Hai hai hai hai~

Akuh balik lagi ~

Need polowers nih TTwTT

Polow yaaaaa BanaBanaBanaaaa

Makasih makasih ~

#TebarMenyan

~Tar kubalas ripiunya sehabis cerita ~


Len POV


"Sepertinya dia terkena penyakit-" Ucap dokter SeeU terpotong karena samar-samar terdengar sebuah teriakan, aku dan dokter SeeU mencari arah dari datangnya suara tersebut.

"Rin!". Tiba-tiba muncul-lah dua orang berambut kuning. 'mungkin mereka orang tua Rin' pikirku sejenak.

"Ahhh, Lily-san" Ucap dokter SeeU, lalu menjabat tangan orang itu.

"Hai SeeU, udah lama sekali ya kita tidak bertemu !" Ucap wanita itu, lalu tersenyum.

"Oh iya dokter SeeU, bisakah kita berbicara sebentar?" Ucap pria yang bersama wanita itu.

"Tentu saja Leon-San" Ucap dokter SeeU lalu pergi bersama laki-laki yang bernama Leon itu.

Aku dari tadi hanya duduk didepan UKS bersama dengan wanita yang sepertinya ibunya Rin. "umhhhh, kalo boleh tanya... kamu siapanya Rin ya?" Ucap wanita itu. Lalu kujawab dengan cepat "aku teman-nya Rin" ucapku dengan santai. "yang benar? jangan-jangan kau pacarnya Rin lagi" ucap wanita itu lalu tertawa. Aku hanya bisa menyembunyikan wajahku yang memerah, lalu kujawab "TIDAK ! memang benar kok kalau aku hanya sekedar teman-nya Rin" ucapku marah. "hehehehe...maaf deh kalau begitu" ucap wanita itu tersenyum. "kalau boleh tau siapa namamu?" tanya wanita itu masih tersenyum. "namaku Kagamine Len". "ohh, saya adalah ibunya Rin, saya datang kemari karena saya tadi mendapatkan telefon dari dokter SeeU bahwa Rin pingsan disekolah...mangkanya saya datang kesini bersama ayah Rin" ucap ibunya Rin. "baiklah Len-kun, saya masuk dulu ya !" ucap ibu Rin tersnyum lalu memasuki kamar Rin.

Aku masih duduk didepan UKS menunggu ibu Rin keluar untuk menunggu giliranku melihat keadaan Rin. Lalu ibu Rin keluar dari ruang UKS dan menatapku... lalu dia bertanya. "kau mau menjenguk Rin? ayo lebih baik cepat masuk sekarang !" ucap ibu Rin dengan evil smile (?) sambil mendorongku masuk kedalam UKS.

Aku sudah berada didalam UKS sekarang. Dan ibu Rin masuk sebentar untuk memberitahu kalau ibu Rin dan ayah Rin sudah mau pulang. Lalu aku hanya mengangguk paham lalu melambaikan tangan. Setelah orang tua Rin pergi,ku dekati tempat tidur yang ada Rin diatasnya. Entah mengapa lagi-lagi wajahku memanas dengan sendirinya ketika melihat wajah imut Rin. Lalu ku genggam tangan Rin, lalu aku menyenandungkan lagu yang mungkin membuat Rin akan sadar.

Both the flowers and the trees are sad

Only being able to grow toward the sky

Every time they look down they remember

And they look up once again.

You look so sad as you sleep

As if you are having a bad dream

But I am here. Right beside you.

And I won't go anywhere.

HOW DO I LIVE WITHOUT YOU?

Everyone looks up at the sky

But then glances back down

You will never see the blue sky unless you search for it

Which may seem sad

You have lived mistaking freedom for selfishness

Relying on a starless night

With an invisible eye

Wandering around

I have had nothing to be afraid of

Because I had nothing to protect

Not tomorrow or ten years after

The me now is scared

I LIVE HAPPY MY SWEETHEART

Everyone cries with the sky

Lend out a hand, and dream a dream

The blue sky I've ever seen

I will always protect it

The shadow is free to flap its wings and fly around

For I do not long for it anymore

Everyone isn't free

Freedom isn't anything like that

It's just that the sky doesn't have a road

In the sky called "you"

Is where I am trapped

I am not going anywhere

So please don't go anywhere either

Everyone is in the sky

In the cage called freedom

It is enough if you are here

For in this sky I do not need wings anymore

Tepat setelah aku selesai menyanyi... Tiba tiba saja pintu UKS sudah dibuka olah seseorang. Aku melihat kearah pintu, dan ternyata itu adalah Miku yang sedang ngos-ngossan mungkin karena dia berlari.

"RINNNNNNNN CHAAAAAAAAAN" teriak Miku yang membuat kaca UKS pecah (?).

Dengan cepat kututup telingaku. Lalu Miku bertanya kepadaku "hey apa yang kau lakukan disini?" lalu kujawab "aku hanya menemani Rin karena tadi aku melihat Rin sudah pingsan di atap sekolah" jawabku. "sekarang biar kutanya balik kau ! kenapa kau tiba tiba datang ke UKS lalu berteriak bagai monster sampai kaca UKS pecah? seharusnya kau tau nanti Rin menjadi terbangun dari tidurnya !" Ucapku panjang lebar yang bisa dibilang memarahi Miku. "kalau begitu aku minta maaf deh" dengan wajah menyesal.

Aku sekarang sendirian diruaang UKS. Karna tadi Miku baru saja keluar karena bel sudah berbunyi kembali yang artinya waktu untuk istirahat sudah berakhir. Aku sudah izin kepada Gakupo sensei. "Rin daritadi belum bangun juga, dan aku sudang ngantuk...lebih baik aku tidur sebentar disini" gumamku kecil dan segera tertidur disamping Rin tetapi tetap memegang tangan Rin.


Rin POV


Samar-samar aku mendengar sebuah nyanyian yang sangat merdu... Dan itu membuatku terbangun.

"aku dimana?" ucapku

Loh, siapa yang sedang memegang tanganku?. Lalu aku melihat ke arah tanganku dan ternyata orang tersebut adalah Len?. Wajahku langsung memerah. Dan tiba-tiba saja Len terbangun dari tidurnya. Lalu dia kaget melihatku dan tiba-tiba saja dia memelukku. Wajahku kembali memerah. "Lenn?" ucapku bertanya-tanya. "syukurlah Rin akhirnya kau sadar juga ! Aku sudah sangat cemas dari tadi" Ucap Len yang belum juga melepas pelukan nya meskipun aku juga suka ketika dipeluk oleh Len.
Lalu Len melepaskan pelukan nya...

Jujur saja aku tidak ingin dia melepaskan pelukan nya. "maaf Rin aku memelukmu secara tiba-tiba" Ucap Len yang wajahnya sudah sangat memerah.

"tidak apa-apa Len" ucapku lalu tersenyum.

Kami diselimuti keheningan, lalu Len memecahkan keheningan itu. "hei Rin kau sudah tidak apa-apa?" ucap Len dengan serius. "tenang saja Len aku sudah tidak apa-apa kok" ucapku tersenyum penuh arti. Dan keheningan pun kembali terjadi.

Dan sekarang Len lagi yang memecahkan keheningan. "Hmmm...Rin?" Ucap Len dan kulihat wajahnya memerah ?.

"ya, Len? Ada apa?" ucapku yang sekarang benar-benar bingung dengan wajah Len yang amat sangat merah itu... Apa mungkin dia sakit?

"Hmm Rin...Aku sudah mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu...Jadi...Maukah kau menjadi pacarku Rin?" Ucapan Len itu benar-benar mengejutkanku dan membuatku terbelalak. Aku hanya diam.

"Rinn? apa kau tidak cinta padaku?" ucap Len bertanya-tanya.

"baiklah Rin jika kau memang tidak mencintaiku...lebih baik aku pergi..." Ucap Len lalu pergi...

Saat Len sudah didepan pintu, aku segera mengejarnya dan memeluknya dari belakang. "aku mau Len ! Aku juga mencintaimu sejak kita pertama kali bertemu ! Tolong jangan pernah tinggalkan aku Len" Ucapku sambil menenggelamkan wajahku di Punggungnya. Mungkin Len sedikit terkejut dengan tindakanku ini... Tapi... siapa peduli?

Lalu Len memutar tubuhnya dan memegang kedua punggungku... Lalu Len melakukan hal yang tidak pernah kuduga-duga. Dia menciumku tepat dibibir. Jadi first kissku diambil oleh Len. Aku sedikit terkejut tapi aku menerima ciuman itu.

Setelah itu Len menggendongku kembali ke tempat tidur UKS dengan gaya bridal style, dan membuat wajahku memanas. "lebih baik Rin istirahat saja...tidak perlu jalan kemana-mana" ucap Len lalu tersenyum. "baiklah Len." ucapku, lalu membalas senyum indah milik Len. Lalu aku melanjutkan tidurku.


Len POV


Rin kembali terlelap. "istirahatlah yang cukup ya Rin" ucapku pada Rin walaupun aku tahu bahwa Rin masih tertidur. Aku pergi keluar sebentar untuk membeli minuman. Saat aku keluar dari ruangan Rin tiba-tiba Teto & Miku datang. "Len-kun, kau mau kemana?" ucap Teto bertanya. "aku hanya ingin membeli minuman" jawabku kepada Teto. "ohhh, berarti sekarang giliran kami ya yang menjaga Rin?" sambung Miku. "yasudah" ucapku lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

Aku sudah sampai di toko minuman. Lalu seorang pemuda berambut merah dan wajahnya mirip sekali dengan Kaito datang menghampiriku lalu bertanya. "selamat datang di Moon Cafe, nama saya Akaito, boleh saya tulis pesanan anda?" ucapnya ramah. ' ternyata bukan wajah dan rambutnya saja yang mirip..bahkan namanya juga agak mirip ' pikirku sejenak lalu segera memesan sebuah minuman. "saya mau jus pisang (?)" jawabku lalu tersenyum. "baiklah pesanan anda akan jadi dalam 5 menit, silahkan menunggu" ucap Akaito.

Setelah 5 menit menunggu pesananku datang. Lalu Akaito mengantarkan jus pisangku. Lalu aku menikmati jus pisangku ini...

Setelah jus pisangku habis, aku bertanya berapa harganya. Lalu Akaito datang dan membawakan sebuah bon untukku. "harga jus pisangnya 4.000 rupiah" ucap Akaito.

Lalu kuberikan uang 10.000 rupiah. "kembalinya 6.000 rupiah ya" Ucap Akaito lalu memberikan kembalianku. Sebelum Akaito pergi, aku sempat menarik tangan-nya.

Lalu aku bertanya "apa kau mengenal Kaito Shion?" ucapku padanya. Lalu dia berbalik menghadapku dan dia menjawab "ya, aku kenal dia" ucapnya sedikit tersenyum.

"kalau boleh tau...kau siapanya dia ya? karena daritadi kuperhatikan kau mirip sekali dengan dia" ucapku bertanya.

"Sebenarnya..."


To Be Continued


IchigoMei-Chan

Iya tata !

aku bakal lanjutin kok :3

Soal penyakit Rin... Tar tata liat ajah sendiri x3

Makacih Ripiunya tata~

Blaze Takishima

Aku ndak jaat tau TTwTT

nih aku apdet :D

Makacih dah ripiu~

Karin Shawol

Wkowkwowokwokwokwok

makasih udah ikut penasaran (?)

Selamat Menunggu sampai ceritanya selesai :3

Makacih udah lipiuuuu~

KonekoMii-Chan

Arigatou~ -bows-

makacih udh di paporite :'D terharu akuh :'D

Makacih ya udh lipiu~

kapan-kapan ripiu lagi yea?

MayuMoeChan

Ote-ote mulai sekarang aku ngak bakal pakai emotion lagi :D

ada typo ya? kapan kapan kuperbaiki deh ;)

Makasih ya :'D

Makasih juga dah ripiu ~