Hening. Dahi Kyuhyun berkerut memikirkan nama yang baru ia dengar dari mulut Zhoumi. Kibum? Ia melirik sesekali kearah Siwon. Banyak pertanyaan berputar di kepalanya. Keingin tahuannya akan seorang 'Kibum' memang membuat Kyuhyun sendiri bingung. Ia terlalu takut bahwa pertanyaannya akan mengganggu Siwon. Bagaimanapun juga mereka belum benar-benar mengenal satu sama lain. Kyuhyun mendadak takut. Takut dengan kenyataan yang sebentar lagi akan menamparnya. Takut dengan kenyataan bahwa Siwon sebenarnya memang memiliki hubungan-berpacaran- dengan seseorang bernama Kibum.
"Hyung.." Kyuhyun memberanikan diri. Ia bahkan mengeluarkan suara yang terlampau kecil sampai Kyuhyun sendiri tidak begitu yakin kalau Siwon bisa mendengarnya.
" Dari tadi kau diam. Ada apa?" Siwon melirik sebentar kearah Kyuhyun. Rupanya Siwon mendengar gumaman kecil Kyuhyun. Ia juga sedikit menyadari bahwa ada yang ingin Kyuhyun katakan padanya.
" Err… Kibum itu… siapa?" Kyuhyun memberanikan diri bertanya bertanya walaupun ia sudah tahu jawabannya. Tubuhnya bergerak menghadap Siwon, matanya menatap Siwon dengan tatapan memohon.
" Kau benar-benar ingin tahu? " Siwon tersenyum sedikit lalu kembali fokus menyetir.
" Tidak. Mau memberi tahu atau tidak itu terserah padamu " Kyuhyun memutar bola matanya karena jengah. Siwon bahkan sedang mencoba menggoda dirinya yang sedang sangat serius. Oh ayolah, terlalu banyak yang tidak Kyuhyun ketahui karena Siwon terlalu menutup diri. Dan itu menyebalkan.
"…." Tidak ada jawaban dari Siwon.
" Zhoumi hyung tadi menceritakan sedikit tentangnya- err.. Maksudku Kibum " Kyuhyun kembali mencoba membahas nama itu. Berharap Siwon akan membiarkan dirinya tahu agar Kyuhyun tidak berharap terlalu banyak pada Siwon.
" Apa saja yang kau ketahui? " akhirnya Siwon menanggapinya. Siwon memperlambat laju mobilnya. Membiarkan dirinya rileks dengan topik yang baru saja Kyuhyun pilih. Membicarakan masa lalunya.
" Dia mantan pacarmu. Hanya itu yang kudengar." Kyuhyun mengeratkan kepalan tangannya. Berusaha siap saat mendengar kenyataan terburuk.
" Dia pacarku. "
Pias. Kalimat singkat yang keluar dari mulut Siwon mau tak mau ternyata benar-benar menyakitinya. Rasanya hati Kyuhyun seperti terhempas. Kyuhyun menahan nafasnya. Berusaha tidak menunjukkan wajah marah. Sebaliknya, berpura-pura tertarik dengan topik yang baru saja ia pilih.
"…."
Kelu. Kyuhyun bahkan hampir tak mampu berbicara lebih banyak. Ia menggigit bibirnya. Bohong kalau Kyuhyun tidak ingin menangis. Hanya saja ia merasa malu. Mungkin ini memang salah Kyuhyun, terlalu cepat jatuh cinta pada orang yang tak pernah benar-benar dikenalnya. Terlalu cepat menyerah pada perasaan sepihaknya.
" Kyu? Kenapa diam? Kau tidak ingin bertanya lagi?" Siwon mengernyit saat melihat Kyuhyun menunduk.
" Hyung…" sekali lagi, dengan suara tercekat, Kyuhyun kembali mencoba bertanya lebih jauh.
"Hmm?"
" Kalau kau ternyata punya pacar, kenapa memegang tanganku? " Kyuhyun memejamkan matanya saat kembali bertanya. Ia kembali menahan nafas. Sesak. Wajar saja Kyuhyun merasa sesak. Bukankah ia baru saja patah hati? Satu pertanyaan lagi mungkin tidak akan membuat perasaannya jauh lebih baik. Yah, setidaknya Kyuhyun hanya ingin memastikan perasaan Siwon padanya.
" Aku nyaman bersamamu " jawaban datar dari Siwon yang bahkan belum mampu menepis rasa sesak yang sedari tadi bersemayam didada Kyuhyun.
" Kenapa? " harus. Kyuhyun harus terus bertanya sampai ia mendapat titik terang.
" Entahlah…" jawaban yang terkesan dingin seakan menghentikan bayangan yang berputar di kepala Kyuhyun. Mungkin Siwon mulai terganggu, pikir Kyuhyun.
"Hmm.. Kyu, dengar. Kalau kau ingin aku bercerita tentang diriku, tentang apa yang tidak kau ketahui, maka katakanlah. " Siwon menepuk pundak Kyuhyun pelan.
" Tak ada yang benar-benar ingin aku dengar hyung. Aku hanya sedikit penasaran." Kyuhyun menatap Siwon sekilas dan membuang muka kearah yang berlawanan.
.
.
" Selamat malam Kyuhyun-ssi. Terimakasih untuk hari ini " Siwon menggerakkan tangannya ke arah kepala Kyuhyun dengan ragu. Mengacak rambut Kyuhyun dengan gerakan lembut. Sedikit merasa ditolak saat Kyuhyun dengan cepat menggelengkan kepalanya. Menunjukkan ketidaknyamanan yang menyinggung Siwon.
" Mimpi indah, kyu. Mungkin setelah hari ini, akan sangat sulit untuk kembali bertemu. Tapi pastikan, saat kita punya kesempatan untuk kembali bertemu, tanyakan apapun padaku. Jangan merasa terbebani oleh hal-hal yang tidak benar-benar kau ketahui. Oke?"
"…." Tak ada jawaban berarti dari Kyuhyun. Sejujurnya dan sebenarnya, Siwonlah pihak yang paling dibuat bingung. Kyuhyun seolah menyukainya dan menganggapnya kakak pada saat yang bersamaan. Kyuhyun bersikap seolah ia menyukai Siwon tapi mengatakan bahwa ia lelaki normal. Siwon memang tidak begitu ambil pusing dengan sikap Kyuhyun. Yah, setidaknya sampai Siwon juga benar-benar memikirkan kenyamanan berlebihan yang ia rasakan saat bersama Kyuhyun. Saat Siwon juga benar-benar ingin menyadari bahwa hatinya, perasaannya berubah dengan sangat cepat pada orang tak dikenal-Kyuhyun- yang begitu menunjukkan kepeduliannya disaat Siwon masih menangisi makam Kibum.
"Aku pulang Kyu-ssi. Sampai jumpa" Siwon berbalik dan menghela nafas sebanyak yang ia bisa.
Kyuhyun menatap mobil Siwon yang perlahan menjauh. Ia melakukan hal yang sama dengan Siwon. Menghela nafas sebanyak yang ia mampu.
Kau membuat semua ini terlihat sulit, hyung.
.
.
BIP! BIP! BIP!
" Halo? Mi, bisakah kita bertemu?"
" Ada apa Won-ah ? Sepertinya ada hal penting. "
" Tidak begitu penting. Hanya ada sedikit cerita yang harus kau dengar "
" Kau membuatku penasaran Won-ah. Bersabarlah, aku akan segera kesana."
"…."
BIP!
Ada apa lagi dengan anak ini, pikir Zhoumi. Apa ada hubungannya dengan Kyuhyun. Batinnya sedikit berkecamuk. Tidak sengaja menyebutkan nama Kibum didepan Kyuhyun mungkin adalah kesalahan terbodoh Zhoumi. Ia tak benar-benar memikirkan apa yang akan Kyuhyun lakukan saat mendengar bahwa Siwon memiliki kekasih. Zhoumi tidak cukup buta untuk menyadari bahwa Kyuhyun menyukai Siwon. Ia hanya tak benar-benar menganggapnya serius. Dengan segenap perasaan bersalah, Zhoumi memacu mobilnya ke apartemen Siwon .
.
.
" Dia bertanya padaku tentang Kibum. Aku tak benar-benar tahu tentang apa yang dia inginkan. Tapi aku bisa melihat bahwa ia benar-benar ingin tahu " ujar Siwon sembari melirik Zhoumi yang sedang duduk disampingnya.
" Maksudmu Kyuhyun? Maafkan aku Won-ah. Aku tidak sengaja menyebut nama Kibum didepan Kyuhyun" Zhoumi menoleh cepat. Menatap Siwon dengan pandangan memohon.
" Aku tidak sedang menyalahkanmu, Mi. Aku hanya sedikit bingung pada anak itu. Kurasa aku menyukainya. Tapi aku tak begitu yakin dia menyukaiku. Karena waktu aku bertanya padanya, dia bilang dia normal"
"Pffft…." Seakan tersedak, Zhoumi berusaha menahan tawanya.
" Jangan tertawa! Kau harus memberiku saran! "
" Kurasa, Kyuhyun juga menyukaimu."
" Eh? Benarkah? " Siwon mengguncang bahu Zhoumi dengan cepat. Sedikit senang saat mendengar pernyataan Zhoumi.
" Tapi akupun tak begitu yakin dengan apa yang kulihat." Zhoumi bergumam sedikit. Membuat tubuh Siwon yang tadi mendadak semangat, berubah menjadi lemas.
" Aissh… kau kembali terlihat seperti remaja yang baru jatuh cinta Siwon. Jangan bersikap menggelikan." Zhoumi menatap Siwon jengkel.
" Setelah hari ini, pasti kita akan benar-benar sibuk dengan jadwal di kantor dan akupun akan kehilangan waktuku untuk menemui Kibum ataupun anak itu. " Siwon mengeluh seperti anak kecil.
"Berhenti menyebutnya dengan sebutan 'anak itu'. " Zhoumi mengingatkan.
" Lagipula menurutku, kau seharusnya menceritakan tentang Kibum pada Kyuhyun. Kau harus membuatnya merasa dipercaya. Aku yakin dia sedang kesal padamu karena kau mengacuhkan pertanyaannya tentang Kibum" sambung Zhoumi.
" Entahlah… aku tidak sedang berfikir untuk membuatnya tahu tentang Kibum."
" Yeah.. Setidaknya won-"
'' Aku mengantuk Hyung. Aku akan tidur duluan. Kalau kau berniat pulang, jangan lupa tutup rapat pintunya" tanpa menatap Zhoumi, Siwon berjalan ke kamar tidurnya. Perasaannya selalu mendadak akan berubah buruk saat mengingat Kibum. Menyukai orang baru saat dirinya belum benar-benar melepaskan Kibum memang terdengar konyol. Mungkinkah ia hanya merasakan kenyamanan saat bersama Kyuhyun? Apakah kenyamanan merupakan suatu alasan yang cukup logis untuk menyimpulkan bahwa ia menyukai Kyuhyun? Siwon tidak benar-benar mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada perasaannya. Hanya saja… ah, bahkan menjelaskannya pun Siwon kesulitan.
Sedangkan Zhoumi? Wajahnya sedikit menunjukkan kekecewaan. Ia benar-benar senang saat tahu bahwa Siwon sudah mulai mau membuka hatinya. Namun sekarang Siwon mulai membuatnya kembali bingung. Ia ingin membantu tetapi ia bahkan tidak mengerti dengan apa yang Siwon pikirkan.
Sensitive, itu yang Zhoumi lihat. Siwon akan selalu terlihat sensitive saat mereka membahas Kibum. Zhoumi tahu benar bahwa kematian Kibum adalah kesalahan dari ibu Siwon. Yang ia tahu, Kibum mengidap penyakit. Zhoumi tahu bahwa Nyonya Choi memang tidak menerima kenyataan bahwa anaknya adalah seorang penyuka sesama, tapi sekali lagi ibu tetaplah seorang ibu. Akan tetap mengutamakan kebahagiaan anaknya. Hal ini yang sebenarnya tidak Siwon ketahui. Zhoumi menyaksikan semuanya. Zhoumi menyaksikan saat Siwon jatuh terpuruk di depannya dengan keadaan berantakan. Rambutnya yang berantakan dan kemeja kusut serta dasi yang terpasang asal seakan meyakinkan Zhoumi bahwa Siwon sedang benar-benar hancur.
(Flashback On)
(Zhoumi's POV )
BIP! BIP!
Ukh! Siapa yang menelpon di saat aku sedang sibuk begini? Mengganggu saja!
" Halo?"
" Zhoumi?" Kudengar suara seorang wanita diujung sana.Suaranya terdengar sangat tenang dan anggun.
" Ya? "
" Ini aku , ibu Siwon"
"Oh, nyonya ada apa?"Aku berusaha bersikap sopan. Nyonya Choi terdengar bertele-tele.
" Ini tentang Kibum. Bisakah kau mempertemukannya denganku? "
" Maaf nyonya, saya tidak yakin bisa membantu anda. Siwon melarang Kibum menemui anda. Saya tidak mau mengambil resiko. Lagipula-"
" Tolong, Zhoumi. Aku mohon. Aku ingin sudah memutuskan akan menikahinya saat ia sudah kembali kesini. Aku hanya benar-benar ingin mengenalnya" nyonya Choi terdengar sangat memohon.
" Baiklah. Tapi saya ingin anda berjanji untuk tidak mencoba mencelakai Kibum."
" Aku berjanji"
.
.
" Kibum-ah…" aku tersenyum saat melihat kekasih sahabatku dari dekat. Mereka memang cocok. Aku bahkan mengakuinya.Kibum sedang berdiri dihalaman rumahnya. Menghirup udara yang menguar dari mawar yang ditanam ibunya di pekarangan.
"Ya?" Iya tersenyum sedikit saat melihatku.
" Ibu Siwon ingin bertemu denganmu. " aku berbicara dengan ragu. Aku takut ia merasa aku berpihak pada nyonya Choi untuk menjauhkannya dengan Siwon. Tidak! Aku tidak akan pernah menyakiti sahabatku!
" Benarkah? Apa dia sudah mau menerimaku? " suaranya terdengar sangat senang. Satu lagi senyuman mengembang di bibirnya yang memang sering Siwon ceritakan. Merah.
"Entahlah, tapi aku akan menjagamu Kibum-ah. Tenang saja"
" Jangan bersikap seperti itu hyung. Aku ini laki-laki. Tak perlu khawatir" aku tersenyum. Berada di dekat Kibum memang terasa menenangkan. Sekarang aku tahu alasan mengapa Siwon sangat menyayanginya.
.
.
BIP! BIP!BIP!
" Zhoumi!" Suara Nyonya Choi terdengar histeris ditelingaku. Ia bahkan terdengar sedang menangis.
" Ada apa nyonya?"
" Kibum. Kibum mengalami kecelakaan! Dia, dia ... " nyonya Choi terisak-isak.
Tanpa sadar aku membelalakkan mata. Sedikit tak percaya dengan apa yang kudengar. Namun suara tangis nyonya Choi yang terdengar membuatku lambat laun percaya.
" Katakan, ada dimana Kibum sekarang"
" Rumah sakit ….."
.
.
" Hyung…" aku menoleh saat melihat Kibum tersadar. Ia terbaring lemah di ruang inapnya.
Aku berjalan mendekat ke tempat tidurnya. Ia terlihat sangat lemah.
" Hyung… kemarin nyonya Choi bersikap sangat baik padaku." Ia tersenyum
"…" aku diam. Memfokuskan seluruh pendengaranku untuk mendengar suara lemahnya.
Ia bilang ia sudah menerimaku sebagai pasangan hidup Siwon hyung. Ia sudah percaya padaku hyung" ia tersenyum lagi. Tapi kali ini terlihat berbeda. Aku melihat ada genangan air di ujung matanya. Anak ini terlihat seperti sedang menahan tangisnya.
"…" sekali lagi aku hanya diam.
" Tapi kurasa, tubuhku sudah tak mampu bertahan" senyumnya mendadak pudar. Air matanya terlihat menetes dengan cepat.
" Katakan dimana sakit yang kau rasakan. Berbagilah denganku. Aku mohon jangan seperti ini" aku seakan tersedak saat menahan tangis. Aku tidak terlalu dekat dengan Kibum, tapi aku sangat peduli padanya. Menjadi orang kepercayaan Siwon sekaligus sahabatnya membuat aku mengerti dengan apa yang Siwon pikirkan terhadap orang sekitarnya. Membuat aku mampu mengerti seberapa besar cinta yang Siwon sediakan untuk Kibum. Mampu merasakan seberapa besar rasa sakit saat tahu Kibum mengidap penyakit yang tak mampu disembuhkan para dokter. Hanya aku dan ibu Kibum yang benar-benar tahu dengan keadaan Kibum.
" Aku mohon, tetap rahasiakan ini dari Siwon hyung. Aku akan tetap bertahan semampuku. Katakan pada eomma untuk berhenti menangis. Terimakasih atas kepedulianmu hyung." Ia tersenyum atau meringis menahan sakit. Entahlah. Yang jelas aku merasa gagal menjaganya untuk sahabatku.
" Tenang saja Kibum-ah. Aku akan melakukannya untukmu"
.
.
" Nyonya Kim, bagaimana keadaan Kibum?" Akhirnya aku berhasil menghubungi ibu Kibum. Kesibukan di kantor membuat aku kesulitan untuk menjenguk Kibum. Sudah dua minggu ia berada dirumah sakit untuk dirawat secara intensif. Kecelakaan yang dialaminya saat selesai menemui ibu Siwon ternyata berdampak begitu besar.
" Hai hyung, aku baik" serak. Kibum yang menjawabku. Tapi dengan suara serak. Ada apa ini?
" Kibum-ah apa kau baik-baik saja?" Aku bertanya dengan nada panik.
" Hmm... Penyakit ini menyebalkan hyung. Sekarang, setiap harinya aku harus mengeluarkan darah dari hidungku. Dadaku juga terasa sakit. Walaupun kadang-kadang sih. Haha" aku mendengarnya tertawa getir di akhir kalimatnya. Ya tuhan.
" ..." Aku tak menjawab. Kepalaku terasa kosong. Aku tidak bisa memikirkan apapun. Bayangan Siwon yang sedang tersenyum bahagia saat menceritakan hubungannya dengan Kibum mulai berputar di kepalaku.
" Sekarang aku bahkan tak mampu berjalan. Seluruh tubuhku terasa sakit."
"..."
" Hyung.. Zhoumi Hyung ? Ah sudahlah. Oh ya , aku harap kau masih menjaga janjimu. Selamat tinggal" saat itulah. Saat telepon ditutup. Saat aku sudah tak mendengar suara Kibum diujung sana. Aku tahu, Kibum sudah menyerah.
Aku berlutut menangis diruanganku. Menyesal.
Zhoumi's POV end
(Flashback Off)
TBC
Nb : Yeah, akhirnya saya bernafsu buat ngelanjutin tulisan ini. Oh iya, saya sedang menjalankan cerita makanya POV Zhoumi bertebaran disini. Yasudahlah. Keep reviewing yaaa ;)
Biya-Kyuke
