DIFFICULT TO BE A LEADER

Summary : Leader? Sebuah posisi penting yang bisa memimpin dan bijaksana dalam berbagai keputusan. di kagumi dan di hormati oleh bawahannya. Tapi Benarkan mengasyikan menjadi seorang Leader? Apa saja beban yang di tanggung oleh Leader tersebut?

Cast : All Member Super Junior

Rated : T (maybe)

Genre : Family, Brothership, Hurt

Warn : Gaje, Typo (s), Alur complicated, Boring

~DLDR~


Annyeong~! ^^

Hye kembali… Hehhe

Mianhae jika ada readerdeul yang nangis karena cerita ini,. Hye gak mau nyiksa Teuki kok, hanya terfikir bagaimana susahnya Teuki… T_T

Okeelah kita lanjutkan lagi.. Tapi jangan terburu-buru yaa.., masih ada 1-2 chap lagii.. #Plaakk XD

Enjoy Reading~!


Eunhyuk POV

Baru hari pertama menjalani jadwal, badanku seperti telah memikul ber kilo-kilo beban. Berat sekali. Aku benar-benar lelah. Tidak bukan hanya aku tapi yang lainnya juga. Sekarang kami berada di ruang latihan. Sudah hampir 1 jam kami di sini untuk melatih dance kami.

Aku mengeluarkan ponselku hanya untuk melihat jam berapa. Ternyata sudah jam 11.00PM. Aku menghembuskan nafas panjang. Jam segini orang biasa pasti sudah terlelap di ranjang mereka dengan nyaman. Tapi tidak bagi Super Junior. Kami akan tidur di saat semua orang telah bermimpi indah dan kami bangun saat semua orang juga terbangun. Hanya 3-4jam jam tidur kami jika jadwal kami sepadat ini. Lelah ya sangat lelah. Tapi kami tak ingin mengecewakan semua orang yang mendukung kami terutama semua ELF di seluruh dunia.

"Hyukkiie. waeyo?" Tanya donghae yang tiba-tiba terhenti dalam dancenya.

Ya, kami para lead dancer masih harus berlatih di saat member lainnya beristirahat sejenak. Kami harus menyamakan dance kami satu dengan yang lainnya bahkan membuat dance baru.

"ne? ah,, tidak papa, hanya sedikit lelah." Jawabku singkat

"istirahatlah dulu" perintah donghae

"ah.. anii.. aku tidak apa-apaa, ayo lanjut." Jawabku sambil menarik donghae kea rah shindong dan kyuhyun yang masih asik latihan

Ulang lagi ulang lagi dan lagi.. sudah 5x kami mengulang gerakan yang sama.

" kyuhyun-ah, kenapa kau belum bisa juga hah?" kataku sedikit keras. Inilah penyebab kami harus mengulang sebanyak 5x.

"Aishh.. itu sulit.." jawabnya dengan nada kesal

" Makanya perhatikan dengan baik!" kataku mulai kesal dengannya.

"aku sudah melakukannya. Kau yang terlalu cepat!" jawabnya nyolot

"Sudah.. sudah.. kita coba lagi dengan lebih lambat. Kyuhyun kau coba perhatikan dengan baik.. arasso?" kata shindong menengahi kami.

Tidak ada perubahan sama sekali. Sudah 8x kami mengulang. Gerakan Kyuhyun masih saja kacau. ½ jam kami hanya mengulang gerakan yang sama, dan membuatku semakin lelah.

"yak! Cho kyuhyun kenapa masih salah?" tanyaku mulai geram. Shindong dan donghae hanya bisa terdiam mengatur nafas mereka.

"Sudah ku bilang itu sulit!" Jawabnya dengan santai

"Apa tidak ada alasan lain hah? Kalau begitu saja sulit bagaimana bisa jadi dancer professional?" bentakku karena aku sudah tak mampu menahan kesal dan marahku ini.

"Aishh kenapa kau selalu berteriak? Apa kau kira gerakanmu sudah paling baik?" jawabnya dengan nada menantang. Mendengar ucapannya amarahku mulai memuncak.

"Setidaknya aku bisa melakukannya tanpa kesalahan!" kataku dengan keras.

"Sudah.. kenapa kalian jadi berantem hah?" kata shindong mulai melerai

"Ayolah kyuhyun lakukan dengan benar." Kata donghae lagi lembut lembut

"Aku lelah hyung. Kakiku sudah lemas.." kata kyuhyun dengan manjanya.

" Semua juga jadikan lelah sebagai alasan mu,!" bentakku dengan keras. Semua yang berada di situ terlihat terkejut dengan suaraku. Aku benar-benar marah, aku juga lelah, apa dia pikir karena dia maknae jadi semua bisa ia dapatkan?

"Hyuk jae., diam.." shindong membentakku setelah mendengar ucapanku

"Kenapa aku harus diam hyung. Seharusnya nitizen bilang dia yang tidak becus dalam dance bukan kita." Kataku mulai menjawab perkataan hyung ku ini.

"Hyuk, sudah,, hentikan.." kata donghae yang berusaha meredakan amarahku.

"yak, kenapa kalian malah bertengkar seperti itu?" kata Yesung hyung yang mulai menyadari pertengkaran kami menjadi semakin memanas. Sungmin dan ryeowook pun memandang kami dengan sedikit takut.

"Ya.. aku memang tidak becus dalam dance tapi aku tak pernah memaksakan gerakan yang mustahil bagiku dan membanggakannya pada orang lain yang ternyata hasilnya sangat buruk.." sindir kyuhyun.

" Kyunnie-ah.." bentaj sungmin mendengar perkataan dongsaengnya itu, Perkataan itu sedikit menyinggungku. Aku benar- benar geram dengan anak ini. Aku menghampirinya, dan menarik kasar kerah bajunya.

"Lee Hyuk Jae hentikan!" bentak yesung hyung dan yang lainnya mulai melerai kami sebelum pukulanku mengenainya.

Keadaan menjadi sangat memanas. Hingga akhirnya leader kami masuk ke dalam ruangan latihan yang sedaritadi berbicara dengan manager di luar. Semua terdiam melihat kedatangannya.

"Hyuungg.." sahut donghae saat melihat leeteuk masuk. Ia terlihat sangat terkejut dengan pemandangan di depannya.

Tapi sepertinya amarahku pada kyuhyun tidak hilang hanya dengan melihat leeteuk hyung muncul.

"Yak anak manja! Dengar! Kalau kau tidak merubah sifatmu dan gerakanmu menjadi lebih baik, lebih baik kau mengundurkan diri dari sini!" kataku dengan keras. Semua member terkejut dengan ucapanku begitu pula dengan leeteuk hyung yang baru saja kembali.

"haah, kau pikir gerakanmu sudah sempurna?" cibir kyuhyun dengan pedas

" Kyuhyun-ah.." bentak Shindong hyung yang sudah mulai geram juga

" Baiklah kita lihat siapa yang akan keluar kalau begitu.. aku apa kau!" bentakku dengan tatapan tajam ke arahnya. Anak itu hanya membalas tatapanku dengan tatapan yang tidak kalah tajam. Aku mulai beranjak meninggalkan ruangan latihan..

Sesaat ku lihat raut muka terkejut dan tidak percaya dari yang lainnya. Begitu pula dengan Leeteuk hyung yang masih berdiri di ambang pintu. Mukannya sedikit pucat. Aku merasa bersalah padanya. Ia pasti sangat terkejut dengan kejadian barusan. 'Maafkan aku hyung' batinku dan aku mulai keluar ruangan.

Eunhyuk POV ENd

Leeteuk POV

Manager tiba-tiba memanggilku di tengah latihan. Aku menyuruh dongsaeng-dongsaengku untuk istirahat selagi aku berbicara.

Ia mengatakan 4 hari lagi akan di adakan presscon untuk mengklarifikasi semua berita hoax yang bearada di pasaran. Ia menyuruhku untuk memberitahu semua member agar mereka bisa bersiap-siap apabila ada pertanyaan kepada mereka. Ia juga menyuruhku untuk menyiapkan diri, ya seperti biasa aku yang akan banyak bicara di depan public sebagai leader mereka.

Aku bingung bagaimana harus membertiahu mereka. Aku takut ini akan membebani mereka. Aku kembali ke dalam ruangan dengan langkah gontai.

"hyuuungg" donghae langsung menghampiriku saat aku membuka pintu ruangan. Entah kenapa saat ku masuk aku merasa ada yang tidak beres. Suasananya menjadi panas. Semua member terlihat panic dan terlihat seperti melerai kedua dongsaengku yang lain. Eunhyuk dan Kyuhyun. Ada apa lagi ini? Batinku mulai bertanya-tanya.

"Yak anak manja! Dengar! Kalau kau tidak merubah sifatmu dan gerakanmu menjadi lebih baik, lebih baik kau mengundurkan diri dari sini!" kata Eunhyuk dengan keras. Semua member terkejut dengan ucapannya . Aku hanya terdiam yang masih tidak bisa mencerna apa yang terjadi.

"haah, kau pikir gerakanmu sudah sempurna?" cibir kyuhyun dengan pedas

" Kyuhyun-ah.." bentak Shindong yang terlihat geram.

" Baiklah kita lihat siapa yang akan keluar. AKU APA KAU!" bentak Eunhyuk dengan tatapan tajam ke arah Kyuhyun. Anak itu hanya membalas tatapannya dengan tatapan yang tidak kalah tajam.

JLEB..

Kata-kata Eunhyuk barusan seperti petir yang baru saja menyambarku.

'keluar dari SJ? Ada apa ini?' aku menatap dongsaengku satu per satu dengan wajah sedikit pucat menunutut penjelasan mereka. Mereka hanya terdiam dengan tatapan terkejut, Eunhyuk langsung meninggalkan ruangan dengan kesal..

BRAAKK

"Hyukii, tunggu.." donghae langsung mengejar eunhyuk keluar tanpa ku perintah..

"Apa yang terjadi?" tanyaku kepada semua member terutama pada kyuhyun masih menahan emosiku.

Semua yang masih berada di ruangan itu malah terdiam tertunduk saat aku menanyakan hal itu pada mereka.

"Cho kyuhyun, jawab aku!"tanyaku dengan nada tinggi. Ku lihat kyuhyun masih saja tertunduk. Kini member lain saling melirik ke arah kyuhyun. Entah apa yang di pikirkan, tiba-tiba kyuhyun berjalan sambil tertunduk hendak meninggalkan ruang latihan.

"Kyunnie, aku sedang bertanya padamu!" tanyaku lagi dengan nada yang masih tinggi saat ia melewatiku menuju pintu.

"um.. mian.. hyung.." katanya lirih untuk di dengar tapi masih mencapai pendengaranku dan aku masih bisa mendengarnya. Setelah mengucapkan itu ia pun pergi..

Blam…

"Hyuung, biar aku yang bicara pada kyunie.." kata sungmin hendak mengejar kyuhyun.

Haaaahh, aku hanya bisa menghela nafas panjang. Aku hanya berdecak pinggang sambil menunduk berusaha mencerna apa yang sedang terjadi. Memijit keningku yang terasa berdenyut

"Hyuungg.." suatu suara membuyarkan pikiranku. Aku menoleh ke arah suara itu.

"Hyung., gwenchanayo?" tanya ryeowook lagi.

"ah., ne,. bisa kalian ceritakan apa yang terjadi?" tanyaku pada shindong, siwon, ryeowook, dan yesung

Akhirnya mereka mau menceritakan padaku apa yang terjadi. Hanya masalah sepele menurutku. Dan semua di karenakan 1 kata yaitu lelah. Aku tak berpihak pada siapapun dalam masalah ini,. Hyuki yang terlalu lelah terbawa emosi karena sikap kyuhyun yang kurang sopan padanya. Kyuhyun bersikap seperti itu juga karena lelah. Aku hanya bisa mengehla nafas setelah mereka menyelesaikan ceritanya. Bertambah lagi 1 pikiranku kini. Bagaimana cara agar mereka berbaikan?

"Hyung, kau tenang saja. Mereka pasti akan segera berbaikan. Mereka seperti itu pasti karena lelah." Kata Yesung berusaha menenangkan ku.

"ne, yasudah, ayo kita kembali ke dorm." Kataku melihat keempat dongsaengku ini kelelahan dan mengantuk. Aku meminta siwon untuk kembali ke dorm bersama kami dan ia menyetujuinya.

Leeteuk POV End

Keadaan di dorm saat ini masih sepi. Leeteuk, Yesung, shindong, ryeowook,belum kembali ke dorm. Kini sungmin dan donghae hanya terduduk di ruang tengah dengan berbagai pikiran. Baru saja pertengkaran antar Eunhyuk dan Kyuhyun kembali berlangsung tanpa suara. Keduanya hanya membanting pintu dan berbagai barang di kamar mereka masing-masing. Donghae dan Sungmin sudah berusaha bicara dengan keduanya, tapi suara mereka hanya seperti angin lalu dan tidak di dengar sedikitpun. Kini kedua sudah terlalu lelah dan tak memiliki sepatah katapun untuk mereka.

"Apa yang harus kita lakukan hyung?" tanya donghae membuyarkan lamunan sungmin.

" Aissh, kenapa keduanya begitu keras kepala?" sahut sungmin sambil mengacak-acak rambutnya terlihat sangat frustasi.

"Apa mereka serius ya hyung?" tanya donghae lagi lirih yang di sambut dengan tatapan syok sungmin.

"Aku tidak tahu." Jawab sungmin singkat sambil merebahkan tubuhnya di sofa nan empuk itu.

Kreekk..

Akhirnya Leeteuk dkk sampai ke dorm.. Shindong, Yesung dan ryeowook langsung menuju ke dapur. Shindong mencari-cari snacknya untuk menenangkan fikiran, Yesung dan ryeowook hanya mengambil minum dan duduk di ruang makan. Leeteuk langsung menuju ke ruang tengah.

"Hyuung.." sahut donghae saat melihat leeteuk kembali

"dimana mereka?" kata leeteuk sambil merebahkan tubuhnya di sofa sebelah sungmin,

"di kamar.., sesampai di dorm merka saling membanting pintu dan mungkin barang-barang di dalam kamar hyung. Aissh, aku pusing hyung.." adu sungmin dengan wajah begitu frustasi.

Mereka bertiga hanya menghela nafas panjang.

" sudahlah kita bicarakan ini besok, sekarang istirahatlah. Kalian harus tidur, besok kita masih punya banyak jadwal.. Arraa?" perintah leeteuk yang sadar dongsaeng-dongsaeng terlihat sangat lelah begitupun dirinya.

"hyung, aku tidak bisa tidur di kamarku sekarang.." kata sungmin

" Arra, tidurlah di kamar heechul." Kata leeteuk yang sudah mengira dengan perkataan sungmin.

Akhirnya mereka mengakhiri hari ini. Mereka telah masuk ke kamar masing-masing dan tidur. Kecuali 1 orang yang masih terbangun, ya angel without wing kita sepertinya masih belum bisa menutup matanya. Setelah muncul masalah baru, sedangkan ia masih bingung bagaimana cara memberitahu mereka tentang konfrensi pers yang akan di lakukan 4 hari lagi, apalagi dengan masalah antara kyuhyun dan eunhyuk.

Ia sekarang hanya bersandar di tepi tempat tidurnya. Fikirannya melayang memikirkan berbagai masalah itu, dan ya ia melupakan ibunya hari ini. Dengan jadwal yang begitu padat, ia lupa menghubungi ibunya yang masih di rawat di rumah sakit. Ia berniat menghbunginya sekarang tapi niatnya di urungkan melihat jam berapa sekarang.

Akhirnya ia melangkahkan kakinya untuk patroli malam. Ia ingin melihat apakah dongsaengnya telah terlelap semua. Donghae yang sekamar dengannya sudah terlelap setelah ia menceritakan semua isi hatinya pada Leeteuk.

Leeteuk POV

Aku telah melihat ke kamar yewook dan mereka telah tertidur dengan lelap. Begitu pula dengan sungmin yang ada di kamar heechul. Shindong pun telah tertidur sambil memeluk 1 bungkus potato chipnya. Wajah mereka ketika sedikit menghiburku. Mereka benar-benar manis saat tidur, andai setiap saat wajah mereka sperti saat ini. Sekarang aku telah berada di depan kamar eunhyuk. Aku agak ragu untuk masuk, tapi ku putuskan untuk masuk dan untunglah kamarnya tidak terkunci.

Aku benar-benar terkejut saat memasuki kamarnya. Berbagai barang tergeletak begitu saja di lantai. Ku lihat ada beberapa yang rusak. Sepertinya ia benar-benar mengamuk mengingat ia adalah member paling rapi. Aku hanya menggelengkan kepalaku. Aku melihatnya tertidur di kasur tanpa selimut dan dengan wajah tegang dan sangat lelah. Aku mengambil selimut, dan mulai menyelimutinya. Aku terduduk di pinggir kasurnya.

"maafkan hyung, aku memang bukan hyung yang baik. Jaga kesehatanmu hyuki, aku tak ingin melihatmu sakit. Araa?" kataku lirih sambil menyentuh puncak kepalanya. Setelah itu aku membereskan beberapa barang yang tergeletak di lantai dan setelah selesai aku pun keluar.

Aku menuju ke dapur. Tenggorokan ku berasa kering., aku mengambil segelas air dan meminumnya, Pandanganku sekarang tertuju pada jam di ruang makan. Jarumnya telah menunjukan pukul 3 pagi dan aku masih belum bisa tertidur. Aku mengingat wajah Eunhyuk dan membuatku sedikit bersedih. Tiba-tiba aku mengingat suatu hal. Masih ada satu kamar yang belum ku datangi. Kamar kyumin. Aku pun menaruh gelas di meja dan bergegas ke kamar kyuhyun. Aku sedikit khawatir dengan keadaannya. Mungkin sekarang keadaannya gak jauh beda dengan eunhyuk.

Ku buka dengan sangat pelan kamarnya.

Lampunya masih menyala. Kamarnya juga terlihat rapi. Aku sedikit menghela nafas lega karena kamarnya tidak sehancur kamar eunhyuk.. Aku melihat kyuhyun meringkuk di kasurnya. Ia tertidur sambil menggenggam PSPnya. Ya mungkin kekesalannya di limpahkan pada PSPnya, tidak seperti eunhyuk ke barang-barang di kamarnya. Aku sdikit bersyukur ada PSP itu. (hahaha dasar oppa..)

Aku mengambil PSP itu dengan perlahan. Kyuhyun sedikit terusik tapi kembali tertidur. Ku selimuti dia., ku perhatikan wajahnya. Walaupun wajahnya terlihat tenang. Tapi tak terpungkiri ada wajah tegang dan lelah padanya. Melihatnya sekarang mengingatkanku pada kejadian 4 tahun yang lalu, saat ia tertidur sangat lama di rumah sakit. Hatiku sedikit bergetar mengingatnya. Aku telah berjanji pada diriku agar ia tidak lagi kembali ke rumah sakit itu. Aku ingin sekali menjaganya, agar ia tidak lelah, sedih, dan tegang seperti ini. Tanpa sadar aku menyentuh puncak kepalanya, dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajahnya.

"Mianhae kyu~., mian.." kataku lirih

"Aku gagal menjadi hyung yang baik. Aku membiarkanmu dan yang lain kelelahan dan terjadi masalah seperti ini. Mian." Tanpa sadar air mataku jatuh. Ahh aku cengeng sekali, batinku.

"Hyung janji akan menyelesaikan semuanya. Kau tidak boleh sakit. Arra? Jangan memikirkan apa-apa dengan keras..percayakan saja padaku." Kataku lagi.

Aku pun beranjak meninggalkan kamarnya, aku mematikan lampunya. Tapi saat ku buka pintu., ku dengar sebuah suara yang lirih..

Leeteuk POV End

Kyuhyun POV

"Aisshh, monyet sialan., gara-gara itu aku jadi gak bisa tidur.." Gumamku sambil menekan kasar keypad di PSPku ini.

Setelah kembali ke dorm aku langsung masuk ke kamar. Aku malas bertemu dengan semuanya apalagi setelah kejadian tadi. Ku dengar suara gaduh di kamar monyet sialan itu,. Sepertinya ia sedang mengamuk. Huft. Aku berbeda dengannya. Aku tidak mau membuang barang-barangku. Alasannya aku malas harus membereskannya nanti walaupun minnie hyung pasti mau membantuku.

Akhirnya aku mengambil PSP ku. Ku lampiaskan kemarahan dan kekesalanku pada PSP ku itu. Tanpa terasa sudah 3 jam lebih aku memainkan PSPku. Aku sudah mulai mengantuk dan lelah. Tapi saat hendak tertidur aku mendengar derap kaki mendekati kamarku. Perlahan pintu kamarku di buka. Aku sudah bisa menebak siapa yang akan masuk. Ya, dia leader kami, Leeteuk hyung. Aku berpura-pura sudah tertidur. Aku tak sanggup berbicara padanya saat ini. Aku masih terlalu bersalah atas kejadian tadi. Dia pasti memikirkan hal ini juga.

Perlahan ia mendekatiku. Dia mengambil PSP yang ada di tanganku dan menaruhnya di meja. Ia menyelimutiku dan duduk di sebelahku. Tangannya mulai menyentuh puncak kepalaku. Hangat dan nyaman, itu yang ku rasakan saat ia menyentuhku. Hanya dia yang bisa membuatku seperti ini.

"Mianhae kyu~., mian.." katanya lirih

Saat mendengar itu ingin rasanya aku mengatakan ini bukan salahnya tapi Aku tetap terdiam dan ingin mendengarkan perkataannya selanjutnya.

"Aku gagal menjadi hyung yang baik. Aku membiarkanmu dan yang lain kelelahan dan terjadi masalah seperti ini. Mian." Suaranya mulai parau dan serak., 'aiish apa kau menangis hyung?' batinku.

Kau sama sekali tidak gagal. Aku mengepalkan jari-jariku yang berada di bawah selimut.

"Hyung janji akan menyelesaikan semuanya. Kau tidak boleh sakit. Arra? Jangan memikirkan apa-apa dengan keras..percayakan saja padaku." Katanya lagi.

Setelah mengatakan itu ia mulai berjalan mematikan lampu kamarku dan beranjak menuju pintu. Aku tidak bisa menahan suaraku lagi. Aku tak mau ia merasa bersalah. Ini bukan salahnya.

"Hyung." Kataku lirih, Tapi sepertinya ia menyadari suaraku dan menoleh ke arahku tapi tetap berdiri di ambang pintu.

"Ini bukan salahmu, kau tidak gagal. Kau adalah leader kami yang terhebat. Mian hyung, aku emosi tadi. Aku akan menyelesaikan sendiri masalahku. Kau jangan terlalu memikirkannya." Kataku masih lirih sambil membelakanginya tak mampu melihat wajahnya

"….." leeteuk hyung hanya terdiam mendengar perkataanku. Apa dia marah.

"Hyung.. mianhae…" kataku sambil memberanikan diri melihat ekspresinya. Aku terkejut saat ia membalas perkataan ku dengan senyuman yang biasa ia tunjukan. Senyuman malaikat itu. Senyuman itu membuat tenang dan lega. Itu menandakan ia tak marah padaku.

"tidurlah kyu~" katanya singkat dan langsung menutup pintu kamarku pelan

Kyuhyun POV End

Semua member telah berkumpul di ruang makan. Tapi suasana tegang dan canggung masih terasa di antara member. Shindong sudah mencoba mencairkan suasana makan pagi ini, tapi usahanya sia-sia. Semua member minus Eunhyuk dan kyuhyun mencoba tertawa garing sedangkan Eunhyuk dan Kyuhyun hanya fokus pada makanannya.

"Aku sudah selesai. Aku berangkat duluan." Eunhyuk mulai meninggalkan dorm. Yang lain hanya menatap kepergian Eunhyuk dengan pilu. Leeteuk tak mampu berbuat apapun kini.

"Aku selesai." Kata kyuhyun singkat lalu berjalan menuju kamarnya.

"haaahhh.." Entah kenapa semua member menghela nafas panjang secara serempak melihat tingkah kekanak-kanakan dongsaeng mereka.

"Aissh, ku kira mereka akan berbaikan hari ini." Seru ryeowook putus asa.

"Mereka sama-sama keras kepala." Sahut yesung menanggapi.

"Sudahlah, kalian siap-siap.. kita harus segera berangkat. Sungmin ajak kyu untuk bersiap-siap" perintah Leeteuk dan mereka mulai melakukan tugasnya.

Kyuhyun POV

"Aisshh, monyet itu gak bisa di ajak bicara. Dia mengacuhkanku. Sudah berkali-kali aku mencoba mendekatinya untuk meminta maaf tapi saat melihatku dia langsung buang muka dan meninggalkanku.. Aissshhhhh…" Gumam ku sambil mengacak rambutku frustasi.

"Kau kenapa kyu?" tanya minnie hyung yang sadar aku mengacak-acak rambutku. Saat ini entah kenapa aku tak ingin ia tau apa yang ingin ku lakukan.

"Leeteuk hyung dimana yaa hyung?" tanyaku mengalihkan pembicaraan.

"Entahlah, setelah selesai dia langsung pergi begitu saja." Jelas sungmin hyung sambil memasukan barang ke dalam tasnya.

"mau kemana kyu~? " tanyanya lagi saat melihatku beranjak keluar ruangan.

"toilet." Jawabku asal.

Kemana Leeteuk hyung., sepertinya aku membutuhkan sosoknya saat ini. Kemana dia. Batinku.

Saat aku berjalan menyusuri lorong ini aku berpapasan dengan manager hyung.

"Hyung.." sapaku heran melihat nya terburu-buru

"Ahh kyu kau di sini?" tanyanya balik yang mngkin baru menyadari keberadaannya

"Kenapa hyung buru-buru gitu?" tanyaku lagi

"Ah., masalahnya tambah parah., mana Jung Soo?" tanya nya dengan nada cemas

"ma-masalah apa?" tanyaku bingung dengan yang di katakan manager hyung

"loh? Jung Soo belum memberi tahu kalian?" tanyanya heran. Aku hanya menggeleng pelan karena ragu.

"Aissh, anak itu. Mana dia sekarang?" tanya nya dengan nada yang sedikit menahan emosi. 'ada apa ini?' batinku mengatakan sesuatu yang tidak enak

"Leeteuk hyung pergi setelah syuting selesai dan aku tak tau sekarang ia dimana.." jelasku. Terlihat sekali di wajah manager hyung jika ia kecewa.

"Haah, apa yang harus ku katakan pada Soo Man-shii" Katanya sambil mengacak-acak rambutnya

"Sebenarnya ada apa hyung. Bisa kau memberitahu ku?" pintaku. Dia hanya menatapku dan ragu untuk bicara.

"ku mohoonn.." kataku lagi dengan puppyevileyes yang menjadi andalanku ini. Dan itu berhasil.. hahah

" Baiklah. Kalian sudah dengar berita-berita yang memojokan kalian? Tentang skandal SS4 dsb? Soo Man-shi marah melihat itu semua. Ia sudah menegor JungSoo untuk memperbaikinya. Tapi entah kenapa, JungSoo tidak langsung bertindak, dia terlihat memikirkan hal lain, hingga Soo Man tambah marah. Akhirnya JungSoo memutuskanuntuk mengadakan prescon untuk mengklarifikasinya. Tapi karena permintaan media, kalian semua harus memberikan suara dan tanggapan kalian. Mungkin mediaakan mengajukan berbagai pertanyaan terutama pada Eunhyuk, Shindong, Kau dan Siwon. Aku tau kalian pasti lelah dengan masalah yang hoax ini, tapi ini harus di lakukan." Jelasnya panjang lebar

"Kenapa akhir-akhir ini Jung Soo malah suka menghilang seperti sekarang., Aissh…" ucapnya lagi frustasi. "Sudahlah biar JungSoo yang lebih menjelaskannya pada kalian. Saat ia kembali suruh dia langsung menemuiku" katanya lagi beranjak pergi.

JLEB

Brita itu membuatku sedikit sesak bernafas. Berita apa? Leeteuk hyung menyembunyikan ini dari kami? Kenapa? Ia sampai harus menghadapi Soo-man-shi sendirian dan kena marah karena berita tentang kami? Kenapa kau selalu seperti ini hyung? Apa kau tidak lelah menyembunyikan semua itu?

Aku hanya terdiam dengan banyak pertanyaan di benakku. Aku menyenderkan tubuhku di tembok. Semua terkesan menyakitkan.

Aku mengambil ponselku, dan menekan speed dial 1 dan langsung terhubung dengan dengan Leeteuk hyung.

"ne, kyu.. wae?"tanyanya dari sebrang

"…." Aku terdiam tak sanggup mengeluarkan sepatah katapun.

"kyu.. gwenchana?"tanyanya lagi dengan nada cemas

Aku masih terdiam. Tiba-tiba aku mendengar suara berisik dari sebrang, apa itu?

"Dokter.. keadaan nyonya Park memburuk!" Aku langsung menegang mendengar itu.

"Hyung! Kau dimana?" tanyaku dengan nada tinggi. Tapi ponselku langsung terputus..

'Hyung. Apa yang terjadi? Sebenarnya kau dimana? Apalagi yang sembunyikan dari kami?' tanpa sadar air mataku jatuh. Semua pertanyaan terus terngiang di telingaku.

"Kyu~ gwenchana?" tanya Yesung hyung saat melihatku datang dan langsung duduk di sofa. Badanku lemas.

Kyuhyun POV End

Eunhyuk POV

Kami telah menyelesaikan syuting kami. Sekarang kami harus menunggu sekitar 1 jam lagi untuk pemotretan.

Kami hanya bersantai di ruang ganti. Aku dengan asyik memainkan laptop untuk mengusir bosan. Shindong hyung dan ryeowook tengah menyantap makanan mereka sambil tertawa-tawa.

Donghae tertidur di sebelahku. Yesung hyung mendengarkan ipodnya sambil memejamkan matanya. Sungmin hyung hanya memainkan iphone sambil tersenyum. Siwon juga sedang tertidur di sofa paling pojok. Sedangkan Leeteuk hyung dan kyuhyun entahlah mereka kemana.

Konsentrasiku terusik saat seseorang memasuki ruang ganti. Itu kyuhyun. Dia masuk dengan langkah gontai dan pandangannya kosong menuju sofa. Dia.. dia juga terlihat pucat. Apa dia sakit? Ya, walaupun aku sedang marah padanya tapi melihatnya seperti itu membuatku sedikit khawatir. Aku memperhatikannya tanpa mengalihkan pandanganku dari laptopku.

"Kyu.. gwenchana?" tanya yesung hyung yang menyadari keanehan pada kyuhyun. Tapi kyuhyun tidak menjawab apapun..

"Kyu…" tanya sungmin hyung mulai mendekati kyuhyun

"ne?" tanyanya terlihat kaget. Dia seperti baru menyadari bahwa daritadi namanya di panggil.

"gwenchana? Wajahmu pucat kyu.." lanjut sungmin hyung lagi.

"ahh, ne., aku gpp minnie hyung" katanya sambil tersenyum di paksakan

"apanya yang gpp kyu, wajahmu pucat.." kata yesung hyung menimpali.

"Lebih baik kita ke rumah sakit kyu. Aku takut kau sakit.." kata sungmin hyunglagi..

" Aku ti.. ah.. rumah sakit.. benar, kenapa aku tak memikirkan itu. Hyung aku pergi sebentar.." katanya dengan nada seperti menemukan harta karu. Dia langsung mengambil mantel dan kunci mobilnya dan berlari meninggalkan kami.

"Kyuu.. kau mau kemana?" teriak sungmin hyung dengan nada cemas

"Ada apa dengannya?" tanya yesung hyung tak kalah cemas

'cih, babo, kenapa kau membuat kami khawatir?' batinku memandang kepergian kyuhyun.

Eunhyuk POV End

Kyuhyun POV

Aku mengendarai mobilku dengan sedikit panik. Untung aku membawa mobil hari ini. Aku langsung mengarahkan menuju rumah sakit. Rumah sakit yang terdekat saat ini adalah Seoul hospital, hanya itu yang terfikir olehku.

Aku memakai penyamaranku dan langsung masuk ke rumah sakit. Aku mencari ke setiap sudut. Aku berharap bisa menemukannya.

'Aissh kyu bagaimana caranya menemukan satu orang di rumah sakit sebesar ini?' batinku

Tapi seperti keberuntungan sedang menyertaiku sekarang. Aku menemukan sosok yang ku cari. Leader kami.

Leeteuk hyung sedang duduk di sebuah kursi tunggu di depansebuah kamar. Ia menundukan kepalanya, dia terlihat sangat cemas dan khawatir. Aku hanya bisa memperhatikannya dari balik tembok tak jauh darinya. Aku tak ingin ia mengetahui keberadaanku.

Setelah beberapa menit menunggu, Seorang dokter keluar dari sebuah kamar. Leeteuk hyung langsung bangkit dan menghampiri dokter itu.

"bagaimana keadaannya dok?" tanay leeteuk hyung dengan suara sedikit parau.

Dari jarakku aku masih bisa mendengar percakapan mereka.

"tenanglah, dia sudah tak apa-apa. Tapi kita harus segera melakukan operasi, jika tidak keadaannya akan semakin buruk. Aku akan tetap mencari donor hati itu tapi kalian juga harus tetap mencarinya." Jelas dokter itu

Aku terkaget dengan perkataan dokter itu. Dokter itu pergi. Ku lihat Leeteuk hyung.. menangis.. 'Aishh hyung jangan menangis" gumamku pelan

Ia mengahapus butiran air di pipinya dan mulai memijat keningnya. 'kenapa kau menyembunyikan ini hyung. Ahjumma sudah seperti eomma ku sendiri' gumamku lagi.

Sekarang aku melihat nunna Leeteuk hyung datang, tapi tiba-tiba saja poselku berdering. Sungmin hyung menyuruhku untuk segera kembali. Aku pun dengan cepat melangkahkan kakiku. Aku tak mau Leeteuk hyung sampai terlebih dahulu.

Aku pun sampai di tempat pemotretan. Sungmin hyung dan yesung hyung terlihat mencemaskanku. Aku pun meyakinkan mereka bahwa aku baik-baik saja. Tak lama setelah aku sampai Leeteuk hyung pun sampai. Ia menghampiri kami semua dengan wajah yang terlihat normal dengan senyum khasnya.

'hyung kenapa kau harus bersikap begitu?' kataku dalam hati

Kyuhyun POV End

Eunhyuk POV

'Aish akhirnya maknae evil itu datang. Apa tidak sadar membuat semua khawatir termasuk aku.' Gumamku dalam hati sambil memperhatikannya.

Tak lama setelah ia datang, Leeteuk hyung pun datang.

"Hyuung, kau darimana saja?" Tanya donghae manja saat melihat kedatangan hyung kesayangannya

"aku ada keperluan hae-ah. Kalian baik-baik saja kan?" tanyanya sambil tersenyum khas.

Entah ini hanya bayanganku saja tapi saat leeteuk hyung tersenyum aku melihat kyuhyun menatap tajam kea rah leeteuk dengan wajah sulit di artikan.. sedih, kecewa, marah, atau apa aku tak mengerti.

"Ayoo, kalian siap-siap 5 menit lagi di mulai." Kata salah satu crew

Kami menyiapkan diri kami.

"Hyung, manager hyung tadi mencarimu." Kata kyuhyun lirih

"benarkah? Baiklah, gomawo kyu." Kata leeteuk hyung sambil tersenyum

"Hyuung.." kata kyuhyun lagi

" ne, waeyo?" Tanya leeteuk hyung sambil merapikan barangnya.

"a.. ani.." jawab kyuhyun sambil meninggalkan leeteuk

Waktu menunjukan pukul 9 malam. Kami telah menyelesaikan latihan kami. Latihan kali ini lebih baik daripada kemarin. Tapi entah hanya perasaan ku saja, tapi sedaritadi aku melihat kyu selalu menatap ke arah leader kami. Masih dengan tatapan yang sama yang tak mampu ku artikan.

Sekarang yang lainnya sudah bebas dari jadwal. Hanya aku dan leeteuk hyung yang masih mempunyai jadwal di sukira.

"Kyu.," panggil leeteuk hyung saat kami berjalan menuju van kami.

"ne hyung?" jawab kyuhyun tertunduk

"ada yang ingin kau bicarakan denganku?" Tanya leeteuk hyung lagi.

Aku yang berjalan di belakang leeteuk hyung ikut berhenti menyaksikan mereka.

"a.. ani hyung.." jawab kyu gugup

"lalu, kenapa kau menatapku daritadi?" Tanya leeteuk hyung lagi

Yap! Perasaan ku tepat. Ternyata Leeteuk hyung menyadarinya juga. Bangga ku dalam hati

"…." Kyuhyun tidak menjawab

"kyuu…" Tanya leeteuk hyung lagi

"harusnya aku yang bertanya begitu hyung.." kata kyuhyun yang sontak membuat leeteuk hyung kaget.

Kyuhyun pun langsung masuk kedalam van.

Leeteuk masih terdiam mendengar kata-kata kyuhyun.

"Hyung, gwenchana?" akupun memberanikan diri untuk bertanya.

"ah, gwenchana hyuki, kajja.." katanya terburu-buru.

'ada apa sebenarnya?' gumamku pelan.

Eunhyuk POV End

Leeteuk POV

Akhirnya siaranku selesai juga. Badanku sudah benar-benar lemas. Aku masih terduduk di kursiku sambil memejamkan mataku.

"Hyung.." suara Eunhyuk membuyarkan ketenanganku. Hha

"ne, wae?" jawabku singkat

"ayo hyung, kita pulang.." ajaknya sambil menarik tanganku.

Karena melihatku lelah, Eunhyuk menawarkan dirinya untuk menyetir dan menyuruhku untuk tidur sebentar. Tapi sepertinya itu tidak berhasil, sudah beberapa hari ini aku sulit sekali untuk tidur. Pandanganku ku arahkan ke luar jendela, tak ada yang kku lihat, pandanganku kosong, aku lebih memikirkan sesuatu lagi dan lagi.

"Hyungg.." tiba-tiba eunhyuk membuyarkan lamunanku.

"ne, wae hyuki.?" Tanyaku sambil menunjukan senyum biasaku, aku tak mau dia mulai cemas dengan keadaanku.

"gwenchana hyung? Apa kau lelah?" tanyanya sambil tetap fokus menyetir.

"ne, gwenchana hyuki.." jawabku meyakinkannya.

"hyung, kau tahu.?" Kata hyuki memulai pembicaraan kami. Aku hanya terdiam membiarkan dia melanjutkan ceritanya

"aku memikirkan perkataan kyunie tadi., sebenarnya ada apa sih hyung?" tanya nya dengan nada serius.

Jleb

Pertanyaan itu sontak mengingatkanku pada kyuhyun. Perkataannya yang tadi membuatku sedikit bingung, aku sendiri belum mengerti apa maksudnya. Apa karena berita itu? Bukankah tadi ia bertemu dengan manager hyung.

"hyung,.." Eunhyuk menatapku dengan cemas dan menuntut jawaban dariku.

"ah itu. Aku sendiri tidak mengerti apa maksudnya hyuki., mungkin besok akan ku tanyakan lagi padanya." Jawabku

"lalu, apa kalian sudah berbaikan? Hah?" tanyaku sekarang

"mwo? Ahh., belum hyung.. hehe" jawab eunhyuk sambil nyengir

"aish, hyuki.. cepatlah minta maaf padanya., dia pasti hanya terlalu lelah kemarin. Kalian hanya terbawa emosi kan?" Kataku lagi

"ne, arraso hyung, aku berniat minta maaf padanya hari ini, tapi sikonnya belum tepat jadi belum ku lakukan deh. Tapi hyung tenang saja, kemarahanku sudah hilang kemarin. Yah, mungkin memang kelebihan kita punya maknae evil seperti dirinya. Ckck" katanya panjang lebar, aku sontak tertawa kecil dengan perkataannya,.

Eunhyuk POV End

Kyuhyun POV

'Aisshh, aku gak bisa tidurr…' gumamku pelan sambil terus menekan keypad PSP ku

Jam telah menunjukan pukul 1.30 dini hari. Kenapa mereka belum pulang sih.

Sejak sampai ke dorm aku sudah main PSP di ruang tengah ini., minnie hyung sudah mengajakku untuk tidur tapi aku menolak dengan alasan masih ingin bermain. Tapi alasanku adalah menunggu teuki hyung dan eunhyuk hyung pulang. Yaa, sudah jadi kebiasaanku menunggu mereka dengan alasan masih ada yang ingin ku mainkan.

Kreeekk..

Pintu dorm terbuka. Akhirnya mereka pulang juga, aku sudah lega sekarang.

"Kyu.." Kata eunhyuk hyung sedikit kaget. 'bukankah aku sudah biasa masih bangun jam segini ya? Kenapa dia harus kaget' batinku. Aku tak menjawab apapun. Aku tetap fokus ke psp ku..

"kyu, kenapa belum tidur?" sekarang giliran teuki hyung menghampiriku

"aku sedang main." Jawabku singkat tanpa melihat ke arahnya.

Ku lihat dia terus menghampiriku dan duduk di sofa sebelahku. Eunhyuk hyung juga duduk di karpet sambil menyantap susu strawberynya

"Hyuuung.." protesku saat teuki hyung mengambil psp ku secara tiba-tiba.

"Sekarang, cepat tidur.. besok kita masih ada jadwal arra?" katanya dengan nada lembut tapi tegas.

"aissh, kembalikan pspku hyung.." rengekku padanya agar pspku di kembalikan

"aku akan mengembalikannya besok., kau tidak akan tidur kalau ada ini." Katanya sambil tersenyum khasnya padaku

'aish, aku benci kau tersenyum seperti itu sekarang.' Gumamku dalam hati

"Hyuuungg.." Donghae tiba-tiba muncul dan langsung menghambur ke arah leeteuk hyung dan memeluknya.

"yak, hae-ah.. kau manja sekali sih.." protes eunhyuk melihat kemanjaan donghae pada leeteuk hyung,.

"biarin.," ucap donghae sambil tetap memeluk teuki hyung

Teuki hyung hanya tersenyum melihat dongsaengnya bersikap seperti itu. Aku terus memperhatikan wajahnya. Wajahnya menunjukan rasa sedih, lelah, sakit, walaupun semua pudar dengan senyum palsu yang ia tunjukan sekarang.

"Yak, kyuhyun-ah, kenapa kau menatap teuki hyung seperti itu? Apa kau cemburu pada donghae?" kata eunhyuk sambil nyengir. Sepertinya masalahku dengannya sudah clear, aku sudah tak memikirkannya sedikitpun. Dan dia juga sudah bersikap seperti biasa. Syukurlah kalo tak perlu repot menyelesaikan masalahku dengannya.

"kyunnie, kau sudah punya sungmin hyung, jangan sampai kau ambil hyungku yang satu ini." Protes donghae.

"Aissh, kalian ini masih saja bersikap ke kanak-kanakan" kata teuki hyung disambut dengan tawa dari 3 orang itu kecuali kyuhyun.

"kyu~" kata teuki hyung menyadari aku tetap berwajah datar.

"hyung., bisakah kau jangan tersenyum seperti itu sekarang?" tanyaku dengan nada tajam. Aku sudah tak mampu menahan emosiku. Aku tidak mau dia menyimpan semua kesedihannya sendiri.

Sepertinya pertanyaanku barusan membuat teuki hyung, donghae hyung dan eunhyuk hyung terpenjat kaget. Aku hanya menatap mata teuki hyung dengan tajamnya.

"kyu, wae gurae?"tanya nya masih dengan nada lembut

"Hyungg!" kataku mulai dengan nada tinggi.

"Yak, cho kyuhyun, jangan berteriak seperti itu!" bentak donghae hyung

"hae-ah.." kata teuki hyung menenangkan donghae hyung

"Ada apa kyu?" tanyanya lagi padaku masih lembut

"berhenti berpura-pura di depan kami hyung. Berhenti tersenyum seakan tidak ada yang terjadi, berhenti tertawa di saat kau sedih dan lelah. Jangan simpan masalahmu sendiri. Kau punya 8 dongsaeng di sini sekarang. Apa kau tidak ingin membaginya pada kami?" kataku dengan nada pun berdiri, Aku tak mampu menatap wajahnya sekarang.

"Hyung,. Mianhae., a.. aku sudah tau semuanya. Mulai dari manager hyung, Soo Man-ssi, hingga keadaan ahjumma., mian hyung." Lanjutku lagi sambil langsung beranjak menuju kamarku.

"Kyuhyun!" panggil eunhyuk hyung setengah berteriak. Aku tidak mempedulikan panggilan itu.

Kyuhyun POV End

Leeteuk POV

"berhenti berpura-pura di depan kami hyung. Berhenti tersenyum seakan tidak ada yang terjadi, berhenti tertawa di saat kau sedih dan lelah. Jangan simpan masalahmu sendiri. Kau punya 8 dongsaeng di sini sekarang. Apa kau tidak ingin membaginya pada kami?"kata kyuhyun dengan nada tinggi

"Hyung,. Mianhae., a.. aku sudah tau semuanya. Mulai dari manager hyung, Soo Man-shi, hingga keadaan ahjumma., mian hyung." Lanjutnya lagi

Jleb., Perkataannya seperti petir bagiku. 'bagaimana bisa ia tau semuanya. Batinku.

Aku hanya duduk menunduk.

"Kyuhyun-ah!"panggil Eunhyuk setengah berteriak tetapi kyuhyun tak mempedulikannya dan terus berjalan ke kamarnya. Aku bisa merasakan ke 2 dongsaeng yang masih berada di sampingku ini mempunyai berjuta pertanyaan dari perkataan kyuhyun padaku.

"Hyung.." panggil donghae lirih.

"…" aku tetap tak bersuara dan tetap menundukan kepalaku. Pelupuk mataku sudah mulai perih dan berat.

"Hyung, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya eunhyuk menimpali

"kalian berdua cepatlah tidur. Besok kita masih banyak jadwal. Hae-ah, malam ini kau tidur dulu bareng eunhyuk.. arra?" perintahku sambil melangkahkan kakiku menuju kamar. Aku tak sanggup untuk menceritakan semuanya malam ini. Aku ingin menenangkan pikiranku dulu.

"Hyung…." panggil donghae dan eunhyuk serempak

~TBC~


Jjang~!

Selesai.. Ini lebih panjang dari kemarin..,

Sudahlah.. Mian membuat kalian bosan ne?

Gomawo *Bow

RnR Please~!