Haaaiiii... i'm comming back bebeh :*

Aku sedikit terharu ada yang mw fav cerita aku yang aneh ini... :'D

Aku ucapkan ~Arigatou~

Sepelti biaca... kubalas lipiunya sehabis cerita :3


Teto POV


Setelah Len pergi, aku dan Miku segera memasuki ruang UKS. Sebenarnya kami sudah pulang sekolah, namun karna kudengar dari Miku bahwa Rin-chan dirawat di UKS jadinya aku harus menjaga Rin-chan. "hei Teto...kenapa ya sepertinya Kagamine Len itu perhatian sekali dengan Rin? padahal diakan bukan siapa-siapanya Rin" ucap Miku tiba-tiba. "aku juga tidak tahu Miku...atau mungkin Len menyukai Rin-chan ya?" ucapku sedikit bercanda. "mungkin perkataanmu ada benarnya juga Teto !" ucap Miku dengan api membara di matanya. Aku hanya sweetdrop. 'tadikan aku hanya sekedar bercanda' gumamku hatiku.

"Rin-chaaaaan gak bangun-bangun nihh... akukan jadi khawatir" ucapku pada Miku. "iya nih.. Rin gak bangun-bangun" ucap Miku dengan wajah lesu. Lalu handphoneku berbunyi, tanda bahwa ada telepon. "sebentar ya Miku, aku mau mengangkat telepon dulu" ucapku pada Miku, dan Miku hanya mengangguk lalu aku keluar dari ruangan UKS.

"loh Ted?" ternyata yang meneleponku adalah Ted. Segera kuangkat teleponku. "moshi-moshi Ted" ucapku semangat. "hei Teto kau dimana? kenapa kau daritadi belum pulang-pulang? akukan jadi khawatir !" ucap Ted dengan nada cemas. "aku sedang berada di ruang UKS sekolah untuk menjaga Rin !" ucapku pada Ted. "ooh... kukira kau dimana...ya sudah Teto cepat pulang ya?" jawab Ted. "tentu saja Ted" lalu kututup telepon-nya.

Setelah itu aku kembali ke ruang UKS. Lalu kulihat Rin belum sadar juga. Tapi sepertinya sekarang ini Rin bukan pingsan... sepertinya Rin hanya tertidur?. Lalu Miku melihat kearahku. "tadi kau teleponan sama siapa Teto? sama Ted yaa? Cieeeeeeeee" ucap Miku dengan nada menggoda. "Wajahku memanas lalu kujawab Miku "Iya memang yg menelepon tadi adalah Ted...tapi jangan menggodaku dong Miku..." ucapku sambil mengembungkan pipiku. "hehehehehe...iya deh" ucap Miku cengengesan.


Miku POV


Setelah menggoda Teto, aku pergi kesebuah supermarket untuk membeli sebuah negi segar. Karena jujur saja aku sudah sangat lapar. Ketika aku sedang berjalan dibagian sayuran, aku bertabrakan dengan seorang laki-laki. "aduuuh" rintihku kesakitan. Lalu laki-laki itu segera berdiri dan langsung membantuku juga untuk berdiri. "maaf ya aku tadi tidak sengaja menabrakmu" ucap laki-laki itu sambil tersenyum. "tidak apa-apa kok ! lagipula tadi aku sedang melamun" ucapku membalas senyumnya. "oh ya, kalau boleh tau siapa namamu?" sambil mengulurkan tangan-nya kepadaku. "namaku...Miku... Miku Hatsune...kau boleh memanggilku Miku !" ucapku lalu menjabat tangan-nya. "ok Miku, namaku adalah Shion Kaito.. kau boleh memanggilku Kaito" ucap Kaito tersenyum manis membuat wajahku sedikit memanas. Setelah berkenalan dengan Kaito, aku kembali mencari negi.

Setelah mendapatkan negi segar, aku membayarnya segera membayarnya dan kembali ke UKS sekolah untuk melihat keadaan Rin. "Kaito tampan juga ya..." gumamku tanpa sengaja. Dengan segera kututup mulutku. 'apa yang baru saja aku katakan?' pikirku dalam hati. Lalu aku mempercepat langkahku menuju ruang UKS.


Len POV


"sebenarnya Kaito adalah adikku... namun... ketika aku berumur 5 tahun, aku dibuang oleh otou-san...aku tidak mengerti mengapa otou-san membuangku" ucap Akaito dengan nada sedih. Aku turut sedih mendengar cerita Akaito tapi kenapa Kaito tidak pernah memberitahuku bahwa dia punya kakak?. Lalu kutanya Akaito "apakah Kaito tahu bahwa kau adalah kakaknya?" jawabku menyelidikki. "sepertinya tidak...karena waktu itu dia masih bayi... belum mengerti apa-apa" ucap Akaito bercerita. "lalu bolehkah aku menceritakan tentang dirimu kepada Kaito?" ucapku bertanya padanya. "lebih baik jangan..." ucapnya dengan lirih. "baiklah kalau begitu...aku pergi dulu ya !" ucapku lalu pergi meninggalkan Akaito.

Setelah perjumpaanku tadi dengan Akaito, aku kembali menuju UKS sekolah. Ketika aku sampai di ruang UKS, aku bertanya kepada Teto dan Miku. "kenapa kalian tidak pulang saja?". Lalu mereka jawab dengan kompak dan wajah cemberut "karena kami adalah sahabat Rin... kami tidak akan pulang sebelum melihat Rin sadar ! kenapa tidak kau saja yang pulang? kaukan bukan siapa-siapa Rin" ucap mereka dengan sangat kompak. Lalu aku hanya tertawa dan mengucapkan yang sebenarnya kepada mereka. "sekarang aku berstatus sebagai PACAR Rin, jadi sekarang aku harus melindungi dan menjaga Rin" ucapku dengan penekanan dalam kata pacar. "HAH? kau serius?" ucap Miku kedip-kedip tidak percaya. "JADI LEN ADALAH PACAR RIN SEKARANG? LEN TIDAK BERCANDA BUKAAAN?" ucap Teto dengan sangat tidak percaya. "ya begitulah... Rin adalah pacarku sekarang" ucapku nyengir kuda. "kalau begitu tinggal Miku dong yang single" ucap Teto mengejek Miku. Lalu terjadilah sebuah pertengkaran kecil antara Miku dan Teto, sedangkan aku sudah berada disamping Rin. Aku memegang erat tangan Rin. "Rin..bangunlah sekarang...sepertinya istirahatmu sudah cukup" ucapku bergumam kecil. Tapi tidak ada reaksi apapun dari Rin. "baiklah Rin aku akan menunggumu sampai kau terbangun" ucapku berbisik dikuping Rin.

Sekitar 20 menit kemudian, Teto dan Miku pamit pulang. Sedangkan aku tetap menunggu Rin agar Rin bangun dari tidurnya. "LEEEEEEEEEEEEEEEEEEEN aku mohon jangan pernah tinggalkan akuuu" ucap Rin mengigau dan aku melihat sedikit air mata di sekitar matanya. Dengan segera kusapu air mata Rin. "tenang saja Rin aku tidak akan meninggalkanmu kok" ucapku. Lalu tiba-tiba saja Rin bangun dan langsung memelukku. "huweeeeeee... Leeeeeeeeen...aku mimpi buruk" Tangis Rin dalam pelukanku. Aku masih sedikit terkejut lalu kubalas pelukan-nya. "tidak apa-apa Rin...aku selalu disisimu" ucapku menenangkan Rin. "baiklah Len, aku percaya padamu !" ucap Rin yang memandang wajahku. Kulihat masih ada sedikit air mata segera kuhapus air mata itu menggunakan tanganku lalu kuhisap air matanya. Rin sedikit terkejut dan kulihat wajahnya memerah sedikit lalu kucium dia tepat dibibir. "eehh?" ucap Rin kebingungan dan wajahnya sudah sangat memerah sekarang. Aku hanya tertawa kecil.


Rin POV


Aku masih tidak percaya dengan apa yang Len lakukan. Tapi itu sangat romantis, membuatku melupakan mimpiku yang sangat menyeramkan. Lalu Len mengajakku pulang, aku hanya setuju saja dan memberitahu alamat rumahku. Diperjalanan Len selalu menggenggam tanganku walau hanya keheningan yang menyelimuti kami.

"nah Len, ini rumahku ! aku pulang dulu ya?" ucapku melepas genggaman tangan Len.

"ok ! yasudah Rin kita berpisah sampai disini saja" ucap sambil Len melambaikan tangan.

Tidak terasa hari berganti malam. Sebenarnya ibuku sudah menyuruhku untuk tidur dari tadi, tapi aku tidak bisa tidur. Setiap aku memejamkan mataku... aku melihat senyum manis Len... Sudahlah... lebih baik aku segera tidur daripada besok aku terlambat kesekolah. Tapi, entah mengapa aku teringat kembali dengan mimpiku. Tapi lebih baik aku segera melupakan nya, itukan hanya mimpi. Lalu akupun tertidur.

Keesokan paginya, aku dibangunkan oleh ibuku tercinta. "Rinn... bangun dong hari ini kan kamu sekolah" ucap ibuku Lily Kagamine. "hmmm... iya bu.. aku bangun" ucapku masih mengantuk. "lebih baik kamu segera bersiap-siap, ayahmu sudah menunggu dari tadi" ucap ibuku lalu pergi. Huh... ayahku memang selalu ingin cepat-cepat. Padahalkan waktunya masih lama. Ya sudahlah lebih baik aku segera bersiap-siap.

Setelah aku mandi dan sarapan, aku diantarkan ayahku. Sesampainya disekolah aku langsung keluar dari mobil dan berlari menuju kelas. Saat aku memasuki pintu kulihat Miku, Teto, dan Gumi sepertinya sedang membicarakan sesuatu. Akupun menghampiri mereka bertiga. "hai Rin !" sapa Miku. "hai juga Miku" ucapku tersenyum.

"oh iya Rin, kata Gumi nanti akan ada seorang murid baru" ucap Miku lalu mengajak ku duduk disamping nya. "benarkah?" ucapku bertanya pada Gumi. "ya begitulah Rin, tadi aku sedikit mendengar pembicaraan guru-guru" jawab Gumi. "baiklah kalau begitu, nanti kita akan berkenalan dengan-nya" ucap Teto bersemangat. Lalu bel berbunyi, aku segera duduk di kursiku.

"Baiklah anak-anak, hari ini kita kedatangan murid baru" ucap Kyoteru - sensei. "baiklah kau boleh masuk" ucap Kyoteru - sensei sambil menatap pintu kelas. Lalu masuklah seorang pemuda yang sepertinya kukenal... tapi... Siapa?. "ohayo" ucapnya tersenyum. "kau boleh memperkenalkan diri sekarang" ucap Kyoteru-sensei. Lalu pemuda itu berbicara.

"Namaku adalah..."


To Be Continued~


Yeeeeeeeey... Selesai juga ^.^

Time To Balas Lipiyu


Taiyou Desu


Wkwkwkwkwk... Iya kak tari...

makasih ya kak tari udah bantuin aku buat semangat apdet cerita d(^.^)

Makasi Lipiyunya


Kyon Kuroblack


Wkwkwkwk... Tar penyakit Rin aku kasi tw di bagian terakhir...

Buakakakakakakakak...

Bikin orang penasaran seru loh

Makasi Lipiyunya


KonekoMii-Chan


Tebakan-nya betul tuh :3

Penyakit Rin ya?

hm... rahasia dund :P

Makasi Lipiyunya