Yunjae :: Dangerous Love 3

"Bagus sekali! Ekspresi! Ekspresi!" fotografer yang akan mengambil gambar Yunho meneriakan perintahnya pada Yunho yang kini sedang sibuk menunjukkan sisi terbaiknya untuk pengambilan gambar kedua mereka

"Oke! Senyumlah sedikit!" perintah fotografer itu lagi dan Yunho memberikan senyuman terbaiknya yang dapat membuat siapapun terpesona melihatnya

"Oke! Oke! Oke!" wajah tegas Yunho kembali terlihat dalam pengambilan gambar kali ini

"Bravo! Tunjukkan sisi terbaikmu! Oke!" fotografer itu sangat puas dengan hasil yang diberikan dan dengan penuh semangat terus mengambil gambar Yunho

Sedangkan di belakang sana Yoochun masih tetap saja terpaku memikirkan nasib dua sahabatnya yang entah bagaimana. Yoochun duduk termenung menunggu gilirannya dipanggil dengan sang manager disisinya

"Hyung… masih tidak ada kabar dari Junsu dan Changmin, ya?" tanyanya menatap sang manager dengan wajah pasrah sedangkan sang manager hanya menghembuskan napasnya dan mengangguk pasrah lalu mengangkat ponselnya yang berbunyi

"Ya. Hallo…" ucapnya dan pergi meninggalkan Yoochun yang kembali menghembuskan napasnya

Jaejoong berjalan mendekati Yoochun dan duduk dikursi disisinya yang tadi diduduki sang manager, hatinya masih tetap tidak tenang dan pikirannya dipenuhi dengan hal-hal yang seharusnya tidak ia pikirkan

"Yoochun… boleh aku bertanya sesuatu padamu?" tanyanya ragu menatap Yoochun

"Mhmm… Apa itu?" gumam Yoochun berbalik menatap Jaejoong

"Kau tahu… saat kita di villa waktu itu… Yunho… itu…" Jaejoong tertunduk dan bingung untuk memulainya

"Dan… Goal!" terdengar sebuah suara dari televisi disisi mereka yang menyiarkan siaran langsung pertandingan sepak bola dan membuat Yoochun berpaling

"Jika Junsu disini, ia pasti akan sangat senang…" ucapnya menatap benda kotak itu

"Junsu sangat menyukai siaran sepak bola… Kau ingat, kan?" lanjutnya kembali menatap Jaejoong

"Ya, tentu saja" jawab Jaejoong menggigit bibir bawahnya

"Junsu…" ucap Yoochun lagi dan meninggalkan Jaejoong

"Aish…" Jaejoong hanya menatap kepergian Yoochun dan menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya kesal

Tiba-tiba terasa sensasi dingin yang menyentuh wajahnya, Jaejoong berbalik ke bagian kanan tubuhnya dan melihat Yunho berdiri disisinya dengan minuman kaleng dingin yang menempel di pipinya

"Minum" titah Yunho

"Oh… Ya" balas Jaejoong mengambil minuman dingin itu dari tangan Yunho dan berbalik lalu tertunduk

"Ah! Kau berkeringan" lanjut Yunho membalik tubuh Jaejoong lagi lalu mengusap keringat yang berada di pipi halus Jaejoong dengan sapu tangan putihnya

Jaejoong terkesiap melihat perlakuan Yunho padanya, matanya membesar sempurna sedangkan Yunho hanya tersenyum manis sambil tetap mengusap pipi Jaejoong dengan lembut

"Ada apa dengan orang ini? Mungkinkah? Tidak… Tidak… Tidak…" batinya menatap Yunho dan langsung mengalihkan wajahnya

"Biar aku saja" ucapnya mengambil sapu tangan Yunho dan tertawa malu sedangkan Yunho ikut tersenyum melihatnya

Jaejoong dengan perasaan gelisah beranjak dari kursinya, namun sepertinya Tuhan tidak berada dipihaknya, kaki kanannya tersandung kaki kursi dan ia akan terjatuh

"Oh!" kaget Yunho dan dengan gerakan cepat menangkap tubuh Jaejoong agar tidak jatuh ke lantai

Seperti memang sudah di takdirkan, dengan mudah Yunho melingkarkan sebelah tangannya di pinggang kecil Jaejoong. Keduanya terdiam dan saling menatap satu sama lain, begitu lama merka saling menatap, Jaejoong merasakan detak jantungnya semakin cepat dan menelan ludahnya kepayahan, hingga akhirnya ia tersadar dan melepaskan diri

"Kau harus berhati-hati" titah Yunho memberikan senyum licik padanya dan pergi

"Tidak mungkin… Sial! Apa yang harus aku lakukan?" batin Jaejoong