?" sapa Ryeowook ketika Leeteuk mengambil segelas air.
"ne, malam ini kita makan apa wookie-ah?" tanya Leeteuk sambil menenggak airnya.
"aku masak jjangmyeon juga ada bibimbab" senyum wookie puas
"emmm.. mana minnie?" tanya Leeteuk yang masih belum menemukan sosok sungmin
"Aku tidak melihat sungmin hyung daritadi siang. Kyuhyun bilang ia pergi." Jelas ryeowook dengan mengacung-acungkan spatulanya dan kembali memasak.
'ternyata dia belum sampai.' Batin Leeteuk dan mulai melangkah mendekati donghae
"hey Hyung.." sapa Donghae yang sadar keberadaan Leeteuk
"Kenapa senyum-senyum begitu?"tanya Leeteuk melihat donghae masih saja senyum-senyum
"ah.. ani.. haha.. lihat ini.." jawab donghae menunjukan layar iphone nya.
Leeteuk melihat itu acc twitter donghae dan berbagai mentionan dari para elfishy.
"Jadi kau senyum-senyum karena ini?" tanya Leeteuk geleng-geleng dongsaengnya senyum hanya karena twitter
"yak hyung. Lihat begitu banyak elfishy yang mau menikah denganku. Mereka mention aku dengan bahasa-bahasa planet yang tak ku mengerti" donghae geer sambil membusungkan dadanya.
"aissh ikan kembung, bukan hanya kau. Semua member juga begitu.." kata kyuhyun yang menatap lurus ke arah laptopnya.
"yak! Kau tidak usah ikut berkomentar, dan jangan panggil aku begitu.." jawab donghae kesal.
Akhirnya sosok yang Leeteuk tunggu muncul juga. Sungmin baru saja masuk ke dalam dorm. Ia terlihat lelap dan kaosnya yang basah oleh keringat.
"Yak hyung! Kemana saja kau? Tega meninggalkanku sendirian.." keluh Kyuhyun yang sadar couplenya baru saja tiba
"haha, mianhae.." Sungmin menghampiri Kyuhyun dan mengacak-acak rambutnya pelan
"Aisshh.. jangan mengacak-acak rambutku yang keren ini." Kata kyuhyun sambil menepis pelan tangan sungmin
"Keren apanya? Berantakan iya.." celetuk donghae yang masih kesal dengan kejadian tadi
"yak, ikan kembung!" balas kyuhyun
"ahh.. kalian ini berisik sekali" Yesung muncul tiba-tiba
"ah, minnie ah aku baru melihatmu.." tambah Yesung lagi
"ah ne hyung.. aku mau mandi dulu.." jawab sungmin dan beranjak menuju kamar mandi
Yesung lalu menatap Leeteuk dengan tatapan seakan bertanya 'ada apa dengannya?' dan leeteuk hanya bisa mengangkat bahunya.
ÐTŁ
Sungmin POV
Makan malam ini seperti makan malam sebelumnya. Berisik dan penuh celetukan dari kyuhyun dan donghae yang masih bersitegang hanya karena twitter. Sedangkan aku dan yang lainnya hanya tertawa dengan tingkah laku mereka.
Makan malam selesai. Setelah mencuci piring kami masing-masing kami mulai larut dalam kegiatan kami masing-masing dan tiba-tiba Leeteuk mengajakku ke balkon.
"ada apa hyung?" tanyaku membuka pembicaraan
"ehm, tidak ada apa-apa. Hanya aku rasa kita sudah lama tidak mengobrol." Kata teuki hyung
"ahh.. ne.. Kau tidak sedang dalam masalah kan hyung?" aku memberanikan diri bertanya padanya karena ku lihat dari kemarin teuki hyung terlihat sangat lelah dan sedih..
"anii.."katanya sambil tersenyum lembut
"lalu kenapa kau terlihat sedih?" tanyaku lagi. Ia terlihat sedikit terkejut dan menatapku
"benarkah begitu? Aku tidak apa-apa.." jawabnya sambil menunjukan muka innocentnya
"hahaha.. syukurlah." Jawabku sambil tertawa melihat tampangnya.
" kau sendiri?" tanya teukie hyung yang membuatku sedikit kaget
"ah.. aku? Aku juga baik baik saja." Jawabku sedikit gugup
"minnie-ah, dulu aku pernah bilang bahwa kalian bisa mencurahkan apapun yang kalian rasakan padaku kan? Karena aku adalah leader kalian dan biarkan aku tiang penyangga buat kalian." Jelasnya dengan lembut
Kata-kata teukie hyung benar-benar menyentuhku. Aku hampir meneteskan air mataku. Aku ingin berteriak padanya tapi aku takut alasanku begini hanya karena ucapan orang yang sudah biasa terdengar.
Aku hanya menunduk, tak berani melihat wajah teuki hyung sekarang ini.
"Minnie-ah.."panggil teukie hyung. Aku hanya bisa menggigit bagian bawah bibirmu tak mampu berkata apapun.
"Sungmin Hyunnggg…." Teriak Kyuhyun tiba-tiba dari dalam. Suaranya menyelamatkanku. Kehadirannya benar-benar menyelamatkanku dari teuki hyung. Kyuhyun langsung menarikku ke dalam untuk membantunya mencari kaset games terbarunya yang katanya menghilang.
"woi kyuhyun-ah! Aku sedang berbicara dengan sungmin!" bentak Teuki hyung melihat kyuhyun langsung menarikku.
"ya ampun hyung, ini lebih penting… ini menyangkut nyawaku.. Kau tidak mau kan maknae mu ini sakit?" jawab Kyuhyun dengan muka puppy eyesnya.
"aissh, tidak ada yang mati gara-gara kaset games." Sergapnya
"ada.. itu aku!" jawab kyuhyun yang tetap menarikku ke kamar. 'maafkan aku hyung, aku akan menceritakannya pada mu kalau aku sudah tenang hyung' batinku yang merasa bersalah pada teukie hyung.
Sungmin POV End
Ini adalah hari terakhir liburan. Ini waktu terakhir mereka untuk bersantai-santai.
Setelah sarapan semua member kembali melakukan aktifitasnya.
Leeteuk keluar dari kamarnya dan mendapati dongsaengdeulnya sedang santai menonton tv tanpa kyuhyun yang langsung kabur ke toko games untuk membeli kaset yang tak di temukan setelah semalaman dengan histeris mencarinya..
Leeteuk berniat untuk melanjutkan pembicaraannya dengan sungmin. Leeteuk duduk di sofa dan mencari sosok sungmin di antara orang-orang yang mengacuhkan kehadirannya itu.
"mana sungmin?" tanya Leeteuk pada Yesung yang duduk di sebelahnya.
"molla.. aku tidak melihatnya dari pagi hyung." Jawab yesung sambil memainkan kkomming dalam pelukannya.
"kemana dia? Apa ia pergi bersama kyuhyun?"tanya Leeteuk lagi
"tidak hyung, sungmin pergi sebelum kyuhyun pergi. Sepertinya ada yang aneh dengannya hyung" giliran yesung yang bertanya pada Leeteuk
"ne, makanya aku ingin berbicara dengannya. Kemarin saat aku mengajaknya berbicara, kyuhyun datang dan menarik sungmin untuk menemaninya mencari kaset. Haaah" cerita Leeteuk mendesah kesal
"ne, dia terlihat lebih diam dari biasanya." Ucap Yesung lagi
Saat Leeteuk dan Yesung sedang asyik mengobrolkan sungmin, tiba-tiba Eunhyuk berteriak kesal melihat berita di tv.
"Kenapa hyung?" tanya Ryeowook kebingungan saat kembali dari dapur.
"Lihat itu. Mereka menggosipkan ku tidak becus dalam dance. Mereka bilang danceku dan shindong terlihat kaku, apa-apaan itu? Aku yang dance machine ini di bilang gitu." Cerocos Eunhyuk panjang lebar dengan berapi-api. Donghae yang di sebelahnya hanya bisa menenangkannya dan mengelus punggung Eunhyuk untuk sabar.
Melihat berita itu, Leeteuk tersadar akan tugas yang di berikan oleh sang big boss terhormat mereka. Ia sempat lupa dengan masalahnya itu karena memikirkan Sungmin. Leeteuk mendesah lumayan keras.
"tenang hyung, itu hanya gosip. Mereka suka membuat sensasi sendiri" kata Yesung yang sepertinya sadar Leeteuk mendesah setelah melihat berita itu. Leeteuk hanya membalas perkataan Yesung dengan senyuman kecil.
Setelah beberapa saat, Leeteuk memutuskan untuk ke rumah sakit melihat keadaan omma nya. Sampai sekarang ia belum cerita tentang keadaan omma nya yang telah menjadi omma anggota SJ yang lain. Ia tidak mau merusak liburan anak-anak SJ dan cemas akan ommaanya itu. Ia bilang pada Yesung ingin ke suatu tempat dan menyuruhnya untuk menelfonya jika terjadi sesuatu di dorm.
Leeteuk POV
Aku melajukan mobilku menuju rumah sakit. 15 menit kemudian aku sampai di rumah sakit. Dengan penyamaran yang sempurna aku melangkahkan kaki memasuki rumah sakit menuju ruang rawat omma ku.
Aku senang melihat ommaa ku tersenyum saat melihat kedatanganku.
"Annyeong eommaa, bagaimana keadaanmu?" tanya ku sambil mengecup pipinya
"aku baik-baik saja. Kenapa kau rajin sekali kemari eoh?" tanyanya
"Mwo? eommaa aku anakmu, tentu aku sering kemari. Apa omma tidak suka melihatku?" kataku mencibir
"haha, anii.. bukan gitu. Bagaimana kerjaanmu?" tanyanya sambil tertawa kecil
"mm baik. Kami di berikan waktu 3 hari untuk libur. Makanya aku bisa ke sini tiap hari." Ucapku agak manja
"ne., kemana yang lainnya?" tanya ommaa menanyakan member yang lainnya
"ahh.. Mereka sangat lelah ommaa, jadi aku belum memberi tahu mereka mengenai keadaan ommaa. Aku tidak mau mereka khawatir." Jelasku
"ne, baguslah. eomma juga tak mau membuat mereka khawatir." Jawabnya sambil tersenyum lembut
"kau sendiri juga tak perlu khawatir padaku. Aku tak apa-apa. Fokus pada kerjaanmu, jangan pernah mengecawakan mereka dan semua fans mu,." Lanjutnya lagi dan sontak membuatku ingin berteriak dan menceritakan semua pada ommaa ku, tapi aku tak tega jika aku menceritakannya, ia pasti akan kepikiran tentang masalahku.
"Jung Soo – ah" panggil omma ku yang sadar aku sedikit terbengong
"ne? iya siap ommaa.. kau juga harus cepat sembuh dan memberikan dukungan mu yang penuh untuk anakmu yang tampan ini." Jawabku sambil tertawa kecil dan ommaa pun ikut tertawa. Aku ingin selalu melihatnya tertawa seperti ini. 'Tuhan, tolong jaga semua orang yang ku sayangi. Jaga ommaa dan keluarga ku, juga jaga semua member SJ baik yang berada bersama ku sekarang maupun yang tidak'
Hari sudah mulai malam. Aku hendak kembali ke dorm tetapi ada tempat yang ingin ku kunjungi.
Dan di sinilah aku akhirnya. Tempat latihan kami. Entah kenapa hari ini aku ingin ke tempat ini. Aku melangkah masuk dan teringat semua kenangan ku selama menjadi anggota sekaligus leader Super Junior. 'Sudah lama juga' batinku. Aku terhenti di depan pintu ruang latihan dance. Lampu ruangan menyala.
"Apakah ada yang latihan malam-malam gini? Apa mungkin Eunhyuk?" gumamku mengingat Eunhyuk yang tadi begitu kesal kemampuan dancenya di ragukan.
Akupun bergerak ke samping ruangan hendak melihat ke dalam melalui jendela, karena jika benar ada yang latihan aku tak mau mengagetkannya tiba-tiba masuk begitu saja.
Aku terkejut dengan apa yang ku lihat saat ini. Aku berdiri di salah jendela menghadap ke dalam ruangan. Aku melihat seorang namja yang sangat tidak asing bagiku sedang latihan, ia terlihat begitu lelah dan … menangis..
Itu Sungmin bukan Eunhyuk. Sungguh hal yang membuatku terkejut. Sungmin tidak latihan dance sampai seperti itu. Keringatnya sudah keluar begitu banyak dan dengan kaki yang terlihat sangat menyakitkan itu ia mulai lagi lagi lagi. 'Sebenarnya ada apa dengannya? Kenapa dia sampai begitu?' kataku kecil melihat sedih ke arah salah satu dongsaengku itu.
Leeteuk POV End
ÐTŁ
Sungmin POV
"harus lagi.. Ini belum apa-apa. Harus lebih lagi" kata Sungmin pada dirinya sendiri ketika tubuhnya sudah menolak untuk menari lagi. Semua badanku serasa sakit terutama kakiku yang sudah mati rasa. Dari pagi setelah sarapan aku langsung ke tempat ini. Lagi-lagi mimpi itu mengingatkan ku pada persepsi orang yang membuatku patah semangat. Belum lagi saat perjalanan kemari aku melihat berita yang membuatku bergidik. Lee Sungmin Super Junior tidak punya kemampuan apapun. Hal itu tanpa sadar membuat cairan bening yang terasa hangat mengalir deras di pipiku.
Aku sekuat tenaga aku mulai melakukan dance itu lagi dan lagi. Aku tidak ingin orang melihatku seperti itu, aku ingin membuktikan pada mereka. Kaki ku sudah tak bisa berkompromi lagi. Aku terjatuh. Aku berusaha mengatur nafasku yang sedang memburu ini. Kaki ku begitu sakit sekarang. Setelah bisa mengatur nafasku aku berniat berdiri lagi.
Aku berdiri dan aku sangat terkejut dengan sosok yang ku lihat dari balik jendela di depanku. Ia melihatku dengan tatapan sedih, marah, atau apa aku tak mengerti. Itu Leeteuk hyung. 'sejak kapan ia di situ' batinku. Aku hanya mematung melihatnya.
"aiishh.. ah hyung sakiit…" aku meringis kesakitan saat Leeteuk hyung mengobati kakiku dan mengompres pergelangan kaki ku yang terlihat membengkak. Ia menatapku dengan tatapan marah. Aku takut melihatnya sekarang.
"Ada apa?" tanyanya dengan nada tegas
Aku hanya menunduk. Aku takut padanya, aku tak tau harus mengatakan apa padanya. Tiba-tiba ia memelukku dengan lembut dan mengelus-elus punggungku. Akupun sudah tak bisa membendungnya dan tumpahlah semua tangisanku di depan leeteuk hyung. Ia memberikanku sebotol air setelah aku sedikit tenang.
"Minnie-ah, ada apa sebenarnya?" tanyanya lagi lebih lembut.
"a..anii hyung.. aku.. hiks.. aku.." jawabku yang masih terisak.
"ne.. ne.. sudahlah ada aku di sini." Katanya sambil merangkulku. Kata-katanya barusan membuatku sedikit tenang.
"Apa benar aku tidak bisa apa-apa hyung?" tanyaku kemudian
"mwo? Maksudmu?" tanyanya terlihat bingung
"Semuanya bilang aku tak bisa apa-apa. Fans bilang aku hanya terlihat manis dan imut dan tidak punya kemampuan apapun. Suaraku tidak sebagus sura yesung hyung, wookie dan hyunnie. Dance ku juga terlihat sempurna dan kaku. Hanya keberuntungan aku bisa bergabung dengan kalian sebagai Super Junior." Jelasku panjang lebar.
Leeteuk hyung masih terdiam dan menungguku untuk bercerita lagi. Tapi aku sudah kehabisan kata-kata dan hanya diam menunduk.
"Menurutmu?"tanyanya kemudian
"Mwo?" tanyaku mendengar pertanyaan Teukie hyung yang membuatku bingung.
"Menurutmu apa kau layak bergabung dengan kami?" katanya tegas dan terdengar sedikit tajam.
Aku terdiam sebentar lalu aku mengangguk. "Ya. Aku tau aku tidak memiliki kelebihan yang menonjol tapi aku ingin layak bergabung dengan SJ. Walaupun aku tidak layak, aku akan berusaha untuk menjadi layak dan membuktikan nya pada kalian" kataku tanpa sadar
"Bagus, lalu masalahnya sekarang?" Ucap teukie hyung lagi sambil tersenyum lembut
"mwo? Maksud hyung?" tanyaku sedikit ragu
"Minnie-ah.. tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Kau memang tidak menonjol dalam suara dan dance mu, tapi buktinya kau sanggup mengikuti kami kan, itu artinya kamu mampu menjadi SJ. Begitu pula dengan ku, aku tidak seperti KRY yang memiliki suara khas, ataupun eunhyuk dan shindong yang jago dance. Tapi aku tau aku memiliki kelebihan yaitu menyatukan kalian semua. Menyatukan antara suara emas yang kita miliki dan dance machine. Menyatukan semua untuk menjadi satu dan sinkron. Begitupun denganmu. Kau memiliki kemampuan yang lebih dari orang biasa. Kau bisa menyanyi dan menari, Kau juga cepat menangkap apa yang di perintahkan. Dan terpenting caramu memperlakukan SJ. Sikapmu yang lembut dan penyayang itu yang membuatmu spesial di mata kami. Saat semua lelah dan mulai muncul pertengkaran dan aku juga terbawa emosi kau yang sanggup melerai pertengkaran kami dengan lembut." Jelas Leeteuk hyung dengan lembut.
Mendengar semua kata-katanya aku tak mampu membendung air mataku lagi. Aku menangis lagi. Benar yang di katakan Leeteuk Hyung. Tak peduli apapun yang di katakan orang.
"Yang penting kau adalah Lee Sungmin Super Junior dan selamanya adalah Super Junior, Kami semua menyanyangimu tak peduli apapun kata orang di luar sana." Kata Teukie hyung lagi lalu tersenyum lembut padaku..
"Tetaplah jadi Lee Sungmin yang kami kenal."
Sungmin POV End
ÐTŁ
Setelah acara curhatan sungmin kepada Leeteuk. Mereka memutuskan untuk pulang ke dorm. Leeteuk menyetir dan Sungmin di sebelahnya tertidur karena terlalu lelah menangis.
Leeteuk bernafas lega. Satu masalahnya selesai. Sungmin sudah melepaskan semua bebannya pada Leeteuk dan itu membuat Sungmin terlihat lega. Sekarang Leeteuk merasa kelaparan, dan ia baru sadar bahwa ia belum makan malam. Ia memegangi perutnya dan melihat ponselnya menunjukan jam 01.00, Ia sedikit kaget karena sudah ada 15 misscall. 8 pesan, dan semuanya dari anak-anak SJ. Karena terlalu fokus dengan Sungmin ia tidak sadar dengan ponselnya yang berdering daritadi.
Akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi salah satu dongsaengnya. Ini sudah malam dan biasanya masih bangun jam segini tidak lain dan tidak bukan adalah sang maknae yang pasti lagi asyik menyelesaikan kaset terbarunya.
Belum Leeteuk mengucapkan sepatah jata apapun ia sudah di sambut dengan bentakan sang maknae yang membuat Leeteuk menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Yak! Park Jung Soo! Apa yang kau lakukan sekarang? Dimana kau sekarang?" cerocosnya
"Yak Cho Kyuhyun sopanlah sedikit pada hyungmu ini." Bentak Leeteuk
"Andweeee!" jawabnya mantap
"Aisshh.. anak ini.." kata Leeteuk sambil geleng-geleng punya maknae kurang ajar seperti anak ini. (dihajar sparkyuu)
"Jung Soo ah.., Sungmin belum pulang juga jam segini..ponselnya juga tidak aktif" tanyanya dengan nada sedikit khawatir.
"Yak! Panggil kami dengan Hyung! Arraso?" Teriak Leeteuk dengan agak kesal
"ne.. Hyuuungg.."
"kau tenang saja. Minnie bersama denganku. Kami sedang dalam perjalanan pulang." Jelas Leeteuk
"Syukkuurrllaah" terdengar banyak suara dari sebrang sana. Leeteuk kaget ternyata dongsaeng-dongsaengnya itu masih bangun dan mengkhatirkan kami.
"akhirnya aku bisa tidur juga.." terdengar sebuah suara seperti suara Eunhyuk. Leeteuk tersenyum kecil melihat kelakuan mereka.
"Kyuhyun-ah, apa Wookie ada di sana?" tanya Leeteuk kemudian
"ne Hyung, aku di sini.. waeyo?" tanya ryeowook yang langsung menjawab pertanyaan Leeteuk.
"Wookie-ah.. Apa kau bisa membuatkan kami makanan? Aku lapaar dan tidak ada restoran yang buka jam segini. Bisakah?" tanya Leeteuk sedikit memelas.
"tentu hyung.. Kalian pasti belum makan. Kalian mau makan apa?" tawar Ryeowook
"Apa saja. Sebentar lagi kami sampai.. Gomawo" jawab leeteuk. Setelah mendengar jawaban dari Ryeowook, Leeteuk pun menutup telfonnya.
Kyuhyun POV
Akhirnya mereka sampai juga. Aku benar-benar lega melihat Sungmin Hyung bersama Teukie Hyung. Akhir-akhir ini Sungmin Hyung sedikit berubah dan aku tahu pasti ada masalah. Aku sudah berusaha agar Sungmin hyung mau cerita padaku tapi sampai hari ini ia tidak cerita apapun. Aku sungguh mengkahwatirkannya begitupun yang lain. Aku melihat Leeteuk hyung juga mengajak Sungmin Hyung bicara kemarin tapi entah kenapa aku merasa Sungmin Hyung enggan untuk cerita pada teukie hyung. Aku melihat dia hanya menunduk. Aku pun segera menariknya dengan alasan dia harus menemaniku mencai kaset games yang sebenarnya belum ku beli karena baru hari ini kaset ini muncul. Ahahaha
Dan sekarang aku cemas dan khawatir karena Sungmin Hyung pergi tanpa memberiku kabar. Ponselnya juga tidak aktif. Sungguh daritadi aku marah-marah sendiri karena kesal tak bisa menemukan Sungmin Hyung yang di hadiahkan beberapa jitakan oleh Eunhyuk, Yesung dan Donghae yang kesal melihatku seperti cacing kepanasan.
Tapi sekarang aku benar-benar lega melihat Sungmin Hyung sudah pulang bersama dengan Leeteuk hyung entah mereka bertemu dimana atau mereka memang janjian bertemu. Tapi aku kaget begitu memperhatikan muka Sungmin Hyung yang keluar dari kamar mandi menuju ruang makan. Dia habis menangis, matanya sedikit bengkak. Aku memperhatikannya walaupun aku tak mengubah posisiku di depan laptop.
"Hyung.. kau baik-baik saja?" tanya Ryeowook pada Sungmin yang seperti sadar keadaan sungmin yang tidak baik.
"ne, aku baik-baik saja Wookie-ah" jawabnya sok tegar
Leeteuk Hyung langsung makan masakan Ryeowook setelah mereka sampai. Dia terlihat kelaparan sekali. Aku melirik ke arah Sungmin hyung yang juga makan makanan yang di berikan ryeowook barusan.
Aku mendesah lega. Setelah mereka selesai makan, Ryeowook kembali ke kamarnya. Leeteuk pun menyuruhku untuk tidur karena besok kami akan mulai dengan jadwal padat kami lagi. Aku tak menggubris suara Leeteuk hyung, dan ia hanya masuk ke kamarnya.
Sungmin Hyung telah selesai mencuci piringnya. Ia menghampiriku dengan senyumnya.
"Hyunnie-ahh ayoo tidur.. besok kita kan sudah ada jadwal.. kajja.." ajaknya sambil menarik tanganku..
Aku hanya diam. Aku menatap Sungmin Hyung penuh teliti. Dan benar dugaanku, matanya bengkak.
"Hyuunie-ah, waeyo? Kajja.." ajaknya lagi
Aku berdiri dan tanpa sadar aku memeluk tubuh hyungku ini. Aku tau dia hanya terlihat kuat saat ini. Dia sedikit terkejut ketika aku memeluknya.
"Hyuung… Hyuuungg" hanya kata itu yang bisa keluar dari mulutku.
"wae hyunnie-ah? Kau kenapa?" tanyanya sedikit khawatir
"…" aku hanya terdiam
"jangan berusaha kuat di depanku Hyung. Bisakah kau mempercayaiku?" Kataku lirih lalu melepaskan pelukanku dan berlalu menuju kamarku.
Aku menjatuhkan tubuhku di kasur dengan kasar. Tanpa sadar tadi aku meneteskan beberapa air mataku.
Pintu terbuka. Aku pura-pura telah terlelap dalam tidurku. Sungmin Hyung menghampiri tempat tidurku, lalu membisikan sesuatu di telingaku.
"Gomawo dongsaeng-ah" bisiknya lembut. Lalu ia kembali ke kasurnya. Aku hanya tersenyum kecil dan benar-benar terlelap dalam tidurku.
Kyuhyun POV End
Leeteuk POV
Akhirnya waktu liburan kami berakhir juga. Hari ini kami harus memulai pekerjaan kami dan jadwal super padat telah menunggu kami. Pagi ini rasanya lagi-lagi aku tak bisa membuka mataku. Lelah sangat lelah. Liburan kemarin seperti bukan liburan untukku, apalagi sekarang dengan berbagai pikiran. Tapi mau tak mau aku mulai membuka mataku yang terasa berat. Aku tak mau menambah masalah lagi.
Aku bangun dan melihat dongsaeng kesayanganku masih tertidur dengan lelapnya..
"Donghae-ah, ireona.. kajja.." aku sedikit mengguncangkan tubuhnya dengan lembut.
Tanpa banyak Tanya ia langsung bangun dan duduk.
"Hyung, apa yang akan kita lakukan hari ini?" Tanya donghae sambil mengucek matanya
"em,, ada beberapa reality show, pemotretan, dan siaran radio.. siap-siaplah. Aku akan membangunkan yang lainnya." Jelas Leeteuk sambil beranjak keluar.
"ne" sahut donghae sebelum leeteuk menutup pintunya.
Aku mulai membangunkan semua dongsaeng-dongsaengku ini. Tidak tega sebenarnya membangunkan mereka sepagi ini, apalagi bila melihat wajah polos mereka saat tidur. Tapi inilah tuntutan pekerjaan.
Leeteuk POV End
1 jam telah berlalu. 9 member sekarang telah berada di meja makan. Makanan telah siap di meja dan siap di santap.
"ayo cepat.. cepat.. aku laparr.." semangat shindong
"ne, sabarlah. " Leeteuk mulai berlaku sebagai ommaa yang membagikan makanan kepada dongsaengnya dengan makan mereka mulai berdoa yang di pimpin oleh siwon.
"Yak cho kyuhyun! Jangan mengambil makananku,…" bentak shindong yang kesal karena ayamnya di ambil 1 potong oleh kyuhyun..
" hyuung, aku hanya minta satu, kau lihat badanku sudah kurus begini. Nanti kalo aku sakit gimana? Kau tidak mau kan kalo aku sakit?" jelas kyuhyun dengan puppyeyesnya..
"aiisshh.. alasanmu itu,…" kata shindong yang udah skakmatch tak mampu membalas ucapan evil maknae itu.. kyuhyun hanya tersenyum khas setannya.. dan di sambut dengan suara tawa dari semua member yang menyaksikan pertengkaran kecil mereka,.
'Inilah yang harus aku jaga, kebersamaan, kecerian dan tawa mereka'batin leeteuk sambil tersenyum khasnya.
~TBC~
Haaahhhh… Selesai juga… Sebenarnya mau kasih yang lebih panjang, tapi Hye takut kalian sudah tertidur terlebih dahulu sebelum selesai.. Hahaha ;D
Mianhae kalau banyak Typo atau yang lainnya..
Gomawo *Bow
RnR?
:::Riview Replying:::
Cho Rai Sa :Ne, ini udah lanjut.. Gomawo uda ripiu^^
Geelovekorea : *kasih tisu* uljima ne~^^ Hahaha Gomawo uda ripiu^^
Park Nara Quinnevil : uda tau kan teuki ngomong apa? haha Yosh, Gomawo atas sarannya^^ Gomawo juga uda ripiu..
YeWookBaby sarang Sandeul : Ne, mereka sedang galau.. Haha Gomawo uda ripiu^^
umi elf teukie : Hye tak bermaksud menyiksa Teuki.. T.T Haha, Hye hanya ingin bayangin kalo teuki ada masalah tuh bakal ngapain dy..^^ Gomawo uda ripiu..
sha : Ne, ini uda lanjut.. Gomawo^^
