Kyuhyun POV

Kuhentak-hentakan kakiku dalam perjalanan pulang. Ukh! Mendekati orang itu ternyata tak semudah bayanganku. Kupikir dia ramah! Tapi, bahkan untuk menatapku saja dia tidak mau. Dasar bodoh! Aku kan memperhatikannya sudah lama. apa gunanya sih setiap hari menatap nanar pada makam? Untuk apa setiap hari membawa mawar dan meremasnya sampai hancur? Mengotori saja. Dasar namja tampan tapi pabbo! Padahal aku susah payah beramah-tamah padanya. Dia tidak tahu ya, kalau melihatnya dari jauh saja jantungku sudah mau lepas. Apalagi mengumpulkan nyali untuk menyapanya seperti tadi. Aissshh.. pabo Kyuhyun! apa sih yang kau harapkan dari namja tak dikenal itu? huh! Dia tampan sih. Sangat tampan malah. Sangat disesalkan kalau wajah setampan itu hanya dimiliki oleh orang yang berada di dalam makam, kan? Setidaknya dengan wajah setampan itu, dia kan bisa mendapatkan yang lebih baik. Lebih panjang umur. "hhaaahhh…" aku menghela nafas panjang. Untuk apa berfikir dan berkomentar aneh tentang orang yang sama sekali tak dikenal? Membuang waktu saja. Tapi kan aku menyukainya! Setiap waktu yang tuhan berikan untuk memikirkannya itu anugerah untukku. Untuk apa menyesal? Dia sudah menyesatkanku. Mau tak mau aku harus terus berusaha agar dia mau melihatku. Ya Kyuhyun! hwaiting! Kukuatkan hatiku. Masih ada hari lain untuk membuatnya melihatku.

Ukh! Kakiku sakit. Aku lelah berjalan. Pemakaman itu ternyata cukup jauh dari rumahku. Bagaimanapun, diacuhkan oleh orang yang kau sukai itu menyebalkan. Kalau kemarin aku akan bersuka cita dalam perjalanan pulang sehingga jarak yang lumayan jauh tidak terasa, sekarang aku pulang dengan wajah cemberut dan kaki yang nyeri. Huh! Kalau sudah berkorban seperti ini mana mau aku mundur. Setidaknya aku harus tau namanya besok. Beruntung kalau dia mau menawarkan diri mengantarku pulang dan akhirnya kami semakin dekat dan…. AH! Cukup berkhayal kyu! Lihat saja besok!

Kyuhyun POV end

Normal POV

Apartemen Siwon terlihat sangat berantakan saat Siwon membuka pintu. Dengan wajah lelah, Siwon berjalan menuju kamarnya tanpa memperdulikan keadaan yang kacau balau. Buku berserakan dimana-mana baju kotor yang mayoritas berwarna hitam bertebaran, lampu yang temaram semakin memperburuk suasana. Siwon berjalan dengan langkah gontai menuju ketempat tidurnya. Ia menatap keluar jendela tanpa minat lalu duduk bersandar sembari menerawang. Dia berdoa. Ya, berdoa untuk kenyamanan Kibumnya dia alam sana. rutinitas yang bahkan tidak berubah semenjak 3 bulan yang lalu. Jujur tadi siang adalah hari pertama Siwon kembali berinteraksi err.. diajak berbicara orang selain teman kantornya. Ia berfikir sejenak mengingat apa yang baru saja terjadi tadi sore. seorang namja bermata cokelat yang mengatakan kalau dia memperhatikan Siwon setiap hari. Kukira tak ada yang peduli, pikir Siwon dalam hati. "Apa besok dia akan datang lagi dan menemaniku?" Siwon begumam pelan. "aku harus meminta maaf karna telah mengacuhkannya" lanjutnya. Mungkin karena sudah terlalu lelah, Siwon akhirnya tertidur.

" drrt.. drrt " ponsel Siwon bergetar. Membuat Siwon sontak terbangun. Tangannya meraba-raba. Mencari dimana ponselnya. " Halo…" sapa Siwon malas. " YA! Siwon! kemana saja? Aku sudah meleponmu dari kemarin!" suara diseberang sana terdengar mengomel sekaligus lega karna mengetahui Siwon baik-baik saja. "jangan berteriak-teriak ditelingaku. Katakan apa yang kau mau" ujar Siwon dingin. " Hhhhaaahh dingin sekali. Cepat kekantor! Kami merindukan bos kami. Berhenti bersikap seolah dunia hancur!" cibir Zhoumi, wakil direktur sekaligus teman terdekat Siwon. Siwon memutar bola matanya. Baru 3 bulan menghilang, Zhoumi sudah secerewet ini. bagaimana kalau Siwon memutuskan bunuh diri? mungkin saat pemakamannya nanti Zhoumi akan marah-marah dan menghujani jasadnya dengan kata-kata pedas. " ne.. ne" Siwon menutup telponnya secara sepihak. Toh sesampainya Siwon dikantor nanti Zhoumi akan tetap mengomelinya. Siwon beranjak kekamar mandi dengan wajah malas. Mungkin aku memang butuh teman, pikirnya.

(Kantor Siwon)

"Ya! Siwon! " Zhoumi melangkah cepat begitu melihat sosok Siwon yang baru saja hendak mengunci diri diruangannya. Siwon membalikkan badannya. Menatap Zhoumi malas. Tapi sedetik kemudian memandangnya dengan penuh minat. " ada yang ingin kuceritakan padamu" Siwon membuka pintunya. Mengisyaratkan pada Zhoumi untuk segera masuk. " kemarin aku bertemu seseorang" Siwon memulai ceritanya. " apa yang menarik? Dari kemarin aku juga bertemu orang?" cibir Zhoumi. "bukan begitu, aku bertemu namja itu di makam Kibum. Dia menyapaku. Tapi aku mengacuhkannya. Aku merasa bersalah" lanjut Siwon. Zhoumi menahan tawanya. " jangan tertawa! Aku serius!" Siwon menendang tulang kering Zhoumi. Ia mulai kesal. "ADUH! Appo~" Siwon terkekeh melihat tingkah Zhoumi. Wajahnya yang kesakitan mendadak membuat Siwon senang. Sepertinya mood Siwon sedang baik hari ini, pikir Zhoumi. "Bawa aku melihat namja itu, mungkin dia tertarik padamu" lanjut Zhoumi. "aku tak yakin dia masih mau menyapaku setelah kuacuhkan" ucap Siwon sarkatis. Lagipula, untuk apa memusingkan orang tak dikenal? Dari awal tujuan Siwon hanya untuk lebih dekat dengan Kibum. bukan untuk mencari namjachingu baru. "heh.. jangan bersikap bodoh pak direktur. Kau butuh orang baru. Jangan memikirkan Kibum terus" Zhoumi mencoba menasehati Siwon sambil berusaha tidak terlalu menyinggungnya. Untungnya hari ini Siwon sedang tidak cepat tersinggung. Dia tidak membentak Zhoumi karena Zhoumi memintanya melupakan Kibum. sepertinya pikiran Choi Siwon sedang berpusat pada namja bermata cokelat kemarin sore.

(skip time)

Siwon POV

"Mi, ayo!" aku berteriak pada Zhoumi. Aku akan menunjukkannya pada namja bermata cokelat yang berhasil menyita perhatianku beberapa jam yang lalu. Hari sudah sangat sore. aku takut namja itu sudah tidak ada disana. Entah kenapa hari ini aku begitu bersemangat. Padahal niatku menemui namja itu kan hanya untuk meminta maaf. Ketika permintaan maafku selesai, aku akan kembali pada rutinitasku. Menyapa Kibum yang kesepian. Kulirik Zhoumi yang masih membereskan barang-barangnya. "Kenapa lama sekali sih?" aku mendelik padanya yang hanya dibalas dengan senyum bodoh. " Buru-buru sekali Siwon-ah. Aku yakin namja itu masih menunggumu" tak kuhiraukan ocehan bodoh Zhoumi. Membuatku pusing saja.

Letak kantorku dan pemakaman Kibum memang cukup jauh. Aku sampai-sampai harus sedikit ngebut karena takut hari sudah makin gelap. Namja itu pasti sudah pulang. "Hhhaahhh.. sepertinya kita terlambat mi. " aku menatap nanar pada arah makam Kibum dari dalam mobil. " jangan bodoh Siwon. lihatlah disana masih ada orang. Kau bisa bertanya pada orang itu tentang namja yang sedang kita cari kan?" Zhoumi menunjuk kearah seseorang yang memakai jaket hitam sedang berjalan kearah pintu keluar. Aku mengangguk. Mungkin namja itu adalah orang yang tinggal didaerah sekitar sini. Tapi kan aku tidak tahu persis ciri-cirinya. Yang kuingat hanya warna bola matanya. Aku berjalan keluar mobil menghampiri orang yang tadi ditunjuk Zhoumi. Sementara Zhoumi malah dengan santainya tetap dimobil.

"permisi" kulihat orang itu menghentikan langkahnya ketika mendengar suaraku. Dia berbalik menghadapku lalu memasang wajah terkejutnya. "tu-tuan~" dia bergumam pelan. Ternyata dia orang yang kemarin sore. sepertinya dia memang berniat menemuiku hari ini. aku tersenyum canggung. Dia berjalan mendekatiku lalu menunduk. "senang bertemu kembali" ucapnya sambil tersenyum. Aku hanya mengangguk. " Cho Kyuhyun, imnida~ " dia mengulurkan tangan putihnya. Aku tetap mengangguk tanpa berusaha membalas uluran tangannya. Kulihat dia mengerutkan keningnya. Bagaimanapun aku masih canggung.

"Kenapa lama sekali Siwon-ah!" kulihat Zhoumi sekarang sudah berada dibelakangku. Dai memukul bahuku. Menyelamatkanku dari suasana canggung yang tercipta. "eh?" Zhoumi menatap namja bernama Cho Kyuhyun itu dengan heran. Jelas saja, namja itu belum menurunkan tangannya. " dia orangnya" aku berbisik pada Zhoumi. " waaah! Perkenalkan aku Zhoumi. Dia Siwon. maafkan temanku yang kemarin mengacuhkanmu ya" Zhoumi membalas uluran tangan namja itu dengan bersemangat. Namja itu tersenyum lembut kemudian menatapku. " tak masalah Siwon-hyung. err.. bolehkah aku memanggilmu begitu?" kulihat pipinya merona. "ne…" kujawab singkat lalu sedikit tersenyum. "mau pulang bersama kami?"aku menawarkan. Kudengar Zhoumi terkekeh melihat sikap kami yang sangat canggung. Dia terlihat berfikir sebelum akhirnya mengangguk pelan. Tanpa sadar aku menggenggam tangannya yang terasa dingin. Lalu menggandengnya menuju mobil. Untung saja Zhoumi tidak menyadarinya. Dalam dinginnya malam, kurasakan tubuhku berkeringat karena malu.

TBC

Para reviewer yang penyabar terimakasih review membangunnya

Jangan lupa review lagi ya~

Biya-kyuke