EXO and I

Cast : EXO member, Cho Jino

Warning : GS for Jino/ Typo banyak kya bulu ketek Changmin #plak/ BL/ yaoi(kyanya sih)

Genre : gak tau #plak

Rate : T

Chap 5 datang~

XIUCHEN Seme!Chen Uke!Xiumin

Xiumin Pov.

Sekarang aku ada di balkon dorm EXO-K. Melihat langit sore dengan beberapa bintang yang tak terlalu terlihat, karena tertutup gedung-gedung pencakar langit. Hah sudah masuk tengah bulan. Berarti sebentar lagi bulan purnama yah? Atau memang hari ini bulan purnama? Kalau dipikir-pikir susah juga jadi salah satu dari 13 member EXO.

"Hyung sedang apa disitu? Kau bisa masuk angin." Kurasakan benda hangat menyelimuti tubuhku bersamaan dengan suara indah itu. Pelukan hangat yang kurindukan.

"Satu-satunya yang bisa membuatku masuk angin adalah diterbangkan bagai layangan oleh Sehun, Chen-ah." Dia terkikik pelan lalu duduk disampingku. Rasanya benar-benar nyaman berada di sampingnya.

"Tapi kau tetap bisa kedinginan walaupun kekuatanmu es kan hyung?" kurasakan tangan halusnya meraba pipi chubyku. Oh tuhan ada apa dengan jantungku? Apa aku kena serangan jantung? Kenapa detak jantungku terasa lebih cepat dari biasanya?

"Tuh kan pipi tembammu saja sudah memerah kerena kedinginan hyung. Ayo kita masuk. Malam ini kita ada latihan." Chen taukah kau aku wajahku bukan memerah karena dingin, tapi karena ada kau didekatku. Chen menarik tangganku menuju ruang tengah. Seluruh member telah berkumpul. Sepertinya mereka menungguku.

"Hyung kau dari mana saja? kita lelah menunggumu." Kulihat magnae ah tidak mantan magnae EXO alias evil Thethun alias Sehun mulai mengeluh dan langsung dapat jitakan dari namjachingunya, Luhan. Ah.. Seandainya saja aku punya namjachingu.

"Sudah sudah jangan ngrebutin aku gitu dong. Aku kan jadi malu." Seluruh pandangan member EXO langsung tertuju pada satu titik. Tao yang sedang belaga jadi banci -_-'

"Ah kelamaan ayo berangkat." Kris memotong acara 'mari-jadi-banci' Tao.

Kami terbagi menjadi 2 Van. EXO-Kdan EXO-M sementara Jino ikut dengan Van EXO-K. Van kami menuju kantor SM untuk latihan rutin beberapa bulan ini. Eits.. bukan latihan fokal atau dance. Tapi latihan untuk mengembangkan kekuatan yang kami miliki sebagai EXO. Latihan ini selalu dilakukan saat bulan purnama.

.

.

Author Pov.

"Selamat datang para member EXO. Ayo kita langsung saja ke tempat latihan." Sooman yang sudah menunggu di depan gedung SM langsung memimpin member EXO ke ruang latihan mereka. Jino menatap satu-persatu member EXO di sekelilingnya. Terlihat... tinggi menjulang, mungkin itu yang dia pikirkan. Secara didepannya ada Kris, disamping kanan-kirinya ada Sehun dan Chanyeol sedangkan di belakangnya ada Kkamjong. Uh dunia serasa berubah menjadi negeri raksasa untuknya.

Cling..cling..

Cahaya menyusup kesela-sela pupil mata member EXO setelah pintu itu terbuka. Dan apa yang mereka lihat? Sebuah taman dalam ruangan yang cukup luas dengan rumput hijau, tanpa atap yang langsung bisa melihat bintang, kolam, batu-batu besar, dan yang lainnya.

"Hwa~ keren." Ucap Jino dan langsung guling-guling diatas rumput.

"Dasar kampungan." Koor member EXO. Tenpa mereka sadari wajah Jino mulai memerah dan matanya berkaca-kaca.

"A..Apa aku. Hiks terlalu kampungan. Hiks Hue~" Tangisan Jino membuat mereka sadar apa yang baru saja mereka bicarakan.

Dengan segera mereka ber 12 menghampiri Jino dan menenangkannya.

"Jino berhenti ber-akting didepan member yang lain." Ucapan Sooman membuat member EXO memandangnya aneh.

"Hehe Sorry Sajangnim. Habis wajah mereka yang khawatir itu sangat lucu." Jino berdiri dari duduknya sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal sama sekali.

"HAH? Jadi kau tadi akting?" lagi-lagi EXO membuat Koor. Yang langsung dapat anggukan dari Jino.

"Bagaimana Sooman Sajangnim tahu?" Tanya Lay pada Sooman yang masih tertawa kecil.

"Jino itu saat di Jepang memang dituntut bisa berakting." Yang lagi-lagi dapat anggukan dari Jino.

"Sudahlah sekarang kalian berlatih. Ini bukunya." Sooman memberikan buku-buku itu pada setiap member. Buku-buku itu berisi tentang kekuatan mereka.

"Ah dan Tao bisakah kau ajarkan Jino material art? Dia belum punya kekuatan apapun. Jadi paling tidak dia bisa bela diri." Ucap Sooman lagi dengan bahasa Cina yang mendapat anggukan dari Tao.

Beberapa saat kemudian member seluruh EXO larut dalam latihan mereka. Suho yang mengendalikan air dari dalam kolam, Dio yang menggerakan batu kesana-kemari, Kai yang mengerjai member lain dengan asap teleport yang dia hasilkan, dan masih banyak lagi.

"JINO AWAS!" Jino membalikkan badannya saat Chanyeol berteriak. Semburan api mendekat kearahnya. Seketika konsentrasi seluruh member EXO buyar. Mereka tidak bisa mengendalikan kekuatan mereka sendiri. Dan rupanya dewi fortuna tidak berpihak pada Jino beberapa kekuatan member EXO mengarah padanya.

Pertama kekuatan air Suho yang bercampur dengan pasir Dio selanjutnya kukuatan cahaya panas Baekhyun yang bercampur dengan api Chanyeol, lalu Angin kencang Sehun, petir Chen dan es Xiumin dan sebagai sentuhan terakhir, kekuatan telepati Luhan mengarahkan tubuhnya masuk ke dalam kolam. (bayangin kaya squidwarddi spongebob waktu dia jadi mahluk langka gara-gara kena semen)

Naga Kris mendekat pada Jino yang sudah menjadi patung.

Kretek...kretek..kretek...

Naga itu menyentil pelan –patung- Jino. Seketika es dan lumpur yang sudah mengering kaya gerabah pecah berjatuhan dan menyisakan Jino dengan wajah 0_0

"Jino! Gwenchana?" member EXO mendekat pada Jino yang terlihat SHOKE (gimana nulisnya sih?)

Jino memandang satu-persatu member EXO. "SEBENARNYA KALIAN ITU MAU MEMBUATKU JADI PATUNG ATAU BAGAIMANA?!" teriak Jino yang membuat seluruh orang disana meneguk salivanya dengan berat.

"Maaf Jino-ya aku tidak sengaja tadi. Salahkan orang hitam ini. Dia main-main terus denagn asapnya, aku jadi tidak konsentrasi dengan api yang sedang kukendalikan." Chanyeol menunjuk Kai yang sudah menundukkan kepala.

"Maaf Jino-ya ini salahku." Kai membungkukan badannya 90⁰

"Aku akan memaafkanmu. Tapi..." Kai terdiam menunggu jawaban dari magnae EXO itu. "Kau harus traktir semua member EXO di taman bermain besok. Karena karna kau sudah mengacaukan konsentrasi yang lain saat latihan." Ucap Jino bijak yang langsuk mendapat anggukan dari member lainnya. Kapan lagi bisa main-main tanpa bayar alias GRATIS.

Kai hanya mengagguk pasrah. Pasalnya uang yang seharusnya bisa untuk beberapa hari kedepan, pasti langsung ludes oleh member-member yang rakus.

.

.

"Hya ayo naik itu." Ucap Xiumin childish sambil menunjuk Jet coster yang sedang melaju kencang. Member yang lain hanya menatap ngeri jet coster yang mulai melaju terbalik.

"Ayo naik." Xiumin menarik tangan Chen untuk membeli tiket. "Hey ayo naik." Xiumin menatap para member tajam. Glup...

Beberapa saat kemudian...

"HYA!"

"HWA!"

"ASIK~"

"Ya Tuhan.. ya Tuhan.."

"MAMA!" krik... abaikan yang barusan.

.

Chanyeol, Tao, Kai, dan Suho berlari ke kamar mandi dekat wahana Jet Coster. Sepertinya pihak taman bermain sudah tau kalau pasti akan ada yang muntah setelah naik jet coster. Sementara yang lain hanya kliengan dan cenat-cenut.

"Ayo main yang lain!" Lagi-lagi Xiumin menarik tangan Chen ke wahana yang lain. Author jadi bingung sebenernya yang ngajakin ke taman bermain siapa? yang main siapa?.

.

.

Hari mulai sore. Matahari juga hampir tenggelam. Para member EXO memutuskan untuk pulang.

"Hei tunggu. Aku mau naik itu." Xiumin menunjuk bianglala tinggi di belakangnya. "Ayolah ini yang terakhir. Dan aku yang bayar bagaimana?" Xiumin menunjukkan puppy eyesnya. Dan lagi-lagi member EXO hanya mengangguk.

Mereka naik ke dalam ke dalam bianglala itu.

.

Xiumin Pov.

Aku dan Chen sedang duduk berhadapan di dalam bianglala ini. Sebenarnya yang aku incar sejak berada disini hanya bianglala bukan jet coster atau yang lainnya. Hanya saja aku mencari waktu yang tepat. Waktu yang aku rindukan. Saat pertama kali aku bertemu dengannya. Kim Jongdae.

.

Chen Pov.

Ini kali kedua aku naik bianglala dengannya. Dengan namja yang aku cintai. Bahkan sejak pertama kali kami bertemu. Hyung bisakah kau rasakan itu? Aku disini untuk mencintaimu hyung.

.

Author Pov.

Kedua namja itu hanya saling diam menatap jendela di sebelah mereka.

"Matahari terbenam." Gumam Xiumin tapi masih bisa didengar oleh Chen.

"Seperti hari itu. Benarkan hyung?" ucap Chen lirih. Chen dan Xiumin menoleh kedepan. Pandangan mereka bertemu beberapa saat sampai Xiumin mengalihkan pandangannya kembali menatap matahari.

"Tatap aku hyung!" Chen memegang dagu Xiumin dengan tangan kanannya. Yang memaksa Xiumin mau tidak mau bertatapan dengan Chen. Chen menggenggam tangan kanan Xiumin dengan tangan kirinya. Menuntun tangan Xiumin menyentuh dada kirinya. Xiumin merasakan desiran darahnya semakin cepat dengan semua sentuhan yang Chen berikan padanya.

"Kau bisa merasakannyan hyung? Inilah debaran jantungku saat kau ada disampingku hyung." Xiumin yakin sekarang wajahnya sudah semerah tomat.

"Dan ini..."

"Argh.." Xiumin mengerang pelan saat Chen mencengkram tangannya kuat.

"Saat aku melihatmu bermesraan dengan orang lain." Chen menunjukkan wajah dinginnya yang membuat Xiumin bergidik.

"Hyung, Wo ia ni." Xiumin terbelalak mendangar ucapan Chen. "Maukah kau jadi namjachinguku hyung?"

"ak..aku." Xiumin terlihat bingung. Dia harus menerima atau menolak atau lompat dari bianglala #plak abaikan opsen terakhir.

"Mianhae Chen." Xiumin menggelang pelan.

"Wae hyung? Apa kau sudah punya orang lain?"

"Tidak. Aku tidak mau jadi namjachingumu karena.."

"Karena apa hyung? Apa kau tidak percaya dengan cintaku hyung?"

"ani. Karena aku takut suatu hari nanti hubungan ini akan berakhir. Tapi berbeda jika hubugan ini tetap menjadi hubungan pertemanan. Karenan pertemanan tidak menganal akhir kan?"

Chen sedikit tertegun dengan ucapan Xiumin. Tapi beberapa saat kemudia dia mengembangkan senyum manis.

"Aku mengerti hyung. Tapi kau belum menjawab pertanyaanku yang lain. Apa kau mencintaiku?"

"Pabbo. Tentu saja. kau tahu berapa lama aku menunggumu mengucapkan Wo ai ni atau saranghae? Hah?" Xiumin memukul lengan Chen pelan. Yang membuat Chen tersenyum semakin manis (readers ati-ati kena diabetes yah)

Chen mempersempit jarak diantara mereka berdua. Tangan kiri Chen sekarang sudah bertumpu pada dinding bianglala di belakan Xiumin sementara tangan satunya masih setia menggenggam tangan Xiumin.

CHU..

Bibir Chen mulus bertemu dengan bibir basah Xiumin. Beberapa saat mereka hanya sebatas menempelkan bibir mereka sampai Xiumin mulai melumat pelan bibir Chen. Dan mulailah mereka berciuman sambil melumat. Chen berhenti sesaat karena menyadari persedian udara mereka yang menipis.

"Argh.." Xiumin mengerang saat Chen tiba-tiba saja menyerang lehernya dan membuat tanda kepemilikan disana (Ya Tuhan maafkan hambamu ini)

Cklek..

Splash.. jpret.. (apaan lagi nih?)

Pintu bianglala terbuka dan nampaklah Jino yang sedang mengabadikan gambar XiuChen Couple.

"YA! APA YANG KAU LAKUKAN?!" Xiumin hendak turun dari bianglala sebelum Chen mencegahnya.

"Kita lanjutkan di dorm." bisikan Chen seketika membuat wajah Xiumin bertambah merah. Sepertinya member yang lain akan tergangu dengan suara-suara aneh malam ini. Dan Taoris yang notabennya sekamar dengan Xiuchen sepertinya harus ngungsi bareng si Jino di ruang tengah

.

.

Sementara itu Jino..

Eien no sakura no kini narou... (ceritanya hp Jino bunyi)

"Moshi-moshi." Jino menekan tombol jawab tanpa melihat siapa yang menelfol.

"YA! Kau ngomong apa sih?" tanya orang di seberang sana.

"Ah mian Jae So eonnie. Aku tidak lihat siapa yang menelfon tadi."

"hah dasar kau. Bagaimana kau dapat tidak?" tanya Jae So

"Dapat eonnie. Kau tahu aku dapat adegan waktu mereka ciuman loh." Jino tampak sangat antusias

"Jinjja? Bagus nanti kirimkan lewat email. OK?"

"Beres eonnie. Udah ya eonnie aku di tungguin yang lain nih."

"Ah baiklah sampai jumpa."

Benar-benar mereka itu fujioshi sejati -.-"

TBC

Hiah apa ini? *liat atas. Epep gila!

Aduh maaf banget udah lama ngecewain OOC lagi.

Maaf banget... *bow*

Nah tapi berhubung ada yang review *sujudsyukur* ini balasannya:

Kim Jae So Zhang Jae So: nih kamu udah muncul tapi sedikit banget maaf yah. Oh iya apa aku udah bilang waktu itu klo umurku 13 tahun? Sekali lagi makasih udah review *kiss* (tolong jangan muntah)

ayam ayam : gak tau tuh bisa-bisanya dia gak ketahuan mungkin dia hantu #plak. Makash udah review *hug*

sebaekai : hyaaaa ini juga belum rapi kata-katanya *pundung*. Masalah AKB48 itu karena saya fans 48 Family hahaha^^ . makasih udah review *bow*

No Siders Please

Jadi yang baca tolong Review

Gomawo

Chap depan kira-kira siapa yah?