EXO and I

Cast : EXO member, Cho Jino

Warning : GS for Jino/ Typo banyak kya bulu ketek Changmin #plak/ BL/ yaoi(kyanya sih)

Genre : gak tau #plak

Rate : T

Chapter 4 Here!

Author Pov.

"Sehunnie kau bicara dengan siapa?" Luhan sudah ada dihadapan Sehun sekarang. Ia terlihat bingung saat tak melihat siapapun didapur kecuali Sehun dan dirinya sendiri yang baru datang.

"Aku tidak bicara pada siapapun." Sehun berusaha menutupi kegugupannya dihadapan sang namjachingu.

"Kau bohong padaku. Kau bicara pada siapa?" Luhan mendesak Sehun untuk menjawab.

"Yakin hyung suer deh hyung. Aku tidak bicara dengan siapapun." Sehun menganggat kedua tangannya lengkap dengan ekspresi meyakinkan yang malah bikin Luhan makin penasaran.

"Tunggu." Luhan mengambil sesuatu di tangan kanan Sehun yang ternyata celana dalamnya sendiri -_-

"Apa yang kau lakukan dengan celana dalamku?"Tanya Luhan dengan nada mengintimidasi (ribet anget perasaan)

"A..ah tidak. Aku tadi menemukannya disana." Sehun menunjuk depan pintu kamar mandi.

"Sudah sekarang cepat kembali kekamar dan jangan tinggalkan aku dengan sendiri sementara si Taoris itu tidur sambil bermesraan."

" .ah hyung sakit hyung." Rupanya Sehun dijewer sama Luhan sambil berjalan menuju kamar mereka.

Sementara itu Jino mendesah lega dari balik pintu kamar mandi karena identitas aslinya ketahuan oleh Luhan. Untuk sementara Sehun saja sudah cukup.

Ada yang mau tahu tempe eh tahu kenapa Jino secara gaib sudah berada di kamar mandi?

Baiklah akan author jelaskan

3 detik sebelum Luhan datang Suhun dan Jino sudah berdiri.

2 detik sebelum Luhan datang Sehun mendorong Jino dengan tidak berperi kamanusiaan ke dalam kamar mandi.

1 detik terakhir Sehun menutup pintu kamar mandi lelu ke tempat semula.

Beberapa menit kemudian Jino keluar dari kamar mandi dengan style namja lagi, dan memilih tidur di sofa ruang tengah dari pada harus satu ranjang dengan namja yadong kaya Suho #plak

.

.

Burung bercicit dengan riang di luar sana. Sinar matahari menyusup melewati celah-celah kain gorden.

"Ya! Jino-ssi. Ireona. Ini sudah pagi." Chen menggoyang-goyangkan bahu Jino. Jino hanya bergerak tak nyaman lalu melanjutkan tidurnya. Saat Chen sudah berapi-api membangunkan Jino, datanglah Suho dari dalam kamarnya.

"Ya! Chanyeol berhenti membuat efek api dibelakang Chen! Kau mau dorm kita kebakaran huh?" Suho berteriak hingga dinding dorm retak-retak. Kebakaran sih enggak, ambruk iya -_-" . setelah mendengar teriakan dari Suho Chanyeol langsung berlari ke belakang Baekhyun yang lebih kecil darinya sambil menangis sesegukan. (kok OOC banget sih membernya?)

"SIAPA YANG BERANI MEMBUAT YEOLIEKU MENANGIS?" baekhyun berteriak dengan lebih mengerikan dari Suho

2 detik kemudian...

Bruk..

Sebuah pohon yang dihinggapi puluhan burung di sebelah dorm EXO tumbang. Beberapa genteng copot dari tempatnya dan Suho yang udah sakaratul maut. Eh? Lupakan yang terakhir.

"Kenapa kalian berteriak-teriak huh?" Dio keluar dari dapur dengan membawa panci dan sendok sayur.

"Hah aku tahu." Chen mengambil panci dan sendok sayur dari tangan Dio lalu mendekati Jino.

Teng..trang..tong..

Seluruh member menutup telinga mereka mendengar bunyi keras yang berasal dari Chen.

"Hya! Kau apakan panci kesayanganku?" teriak Dio seraya mengambil panci dan sendok sayurnya yang sudah penyok tak berbentuk. "Wha.. panciku." Dio mendramatisi keadaan dengan mencakar tembok (Author : lebay lu. Dio:kan elu yang bikin cerita bagimana sih. Gua rebus juga lu. Author: haha peace maafin aye bang #kabur)

Kris yang tau dimana titik permasalahan pun langsung mendekati Jino. Lalu..

"HYA!" Jino tersentak dari tidurnya yang membuat member EXO yang geger menatap Jino dan Kris dengan Intens.

Apa yang dilakukan Kris? Rupanya dia hanya menyentuh pelan leher Jino. 'Titik kelemahan Jino adalah lehernya' seluruh member minus Kris mencatat di notes masing-masing.

.

.

Kini seluruh member EXO sedang berkumpul di ruang tengah. Rencananya mereka mau mengadakan pesta kecil untuk menyambut kedatangan Jino di EXO .

"Jadi selamat datang di EXO, Jino-ah" ucap Xiumin selaku yang tertua dari member EXO yang lain.

"Kamsahamnida hyungdeul." Jino menunduk 90⁰

"Jangan terlalu formal pada kami Jino-ah." Baekhyun berdiri dari duduknya dan dan merangkul Jino.

"Baiklah mulai sekarang aku tidak akan formal lagi. Hahaha." Jino tertawa ala bejak laut sambil mangangkat kaki ke atas meja.

"Ya! Tapi gak segitunya juga kale." Tanggap member EXO serempak layaknya regu koor.

"hehe sorry Hyung." Jino menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal.

"Jino-ah kenapa dari tadi kau memanggil kami dengan hyung tanpa nama?" Lay yang merasa bingung dengan kelakuan Jino akhirnya bertanya.

"Itu karena dia tidak tau nama kalian." Sehun yang memeluk tangan Luhan menjawab dengan enteng.

"HEH?" sepertinya Lee Sooman akan mendapatkan regu Koor baru.

"Bisakah kalian tidak membuat suara yang bisa membuat tetangga komplain? Salah kalian sendiri tidah memperkenalkan diri."

"Ah kalau begitu acara selanjutnya perkenalan diri saja." Usul Luhan sambil mendorong kepala Sehun yang sibuk membuat tanda kepemilikan di lehernya.

"Baiklah dimulai dariku dulu. Kim Minseok imnida. Panggil aku Xiumin. Senang berkenapan denganmu" ucap Xiumin sambil membungkuk.

"Aku Kim Jong Dae. Panggil aku Chen, ya saeng."

"Kim Joon Myeon imnida. Aku leader EXO-K"

"Aku Zhang Yixing. Panggil aku lay."

"Aku baekhyun. Byun Baekhyun."

"Park Chanyeol imnida. Namjachingu yang paling murah senyum dari Byun Baekhyun." Dan sebagai hadiah Chanyeol dapat begem dari Baekhyun. Wow Uke pejantan mamen.

"Do Kyungsoo Imnida. Aku umma nya EXO-K. Panggil aku Dio."

"Kim Jong In imnida. Panggil aku Kai"

"Xi Luhan Imnida. Panggil aku Luhan."

"Apa aku juga harus memperkenalkan diri. Kau kan sudah tau." Ucap Sehun cuek dan langsung dapat deathglare dari Luhan.

"Ne..ne.. Oh Sehun imnida."

"Wu Fan Kris imnida. Panggil aku Kris. Aku Leader EXO-M"

"Emm ah.. ya apa aku harus berkenalan dengan bahasa korea?" tanya Tao dengan bahasa Chinanya.

"Tidak juga kau bisa perkenalkan dirimu dengan bahasa China." Ucap seseorang juga dengan bahasa Chinanya. Seluruh member menatap sang sumber suara yang ternyata Jino.

"ah baiklah. Namaku Huang Zi Tao. Senag berkenalan denganmu."

Setelah seluruh membermemperkenalkan diri sekarang tentu saja giliran Jino.

"Baiklah sekarang giliranku. Namaku Cho Jino. Hyungdeul bisa memanggilku Jino." Jino berdiri dan memperkenalkan dirinya.

"Jino kau bisa bahasa China?" Chen bertanya pada jino yang masih berdiri.

"Iya. Appaku orang China, Eommaku orang korea, Halmoni dari appaku orang Amerika. Jadi aku bisa bahasa Korea, Jepang, China, dan Inggris dengan lancar." Member yang lain hanya melongo

Dan sepertinya para member mulai merasa ada yang aneh dengan Jino.

"Berapa tinggi badanmu? Kenapa kau pendek sekali?" Kai yang membuka pembicaraan.

"Dasar tidak sopan walaupun pendek aku tetap imut tau. Tinggiku 155 cm."

"Lalu umurmu berapa?" lanjut Dio

"Ah aku? Aku 13 tahun." Jino menjawab sambil meringis.

"13 TAHUN?" untuk yang kebeberapa kalinya Jino mendengar orang meneriakkan umurnya. Apa salahnya umur 13 tahun.

"memang kenapa dengan umurku apa umur 13 tahun itu pembawa sial?" Jino mulai sebal rupanya karena banyak yang terkejut dengan umurnya.

"Hah aku tidak percaya bagaimana bisa member ke-13 kita memberikan kekuatannya pada anak berusia 13 tahun." Gumam Suho sambil memijat pelipisnya yang diamini oleh seluruh member.

"Lalu bagaimana dengan sekolahmu?" Kali ini Xiumin yang bertanya.

"Aku sudah lulus Junior High School. Tinggal melanjutkan ke Senior High School. Katanya Sooman Sajangnim aku akan disekolahkan di.. em dimana yah? Ah di school of Performing Art kalau tidak salah."

"Kau sudah lulus Junior High School?" tanya Sehun tidak percaya dan Jino hanya mengangguk. "Dalam usia 13 tahun?" kali ini Kai yang tidak percaya dan sekali lagi hanya ditanggapi anggukan dari Jino.

"Bagaimana bisa?" oke kayanya member EXO suka benget mengintrogasi.

"Aku sekolah di Elementary School waktu umur 6 tahun lalu karena masuk kelas akselerasi jadi aku lulus saat 11 tahun lalu di Junior High School aku mengikuti kelas Akselerasi lagi. Ya jadi aku baru saja lulus Junior High School."

"Berapa IQ mu?" semua member kembali menegang menunggu jawaban dari pertanyaan Chanyeol.

"148. Tapi itu 2 tahun yang lalu. Karena aku masih masa pertumbuhan jadi mungkin IQ-ku sudah naik" jawab Jino 'singkat'. "Hei kalian kenapa?!" teriak Jino Histeris saat mendapati para member EXO(minus Tao yang gak mudeng) sudah tepar dengan tidak elit.

.

.

Hari ini member EXO merasakan yang namanya 'HOLYDAY' untuk beberapa hari.

Sehun dan Luhan asyik dengan game PS2 yang mereka mainkan.

"Ya! Sehun berhenti menggelitikiku. Bwahaha..aduh perutku. Berhenti.." Sehun terus menggelitiki pinggang Luhan sampai akhirnya ada tulisan 'GAME OVER' di layar TV.

"Yee.. aku menang kau kalah hyung. Seperti perjanjian kita, kau traktir aku Bubble tea selama kau di Korea." Luhan mengerucutkan bibirnya dan menyilangkan tangannya di perut saat melihat Sehun berteriak kegirangan.

"Kau curang. Perjanjian dibatalkan." Ucapan Luhan membuat Sehun berhenti dari teriakan kegirangannya.

"Tidak bisa begitu Hyung. Perjanjian tetap perjanjian."

"Tapi kau curang. Ah aku malas main lagi sama kamu mendingan aku main sama real Magnae aja." Luhan meninggalkan Sehun yang masih melongo melihat Luhan pergi meninggalkannya.

"Meninggalkanku sendiri bersama bayanganmu. Seandainya kau tahuuuu aku kan slalu cinta. Jangan kau lupakan kenangan kita slama iniiii." Sehun yang merasa dilupakan meratapi nasibnya sambil mengunyah celana dalam Luhan yang rupanya dari kemaren gak dikembaliin plus gak dicuci. -_-
Bruk...

Sebuah bantal mendarat mulus di wajah sang mantan magnae. Sang pelaku yang ternyata...

"Lo berisik banget sih? Suara pas-passan sok sok an nyanyi. Tuijang'ku' dia bisa bangun mendengar suaramu. Kalau kau menyanyi lagi gue gaplok lu." Ucapnya yang entah dia kesambet apa bisa ngomong dia bisa ngomong bahasa Korea sepanjang itu, lalu masuk lagi kekamar- aka kamar Baekyeol- yang dia huni bersama tuijang'nya' .

"Kasian banget sih sampe dimarahin sama Tao yang innocent." Suho tiba-tiba keluar dari kamarnya – aka kamar Jino-

"Diam kau! Mana Luhan Hyung?" tanya Sehun sambil berdiri. Suho menunjuk kedapur. Dan secepat cahayanya Baekhyun, Sehun melesat ke surga dunia(?) D.O a.k.a dapur. Dan betapa kagetnya dia saat Luhan duduk membelakanginya dan berhadapan dengan Xiumin di lantai (Perkumpulan Uke tua#plak). Dan sesaat kemudian Luhan merengkuh tubuh Xiumin yang bergetar dan sedikit terdengar isakan dari bibir tetua EXO tersebut.

"Hyung apa hanya gara-gara aku minta bubble tea padamu kau ngambek dan malah selingkuh sama Xiumin hyung? Huee.. Hyung jahat sama Thetheun!" ohh... sepertinya Magnae kita salah paham.

.

Flashback on

XiuHan side.

"Hyung kau kenapa?" tanya Luhan saat dia melihat Xiumin menangis di dapur. Niatnya untuk main bersama Jino kandas sudah.

"Ah tidak Luhannie." Ucap Xiumin sambil mengusap air matanya.

"Lalu kenapa kau menangis hyung?" Luhan mulai mendudukkan dirinya dilantai berhadapan Xiumin.

"Apa kau tidak bisa lihat? Nih aku ngupasin bawang merah aja gak bisa. Gimana aku bisa jadi uke yang baik? Pantes aja aku gak pernah dapet seme. Hue." Dan Luhanpun memeluk Xiumin yang lagi meratapi nasib sebagai 'uke gagal' #plak

Flashback off

"Ya! Luhannie cepat kejar tu anak. Dia ngambek loh." Xiumin merasa bersalah pada Sehun.

"Ah dasar anak itu." Luhan bangkit dan berusaha mencari Sehun di dalam dorm. Beberapa menit dia mencari, kringa Dan 1 tempat yang belum dia datangi. Lemari -_-

"Sehun aku tahu kau disitu cepat keluar." Luhan berjongkok didepan lemari Sehun sambil sesekali mengetuknya.

"Hyung jahat sama Thethun. Thethun mayah Luhan Hyung. Huee."(kok jadi kya anak kecil gini?) Luhan yang mendengar Sehun menangis langsung membuka pintu lemari dengan pakasa yang mengakibatkan Sehun terjengkang dengan tidak elit.

"Hue tuh kan Luhan hyung buat Thethun jatuh. Thethun punya lagu buat Hyung. 'jatuh bangun aku mengejarmu namun dirimu tak mau menger.."
Bruk..

"Udah gue bilang jangan nyanyi lagi juga. Dasar budek." Tao tiba-tiba sudah ada di kamar Hunhan –aka kamar Sehun Suho-

Sepertinya Magnae EXO-M itu lagi PMS.

"HUAA~ GAK ADA YANG SAYANG LAGI SAMA THETHUN!" tangisan Sehun makin menjadi. Dan tiba-tiba terdengar gemuruh dari luar dorm. Angin kencang beserta hujan melanda Seoul.

"Sehunnie jangan nangis. Uljuma. Aku sayang sama Sehun kok. Hyung minta maaf yah soal yang tadi. Jadi berhenti nangisnya yah." Bbujuk Luhan yang udah ketakutan karena angin makin kencang bahkan rintik-rintik air mulai mesuk kedalam dorm mereka.

"Aku mau maafin Hyung klo hyung mau traktir aku bubble tea." Sehun mengeluarkan puppy eyesnya.

"AH tentu saja. Apa sih yang gak buat Sehun, my chagy?" dengan segera Luhan mengiyakan permintaan Sehun dari pada angin kencang itu makin hebat kaya angin topan yang baru-baru ini melanda Korea.

"Tapi aku maunya minum bubble tea dari bibir hyung yang sekseh ini." (celat sehun sembuh ye~) ucap Sehun sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir Luhan.

"Dasar Pervert. Tapi gak apa juga sih. Aku juga seneng kok." Luhan yakin sekarang wajahnya memerah sampai telinga.

"Hyung kau manis sekali."Ucap Sehun dan langsung melumat bibir kecil Luhan.

.

.

Sementara itu.

"Yes dapet Hunhan Moment. Bisa dishare ke fans sama temen-temen fujioshi nih." Ckck rupanya dari tadi Jino menguntit Hunhan dan mengabadikan moment-moment mereka. Dasar Fujioshi akut -_-"

TBC

Makasih semua udah mau jadi pembaca setia ff aku *kissu bias masing-masing.*

Ini balasan reviewnya. ^^

SmiLeND: ini udah aku kasih Chen. Tapi maaf belum ada Xiuchen momentnya. Hooh Xiuchen blum pacaran atau malah gak bakal pacaran? #digorokSmiLeND. Makasih udah review ^^

maya sakura: ini udah updet. maaf lama, tugas numpuk. Makasih udah review

Zhie lau : Zhie lau aku tau kau review tapi gak baca kan. Aduh semeku yang satu ini. Ckck. Tapi makasih chagy

ayam ayam: iya Jino gak punya Couple kasian yah. Soalnya Jino punya author #plak.

Sekali lagi makasih yah udah mau baca n review

No Siders Please

Jadi yang baca tolong Review

Gomawo

NEXT CHAP XIUCHEN!

(Semoga bisa amin)