Title: 7 Again
Summary: Sasuke menjerit saat melihat bayangan tubuhnya di cermin. Tubuhnya mengecil... SasuSaku, AU. Terinspirasi dari Mentantei Conan
Warnings: OOC
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Chapter 1
Kelinci Percobaan
Itachi merebahkan badannya di sofa, di sebelah adiknya yang asyik menonton TV.
"Hei Sasuke!"
"Hn," mata onyx Sasuke tetap menatap layar TV.
"Boleh aku minta tolong?"
"Hn."
"Besok tolong belikan kelinci ya?"
"Untuk apa?"
"Untuk kelinci percobaan. Percobaanku dengan Akatsuki Team sudah jadi. Hanya tinggal mencobanya saja pada makhluk hidup," Itachi bangga dengan hasil kerja kerasnya selama ini dengan Akatsuki Team.
"Kau minta tolong saja pada Kisame. Aku besok ada acara."
"Mau kencan dengan Sakura-chan ya?" Itachi menggoda.
"Aku tidak pacaran dengannya, bodoh!" Sasuke menatap tajam kakaknya.
"Ya sudah, aku suruh saja si Kisame," Itachi beranjak. "Kalau mau kencan bilang saja dari tadi. Aku tidak akan mengganggu."gumamnya."Awwwww!!!" jerit Itachi saat bantal sofa di sebelah sasuke mengenai kepalanya.
"Sudah kubilang AKU TIDAK PACARAN DENGANNYA!"
* * *
Sasuke menyambar roti panggang di meja makan, kemudian menggigitnya. Dasi sekolahnya masih belum terikat rapi. Sambil menggigit roti panggang, Sasuke memakai sepatu hitam kesayangannya.
"Baru jam segini kenapa dia sudah buru-buru begitu?" Mikoto dengan wajah innocent bertanya pada Itachi.
"Katanya ada kencan dengan Sakura-chan." Itachi cekikikan.
"Huh, ibu jadi ingat masa muda ibu..." Mikoto mendesah. "Ibu jadi kangen ayahmu..."
"Kalau begitu ibu susul saja ayah."
"Ide yang bagus Itachi!" ibunya langsung beranjak dan mengemasi barang-barang. Itachi hanya bisa geleng-geleng kelapa.
Sambil menenteng koper, tas dan paspor, Mikoto pun berpamitan "Ibu ke London dulu. Nanti tolong pamitkan pada Sasuke ya!"
"Iya Bu. Salam untuk ayah!"
"Itachi, jaga adikmu!"
"Iya."
"Kau memang anak baik, Itachi." Itachi mendapat kecupan lembut di keningnya. "Baik-baik ya di rumah!!!"
* * *
"Kau telat sepuluh menit, Sasuke!" Sakura berkacak pinggang.
"Hn. Aku kesiangan!" Sasuke tidak lagi menunjukkan keterburu-buruannya tadi. Bahkan nafasnya dia atur sedemikian rupa agar terlihat stabil.
"Ah, kau ini!" Sakura menatap kesal Sasuke yang tetap tidak merasa bersalah. "Sudahlah, aku tidak ingin membuang waktu." Sakura menarik tangan Sasuke. Sasuke memalingkan mukanya agar semburat merah di pipinya tidak kelihatan.
Hari ini Sasuke yang menjabat sebagai ketua OSIS dan Sakura yang menjabat sebagai ketua klub kendo ditugaskan sekolah untuk mengundang Suna High School dalam pertandingan persahabatan kendo yang setiap tahun diadakan di Konoha High School. Wali kelas mereka—Kakashi-sensei—yang pelit itu hanya memberi izin pada mereka sampai jam pelajaran kedua.
"Kenapa kau semangat sekali ke Suna sih?" tanya Sasuke saat mereka sudah sampai di Suna.
"Karena aku akan bertemu Gaara!" jawab Sakura enteng.
"Masih menganggap dia sebagai saingan?"
"Tentu saja. Hanya dia yang pernah menggalahkanku dalam pertandinggan kendo. Tahun ini akan kubalas kekalahanku."
"Itu kan hanya pertandingan persahabatan."
* * *
Sasuke dan Sakura diterima dengan ramah sebagai perwakilan Konoha High School. Gaara dan Temari yang menjabat masing-masing sebagai ketua dan sekretaris OSIS ini menyambut kedua tamu istimewanya dengan berbagai macam suguhan.
"Kami mewakili Konoha High School mengundang Suna High School untuk mengikuti pertandingan persahabatan kendo yang setiap tahun kami adakan di sekolah kami," Sakura menyampaikan tujuan utama kedatangannya di Suna dengan semangat.
"Terima kasih atas undangannya. Kami dengan senang hati akan mengikuti pertandingan persahabatan itu," kata Gaara dengan calm.
"OK. Sesi formalnya cukup sampai di sini. Sekarang silakan cicipi makanan khas Suna." Temari menawari bermacam-macam makanan.
"Terima kasih Temari-san. Kenapa harus repot-repot seperti ini?" Sakura ber-basa-basi.
"Ah tidak. Kebetulan sekolah kami sedang mengadakan festifal makanan. Sakura cicipi kerupuk ini. Ini tidak ada duanya." Temari menyodorkan toples yang beisi kerupuk dengan bubuk-bubuk cabe yang bertaburan. "Ayo, Sasuke-kun juga!"
Sasuke menggeleng. "Sasuke tidak bisa makan makanan pedas," jelas Sakura.
"Ini tidak pedas. Sama sekali," Temari meyakinkan.
Demi alasan kesopanan (dan tentu saja gengsi), Sasuke pun mengambil kerupuk itu dan melahapnya.
'Setan!!!!! Pedesss banggeeet!!!' jerit Sasuke dalam hati. Tapi dia berusaha tetap bersikap cool.
Sakura juga mencobanya. "Pedeeeess... tapi enaaaakk!!! Bikin ketagihan!!" Sakura melirik Sasuke. Dia tahu Sasuke tidak bisa makan yang pedas. Saos saja tidak bisa, apalagi kerupuk sepedas ini.
"Bagaimana? Enak kan?"
"Hn."
"Enak, Temari-san."
"Kata orang karena saking pedasnya, kerupuk ini disebut kerupuk setan. Tapi bagiku ini sih tidak pedas sama sekali," jelas Temari.
"Itu kan cuma anggapan aneki saja," gumam Gaara.
"Memang kalian kepedasannya ya?" Temari bertanya dengan sedikit rasa bersalah.
"Tidak," jawab Sakura.
Temari menatap Sasuke. Sasuke menggeleng. Padahal di dalam hati Sasuke mengutuki Temari. Mana tuan rumahnya ini tidak menyuguhi minuman sama sekali. Alamat sakit perut berkepanjangan, pikir Sasuke.
* * *
Sementara di rumah Sasuke...
"Itachi, ini kubawakan kelincinya," Kisame datang menenteng seekor kelinci.
"Kenapa ke sini? Obatnya kan ada di laboratorium?"
"Kata Deidara tidak boleh membawa kelinci ke laboratorium. Dia alergi bulu halus. Katanya kalau tidak mau repot-repot mensterilkan laboratorium LAGI, kita tidak boleh membawa kelinci ke laboratorium."
"Huh, perhitungan! Kalau begitu suruh Deidara ke sini bawa obatnya."
"Dia sudah dalam perjalanan ke sini dengan Akatsuki Team yang lain."
"Baguslah kalau begitu."
Tak lama terdengar suara-suara aneh dan tercium bau-bau yang tak kalah aneh. Sudah bisa dipastikan rombongan Akatsuki telah datang.
"Kisame, buka pintunya!" perintah Itachi.
Kisame membuka pintu dengan tangan kirinya. Tangan kanannya masih membawa kelinci putih bermata merah yang akan dijadikan kelinci percobaan itu.
"Waaah...imut bangeeeeett!!!" teriak Sasori saat pintu di buka.
"Terima kasih." Kisame tersipu.
"Bukan kamu Kisame! Mukamu kan kayak hiu. Serem!!!"
"Hah, kau ini mencelaku saja! Nih!" Kisame yang ngambek menyerahkan kelinci itu pada Sasori. Sasori dengan senang menerimanya. Tapi tiba-tiba Sasori merasakan sesuatu yang 'basah-basah hangat' di tubuhnya.
"Gyaaaaaa... kelincinya ngompooolll!!!" Sasori yang kaget menyerahkan kelinci itu pada orang di sampingnya.
"Gyaaaaa....kelinci!!! Hacctttyuuu..." Deidara yang alergi bulu halus baru sadar bahwa yang diserahkan Sasori padanya adalah kelinci. Deidara segera melempar kelinci itu ke tanah. Kelinci malang itu lari di halaman depan rumah Itachi.
"Gyaaaaaaaa... Itachi!!! Kelincinya kabuurrr!!!" teriak Kisame panik pada Itachi yang masih di dalam rumah.
"Cepat tangkap, bego!" Itachi segera keluar rumah, ke Tempat Kejadian Perkara. Rekan-rekannya yang tadi bengong segera bergerak cepat mengikuti kelinci yang berlari gesit.
Pein dan Konan berhasil mengepung kelinci itu. Namun saat akan menangkap kelinci imut itu, kelinci itu berhasil meloloskan diri. Alhasil kepala Pein membentur kepala Konan dengan sukses.
Sasori mengejar kelinci itu. Kelinci itu malah berlari mendekati Deidara. Deidara yang takut kelinci (karena alergi) berusaha melarikan diri dari kejaran kelinci. Pada akhirnya terjadilah aksi kejar-kejaranan antara Sasori-kelinci-Deidara.
"Berhenti!!!" teriak Itachi keras-keras
Ciiiitttt... Deidara berhenti mendadak. Kelinci menabrak Deidara yang berhenti mendadak di depannya. Sasori pun bernasib sama dengan si kelinci. Yang lain juga mematung.
"Di mana obatnya?"
Satu detik...
Dua detik...
Tiga detik...
-
-
-
Siiiiiinggg....
Satu menit kemudian...
"Eh, aku kantongin nih!" Deidara merogoh sakunya dan berjalan mendekati Itachi untuk menyerahkan obat itu pada Itachi.
"Aku simpan di kulkas ya? Biar tetep lembab..." Itachi masuk ke rumah. Deidara kembali ke posisi semula. Yang lain masih mematung.
Kepala Itachi menyembul lagi di pintu rumahnya. "Oh, iya. Lanjutin deh!"
"Haaaatttyyuuuuu...." Deidara bersin lagi. Kelinci itu sekarang melompat ke pangkuannya. "Gyaaaaaaa... kelinci!!!" Lagi-lagi Deidara membuang jauh-jauh kelinci itu dari tubuhnya.
"Kelincinya lari lagi!!!" teriak Sasori.
"Tangkap!!!" teriak Akatsuki Team yang lain—minus Itachi dan Deidara.
* * *
Tubuh Sasuke sudah penuh keringat dingin. Perutnya sakit. Sasuke merebahkan kepalanya di meja. Sasuke dan Sakura sudah kembali ke Konoha High School.
"Kau kenapa? Sakit?" tanya Sakura. Saat itu sedang jam istirahat di Konoha High School. Kelas mereka kosong. Hanya ada Sakura dan Sasuke.
"Tidak."
"Lalu kenapa kau berkeringat?"
"Kepanasan!"
"Sasuke..."
"Kau ini kenapa berisik sekali sih? Sudahlah aku pulang saja!"
"Kalau kau sakit, nanti sore kita tidak jadi nonton saja."
"Sudah kubilang aku tidak sakit." Sakura hanya tersenyum.
"Lalu kenapa kau bolos?"
"Aku malas melihat tampang Kakashi," kata Sasuke tanpa membalikan badannya dan ngeloyor pergi.
* * *
Sampai di rumah Sasuke kaget melihat halaman rumahnya yang porak poranda. Sasuke cepat-cepat membuka pintu. Ternyata pintu tidak dikunci. Sasuke panik. Jangan-jangan rumahnya kemasukan maling.
Sasuke memeriksa keadaan rumahnya. Tidak ada yang berubah, masih sama. Tidak ada yang hilang, masih utuh.
"Pasti Itachi bodoh itu lupa mengunci pintu waktu ke laboratoriumnya," gumam Sasuke.
Kembali dirasakan perutnya sakit melilit. Sasuke langsung ingat obat yang diberikan kakaknya saat dia sakit perut dulu. Obat itu sangat manjur.
"Biasanya Itachi menyimpan obatnya di kulkas kan?" Sasuke membuka kulkas. Dilihatnya pil warna hijau tua. "Yang dulu sepertinya warna hijau muda. Apa ini versi baru ya?" Tanpa pikir panjang Sasuke segera menelan pil itu.
Baru satu menit, Sasuke sudah merasa lebih enak. Perutnya tidak lagi melilit. "Obat Itachi memang manjur. Ada untungnya juga punya kakak seperti dia."
Sasuke menguap. "Tidur siang dulu," gumam Sasuke sembari memasuki kamarnya.
* * *
"Sasuke!!!" panggil Itachi.
"Hn?" Sasuke ngulet di atas kasurnya.
"Kau melihat pil hijau di kulkas?" Itachi membuka kamar adiknya. "Sasuke?! Kau dimana?"
"Buta ya? Jelas-jelas aku di kasur," Sasuke mengejap-ngejapkan mata.
"Gyaaaaaaa... kau siapa?" Itachi kaget.
"Aku adikmu, bodoh!"
"Heh, tuyul!! Jangan ngaku-ngaku deh!" Itachi berkacak pinggang. "Ayo turun dari tempat tidur adik kesayanganku!!"perintah Itachi.
"Kau ini ngomong apa sih?" Sasuke bangkit dan berjalan. Tapi baru satu langkah Sasuke sudah terjatuh. Dia baru sadar kalau baju dan celananya jadi kedodoran. "Memangnya aku tadi pakai baju Chouji?" gumam Sasuke.
"Heh bocah, kau ini siapa?" Itachi jongkok saat berbicara dengan Sasuke.
"Aku ini Sasu...Gyaaaaaaaaaaa!!!" Sasuke menjerit saat melihat bayangan tubuhnya di cermin. Tubuhnya mengecil. Sama saat dia berusia tujuh tahun dulu. Bajunya kedodoran bukan karena memakai baju Chouji, tapi karena tubuhnya mengecil.
"Itachi? Apa yang terjadi denganku?"
"Heh? Malah tanya?" Itachi kesal. "Kau ini siapa?"
"Aku Sasuke Uchiha, bodoh!! Kau tidak mengenali adikmu sendiri?"
"Heh?!! Jangan-jangan kau minum pil di kulkas?" Sasuke mengangguk. "Sasuke, itu obat percobaanku."
"Heh, Itachi cepat berikan penawarnya. Kau pasti punya, kan?" Itachi menggeleng. "Kau jangan bercanda!!!"
"Aku tidak bercanda. Itu juga penelitian selama tiga tahun aku baru bisa membuatnya."
"Apa?" Itachi nyengir. "Kau HARUS BERTANGGUNG JAWAB!!!" Sasuke mencak-mencak.
"Sabar Sasuke! Kita harus tenang dan bepikir jernih. Sekarang lebih baik kau pakai bajumu waktu kecil dulu. Ibu sepertinya masih menyimpannya di gudang. Aku ambilkan ya?"
* * *
"Aku jadi kangen saat kita masih kecil dulu Sasuke," kata Itachi saat melihat Sasuke dengan bajunya saat kecil dulu.
"Ini semua ulahmu kan?"
"Jangan salahkan aku. Kau juga seenaknya ambil barang orang."
"Kenapa kau taruh barang berbahaya di kulkas?"
"Karena ada masalah darurat."
"Cih."
"Sudahlah Sasuke. Kau seperti ini juga manis."
"Diam kau!!!"
"Sayang ibu tidak bisa melihatmu. Kalau iya, pasti dia akan senang sekali."
"Jangan bawa-bawa ibu. Heh? Apa kau bilang? Memang ibu kemana?"
"Memangnya aku belum cerita? Ibu menyusul ayah ke London. Ibu kangen ayah gara-gara kamu sering kencan sama Sakura-chan."
"Sudah kubilang aku tidak kencan dengan dia. Hah? Sakura?! Mampus! Aku janji mau nonton dengan dia!" Sasuke kelabakan.
"Katanya tidak kencan. Itu apa?!" Itachi mengoda adiknya lagi.
"Diam kau! Cepat pikirkan cara untuk..."
Ting tong ting tong...
"Sasuke!!!" suara lembut memanggil Sasuke. Yap, itu suara Sakura.
Tbc...
R&R...
