Yunjae :: Dangerous Love 7

A/N:

Ga terasa udah di episode akhir dari dorama Dangerous Love nya Yunjae

Ini adalah chapter terpanjang

Engga terlalu bagus penggambarannya dan banyak adegan yang Jaehan cut, rada ribet soalnya

Semoga temen-temen suka^^

Yoochun terus saja mencari keberadaan Junsu dan Changmin di tempat dimana sepatu Changmin ditemukan, di hutan terlarang yang sangat gelap yang pasti tidak ada orang yang akan tinggal disana. Sama halnya dengan Yunho dan Jaejoong yang mencari disudut lain hutan gelap itu.

Akhirnya setelah seharian penuh mencari menyusuri hutan terlarang yang merupakan tempat yang tidak mungkin di datangi oleh manusia itu, mereka bertiga bertemu di tengah pencarian dan Yunho melihat kedua dongsaengnya dengan wajah ketakutan berada dihadapan seorang wanita berpakaian putih yang memegang balok kayu yang cukup besar

"Kalian tak akan pergi kemana pun! Tidak akan!" ucap wanita itu

Tanpa pikir panjang, Yunho segera mencari balok kayu lain yang mugkin ada disekitarnya dan memukulkan balok kayu itu pada wanita gila yang mencoba untuk menyakiti kedua dongsaengnya hingga wanita itu terjatuh… Jaejoong juga Yoochun langsung menghampiri Yunho dan berdiri disisinya

"Hyung! Yoochun!" ucap Junsu yang tidak mampu menutupi perasaan bahagianya melihat hyungnya dan menatap ketiganya bergatian

"Changmin!" ucap Jaejoong yang berada di belakang Yunho, mereka berdua berlari mendekati Changmin dan memeluknya

"Yah! Kau tahu aku sangat kuatir?" ucap Yoochun pada Junsu yang kini berada dalam pelukkannya dengan senyuman, sedagkan Junsu hanya membalas pelukannya dengan senyuman yang jelas terpancar

Seakan terlupa dengan masalah tentang dirinya dengan Yunho yang melanda belakangan ini, Jaejoong memeluk erat Changmin yang sudah seperti adik kandungnya itu, sedangkan Yunho menatap keduanya dengan wajah haru dan gembira, seperti seorang ayah yang melihat kebahagiaan istri dan anaknya

Namun siapa yang mengira jika wanita gila itu tidak sepenuhnya pingsan dan kembali mecoba untuk memukulkan balok kayu itu lagi pada siapapun yang terlihat olehnya

"Tidak!" teriak Junsu yang melihatnya

"Jaejoong!" teriak Yunho juga yang langsung menghadang balok kayu yang akan mengenai Jaejoong

Jaejoong berbalik mendengar teriakan Yunho dan melihat tubuh Yunho yang terjatuh dengan darah kental mengalir di pelipis kanannya. Junsu melepaskan pelukan Yoochun dan langsung mendorong wanita gila itu hingga jatuh terjungkal dan berguling hingga ke dasar lembah

"Yunho! Bangunlah! Yunho!" pinta Jaejoong dengan nada kuatir melihat Yunho yang tergeletak di tanah kasar itu

"Jaejoong…" desah Yunho mencoba mengumpulkan kekuatannya

"Yunho, kau baik-baik saja?" Tanya Jaejoong membawa Yunho dalam genggamannya

"Ini… sedikit sakit…" ucap Yunho sedikit tersenyum

"Yunho…"

Mereka segera menuju kantor polisi terdekat untuk mengobati Yunho yang terluka dan langsung menghubungi manager mereka dalam perjalanan. Setelah tiba Yunho segera diberi pertolongan, ternyata keberuntungan masih berada di pihak mereka karena luka Yunho tidak terlalu parah

"Apa? Rumah yang berada di atas bukit itu?" Tanya pria berseragam yang menangani kasus mereka

"Tidak ada orang yang tinggal disana" lanjut pria itu

"Tidak… dua saudara tinggal disana dan si adik sedang dalam bahaya! Kita harus menolongnya!" paksa Changmin

Polisi itu menatap bingung pada manager mereka yang juga terlihat bingung, namun sepertinya mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti keinginan Changmin. Dan kini akhirnya mereka bergerak menuju rumah diatas bukit itu untuk melihat buktinya

"Disini! Disini!" ucap Junsu antusias dan mereka semua berlari masuk kedalam rumah itu

Apa yang disaksikan semuanya sangat jauh berbeda dengan apa yang dikatakan oleh Junsu dan Changmin. Rumah itu tampak sama sekali tak ada kehidupan, sarang laba-laba terlihat dimana-mana dan seluruh perabotan yang tertutup kain putih menandakan tidak ada yang pernah menggunakannya

"Bagaimana mungkin?" kaget Junsu

"Apa yang terjadi? Apa kalian yakin, kalian berada di rumah ini beberepa hari yang lalu?" Tanya Yoochun

"Ya…" jawab Junsu bingung

"Umm… Mungkinkah kalian hanya berhalusinasi?" Tanya sang polisi

"Itu tidak mungkin…" balas Junsu sedikit terpukul

Semua hanya terdiam, hingga Changmin berjalan mendekati sebuah bingkai foto yang tergantung miring di dinding rumah itu yang masih sedikit menunjukkan jelas wajah orang yang ada didalamnya

"Junsu hyung" panggil Changmin dan mereka bergerak mendekati Changmin

"Ah iya! Dua gadis itu adalah orang terakhir yang tinggal disini 15 tahun yang lalu, sang kakak memiliki masalah dengan pikirannya. Mungkin kalian benar…" jelas polisi itu

Tanpa mendapatkan hasil apapun, mereka kembali pulang dan sibuk dengan pemikiran masig-masing hingga pagi menjelang dan hari baru telah dimulai kembali, mereka semua sepakat utuk melupakan semua masalah yang muncul dan kembali melakukan aktivitas seperti biasanya. Saat ini mereka sudah berkemas dan akan kembali pulang menuju Seoul untuk melanjutkan semua jadwal padat yang sudah ditetapkan

Junsu berjalan menghampiri Changmin yang berada di depan mobil hitam mereka, termenung dan menatap awan putih diatas sana

"Hyung…" sapa Changmin merasakan sentuhan Junsu di pundaknya

"Mereka berdua… pasti merasa sangat kesepian… entah mereka hidup… atau mati…" ucap Junsu

"Changmin… anggap saja ini adalah mimpi yang sangat aneh yang pernah kau alami…" tambah Junsu dan berlalu sedangkan Changmin hanya mengangguk lalu mendesah dan mengikuti Junsu

"Kita tidak melupakan apapun, kan?" Tanya sang manager

"Tidak" jawab Yoochun

"Yah, aku tidak melihat Yunho dan Jaejoong sejak tadi?" Tanya manager lagi dan mereka bergerak mencari keduanya

Sedangkan salah seorang yang dibicarakan, pria manis itu kini tengah terduduk memandangi kertas putih yang berada di hadapannya. 'Ada sesuatu yang harus aku katakan padamu, datanglah ke taman belakang-Yunho" itulah isi surat yang dipegangnya yang tak lain berasal dari Yunho

Tanpa bisa dicegah Jaejoong kembali teringat saat Yunho dengan sigap menyelamatkan nyawanya dari pukulan si wanita gila kemarin malam, perasaannya mulai bimbang menerima perlakuan Yunho itu

"Jaejoong!" teriak Yunho membuyarkan lamunan Jaejoong, keduanya berjalan saling mendekati hingga kini mereka berada di tengah taman itu

"Yunho… Apa lukamu sudah sembuh?" Tanya Jaejoong yang memasukkan kedua tangannya dalam saku celanannya

"Oh itu… Ya…" jawab Yunho gugup

"Dengar, Jaejoong… sejujurnya…"

"Diam…" belum sempat Yunho untuk mengutarakan maksudnya, Jaejoong langsung meletakkan telunjuknya di bibir Yunho untuk mencegahnya berbicara dan memeluknya

Yunho hanya dapat terkaget menerima perlakuan Jaejoong yang tiba-tiba padanya, mata sipitnya membesar sempurna dan mulutnya terbuka lebar

"Ini pasti sangat sulit bagimu, aku mengerti perasaanmu… tapi aku tidak bisa menerimanya, aku benar-benar minta maaf Yunho. Tapi Yunho… coba pikirkan ini… coba berpikir bahwa kau tidak akan kehilangan sahabatmu… Mhmm?" ucap Jaejoong masih tetap memeluk tubuh Yunho yang masih terdiam tanpa mampu melakukan apapun

"Ohh!" ucap Yunho melepaskan pelukkan Jaejoong ditubuhnya

"Yah! Ada apa denganmu? Apa yang kau bicarakan?" Tanya Yunho masih dalam keterkejutannya

"Aku tahu, dasar kau bodoh! Kemarilah!" balas Jaejoong dengan seringai dibibirnya

"Yunho…" godanya pada Yunho dan mencoba mendekatinya lagi

"Jangan bercanda! Ada apa denganmu? Jangan gila!" teriak Yunho mencoba menjauh

"Aku tahu! Bukankah kau menyukaiku?" paksa Jaejoong

"Apa? Kau pikir aku gila? Kenapa aku harus menyukai laki-laki?" kekeh Yunho

"Apa? Lalu, kenapa kau sangat baik padaku belakangan ini?" Tanya Jaejoong bingung

"Dan apa maksudmu dengan mengakui sesuatu itu?" tambahnya

"Oh… Itu… Sebenarnya… Itu karena ini…" jawab Yunho takut sambil menunjukkan kamera hitam Jaejoong yang penuh dengan balutan hingga bentuknya tidak terlihat

"Ini kameraku? Kenapa jadi begini?" marah Jaejoong

"Ah… Aku hanya ingin menghapus gambar-gambar anehku yang ada didalamnya… tapi.. tiba-tiba terjatuh dan rusak…" jelas Yunho dengan takut-takut

"Jadi… saat itu…" Jaejoong kembali teringat dengan kejadian saat Yunho memberikan kertas kuning bertuliskan fan fiction padanya

"Jaejoong… Maaf… Aku benar-benar minta maaf… Jaejoong"

"Kau! Kua tahu berapa harganya ini?" marah Jaejoong

"Aku ingin lari sekarang…" balas Yunho dan berlari meninggalkan Jaejoong

"Kau!" teriak Jaejoong dan berlari mengejar Yunho

"Aku minta maaf… itu salahmu, siapa yang menyuruhmu mengambil gambar-gambar aneh seperti itu" ucap Yunho sambil tetap berlari menghindari Jaejoong yang memegang kayu di tangannya

"Yah! Berhenti kau!"

Dan keduanya berlari mengelilingi taman kecil itu hingga kelelahan

-FIN-

Akhirnya Jaehan buat endingnya sama dengan yang di dramanya, tapi Jaehan bakalan buat sekuelnya dengan cerita yang berbeda dan pastinya penuh dengan Yunjaeness

Hehee-

Arigatou na buat yang udah ikutin ff yang bukan ff ini dari awal *bow*

Sampai ketemu di sekuel Dangerous Love

Ja Na ^^