Naruto | Masashi Kishimoto

Next Door : Drabble | SilverMatch

Pairing : MultiPair

Genre : MultiGenre

Rate : M

Pair in this chapter :

KyuuHina | slight NaruHina

.

.

Summary :

"Jam tiga ya? biar lebih lama~"/"Sore Kyuubi-nii!"/"Hishashiburi Konoha!"/
"Dia tak akan tahu."/"Le-lebih ce-cepat Kyuubi-nii!"/
Cintanya yang tulus, dibalas dengan penghianatan yang sakit oleh dia. Dan kini ia memelas meminta maaf dan meminta ia kembali padanya? Hah maaf saja, aku sudah terlalu sakit untuk kembali padamu, memang aku memaafkanmu, tapi untuk kembali? Maaf saja!
/"Chapter III is up : Cinta dan Penghianatan?"/Pair melenceng dari awalnya : KyuuHina/Lemon!Fict/RnR!

.

.

Warnings :

Anak kecil dilarang masuk! Typo(s), abal, gajeness, dan memuakkan. Tapi saya harap anda mau meninggalkan barang satu review di setiap chapter! Arigatou!

.

.

Enjoy reading! Awas ada yang bangun tuh #plak

.

.

Hinata mematikan saluran telepon dengan kekasihnya -Naruto Uzumaki. Ia tak jadi ke rumah sang kekasi nanti sore jam empat yang tepat di sebelah rumahnya itu. Ayahnya kemarin meneleponnya untuk bersiap menuju Ame, menjenguk kakeknya yang sedang sakit. Naruto hanya tertawa diseberang sana, ia berkata agar Hinata sabar saja. Hinata cemberut mendengar keputusan sang ayah. Baru saja Hinata turun ke lantai dasar dengan membawa kopornya, tapi tiba-tiba kakaknya -Neji Hyuuga, menghentikan langkahnya.

"Hinata-hime, baru saja Hiashi-sama menghubungiku agar hime tak perlu ikut ke Ame, beliau tiba-tiba ada urusan mendadak. Jadi tak mungkin menunggu hime." Ujar Neji sopan pada Hinata.

"Ne-Neji-nii, tak pe-perlu seformal i-itu padaku. Ya-yah rugi deh u-dah kemas-kemas. A-arigatou Ne-Neji-nii. Hinata ke atas dulu." Ujar HInata kemudian berbalik menuju kamarnya di lantai dua. Neji hanya mengangguk lalu menuju dapur, menyiapkan makan siang untuknya, Hinata dan Hanabi.

Jam meunjukkan pukul satu siang. Hinata menghidupkan pendingin ruangan. Ia lalu merebahkan diri di atas kasur empuknya. Ia memikirkan selama empat bulan ini berpacaran dengan Naruto, yang merupakan tetangganya sedari kecil. Hinata berpikir, apa Naruto masih menyukai Sakura ya? Pasalnya sejak mereka duduk di bangku SD, Naruto tampak selalu mengejar-ngejar gadis berambut merah muda itu. Hingga sekarang mereka duduk di bangku SMA. Dan ketika ia menyatakan cinta pada pemuda bungsu Uzumaki itu dan diterima, hatinya tak henti-hentinya berdesir. Saking senangnya ia tak tahu apa benar pemuda itu mencintainya atu tidak.

Naruto kini sibuk dengan ponselnya. Ia berbicara dengan seseorang yang kita ketahui suaranya adalah suara seorang gadis dan -bukan Hinata. Ia tampak tertawa-tawa mendengar ocehan sang gadis diseberang.

"Nanti sore Kyuubi-nii tak ada dirumah, lalu Hinata juga tak jadi ke mari. Bagaimana kalau nanti sore? Timing yang tepat bukan?" Ujar Naruto pada gadis diseberang.

"Hm, baiklah. Jam tiga ya? Biar lebih lama~" Gadis itu bermanja-manja pada Naruto. Naruto menjawab dengan semangat. Mereka melanjutkan pembicaraan mereka dengan seru, entah apa yang mereka bicarakan.

Sakura, atau lengkapnya Sakura Haruno. Putri tunggal dari pasangan Aoki Haruno dan Ritsuko Haruno. Ia kini sedang menjalin hubungan dengan putra bungsu Uchiha, Sasuke Uchiha. Sayang, Sasuke kini sedang menempuh pedidikan lanjutan di Oxford. Meninggalkan sang kekasih di Jepang. Sakura yang kesepian memilih bermain api dengan sahabatnya, Naruto Uzumaki, kekasih dari Hinata Hyuuga. Naruto sendiri tak tahu perihal Sakura dan Sasuke adalah sepasang kekasih. Ia mengiyakan saja ketika Sakura memintanya untuk menemaninya. Hingga kini, genap empat bulan lebih seminggu mereka menjalin hubungan gelap. Naruto berpacaran dengan Hinata juga atas kemauan Sakura. Ia meminta Naruto menerima Hinata karena agar tak menyebar gosip antara mereka berdua. NAruto yang diliputi rasa senang hanya mengangguk tanpa mengartikan apa maksud dari Sakura.

Sakura hanya tertawa sinis ketika kekasih aslinya -Sasuke, mengirimkan pesan padanya bahwa ia belum bisa pulang. Ia -Sakura, membanting ponselnya di kasur. Dadanya bergemuruh kesal ketika Sasuke tak bisa pulang padahal ini hari jadi mereka yang ke satu tahun. Ia lalu menghubungi Naruto -kekasihnya yang lain.

"Nanti sore Kyuubi-nii tak ada dirumah, lalu Hinata juga tak jadi ke mari. Bagaimana kalau nanti sore? Timing yang tepat bukan?" ujar suara diseberangnya. Sakura hanya menyeringai sinis.

"Hm, baiklah. Jam tiga ya? Biar lebih lama~" suaranya sengaja ia manja-manjakan. Ia dan suara diseberangnya itu lalu bercakap-cakap dengan girang. Tak mengetahui bahwa seseorang kini telah sampai di bandara Narita.

Hinata sudah selesai mandi, wangi Lavender menguar dari tubuhnya yang aduhai itu. Ia lalu memakai dress Lavender Dottie dress, dress ungu pucat tanpa lengan selutut dengan corak polkadot disekelilingnya. Rambut indigo panjangnya ia ikat cepol, menampilkan putih kulit leher jenjangnya. Poni depan dan sedikit anak rambut ia sisakan, menambah kesan manis di wajahnya itu. Kakinya beralaskan sebuah flat shoes putih dengan renda bunga-bunga dibagian tepinya. Ia ingin tampil cantik dihadapan Naruto. Ia lalu keluar dari rumahnya setelah berpamitan pada Neji. Neji hanya mengepalkan tangannya, ia berniat ikut dengan Hinata. Ia takut adik manisnya itu diculik karena terlalu manis dan cantik. Poor SisCom!Neji.

Jam tangan putih di lengan kiri Hinata menunjukkan pukul empat kurang lima menit sore. Tak sengaja ia bertemu dengan Kyuubi -kakak Naruto. Hinata sebenarnya masih menyimpan perasaan pada sulung Uzumaki itu. Tapi terpaksa ia kubur dalam-dalam ketika ia mengetahui bahwa pemuda Uzumaki itu tak menyukainya.

:Flashback:

"Ky-Kyuubi-nii, a-aku ingin mengatakan se-seuatu." Ujar Hinata yang masih SMP kelas satu itu pada Kyuubi -kakak Naruto yang telah menaiki kelas dua SMA.

"Hn? Ada apa Hinata?" Tanya Kyuubi kalem.

"A-Aku menyukai Nii-san!" Ucap Hinata cepat. Kyuubi seketika mengalihkan dirinya dari buku yang tengah dibacanya itu.

"Tapi maaf Hinata, aku tidak menyukai-" Kyuubi belum menyelesaikan kalimatnya, Hinata sudah berlari menjauh. Kyuubi hanya menghela nafas, "...kau belum selesai mendengarkanku Hinata." ujarnya malas.

:Flashback OFF:

"So-sore Kyuubi-nii." Sapa Hinata pada Kyuubi yang baru turun dari mobilnya.

"Ah sore juga Hinata. Mencari Naruto? Sepertinya ia ada di kamarnya." Ujar Kyuubi sambil menunjuk sebuah kamar di lantai dua.

"A-arigatou Kyuubi-nii." Hinata buru-buru lari dari hadapan Kyuubi. Kyuubi hanya mengangkat bahu, acuh. Ia lalu mengambil kain untuk membersihkan kaca mobilnya.

Hinata memasuki rumah keluarga Namikaze-Uzumaki itu. Ditutupnya pelan pintu rumah, ia berniat memberi kejutan pada Naruto. Dinaikinya kini anak tangga rumah keluarga itu dengan langkah kecilnya. Sayup-sayup Hinata mendengar suara aneh dari arah kamar kekasihnya itu. Ia berjingkat mendekati kamar yang kebetulan pintunya tak tertutup sempurna. Matanya membulat ketika didapati sang kekasih tengah bergumul dengan seseorang yang ia kenal dengan nama Sakura. Nampak Naruto tengah menghentak-hentakkan pinggulnya. Kaki Sakura membelit tubuh Naruto. Mereka berdua tak menyadari sepasang mata yang kini berkaca-kaca. Hinata segera turun dari sana, tanpa sengaja ia tersandung dan jatuh dengan suara gedebum keras. Ia panik, lalu ia bersuara 'Mi-miaww!' untungnya suara kucing yang ia pelajari dari Hanabi mirip dan tak menarik perhatian pasangan yang tengah bercinta itu.

Ia -Hinata melarikan diri keluar dari rumah Uzumaki. Tanpa sengaja ia menabrak Kyuubi yang masuk membawa seorang tamu. Kyuubi heran, tak biasanya Hinata pulang cepat. Ia tak sempat bertanya ketika gadis itu langsung lari tanpa pamit. Tamu yang dibawa Kyuubi hanya diam tak menanggapi. Kyuubi mengantar tamunya sampai di kamar adikya.

"Hei bodoh ada bocah Uchiha yang mencarimu..." Suara Kyuubi mengecil tatkala didapatinya sang adik sedang berhubungan intim dengan gadis lain. Tangannya mengepal, "...brengsek kau Naruto." desis Kyuubi -marah. Ia lalu pergi dari sana, meninggalkan tiga insan yang saling menatap dalam diam. Sasuke -si tamu membuka suara.

"Oh, maaf sepertinya kedatanganku mengganggu acara kalian..." Sasuke berbalik, ia lalu berucap "..ah iya Sakura sayang, mulai saat ini kita putus." Sakura membulatkan matanya. Ia lalu menyelimuti diriya dengan selimut. Ia mengejar pemuda yang menyandang status -mantan- kekasihya.

"Tu-tunggu Sasuke-kun~ I-ini tak seperti yang kau pikirkan!" Ujar Sakura memelas sambil memegangi kaki Sasuke. Sasuke meliriknya sinis. Ia lalu berjongkok, mengelus rambut Sakura lalu menjambaknya.

"Memang kau tahu apa yang aku pikirkan?"Sasuke menatap jijik Sakura, lalu dilepaskannya jambakan itu. Naruto hanya terpaku melihat aksi keduanya. Ia tak mengerti, sangat tak mengerti.

"AH dan kau Naruto-san, gadis Hyuuga yang sepertinya pacarmu itu tadi kulihat keluar dari kamarmu dengan mata sembab." Tambah Sasuke lalu pergi dari sana. Naruto membulatkan matanya, Hinata melihatnya? Ia -Naruto meremas rambutnya. Sasuke kini memanggilnya dengan formal, bukan lagi 'Dobe' atau semacamnya. Ia lalu bertanya pada Sakura yang tengah menangis.

"Apa sebenarnya yang kau sembunyikan dariku?" Tanya Naruto datar.

"A-Aku dan Sasuke be-berpacaran se-sebelum aku berpacaran denganmu." Naruto terkesiap, ia ternyata hanya kekasih gelap gadis didepannya. Naruto jatuh terduduk dengan kaki yang lemas. Penyesalan telah menyia-nyiakan perasaan Hinata mensesakinya.

Hinata's House ...

Hinata menangis dalam diam di kamarnya. Ia peluk lututnya erat, ia tak mengganti bajunya. Kebetulan Neji sedang mengantar Hanabi bermain ke Game Center. Rambut Hinata awut-awutan, matanya memerah karena menangis. Sebuah ketukan di jendela kamarnya mengintrupsi kegiatannya. Ia menoleh, mendapati Kyuubi tengah memanjat dan menatapnya. Hinata terkesiap, dibukanya jendela kamarnya itu.

Kyuubi seketika masuk ke dalam kamar Hinata. Ia lalu mengunci jendela kamar gadis itu. Didorongnya Hinata ke atas ranjang gadis itu. Hinata yang kaget tak bisa menjaga keseimbangannya dan akhirnya jatuh ke atas ranjangnya. Kyuubi lalu menaiki tubuh Hinata lalu mengecup bibir mungil gadis itu. Hinata meronta dalam dekapan Kyuubi.

"A-apa yang kau lakukan, Kyuubi-niihh~ lepasskan Hinata~" Suara Hinata terdengar mendesah, ketika bibir pemuda itu mendarat di leher dan bahunya yang terekspos. Kyuubi hanya menggeram, ia lalu bergumam. "Menitipkanmu pada Naruto ternyata keputusan yang salah..." lalu ia -Kyuubi mendaratkan kecupan lagi leher dan bahu gadis itu. Hinata berusaha menjauhkan pemuda yang lebih tua lima tahun darinya. Tangan mungilnya mendorong dada bidang Kyuubi yang terbalut kaus oblong hitam bermerek Ruby Soho. Usaha Hinata hanya menghasilkan kesia-siaan. Ia berusaha meronta, tapi satu tangan pemuda berdarah Uzumaki itu menahan kedua lengannya yang kecil. Satu tangannya lagi mencoba melepas dress Hinata.

Hinata hanya pasrah menerima perlakuan kakak dari Naruto itu. Melawanpun hasilnya akan sia-sia.

"Diam dan nikmati saja Hinata-chan~" ujar Kyuubi yang kini membawa seutas tali sepatu. Kyuubi lalu mengikat kedua tangan gadis manis dihadapannya. Hinata berusaha melepas ikatan di tangannya, tapi ia buru-buru mendesah ketika tangan besar Kyuubi meraup dan meremas payudaranya dari luar branya.

"Uu~hhh Kyuubi-nii~" Desahnya sambil menyebut nama sang Uzumaki sulung. Kyuubi menyeringai mesum. Ia lalu mencium kembali bibir mungil basah yang dipenuhi saliva itu. Dilumatnya bibir sang gadis sampai memerah. Tangannya tak tinggal diam, tangan kiri sedang memanjakan payudara Hinata dan yang kanan tengah membelai bagian bawah Hinata. Hinata terkulai lemas tak berdaya. Rambutnya kini tergerai halus di atas bantal. Tangannya terikat ke atas, mengekspos bahu dan bagian tubuh bawahnya yang sangat menggiurkan walaupun masih terbungkus bra dan celana dalam.

Kyuubi menatap tubuh Hinata yang menggiurkan, ia menelan ludahnya kesusahan. Nafas gadis itu terengah-engah setelah ciuman panjang mereka. Dadanya naik turun dan putus-putus. Kyuubi lalu membuka paksa bra yang dikenakan gadis itu. DUING Dua buah payudara ukuran C terpampang di depan wajah tampan Kyuubi. Hinata yang sangat malu memejamkan matanya erat. Kyuubi melahap dua gunung dihadapannya. Sesekali ia gigiti putingnya hingga memerah, menyebabkan si empunya megerang keenakan. Kyuubi akhirnya melepaskan tali yang megikat Hinata, ia yakin Hinata tak akan melawan.

Mulutnya masih bekerja pada bukit kembar itu, tangannya kini bersiap melepaskan celana dalam sang gadis. Dilemparnya celana itu entah kemana. Kyuubi tak bisa berhenti berdecak kagum memperhatikan area terlarang Hinata. Hinata langsung menutupi area itu dengan merapatkan kedua kakinya. Tangan kekar Kyuubi seketika menahannya, ia tak ingin pemandangan dihadapannya terganggu.

Kyuubi lalu mengelus-elus area itu dengan lembut. Hinata mengerang-erang merasakan sensasi aneh mendera tubuhnya. Kyuubi lalu menusukkan jari tengahnya ke dalam lubang sempit Hinata. Hinata mendesah sambil membusungkan tubuhnya merasakan jemari Kyuubi bermain didalam dirinya. Kyuubi menambah kecepatan jarinya mengocok lubang sempit Hinata. Ia juga menambah jumlah jarinya, dari satu menjadi dua lalu terakhir menjadi tiga jari sekaligus. Lima menit Kyuubi mengeluar masukkan jari-jarinya, ia merasakan lubang sempit itu kian menyempit. Sepertinya akan orgasme lalu Kyuubi segera melepas ketiga jemarinya.

Hinata tanpa sada membusungkan tubuhnya, gerakan jari-jari Kyuubi begitu nikmat sampai-sampai ia harus memejamkan mata saking dahsyatnya. Hinata merasakan sesuatu akan segera keluar dari tubuhnya, pikirannya blank. Tapi belum sempat ia merasakannya tiba-tiba jari-jari itu keluar dri tempatnya bermain tadi. Hinata membuka mata hendak protes, ketika dilihatnya seringai mesum Kyuubi.

"Ke-kenapa dihentikan?" Tanya Hinata polos. Kyuubi mendelik, kenapa dihentikan katanya? Ia menyeringai mesum. Kyuubi lalu melepas kaos dan celananya. Kini terlihatlah sang jantan berdiri tegak. Hinata terkesiap melihat ukuran kejantanann Kyuubi. Ia -Kyuubi mendekati Hinata, lalu didengarnya Hinata berucap : "Ja-Jangan.." Kyuubi berhenti bergerak, ia lalu mundur dan duduk di samping tempat tidur.

"Kau tak mau ya?" Ujar Kyuubi lalu mengocok pelan sang jantan -sendirian. Hinata tanpa sadar langsung memeluk sosok tegap itu dari belakang. Ia mengalungkan tangannya di leher Kyuubi lalu jemarinya iktu mengocok sang jantan -walau ia sangat malu-

"Bu-bukan be-begitu maksudnya ..." Ujar Hinata

"Lalu maksudnya apa hm?" Tanya Kyuubi jahil

"i-itu ... kyaa!" Hinata menjerit, Kyuubi mendorongnya hingga kini ia terbaring. Kyuubi berada di antara kedua kaki Hinata. Diselipkannya ujung kejantanannya diantara bibir kemaluan Hinata. Hinata mendesis merasakan sensasi panas kejantanan Kyuubi yang sekeras balok kayu itu. Kyuubi memegangi pinggul Hinata, ia bersiap untuk memasukkan sang jantan. Kedua tangan Hinata memegangi kepala tempat tidur.

PLAK

Kejantanan itu masuk sepenuhnya ke dalam tubuh Hinata.

"Sa-sakit..." Hinata menjerit tatkala benda besar itu memasuki tubuhnya. Kyuubi yang merasa bersalah mengecup dan memijat dada gadis itu. Setelah menunggu beberapa puluh detik, ia -Kyuubi merasa Hinata memaju mundurkan pinggulnya, tanda ia siap. Kyuubi mengagguk lalu menggoyangkan pinggulnya perlahan namun semakin cepat seiring waktu. Kejantanan itu masuk dan keluar dengan tempo sedang, Kyuubi masih belum menginginkan hal ini berakhir. Puluhan kali Kyuubi menusukkan kejantanannya, menyentuh titik-titik rangsang Hinata. Berkali-kali kejantanan Kyuubi berhenti, sekedar menggoda Hinata yang padahal sudah hampir sampai di puncaknya.

Dengan kekuatan yang entah dari mana, Hinata mendorong tubuh tegap Kyuubi yang tengah memaju-mundurkan pinggulnya. Kini Hinata memegang kendali. Dengan malu-malu ia menaik turunkan tubuhnya. Kyuubi hanya membulatkan mata melihat tingkah gadis yang kini lebih buas, ia terkikik. Kyuubi memegangi pinggul gadis itu, ia lalu membantu gadis itu untuk menaik turunkan tubuhnya. Gerakan Hinata semakin tak terkendali, semakin cepat dan kuat. Sesekali ia memutar-mutar tubuhnya. Kejantanan Kyuubi semakin keras dan memberontak. Vagina mungil itu melahap habis-habisan kejantanannya. Hinata hampir sampai, hampir lalu .. CROTTT cairan orgasme Hinata mengalir deras, keluar dari sela-sela vagina gadis itu.

Hinata terkulai lemas diatas tubuh Kyuubi. Kyuubi menggendong tubuh Hinata ke dekat meja gadis itu. Ia membaringkan Hinata disana. Hinata yang lemas hanya pasrah apa yang akan dilakukan Kyuubi.

"Aku belum keluar lho, Hinata-chan~" Kyuubi lalu kembali menusuk-nusukkan kejantanannya itu ke dalam lubang Hinata. Disela-sela kegiatannya, Kyuubi berbisik.

"Kau tahu, tentang pernyataanmu dulu. Sebenarnya aku belum selesai bicara. Aku tidak pernah menyukaimu. Tapi aku mencintaimu." Kini gerakan Kyuubi semakin brutal, cairan orgasme Hinata sebelumnya membantu pergerakan sang jantan semakin cepat. Kyuubi merasakan sesuatu akan segera keluar dari kejantanannya. Bergerak terus memenuhi kepala kejantanannya. Gerakan Kyuubi lebih keras dari sebelumnya.

"Stop~ jangan terlalu keras~ sakittT! " Ujar perih Hinata.

"Sebentar, sebentar lagi Hinata-CHANN!" Lalu tersemburlah benih-benih Kyuubi ke dalam tubuh Hinata. Saking banyaknya ketika Kyuubi mengeluarkan kejantanannya, sebagian meleleh keluar. Kyuubi lalu membaringkan tubuhnya disamping gadis itu. Ia memeluk Hinata seakan tak ingin kehilangannya.

"Sebenarnya aku belum puas sih.." PLETAK Kepala kemerahan Kyuubi terkena jitakan gadis pemalu itu, Hinata membalikkan tubuhnya dan balas memeluk Kyuubi.

"A-aku ju-juga..." balasnya malu-malu. Kyuubi heran, sebenarnya gadis itu masih mau atau tidak sih. Ia mengedikkan bahu, kemudian memposisikan Hinata menungging.

"Hehe, siap-siap ya Hinata-chan~ aku tidak akan mengampunimu."

"KYAA!" berlanjutlah kegiatan kedua insan itu sampai pagi.

.

.

.

End This Chapter

.

.

.

Gimana? Kurang hot ya? sori author belum bisa menyajikan yang hot karena tiba-tiba otak author buntu #plak
Special thanks to :

isOlive89 : hehe bukan dari yang kau sebutkan tadi ^^ tapi aku harap kau menyukainya ^^ thanks udah review

Inai-chan : gomen Inai-chan ^^ author belum bisa membuatkan SasuSaku lagi, karena masih banyak pair yang belum di ceritakan, Tapi tenang, author akan buatkan untuk chapter terakhir cerita ini ^^ semoga kau suka

hasnistareels : hoho untuk kali ini terpaksa author menggagalkan impianmu ! semoga kau suka yang ini ^^ arigatou udah review ^^