ICT (Ichigo Cinta Toushiro)
By : Armalita Nanda R. & de'Fuji Hitsugaya
Disclaimer : Bleach © Tite Kubo
Lesson 2 : Second Meets
.
Karakura University, Monday Morning…
Sesosok cowok bertubuh pendek nan sangat imut, Toushiro Hitsugaya, memasuki kelasnya dengan malas. Kelasnya masih sepi. Dia duduk di bangkunya dengan santai.
"Huufft… udah seminggu di sini kok si 'cowok jeruk' itu belum ketemu juga, ya?" kata Toushiro pada dirinya sendiri. Bingung mencari keberadaan cowok yang di temuinya di bandara itu.
"Tok tok tok ." Seseorang mengetuk pintu kelasnya itu dengan terburu-buru.
"Ya?" tanya Toushiro seraya membuka pintu.
"Hey kau Toushiro Hitsugaya, kan?" tanya seseorang dari bagian Kontra bass, yang dikenalnya dengan nama Haru.
"Eh? I..iya, ada apa?" tanya Toushiro.
"Begini, pemain piano solo dalam konser kami mengalami kecelakaan dan tangannya di gips, ia tak mungkin sembuh dalam sebulan, kan? Karena itu kami meminta bantuanmu untuk berpartisipasi dalam konser kami. Ketua kami tidak mau membatalkan konser ini, karena itu ku mohon bergabunglah," kata Haru seraya menunduk.
"EH? Kenapa aku? Apakah tak ada murid lain yang mau?" tanya Toushiro, kaget, tiba-tiba di tunjuk.
"Karena murid-murid bagian piano lainnya sudah masuk grup yang lainnya! Kumohon, terimalah!" mohon Haru
"Aaah ba-baiklah," kata Toushiro, tak yakin.
"Benarkah?!" kata Haru, tak percaya.
"Iya…"
"Baiklah! Terima kasih! Nanti setelah jam makan siang kita latihan di Aula no. 2! Jaa!" kata Haru, lalu berlari kesenangan.
"Eh, ta-tapi…" kata Toushiro, belum sempat ia bicara, namun Haru sudah hilang dari pandangan.
"Uwaahh! Bagaimana ini? Kenapa aku sebodoh ini? Kau tak bisa bermain Piano, Toushiro…" kata Toushiro, frustasi.
---
Setelah jam makan siang…
"Uwaahh!!! Bagaimana ini?" kata Toushiro, belum memakan Bento-nya karena sama sekali tidak selera. Namun tetap saja ia menuju Aula no. 2.
---
Di Aula itu, Nampak Haru dan beberapa orang lainnya tengah menanti Toushiro. Begitu Toushiro datang, Haru langsung memperkenalkannya kepada anggota lainnya
"Wah ini dia pemain piano solo kita," kata Haru.
"E…eh hai…" kata Toushiro, gugup.
"Ayo latihan, aku ingin tahu bagaimana permainanmu," kata Haru, ceria.
"Astaga… ini dia!" batin Toushiro, ngeri.
"Tapi kan ketua belum datang?" tanya seorang gadis, namanya Nanao, ia bagian biola.
"Taka pa, kan cuma mau tahu permainannya saja…" kata Haru.
"Oh ya ampun," batin Toushiro, benar-benar gugup+ takut.
"Ayo mulai permainanmu, Toushiro," kata Haru.
"I…iya," kata Toushiro, berjalan menuju piano. "Aduh main lagu apa ini?" gumamnya, bingung. Akhirnya ia menekan tuts-tuts nada tinggi dengan sembarangan.
"Fortissimo!" kata seseorang yang baru saja masuk ke ruangan itu.
"Eh?" kaget Toushiro seraya menghentikan permainannya.
"Fortissimo, coba ulangi sekali lagi," kata orang itu. Mata Toushiro membulat sempurna ketika benar-benar melihat orang yang menyuruhnya mengulangi permainannya. Rambut nyentrik orange, jangkung, berotot, dengan mulut sedikit manyun.
"Dia kan…!" batin Toushiro, senang. Ia mengulangi permainannya.
"Salah! Yang di bagian itu 'la si sol si sol' bukan 'la si sol si do'." kata Ichigo.
"E-eh?" tanya Toushiro.
"Pendengaran Ketua sangat tajam, jadi hati-hati…" kata Haru.
"Apa? Dia ketuanya?!" batin Toushiro, shock. " Eh Haru, ketua itu di posisi apa?" tanya Toushiro.
"Ketua? Konduktor, tentu saja," kata Haru.
"Apa? Dia Konduktornya? Berarti ia sangat pintar dalam alat musik! Tentu saja tidak mungkin Cuma satu alat musik yang di kuasainya?! Oh bagaimana ini," batin Toushiro, lemas, dan pandangannya menjadi gelap.
---
"Hmmph…" Toushiro membuka matanya. Ia sudah berada di ruang UKS dengan sesosok pemuda berambut nyentrik.
"Makanya kalau waktunya makan siang, makan siang!" kata suara Ichigo, yang ada di sebelah kasurnya.
"Eh? Ma-maaf…" kata Toushiro, seraya duduk.
"Kau Toushiro Hitsugaya, ya? Kenalkan, aku Ichigo Kurosaki, sebagai Konduktor." Kata Ichigo.
"Eh, i-iya, mohon Bantuannya…" kata Toushiro, blushing.
"Makanlah, kau tak bertenaga nanti…" kata Ichigo, memberikan bekal makanan Toushiro.
"I-iya," kata Toushiro, menerima bekal makanannya. "Umm, ano…"kata Toushiro, mengulur perkataannya.
"Apa?" tanya Ichigo, malas-malasan.
"A..ano, -se…sebenarnya… a..aku tak bi..bisa bermain Piano," gumam Toushiro, lirih.
"HAH?" tanya Ichigo, langsung membuka matanya lebar-lebar.
---
Dee : maaf lama apdetnya~ ini bagian saya yang buat~ ToT
