"Eh?" Sontak semburat merah tipis menghiasi wajah Kyuhyun.

"Huh, apa aku salah bicara Kyu-ssi?" Siwon mengernyitkan dahinya saat menangkap nada kaget yang keluar dari mulut Kyuhyun.

"Ba- bagaimana mungkin? A- aku dan hyung kan sama-sama namja, kenapa sampai berfikir seaneh itu?" Tanpa bisa dikontrol, mulut Kyuhyun menolak pemikiran hatinya. Nada suaranya yang sedikit gugup bahkan tak bisa ditangkap oleh telinga Siwon.

"Mantan pacarku juga namja. Apa yang salah dari hubungan sesama namja? Kau seperti ibuku saja, menentang pemikiranku" ujar Siwon sembari mendesah pelan, sepertinya analisis Zhoumi semalam salah besar. Kyuhyun bahkan terlihat sangat 'normal' . Tidak ada tanda-tanda khusus yang bisa meyakinkan Siwon kalau Kyuhyun menyukainya.

Seisi mobil mendadak hening. Siwon memutuskan untuk diam karena yang dia harapkan bahkan tidak ia dapatkan. Ia tidak meminta Kyuhyun menyukainya, ia hanya ingin Kyuhyun membantunya melupakan Kibum. Ia hanya sedang berusaha bangkit dari keterpurukannya dan ia hanya ingin meminta bantuan Kyuhyun untuk menemaninya melewati masa sulit ini.

Tapi kenapa harus Kyuhyun? Hati Siwon menjerit tanpa ada jawaban

"Maaf hyung, sepertinya aku merusak mood mu" Kyuhyun bahkan sangat menyesali perkataan bodohnya tadi. Ingin rasanya ia menjerit kearah Siwon dan mengatakan bahwa ia menyukai pria berlesung pipi itu. Bahwa tebakan Siwon benar. Tapi ini terlalu sulit. Ia akan mengakuinya jika Siwon benar-benar memintanya. Bukan hanya menebak tanpa tahu apakah Siwon juga merasakan hal yang sama.

.

.

"Jadi, Kyu-ssi apa yang membuatmu selalu datang ke sini?" Ujar Siwon sesaat setelah mereka sampai tepat di depan makam Kibum. Manik hitam Siwon bahkan tak menatap Kyuhyun. Ia terlalu sibuk menatap makam Kibumnya.

"Err… entahlah hyung, disini nyaman.." Alasan bodoh pun kembali keluar dari mulut Kyuhyun.

"Huh? Nyaman? " kata-kata Kyuhyun sedikit membuat Siwon bergeming untuk menatapnya.

"Ya hyung, disini memang nyaman" Kyuhyun balas menatap mata Siwon, sembari tersenyum tipis. Bersyukur akhirnya Siwon mau mengalihkan pandangannya dari makam.

"Kau, aneh.."

"Hahahaha, jangan begitu serius hyung.. Kau mau dengar ceritanya? Makanya tatap aku. Berhenti menatap makam itu" ujar Kyuhyun sembari menunduk malu.

"Ne.. Aku menatapmu" ujar Siwon seraya berjalan mendekat dan mensejajarkan matanya dengan mata cokelat Kyuhyun. Bibirnya menyunggingkan senyum. Menunjukkan lesung pipi favorit Kyuhyun.

"Waktu itu aku melihatmu, menangis sampai wajahmu menjadi sangat merah padam. Menghadap kearah makam ini..." Kyuhyun memulai ceritanya, tangannya menarik jemari Siwon untuk mencari tempat yang nyaman untuk bercerita.

"Aku melihatmu sering sekali datang kesini. Terkadang dalam keadaan mabuk. Tapi anehnya, ditanganmu selalu ada mawar segar yang kau genggam erat."

"Jadi, kau selalu datang kesini hanya untuk melihatku?" Siwon menaikkan alisnya. Nada bicaranya datar.

"Huh? Jangan salah paham hyung, aku hanya ingin memastikan bahwa kau baik-baik saja." Kyuhyun menahan nafasnya, hampir saja Siwon tau alasan yang sebenarnya.

"Untuk apa? Kau bahkan tak mengenalku sebelumnya. Kenapa begitu peduli?" Siwon kembali bertanya dengan nada datar. Matanya menatap lurus ke mata Kyuhyun, mencoba mencari sebuah pengakuan.

"Entahlah, mungkin aku memang hanya peduli hyung. Rasanya sedikit khawatir saat meninggalkanmu dalam keadaan buruk, sendirian. Kupikir kau butuh teman." Sekali lagi Kyuhyun berbohong.

"Hmm.. " Siwon tersenyum simpul

"Katakan apapun dengan cara yang jujur Kyu, kita memang tidak pernah benar-benar mengenal. Tapi kuharap kita bisa benar-benar berteman. Aku nyaman berada didekatmu" lanjut Siwon sembari merangkul pundak Kyuhyun dan mengacak rambut Kyuhyun pelan.

Dan yang dirangkul hanya bisa tersenyum senang. Berusaha menahan detak jantungnya yang berdebar begitu keras agar tidak melompat keluar dari tubuhnya.

Aku memang tidak akan mengakuinya sekarang hyung, biarkan ini berjalan sampai saat bukan hanya aku yang mengakuinya.

.

.

.

"Sepertinya kita harus sering pergi bersama Kyu, rasanya aku ingin mendengar suaramu lebih sering lagi" Siwon melirik Kyuhyun yang sedang tersenyum kearahnya.

"Benarkah? Wah, sepertinya aku akan menolak kalau akhirnya aku akan diacuhkan karena kau sibuk menatap makam itu, hyung~"

"Tidak akan, kau bisa pegang kata-kataku" Siwon meyakinkan

"Kuanggap itu sebagai janji, hyung" Kyuhyun memastikan

"Hmm.. Sudah terlalu panas disini, mari kita pulang. Setelah ini aku harus kekantor, apa kau mau ikut?" Siwon menawarkan.

"Mungkin bisa lain kali hyung. Lagipula sepertinya Eomma sudah menungguku"

"Baiklah, aku antarkan pulang. Tapi sebelumnya temani aku makan siang" ujar Siwon sembari kembali melakukan hal yang sama seperti tadi pagi, menggenggam tangan Kyuhyun, membawa Kyuhyun masuk ke mobilnya.

.

.

.

"Tidak adakah cerita tentang alasanmu yang selalu menangisi makam itu? Kyuhyun bertanya dengan ragu.

"Tak ada apapun disana" Siwon menjawab dengan nada datar. Berusaha menahan diri untuk tidak membicarakan Kibum dan menangisi kisah tragisnya di hadapan Kyuhyun.

"Kenapa menangisinya kalau memang tidak ada apapun disana?" Kyuhyun mengernyit. Menyarakan rasa penasarannya.

"Tidak akan ada jawaban berarti untuk anak kecil sepertimu" Siwon tersenyum sedikit lalu kembali menatap lurus kedepan. Memfokuskan arah jalan mobilnya.

.

.

.

"Eh? Zhoumi-hyung?" Kyuhyun bergumam pelan

"Dia bilang ingin bertemu denganmu tadi" Siwon berbisik ke telinga Kyuhyun lalu tangannya bergerak menggenggam tangan Kyuhyun.

"Kyunnie~ Wonnie~ aigoo, kalian berpegangan tangan~" Zhoumi heboh sendiri saat Kyuhyun dan Siwon berjalan kearahnya sembari berpegangan tangan.

"Hey, Siwon-ah. Apa kalian berdua baru saja berkencan?" Zhoumi menggerakkan alisnya, menggoda Siwon.

"Tanyakan padanya mi.." Siwon menanggapi pertanyaan Zhoumi malas. Lalu beranjak ke toilet.

"A-ani hyung~ kami barusaja dari makam" Kyuhyun menjawab dengan nada ragu

"Aigoo Kyu, kau harus benar-benar bersabar seperti Kibum. Siwon memang bukan orang romantis" Zhoumi menepuk pundak Kyuhyun dan kembali tersenyum penuh arti kearah Kyuhyun.

"Siapa?" Kyuhyun bertanya seakan barusaja melewatkan sebuah kata penting di dalam kalimat Zhoumi.

"Kibum. Namjachingu Siwon" Zhoumi mengulang nama tak dikenal itu engan lebih jelas.

"Hmm?" Kyuhyun mengernyit. Tak ada cerita tentang seseorang yang bernama Kibum. Dan saat itu Kyuhyun baru sadar, bahwa Siwon belum benar-benar percaya padanya.

TBC

Nb : saya tau chapter ini pendeknya parah banget. Tapi saya harap kalian suka chap ini. Saya mikir keras soalnya~ heheheh